Anda di halaman 1dari 17

V

isi 2. setia kepada Pancasila sebagai dasar negara,


da Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia
n Tahun 1945, dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus
Mis 1945;
i
3. mempunyai integritas pribadi yang kuat,
VISI jujur, dan adil;
Terwujudnya Komisi Pemilihan Umum sebagai
penyelenggara Pemilihan Umum yang memiliki 4. mempunyai komitmen dan dedikasi terhadap
integritas, profesional, mandiri, transparan dan suksesnya Pemilu, tegaknya demokrasi dan
akuntabel, demi terciptanya demokrasi Indonesia keadilan;
yang berkualitas berdasarkan Pancasila dan UUD
1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik
Indonesia. 5. memiliki pengetahuan yang memadai
tentang sistem kepartaian, sistem pemilihan
MISI umum, sistem perwakilan rakyat, serta memiliki
Membangun lembaga penyelenggara Pemilihan kemampuan kepemimpinan;
Umum yang memiliki kompetensi, kredibilitas dan
kapabilitas dalam menyelenggarakan pemilihan 6. berhak memilih dan dipilih;
umum;
Menyelenggarakan Pemilihan Umum untuk memilih 7. berdomisili dalam wilayah Provinsi atau
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Kabupaten/Kota yang bersangkutan yang
Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat dibuktikan dengan KTP;
Daerah, Presiden dan Wakil Presiden serta Kepala
Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara langsung, 8. sehat jasmani dan rohani berdasarkan hasil
umum, bebas, rahasia, jujur, adil, akuntabel, pemeriksaan kesehatan menyeluruh dari rumah
edukatif dan beradab; sakit;
Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilihan
umum yang bersih, efisien dan efektif. 9. tidak menjadi anggota atau pengurus partai
Melayani dan memperlakukan setiap peserta politik;
Pemilihan Umum secara adil dan setara, serta
menegakkan peraturan Pemilihan Umum secara 10. tidak pernah dihukum penjara berdasarkan
konsisten sesuai dengan peraturan perundang- putusan pengadilan yang telah mempunyai
undangan yang berlaku; kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak
Meningkatkan kesadaran politik rakyat untuk pidana yang diancam dengan pidana penjara 5
berpartisipasi aktif dalam pemilihan umum demi (lima) tahun atau lebih;
terwujudnya cita-cita masyarakat Indonesia yang
demokratis. 11. tidak sedang menduduki jabatan politik,
jabatan struktural, dan jabatan fungsional dalam
TATA CARA SELEKSI DAN PENETAPAN jabatan negeri;
KEANGGOTAAN KOMISI PEMILIHAN UMUM
PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA 12. bersedia bekerja sepenuh waktu.

I. PENGERTIAN UMUM IV. PENGAJUAN CALON ANGGOTA KPU


PROVINSI DAN KPU KABUPATEN/ KOTA
1. Undang-undang adalah Undang-undang
Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum 1. Calon Anggota KPU Provinsi diusulkan oleh
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Gubernur untuk mendapat persetujuan KPU.
Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah. 2. Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota diusulkan
oleh Bupati/Walikota untuk mendapat persetujuan
2. KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota adalah KPU Provinsi.
Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi
Pemilihan Umum Kabupaten/Kota yang merupakan 3. Jumlah Calon Anggota KPU Provinsi dan Calon
bagian dari Komisi Pemilihan Umum sebagaimana Anggota KPU Kabupaten/Kota yang diusulkan
dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) Undang-undang. sebanyak 10 (sepuluh) orang.

II. JUMLAH ANGGOTA KPU PROVINSI DAN KPU


KABUPATEN/KOTA V. MEKANISME SELEKSI CALON ANGGOTA
KPU PROVINSI DAN KPU KABUPATEN/KOTA
1. Jumlah Anggota KPU Provinsi sebanyak 5
(lima) orang. Mekanisme seleksi pengusulan Calon Anggota KPU
Provinsi oleh Gubernur dan Calon Anggota KPU
2. Jumlah Anggota KPU Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota oleh Bupati/Walikota melalui tahap
sebanyak 5 (lima) orang. kegiatan sebagai berikut :

1. Gubernur membentuk Tim Seleksi Calon


Anggota KPU Provinsi yang bersifat independen
III. SYARAT ANGGOTA KPU PROVINSI DAN KPU dengan jumlah Anggota Tim sebanyak 5 (lima)
KABUPATEN/KOTA orang dan seorang Sekretaris Tim dengan
komposisi :
Syarat untuk menjadi Anggota KPU Provinsi dan
KPU Kabupaten/Kota adalah: a. Seorang Ketua dari unsur tokoh masyarakat
merangkap Anggota;
1. warga negara Republik Indonesia;
b. Seorang Wakil Ketua dari unsur Pemerintah
Daerah merangkap Anggota; 9. Bupati/Walikota menyampaikan usul calon
c. 3 (tiga) orang anggota dari unsur sebagaimana dimaksud pada angka 7 beserta
masyarakat seperti akademisi, organisasi profesi, kelengkapan administrasi syarat calon kepada KPU
dan tokoh masyarakat; Provinsi untuk mendapatkan persetujuan sebanyak
d. Sekretaris Perwakilan Sekretariat Umum KPU 5 (lima) orang. Selanjutnya KPU Provinsi
Provinsi karena jabatannya sebagai Sekretaris menyampaikan 5 (lima) orang kepada KPU untuk
bukan anggota. ditetapkan sebagai anggota KPU Kabupaten/Kota.

2. Bupati/Walikota membentuk Tim Seleksi Calon VI. PERSETUJUAN DAN PENETAPAN ANGGOTA
Anggota KPU Kabupaten/Kota yang bersifat KPU PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA
independen dengan jumlah Anggota Tim sebanyak
5 (lima) orang dan seorang Sekretaris Tim dengan 1. Persetujuan KPU terhadap Anggota KPU
komposisi : Provinsi dilakukan dengan cara uji kepatutan dan
kelayakan.
a. Seorang Ketua dari unsur tokoh masyarakat
merangkap Anggota; 2. Persetujuan KPU Provinsi terhadap Anggota
b. Seorang Wakil Ketua dari unsur Pemerintah KPU Kabupaten/Kota dilakukan dengan cara uji
Daerah merangkap Anggota; kepatutan dan kelayakan.
c. 3 (tiga) orang anggota dari unsur
masyarakat seperti akademisi, organisasi profesi, 3. Uji kepatutan dan kelayakan dilakukan
dan tokoh masyarakat; dengan wawancara/tatap muka.
d. Sekretaris Perwakilan Sekretariat Umum KPU
Kabupaten/Kota karena jabatannya sebagai 4. Dalam mengambil keputusan, KPU dapat
Sekretaris bukan anggota. mendengar pendapat dan saran Pimpinan DPRD
Provinsi dan KPU Provinsi dapat mendengar
3. Anggota Tim seleksi sebagaimana dimaksud pendapat dan saran Pimpinan DPRD
pada angka 1 dan angka 2, tidak dibenarkan untuk Kabupaten/Kota.
menjadi calon Anggota KPU Provinsi dan KPU
Kabupaten/Kota. 5. Waktu, tempat dan teknis pelaksanaan
wawancara/tatap muka ditentukan kemudian oleh
4. Tugas Tim Seleksi calon Anggota KPU Provinsi KPU dan KPU Provinsi.
dan Kabupaten/Kota :
6. Penetapan Anggota KPU Provinsi dan Anggota
a. Mengumumkan kepada masyarakat KPU Kabupaten/Kota dilakukan oleh KPU.
mengenai pengisian calon Anggota KPU Provinsi
dan Kabupaten/Kota; 7. Pelantikan dan pengucapan sumpah/janji
b. Membuka dan menerima pendaftaran calon; Anggota KPU Provinsi oleh KPU dilaksanakan di
c. Meneliti berkas syarat calon; Jakarta.
d. Mengumumkan calon Anggota KPU Provinsi
dan Kabupaten/Kota yang memenuhi persyaratan 8. Pelantikan dan pengucapan sumpah/janji
administratif kepada masyarakat; Anggota KPU Kabupaten/Kota oleh KPU Provinsi
e. Menampung dan menindaklanjuti tanggapan dilaksanakan di Ibukota Provinsi.
masyarakat ;
f. Melakukan wawancara dengan calon; VII. KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN JADWAL
g. Memilih 10 (sepuluh) orang calon yang KEGIATAN SELEKSI CALON ANGGOTA KPU PROVINSI
dituangkan dalam Berita Acara; DAN KPU KABUPATEN/KOTA

1. Untuk pemenuhan ketentuan syarat Calon


5. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana Anggota KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota
dimaksud dalam angka 4 huruf g, Tim Seleksi menggunakan formulir surat pernyataan dan surat
memperhatikan aspirasi masyarakat, antara lain keterangan sebagaimana contoh terlampir pada
usul dari organisasi kemasyarakatan, Lembaga Keputusan ini.
Swadaya Masyarakat (LSM), perguruan tinggi,
organisasi profesi, atau organisasi lain yang diakui 2. Jadwal Seleksi dan Penetapan Keanggotaan
keberadaannya sebagai badan hukum serta telah KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota
menjalankan kegiatan sekurang-kurangnya 12 (dua sebagaimana terlampir pada Keputusan ini.
belas) bulan terakhir serta dengan memperhatikan
keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30% VIII. ANGGARAN
(tiga puluh persen).
Biaya pelaksanaan seleksi dan penetapan
6. Tim Seleksi calon Anggota KPU Provinsi keanggotaan KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota
menyampaikan daftar 10 (sepuluh) orang calon dibebankan kepada Anggaran KPU.
yang disusun menurut urutan abjad kepada
Gubernur. http://afatih.wordpress.com/2008/01/22/downloads
/
7. Tim Seleksi calon Anggota KPU
Kabupaten/Kota menyampaikan daftar 10
(sepuluh) orang calon yang disusun menurut APA ITU KPU ?
urutan abjad kepada Bupati/Walikota. Komisi Pemilihan Umum atau KPU adalah Lembaga
Penyelenggara Pemilihan Umum(Pemilu)yang
8. Gubernur menyampaikan usul calon bersifat Nasional,Tetap dan Mandiri
sebagaimana dimaksud pada angka 6 beserta
kelengkapan administrasi syarat calon kepada KPU Komisi Pemilihan Umum Propinsi dan Komisi
untuk mendapatkan persetujuan sebanyak 5 (lima) Pemilihan Umum Kabupaten/Kota,selanjutnya di
orang. sebut KPU Propinsi Dan KPU
Kabupaten/Kota,adalah penyelenggara Pemilu di 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu,
Propinsi dan Kabupaten/Kota meliputi pengaturan mengenai lembaga
penyelenggara Pemilihan Umum Anggota Dewan
(Ketentuan Umum Pasal I(6,7)UU Penyelenggara Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan
Pemilu/UU RI No.22 Tahun 2007) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah; Pemilihan
Umum Presiden dan Wakil Presiden; serta
PROFIL KOMISI PEMILIHAN UMUM Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala
Daerah yang sebelumnya diatur dalam beberapa
Secara institusional, KPU yang ada sekarang peraturan perundang-undangan kemudian
merupakan KPU ketiga yang dibentuk setelah disempurnakan dalam 1 (satu) undang-undang
Pemilu demokratis sejak reformasi 1998. KPU secara lebih komprehensif.
pertama (1999-2001) dibentuk dengan Keppres No
16 Tahun 1999 yang berisikan 53 orang anggota Dalam undang-undang Nomor 22 Tahun 2007
yang berasal dari unsur pemerintah dan Partai Tentang Penyelenggara Pemilu diatur mengenai
Politik dan dilantik oleh Presiden BJ Habibie. KPU KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota
kedua (2001-2007) dibentuk dengan Keppres No sebagai lembaga penyelenggara pemilihan umum
10 Tahun 2001 yang berisikan 11 orang anggota yang permanen dan Bawaslu sebagai lembaga
yang berasal dari unsur akademis dan LSM dan pengawas Pemilu. KPU dalam menjalankan
dilantik oleh Presiden Abdurrahman Wahid (Gus tugasnya bertanggung jawab sesuai dengan
Dur) pada tanggal 11 April 2001. KPU ketiga (2007- peraturan perundang-undangan serta dalam hal
2012) dibentuk berdasarkan Keppres No penyelenggaraan seluruh tahapan pemilihan
101/P/2007 yang berisikan 7 orang anggota yang umum dan tugas lainnya. KPU memberikan laporan
berasal dari anggota KPU Provinsi, akademisi, Presiden kepada Dewan Perwakilan Rakyat.
peneliti dan birokrat dilantik tanggal 23 Oktober
2007 minus Syamsulbahri yang urung dilantik Undang-undang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang
Presiden karena masalah hukum Penyelenggara Pemilu juga mengatur kedudukan
panitia pemilihan yang meliputi PPK, PPS, KPPS dan
Untuk menghadapi pelaksanaan Pemilihan Umum PPLN serta KPPSLN yang merupakan
2009, image KPU harus diubah sehingga KPU dapat penyelenggara Pemilihan Umum yang bersifat ad
berfungsi secara efektif dan mampu memfasilitasi hoc. Panitia tersebut mempunyai peranan penting
pelaksanaan Pemilu yang jujur dan adil. dalam pelaksanaan semua tahapan
Terlaksananya Pemilu yang jujur dan adil tersebut penyelenggaraan Pemilihan Umum dalam rangka
merupakan faktor penting bagi terpilihnya wakil mengawal terwujudnya Pemilihan Umum secara
rakyat yang lebih berkualitas, dan mampu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
menyuarakan aspirasi rakyat. Sebagai anggota
KPU, integritas moral sebagai pelaksana pemilu Dalam rangka mewujudkan KPU dan Bawaslu yang
sangat penting, selain menjadi motor penggerak memiliki integritas dan kredibilitas sebagai
KPU juga membuat KPU lebih kredibel di mata Penyelenggara Pemilu, disusun dan ditetapkan
masyarakat karena didukung oleh personal yang Kode Etik Penyelenggara Pemilu. Agar Kode Etik
jujur dan adil. Penyelenggara Pemilu dapat diterapkan dalam
penyelenggaraan Pemilihan Umum, dibentuk
Tepat 3 (tiga) tahun setelah berakhirnya Dewan Kehormatan KPU, KPU Provinsi, dan
penyelenggaraan Pemilu 2004, muncul pemikiran Bawaslu.
di kalangan pemerintah dan DPR untuk
meningkatkan kualitas pemilihan umum, salah Di dalam Undang-undang Nomor 12 Tahun 2003
satunya kualitas penyelenggara Pemilu. Sebagai Tentang Pemilu DPR, DPD dan DPRD, jumlah
penyelenggara pemilu, KPU dituntut independen anggota KPU adalah 11 orang. Dengan
dan non-partisan. diundangkannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun
2007 Tentang Penyelenggara Pemilu, jumlah
Untuk itu atas usul insiatif DPR-RI menyusun dan anggota KPU berkurang menjadi 7 orang.
bersama pemerintah mensyahkan Undang-undang
Nomor 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pengurangan jumlah anggota KPU dari 11 orang
Pemilu. Sebelumnya keberadaan penyelenggara menjadi 7 orang tidak mengubah secara mendasar
Pemilu terdapat dalam Pasal 22-E Undang-undang pembagian tugas, fungsi, wewenang dan
Dasar Tahun 1945 dan Undang-undang Nomor 12 kewajiban KPU dalam merencanakan dan
Tahun 2003 Tentang Pemilu DPR, DPD dan DPRD, melaksanakan tahap-tahap, jadwal dan mekanisme
Undang-undang Nomor 23 Tahun 2003 Tentang Pemilu DPR, DPD, DPRD, Pemilu Presiden/Wakil
Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Presiden dan Pemilu Kepala Daerah Dan Wakil
Kepala Daerah.
Dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2007
Tentang Penyelenggara Pemilu diatur mengenai Menurut Undang-undang Nomor 22 Tahun 2007
penyelenggara Pemilihan Umum yang Tentang Penyelenggara Pemilu, komposisi
dilaksanakan oleh suatu Komisi Pemilihan Umum keanggotaan KPU harus memperhatikan
(KPU) yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri. keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30%
Sifat nasional mencerminkan bahwa wilayah kerja (tiga puluh persen). Masa keanggotaan KPU 5
dan tanggung jawab KPU sebagai penyelenggara (lima) tahun terhitung sejak pengucapan
Pemilihan Umum mencakup seluruh wilayah sumpah/janji.
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sifat tetap
menunjukkan KPU sebagai lembaga yang Penyelenggara Pemilu berpedoman kepada asas :
menjalankan tugas secara berkesinambungan mandiri; jujur; adil; kepastian hukum; tertib
meskipun dibatasi oleh masa jabatan tertentu. penyelenggara Pemilu; kepentingan umum;
Sifat mandiri menegaskan KPU dalam keterbukaan; proporsionalitas; profesionalitas;
menyelenggarakan Pemilihan Umum bebas dari akuntabilitas; efisiensi dan efektivitas.
pengaruh pihak mana pun.
Cara pemilihan calon anggota KPU-menurut
Perubahan penting dalam undang-undang Nomor Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang
Penyelenggara Pemilu-adalah Presiden membentuk dikeluarkan KPU sepeti pendaftaran Pemilih dan
Panitia Tim Seleksi calon anggota KPU tanggal 25 Pendaftaran Pen¬duduk Berkelanjutan, Pe¬metaan
Mei 2007 yang terdiri dari lima orang yang daerah pemilihan dan penetapan jumlah kursi DPR
membantu Presiden menetapkan calon anggota dan DPRD, pencalonan anggota Dewan Perwakilan
KPU yang kemudian diajukan kepada Dewan Daerah DPR, DPD, DPRD, penetapan Daftar Pemilih
Perwakilan Rakyat untuk mengikuti fit and proper Tetap (DPT), proses pendaftaran, verifikasi, dan
test. Sesuai dengan bunyi Pasal 13 ayat (3) penetap¬an partai politik peserta Pemilu 2004 dan
Undang-undang N0 22 Tahun 2007 Tentang kampanye peserta Pemilu.
Penyelenggara Pemilu, Tim Seleksi Calon Anggota
KPU pada tanggal 9 Juli 2007 telah menerima 545 Pelaksanaan Pemilu yang obyektif telah
orang pendaftar yang berminat menjadi calon diselenggarakan oleh KPU secara independen
anggota KPU. Dari 545 orang pendaftar, 270 orang dalam rangka menghasilkan wakil rakyat terbaik.
lolos seleksi administratif untuk mengikuti tes Hasil Pemilu 2004 menunjukkan dari seluruh
tertulis. Dari 270 orang calon yang lolos tes pemilih yang terdaftar sebanyak 145 juta jiwa,
administratif, 45 orang bakal calon anggota KPU jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya
lolos tes tertulis dan rekam jejak yang diumumkan sebanyak 124.420.339 jiwa (voters turnout 84%).
tanggal 31 Juli 2007. Sedangkan warganegara yang tidak menggunakan
hak pilihnya 25.580.030 (16%). Suara sah
Ada 7 (tujuh) tugas berat Pemilu 2009 menanti sebanyak 113.462.414 jiwa sedangkan suara tidak
anggota KPU yaitu : sah 10.957.925 jiwa. Dari 24 Parpol peserta Pemilu,
1. Merencanakan program, anggaran serta hanya 16 Parpol yang berhasil meraih kursi di
menetapkan jadwal Pemilu; Parlemen. Dari 16 Parpol peraih kursi di Parlemen
2. Penyesuaian struktur organisasi dan Tata Kerja muncul 6 Parpol peraih kursi terbesar yaitu Partai
Sekretariat Jenderal KPU paling lambat 3 bulan Golkar (121 kursi), PDIP (109 kursi), PPP (58 kursi),
sejak pelantikan anggota KPU; Partai Amanat Nasional (57 kursi), Partai Demokrat
3. Mempersiapkan pembentukan Badan Pengawas (56 kursi), Partai Kebangkitan Bangsa (52 kursi)
Pemilu (Bawaslu) paling lambat 5 (lima) bulan dan Partai Keadilan Sejahtera ( 45 kursi).
setelah pelantikan anggota KPU;
4. Bersama-sama Bawaslu menyiapkan kode etik, Untuk mengawasi jalannya Pemilu, dibentuk Panitia
paling lambat 3 (tiga) bulan setelah Bawaslu Pengawas Pemilu (Panwaslu) berkedudukan di
terbentuk; ibukota Republik Indonesia.Di samping Panwaslu
5. Memverifikasi secara administratif dan faktual ada juga pemantau pemilu baik dari dalam
serta menetapkan peserta Pemilu; maupun dari luar negeri. Pemantau Pemilu dari
6. Memutakhirkan data pemilih berdasarkan data dalam negeri mempunyai struktur organisasi
kependudukan dan menetapkannya sebagai daftar berjenjang dari pusat hingga ke daerah yang
pemilih tetap; akre¬ditasinya diberikan oleh KPU. Secara
7. Menetapkan standar serta kebutuhan keseluruhan terdapat 112 lembaga pemantau
pengadaan dan pendistribusian perlengkapan Pemilu yang mendaftar untuk berpartisipasi
barang dan jasa Pemilu. sebagai pemantau, dengan rincian 90 berasal dari
Pemantau dalam negeri dan 22 berasal dari
PEMILU DPR, DPD, DPRD, PEMILU PRESIDEN DAN Pemantau luar negeri yang lulus akreditasi dan
WAKIL PRESIDEN 2004 mendapat sertifikat sebagai Pemantau Pemilu
Pemilu 2004 menganut sitem Pemilu proporsional 2004.
terbuka di mana beberapa kursi diperebutkan
dalam suatu daerah pemilihan. Pemilu untuk Di tengah sempitnya waktu, Komisi Pemilihan
memilih anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan Umum (KPU mampu menyelenggarakan Pemilu
DPRD Kabupaten/kota dilaksanakan dengan sistem Legislatif dan Pemilu Presiden /Wakil Presiden.
proporsional dengan daftar calon terbuka. Cara ini Setelah Pemilu Legislatif pada tanggal 5 April 2004,
belum pernah diterapkan pada pemilu-pemilu KPU menyelenggarakan Pemilu Presiden /Wakil
sebelumnya, walaupun secara teknis tidak jauh Presiden dalam dua putaran. Pemilu Presiden
berbeda. Dalam sistem ini hak suara pemilih /Wakil Presiden putaran pertama berlangsung 5 Juli
terwakili secara proporsional karena di dalam surat 2004. Sedangkan Pemilu Presiden/Wakil Presiden
suara tercantum nama Parpol dan nama calon. putaran kedua berlangsung 20 September 2004.
KPU mampu menyelenggarakan 3 (tiga) kali Pemilu
Pemilu 2004 didasarkan atas Undang-undang No yang diikuti 150 juta pemilih dengan pengadaan
12 Tahun 2003 Tentang Pemilu DPR, DPD dan DPRD logsitik yang sangat kompleks karena harus
dan Undang-undang No 23 Tahun 2003 Tentang didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.
Pemilu. Presiden dan Wakil Presiden. Pemilu 2004
berbeda dengan Pemilu 1999. Pertama, pada Inilah untuk pertama kalinya rakyat Indonesia
Pemilu 2004 anggota Parlemen (DPR, DPD dan memilih Presiden dan Wakil Presiden secara
DPRD), Presiden/Wakil Presiden dipilih secara langsung. Selama 32 tahun Presiden/Wakil Presiden
langsung. Kedua, ada lembaga baru yang bernama dipilih oleh Parlemen (MPR). Pada Pemilu
DPD (Dewan Perwakilan Daerah) yang calonnya Presiden/Wakil Presiden putaran pertama maju 5
berasal dari tiap Provinsi sehingga tiap provinsi (lima) pasangan calon Presiden/Wakil Presiden
mempunyai wakil (senator seperti di AS) di yaitu pasangan calon Presiden Susilo Bambang
Parlemen. Ketiga, untuk pertama kali dalam Yudhoyono dan Muhammad Jusuf Kalla, pasangan
sejarah, sistem Pemilu Indonesia menerapkan Amien Rais–Siswono Yudho Husodo, pasangan
daerah pemilihan (area election). Keempat, surat Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi, pasangan
suara yang sangat variatif antara lain surat suara Wiranto Solahuddin Wahid dan pasangan Hamzah
DPR, DPD, DPRD, dan Presiden/Wakil Presiden. Haz-Agum Gumelar.

Dalam penyelenggaraan Pemilu, KPU bekerja Dari hasil Pemilu Presiden/Wakil Presiden putaran
berdasarkan tahapan jadwal Pemilu Legislatif dan pertama, terdapat dua pasangan Presiden/Wakil
tahapan jadwal Pemilu Presiden dan Wakil Presiden yang memperoleh suara terbanyak yaitu
Presiden. Tahapan pelaksanaan Pemilu Legislatif pasangan Presiden/Wakil Presiden Susilo Bambang
dan Pemilu Presiden 2004 berdasarkan jadwal yang Yudhoyono dan Muhammad Yusuf Kalla, dan
pasangan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi. Jenderal KPU yang dipimpin oleh seorang
Akhirnya yang terpilih menjadi Presiden/Wakil Sekretaris Jenderal KPU dan Wakil Sekretaris
Presiden periode 2004-2009 adalah pasangan Jenderal KPU yang secara teknis operasional
calon Presiden/Wakil Presiden Susilo Bambang bertanggung jawab kepada KPU. Sekretaris
Yudhoyono dan Muhammad Yusuf Kalla. Pasangan Jenderal KPU dan Wakil Sekretaris Jenderal KPU
Calon Presiden/Wakil Presiden Susilo Bambang mengkoordinasikan 7 (tujuh) Biro di lingkungan
Yudhoyono dan Muhammad Yusuf Kalla Setjen KPU.
memperoleh 69.266.350 suara sedangkan
pasangan calon Megawati Soekarnoputri-Hasyim Untuk mengelola administrasi keuangan serta
Muzadi memperoleh 44.900.704 suara. pengadaan barang dan jasa berdasarkan peraturan
perundang-undangan, pimpinan KPU membentuk
Berkenaan dengan tingginya kinerja KPU dalam alat kelengkapan berupa divisi-divisi dan Ada pula
Pemilu 2004 itu, banyak pihak yang memuji atas Koordinator Wilayah (Korwil) yang dibentuk sesuai
keberhasilannya melaksanakan Pemilu 2004, yang dengan kebutuhan.
bisa menjadi contoh kuat dan positif bagi Indonesia
dan bagi demokrasi yang sedang marak di seluruh SEJARAH PEMILU
dunia. Pemilu tersebut menjadi contoh yang baik Pemilu Dalam Sejarah
tentang demokrasi di Asia. Bahkan masyarakat
internasional terutama Uni Eropa yang bermarkas Sejak kemerdekaan tahun 1945, Indonesia telah
di Brussels, menilai Pemilu yang baru berlangsung melewati berbagai macam pemilu. Berikut adalah
tersebut merupakan tonggak bersejarah dalam pemilu - pemilu yang pernah dilaksanakan di
transisi demokrasi di Indonesia. Indonesia.
• Pemilu 1955
Pemerintah AS juga memuji rakyat Indonesia atas • Pemilu 1971
keberhasilan melewati masa transisi menuju • Pemilu 1977 - 1997
demokrasi secara mengesankan. Indonesia juga • Pemilu 1999
telah sukses menyelesaikan tahapan-tahapan
Pemilu tahun 2004 ini, mulai dari Pemilu Legislatif Pemilu 1955
April lalu, kemudian Pilpres putaran pertama Juli,
hingga Pilpres putaran terakhir 20 September lalu Pemilu 1955.
dengan damai. Pelaksanaan Pemilihan Umum 2004 Ini merupakan pemilu yang pertama dalam sejarah
di Indonesia itu membuka mata dunia bahwa bangsa Indonesia. Waktu itu Republik Indonesia
demokrasi dapat tumbuh dan berkembang dengan berusia 10 tahun. Kalau dikatakan pemilu
baik di Indonesia. Selain sebagai negara Muslim merupakan syarat minimal bagi adanya demokrasi,
terbesar di dunia dan negara demokrasi terbesar apakah berarti selama 10 tahun itu Indonesia
ketiga di dunia, Pemilu di Indonesia juga harus benar-benar tidak demokratis? Tidak mudah juga
melakukan pemilihan terhadap ribuan calon menjawab pertanyaan tersebut.
legislatif dan menyelenggarakan pemilihan Yang jelas, sebetulnya sekitar tiga bulan setelah
Presiden dan Wakil Presiden secara langsung. kemerdekaan dipro-klamasikan oleh Soekarno dan
Hatta pada 17 Agustus 1945, pemerin-tah waktu
Pelaksanaan Pemilihan Umum 2004 di Indonesia itu itu sudah menyatakan keinginannya untuk bisa
membuka mata dunia bahwa Islam dan demokrasi menyele-nggarakan pemilu pada awal tahun 1946.
dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di Hal itu dicantumkan dalam Maklumat X, atau
Indonesia. Seperti halnya pemerintah Amerika Maklumat Wakil Presiden Mohammad Hatta tanggal
Serikat dan pemantau Pemilu Uni Eropa untuk 3 Nopember 1945, yang berisi anjuran tentang
Indonesia, The Carter Center pun memuji pembentukan par-tai-partai politik. Maklumat
pelaksanaan Pemilu di Indonesia yang jujur, bersih, tersebut menyebutkan, pemilu untuk me-milih
demokratis dan tenang, Pemilu dilaksanakan anggota DPR dan MPR akan diselenggarakan bulan
secara transparan dan jujur. Januari 1946. Kalau kemudian ternyata pemilu
pertama tersebut baru terselenggara hampir
Meskipun Pemilu 2004 yang dilaksanakan oleh KPU sepuluh tahun setelah kemudian tentu bukan
ini masih banyak kekurangan di sana-sini, tanpa sebab.
sebagaimana dilaporkan dalam temuan-temuan Tetapi, berbeda dengan tujuan yang dimaksudkan
para pemantau Pemilu dari dalam dan luar negeri, oleh Maklumat X, pemilu 1955 dilakukan dua kali.
namun sejauh kekurangan tersebut tidak signifikan Yang pertama, pada 29 September 1955 untuk
dan tidak terlalu prinsipil maka pujian dan ucapan memlih anggota-anggota DPR. Yang kedua, 15
selamat dari berbagai pihak kepada bangsa Desember 1955 untuk memilih anggota-anggota
Indonesia merupakan cermin dari keberhasilan KPU Dewan Konstituante. Dalam Maklumat X hanya
dan bangsa Indonesia secara umum. disebutkan bahwa pemilu yang akan diadakan
SEKRETARIAT JENDERAL KOMISI PEMILIHAN UMUM Januari 1946 adalah untuk memilih angota DPR
dan MPR, tidak ada Konstituante.
KPU mempunyai tugas, wewenang dan kewajiban Keterlambatan dan “penyimpangan” tersebut
untuk mengoordinasikan, menyelenggarakan, dan bukan tanpa sebab pula. Ada kendala yang
mengendalikan semua tahapan Pemilu DPR, DPD bersumber dari dalam negeri dan ada pula yang
dan DPRD, Pemilu Presiden/Wakil Presiden serta berasal dari faktor luar negeri. Sumber penyebab
Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. dari dalam antara lain ketidaksiapan pemerintah
Termasuk merencanakan program dan anggaran menyelenggarakan pemilu, baik karena belum
serta menetapkan jadwal; menyusun dan tersedianya perangkat perundang-undangan untuk
menetapkan tata kerja KPU, KPU Provinsi, KPU mengatur penyelenggaraan pemilu maupun akibat
Kabupaten/Kota, PPK, PPS, KPPS, PPLN, dan KPPSLN rendahnya stabilitas keamanan negara. Dan yang
serta menyusun dan menetapkan pedoman yang tidak kalah pentingnya, penyebab dari dalam itu
bersifat teknis untuk tiap-tiap tahapan berdasarkan adalah sikap pemerintah yang enggan
peraturan perundang-undangan. menyelenggarakan perkisaran (sirkulasi)
kekuasaan secara teratur dan kompetitif. Penyebab
Guna mendukung tercapainya sasaran tersebut dari luar antara lain serbuan kekuatan asing yang
anggota KPU dibantu oleh sebuah Sekretariat mengharuskan negara ini terlibat peperangan.
Yang menarik dari Pemilu 1955 adalah tingginya
Tidak terlaksananya pemilu pertama pada bulan kesadaran berkom-petisi secara sehat. Misalnya,
Januari 1946 seperti yang diamanatkan oleh meski yang menjadi calon anggota DPR adalah
Maklumat 3 Nopember 1945, paling tidak perdana menteri dan menteri yang sedang
disebabkan 2 (dua) hal : memerintah, mereka tidak menggunakan fasilitas
1. Belum siapnya pemerintah baru, termasuk negara dan otoritasnya kepada pejabat bawahan
dalam penyusunan perangkat UU Pemilu; untuk menggiring pemilih yang menguntungkan
2. Belum stabilnya kondisi keamanan negara akibat partainya. Karena itu sosok pejabat negara tidak
konflik internal antar kekuatan politik yang ada dianggap sebagai pesaing yang menakutkan dan
pada waktu itu, apalagi pada saat yang sama akan memenangkan pemilu dengan segala cara.
gangguan dari luar juga masih mengancam. Karena pemilu kali ini dilakukan untuk dua
Dengan kata lain para pemimpin lebih disibukkan keperluan, yaitu memilih anggota DPR dan memilih
oleh urusan konsolidasi. anggota Dewan Kons-tituante, maka hasilnya pun
perlu dipaparkan semuanya.
Namun, tidaklah berarti bahwa selama masa
konsolidasi kekuatan bangsa dan perjuangan
mengusir penjajah itu, pemerintah kemudian tidak Pemilu 1971
berniat untuk menyelenggarakan pemilu. Ada
indikasi kuat bahwa pemerintah punya keinginan Ketika Jenderal Soeharto diangkat oleh MPRS
politik untuk menyelengga-rakan pemilu. Misalnya menjadi pejabat Presiden menggantikan Bung
adalah dibentuknya UU No. UU No 27 tahun 1948 Karno dalam Sidang Istimewa MPRS 1967, ia juga
tentang Pemilu, yang kemudian diubah dengan UU tidak secepatnya menyelenggarakan pemilu untuk
No. 12 tahun 1949 tentang Pemilu. Di dalam UU No mencari legitimasi kekuasaan transisi. Malah
12/1949 diamanatkan bahwa pemilihan umum Ketetapan MPRS XI Tahun 1966 yang
yang akan dilakukan adalah bertingkat (tidak mengamanatkan agar Pemilu bisa diselenggarakan
langsung). dalam tahun 1968, kemudian diubah lagi pada SI
MPR 1967, oleh Jenderal Soeharto diubah lagi
Sifat pemilihan tidak langsung ini didasarkan pada dengan menetapkan bahwa Pemilu akan
alasan bahwa mayoritas warganegara Indonesia diselenggarakan dalam tahun 1971.
pada waktu itu masih buta huruf, sehingga kalau
pemilihannya langsung dikhawatirkan akan banyak Sebagai pejabat presiden Pak Harto tetap
terjadi distorsi. menggunakan MPRS dan DPR-GR bentukan Bung
Karno, hanya saja ia melakukan pembersihan
Kemudian pada paroh kedua tahun 1950, ketika lembaga tertinggi dan tinggi negara tersebut dari
Mohammad Natsir dari Masyumi menjadi Perdana sejumlah anggota yang dianggap berbau Orde
Menteri, pemerintah memutuskan untuk Lama.
menjadikan pemilu sebagai program kabinetnya. Pada prakteknya Pemilu kedua baru bisa
Sejak itu pembahasan UU Pemilu mulai dilakukan diselenggarakan tanggal 5 Juli 1971, yang berarti
lagi, yang dilakukan oleh Panitia Sahardjo dari setelah 4 tahun pak Harto berada di kursi
Kantor Panitia Pemilihan Pusat sebelum kemudian kepresidenan. Pada waktu itu ketentuan tentang
dilanjutkan ke parlemen. Pada waktu itu Indonesia kepartaian (tanpa UU) kurang lebih sama dengan
kembali menjadi negara kesatuan, setelah sejak yang diterapkan Presiden Soekarno.
1949 menjadi negara serikat dengan nama
Republik Indonesia Serikat (RIS). UU yang diadakan adalah UU tentang pemilu dan
susunan dan kedudukan MPR, DPR, dan DPRD.
Setelah Kabinet Natsir jatuh 6 bulan kemudian, Menjelang pemilu 1971, pemerintah bersama DPR
pembahasan RUU Pemilu dilanjutkan oleh GR menyelesaikan UU No. 15 Tahun 1969 tentang
pemerintahan Sukiman Wirjosandjojo, juga dari Pemilu dan UU No. 16 tentang Susunan dan
Masyumi. Pemerintah ketika itu berupaya Kedudukan MPR, DPR dan DPRD. Penyelesaian UU
menyelenggarakan pemilu karena pasal 57 UUDS itu sendiri memakan waktu hampir tiga tahun.
1950 menyatakan bahwa anggota DPR dipilih oleh
rakyat melalui pemilihan umum. Hal yang sangat signifikan yang berbeda dengan
Pemilu 1955 adalah bahwa para pejebat negara
Tetapi pemerintah Sukiman juga tidak berhasil pada Pemilu 1971 diharuskan bersikap netral.
menuntaskan pembahasan undang-undang pemilu Sedangkan pada Pemilu 1955 pejabat negara,
tersebut. Selanjutnya UU ini baru selesai dibahas termasuk perdana menteri yang berasal dari partai
oleh parlemen pada masa pemerintahan Wilopo bisa ikut menjadi calon partai secara formal. Tetapi
dari PNI pada tahun 1953. Maka lahirlah UU No. 7 pada prakteknya pada Pemilu 1971 para pejabat
Tahun 1953 tentang Pemilu. UU inilah yang pemerintah berpihak kepada salah satu peserta
menjadi payung hukum Pemilu 1955 yang Pemilu, yaitu Golkar. Jadi sesungguhnya
diselenggarakan secara langsung, umum, bebas pemerintah pun merekayasa ketentuan-ketentuan
dan rahasia. Dengan demikian UU No. 27 Tahun yang menguntungkan Golkar seperti menetapkan
1948 tentang Pemilu yang diubah dengan UU No. seluruh pegawai negeri sipil harus menyalurkan
12 tahun 1949 yang mengadopsi pemilihan aspirasinya kepada salah satu peserta Pemilu itu.
bertingkat (tidak langsung) bagi anggota DPR tidak
berlaku lagi. Dalam hubungannya dengan pembagian kursi,
cara pembagian yang digunakan dalam Pemilu
Patut dicatat dan dibanggakan bahwa pemilu yang 1971 berbeda dengan Pemilu 1955. Dalam Pemilu
pertama kali tersebut berhasil diselenggarakan 1971, yang menggunakan UU No. 15 Tahun 1969
dengan aman, lancar, jujur dan adil serta sangat sebagai dasar, semua kursi terbagi habis di setiap
demokratis. Pemilu 1955 bahkan mendapat pujian daerah pemilihan. Cara ini ternyata mampu
dari berbagai pihak, termasuk dari negara-negara menjadi mekanisme tidak langsung untuk
asing. Pemilu ini diikuti oleh lebih 30-an partai mengurangi jumlah partai yang meraih kursi
politik dan lebih dari seratus daftar kumpulan dan dibandingkan penggunaan sistem kombinasi.
calon perorangan. Tetapi, kelemahannya sistem demiki-an lebih
banyak menyebabkan suara partai terbuang
percuma. suara atau 90,93 persen. Dari suara yang sah itu
Golkar meraih 39.750.096 suara atau 62,11
Jelasnya, pembagian kursi pada Pemilu 1971 persen. Namun perolehan kursinya menurun
dilakukan dalam tiga tahap, ini dalam hal ada menjadi 232 kursi atau kehilangan 4 kursi
partai yang melakukan stembus accoord. Tetapi di dibandingkan Pemilu 1971.
daerah pemilihan yang tidak terdapat partai yang
melakukan stembus acccord, pembagian kursi Pada Pemilu 1977 suara PPP naik di berbagai
hanya dilakukan dalam dua tahap. daerah, bahkan di DKI Jakarta dan DI Aceh
mengalahkan Golkar. Secara nasional PPP berhasil
Tahap pembagian kursi pada Pemilu 1971 adalah meraih 18.743.491 suara, 99 kursi atau naik 2,17
sebagai berikut. Pertama, suara partai dibagi persen, atau bertambah 5 kursi dibanding
dengan kiesquotient di daerah pemi-lihan. Tahap gabungan kursi 4 partai Islam dalam Pemilu 1971.
kedua, apabila ada partai yang melakukan stembus Kenaikan suara PPP terjadi di banyak basis-basis
accoord, maka jumlah sisa suara partai-partai yang eks Masjumi. Ini seiring dengan tampilnya tokoh
menggabungkan sisa suara itu dibagi dengan utama Masjumi mendukung PPP. Tetapi kenaikan
kiesquotient. Pada tahap berikutnya apabila masih suara PPP di basis-basis Masjumi diikuti pula oleh
ada kursi yang tersisa masing-masing satu kursi penurunan suara dan kursi di basis-basis NU,
diserahkan kepada partai yang meraih sisa suara sehingga kenaikan suara secara nasional tidak
terbesar, termasuk gabungan sisa suara partai begitu besar.
yang melakukan stembus accoord dari perolehan
kursi pembagian tahap kedua. Apabila tidak ada PPP berhasil menaikkan 17 kursi dari Sumatera,
partai yang melakukan stembus accoord, maka Jakarta, Jawa Barat dan Kalimantan, tetapi
setelah pembagian pertama, sisa kursi dibagikan kehilangan 12 kursi di Jawa Tengah, Yogyakarta,
langsung kepada partai yang memiliki sisa suara Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Secara nasional
terbesar. tambahan kursi hanya 5.

Namun demikian, cara pembagian kursi dalam PDI juga merosot perolehan kursinya dibanding
Pemilu 1971 menyebabkan tidak selarasnya hasil gabungan kursi partai-partai yang berfusi
perolehan suara secara nasional dengan perolehan sebelumnya, yakni hanya memperoleh 29 kursi
keseluruhan kursi oleh suatu partai. Contoh paling atau berkurang 1 kursi di banding gabungan suara
gamblang adalah bias perolehan kursi antara PNI PNI, Parkindo dan Partai Katolik. Selengkapnya
dan Parmusi. PNI yang secara nasional suaranya perolehan kursi dan suara tersebut bisa dilihat
lebih besar dari Parmusi, akhirnya memperoleh pada tabel di bawah ini.
kursi lebih sedikit dibandingkan Parmusi. Untuk
lebih jelasnya lihat tabel di bawah ini. Hasil Pemilu 1992

Pemilu 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997. Cara pembagian kursi untuk Pemilu 1992 juga
masih sama dengan Pemilu sebelumnya. Hasil
Setelah 1971, pelaksanaan Pemilu yang periodik Pemilu yang pemungutan suaranya dilaksanakan
dan teratur mulai terlaksana. Pemilu ketiga tanggal 9 Juni 1992 ini pada waktu itu agak
diselenggarakan 6 tahun lebih setelah Pemilu mengagetkan banyak orang. Sebab, perolehan
1971, yakni tahun 1977, setelah itu selalu suara Golkar kali ini merosot dibandingkan Pemilu
terjadwal sekali dalam 5 tahun. Dari segi jadwal 1987. Kalau pada Pemilu 1987 perolehan suaranya
sejak itulah pemilu teratur dilaksanakan. mencapai 73,16 persen, pada Pemilu 1992 turun
menjadi 68,10 persen, atau merosot 5,06 persen.
Satu hal yang nyata perbedaannya dengan Pemilu- Penurunan yang tampak nyata bisa dilihat pada
pemilu sebelumnya adalah bahwa sejak Pemilu perolehan kursi, yakni menurun dari 299 menjadi
1977 pesertanya jauh lebih sedikit, dua parpol dan 282, atau kehilangan 17 kursi dibanding pemilu
satu Golkar. Ini terjadi setelah sebelumnya sebelumnya.
pemerintah bersama-sama dengan DPR berusaha
menyederhanakan jumlah partai dengan membuat PPP juga mengalami hal yang sama, meski masih
UU No. 3 Tahun 1975 tentang Partai Politik dan bisa menaikkan 1 kursi dari 61 pada Pemilu 1987
Golkar. Kedua partai itu adalah Partai Persatuan menjadi 62 kursi pada Pemilu 1992 ini. Tetapi di
Pembangunan atau PPP dan Partai Demokrasi luar Jawa suara dan kursi partai berlambang ka’bah
Indonesia atau PDI) dan satu Golongan Karya atau itu merosot. Pada Pemilu 1992 partai ini kehilangan
Golkar. Jadi dalam 5 kali Pemilu, yaitu Pemilu 1977, banyak kursi di luar Jawa, meski ada penambahan
1982, 1987, 1992, dan 1997 pesertanya hanya tiga kursi dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Malah
tadi. partai itu tidak memiliki wakil sama sekali di 9
Hasilnya pun sama, Golkar selalu menjadi provinsi, termasuk 3 provinsi di Sumatera. PPP
pemenang, sedangkan PPP dan PDI menjadi memang berhasil menaikkan perolehan 7 kursi di
pelengkap atau sekedar ornamen. Golkar bahkan Jawa, tetapi karena kehilangan 6 kursi di Sumatera,
sudah menjadi pemenang sejak Pemilu 1971. akibatnya partai itu hanya mampu menaikkan 1
Keadaan ini secara lang-sung dan tidak langsung kursi secara nasional.
membuat kekuasaan eksekutif dan legislatif berada
di bawah kontrol Golkar. Pendukung utama Golkar Yang berhasil menaikkan perolehan suara dan kursi
adalah birokrasi sipil dan militer. Berikut ini di berbagai daerah adalah PDI. Pada Pemilu 1992
dipaparkan hasil dari 5 kali Pemilu tersebut secara ini PDI berhasil meningkatkan perolehan kursinya
berturut-turut. 16 kursi dibandingkan Pemilu 1987, sehingga
menjadi 56 kursi. Ini artinya dalam dua pemilu,
Hasil Pemilu 1977 yaitu 1987 dan 1992, PDI berhasil menambah 32
kursinya di DPR RI.
Pemungutan suara Pemilu 1977 dilakukan 2 Mei
1977. Cara pembagian kursi masih dilakukan UU RI NO.10 Tahun 2008 Tentang PEMILU ANGGOTA
seperti dalam Pemilu 1971, yakni mengikuti sistem DPR,DPD DAN DPRD
proporsional di daerah pemilihan. Dari 70.378.750 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
pemilih, suara yang sah mencapai 63.998.344 NOMOR 10 TAHUN 2008
-BAB VII Peraturan dan Keputusan Penyelenggara
Pemilu ................. 103
TENTANG -BAB VIll Ketentuan Lain-Lain
................................................. 104
PEMILIHAN UMUM -BAB IX Ketentuan Peralihan
ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, .................................................. 166
DEWAN PERWAKILAN DAERAH, -BAB X Ketentuan Penutup
DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH ................................................... 109

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA -Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2


NOMOR 10 TAHUN 2008 Tahun 2008
tentang Partai Politik
TENTANG .............................................................. 111
-BAB I Ketentuan Umum
PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN ..................................................... 112
RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN -BAB II Pembentukan Partai Politik
DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT ......................................... 113
DAERAH -BAB III Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran
RumahTangga
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Partai Politik ...........................................................
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, 115
-BAB IV Asas dan Ciri
.......................................................... 116
Wednesday, September 3, 2008 -BAB V Tujuan dan Fungsi
UU RI No.2 Tentang Partai Politik .................................................... 116
UNDANG-UNDANG NO. -BAB VI Hak dan
2 Kewajiban................................................... 117
-BAB VII Keanggotaan dan Kedaulatan
Anggota............................. 119
TENTANG -BAB VIll Organisasi dan Tempat Kedudukan
................................ 120
-BAB IX Kepengurusan
PARTAI POLITIK ......................................................... 121
-BAB X Pengambilan Keputusan
............................................. 122
-BAB XI Rekrutmen Politik
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA .................................................... 123
NOMOR 2 TAHUN 2008 -BAB XII Peraturan dan Keputusan Partai Politik
............................ 123
-BAB Xll Pendidikan Politik
TENTANG .................................................... 123
-BAB XIV Penyelesaian Perselisihan Partai Politik
........................... 124
PARTAI POLITIK -BAB XV Keuangan
.............................................................. 125
-BAB XVI Larangan
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA .............................................................. 126
-BAB XVII Pembubaran dan Penggabungan Partai
Politik .................... 128
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, -BAB XVIII Pengawasan
........................................................... 129
-BAB XIX Sanksi
UU RI NO 22 Tahun 2007 Tentang .................................................................. 129
PENYELENGGARAAN PEMILU -BAB XX Ketentuan Peralihan
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 .................................................. 131
Tahun 2007 tentang -BAB XXI Ketentuan Penutup
................................................... 132
Penyelenggara Pemilihan
Umum.................................................
1
-BAB I Ketentuan Umum Penjelasan Atas Undang-Undang Republik
..................................................... Indonesia Nomor 2
4 Tahun 2008 tentang Partai Politik
-BAB II Asas Penyelenggara Pemilu ............................................... 133
.........................................
6 I. Umum
-BAB III Komisi Pemilihan Umum .......................................................................... 133
.............................................
7
-BAB IV Pengawas Pemilu
..................................................... 67 II. Pasal Demi Pasal
-BAB V Kode Etik dan Dewan Kehormatan .............................................................. 135
................................. 99
-BAB VI Keuangan
.............................................................. 102 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10
Tahun 2008 tentang Pemilihan
Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan I. Umum
Perwakilan Daerah, dan ...........................................................................
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 148
.................................................
1 II. Pasal Demi Pasal
-BAB I Ketentuan Umum ................................................................ 151
.......................................................
3 UNDANG-UNDANG REPUBILIK INDONESIA
-BAB II Asas, Pelaksanaan, dan Lembaga NOMOR 22 TAHUN 2007
Penyelenggara Pemilu ........... TENTANG
6 PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM
-BAB III Peserta dan Persyaratan Mengikuti Pemilu
...........................
8 1
-BAB IV Hak Memilih PENGETAHUAN UMUM
............................................................. 15 Untuk soal nomor 1 sampai dengan nomor 5,
-BAB V Jumlah Kursi dan Daerah Pemilihan pilihlah satu jawaban yang paling tepat
................................... 15 1. Undang‐undang pemerintah daerah yang
-BAB VI Penyusunan Daftar Pemilih pertama berlaku di Indonesia setelah zaman
............................................ 20 kemerdekaan yang dikeluarkan pada tanggal 23
-BAB VII Pencalonan Anggota DPR, DPD, DPRD Nopember 1945 adalah:
Provinsi dan DPRD A. UU No. 1 tahun 1945
Kabupaten/Kota B. UU No. 2 tahun 1945
........................................................ 27 C. UU No. 3 tahun 1945
-BAB VIII Kampanye D. UU No. 4 tahun 1945
............................................................... 41 E. UU No. 5 tahun 1945
-BAB IX Perlengkapan Pemungutan Suara 2. Agama dapat dilihat sebagai salah satu sumber
..................................... 73 nilai yang ada dalam masyarakat, seperti yang
-BAB X Pemungutan Suara dapat kita lihat dalam studi Max Weber mengenai
..................................................... 76 sekte Calvinisme, yang berarti bahwa:
-BAB XI Penghitungan Suara A. Agama satu‐satunya sumber nilai yang
.................................................... 85 dipedomani masyarakat
-BAB XII Penetapan Hasil Pemilu B. Agama adalah sesuatu yang pantas dan
................................................ 101 berharga
-BAB XIII Penetapan Perolehan Kursi dan Calon C. Agama dapat mempengaruhi perilaku orang
Terpilih ........................ 103 D. Manusia berhasrat menguasai alam
-BAB XIV Pemberitahuan Calon Terpilih E. Tanpa agama, gambaran tentang apa yang
......................................... 108 diinginkan tidak mungkin ada
-BAB XV Penggantian Calon Terpilih 3. Pada APBN tahun 1999/2000 terdapat uraian
............................................ 109 sumber pendapatan dan belanja negara seperti:
-BAB XVI Pemungutan Suara Ulang, Penghitungan 1. Hibah
Suara Ulang, Dan 2. Pembayaran bungan uang
Rekapitulasi Suara Ulang 3. Pajak perdagangan internasional
.............................................. 110 4. Bagian pemerintah atas laba BUMN
-BAB XVII Pemilu Lanjutan dan Pemilu Susulan Dari uraian tersebut, yang termasuk sumber
.................................. 114 pendapatan negara adalah ………
-BAB XVIII Pemantauan Pemilu A. 1, 2, 3, dan 4
.................................................... 115 B. 1, 3, dan 4
C. 1, 2, dan 3
-BAB XIX D. 2, 3 dan 4
-BAB XX E. 1 dan 2
4. Istilah Pancasila pertama kali dikemukakan oleh:
-BAB XXI A. Mr. Muhammad Yamin pada tanggal 29 Mei 1945
-BAB XXII dalam sidang BPUPKI
B. Mr. Muhammad Yamin pada tanggal 01 Juni 1945
Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan dalam sidang BPUPKI
Pemilu ............. 123 C. Ir. Soekarno pada tanggal 29 Mei 1945 dalam
Penyelesaian Pelanggaran Pemilu dan Perselisihan sidang BPUPKI
Hasil D. Ir. Soekarno pada tanggal 01 Juni 1945 dalam
Pemilu ................................................................... sidang BPUPKI
124 E. Ir. Soekarno pada tanggal 01 Juni 1945 dalam
Ketentuan Pidana sidang PPKI
....................................................... 129 5. Negara‐negara barat seperti Inggris dan Amerika
Ketentuan Lain-lain Serikat mengenal doktrin politik luar negeri
.................................................... 144 yang bercirikan:
-BAB XXIII Ketentuan Peralihan A. Democratic peace, Good Governance, Ethical
.................................................... 145 Foreign policy
-BAB XXIV Ketentuan Penutup B. Democratic peace, Ethical Foreign policy,
..................................................... 146 Humanitarian Intervention
Penjelasan Atas Undang-undang Republik C. Good Governance, Human Right, Humanitarian
Indonesia Nomor 10 Tahun 2008 Intervention
tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan D. Ethical Foreign policy, Good Governance,
Perwakilan Rakyat, Dewan Human Right
Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat E. Humanitarian Intervention, Democratic peace,
Daerah ...................... 148 Good Governance
2 3. Menciptakan pelayanan umum dan
Untuk soal nomor 6 sampai dengan nomor kesejahteraan masyarakat
17, pilihlah jawaban yang benar dengan 4. Menumbuhkan investor menanamkan modalnya
menggunakan 14. Sejak Pemerintah Indonesia mengubah
petunjuk di bawah ini: kebijakan Kurs, yang sebelumnya “mengikat” di
A. Jika jawaban 1, 2 dan 3 benar. era
B. Jika jawaban 1 dan 3 benar pemerintahan Soeharto, kini kebijakan Kurs
C. Jika jawaban 2 dan 4 benar Indonesia telah mengalami perubahan yang cukup
D. Jika jawaban hanya 4 yang benar signifikan terhadap pembangunan nasional.
E. Jika jawaban semuanya benar Kebijakan Kurs yang berlaku saat ini di Indonesia
6. Prinsip‐prinsip yang terkandung dalam adalah ……
Demokrasi Pancasila adalah: 1. Sistem ekonomi terpimpin
1. Pemerintah berdasar atas hukum 2. Sistem ekonomi pasar
2. Peradilan yang bebas dan merdeka dari 3. Sistem mata uang jangkar
pengaruh kekuasaan legislative 4. Sistem Kurs mengambang
3. Prinsip multi partai 15. Tokoh yang ikut merumuskan Pancasila sebagai
4. Sistem pemerintahan parlementer dasar Negara adalah …
7. Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonomi 1. Dr. K.R.T. Radjiman Wedyoningrat
sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Peraturan 2. Mr. Mohammad Yamin
Pemerintah Nomor 25 tahun 2001, mencakup 3. Drs. Mohammad Hatta
kewenangan diantaranya: 4. Ir. Soekarno
1. Kewenangan dalam bidang pemerintahan yang 16. Dalam kehidupan masyarakat antara suku
bersifat lintas Kabupaten atau Kota bangsa yang satu dengan yang lainnya terdapat
2. Pelaksanaan kewenangan yang tidak atau belum perbedaan. Perbedaan itu disebabkan oleh
dapat dilaksanakan oleh Kabupaten atau beberapa hal sebagai berikut, kecuali:
Kota 1. Keadaan geografis yang berbeda
3. Kewenangan dalam bidang pemerintahan 2. Agama yang berbeda
tertentu lainnya 3. Latar belakang sejarah yang berbeda
4. Kewenangan di luar kewenangan pemerintah 4. Sistem kepercayaan yang berbeda
pusat 17. Nilai dasar wawasan kebangsaan yang
8. Berkaitan dengan konsep perdagangan terwujud dalam persatuan dan kesatuan bangsa
internasional dewasa ini, Negara‐negara di dunia memiliki
dibagi dimensi manusia yang bersifat mendasar dan
berdasarkan wilayah untuk mendukung fundamental, yaitu:
perdagangan dunia. Indonesia sebagai salah satu 1. Cinta tanah air dan bangsa
Negara anggota ASEAN termasuk dalam kelompok: 2. Demokrasi atau kedaulatan rakyat
1. APEC 3. Masyarakat adil dan makmur
2. NAFTA 4. Kesetiakawanan social
3. AFTA 4
4. MEE Untuk soal nomor 18 sampai dengan nomor
9. Sebagai bentuk hubungan pusat dan daerah 39 pilihlah jawaban yang benar dengan
berdasarkan UU No. 32 Th. 2004, Pemerintah Pusat menggunakan
memungkinkan untuk memberikan sanksi kepada petunjuk di bawah ini:
daerah dalam bentuk: A. Jika pernyataan pertama benar dan
1. Pembatalan pengangkatan pejabat pernyataan kedua benar dan keduanya
2. Penangguhan gaji tunjangan pejabat public menunjukkan
3. Penangguhan berlakunya Perda hubungan sebab akibat
4. Pengurangan dana alokasi khusus B. Jika pernyataan pertama dan pernyataan
10. Sikap chauvinistic bertentangan dengan ajaran kedua benar tetapi keduanya tidak
Pancasila, terutama sila : menunjukkan
1. Kelima hubungan sebab akibat
2. Kedua C. Jika pernyataan pertama benar dan
3. Keempat pernyataan kedua salah
4. Ketiga D. Jika pernyataan pertama salah dan
3 pernyataan kedua benar
11. Pada Hari Proklamasi tanggal 17 Agustus 1959, E. Jika pernyataan pertama dan kedua salah
Presiden Soekarno menyampaikan Pidato yang 18. Keberadaan Dewan Perwakilan Daerah (DPD)
diberi Judul “Penemuan Kembali Revolusi Kita” atau sangat diperlukan dan secara tegas terdapat
biasa disebut Manifesto Politik (Manipol), dalam UUD 1945 hasil amandemen kedua.
yang intinya adalah: SEBAB
1. UUD 1945 Anggota DPR selama ini dipandang kurang
2. Sosialisme Indonesia bertanggung jawab dalam memperhatikan
3. Demokrasi Terpimpin kepentingan daerah.
4. Ekonomi Terpimpin 19. Pemerintah saat ini semakin mendapat tekanan
12. Ciri‐ciri sistem ekonomi kapitalis, adalah: untuk menyelesaikan semua permasalahan
1. Penjamin atas hak milik perseorangan hukum
2. Pemberian kebebasan penuh SEBAB
3. Persaingan bebas Kekuasaan pemerintah dalam bidang yudikatif
4. Pembatasan peran Negara dalam aktivitas menurut UUD 1945 pasca amandemen semakin
ekonomi dibatasi
13. Yang termasuk peran koperasi terhadap 20. Produk Domestik Bruto (PDB) di negara‐negara
peningkatan kemakmuran rakyat adalah: sedang berkembang umumnya lebih besar dari
1. Menciptakan dan memperluas lapangan pada Produk Nasional Brutonya (PNB)
pekerjaan SEBAB
2. Penyelenggara kehidupan ekonomi secara Dalam menghitung GNP dengan cara/metode
demokratis produksi, yang dihitung adalah nilai tambah tiap
industri/produksi. SEBAB
21. Pemerintah Jepang mendorong terbentuknya Hukum dasar tertulis dan hukum dasar tidak
BPUPKI sebagai langkah awal persiapan tertulis merupakan sumber dari segala sumber
kemerdekaan Indonesia hukum yang berlaku di Indonesia
SEBAB 32. Sistem pemerintahan daerah pada zaman
Jepang tidak ingin Indonesia kembali lagi jatuh ke Presiden Soeharto masih menggunakan sistem
tangan pemerintah Kolonial Belanda sentralisasi
22. Hak asasi manusia ialah hak‐hak yang SEBAB
berhubungan dengan kebutuhan manusia, baik Sistem sentralisasi hanya tepat digunakan dalam
yang Negara kesatuan seperti Indonesia
bersifat lahiriah maupun rohaniah. 6
SEBAB 33. Semua anggota DPRD memiliki kecakapan
Kebutuhan rohaniah dan lahiriah seringkali yang sama terhadap bidang tugas maupun
diingkari oleh Negara pengelompokan tugas.
23. MPR mengeluarkan Ketetapan MPR RI No. SEBAB
III/MPR/2000 tentang pemisahan TNI dan POLRI Anggota DPRD harus mampu membuat rancangan
SEBAB peraturan daerah, mengadakan pengawasan,
POLRI terkadang dilibatkan dalam tugas TNI seperti mengadakan penyelidikan dan mengajukan
tugas perdamaian. pernyataan pendapat.
24. Politik luar negeri bebas dan aktif Indonesia 34. Teori keunggulan komparatif menjelaskan
bukanlah suatu politik netralisme bahwa semua negara bias memetik manfaat
SEBAB dengan
Politik bebas dan aktif senantiasa diarahkan untuk melakukan spesialisasi
menempatkan Indonesia pada posisi obyek SEBAB
dan bukan sebagai subyek dalam pergolakan Prinsip keunggulan komparatif menjelaskan
politik internasional mengapa Negara memproduksi berbagai macam
5 komoditi
25. Pemilihan Kepala Daerah secara langsung pada 35. Konstitusi Indonesia mengamanatkan bahwa
banyak daerah ditakutkan akan menimbulkan hak asasi manusia tidak dapat dikurangi dalam
konflik yang bersifat vertikal keadaan apapun.
SEBAB SEBAB
Para kontestan pemilu disinyalir masih banyak Pasal 281 ayat (1) Undang‐undang Dasar Negara
yang menggunakan isu‐isu yang sensitif yang Republik Indonesia Tahun 1945
dapat menimbulkan konflik SARA mengamanatkan bahwa hak untuk hidup, hak
26. Kekuasaan presiden tidak terbatas untuk tidak disiksa, hak untuk tidak diperbudak,
SEBAB hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan
Presiden Republik Indonesia sebagai lembaga hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar
eksekutif berkedudukan sebagai Kepala hukum yang berlaku surut adalah hak asasi
Pemerintahan dan Kepala Negara manusia yang tidak dapat dikurangi dalam
27. Presiden member grasi dan rehabilitasi keadaan
menurut hasil amandemen kedua UUD 1945 apapun.
adalah 36. Sistem nilai tukar yang digunakan Pemerintah
dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah Indonesia pasca krisis moneter 1997/1998 adalah
Agung sistem kurs mengambang terkendali
SEBAB SEBAB
Presiden perlu dibantu lembaga lain untuk Sistem kurs mengambang terkendali ditentukan
bertanggung jawab dalam hal pemberian grasi dan oleh penawaran & permintaan nilai tukar uang
rehabilitasi sampai terjadi keseimbangan di pasar valuta asing.
28. Manajemen Kepegawaian menurut UU No. 32 37. Koperasi di Indonesia menjadi sendi
Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah perekonomian Negara
menempatkan Gubernur, Bupati/Walikota sebagai SEBAB
pejabat Pembina Kepegawaian Ciri masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang
SEBAB bergotong royong
Gubernur dan Bupati/Walikota merupakan jabatan 38. Asas nonretroaktif tidak berlaku dalam hukum
politik di daerah pidana
29. Pada tahun 1971 dalam KTT ASEAN II di SEBAB
Kualalumpur, Negara‐negara di kawasan ASEAN Dalam hukum pidana berlaku asas legalitas
menyatakan bahwa wilayahnya merupakan Zone 39. Di sejumlah daerah terjadi kasus pilkada yang
of peace, freedom and neutrality. Keputusan menunjukkan bahwa tingkat kedewasaan
tersebut sangat tepat dalam konteks perang dingin masyarakat dalam berdemokrasi belum matang.
saat itu. SEBAB
SEBAB Fungsi pendidikan politik yang diperankan oleh
Negara‐negara di kawasan ASEAN tak ingin partai politik belum berjalan efektif sebagai
mengalami penjajahan dalam bentuk apapun. akibat sistem pendidikan nasional yang tidak
30. Kebijakan moneter adalah kebijaksanaan berbasis kompetensi
pemerintah yang ditujukan untuk mengatur 7
pengeluaran pemerintah Untuk soal nomor 40 sampai dengan nomor
SEBAB 100, pilihlah satu jawaban yang paling tepat
Kebijakan moneter dapat dijalankan dengan TES BAKAT SKOLASTIK
mengatur dan merubah tingkat cadangan 40. KORAN : MAJALAH : BULETIN = ………… : ………
minimum … : …………
bank‐bank komersial A. Restoran : Hotel : Losmen
31. Penjelasan Undang‐Undang Dasar 1945 B. Cat : Kuas : Lukisan
menyebutkan bahwa di samping hukum dasar C. Sandal : Sepatu : Kaos
tertulis, D. Air : Roti : Singkong
berlaku pula hukum dasar yang tidak tertulis E. Bus : Kereta Api : Delman
41. CATATAN : NOTASI = PERINGKAT : ……… etnosentrisme, intoleransi, dan tidak mau
A. Pangkat mendengar pendapat orang lain, hanya
B. Level mendengar suara
C. Peringkat sendiri.
D. Peningkatan Mudah‐mudahan di masa yang akan dating upaya
E. Urutan mencerdaskan kehidupan bangsa akan
42. RENCANA : PELAKSANAAN : EVALUASI dilanjutkan lagi dengan usaha yang keras. Kita
A. Cita‐cita : Tindakan : Renungan harus berjihad melawan avidya, walaupun tanpa
B. Cita‐cita : Perjuangan : Sukses barisan
C. Proposal : Persetujuan : Program dan komando, dan rela berkorban demi bangsa
D. Masa lalu : Masa sekarang : Masa depan dan Negara yang kita cintai ini.
E. Awal : Akhir : Tengah 43. Judul apakah yang tepat untuk tulisan di atas?
Pemahaman Wacana A. Jihad melawan avidya
Dalam evolusi budaya, penghargaan manusia B. Pencerdasan bangsa
terhadap badannya bergerak dari bawah ke atas. C. Kesadaran beradab
“Bagian bawah badan kita” menurut Nietzsche D. Mensana in corpora sano
adalah yang menghambat jalannya mutasi dari E. Gejala‐gejala avidya
otak. 44. Secara tersirat gejala‐gejala perilaku apakah
Perlu diketahui bahwa perasaan dan nurani juga yang cenderung menjadi suatu penyakit pada
bersemayam di otak, meskipun biasa kita katakana sebagian orang yang dimaksudkan oleh penulis
bahwa perasaan berasal dari hati (dalam arti non‐ tersebut?
anatomis). Manusia senantiasa harus selalu A. Avidya
berusaha B. Paranoid
memadukan antara pikiran yang bersemayam di C. Hysteria
otak dengan perasaan yang berasal dari hati untuk D. Ignorance
menjadi lebih cerdas, lebih arif dan lebih beradab. E. Vidya
Pangkal dari segala kesulitan yang dihadapi 45. Menurut penulis, pokok dari segala kesulitan
manusia sekarang, adalah karena banyaknya yang dihadapi oleh bangsa ini adalah, karena:
manusia yang bermuka dua. Pada hakekatnya A. Kurang cerdas, kurang beradab, kurang
mereka adalah avidya (ignorance), kurang cerdas, berpendidikan
kurang B. Menentang ketidakadilan
beradab atau kurang berpendidikan, yang secara C. Tidak berdayanya orang avidya
eufemistis disebut berpendidikan beda. Kalau D. Masyarakat yang vidya sukar dipercaya
disimak, E. Semua benar
sebenarnya Negara kita memperlihatkan gejala‐ 46. 166, 84, 43, 22 ½, ………
gejala belum berkompeten untuk merdeka. Pada A. 11 ½
awal B. 12 ½
kemerdekaan hal itu tidak kentara, karena interaksi C. 11
global masih kurang dan pengaruh internasional D. 12
belum begitu terasa, walaupun pendiri‐pendiri E. 9
bangsa kita sadar akan hal itu, dan berusaha 47. ……, ……, 20, 12, 24, 16, 28, 24
mencerdaskan bangsa ini dengan sekuat tenaga. A. 8 dan 16
Sangat disayangkan bahwa usaha dari pendiri‐ B. 20 dan 28
pendiri bangsa ini tidak dilanjutkan dengan sekuat C. 32 dan 24
tenaga seperti dulu, karena pemimpin‐pemimpin D. 9 dan 3
kita pada saat ini tidak begitu peduli terhadap E. 18 dan 10
kecerdasan dari rakyatnya. Rakyat yang sudah 9
vidya sukar diperdaya dan berani beroposisi, 48. Tiga orang diberi tugas. Masing‐masing dari
sedangkan mereka dibayar Rp. 75,‐ Rp. 100,‐ Rp. 125,‐ tiap
yang avidya tidak kritis, tidak tahu hak‐haknya dan jamnya. Mereka menerima Rp. 63.000,‐ setelah
tidak mau diberdayakan, sehingga para pemimpin menyelesaikan tugas tersebut. Bila mereka
dapat berkuasa lebih lama. bekerja 7 jam dalam sehari, berapa minggukah
Gejala‐gejala avidya dapat kita lihat di sekitar kita, yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas
misalnya, ramai orang berbicara tentang tersebut? (1 minggu = 6 hari)
suatu masalah padahal mereka tidak tahu A. 4 minggu
persoalan yang sebenarnya. Kekerasan dengan B. 5 minggu
mudah dipakai C. 6 minggu
karena kosa kata untuk berargumentasi sudah D. 7 minggu
habis. Hingar binger Pemilu baru kelihatan menarik E. 8 minggu
kalau 49. Jika sisi bujur sangkar sama dengan alas
8 segitiga, maka luas bangungan di bawah ini
sudah ada artis pendukung yang bernyanyi, bukan adalah:
karena program politik partai yang menarik untuk A. A2
disimak. B. 5/2 a2
Ironisnya adalah orang sudah tidak dapat lagi C. 4/3 a2
membedakan antara rasa keadilan dan D. 3/2 a2
kecemburuan social. Sikap anti korupsi dianggap E. 5/4 a2
rasa cemburu akan kekayaan seseorang, 50. Jika jari‐jari lingkaran A panjangnya setengah
selanjutnya lingkaran B, maka berapa persenkah luas lingkaran
orang dengan mudah sekali diajak menyimpang B dari luas lingkaran A? (diketahui luas lingkaran =
dan melanggar hak‐hak orang lain asalkan ada πr2)
unsure A. 25%
kekerasan dan imbalan yang ditawarkan. B. 30%
Akhirnya avidya melahirkan wawasan sempit, yang C. 36%
menyebabkan timbulnya fanatisme, egoism, D. 40%
E. 50%
51. Sebagian A adalah N. N bukan U. Sebagian A A. Yusuf masih boleh ujian karena membolosnya
bukan B adalah U. Semua N, B, dan U adalah A; masih di bawah 25%
jadi: B. Untuk dapat ujian, mahasiswa harus benar‐
A. Semua A adalah U bukan B benar rajin
B. Semua A adalah N bukan U C. Yusuf adalah mahasiswa rajin tapi sering sakit‐
C. Semua A bukan N bukan B sakitan
D. Sebagian A bukan U, bukan B, bukan N D. Sesuai dengan peraturan, Yusuf tidak boleh ikut
E. Sebagian A adalah U dan B, bukan N ujian
52. 7 x 7,3 + 6 x 4.6 – 15 x 2.5 = ……… E. Mahasiswa yang sakit‐sakitan boleh ikut ujian
A. 286,9 11
B. 285,1 60. Bila P>XQ>YR>Z, sedangkan P>Q>R dan
C. 200,32 X>Y>Z, maka …
D. 764 A. R > X – Q > XY
E. 355,6 B. Z < P – Y > R – X > Q
53. Dua buah baja yang berpenampang lingkaran C. Z < P – Y < R – X < Q
masing‐masing mempunyai jari‐jari 1 ½ cm dan D. P > Y > Z – Z < Q < P
0,625 cm. Berapakah beda diameter antara kedua E. R > X – Q > XZ
penampang tersebut? 61. Semua siswa SMA 5 pandai
A. 0,750 cm Sebagian besar siswa SMA 5 berasal dari keluarga
B. 1,750 cm kaya
C. 0,875 cm A. Semua siswa yang pandai adalah siswa SMA 5
D. 1,550 cm B. Sebagian besar siswa SMA 5 kaya dan pandai
E. 0,775 cm C. Sebagian besar siswa yang kaya dan pandai
a adalah siswa SMA 5
aa D. Sebagian siswa SMA 5 kaya dan kurang pandai
10 E. Semua siswa SMA 5 kaya dan pandai
54. Semua penyelam adalah perenang, sementara 62. Sebagian A adalah N. N bukan U. Sebagian A
penyelam adalah pelaut, bukan B adalah U. Semua N, B, dan U adalah A;
A. Sementara pelaut adalah perenang jadi:
B. Sementara perenang bukan penyelam A. Semua A adalah U bukan B
C. Semua pelaut adalah perenang B. Semua A adalah N bukan U
D. Sementara penyelam bukan pelaut C. Semua A bukan N bukan B
E. Sementara penyelam bukan perenang D. Sebagian A bukan U, bukan B, bukan N
55. Bila A = B, maka A tidak sama dengan C. Bila P E. Sebagian A adalah U dan B, bukan N
= A, maka: Ada 4 roda bergigi, yaitu A, B, C, dan D. Roda A
A. Bila P = C, maka P = B dihubungkan dengan roda C, sedangkan roda C
B. Bila P = C, maka P tidak sama dengan A memutar
C. Bila P = C, maka P tidak sama dengan B roda B, dan roda B dihubungkan dengan roda D.
D. Bila P = C, maka P = AB Roda A mempunyai 48 gigi, Roda B mempunyai 30
E. Tidak ada yang benar gigi,
56. Semua yang bergelar Ir., hidup dengan sedangkan roda C dan D hanya mempunyai 6 gigi.
makmur. Sebagian yang bergelar Ir. melakukan 63. Bila roda A berputar searah dengan jarum jam
kegiatan sebanyak 50 rotasi per menit (RPM), dalam
wirausaha berapa Rpm roda B berputar?
A. Semua wirausahawan yang bergelar Ir. A. 50 Rpm
B. Semua wirausahawan makmur bergelar Ir. B. 250 Rpm
C. Semua wirausahawan yang hidupnya makmur C. 400 Rpm
bergelar Ir. D. 800 Rpm
D. Semua Ir. yang hidupnya makmur adalah E. 1200 Rpm
wirausahawan 64. Rasio dan kecepatan rotasi dari roda D relative
E. Semua Ir. yang wirausahawan hidup dengan pada roda C adalah:
makmur A. 1 : 5
57. Jika pernyataan: “Semua dokter adalah laki‐ B. 5 : 1
laki” adalah salah, maka … C. 5 : 8
A. Sementara dokter adalah laki‐laki D. 5 : 10
B. Sementara laki‐laki adalah bukan dokter E. 8 : 1
C. Sementara dokter adalah bukan laki‐laki 65. Jika roda A dan roda B mempunyai gigi yang
D. Tidak ada dokter yang bukan laki‐laki sama dan roda C serta D mempunyai sebanyak
E. Tidak ada kesimpulan yang benar setengah kali gigi A, bila gigi D berputar pada
58. Sebagian pejabat mempunyai kedudukan kecepatan 100 Rpm, berapakah kecepatan putaran
mulia. Semua yang mempunyai kedudukan mulia roda B?
bisa A. 50 Rpm
mendatangkan harta B. 100 Rpm
A. Sebagian pejabat tidak mempunyai kedudukan C. 200 Rpm
mulia D. 400 Rpm
B. Sebagian yang bisa mendatangkan harta adalah E. 500 Rpm
pejabat 12
C. Sebagian yang mempunyai kedudukan mulia SKALA KEMATANGAN
adalah pejabat 66. Dalam suatu rapat pimpinan, ada sejawat saya
D. Sebagian pejabat tidak bias mendatangkan yang tidak sependapat dengan usulan saya. Sikap
harta saya adalah ………
E. Semua pejabat mempunyai kedudukan mulia A. Dengan senang hati mempertimbangkan
59. Mahasiswa yang boleh ikut ujian adalah yang pendapat orang tersebut
hadir minimal 75% dari hari kuliah. Yusuf B. Bersikeras agar usulan saya yang diterima
membolos 10% hari kuliah dan tidak masuk karena C. Meninggalkan ruang rapat dan tidak kembali lagi
sakit sebanyak 20% dari hari kuliah.
D. Mempertimbangkan pendapat tersebut dengan A. Diam‐diam menyimpan kendaraan tersebut
melihat siapa orangnya karena tidak seorang pegawaipun yang tahu
E. Tetap beranggapan bahwa perbedaan pendapat kalau saya menggunakannya
adalah hal yang lumrah B. Membawa kendaraan tersebut ke bengkel,
67. Saya baru saja dimutasikan ke unit lain yang melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan
sama sekali baru bagi saya. Sikap saya adalah … serta menyerahkan segala keputusan kepada
A. Berusaha memahami mekanisme kerja unit pimpinan
melalui arsip dan aturan kebijakan C. Mencoba memperbaiki sendiri kendaraan
B. Jarang masuk karena belum jelas apa yang tersebut
harus dikerjakan D. Melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan
C. Duduk‐duduk saja sambil menunggu perintah dan siap menerima hukuman/petunjuk dari
atasan pimpinan
D. Berusaha mempelajari dan memahami E. Membawa kendaraan tersebut ke bengkel atas
mekanisme kerja unit melalui rekan sejawat biaya pribadi dan mengembalikannya
E. Mengamati proses pekerjaan yang dilakukan dengan diam‐diam
rekan sejawat 74. Saya mendapat teguran langsung dari
68. Sikap saya terhadap perubahan‐perubahan, pimpinan atas kesalahan yang bukan hanya saya
ide‐ide baru dan cara‐cara baru dalam seorang
melaksanakan suatu pekerjaan adalah… diri sebagai pelakunya. Reaksi saya adalah …
A. Stabilitas dalam bekerja lebih penting A. Membantah secara tegas agar pada kesempatan
B. Perubahan adalah sesuatu yang pasti lain pimpinan tidak semena‐mena
C. Perubahan bukan jaminan keberhasilan menyalahkan
pekerjaan B. Diam saja, karena membantah hanya akan
D. Dengan adanya perubahan, kondisi kerja pasti menambah rumit permasalahan
lebih baik C. Menerima teguran tersebut dan mencoba
E. Keberhasilan pekerjaan tergantung jenis menjadikannya sebagai pelajaran berharga, tetapi
perubahan, ide, dan cara‐cara baru tersebut tetap mengadukan pegawai lain yang turut
69. Saya diutus mengikuti suatu diklat. Oleh bersalah agar saya tidak menjadi korban seorang
panitia penyelenggara saya ditempatkan sekamar diri
dengan orang yang tidak saya kenal yang berasal D. Membantah dan mengadukan pegawai lain yang
dari kota lain. Sikap saya adalah… juga bersalah agar mereka juga bisa belajar
A. Mengajukan keberatan tetapi akhirnya dari kejadian ini
menerima aturan panitia E. Menerima teguran tersebut dan mecoba
B. Protes keran dan minta ditempatkan sendiri saja menjadikannya sebagai pelajaran berharga tanpa
C. Mengajukan keberatan dan minta ditempatkan perlu mengadukan pegawai lain yang turut
dengan minimal orang yang dikenal bersalah
D. Menerima aturan panitia dan berusaha 75. Dalam rapat staf dan pimpinan, pendapat saya
mengenal dan memahami teman sekamar dikritik keras oleh peserta rapat lainnya. Respon
E. Menerima aturan panitia saya adalah …
70. Terjadi pergantian pimpinan di unit kerja saya. A. Mencoba sekuat tenaga mempertahankan
Sikap saya adalah … pendapat saya
A. Tidak peduli B. Menyerang semua peserta yang mengeritik
B. Berusaha mengenal dan memahami visi dan pendapat saya
misi pimpinan baru C. Mencoba mempelajari kritikan tersebut dan
C. Tidak berusaha mendekati pimpinan baru berbalik mengkritik dengan tajam
karena takut dicap penjilat D. Menerima kritikan tersebut sebagai masukan
D. Berusaha mengenal pribadi pimpinan baru E. Diam saja
E. Pergantian pimpinan itu sesuatu yang biasa 76. Salah seorang rekan kerja saya mendapat
71. Draft laporan yang dibuat oleh tim kerja saya promosi sedangkan menurut penilaian saya,
ditolak oleh atasan karena dianggap kurang visibel. kemampuannya tidak lebih baik dari saya. Respon
Sikap saya adalah … saya adalah …
A. Segera melakukan perbaikan atas draft laporan A. Menggunakan berbagai cara agar dapat
dan mengajukan kembali menggeserkan posisi rekan tersebut
B. Menyalahkan rekan sejawat yang sama‐sama B. Bekerja lebih giat dan menunjukkan kinerja
mengerjakannya terbaik saya
C. Menerima penolakan tetapi tidak melakukan C. Menghadap pimpinan dan memprotes promosi
tindak lanjut tersebut
D. Berusaha mencari alasan seperti sedikitnya D. Tetap bekerja seperti biasa
waktu untuk mengerjakannya E. Menerima keadaan tersebut tetapi tidak akan
E. Menerima penolakan dan berusaha memperbaiki mengikuti perintah rekan tersebut
13 14
72. Tetang perubahan yang terjadi dalam 77. Dari sekian pegawai di kantor, saya merasa
organisasi, pendapat saya adalah … beban tugas terberat ada pada saya dan saya
A. Perubahan adalah sesuatu yang lumrah merasa
B. Menjaga stabilitas organisasi dengan sedapat stress karena dikejar‐kejar deadline. Respon saya
mungkin menghindari perubahan adalah …
C. Pegawai tidak boleh terlalu kreatif menciptakan A. Mengerjakan semua tugas dengan senang hati
perubahan dan berusaha memenuhi target deadlin
D. Organisasi harus menjadi “learning B. Hanya mengerjakan tugas yang saya senangi
organization” C. Mengkonsumsi obat suplemen agar
E. Setiap individu dalam organisasi harus terbiasa mendongkrak tenaga saya untuk menyelesaikan
dengan perubahan semua
73. Saya menggunakan kendaraan dinas tanpa tugas
sepengetahuan Kepala Kendaraan pada Hari Libur. D. Mengerjakan semua tugas sambil menggerutu
Secara tidak sengaja saya menabrakkan kendaraan dan marah‐marah
tersebut. Tindakan saya adalah:
E. Mengerjakan semua tugas setengah‐setengah E. Bekerja sesuai dengan ketentuan yang telah
saja, yang penting sudah dianggap ditetapkan oleh pimpinan
bertanggung‐jawab 84. Menurut saya, bekerja merupakan upaya untuk
78. Ketika sedang melakukan presentasi, saya meraih keseksesan. Untuk itu upaya saya adalah
menerima pesan singkat (SMS) yang mengabarkan …
bahwa anak saya diopname di rumah sakit. Reaksi A. Bekerja dengan cermat dan berusaha menjadi
saya adalah … terbaik dan diakui
A. Menghentikan presentasi dan langsung menuju B. Berusaha menyingkirkan orang yang saya
rumah sakit anggap menghalangi upaya saya
B. Mencari tahu kondisi anak saya kemudian C. Bekerja sepenuh hati
memutuskan apakah tetap presentasi atau ke D. Bekerja sampai larut malam
rumah sakit E. Bekerja berdasarkan kontrak kinerja
C. Membalas SMS dan melanjutkan presentasi 85. Saya ditawarkan oleh pimpinan untuk
D. Melanjutkan presentasi melanjutkan studi di provinsi lain atas biaya kantor.
E. Menghentikan presentasi dan mencari tahu Saat
kondisi anak saya ini saya baru saja dikaruniai bayi kembar yang
79. Saya ditugaskan untuk memimpin tim kerja masih membutuhkan perhatian saya. Keputusan
dengan batas waktu yang sangat ketat. Anggota saya adalah …
tim A. Menolak tawaran tersebut
kerja memperlihatkan sikap tidak peduli dengan B. Menerima tawaran tersebut dengan konsekuensi
tugas yang diemban. Sikap saya adalah : mengikutkan keluarga merupakan
A. Bekerja sendiri yang penting tugas selesai tanggung jawab saya
B. Mengancam mengeluarkan anggota yang tidak C. Menerima tawaran tersebut dengan
serius dari tim kerja permohonan agar keluarga dapat ikut saya dengan
C. Melaporkan mereka pada pimpinan agar diberi tambahan biaya hidup
sanksi D. Menolak tawaran tersebut namun mohon
D. Membagi tugas secara adil dan memotivasi kebijakan pimpinan jika ada kesempatan lagi saya
anggota untuk menyelesaikannya dapat diikutkan
E. Menasehati mereka agar sadar akan E. Menerima tawaran tersebut dan dengan berat
penyelesaian tugas yang diembannya hati meninggalkan keluarga
80. Kerja keras dan cermat merupakan wujud 86. Menurut saya, sepuluh tahun setelah saya
upaya untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi diangkat sebagai PNS, saya akan menjadi …
organisasi. Berkaitan dengan hal tersebut, saya A. Pejabat struktural atau tenaga fungsional yang
senang … profesional dalam bidangnya
A. Bekerja dengan standar hasil yang tinggi B. Bukan PNS lagi
B. Pekerjaan yang menumbuhkan kreativitas baru C. PNS masih sebagai pelaksana di unit yang
C. Pekerjaan yang rutin pertama kali saya diterima
D. Pekerjaan yang menantang D. Belum tahu karena sepenuhnya tergantung
E. Bekerja tanpa mengenal lelah dan pamrih pada nasib
81. Setiap hari kerja saya masuk kantor paling E. PNS masih sebagai pelaksana di unit lain yang
cepat dibandingkan pegawai lainnya. Yang saya sesuai dengan kompetensi saya
lakukan setelah tiba adalah … 16
A. Masuk ke ruangan dan membaca koran 87. Saya ditugaskan pimpinan untuk menjadi
B. Santai di luar gedung kantor untuk menikmati notulen dalam rapat Badan Pertimbangan Jabatan
udara pagi dan
C. Masuk ke ruangan dan mengobrol dengan rekan Kepangkatan. Respon saya adalah …
sejawat A. Berusaha menghindari rekan yang membujuk
D. Masuk ke ruangan dan membuat rencana kerja untuk mengetahui hasil keputusan rapat
E. Masuk ke ruangan dan memulai pekerjaan yang B. Dengan bangga saya akan menceritakan kepada
tertunda kemarin rekan sejawat saya hasil keputusan rapat
15 C. Memberitahukan anggota keluarga tentang hasil
82. Saya diminta untuk lembur kerja sedangkan keputusan rapat
saya sudah berjanji kepada anak saya untuk D. Memberitahu sahabat saya dikantor tentang
mengantarnya ke pesta ulang tahun sahabatnya. hasil keputusan rapat
Sikap saya adalah … E. Tidak akan membocorkan hasil keputusan rapat
A. Pulang dengan diam‐diam, tanpa karena bukan wewenang saya
sepengetahuan pimpinan 88. Ketika muncul suatu masalah dalam pekerjaan
B. Berpura‐pura sakit agar dapat diizinkan untuk yang kebetulan ada kaitannya dengan hal‐hal
segera pulang yang menjadi kewajiban saya, maka saya …
C. Menghubungi anak saya menjelaskan bahwa A. Mencari kambing hitam penyebab masalah
saya akan sedikit terlambat menemuinya B. Akan bertanggung jawab
D. Tinggal bekerja lembur C. Membiarkan masalah tetap berlangsung
E. Meminta izin pimpinan mengantar anak saya D. Melihat dulu apakah saya sebagai sumber
kemudian kembali ke kantor untuk bekerja masalah
lembur E. Melihat sejauh mana apakah saya terlibat di
83. Bagi saya untuk menjadi pegawai negeri sipil dalamnya
yang sukses, saya harus melakukan … 89. Saya sedang mengerjakan pekerjaan kantor,
A. Mengikuti perintah dan arahan pimpinan secara yang harus selesai besok pagi. Tiba‐tiba teman
loyal dan penuh kepatuhan datang dengan wajah cemberut dan tampaknya
B. Melakukan pekerjaan yang terbaik dengan ingin mengeluarkan isi hatinya kepada saya.
standar kinerja yang tinggi Atas kejadian itu saya …
C. Mengembangkan hal‐hal baru yang belum A. Memohon kepadanya untuk tidak mengganggu
pernah diciptakan sebelumnya saya karena sedang sibuk
D. Menciptakan hubungan baik dengan setiap B. Meninggalkan pekerjaan saya dan
orang, rekan kerja dan pimpinan mendengarkan ceritanya dengan penuh perhatian
C. Meninggalkan pekerjaan serta memberi 94. Saya mengajukan suatu usulan untuk atasan
berbagai alternatif penyelesaian saya namun usulan tersebut menurut atasan saya
D. Tetap mengerjakan sambil mendengarkan kurang tepat. Sikap saya adalah …
ceritanya A. Merasa sangat kecewa
E. Meneruskan pekerjaan dan berusaha untuk tidak B. Mencoba mencari alternative usulan yang lain
memperdulikan keinginan teman saya untuk diajukan lagi
90. Saya dipercayakan mengelola kegiatan yang C. Merasa kecewa tetapi berusaha melupakan
belum dipublikasikan dan masih harus dijaga penolakan tersebut
keharasiaannya. Ketika saya berada di antara D. Tetap mencoba memberikan alas an dan
teman‐teman dekat di kantor, saya … pembenaran atas usulan tersebut sampai dapat
A. Suka menerima masukan demi masukan dalam meyakinkan atasan saya
rangka pengembangan tugas baru saya E. Tidak merasa kecewa dan berusaha melupakan
B. Membicarakan hal‐hal lain yang tidak ada penolakan tersebut
kaitannya dengan tugas baru saya 95. Saya ditugaskan di front office untuk melayani
C. Membatasi pembicaraan agar tidak menyangkut tamu pimpinan. Pada saat pimpinan saya tidak
ke hal‐hal tugas baru saya berada di tempat dan ada tamu pimpinan yang
D. Akan merasa gelisah dan kurang senang bila memerlukan keputusan segera, sikap saya
mereka mulai membicarakan tugas baru saya adalah …
E. Akan mengalihkan ke pembicaraan lain bila A. Mengambil keputusan tanpa petunjuk atasan
mereka sudah mulai menyinggung tugas baru selama tidak bertentangan dengan kebijakan
saya umum pimpinan
91. Organisasi sedang mengalami permasalahan B. Tidak berani mengambil keputusan tanpa
internal seputar manajemen keuangan. Pendapat petunjuk atasan saya
saya terhadap kondisi ini adalah … C. Ragu‐ragu dalam mengambil keputusan tanpa
A. Saya akan menjaga kerahasiaan permasalahan petunjuk atasan saya
yang terjadi dan mencoba memberikan D. Menunda‐nunda pengambilan keputusan tanpa
alternatif solusi kepada pimpinan petunjuk atasan saya
B. Seharusnya pimpinan puncak dapat menindak E. Mengambil keputusan tanpa petunjuk atasan
tegas yang terlibat dalam masalah ini karena keadaan sangan mendesak
C. Tidak mempersoalkan masalah tersebut karena 96. Dalam melaksanakan suatu tugas yang
bukan bagian tugas saya dipercayakan kepada saya, saya …
D. Pastikan bahwa kepala keuangan A. Selalu mencari alternative lain agar tidak
bertanggungjawab penuh terhadap masalah ini mengambil keputusan sendiri
E. Perlu membeberkan permasalah kepada seluruh B. Tidak berani mengambil keputusan sendiri
jajaran organisasi C. Selalu menunggu keputusan pimpinan
17 D. Berani mengambil keputusan karena tugas
92. Kinerja organisasi berjalan cukup efisien, tersebut telah dipercayakan kepada saya
namun pimpinan terkesan mengontrol situasi E. Menyadari bahwa keputusan pimpinan
dengan diperlukan jika keputusan tersebut diluar
sangat ketat. Sikap saya adalah … wewenang
A. Tidak bertindak apapun, cukup dengan saya
mengikuti jalannya arus 18
B. Mengusahakan keterlibatan pegawai dalam 97. Atasan yang saya sukai adalah yang …
pengambilan keputusan A. Sangat disiplin dan selalu meminta saya
C. Mengabaikan saja menunggu keputusan yang diambilnya sebelum
D. Melakukan apa saya yang dapat dikerjakan utuk suatu pekerjaan dilaksanakan
membuat pegawai merasa peting dan B. Selalu menanyakan pendapat dan ide dari saya
dilibatkan sebagai bahan masukan untuk suatu
E. Mengingatkan pentingnya batas waktu dan pekerjaan yang dilakukannya
tugas kepada atasas C. Senantiasa mendelegasikan wewenangnya pada
93. Pada akhir bulan, tagihan rekening telepon saya
kantor mengalami lonjakan menjadi sebesar Rp. D. Tidak terlalu membantu saya menyelesaikan
12.000.000,‐ dari yang biasanya tidak pernah tugas, namun sebaliknya berharap saya
melebihi Rp. 5.000.000,‐. Setelah dilakukan mampu menyelesaikan pekerjaan tanpa sering
pengecekan ternyata banyak nomor telepon yang berkonsultasi kepadanya
dihubungi tidak memiliki hubungan kerja E. Selalu member petunjuk yang jelas atas
dengan organisasi. Jajaran pimpinan kemudian pekerjaan yang akan saya kerjakan
memanggil semua pegawai untuk melakukan 98. Saya ingin rekan‐rekan kerja saya melihat
pengecekan dan penyelesaian masalah tersebut. kualitas diri saya yang terbaik sebagai seorang
Sebenarnya saya termasuk pegawai yang yang …
menggunakan telepon untuk urusan pribadi. A. Inovatif dan kreatif
Respon saya adalah … B. Disiplin dan penurut
A. Berterus terang telah menggunakan fasilitas C. Mampu beradaptasi dan ramah
telepon di luar pekerjaan kantor D. Dapat memutuskan sendiri dan realistis
B. Seharusnya organisasi menyelesaikan E. Percaya diri dan mandiri
pembayaran saja karena anggaran masih tersedia 99. Kondisi kerja yang paling saya harapkan adalah
C. Sebaiknya atasan bertanya kepada setiap kondisi yang …
pegawai untuk mengetahui siapa saja yang A. Menghasilkan pendapatan tambahan bagi saya
menggunakan telepon di luar pekerjaan kantor B. Menyediakan stabilitas pekerjaan kepada saya
D. Seharusnya organisasi tidak perlu membesar‐ C. Memberikan kemungkinan promosi jabatan bagi
besarkan masalah ini karena masih banyak hal saya
penting lainnya yang harus diselesaikan D. Memberi kesempatan kepada saya untuk
E. Jika pimpinan membuktikan bahwa saya beraktualisasi diri
menggunakan telepon untuk urusan pribadi, saya E. Memotivasi saya untuk bekerja lebih giat
akan mengundurkan diri 100. Pimpinan kantor menggelar rapat kerja
membahas penyusunan rencana kerja untuk
tahun anggaran depan. Setiap pegawai diharapkan
mempersiapkan usulan untuk kegiatan tahun
depan. Respon saya adalah …
A. Berminat mengajukan suatu ide kegiatan yang akan
dilaksanakan meskipun nantinya ide
tersebut tidak diterima
B. Tidak berminat sama sekali untuk mengajukan suatu
ide kegiatan
C. Akan mengajukan suatu ide kegiatan jika diminta oleh
pimpinan
D. Mungkin berminat untuk mengajukan suatu ide
kegiatan yang akan dilaksanakan tergantung
situasi dan kondisi
E. Ragu‐ragu untuk mengajukan suatu ide kegiatan
karena akan kecewa jika tidak diterima