Anda di halaman 1dari 4

%: Apa itu gangguan skizoIrenia?

: Gangguan skizoIrenia adalah gangguan jiwa yang serius karena mengganggu cara pikir
sehingga kita tidak lagi melihat kenyataan dengan tepat sebab pikiran kita dipenuhi dengan alam
khayal yang sedemikian rupa sehingga kita mencampuradukkan antara alam khayal dan realitas
atau kenyataan.
Biasanya para penderita skizoIrenia ini tidak bisa lagi bekerja atau berumah tangga karena dia
tidak mungkin melakukan Iungsi kehidupan sehari-hari karena gangguan persepsi akan realitas
ini begitu menyeluruh dalam hidupnya. Itu sebabnya mereka yang menderita gangguan ini harus
dirawat di rumah atau di rumah perawatan sehingga penderita bisa dirawat secara khusus. Dan
itu akan menjadi perawatan yang berjangka panjang.
%: Kalau ini gangguan mental, apa penyebabnya?
: Ini memang gangguan yang kita tidak bisa katakan berasal dari luar dirinya. Gangguan
skizoIrenia adalah gangguan yang disebabkan oleh hal-hal yang bersiIat organik atau suatu
senyawa kimia di otaknya sehingga dia tidak bisa lagi berinteraksi dengan realitas secara tepat,
baik dalam pola pikirnya maupun reaksinya terhadap peristiwa yang dialaminya. Ini adalah
sesuatu yang biasanya dia bawa atau miliki kecenderungannya sejak lahir.
%: Gangguan mental itu ada bermacam-macam, kapan kita bisa mengatakan bahwa seseorang itu
mengalami gangguan skizoIrenia?
: Kata ini memunyai dua unsur atau dua hal, yaitu dilusi dan halusinasi. Dilusi adalah pikiran
yang tidak rasional atau anggapan-anggapan yang tak berdasar yang tidak rasional lagi.
Misalnya, kita menganggap bahwa kita adalah superman atau kita menganggap kita adalah
hewan. Inilah yang disebut dilusi, pikiran tidak lagi rasional.
Halusinasi adalah kelanjutan dari dilusi, dia bukan saja tidak memiliki pikiran yang tidak lagi
rasional, namun dia melibatkan panca indranya di alam khayalnya itu. Jadi, halusinasinya kita
sebut halusinasi penglihatan karena dia mulai melihat hal-hal tertentu yang sebetulnya tidak ada.
Misalnya, dia melihat seseorang dan seseorang itu berbicara dengan dia, atau halusinasi
pendengaran, yaitu dia mulai mendengar orang berkata-kata dengan dia sehingga dia juga
memberi respons bercakap-cakap dengan orang tersebut meskipun sebetulnya keduanya ini tidak
ada.
%: Di masyarakat sering kali disebut orang gila, apakah istilah itu tepat?
: Memang istilah skizoIrenia itu sebetulnya berasal dari satu kata, yaitu "skismi" atau "skisme",
bahasa Inggrisnya "schism". Kata "skisme" yang menjadi "skizo" itu berarti terbelah atau pecah.
Jadi, skizoIrenia adalah gangguan yang memutuskan atau membelah Iungsi rasional kita,
sehingga kita tidak lagi bersentuhan dengan realitas antara kita dan alam nyata.

%: Juga ada orang yang mengatakan ini gara-gara stres, jadi tekanan hidupnya terlalu banyak,
apakah itu betul?
: Memang ada kasus-kasus yang muncul akibat depresi berat yang berkelanjutan. Depresi
berat
yang sangat parah itu biasanya juga bisa menghadirkan pemikiran-pemikiran yang dilusional,
artinya penuh dengan ketidakrasionalan. Sekilas depresi berat ini tampaknya seperti skizoIrenia,
namun kalau gejala halusinasi atau dilusi ini munculnya setelah depresi berat, sebetulnya itu
bagian dari depresi yang beratnya. Dengan pertolongan obat dan konseling, biasanya orang bisa
keluar dari depresi yang berat, sebab jika bisa keluar dari depresi yang berat, maka gejala-gejala
itu juga akan hilang dengan sendirinya.
Kalau orang menderita skizoIrenia agak berbeda. Dia tidak harus didahului atau mengalami
depresi berat. Umumnya, gejala skizoIrenia ini munculnya pada anak-anak remaja, dengan kata
lain pada masa kecil kita memang tidak bisa mendeteksinya. Kita melihat anak ini sama dengan
anak-anak lain, tapi waktu dia mulai beranjak remaja, kita baru melihat bahwa ada sesuatu yang
lain pada dirinya, yaitu anak-anak yang menderita skizoIrenia adalah anak-anak yang sejak kecil
itu cenderung tidak mau bergaul, mengisolasi diri, dan waktu remaja nampak sekali gejalanya.
Jadi, dia mengucilkan dirinya, tidak punya teman dan sebagainya, tiba-tiba kita mulai melihat dia
bicara, tertawa sendirian. Sekali lagi ini tidak didahului oleh stres dan memang benar-benar
gejalanya muncul dengan sendirinya. Inilah yang kita katakan sebetulnya skizoIrenia tidak
ditentukan oleh pengaruh luar, tapi memang sesuatu yang sudah dibawa dari kecil dan tinggal
tunggu waktu, maka gejala itu akan menam pakkan diri.

%: Berarti ada Iaktor keturunan?
: Sering kali ya. Kita mesti berhati-hati tatkala mengatakan ini keturunan, maksudnya
gangguan
yang berat seperti skizoIrenia sering kali melibatkan keturunan. Kalau orang tua kita memunyai
gangguan ini, maka kemungkinan kita mengidapnya lebih besar dari pada orang lain.
Jadi, tidak berarti bahwa kalau orang tua kita mengidapnya, maka pastilah kita akan
mengidapnya. Itu salah! Yang dimaksud dengan keturunan adalah bahwa kemungkinan kita
mengidapnya lebih besar daripada orang lain yang orang tuanya tidak mengidap gangguan ini.
Gangguan ini memang gangguan yang disebut organik, artinya gangguan yang muncul dari
syaraI-syaraI atau senyawa kimiawi di otak kita yang membuat kita akhirnya mengidap
gangguan ini.
%: Kalau itu Iaktor organik, apakah kita bisa melakukan pencegahan sedini mungkin, misalnya
dengan menggunakan obat-obatan atau vitamin untuk syaraI atau bagaimana?
: Malangnya, sampai saat ini belum ditemukan cara untuk mencegah munculnya skizoIrenia.
Maka yang bisa dilakukan hanyalah supaya orang tua itu bisa lebih tajam, lebih peka melihat
gejala ini sedini mungkin, sebab kalau gejala ini diketahui sedini mungkin dengan pengobatan
dan sebagainya, maka dilusi dan halusinasi itu bisa dikurangi.
aktu orang terkena skizoIrenia, pengobatan yang akan dicoba ialah meredam munculnya dilusi
dan halusinasi itu. Kalau sejak anak kecil atau remaja sudah mulai menampakkan dilusi dan
halusinasi, setidak-tidaknya pada masa kecil itu dia diminta atau diharuskan memakan obat
untuk menghilangkan dilusi atau halusinasi. Mudah-mudahan karena sudah dibiasakan, maka dia
akan lebih terbiasa memakan obat-obatan ini sehingga dilusi atau halusinasi tidak harus timbul.
Kalaupun akhirnya muncul, tidak akan muncul sesering itu, karena sekali lagi dengan munculnya
ilmu kedokteran, maka lebih tersedia obat-obat yang dapat menghilangkan dilusi atau halusinasi
ini. Tapi sekali lagi, ini adalah gejala, baik dilusi maupun halusinasi, penyakit itu sendiri tetap
ada. Jadi obat tidak menyembuhkan penyakitnya, yang sudah ada itu akan tetap ada. Maka kita
tidak mengatakan skizoIrenia suatu yang dapat disembuhkan atau "curable". Kita hanya
mengatakan skizoIrenia adalah penyakit yang " treatable", dapat dilawan, dapat diobati,
pengembangan gejala-gejalanya dapat dibendung sehingga tidak harus memburuk.
%: Sebenarnya gangguan skizoIrenia ini menetap atau kadang-kadang muncul di dalam diri
seseorang ?
: Ini adalah salah satu kesalahpahaman, kadang-kadang kita beranggapan orang yang terkena
skizoIrenia akan terus-menerus setiap detik berkhayal dan dalam dunia khayalnya, sebetulnya
tidak! Jadi, ada waktu di mana dia bisa bicara menjawab pertanyaan kita dengan biasa, namun
setelah berbicara dengan kita, dia akan diam kemudian tertawa sendirian lagi, dia akan bicara
lagi.
Memang gejala ini tidak harus menetap setiap detik, tapi kita katakan dia sudah terganggu sebab
sebetulnya di dalam dirinya sudah ada keterpecahan itu, meskipun masih ada kemampuan untuk
berelasi dengan orang di luar dirinya, tapi memang tidak konstan terus-menerus dia akan kembali
ke dunia khayalnya.
%: Bagaimana kalau kita tinggal bersama-sama dengan orang yang mengalami gangguan
skizoIrenia?
: Langkah pertama adalah kita mesti mengakui bahwa orang ini atau anak kita ini bermasalah.
Ini salah satu hal yang tidak mudah diakui oleh orang tua. Orang tua yang anaknya menderita
gangguan seperti ini, sampai waktu yang lama, tetap tidak mau mengakui bahwa inilah yang
diderita oleh si anak.
Langkah kedua adalah kalau untuk gangguan yang seberat ini, kita memang harus langsung
membawanya ke psikiater, yaitu seorang dokter yang spesialisasinya dalam bidang psikiatri dan
nanti dokter akan melihat gejalanya kemudian memberikan obat yang harus dimakan. Ini
menjadi suatu tantangan yang terbesar, sebab penderita skizoIrenia tidak selalu mau makan obat,
jadi kita harus memaksa dia untuk memakannya karena begitu dia tidak mau makan obat, maka
tinggal tunggu waktu gejala delusi dan halusinasinya akan kembali lagi. Kalau sudah seperti itu,
maka yang harus dilakukan adalah membawanya dengan paksa ke rumah sakit jiwa, karena di
sana dia bisa dengan paksa diberi obat sehingga dia bisa dirawat lagi dan bisa tenang kembali
serta dapat dipulangkan. Namun, ini biasanya sebuah siklus, dia akan merasa baik selama
beberapa waktu, kemudian dia tidak mau makan obat lagi dan kembali lagi pada khayalannya,
akhirnya dibawa ke rumah sakit lagi dan ini berlangsung seumur hidup.
Kalau keluarga memunyai anggota yang seperti itu, maka perlu dipikirkan pengaturannya atau
perawatannya, sebab orang tua tidak bisa selamanya merawat anak ini. Persoalannya adalah
kalau kakak atau adiknya memunyai keluarga, ini bukanlah sesuatu yang sehat sebab kalau
dalam keluarga itu ada anak dan anak itu melihat pamannya yang menderita gangguan seperti
ini, itu bukanlah hal sehat. Maka hal yang cocok yang lebih disarankan adalah sebaiknya, kalau
orang tua sudah mulai tua dan sebagainya, dia dirawat di dalam rumah perawatan. Asal kita bisa
percaya bahwa rumah perawatan itu akan merawatnya dengan baik, mungkin itu adalah jalan
keluar yang terbaik dan dia bisa tinggal di sana, punya kamar sendiri, mendapatkan perawatan,
obat, dan kalau dia tidak mau minum obat, dia bisa disuntik dan sebagainya, sehingga dia lebih
terkontrol.
%: Biasanya baru kita kenali setelah dia dewasa atau bagaimana?
: Biasanya setelah remaja atau dewasa awal. Biasanya mulai terlihat setelah umur 15 atau 16
tahun. Dia mulai tidak mau bergaul, diam, murung, tidak mau bertemu orang, susah percaya,
tidak mau ada perasaan-perasaan yang keluar, wajahnya datar-datar saja, kalau senang tidak
pernah terlihat dan sedih pun tidak kelihatan, marah tidak kelihatan. Jadi benar-benar sebuah
wajah yang kosong, yang datar saja. Akhirnya mulai kelihatan bicara sendiri, tertawa sendirian,
dan sebagainya.
%: Sehubungan dengan hal ini, apakah ada ayat Iirman Tuhan yang ingin disampaikan?
: Saya akan bacakan Mazmur 139:13, 16 "Sebab Engkaulah yang membentuk buah
pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan
dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari
padanya."
Kita mesti mengingat penderita skizoIrenia mestinya adalah ciptaan Tuhan, dan Tuhan tidak
pernah membuat kesalahan, mengapa Dia mengizinkan semua ini terjadi? Maksud inilah yang