Anda di halaman 1dari 3

Soal Unsur Intrinsik Puisi 1. .

Wahai sahabat Untuk selamanya Kita percaya Tebarkan arah jangan pernah lelah Untukmu sahabat . Suasana yang tergambar pada puisi tersebut adalah .. a. Semangat b. Tegang c. Gembira d. Sunyi e. Sedih Jawaban A : Terdapat kata Tebarkan arah jangan pernah lelah yang berarti member semangat.

2. Ada Tilgram Tiba senja Ada podang pulang ke sarang Tembangnya panjang berulang-ulang Pulang ya pulang, hai petualang! Ketapang Ketapang yang kembang Berumpun di perigi tua Anakku datang anakku pulang Kembali kucium, kembali kuraba Tema puisi tersebut adalah . a. Bunga yang berkembang b. Pulangnya anak tersayang c. Kegembiraan seorang anak d. Pulangnya sang kepodang e. Kekhawatiran orang tua yang mendalam Jawaban B : Tema merupakan gagasan pokok dalam puisi. Tema berfungsi sebagai landasan utama penyair dalam puisinya. Tema puisi tersebut yakni Pulangnya Anak Tersayang. Hal ini ditunjukkan dengan larik Anakku datang anakku pulang/kembali kucium, kembali kuraba . 3. Sebuah Jendela Kaca Membentang dunia lama

Dalam suram dari murung senja Bersama ketukan jari hujan Dan dihati bangkit kemanisan Yang berakhir negeri sendiri Yang lalu takkan surut lagi. Amanat puisi diatas adalah a. Janganlah suka bermain air b. Janganlah terlau memikirkan masa lalu c. Janganlah masalah disimpan dalam hati d. Janganlah membiarkan jendela terbuka e. Janganlah murung pada waktu senja Jawaban B: Pada sajak yang lalu takkan surut lagi terdapat amanat yang bermakna masa yang lampau biarlah berlalu. 4. Perhatikan penggalan puisi berikut! 1) Kutulis surat ini 2) Kala hujan gerimis 3) Dan angin bertiup 4) Mengelus daun cemara 5) Yang semakin mongering Larik yang bermajas tersebut terdapat pada nomor . a. (1) b. (2) c. (3) d. (4) e. (5) Jawaban D : Larik mengelus daun cemara termasuk majas personifikasi. 5. Cahari olehmu akan sahabat yang dapat dijadikan obat Dari gurindam di atas berisi tentang . a. Seseorang yang menderita penyakit dan membutuhkan obat b. Sahabat yang mempunyai beberapa obat. c. Seorang sahabat yang setia dalam suka maupun duka, mampu menenangkan sahabatnya. d. Berobat pada sahabat jika kamu sakit. e. Sahabat yang dapat mengobati penyakit dengan obat-obatnya. Jawaban C: Maksud obat di gurindam ini bukan sebuah benda melainkan rasas setia dari seorang sahabat.

6. Tanam melati di rama-rama Ubur-ubur sampingan dua Biarlah mati kita bersama Satu kubur kita berdua (Roro Mendut) Makna dari pantun di atas adalah . a. Seseorang yang mati dikubur di taman melati. b. Seseorang yang setia akan cintanya dengan pasangannya sampai mati menjemput. c. Mati bersama saat bertanam melati dan mencari ubur-ubur. d. Satu kuburan yang diperuntuhkan untuk dua orang yang saling mencintai. e. Cinta seseorang hanya dirasakan saat mereka mati. Jawaban B: Sepasang kekasih yang sangat setia pada cinta mereka walau sudah meninggal dunia mereka tetap ingin bersama. 7. Pertemuan Meniti tasbih Malam pelan-pelan Menggaris gelap di kejauhan Kemudian ada pesona Wajah-Nya bersandar di kaca jendela Memandang kita, memandang kita lama-lama Demikianlah sunyi telah diturunkan Dan demikianlah nadi telah dititihkan Dan demikian pula manusia Dikirim ke bumi yang terbentang Dari surga . Puisi lama di atas berkisah tentang .. a. Manusia yang ingin mendekatkan diri kepada Tuhan lewat dzikir. b. Manusia yang selalu bertasbih ketika malam yang sunyi. c. Manusia yang ditunkan ke bumi untuk dapat mencapai surga. d. Tuhan selalu memndang kita setiap waktu. e. Nabi diturunkan Tuhan untuk membimbing manusia. Jawaban A: Penggalan puisi di atas bercerita tentang seseorang yang ingin bertemu Tuhan dalam surga melalui tasbih dzikirnya atau ritual agama.