Anda di halaman 1dari 3

KAMPUNG SAWAH BESITANG BRANTAS

PT. SAWIT JAYA MAKMUR SENTOSA DIDUGA KONGKALIKONG DAN MELANGGAR 2 KONFERENSI DUNIA TENTANG LINGKUNGAN HIDUP

Masih ingatkah Anda penyanyi kondang di era tahun 80-an Diana Nasution yang berjudul: Malam Yang Dingin, syair seperti ini: tapi janji tinggal janji di bibirmu. Fenomena inilah yang terjadi dengan 40 KK petani yang ada di kampung sawah Kecamatan Besitang. Sungguh tragis dan pahit memang nasib para petani di kampung sawah Kabupaten Langkat. Dimana hak-hak mereka sebagai warga negara dikangkangi dan kemerdekaannya diperkosa, harkat dan martabatnya diinjak-injak dan hak azazi para petani kampung sawah Besitang dikebiri. Apakah seperti ini namanya Negara Merdeka dan Berdaulat. Tragedi inilah yang terjadi selama kurun waktu 2 tahun. Dimana 40 komunitas petani di kampung sawah menderita gagal panen. Kegagalan panen padi mereka diakibatkan aliran limbah dan pembuangan limbah PT. SAWIT JAYA MAKMUR SENTOSA tidak standard dan tidak sesuai dengan ketentuan AMDAL. Aliran limbah ini nampak terlihat di parit-parit pemukiman penduduk, apalagi kalau hujan turun limbah-limbah itu terlihat sangat jelas dan nyata di paritparit yang ada di areal pabrik penggilingan biji sawit segar tersebut yang berwarna coklat kehitam-hitaman. Mendengar dan melihat kejadian itu, wartawan Brantas melakukan investigasi dan konfirmasi ke Humas PT. SAWIT JAYA MAKMUR SENTOSA J. Sihombing. Melalui ponselnya J. Sihombing mengatakan kepada Brantas, Masalah limbah yang dibuang melalui mobil tanki dan pembuangan limbah melalui kolam/ bak dan mengenai irigasi yang di areal lingkungan III itu hanya masih wacana/ rencana kata Humas J. Sihombing dengan nada yang kurang bersahabat. Dan saat ditanya bantuan biji padi untuk 40 komunitas petani, yang rencananya 15 kg per KK di awal April/ pertengahan April itu sudah menjadi prioritas dan itu

tidak bisa kita pungkiri , katanya (Humas). Saat ditanya kapan realisasi bantuan biji padi J. Sihombing (Humas) berkilah. Dan pada hari Selasa tanggal 19 April sekitar jam 10 siang wartawan Brantas bertandang ke kantor Camat Nuriadi, sayang setiap wartawan datang ingin jumpa Pak Camat prihal konfirmasi. Pak Camat hampir setiap jam kerja ke kantor Bupati yang ada di Stabat. Pada itu juga wartawan Brantas konfirmasi ke Sekcam Besitang Samsul Rizal prihal rapat demo para petani pada tanggal 26 Maret 2011, Sekcam menjawab dengan enteng dan lempar bola panas. Kalau Kecamatan hanya memfasilitasi pertemuan para petani dan pihak perusahaan PT. SAWIT JAYA MAKMUR SENTOSA. Dan ada isu/ atau bau tak sedap diduga Camat Besitang Nuriadi dapat upeti dari owner/ pemilik PT. SAWIT JAYA MAKMUR SENTOSA bernama Pie Tiong nama Tionghanya nama Rudi nama Indonesianya. Dengan singkat Sekcam Besitang berkelit kalau Bapak mau tau lebih jelas, Tanya kepada Pak Lurah, karena sudah 3 kali rapat di kantor Lurah (imbuhnya). Dan pada hari Kamis tanggal 19 April 2012 jam 12 siang wartawan Brantas mencoba konfirmasi ke Lurah Besitang Mawardi. Menanyakan aliran limbah dan bagaimana realisasi bantuan biji padi kepada 40 petani yang ada di kampung sawah. Rencana PT. SAWIT JAYA MAKMUR SENTOSA setiap KK akan diberikan bantuan 15 kg biji padi tapi sampai sekarang janji tinggal janji. Bagaimana tanggapan Pak Lurah, Dengan geram dan kecewa terhadap Humas Dayat dan Wakil Humas J. Sihombing yang mewakili pihak perusahaan PT. SAWIT JAYA MAKMUR SENTOSA. Tidak boleh seperti ini! Saya sebagai Lurah tidak mau warga saya rakyat saya dipermainkan seperti ini. Karena PT. SAWIT JAYA MAKMUR SENTOSA sudah berjanji di kantor Lurah ini, bahwasanya limbah-limbah yang ada akan diangkut memakai mobil tanki, dan kalau ngak salah PT. SAWIT JAYA MAKMUR SENTOSA berjanji akan menyalurkan limbah-limbahnya memakai pipa paralon dan dibuang ke kebun milik PT. SAWIT JAYA MAKMUR SENTOSA. Apalagi mengenai bantuan biji padi kalau ngak salah awal atau pertengahan bulan April diberikan kepada masyarakat petani di kampung sawah. Itu janji perusahaan kepada petani banyak saksi yang mendengar terutama Camat Besitang Nuriadi, Koramil, Polsek Besitang, Kelurahan apalagi kan sudah jelas! Kata Mawardi. Sekarang ini, hari ini akan saya tanyakan langsung ke PT. SAWIT JAYA MAKMUR SENTOSA mengapa bisa jadi begini kata Pak Lurah. Melihat dan mendengar semua ini sudah sangat jelas PT. SAWIT JAYA MAKMUR SENTOSA telah melanggar 2 konferensi dunia Internasional tentang lingkungan hidup. 1. Konferensi The Rio De Jeneiro Declaration On Environment and Development yang menggariskan 27 prinsip fundamental tentang lingkungan dan pembangunan bulan Juni 1972. 2. Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusia Stockhom pada bulan Juni 1972. Dan PT. SAWIT JAYA MAKMUR SENTOSA telah melanggar Kepres No. 23 Tahun 1990 tentang Badan Pengolahan Dampak Lingkungan. Dan PT. SAWIT JAYA MAKMUR SENTOSA telah melanggar Keputusan Menteri Negara Kependudukan Lingkungan Hidup No. KEP. 49 / MENKLH / 6 / 1987 sampai dengan No. KEP-53 / MENKLH / 6 / 1987 tentang Analisis mengenai dampak lingkungan . Dan PT. SAWIT JAYA MAKMUR SENTOSA telah melanggar UU No. 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, yang telah diundangkan pada tanggal 10 Agustus 1990 sebagai Undang-undang yang sangat penting dalam rangka pelestarian lingkungan. Dan PT. SAWIT JAYA MAKMUR SENTOSA telah melanggar UUD 1945 tentang hak azazi manusia BAB XA pasal 28A dengan bunyi : setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. Dan PT. SAWIT JAYA MAKMUR SENTOSA telah melanggar UUD 1945 tentang hak azazi manusia pasal 28H ayat 1 setiap orang berhak hidup sejahtera

lahir dan bathin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Dan melalui media ini kami memohon kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono agar menindak tegas aparatur pemerintah dan aparatur negara yang melanggar kode etik profesi pegawai negeri sipil dan kode etik pegawai negeri, yang melindungi membekingi perusahaan nakal yang merusak lingkungan hidup dan ekosistem serta tatanan hidup berbangsa dan bernegara. Dan saya memohon kepada Bapak Bupati Langkat Ngogesa SH. Sitepu agar menindak tegas Camat-camat yang kongkalikong serta Camat-camat yang minta uang upeti kepada perusahaan CPO yang limbahnya bermasalah dan semua instansi yang berkompeten harus disikat bila ada indikasi membek up atau membekingi karena oknum-oknum seperti ini tidak memiliki jiwa Pancasila dan tidak memiliki nilai juang 1945. Apakah perusahaan PT. SAWIT JAYA MAKMUR SENTOSA taat pajak? Bagaimana retribusinya terhadap pemerintah daerah?

Bersambung