Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM ALAT UKUR DAN PENGUKURAN

JEMBATAN DC SEBAGAI ALAT UKUR TAHANAN (RESISTANSI)


Kamis, 26 November 2009 Oleh

Danuar Trianur Rohman


091331039
Nama Partner : Abdul Baits (091331039) Fauziyyah (091331045)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM STUDY TEKNIK TELEKOMUNIKASI

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


2009

JEMBATAN DC sebagai ALAT UKUR TAHANAN (RESISTANSI)


I. Tujuan Percobaan Merancang rangakian jembatan DC untuk mengukur nilai tahanan yang tidak diketahui Melakukan pengukuran beberapa nilai tahanan dan membandingkannya dengan hasil pengukuran dengan menggunakan ohmmeter II. Teori Dasar Rangkaian jembatan DC adalah rangkaian yang banyak digunakan di bidang elektronik karena manfaatnya yanng cukup besar. Rangkaian jembatan DC dikenal juga dengan nama jembatan Wheatstone. Salah satu penggunaan rangkaian jembatan dapat digunakan untuk pengukuran tahananlistrik. Alat ukur tahanan listrik yang dibandingkan dari rangkaian jembatan dapat dibuat dengan ketelitian yang cukup tinggi. Untuk dapat digunakan dibandingkan sebagai alat ukur tahanan,rangkaian jembatan diset pada kondisi setimbang,dimana hasil perkalian antara tahanan pada lengan-lengan yang berhadapan mempunyai nilai yang sama. Gambar 1 berikut ini adalah gambar rangkaian jembatan dc.

R1 V R2 G

R3

R4

Gambar 1 Rangkaian Jembatan DC Dalam keadaan setimbang berlaku persamaan sebagai berikut:
R1xR 4 = R 2 xR3 atau

Praktikum Alat Ukur

R4 =

R 2 xR3 R1

Dengan demikian apabila R1,R2 dan R3 diketahui, maka R4 dapat ditentukan. Untuk memperoleh keadaan setimbang, biasanya salah satu (R1 atau R2 atau R3) menggunakan R variabel berskala. Sebagai contoh gambar rangkain dibawaah ini, dengan R3 variabel dan dapat dibaca langsung R4 adalah tahanan yang diketahui,R1,danR2 bernilai 1 K.
R1 = 1 k R3 max 1 k

V
R2 = 1 k

G
R4

Gambar 2 Contoh Rangkaian Jembatan DC Agar biasa diperoleh kesetimbangan (I=0), dilakukan dengan mengatur R3 sedemikian sehingga IG=0. Pada gambar diatas nilai maks R4 yang dapat diukur adalah 1 K. Untuk menaikan kemampuan mengukur R4 (lebih besar dari 1 Kohm) dilakukan dengan memperbesar R2. misalnya R2=10 Kohm maka R4 maks yang dapat dikukur adalah 10 Kohm. III. Alat dan Bahan 1. Power supply 2. Multimeter digital 3. Potensiometer 10 K 4. Multiturn Potensiometer 1 K berskala / decade resistor (R3) 5. Resistor:1K (2 Bh), 220 , 330 , 470 , 2,2 K, 3,3 K, 4,7K, dan 10 K. IV. Langkah Percobaan A. 1. Membuat rangakian sebagai berikut
R1 V R3 P1

6. Jumper 7. Kabel

Praktikum Alat Ukur


R2

3
R3

Gambar 3 Mengatur V=1 volt, R1 = R2 = 1k ,R3=1k (potensiometer dan seperti pada tabel 1. 2. Mengatur P1 pada nilai maksimum (untuk menjaga galvanometer terkena arus berlebih). Kemudian mengatur R3 sehingga galvanometer menunjukan angka nol. 3. Kemudian turunkan P1 sampai nol perlahanlahan, perhatikan apakah galvanometer masih menunjukan nol? Bila tidak ,atur lagi R3 sampai galvanometer menunjukan nol. 4. Kemudian membaca nilai pada R3, dan mencatat nilai ini pada tabel (dalam hal ini nilai R3=R4). 5. Kemudian mengulangi pengukuran R4 yang lain dengan cara yang sama. Perhatikan, sebelum kita melepas R4 (untuk diganti dengan nilai yang lain), P1 harus selalu dalam keadaan maksimum. B 1. Rangkaian sama seperti gambar 3 diatas tetapi R2 diganti menjadi 10 K. 2. Melakukan langkah yang sama seperti diatas untuk mengukur R4 yang nilainya seperti pada tabel 2, kemudian catat nilai R3 pada tabel 2. 3. Membandingkan hasil yang diperoleh dengan tahanannya sesuai dengan kode warnanya. 4. Membuat kesimpulan dari hasil yang diperoleh. V. Data Percobaan berskala)

Praktikum Alat Ukur

Tabel 1 R1 1 K 1 K 1 K Tabel 2. R1 1 K 1 K 1 K VI. Analisa Perhitungan mencari R3 pada tabel 1 R2 10 K 10 K 10 K R3 223 331 479 R4 2,19 K 3,29 K 4,49 K R4 kode warna 2,2 K 3,3 K 4,7 K R2 1 K 1 K 1 K R3 219.5 323 455 R4 212 323 462 R4 kode warna 220 330 470

R1xR 4 = R 2 xR3
R3 = R3 = R3 = 1K 220 = 220 1K 1K 330 = 330 1K 1K 470 = 470 1K

Perhitungan mencari R3 pada tabel 2 R3 = R3 = R3 = VII. 10 K 220 = 2,2 K 1K 10 K 330 = 3,3K 1K 10 K 470 = 4,7 K 1K

Kesimpulan Dari hasil percobaan kita dapat disimpulkan bahwa rangkaian jembatan DC adalah rangkaian yang dapat digunakan untuk mengukur

Praktikum Alat Ukur

nilai tahanan yang tidak diketahui. Jembatan DC dapat mengukur tahanan dengan ketelitian yang cukup tinggi. Dari hasil percobaan kita dapat analisa bahwa hasil tahanan dari R3 perhitungan tidak sama dengan hasil pengukuran. Hal ini dikarenakan tahanan yang kita gunakan nilainya belum tentu sama dengan yang tercantum pada kode warna tersebut, karena kode warna pada resistor yang kita pakai mempunyai nilai toleransi sekitar 5%. Tapi hasil pengukuran yang kami lakukan resistor tersebut. Setelah dibandingkan dengan hasil pengukuran dengan menggunakan multimeter ternyata terdapat perbedaan nilai pengujian antara nilai pengukuran dengan nilai berdasarkan perhitungan, namun perbedaan tersebut tidak terlalu jauh, artinya perbedaan tersebut masih didalam batas toleransi dari resistor itu sendiri. tidak melebihi batas toleransi dari

Praktikum Alat Ukur