Panduan Lengkap Resolusi dan Jenis Citra
Panduan Lengkap Resolusi dan Jenis Citra
Resolusi Citra
Resolusi citra merupakan tingkat detil suatu citra. Semakin tinggi resolusi citra maka akan
semmakin tinggi pula tingkat detil dari citra tersebut. Satuan dalam pengukuran resolusi citra
dapat berupa ukuran fisik (jumlah garis per mm / jumlah garis per inchi) ataupun dapat juga
berupa ukuran citra menyeluruh (jumlah garis per tinggi citra).
1. Resolusi pixel
Resolusi pixel merupakan perhitungan jumlah pixel dalam sebuah citra digital. Sebuah
citra dengan tinggi N pixel dan lebar M pixel, berarti memiliki resolusi sebesar M x N.
Resolusi pixel akan memberikan dua buah angka integer yang secara berurutan akan
mewakili jumlah pixel lebar dan jumlah pixel tinggi dari citra tersebut.
Resolusi pixel juga merupakan hasil perkalian jumlah pixel lebar dan tingginya dan
kemudian dibagi dengan 1 juta. Jenis resolusi pixel seperti ini sering ditemui pada
kamera digital.
Suatu citra yang memiliki lebar 2.048 pixel dan tinggi 1.536 pixel, memiliki total pixel
sebanyak 2.048 x 1.536 = 3.145.728 pixel = 3.1 mega pixel.
Perhitungan lainnya menyatakan dalam satuan pixel per inchi, yang berarti banyaknya
pixel yang ada sepanjang 1 inchi baris dalam citra.
2. Resolusi spasial
Resolusi spasial menunjukkan seberapa dekat jarak setiap garis pada citra. Jarak
tersebut tergantung dari sistem yang menciptakan citra tersebut. Resolusi spasial
menghasilkan jumlah pixel per satuan panjang. Resolusi spasial dari sebuah monitor
computer adalah 72 hingga 100 garis per inchi atau dalam resolusi pixel 72 hingga 100
ppi.
3. Resolusi spectrum
Sebuah citra digital membedakan intensits kedalam beberapa spectrum. Citra multi
spectrum akan memberikan spectrum atau panjang gelombang yang lebih baik untuk
menampilkan warna.
4. Resolusi temporal
Resolusi temporal berkaitan dengan video. Suatu video merupakan kumpulan frame
statis yang berupacita yang berurutan dan ditampilkan secara cepat. Resolusi temporal
memberikan jumlah frame yang dapat ditampilkan setiap detik dengan satuan frame per
second (fps).
5. Resolusi radiometrik
Resolusi ini memberikan nilai atau tingkat kehalusan citra yang dapat ditampilkan dan
biasanya ditampilkan dalam satuan bit. Contoh citra 8 bit dan citra 256 bit. Semakin
tinggi resolusi radiometrik ini maka semakin baik perbedaaan intensitas yang
ditampilkan.
Jenis Citra
Nilai suatu pixel memiliki nilai dalam rentan tertentu, dari nilai minimum sampai nilai
maksimum. Jangkauan yang digunakan berbeda beda, tergantung dari jenis warnanya.
Namun secara umum jangkauannya adalah 0-225. Citra dengan penggambaran seperti ini
digolongkan dalam citra integer.
2. Citra Grayscale
Citra grayscale merupakan citra digital yang hanya memiliki satu nilai kanal pada
setiap pixelnya, dengan kata lain nilai bagian RED = GREEN = BLUE. Nilai tersebut
digunakan untuk menunjukkan tingkat intensitas. Warna yang dimiliki adalah warna
dari hitam, keabuan dan putih. Tingkat keabuan disini merupakan warna abu dengan
berbagai tingkatan dari hitam hingga mendekati putih. Citra grayscale memiliki
kedalaman warna 8 bit (256 kombinasi warna keabuan).
TRANSFORMASI CITRA
Pengertian
Transformasi Citra
Secara harfih, transformasi atau alih ragam citra dapat diartikan sebagai perubahan bentuk
suatu citra. Perubahan bentuk tersebut dapat berupa perubahan geometri pixel seperti
perputaran (rotasi), pergeseran (translasi), penskalaan, dan lain sebagainya atau dapat juga
berupa perubahan ruang (domain) citra ke domain lainnya, seperti transformasi fourier yang
mengubah suatu citra dari domain spasial menjadi domain frekuensi.
Tujuan dari transformasi citra adalah untuk memperoleh informasi (feature extraction) yang
lebih jelas yang terkandung dalam suatu citra. Melalui proses transformasi, suatu citra dapat
dinyatakan sebagai kombinasi linier dari sinyal dasar (basic signals) yang disebut dengan
fungsi basis (basis function). Suatu citra yang telah mengalami transformasi dapat diperoleh
kembali dengan menggunakan transformasi balik (invers transformation).
Transformasi Pixel
Transformasi piksel masih bermain di ruang/domain yang sama (domain spasial), hanya
posisi piksel yang kadang diubah. Contoh: rotasi, translasi, scaling, invers, shear, dll.
Transformasi jenis ini relatif mudah diimplementasikan dan banyak aplikasi yang dapat
melakukannya (Paint, ACDSee, dll)
Transformasi Ruang
Transformasi ruang merupakan proses perubahan citra dari suatu ruang/domain ke
ruang/domain lainnya, contoh: dari ruang spasial ke ruang frekuensi. Contoh : Ruang vektor.
Salah satu basis yang merentang ruang vektor 2 dimensi adalah [1 0] dan [0 1]. Artinya,
semua vektor yang mungkin ada di ruang vektor 2 dimensi selalu dapat direpresentasikan
sebagai kombinasi linier dari basis tersebut.
Transformasi Fourier merupakan transformasi yang paling terkenal dan banyak digunakan
dalam pengolahan citra. Transformasi ini diperkenalkan oleh Jean Baptiste Joseph Fourier
pada tahun 1807 menemukan bahwa: setiap fungsi periodik (sinyal) dapat dibentuk dari
penjumlahan gelombang-gelombang sinus/cosinus.
Transformasi Fourier membawa suatu citra dari ruang spasial ke ruang frekuensi. Fungsi
basis dari transformasi Fourier adalah berupa fungsi (sinyal) sinus. Melalui transformasi
Fourier, suatu citra (sinyal atau fungsi) dapat dinyatakan sebagai penjumlahan sinyal sinus
atau kosinus dengan amplitude dan frekuensi yang bervariasi. Frekuensi yang dominan
pada suatu sitra dapat diketahui melalui transformasi ini.
Transformasi Fourier yang biasa diterapkan pada data citra (sinyal diskrit) adalah
transformasi Fourier diskrit (Discrete Fourier Transform) dan disingkat dengan DFT
DFT 1 Dimensi
Transformasi Fourier diskrit pada citra 1 dimensi f(x) = (f(0), f(1), f(2),….,f(N-1)) berukuran N,
dengan indeks x bernilai dari 0 sampai dengan N-1, akan menghasilkan citra 1 dimensi
F(u)= (f(0), f(1), f(2),….,f(N-1)), dengan F(u) dapat dinyatakan sebagai berikut:
dalam bentuk:
Citra semula dapat diperoleh kembali dengan menggunakan transformasi Fourier diskrit
balik sebagai berikut.
Hasil transformasi Fourier mengandung bilangan real dan imajiner yang berturut-turut dapat
dinyatakan sebagai (R(u)) dan (I(u)). Cara lain untuk menampilkan hasil transformasi untuk
menghindari bilangan imajiner tersebut adalah menggunakan spektrum (spectrum) dan
sudut (phase) Fourier. Spektrum Fourier (magnitude) dapat dinyatakan sebagai:
Untuk u = 0,1,2,……,N-1
Hubungan antara bilangan real dan imajiner dengan magnitude dan sudut ditunjukkan pada
gambar berikut
Suatu citra 1 dimensi f(x) = (f(f(0), f(1), f(2), f(3)) = (3,4,4,5) dengan N=4, maka DFTnya
dapat dihitung sebagai berikut:
Spektrum Fourier dari contoh soal diatas dapat dihitung sebagai berikut:
PERBAIKAN CITRA
Perbaikan citra bertujuan meningkatkan kualitas tampilan citra untuk pandangan manusia
atau untuk mengkonversi suatu citra agar memiliki format yang lebih baik sehingga citra
tersebut menjadi lebih mudah diolah dengan mesin (computer).
Operasi Titik
Histogram
Histogram citra berkaitan dengan berbagai teknik pengolahan citra, terutama metode-
metode yang tergolong dalam operasi titik.
Histogram citra menunjuk pada histogram dari nilai intensitas pixel. Histogram menampilkan
banyaknya pixel dalam suatu citra yang dikelompokkan berdasarkan nilai intensitas pixel
yang berbeda. Pada citra grayscale 8 bit, terdapat 256 level nilai intensitas yang berbeda
maka pada histogram akan ditampilkan secara grafik distribusi dari masing-masing 256 level
nilai pixel tersebut.
Histogram citra ditampilkan dalam grafik 2D, dengan sumbu x menyatakan nilai intensitas
pixel dan sumbu y menyatakan frekuensi (banyaknya kemunculan) suatu nilai intensitas
pixel.
Proses pembentukan histogram dapat dilakukan dengan memeriksa setiap nilai pixel pada
suatu citra, kemudian hitung banyaknya nilai pixel tersebut dan disimpan dalam memori.
Histogram juga dapat diterapkan untuk citra berwarna, dengan cara memisahkan terlebih
dahulu 3 komponen warna red, green dan blue, kemudian setiap komponen warna dibuat
histogramnya. Histogram citra berwarna uga dapat ditampilkan dalam grafik 3D dengan
salah satu sumbu menyatakan komponen ruang warna.
Penyesuaian kecerahan
Penyesuaian kecerahan merupakan operasi pixel yang paling sederhana. Tingkat
kecerahan suatu citra dapat dilihat dari histogramnya. Semua pixel biasanya terkosentrasi
pada salah satu sisi histogram dengan rentangan gray level tertentu. Semakin dinaikkan
tingkat kecerahan suatu citra maka kosentrasi nilai pixel pada histogram akan bergeser ke
sisi kanan, demikian juga sebaliknya, semakin diturunkan maka kosentrasi nilai pixel pada
histogram akan bergeser ke sisi kiri (Gambar 1)
TUTORIAL MATLAB
MATLAB adalah sebuah bahasa dengan (high-performance) kinerja tinggi untuk komputasi
masalah teknik. Matlab mengintegrasikan komputasi, visualisasi, dan pemrograman dalam
suatu model yang sangat mudah untuk pakai dimana masalah-masalah dan
penyelesaiannya diekspresikan dalam notasi matematika yang familiar.
MATLAB merupakan suatu sistem interaktif yang memiliki elemen data dalam suatu array
sehingga tidak lagi kita dipusingkan dengan masalah dimensi. Hal ini memungkinkan kita
untuk memecahkan banyak masalah teknis yang terkait dengan komputasi, kususnya yang
berhubungan dengan matrix dan formulasi vektor, yang mana masalah tersebut merupakan
momok apabila kita harus menyelesaikannya dengan menggunakan bahasa level rendah
seperti Pascall, C dan Basic.
Nama MATLAB merupakan singkatan dari matrix laboratory. MATLAB pada awalnya ditulis
untuk memudahkan akses perangkat lunak matrik yang telah dibentuk oleh LINPACK dan
EISPACK. Saat ini perangkat MATLAB telah menggabung dengan LAPACK dan BLAS
library, yang merupakan satu kesatuan dari sebuah seni tersendiri dalam perangkat lunak
untuk komputasi matrix.
Dalam lingkungan perguruan tinggi teknik, Matlab merupakan perangkat standar untuk
memperkenalkan dan mengembangkan penyajian materi matematika, rekayasa dan
kelimuan. Di industri, MATLAB merupakan perangkat pilihan untuk penelitian dengan
produktifitas yang tingi, pengembangan dan analisanya.
Fitur-fitur MATLAB sudah banyak dikembangkan, dan lebih kita kenal dengan nama toolbox.
Sangat penting bagi seorang pengguna Matlab, toolbox mana yang mandukung untuk learn
dan apply technologi yang sedang dipelajarinya. Toolbox toolbox ini merupakan kumpulan
Desi Ramayanti, S.Kom, MT
Modul 5 Pengolahan Citra 2012
dari fungsi-fungsi MATLAB (Mfiles) yang telah dikembangkan ke suatu lingkungan kerja
MATLAB untuk memecahkan masalah dalam kelas particular. Area-area yang sudah bisa
dipecahkan dengan toolbox saat ini meliputi pengolahan sinyal, system kontrol, neural
networks, fuzzy logic, wavelets, dan lain-lain.
Memulai Matlab
Perhatikan Dekstop pada layar monitor PC, anda mulai MATLAB dengan melakukan double-
clicking pada shortcut icon MATLAB. Selanjutnya anda akan mendapatkan tampilan
seperti pada Gambar berikut ini.
Sedangkan untuk mengakhiri sebuah sesi MATLAB, anda bisa melakukan dengan dua cara,
pertama pilih File -> Exit MATLAB dalam window utama MATLAB yang sedang aktif, atau
cara kedua lebih mudah yaitu cukup ketikkan type quit dalam CommandWindow.
Pembacaan Image
Pada matlab fungsi untuk melakukan pembacaan image standar yaitu:
imread(‘filename’)
Hasil dari pembacaan imread(‘filename’) bisa berupa matriks dua dimensi jika gambar
yang dibaca adalah gambar grayscale dan matrik 3 dimensi jika berupa gambar 3 dimensi.
%----------menampilkan gambar---------------------
imshow(gambar)
imshow(red)
imshow(green)
imshow(blue)
Terlihat bahwa untuk mengambil nilai piksel merah memiliki indeks 1, warna hijau memiliki
indeks 2 dan warna biru memiliki indeks 3.
Untuk merubah gambar RGB ke gambar grayscale di MATLAB disediakan fungsi khusus
yaitu rgb2gray(matrik_gambar), tetapi kadangkala diinginkan untuk perubahan bentuk
grayscale ini tidak menggunakan fungsi MATLAB yang sudah ada yang merupakan nilai
rata-rata piksel RGB tetapi masing-masing nilai RGB diberi nilai bobot yang berbeda-beda,
hal ini dengan mudah dilakukan dengan menggunakan pemisahan nilai seperti yang telah
dilakukan diatas seperti contoh berikut:
Perlu diperhatikan bahwa imhist hanya dapat digunakan untuk matrik image 1 dimensi
sehingga bila diimplementasikan pada matriks gambar maka hanya berupa matriks merah
saja, hijau saja, biru saja atau grayscale.
imhist(red)
imhist(green)
imhist(blue)
imhist(gray)
contoh Hasil:
Sejarah Prolog
- Prolog singkatan dari Programming in Logic.
- Dikembangkan oleh Alain Colmenraurer dan P.Roussel di Universitas Marseilles
Perancis, tahun1972.
- Prolog populer di Eropa untuk aplikasi artificial intelligence, sedangkan di Amerika
peneliti mengembangkan aplikasi yang sama, yaitu LISP.
Aplikasi Prolog :
- Sistem Pakar (Expert System)
Program menggunakan teknik pengambilan kesimpulan dari data-data yang
didapat, layaknya seorang ahli.
Contoh dalam mendiagnosa penyakit
- Pengolahan Bahasa Alami (Natural Languange Processing)
Program dibuat agar pemakai dapat berkomunikasi dengan komputer dalam
bahasa manusia sehari-hari, layaknya penterjemah.
- Robotik
Prolog digunakan untuk mengolah data masukanyang berasal dari sensor
dan mengambil keputusan untuk menentukan gerakan yang harus dilakukan.
- Pengenalan Pola (Pattern Recognition)
Banyak digunakan dalam image processing, dimana komputer dapat
membedakan suatu objek dengan objek yang lain.
- Belajar (Learning)
Program belajar dari kesalahan yang pernah dilakukan, dari pengamataqn
atau dari hal-hal yang pernah diminta untuk dilakukan.
- Prolog terdiri dari kumpulan data-data objek yang merupakan suatu fakta.
- Fakta dibedakan 2 macam :
o Menunjukkan relasi.
o Menunjukkan milik/sifat.
- Penulisannya diakhiri dengan tanda titik “.”
- Contoh :
Fakta Prolog
Slamet adalah ayah Amin ayah (slamet, amin).
Anita adalah seorang wanita wanita (anita).
Angga suka renang dan tenis suka(angga, renang). dan
suka(angga,tenis).
Jeruk berwarna jingga jngga(jeruk).
Aturan (“Rules”)
Pertanyaan (“Query”)
- Setelah memberikan data-data berupa fakta dan aturan, selanjutnya kita dapat
mengajukan pertanyaan berdasarkan fakta dan aturan yang ada.
- Penulisannya diawali simbol “?-“ dan diakhiri tanda “.”.
- Contoh :
Pertanyaan Prolog dan Jawaban Program
Apakah Tini suka boneka ? ?- suka(tini,boneka).
Yes ……. (jika faktanya Tini suka boneka)
No……..…(jika tidak sesuai fakta).
Apakah yang disukai Tini ? ?- suka(tini,Apa).
Apa=boneka
Siapakah yang suka boneka ? ?- suka(Siapa,boneka).
Siapa=tini
Dari contoh silsilah keluarga di atas :
Siapakah kakek Budi ?
?- kakek(Siapa,budi).
Siapa=slamet
Siapakah cucu Slamet ?
?- kakek(slamet,Cucu).
Cucu=budi ;
Cucu=badu
Predikat (“Predicate”)