Anda di halaman 1dari 181

HUBUNGAN PEMAHAMAN KOSAKATA DAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 16 BANDAR LAMPUNG TAHUN

PELAJARAN 2010/2011

Oleh YENI ZURAIDA

Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA PENDIDIKAN pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDARLAMPUNG 2011

ABSTRAK HUBUNGAN PEMAHAMAN KOSAKATA DAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 16 BANDARLAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2010/2011

Oleh YENI ZURAIDA

Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah hubungan pemahaman kosakata dan kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas X SMA Negeri 16 Bandarlampung tahun pelajaran 2010/2011. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemahaman kosakata dan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas X SMA Negeri 16 Bandarlampung tahun pelajaran 2010/2011.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional. Hipotesis penelitian ini adalah ada hubungan yang positif dan signifikan antara pemahaman kosakata dan kemampuan membaca pemahaman. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 16 Bandarlampung tahun pelajaran 2010/2011 berjumlah 200 orang. Sampel penelitian ini sebesar 20% dari jumlah populasi sehingga jumlah sampel 40 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data variabel pemahaman koskaata dan variabel kemampuan membaca pemahaman adalah berbentuk tes objektif. Pada uji coba instrumen, penulis menguji validitas dengan menggunakan rumus korelasi

product moment dan reliabilitas dengan rumus K-R 21. Untuk pengujian hipotesis, penulis memakai rumus korelasi product moment yang penghitungannya

menggunakan program SPSS.12.0 for Windows. Berdasarkan hasil analisis data teruji bahwa r hitung lebih besar (>) dari r tabel, yaitu 0,806 > 0,312 (hasil dari intervolasi pada taraf kebermaknaan =0,05 dengan n=40). Dengan demikian, Ha diterima dan Ho ditolak, atau juga dapat dilihat dari probabilitas (sig. 2-tailed) yaitu 0,000 kurang dari (<) 0,05. Berdasarkan hasil penghitungan ini dapat disimpulkan ada hubungan antara pemahaman kosakata dengan kemampuan membaca pemahaman. Besarnya nilai r =0,806 dan setelah dikonsultasikan dengan tabel interpretasi, maka hubungan antara pemahaman kosakata dan kemampuan membaca pemahaman adalah termasuk dalam kategori kuat.

Judul Skripsi

: HUBUNGAN ANTARA PEMAHAMAN KOSAKATA DENGAN KEMAMPUAN MEMMBACA PEMAHAMAN PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 16 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2010/2011 : Yeni Zuraida

Nama Mahasiswa

No. Pokok Mahasiswa : 0743041044 Jurusan Program Studi Fakultas : Pendidikan Bahasa dan Seni : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

MENYETUJUI 1. Komisi Pembimbing

Dr. Siti Samhati, M.Pd. NIP 19620829 198803 2 001

Dr. Mulyanto Widodo, M.Pd. NIP 19620203 198811 1 001

2. Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni

Drs. Imam Rejana, M.Si. NIP 19480421 197803 1 004

MENGESAHKAN 1. Tim Penguji Ketua : Dr. Siti Samhati, M.Pd. .

Sekretaris

: Dr. Mulyanto Widodo, M.Pd. .

Penguji Bukan Pembimbing

: Drs. Iqbal Hilal, M.Pd.

2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Dr. H. Bujang Rahman, M.Si. NIP 19600315 198503 1 003

Tanggal Lulus Ujian Skripsi : 4 Juli 2011

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Bandar Lampung pada tanggal 20 Maret 1987, anak pertama dari dua bersaudara, puteri dari Bapak Achmad Yani dan Ibu Nina Mulyani. Pendidikan yang telah penulis tempuh adalah Taman Kanak-kanak Kartika Jaya diselesaikan pada tahun 1993. Sekolah Dasar Negeri 02 Tanjung Gading diselesaikan pada tahun 1999. Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bandar Lampung diselesaikan pada tahun 2002. Sekolah Menengah Atas Negeri 9 Bandar Lampung diselesaikan pada tahun 2005.

Tahun 2007 penulis terdaftar sebagai mahasiswa pada Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung melalui Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur (Non-SPMB). Pada tahun 2010 semester 6 penulis melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke Yogyakarta, Semarang, dan Bali. Pada tahun 2011 semester genap, penulis melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA Budaya Bandar Lampung.

MOTO

Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudaratan, maka hanya kepada-Nya lah kamu meminta pertolongan (Q.S. An Nahl: 53) Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya; hidup di tepi jalan dan dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah. (Abu Bakar Sibli) Kita berdoa kalau kesusahan dan membutuhkan sesuatu, mestinya kita juga berdoa dalam kegembiraan besar dan saat rezeki melimpah. (Kahlil Gibran)

PERSEMBAHAN

Dengan penuh rasa syukur dan bahagia atas segala rahmat yang telah diberikan Allah Subhanahuwataalla penulis mempersembahkan karya tulis ini kepada orang-orang yang terkasih berikut ini. 1. Bapak Achmad Yani dan Ibu Nina Mulyani tercinta yang telah mengasuh, membesarkan, mendidik, serta selalu berdoa dan menanti keberhasilanku. 2. Suamiku tercinta Arief Fakhrudin, S.Sos. yang selalu mencintai dan menjadi imamku. 3. Anakku tersayang Naila Khansa Arkana Fakhrudin yang selalu menjadi penyemangatku. 4. 5. Bapak Hairuddin, S.Sos. dan Ibu Aini Nur, S.Pd., M.M. tercinta yang selalu berdoa dan menanti keberhasilanku. 6. 7. Adik-adikku tersayang: Keni, Deni, Nadia, Tasya. Seluruh keluargaku yang telah banyak membantu baik moril dan spiritual serta dorongan dan semangat demi kelancaran studiku. 8. Almamater tercinta yang telah mendewasakan.

SANWACANA

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah Subhanahuwataalla yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penyusunan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk mencapai gelar sarjana pada Program Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung.

Penulis telah banyak menerima bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak dalam proses penyusunan skripsi ini. Oleh karena itu, sebagai wujud rasa hormat penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak berikut. 1. Dr. Siti Samhati, M.Pd. selaku dosen pembimbing I dan sekaligus Pembimbing Akademik yang telah membimbing penulis dalam

menyelesaikan skripsi ini dengan penuh kebijakan dan kesabaran. 2. Dr. Mulyanto Widodo, M.Pd. selaku dosen pembimbing II yang telah membantu membenahi skripsi ini dengan penuh kepedulian dan kesabaran hingga skripsi selesai ditulis. 3. Drs. Iqbal Hilal, M.Pd. selaku Penguji Utama yang telah memberikan saran demi kesempurnaan dalam penulisan skripsi ini.

4.

Dr. Edi Suyanto, M.Pd. selaku Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah.

5.

Dr. H. Bujang Rahman, M.Si. selaku Dekan FKIP Universitas Lampung.

6.

Bapak dan Ibu dosen, staf T.U serta karyawan pada Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Lampung.

7.

Bapak dan Ibu tercinta, terima kasih untuk semua doa, dukungan, kesabaran, dan kasih sayang yang telah diberikan pada penulis.

8.

Suami dan anakku tercinta, terima kasih untuk semua dukungan, semangat, dan doanya untuk penulis.

9.

Adik-adiku tersayang, terimakasih atas semangat dan doanya.

10. Keluarga besarku yang menantikan kelulusanku dengan memberikan dorongan, semangat, dan doanya. 11. Sahabat-sahabatku tercinta dan terkasih: Akhmad Yugoyekti, May Dwi Wijayanto, Reza Pratama, Gustira Putri, S.Pd., Putri Aldila Yulianti, S.P., Resi Indres Wari, S.P., Esy Revi, S.Pd., Meti Natapalia, A.Md. 12. Kepala Sekolah SMA Negeri 16 Bandar Lampung atas izin yang diberikan pada penulis untuk melakukan penelitian. 13. Lingga Sepitanila, S.Pd., selaku guru bidang studi Bahasa Indonesia di SMA Budaya Bandar Lampung yang telah membantu penulis dalam melaksanakan PPL. 14. Teman-teman PPL di SMA Budaya Bandar Lampung, Pupung, Yuliantari, Nina Apriawati, Ijal, Dewi, Fara, terima kasih buat kenangan indah yang telah kalian berikan. 15. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam proses penyelesaian skripsi ini tanpa terkecuali, yang tidak dapat ditulis satu persatu.

Semoga ketulusan dan kebaikan bapak, ibu, serta rekan-rekan mendapat pahala dari Allah Subhanahuwataala (amin ya rabbal alamin). Penulis berharap skripsi dapat bermanfaat untuk kemajuan pendidikan, khususnya Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah.

Bandarlampung, Penulis,

Juni 2011

Yeni Zuraida

DAFTAR ISI

Halaman ABSTRAK i LEMBAR PENGESAHAN . iii RIWAYAT HIDUP ..... iv MOTTO v PERSEMBAHAN vi KATA PENGANTAR . vii DAFTAR ISI .... x DAFTAR TABEL .... xiii DAFTAR GAMBAR xiv I. PENDAHULUAN 1.1 1.2 1.3 1.4 1.4.1 1.4.2 1.5 . 1 1 4 4 5 5 5 6

Latar Belakang Masalah .... Rumusan Masalah . Tujuan Penelitian .. Manfaat Penelitian . Manfaat Teoretis . Manfaat Praktis .. Ruang Lingkup Penelitian .....

II. LANDASAN TEORI

. 7

2.1 Hakikat Membaca . 7 2.1.1 Pengertian Membaca .. 7 2.1.2 Tujuan Membaca .... 9 2.1.3 Jenis-jenis Membaca .... 11 2.2 Hakikat Membaca Pemahaman ....... 13 2.2.1 Tujuan Membaca Pemahaman ... 14 2.2.2 Aspek-Aspek Membaca Pemahaman ... 15 2.3 Hakikat Pemahaman Kosakata . 22 2.3.1 Semantik dan Kosakata .. 23 2.3.1.1 Sinonim dalam Pemahaman Kosakata 23 2.3.1.2 Antonim dalam Pemahaman Kosakata 24 2.3.1.3 Homonim dalam Pemahaman Kosakata .. 25 2.3.1.4 Hipernim dan Hiponim dalam Pemahaman Kosakata . 26 2.3.1.5 Polisemi dalam Pemahaman Kosakata 27 2.4 Pemahaman Kosakata . 28 2.5 Kerangka Pikir Hubungan Antara Pemahaman Kosakata Kemampuan Membaca Pemahaman .. 28 2.6 Hipotesis ..... 30

III. METODE PENELITIAN . 3.1 Metode Penelitian . 3.2 Populasi dan Sampel . 3.2.1 Populasi .. 3.2.2 Sampel 3.3 Teknik Pengumpulan Data .. 3.3.1 Tes Kemampuan Membaca Pemahaman .. 3.3.2 Tes Pemahaman Kosakata . 3.4 Uji Coba Instrumen . 3.4.1 Validitas .. 3.4.1.1 Data Hasil Analisis Butir Soal Pemahaman Kosakata ... 3.4.1.2 Data hasil Analisis Butir Soal Kemampuan Membaca Pemahaman . 3.4.2 Reliabilitas .. 3.5 Teknik Analisis Data . 3.6 Tolok Ukur Penilaian .. 3.7 Pengujian Persyaratan Analisis Data .. 3.7.1 Pengujian Distribusi Normalitas .. 3.7.2 Pengujian Homogenitas . 3.8 Pengujian Kelinieran .. 3.9 Pengujian Regresi Linier . 3.10 Pengujian Hipotesis IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 4.2 4.2.1 4.2.2 4.3 4.3.1 4.3.2 4.4 4.4.1 4.5 4.6 4.6.1 4.6.2 4.6.3

31 31 32 32 33 34 34 36 38 38 40 41 42 44 45 45 45 47 48 49 50

51 51 51 52 53 55 55 58 59 60 61 62 62 64 65

Hasil Deskripsi Data .. Data Variabel Pemahaman Kosakata Data Variabel Kemampuan Membaca Pemahaman . Pengujian Persyaratan Analisis Data Pengujian Distribusi Normalitas ... Pengujian Homogenitas ... Pengujian Kelinieran .... Pengujian Regresi Linier .. Pengujian Hipotesis .. Pembahasan .. Data Variabel Pemahaman Kosakata Data Variabel Kemampuan Membaca Pemahaman . Hubungan antara Pemahaman kosakata dengan Kemampuan Membaca Pemahaman ...

V.

SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN 5.1 5.2 5.3

. 67

Simpulan . 67 Implikasi .. 68 Saran 69 ........................................................................... 70

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN 1. INSTRUMEN PENELITIAN 2. PENGOLAHAN DATA HASIL UJI COBA INSTRUMEN 3. DESKRIPSI DATA PENGUASAAN TANDA BACA DAN PEMAHAMAN BACAAN 4. DISTRIBUSI DATA PENELITIAN 5. PENGHITUNGAN PENGUJIAN DATA PENELITIAN 6. HASIL KERJA SISWA DAN SURAT KETERANGAN

DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Populasi Penelitian .... 32 Tabel 3.2 Sampel Penelitian 33 Tabel 3.3 Indikator Penilaian dan Kisi-Kisi Soal Kemampuan Membaca Pemahaman . 36 Tabel 3.4 Indikator Penilaian dan Kisi-Kisi Soal Pemahaman Kosakata.. 37 Tabel 3.5 Data Analisis Butir Soal Pemahaman Kosakata . 40 Tabel 3.6 Data Analisis Butir Soal kemampuan Membaca Pemahaman .. 41 Tabel 3.7 Tolok Ukur Penilaian 45 Tabel 3.8 Pedoman Interpretasi Koefisien Korelasi 50 Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Hasil Tes Pemahaman Kosakata .. 52 Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Hasil Tes Kemampuan Membaca Pemahaman . 54 Tabel 4.3 Hasil Uji Normalitas Data Pemahaman Kosakata dan Kemampuan Membaca Pemahaman . 56 Tabel 4.4 Hasil Uji Homogenitas Data Pemahaman Kosakata dan Kemampuan Membaca pemahaman . 59 Tabel 4.5 Hasil Uji Regresi Linier Data Pemahaman Kosakata dan Kemampuan Membaca Pemahaman . 60 Tabel 4.6 Hasil Uji Korelasi Data Pemahaman Kosakata dan Kemampuan Membaca pemahaman . 63 Tabel 4.7 Tingkat Pemahaman Kosakata .. 61 Tabel 4.9 Tingkat kemampuan Membaca Pemahaman 64

DAFTAR GAMBAR Gambar 4.1 Diagram Distribusi Frekuensi Pemahaman Kosakata ... Gambar 4.2 Diagram Distribusi Frekuensi Kemampuan Membaca Pemahaman Gambar 4.3 Distribusi Skor Pemahaman Kosakata . Gambar 4.4 Distribusi Skor Kemampuan Membaca Pemahaman . Gambar 4.5 Diagram Persentase Pemahaman Kosakata .. Gambar 4.6 Diagram Persentase Kemampuan Membaca Pemahaman Gambar 4.7 Diagram Persentase Kontribusi Pemahaman Kosakata Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman ... Halaman 53 55 57 58 63 64 66

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Membaca merupakan salah satu aspek dari keterampilan berbahasa yang perlu dimiliki oleh siswa. Melalui membaca siswa bisa mendapatkan informasi, ilmu, pikiran, gagasan, dan pengalamannya. Salah satu bentuk keterampilan yang dihasilkan dari membaca adalah siswa memiliki kemampuan membaca pemahaman. Dalam hal membaca pemahaman, banyak faktor yang perlu diperhatikan seperti; kosakata, tanda baca, dan struktur kalimatnya. Tanpa memperhatikan faktor-faktor tersebut, pemahaman terhadap suatu bacaan yang dihasilkan akan menjadi kurang berkualitas. Pemahaman terhadap suatu bacaan merupakan hasil gagasan atau pikiran yang yang akan dimiliki oleh pembaca ketika ia memiliki kemampuan membaca pemahaman yang baik. Dengan demikian, akan terjadi hubungan komunikasi antara pemakai bahasa, yakni antara penulis dan pembaca. Kaidah-kaidah bahasa yang harus dipatuhi oleh pembaca, salah satunya yaitu kosakata. Membaca merupakan salah satu aspek penting dari empat aspek keterampilan berbahasa yang harus dimiliki siswa. Empat aspek keterampilan berbahasa tersebut yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Secara karakteristik, keempat keterampilan itu berdiri sendiri, tetapi dalam penggunaan bahasa sebagai proses komunikasi, tidak dapat

dipisahkan satu dengan yang lain. Hal ini menujukkan bahwa bahasa merupakan keterpaduan dari berbagai aspek. Demikian pula halnya dengan keterampilan siswa dalam membaca pemahaman, siswa diharapkan mempunyai pemahaman kosakata yang baik, agar dapat dengan mudah memahami gagasan atau pikiran dari apa yang dibacanya. Adapun salah satu hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman itu adalah dengan memperkaya kosakata. Kosakata merupakan komponen bahasa yang memuat informasi tentang makna dan pemakaian dalam bahasa. Menurut Tarigan (1985 : 122) ada dua cara yang dapat dilakukan untuk memiliki kosakata secara efektif yaitu melalui pengalaman dan bacaan. Kemampuan membaca pemahaman merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang sangat penting untuk dikuasai siswa. Seperti yang dicantumkan pada Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Bab V Standar Kompetensi Lulusan pasal 25 Ayat (3) dijelaskan bahwa kompetensi lulusan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia menekankan pada kemampuan membaca dan menulis sesuai dengan jenjang pendidikan (Depdiknas, 2006 : 1). Hal ini dikarenakan keterampilan ini memiliki keterkaitan antara daya pikir (kognitif) dengan keterampilan (psikomotorik). Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP) Bahasa Indonesia, juga dikatakan secara tegas bahwa tujuan instruksional umum pengajaran membaca ialah agar siswa mampu membaca secara sistematis dan logis. Dengan tujuan itu siswa diharapkan dapat memahami berbagai tulisan untuk mendapatkan informasi, pengalaman, gagasan, pesan, perasaan, dan pendapat secara tertulis.

Salah satu tujuan pembelajaran membaca di SMA adalah siswa diharuskan memiliki kemampuan dalam membaca pemahaman. Pemahaman kosakata tidak hanya membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman tetapi juga membantu meningkatkan keterampilan berbahasa, seperti berbicara dan menulis. Suatu bacaan harus bersifat meyakinkan, mengajak, dan memengaruhi pembaca, oleh sebab itu suatu bacaan haruslah diungkapkan dengan menggunakan kalimat yang jelas, logis, sistematis dengan diperkaya oleh kosakata yang benar dan tepat dalam tulisannya sehingga pembaca akan mudah untuk mendapatkan informasi. Berdasarkan pendapat di atas, tersirat betapa pentingnya pemahaman kosakata terhadap kegiatan membaca pemahaman yang di lakukan di sekolah. Hal ini juga dipertegas dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMA tahun 2006, mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X semester 2. Standar kompetensi : (membaca) Memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca nyaring. Kompetensi dasar : Menemukan perbedaan paragraf induktif dan deduktif melalui kegiatan membaca intensif Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Ismaryati dengan judul skripsi Hubungan Penguasaan Kosakata dengan Kemampuan Menyusun Karangan Argumentasi Pada Siswa Kelas XI Cawu I SMU Adiguna Bandarlampung Tahun Pelajaran 2003/2004 menunjukkan hasil penelitian dalam penguasaan kosakata tergolong kurang, sedangkan dalam menyusun karangan argumentasi tergolong cukup. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Maryani dengan judul skripsi Hubungan Kebiasaan Membaca dengan

Kemampuan Memahami Cerita Pendek Siswa Kelas X SMA Negeri 5 Bandarlampung Tahun Pelajaran 2009/2010 menunjukkan hasil penelitian tergolong baik. Oleh sebab itu, penulis tertarik untuk meneliti Hubungan Pemahaman Kosakata dan Kemampuan Membaca Pemahaman Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 16 Bandarlampung Tahun Pelajaran 2010/2011 dengan menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 dan tentunya mengharapkan hasil yang lebih baik dari penelitian terdahulu. 1.2 Rumusan Masalah Untuk memperjelas penelitian ini, penulis merumuskan masalah penelitian sebagai berikut, apakah terdapat hubungan pemahaman kosakata dan kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas X SMA Negeri 16 Bandarlampung tahun pelajaran 2010/2011? 1.3 Tujuan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk : 1. mengetahui tingkat kemampuan pemahaman kosakata pada siswa kelas X SMA Negeri 16 Bandarlampung tahun pelajaran 2010/2011; 2. mengetahui tingkat kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas X SMA Negeri 16 Bandarlampung tahun pelajaran 2010/2011; 3. menguji ada atau tidaknya hubungan pemahaman kosakata dan kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas X SMA Negeri 16 Bandarlampung tahun pelajaran 2010/2011. 1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi penelitian di bidang kebahasaan, khususnya pemahaman kosakata dan kemampuan membaca pemahaman sehingga penelitian ini dapat memberikan sumbangan bagi para peneliti selanjutnya dalam pengembangan teori pemahaman kosakata dan kemampuan membaca pemahaman. 1.4.2 Manfaat Praktis

Secara praktis, manfaat dari penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu manfaat bagi guru mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia dan pembaca. a. Bagi guru mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMA Negeri 16 Bandar lampung, penelitian ini berguna sebagai informasi atau gambaran tentang tingkat kemampuan siswa kelas X dalam pemahaman kosakata dan kemampuan membaca pemahaman serta menambah pengetahuan siswa kelas X dalam hal pemahaman kosakata dan membaca pemahaman. b. Bagi pembaca, penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang membaca pemahaman dan keterkaitannya dengan pemahaman kosakata. 1.5 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 16 Bandarlampung tahun pelajaran 2010/2011. 2. Objek penelitian adalah hubungan pemahaman kosakata dengan kemampuan membaca pemahaman. a. Pemahaman kosakata (sinonim, antonim, homograf, homofon, hiponim, hipernim, homonim, dan polisemi).

b. Kemampuan membaca pemahaman: (a) kemampuan memahami makna kata, ungkapan, kalimat, (b) kemampuan menangkap informasi dalam kalimat, (c) kemampuan menentukan kalimat utama, (d) kemampuan menyimpulkan isi bacaan, (e) kemampuan menentukan fakta atau opini dalam bacaan.

II. LANDASAN TEORI

2.1 Hakikat Membaca 2.1.1 Pengertian Membaca Membaca adalah salah satu proses kejiwaan yang sangat rumit yang berlangsung pada diri pembaca. Pada dasarnya pembaca merekontruksi amanat atau isi yang tersurat dan yang tersirat dalam bacaan yang dihadapinya. Silitonga (1984 : 8). Membaca adalah proses yang dilakukan serta digunakan seseorang untuk memeroleh kesan-kesan yang dikehendaki, yang disampaikan penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis Tarigan, dkk, (1990 : 103). Kridalaksana (2008 : 15) menyatakan bahwa membaca merupakan keterampilan mengenal dan memahami bahasa tulisan dalam bentuk urutan lambang-lambang grafis dan perubahannya menjadi wicara bermakna dalam bentuk pemahaman diam-diam atau pengujaran keras-keras. Endang dalam Tarigan, dkk, (1990 : 133) mengemukakan bahwa membaca

adalah aktivitas pencarian informasi melalui lambang-lambang tertulis. Membaca adalah suatu proses menalar. Dengan membaca kita mencoba mendapatkan dan memproses informasi hingga mengendap menjadi sebuah pengetahuan. Dan

pengetahuan itu sendiri akhirnya menjadi satu dasar untuk perubahan kehidupan, memperlihatkan eksistensi, berjuang mempertahankan hidup, dan

mengembangkannya dalam bentuk sains dan teknologi sebagai kebutuhan hidup manusia. Sementara itu, Sujaya dalam Tarigan, dkk, (1990 : 192) juga mengemukakan bahwa membaca mengandung pengertian sebagai suatu proses penafsiran dan pemberian makna terhadap lambang-lambang oleh seseorang (pembaca) dalam usaha memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui kata-kata yang berupa tulisan. Tarigan (1979 : 7) mengemukakan bahwa membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis. Pada halaman selanjutnya beliau juga menjelaskan bahwa ...membaca pun dapat pula diartikan sebagai suatu metode yang kita gunakan untuk berkomunikasi dengan diri kita sendiri dan kadang-kadang dengan orang lain, yaitu mengomunikasikan makna yang terkandung atau tersirat pada lambang-lambang tertulis. Tarigan (1979 : 8). Hugson dalam tarigan (1990 : 7) mengemukakan bahwa membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis. Hardjono (1988) berpendapat bahwa membaca merupakan suatu aktivitas komunikatif yang memunyai hubungan timbal balik antara pembaca dengan isi teks bacaan. Menurut Burhan (1981: 90), membaca adalah perbuatan yang dilakukan berdasarkan kerja sama beberapa keterampilan, yaitu memahami, mengamati, dan memikirkan. Selanjutnya Godman dan Niles dalam Nurhadi (1987 : 222) menyatakan bahwa membaca pada hakikatnya merekonstruksi isi yang tersirat dan

tersurat dalam bacaan yang dibaca. Dari segi linguistik, membaca adalah suatu penyandian kembali dan pembacaan sandi (a recording and decoding process). Sebuah pembacaan sandi adalah menghubungkan kata-kata tulis dengan makna bahasa lisan yang mencakup pengubahan tulisan atau cetakan menjadi bunyi yang bermakna Anderson dalam Tarigan (1990 : 77). Semi (1993 : 100) mengemukakan bahwa membaca tidak lain dari usaha untuk mendapatkan sesuatu yang ingin diketahui, mempelajari sesuatu dari yang ingin dilakukan atau mendapatkan kesenangan dan pengetahuan dari suatu tulisan. Membaca adalah melihat sambil melisankan suatu tulisan dengan tujuan ingin mengetahui isinya (Purwadarminta, 1993 : 71). 2.1.2 Tujuan Membaca

Anderson dalam Tarigan (1986 : 9) mengemukakan bahwa tujuan utama dalam membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, dan memahami makna bacaan. Berikut ini beberapa tujuan dalam membaca. a. Membaca untuk menemukan atau mengetahui penemuan-penemuan yang telah dilakukan oleh sang tokoh; sesuatu yang telah dibuat oleh sang tokoh; hal yang telah terjadi pada tokoh khusus, atau untuk memecahkan masalah-masalah yang dibuat oleh sang tokoh. Membaca seperti ini disebut membaca untuk memperoleh perincian-perincian atau fakta-fakta dalam bacaan. b. Membaca untuk mengetahui topik yang baik dan menarik, masalah yang terdapat dalam cerita, yang dipelajari atau yang dialami sang tokoh, dan

merangkum hal-hal yang dilakukan oleh sang tokoh untuk mencapai tujuannya. Membaca seperti ini disebut membaca untuk memperoleh ide-ide utama. c. Membaca untuk menemukan yang terjadi pada setiap bagian cerita, sesuatu yang terjadi pada mula-mula pertama, kedua, ketiga atau seterusnya, setiap tahap dibuat untuk memecahkan suatu masalah, adegan dan kejadian, dibuat dramatisasi. Ini disebut membaca untuk mengetahui urutan atau susunan,

organisasi cerita. d. Membaca untuk menemukan serta mengetahui perasaan para tokoh seperti yang hendak diperlihatkan oleh sang pengarang kepada para pembaca, ketika para tokoh berubah, kualitas-kualitas yang dimiliki para tokoh yang membuat mereka berhasil atau gagal. membaca inferensi. e. Membaca untuk menemukan serta mengetahui sesuatu yang tidak wajar mengenai seorang tokoh, hal yang lucu dalam cerita, atau cerita itu benar atau tidak benar. Ini disebut membaca untuk mengelompokkan, membaca untuk mengklasifikasikan. f. Membaca untuk menemukan sang tokoh berhasil atau hidup dengan ukuranukuran tertentu, kita ingin berbuat seperti yang diperbuat oleh sang tokoh, atau bekerja seperti cara sang tokoh bekerja dalam cerita itu. Ini disebut membaca menilai, membaca mengevaluasi. g. Membaca untuk menemukan cara sang tokoh berubah, ketika hidupnya berbeda dari kehidupan yang kita kenal, pada saat dua cerita mempunyai persamaan, dan sang tokoh menyerupai pembaca. membandingkan atau menentangkan. Ini disebut membaca untuk Ini disebut membaca untuk menyimpulkan,

2.1.3

Jenis-Jenis Membaca

Tarigan (1979 : 13) menyebutkan jenis-jenis membaca sebagai berikut. A. Membaca nyaring adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang merupakan alat bagi guru, murid, ataupun pembaca bersama-sama dengan orang lain atau pendengar untuk menangkap serta memahami informasi, pikiran dan perasaan seseorang pengarang. B. Membaca dalam hati yaitu membaca dengan hanya menggunakan ingatan visual, yang melibatkan pengaktifan mata dan ingatan. Membaca dalam hati terbagi atas dua, yaitu membaca ekstensif dan intensif. a. Membaca ekstensif berarti membaca secara luas dengan objek sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat mungkin. ekstensif meliputi: 1) membaca survei sebelum kita mulai membaca maka biasanya pembaca akan meneliti terlebih dahulu apa-apa yang akan ditelaah atau dibaca; 2) membaca sekilas atau skimming adalah sejenis membaca yang membuat mata kita bergerak dengan cepat melihat, memperhatikan bahan tertulis untuk mencari serta mendapatkan informasi, penerangan; 3) membaca dangkal bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang dangkal yang bersifat luaran, yang tidak mendalam dari suatu bahan bacaan. Membaca

b. Membaca intensif adalah studi seksama, telaah teliti, dan penanganan terperinci yang dilaksanakan di dalam kelas. meliputi: 1) membaca telaah isi terbagi atas: a) membaca teliti, membaca teliti ini menuntut suatu pemutaran atau pembalikan pendidikan yang menyeluruh; b) membaca pemahaman merupakan dasar bagi membaca kritis; c) membaca kritis adalah membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh tenggang hati, mendalam, evaluatif, serta analitis, dan bukan hanya mencari kesalahan; dan d) membaca ide adalah sejenis kegiatan membaca yang ingin mencari, memperoleh serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat pada bacaan. 2) membaca telaah bahasa terbagi atas: a) membaca bahasa asing, tujuan utama pada membaca bahasa ini adalah memperbesar daya kata dan mengembangkan kosa kata; b) membaca sastra, apabila seorang pembaca dapat mengenal serta mengerti seluk-beluk bahasa dalam suatu karya sastra semakin mudahlah dia memahami keindahannya. Untuk mendapat gambaran yang lebih jelas mengenai jenis-jenis membaca yang telah dikemukakan di atas perhatikanlah skema berikut ini. maka Membaca intensif

isinya serta menikmati

Skema Jenis-Jenis Membaca


Membaca Nyaring Membaca Membaca Dalam Hati Membaca Intensif Membaca Telaah Bahasa Membaca Ekstensif Membaca Survei Membaca Sekilas Membaca Dangkal Membaca Teliti Membaca Membaca Pemahaman Telaah Isi Membaca Ide-Ide Membaca Bahasa Membaca Sastra

2.2

Hakikat Membaca Pemahaman

Pemahaman dalam pengajaran bahasa diartikan sebagai kemahiran berbahasa dasar berupa kemampuan untuk membaca dan memahami tulisan (Kridalaksana, 1984 : 142). Membaca pemahaman adalah membaca yang mengutamakan isi bacaan sebagai ungkapan pikiran atau perasaan kehendak penulis serta untaian unsur bahasa yang ada di dalamnya (Tarigan,1989 : 14). Menurut Soedarso (2005 : 58) membaca pemahaman adalah proses membaca yang bertujuan untuk mengerti ide pokok, detail yang penting dan seluruh pengertian. Pendapat lain menyatakan bahwa membaca pemahaman adalah kegiatan yang bertujuan memperoleh pemahaman dan penafsiran yang memadai terhadap makna-makna yang terkandung di dalam lambang-lambang tertulis Bond dkk dalam Tarigan (1987 : 42). Lado dalam Samhati (2003) juga menambahkan bahwa membaca pemahaman adalah aktivitas pemahaman arti dalam suatu bahasa melalui tulisan atau bacaan. Pendapat ini menekankan pada dua hal pokok, yaitu bahasa dan simbol grafis. Orang-orang yang telah menguasai bahasa dan simbol grafislah yang dapat

melakukan pemahaman terhadap bacaan. Sebab informasi tersebut disajikan oleh penulis melalui tulisan atau bacaan. Secara garis besar, proses berlangsungnya membaca pemahaman adalah sebagai berikut. 1) 2) Pengamatan dan pemahaman terhadap lambang-lambang bahasa. Pemahaman dan penangkapan makna yang tersembunyi dibalik lambanglambang tersebut, baik makna pokok maupun makna tambahan. 3) 4) Bereaksi terhadap pengertian yang diperoleh, baik positif maupun negatif. Mengintegrasikan dan mengidentifikasikan pengertian atau gagasan tersebut dengan keseluruhan pengalaman dan pengetahuan, yang akhirnya

berpengaruh terhadap individu yang bersangkutan dalam wujud pengayaan, pengalaman, perubahan sikap, cara berpikir dan pembinaan kepribadian (Sirait, 1984 : 10). Dari beberapa pendapat tersebut, penulis mengacu pada pendapat Lado dalam Samhati (2003) bahwa membaca pemahaman adalah aktivitas pemahaman arti dalam suatu bahasa melalui tulisan atau bacaan. Pendapat ini menekankan pada dua hal pokok, yaitu bahasa dan simbol grafis. 2.2.1 Tujuan Membaca Pemahaman

Tarigan (1990 : 9) mengemukakan bahwa tujuan utama membaca pemahaman adalah untuk memahami standar-standar atau norma-norma (literary standars), resensi kritis (critical review), drama tulis (printed drama) dan pola-pola fiksi (patterns of fiction). Menurut Franqoise dalam Samhati (2003), tujuan membaca pemahaman adalah membaca untuk mendapatkan informasi dan membaca untuk pemahaman,

membaca untuk mengerti atau memahami isi atau pesan yang terkandung dalam bacaan seefisien mungkin, membaca untuk kesenangan, dan untuk memperoleh sesuatu atau membuat sesuatu dengan informasi yang diperoleh. Selanjutnya, Subyakto (1992 : 113) menyatakan bahwa ada tiga butir terpenting dari tujuan membaca, yaitu membaca untuk memperoleh keterampilan atau informasi baru (pemahaman isi atau pesan); membaca untuk teknik (keterampilan membaca); dan membaca untuk belajar bahasa, yaitu meningkatkan pengetahuan tentang bahasa dan kemampuan dalam menggunakan bahasa. Pembaca harus memiliki kemampuan pemahaman agar mudah memperoleh apa yang diinginkan dalam aktivitas membaca tersebut (Nicolas dalam Samhati, 2003). Dari beberapa pendapat di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa tujuan dari membaca adalah untuk mendapatkan informasi secara faktual yang dapat mengembangkan pengetahuan seseorang. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan tersebut peran guru akan turut menentukan keberhasilan siswa dalam pembelajaran membaca di sekolah. 2.2.2 Aspek-Aspek dalam Membaca Pemahaman

Menurut Safieie (1993 : 48) membaca pemahaman meliputi empat tingkatan. 1) Pemahaman Literal Pemahaman secara literal adalah keterampilan memahami isi bacaan yang tertulis melalui arti kata, kalimat serta paragraf dalam bacaan. Pemahaman literal ini hanya menuntut kemampuan ingatan yaitu mengenai apa yang tertulis dalam teks bacaan. 2) Pemahaman interpretatif

Pemahaman secara interpretatif adalah pemahaman isi bacaan yang secara tidak langsung dinyatakan dalam teks bacaan. Pemahaman ini menuntut pembaca agar mampu menafsirkan fakta dan informasi dalam bacaan. 3) Pemahaman kritis Pemahaman secara kritis adalah pemahaman isi bacaan yang dilakukan pembaca dengan berpikir secara kritis terhadap bacaan. Dengan pemahaman ini pembaca tidak saja menginterpretasikan maksud penulis, tetapi juga memberikan penilaian terhadap apa yang disampaikan oleh penulis. 4) Pemahaman kreatif Pemahaman secara kreaatif adalah pemahaman bacaan yang dilakukan dengan membaca melalui berpikir secara interpretatif dan kritis untuk memperoleh padangan-pandangan baru, gagasan-gagasan baru, gagasan yang segar dan pemikiran-pemikiran yang orasional. Seseorang akan memiliki kemampuan membaca pemahaman dengan baik apabila mereka mengetahui aspek-aspek yang terdapat dalam membaca. Tarigan secara garis besar membagi aspek-aspek membaca dalam dua bagian: a. keterampilan yang bersifat mekanis, meliputi 1. pengenalan bentuk dan huruf; 2. pengenalan unsur-unsur linguistik (fonem/grafem, kata, frasa, pola klausa, kalimat); 3. pengenalan hubungan atau korespondensi pola ejaan dan bunyi; dan 4. kecepatan membaca bertahap lambat. b. keterampilan yang bersifat pemahaman, meliputi 1. memahami pengertian sederhana (leksikal,gramatikal,retorikal);

2. memahami signifikasi atau makna; 3. evaluasi atau penilaian (isi dan bentuk); dan 4. kecepatan membaca yang fleksibel, yang mudah disesuaikan dengan keadaan (Tarigan, 1990 : 11). Adapun aspek-aspek membaca pemahaman sebagai berikut. a. Memahami pengertian-pengertian sederhana, yang mencakup 1. kemampuan memahami kata-kata atau istilah, baik secara leksikal maupun secara gramatikal yang terdapat di dalam suatu bacaan; dan 2. kemampuan memahami pola-pola kalimat, bentuk-bentuk kata, dan susunan kalimat-kalimat panjang yang sering dijumpai dalam tulisan. b. Memahami signifikasi atau makna, mencakup 1. kemampuan memahami ide-ide pokok pengarang; 2. kemampuan mengaplikasi isi karangan dengan kebudayaan yang ada; dan 3. meramalkan reaksi-reaksi yang kemungkinan timbul dari pembaca c. d. Mengevaluasi isi dan bentuk-bentuk karangan. Menyesuaikan kecepatan membaca dengan tujuan yang hendak dicapai (Harris dalam Tarigan, 1990 : 42). Agar mendapatkan pemahaman, pembaca dituntut untuk dapat menguasai bentukbentuk bahasa tulis secara benar dan tepat. Davies dan Widonson dalam Almutmainah (2008) merinci aktivitas membaca pemahaman menjadi empat aspek berikut. a. Acuan Langsung (direct reference) 1. kemampuan memahami arti kata, istilah atau ungkapan; yang dikemukakan oleh

2. kemampuan menangkap informasi dalam kalimat; dan 3. kemampuan menjelaskan istilah b. Penyimpulan (inference) 1. kemampuan menentukan sifat hubungan suatu ide; dan 2. kemampuan menangkap ide baik tersurat maupun tersirat dalam bacaan c. Dugaan (suppotion) 1. kemampuan dalam menduga pesan yang terkandung dalam bacaan; dan 2. kemampuan menghubungkan isi teks dengan situasi komunikasi d. Penilaian (evaluation) 1. kemampuan menilai isi teks bacaan; 2. kemampuan menilai ketepatan organisasi bacaan; dan 3. kemampuan menilai ketepatan dalam pengungkapan informasi. Menurut Sirait (1984 : 11) di dalam kegiatan membaca dibutuhkan kemampuan dan pemahaman yang tercurah pada bacaan yang mencakup hal-hal berikut. 1) Bahasa dan tanda-tanda tulis yang mencakup (a) memahami sejumlah besar kata-kata yang dipakai dan menarik arti kata-kata yang belum dikenal; (b) memahami pola-pola sintaksis dan bentuk-bentuk kata; (c) bereaksi secara tepat terhadap lambang-lambang dalam tulisan. 2) Gagasan dan pikiran yang mencakup (a) mengenal maksud dan pikiran (b) memahami anak pikiran yang mendukung; dan (c) menarik kesimpulan dengan tepat. 3) Nada dan gaya yang mencakup (a) mengenal sikap pengarang terhadap masalah yang dibahas; dan (b) mengenal gaya dan pengelolaan unsur-unsur bahasa.

Sanusi (2006 : 108) menyatakan bahwa kemampuan membaca pemahaman meliputi hal-hal berikut. a. Kemampuan mengungkapkan sesuatu yang tersurat (fakta, definisi, konsep, pendapat , atau gaya bahasa); b. Kemampuan mengungkapkan sesuatu yang tersirat, meliputi (1) tema bacaan; (2) pikiran utama dan pikiran penjelas; (3) kalimat utama dan kalimat penjelas; (4) hubungan sesuatu yang terdapat dalam bacaan dengan hal lain di luar bacaan seperti persamaannya, perbedaannya, penerapannya atau sebab akibat; (5) makna kata, ungkapan, atau kalimat. Menurut Semi (1993 : 41), dalam menguji kemampuan membaca pemahaman harus diperhatikan tiga aspek pokok. a. 1. Aspek Bahasa dan Lambang Tulis Kemampuan memahami kata-kata dan istilah, atau kata-kata yang dipakai dalam arti khusus. 2. Kemampuan memahami pola-pola kalimat dan bentuk-bentuk kata serta kemampuan mengikuti bagian-bagian yang kian lama kian panjang dan sulit, yang dijumpai dalam karangan ilmiah. 3. Kemampuan menafsirkan dengan tepat lambang-lambang atau tanda-tanda yang dipakai dalam bahasa tertulis, seperti tanda baca, penulisan huruf, paragraf, pemakaian huruf cetak miring, dan cetak tebal, yang digunakan pengarang untuk memperkuat dan memperjelas gagasan atau pengertian yang dikemukakan dalam tulisan. b. Aspek Gagasan Pengarang

1.

Kemampuan mengenal maksud yang ingin disampaikan pengarang dan gagasan pokok yang dikemukakannya dalam karangan tersebut.

2. 3.

Kemampuan memahami gagasan-gagasan yang mendukung gagasan pokok. Kemampuan menarik kesimpulan yang tepat dengan penalaran yang tepat pula tentang apa yang dikemukakan pengarang.

c. 1.

Aspek Nada dan Gaya Kemampuan mengenal sikap pengarang terhadap masalah yang

dikemukakannya dan sikap pengarang terhadap pembaca. 2. Kemampuan mengenal teknik dan gaya penulisan yang digunakan pengarang untuk menyampaikan gagasannya. Dari berbagai pendapat mengenai aspek yang harus diperhatikan dalam membaca pemahaman, penulis membatasi pada hal-hal (a) kemampuan memahami makna kata, ungkapan, kalimat, (b) kemampuan menangkap informasi dalam kalimat, (c) kemampuan menentukan kalimat utama, (d) kemampuan menyimpulkan isi bacaan, (e) kemampuan menentukan fakta atau opini dalam bacaan. Berikut ini penjelasan mengenai aspek dalam membaca pemahaman yang kemudian oleh penulis dijadikan sebagai indikator penilaian tes kemampuan membaca pemahaman. a. Kemampuan Memahami Makna Kata, Ungkapan, atau kalimat Untuk memudahkan memahami sebuah wacana, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan di antaranya adalah memahami makna kosakata, ungkapan, atau kalimat. Kata, ungkapan, atau kalimat yang terdapat dalam bacaan harus kita ketahui maknanya baik secara leksikal maupun konteksnya. Makna leksikal adalah makna kata secara lepas, tanpa ada kaitannya dalam sebuah struktur

(frasa, kalausa, kalimat); sedangkan makna gramatikal (struktural) adalah makna baru yang timbul akibat terjadinya proses gramatika (pengimbuhan, pengulangan, pemajemukan, dan sebagainya); (Tarigan, 1990 - 11). b. Kemampuan Menangkap Informasi dalam Bacaan Salah satu tujuan dalam membaca pemahaman adalah untuk mendapatkan informasi. Informasi di dalam bacaan dapat diperoleh baik secara tersurat maupun tersirat (Davies dan Widonson dalam Almutmainah, 2008 : 32). c. Kemampuan Memahami Kalimat Utama Kalimat utama atau kalimat pokok atau kalimat topik adalah kalimat tempat menuangkan pokok pikiran atau gagasan utama. Pokok pikiran atau gagasan utama sama dengan ide pokok. Ciri kalimat utama adalah kalimat topik (1) mengandung permasalahan yang potensial untuk dirinci dan diuraikan lebih lanjut, (2) merupakan kalimat lengkap yang bisa berdiri sendiri, (3) mempunyai arti yang cukup jelas tanpa harus dihubungkan dengan kalimat lain, (4) dapat dibentuk tanpa bantuan kata sambung dan frasa transisi (Harris dalam Tarigan, 1990 : 42). d. Kemampuan Menyimpulkan Isi Bacaan Kemampuan menyimpulkan isi bacaan adalah kemampuan menarik kesimpulan yang tepat tentang apa yang dikemukakan pengarang menemukan hubungan suatu ide di dalam suatu bacaan (Davies dan Widonson dalam Almutmainah, 2008 : 33). e. Kemampuan Menentukan Fakta atau Opini dalam Bacaan

Tujuan membaca pemahaman adalah mendapatkan informasi berupa fakta maupun pendapat yang dapat mendukung, memperluas, dan memperkaya pengetahuan pembaca (Sanusi, 2006 : 108). 2.3 Hakikat Pemahaman Kosakata Kosakata adalah keseluruhan jumlah kata, ungkapan, ide, dan peribahasa yang dikuasai oleh siswa (Soejono, 1983 : 58). Selain itu, Keraf (1985 : 80) menyatakan bahwa kosakata adalah keseluruhan kata yang berada dalam ingatan seseorang, yang akan segera menimbulkan reaksi bila didengar atau dibaca. Menurut Soedjito (1989 : 10), kosakata merupakan (a) semua kata yang terdapat dalam satu bahasa; (b) kekayaan kata yang dimiliki oleh seseorang pembicara atau penulis; (c) daftar data yang disusun seperti kamus yang disertai penjelasan secara singkat dan praktis. Berdasarkan pernyataan para ahli di atas, jelaslah bahwa pengertian kosakata cukup luas tidak terbatas pada perbendaharaan kata. Pengertian kosakata, yaitu kata-kata yang dikuasai oleh seseorang, kata-kata yang terdapat dalam satu bahasa, kata yang dipakai dalam satu bidang ilmu pengetahuan, kata-kata yang disusun dalam kamus secara alpabetis disertai penjelasan secara singkat dan praktis. 2.3.1 Semantik dan Kosakata Semantik adalah ilmu yang mempelajari kemaknaan dalam bahasa sebagaimana adanya (alamiah) dan terbatas pada pengalaman manusia (Fatimah, 1993 : 18). Sills (1972 : 165) mengemukakan bahwa di dalam linguistik, semantik dikaitkan dengan penyampaian makna oleh sarana-sarana gramatikal dan leksikal suatu

bahasa. Secara singkat, Tarigan (1986 : 166) menyatakan bahwa semantik adalah telaah makna. Kridalaksana (1978) berpendapat bahwa semantik adalah penyelidikan makna unsur-unsur kosakata suatu bahasa pada umumnya. Yayat Sudaryat (2009 : 3) mengemukakan bahwa semantik adalah istilah yang digunakan untuk bidang linguistik yang mempelajari hubungan antara tanda-tanda atau lambang-lambang dengan hal-hal yang ditandainya, yang disebut makna atau arti. Dari beberapa pendapat tersebut, penulis mengacu pada pendapat Tarigan (1986 : 166) bahwa semantik adalah telaah makna. Pendapat ini menekankan bahwa semantik merupakan suatu penelaahan lambang-lambang atau tanda-tanda yang menyatakan makna, hubungan makna yang satu dengan yang lain, dan pengaruhnya terhadap manusia dan masyarakat. Oleh karena itu, semantik mencakup makna kata-kata, perkembangannya dan perubahannya. 2.3.1.1 Sinonim dalam Pemahaman Kosakata. Sinonim adalah kata-kata yang mengandung arti pusat yang sama, tetapi berbeda dalam nilai kata (Tarigan, 1984 : 78). Contoh : penjara tawa iri hati

= lembaga pemasyarakatan = senyum = cemburu

Sudirman (2007 : 44) mengemukakan bahwa sinonim adalah hubungan makna yang dinyatakan oleh adanya kesamaan makna antarsatuan ujaran dengan satuan ujaran lainnya. Menurut Fatimah (1993 : 36) sinonimi digunakan untuk menyatakan kesamaan arti. Selanjutnya Lyon dalam Fatimah (1993 : 40) membagi sinonim menjadi empat bagian, yaitu: 1. sinonim lengkap dan mutlak, contoh : surat kabar dan koran

2. sinonim lengkap dan tidak mutlak, contoh : orang dan manusia 3. sinonim tidak lengkap dan mutlak, contoh : wanita dan perempuan 4. sinonim tidak lengkap dan tidak mutlak, contoh : gadis dan cewek Yayat Sudaryat (2009 : 35) berpendapat bahwa sinonim adalah nama lain untuk benda atau hal yang sama. Abdul Chaer (2006 : 388) menyatakan bahwa sinonim adalah dua buah kata atau lebih yang maknanya kurang lebih sama. contohnya: 1) benar = betul 2) ganteng = tampan 3) bodoh = tolol 2.3.1.2 Antonim dalam Pemahaman Kosakata Antonim adalah kata yang mengandung makna yang berkebalikan atau berlawanan dengan kata lain Tarigan (1984 : 79). Sudirman ( 2007 : 46 ) berpendapat bahwa antonim adalah hubungan makna antara dua satuan ujaran yang maknanya dinyatakan kebalikan, bertentangan, atau kontras antara yang satu dengan yang lainnya. Selanjutnya, Kridalaksana dalam Fatimah (1993 : 50) menyatakan bahwa antonim adalah oposisi makna dalam pasangan leksikal yang dapat dijenjangkan. Abdul Chaer (2006 : 390) mengemukakan bahwa antonim adalah dua buah kata yang maknanya dianggap berlawanan. Dikatakan dianggap berlawanan dari dua kata yang berantonim sangat relatif, ada yang mutlak berlawanan dan ada yang tidak mutlak berlawanan. Yayat Sudaryat (2008 : 40) menyatakan bahwa antonim adalah lawan kata, nama lain untuk benda yang lain, atau kata-kata yang berlawanan maknanya. Contohnya:

1) menjual >< membeli 2) hidup >< mati 3) jauh >< dekat 2.3.1.3 Homonim dalam Pemahaman Kosakata Homonim adalah ungkapan (kata atau frasa atau kalimat) yang bentuknya sama dengan suatu ungkapan lain, tetapi dengan perbedaan makna di antara kedua ungkapan tersebut. Dengan kata lain, bentuknya sama (bahkan dalam bahasa Indonesia tulisannya sama, lafalnya sama) tetapi berbeda maknanya (Tarigan, 1984 : 91). Menurut Fatimah (1999 : 43), homonim adalah hubungan makna dan bentuk bila dua buah makna atau lebih dinyatakan dengan sebuah bentuk yang sama. Yayat Sudaryat (2006 : 41) mengemukakan bahwa homonim adalah katakata yang bentuk dan bunyinya sama atau mirip dengan benda lain tetapi maknanya berbeda. Selanjutnya, Abdul Chaer (2006 : 385) berpendapat bahwa homonim adalah dua buah kata atau lebih yang sama bentuknya tetapi berlainan maknanya. Contohnya : a. Ida tidak bisa hadir ke acara perpisahan hari ini, karena kakinya kena bisa ular tadi pagi. (bisa yang berarti dapat dan bisa yang berarti racun) b. Mereka hidup aman di sebuah kota. (tenteram, damai, tidak ada kerusuhan) Oknum itu telah diamankan. ( ditahan )

Sebagian linguis membagi homonim menjadi dua jenis sebagai berikut. Homograf Bentuk kesamaannya terletak pada keidentikan ortografi (tulisan dan ejaan), seperti kata seri yang dapat bermakna sinar /sari/ dan jilid /seri/, semi yang dapat bermakna tumbuh /sami/.

Homofon Sedangkan homofon menyandarkan kesamaannya pada keidentikan bunyi dan pengucapan. Misalnya bang dapat bermakna kakak (dari abang), yayasan keuangan (dari bank), suara azan, dan tiruan bunyi peti jatuh.

2.3.1.4 Hipernim dan Hiponim dalam Pemahaman Kosakata Hipernim adalah kata-kata yang mewakili banyak kata lain (Tarigan, 1984 : 95). Abdul Chaer (2006 : 387) berpendapat bahwa hipernim adalah kata-kata yang maknanya melingkupi makna kata-kata lain. Kata hipernim dapat menjadi kata umum dari penyebutan kata-kata lainnya. Sedangkan hiponim adalah kata-kata yang terwakili artinya oleh kata hipernim (Tarigan, 1984 : 95). Menurut Abdul Chaer (2006 : 389) hiponim adalah kata atau ungkapan yang maknanya termasuk di dalam makna kata atau ungkapan lain. Umumnya kata-kata hipernim adalah suatu kategori dan hiponim merupakan anggota dari kata hipernim. Contohnya : - Hipernim : Burung - Hiponim : perkutut, beo, balam, kepodang, cucakrawa, cendrawasih dan lain-lain. - Hipernim : Ikan - Hiponim : Lumba-lumba, tenggiri, hiu, betok, mujaer, sepat, teri, sarden, pari, mas, nila, dan sebagainya. - Hipernim : Sampo - Hiponim : Pantene, sunsilk, emeron, clear, dove, zinc, loreal, dan sebagainya.

- Hipernim : Kue - Hiponim : Bolu, apem, nastar nenas, biskuit, bika ambon, serabi, cucur, lapis, bolu kukus, bronis, sus. 2.3.1.5 Polisemi dalam Pemahaman Kosakata Polisemi adalah kata yang mengandung makna lebih dari satu atau ganda. Karena kegandaan makna seperti itulah maka pendengar atau pembaca ragu-ragu menafsirkan makna kata yang didengar atau dibacanya (Tarigan, 1984 : 98). Yayat Sudaryat (2008 : 43) berpendapat bahwa polisemi adalah kata-kata yang mengandung makna lebih dari satu, tetapi makna itu masih berhubungan dengan makna dasarnya disebut juga kata beraneka. Abdul Chaer (2006 : 386) mengemukakan bahwa polisemi adalah kata-kata yang maknanya lebih dari satu, sebagai akibat terdapatnya lebih dari sebuah komponen konsep makna pada kata-kata tersebut. Palmer (1976 : 65) mengatakan, It is also the case that the same word may have a set of different meanings, suatu kata yang mengandung seperangkat makna yang berbeda, mengandung makna ganda. Contoh : a. Kepala Tita terluka karena kejatuhan buah jambu. (bagian tubuh di atas leher) b. 2.4 Kepala bagian produksi perusahaan itu mengalami kecelakaan. (pimpinan) Pemahaman Kosakata

Tarigan (1985 : 2) menyatakan bahwa kualitas keterampilan berbahasa dan berkomunikasi bergantung pada kualitas dan kuantitas kosakata yang dimiliki oleh seseorang. Pemahaman berarti kesanggupan memahami dan menggunakan sesuatu (Depdikbud, 1993 : 48). Pemahaman bukan hanya sebatas kesanggupan

dalam memahami, melainkan mencakup ingatan, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Dengan kata lain, pemahaman berkaitan dengan aspek kognitif (Nurgiantoro, 1987 : 24). Dari uraian pengertian dan pemahaman di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa pemahaman kosakata adalah suatu kegiatan dimana seseorang lebih menitikberatkan pada pemahaman kosakata, sehingga dapat memudahkan dalam mendapatkan informasi di dalam suatu bacaan. 2.5 Kerangka Pikir Hubungan Pemahaman Kosakata dan Kemampuan Membaca Pemahaman Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah pemahaman kosakata dilambangkan dengan X dan variabel terikatnya adalah kemampuan membaca pemahaman yang dilambangkan dengan Y. Seseorang yang memiliki pemahaman kosakata yang baik maka akan dengan mudah dalam menangkap informasi dalam suatu bacaan. Di dalam membaca pemahaman dituntut adanya pemahaman kosakata, karena dengan pemahaman kosakata seseorang akan mudah memahami isi bacaan dan akan mudah pula dalam mengungkapkan kembali informasi apa yang telah dibacanya. Pemahaman kosakata merupakan salah satu faktor penunjang di dalam membaca pemahaman. Semakin tinggi pemahaman kosakata seseorang, maka kemampuan membacanya akan sangat tinggi. Begitu pula sebaliknya, jika seseorang kurang memahami kosakata, maka akan mengalami kesulitan dalam memahami isi bacaan dan sekaligus akan sulit pula dalam mengungkapkan isi bacaan. Penulis menduga bahwa pemahaman kosakata (X) memunyai hubungan yang erat dengan kemampuan membaca pemahaman (Y).

Kerangka Pikir Hubungan Pemahaman Kosakata dan Kemampuan Membaca Pemahaman

Pemahaman Kosakata Definisi kosakata menurut : 1.Keraf (1985) 2.Soejono (1983) 3.Soedjito (1989)

Pemahaman Kosakata 1. Sinonim 2. Antonim 3. Homonim 4. Homofon 5. Homograf 6. Hipernim 7. Hiponim 8. Polisemi

Kemampuan Membaca Pemahaman Defenisi membaca pemahaman menurut : 1. Kridalaksana (1984) 2. Tarigan (1989) 3. Lado dalam samhati (2003)

Aspek Membaca Pemahaman 1. Kemampuan menangkap informasi dalam kalimat 2. Kemampuan memahami makna kata, ungkapan, kalimat 3. Kemampuan memahami kalimat utama 4. Kemampuan menyimpulkan isi bacaan 5. Kemampuan mennetukan fakta atau opini dalam bacaan

2.5 Hipotesis Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian hingga terbukti melalui data yang terkumpul (Arikunto, 2006 : 71). Berdasarkan kerangka pikir di atas, penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut. Terdapat hubungan yang positif, erat dan signifikan antara pemahaman kosakata dengan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas X SMA Negeri 16 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2010/2011.

III. METODE PENELITIAN

3.1

Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional. Menurut Arikunto (2006 : 170), penelitian korelasional merupakan penelitian yang bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan dan apabila ada, berapa eratnya hubungan serta berarti atau tidak hubungan itu. Metode ini dipilih karena peneliti akan menguji ada atau tidaknya hubungan antara pemahaman kosakata dengan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas X SMA Negeri 16 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2010/2011. Pada penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen). Variabel bebas adalah variabel yang memengaruhi dan menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat, sedangkan variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiono, 2005 : 33). Pada penelitian ini yang menjadi variabel bebas (X) adalah pemahaman kosakata, sedangkan yang menjadi variabel terikat (Y) adalah kemampuan membaca pemahaman. Hubungan kedua variabel tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.

Pemahaman Kosakata (X)

Kemampuan Membaca Pemahaman (Y)

Keterangan : (X) (Y) : Pemahaman Kosakata : Kemampuan Membaca Pemahaman : Hubungan 3.2 Populasi dan Sampel

3.2.1 Populasi Populasi adalah keseluruhan subjek dalam suatu penelitian (Arikunto, 1995 : 102), dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 16 Bandarlampung tahun pelajaran 2010/2011. Populasi penelitian ini berjumlah 200 siswa yang tersebar di lima kelas, dengan perincian sebagai berikut. Kelas X 1. 40 siswa, kelas X 2. 40 siswa, kelas X 3. 40 siswa, kelas X 4. 40 siswa, dan kelas X 5. 40 siswa. Tabel 3.1 Daftar Populasi Siswa Kelas X SMA Negeri 16 Bandarlampung Tahun Pelajaran 2010/2011 Kelas X1 X2 X3 X4 X5 Jumlah Jumlah Populasi 40 40 40 40 40 200

3.2.2 Sampel Pengambilan sampel peneliti lakukan dengan mengacu pendapat Arikunto (2002: 112) yang menyatakan apabila subjek dalam penelitian ini berjumlah besar, subjek penelitian dapat diambil sebagai sampel berkisar 10% sampai dengan 15% atau 20% sampai dengan 25% atau lebih. Peneliti mengambil sampel 20% dari 200 siswa, yaitu 40 siswa. Dalam pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik propotional cluster random sampling. Penyampelan dilakukan sebagai berikut. (1) Jika hasil perhitungan 20% dari jumlah siswa setiap kelas itu memiliki angka sesudah koma yang nilainya kurang atau sama dengan lima, jumlah sampel yang ditetapkan adalah angka sebelum koma, dan (2) Jika hasil perhitungan 20% itu memiliki angka sesudah koma lebih dari lima, jumlah sampel yang ditetapkan adalah angka sebelum koma ditambah satu. Tabel 3.2 Perhitungan Sampel dari Jumlah Siswa Kelas X SMA Negeri 16 Bandarlampung Tahun Pelajaran 2010/2011 No Kelas X Jumlah Siswa 40 40 40 40 40 200 20% dari jumlah 8 8 8 8 8 40 Sampel Ditetapkan 8 8 8 8 8 40 yang

1 X1 2 X2 3 X3 4 X4 5 X5 Jumlah

Cara penentuan sampel yang digunakan dalam teknik ini yakni dengan pengundian. Langkah-langkah penyampelan tersebut adalah sebagai berikut. 1. Mendaftar nama semua subjek penelitian yang menjadi populasi penelitian.

2. Menulis masing-masing nama pada kertas kecil dan digulung rapi. 3. Mengambil satu persatu kertas gulung tersebut sesuai dengan jumlah sampel yang dibutuhkan. 4. Memberi kode pada sampel yang telah terpilih untuk memudahkan penelitian. 3.3 Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data yang diinginkan, peneliti menggunakan teknik tes. Menurut Margono (2007 : 170), tes adalah seperangkat rangsangan (stimuli) yang diberikan kepada seseorang dengan maksud untuk mendapatkan jawaban yang dapat dijadikan dasar bagi penetapan skor angka. Tes yang terdapat dalam penelitian ini ada dua, yaitu tes pemahaman kosakata (variabel X) dan tes kemampuan membaca pemahaman (variabel Y) yang terurai sebagai berikut. 3.3.1 Tes Pemahaman Kosakata (Variabel X)

1. Kemampuan Membaca Pemahaman Variabel kemampuan membaca pemahaman (Y) dijelaskan secara konseptual dan operasional dalam uraian berikut. 1.1 Definisi Konseptual Kemampuan membaca pemahaman adalah aktivitas pemahaman arti dalam suatu bahasa melalui tulisan atau bacaan yang bertujuan utama untuk memberitahu, mengupas, menguraikan, atau menerangkan sesuatu. Lima aspek berikut ini oleh penulis dijadikan indikator penilaian dalam kemampuan membaca pemahaman, yaitu (a) kemampuan memahami makna kata, ungkapan, kalimat, (b) kemampuan menangkap informasi dalam kalimat, (c)

kemampuan menentukan kalimat utama, (d) kemampuan menyimpulkan isi bacaan, (e) kemampuan menentukan fakta atau opini dalam bacaan. 1.2 Definisi Operasional Definisi operasional dari kemampuan membaca pemahaman adalah nilai atau skor diperoleh oleh siswa melalui tes bentuk objektif pilihan berganda (tipe A) dengan empat alternatif jawaban. Nilai atau skor tersebut meliputi lima aspek, yaitu (a) kemampuan memahami makna kata, ungkapan, kalimat, (b) kemampuan menangkap informasi dalam kalimat, (c) kemampuan menentukan kalimat utama, (d) kemampuan menyimpulkan isi bacaan, (e) kemampuan menentukan fakta atau opini dalam bacaan. Kemampuan membaca pemahaman siswa secara tertulis menyajikan enam wacana yang diikuti soal pilihan ganda; jumlah seluruh soal 36 butir dengan waktu 60 menit. Skor untuk satu soal yang benar adalah 1 (satu) dan skor soal yang salah adalah o (nol). Dengan demikian, siswa yang menjawab benar seluruh soal akan mendapatkan nilai 36. Adapun kisi-kisi soal yang dipergunakan untuk menilai kemampuan membaca pemahaman siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 3.3 Indikator Penilaian dan Kisi-Kisi Soal Kemampuan Membaca Pemahaman Aspek Indikator a.Kemampuan Menangkap informasi dalam kalimat b. kemampuan memamahami makna kata, ungkapan, atau kalimat c. kemampuan menentukan kalimat utama, d. kemampuan menyimpulkan isi bacaan e. kemampuan menentukan fakta atau opini dalam bacaan. Jumlah Nomor Soal Jumlah Skor 11

1, 5, 7, 13, 14, 20, 22, 29, 33, 34, 36 3, 9, 15, 21, 27, 28, 35

Memahami Isi Bacaan

10, 12, 18, 26, 31

4, 8, 11, 16, 23, 25, 32

2, 6, 17, 19, 24, 30

36

3.3.2

Tes Pemahaman Kosakata

Variabel pemahaman kosakata (X) dijelaskan secara konseptual dan operasional dalam uraian berikut. 1.1 Definisi Konseptual Pemahaman kosakata adalah keseluruhan kata yang berada dalam ingatan seseorang yang akan segera menimbulkan reaksi bila didengar atau dibaca (Keraf, 1985 : 80). Delapan aspek berikut ini oleh penulis dijadikan indikator penilaian dalam pemahaman kosakata, yaitu sinonim; antonim; homonim; homofon; homograf; hipernim; hiponim; polisemi.

1.2 Definisi Operasional Definisi operasional dari pemahaman kosakata yaitu nilai atau skor diperoleh oleh siswa melalui tes bentuk objektif pilihan berganda dengan empat alternatif jawaban. Nilai atau skor tersebut meliputi delapan aspek, yaitu (1) sinonim; (2) antonim; (3) homonim; (4) homofon; (5) homograf; (6) hipernim; (7) hiponim; (8) polisemi. Pemahaman kosakata siswa disajikan dalam soal pilihan berganda; jumlah

seluruh soal 32 butir dengan waktu 60 menit. Skor untuk satu soal yang benar adalah 1 (satu) dan skor soal yang salah adalah o (nol). Dengan demikian, siswa yang menjawab benar seluruh soal akan mendapatkan nilai 32. Adapun kisi-kisi soal yang dipergunakan untuk menilai pemahaman kosakata siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 3.4 Indikator Penilaian dan Kisi-Kisi Soal Pemahaman Kosakata No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Aspek Sinonim Antonim Homonim Homofon Homograf Hipernim Hiponim Polisemi Indikator Menentukan sinonim Menentukan antonim Menentukan homonim Menentukan homofon Menentukan homograf Menentukan hipernim Menentukan hiponim Menentukan polisemi No. Soal 3, 4, 10, 14, 26 6, 15, 21, 25 12, 23, 32 11, 19, 27 1, 8, 18, 28 9, 16, 20, 22, 30 2, 13, 17, 24, 29 5, 7, 31 Jumlah Soal 5 4 3 3 4 5 5 3

32 Teknik penilaian terhadap jawaban siswa ditempuh dengan langkah-langkah sebagai berikut. 1. Mengumpulkan seluruh data

2. Memeriksa hasil tes pemahaman kosakata dan kemampuan membaca pemahaman siswa. 3. Setelah tes pemahaman kosakata tiap siswa diperiksa dan mendapat skor perolehan, skor perolehan selanjutnya diolah untuk mendapat nilai dengan rumus: Nilai Akhir = Perolehan Skor Skor maksimal (32) x 100

4. Setelah tes kemampuan membaca pemahaman tiap siswa diperiksa dan mendapat skor perolehan, skor perolehan selanjutnya diolah untuk mendapat nilai dengan rumus. Nilai Akhir = Perolehan Skor Skor maksimal (36) x 100

3.4

Uji Coba Instrumen

Sebelum digunakan untuk mengambil data penelitian, instrumen diujicobakan terlebih dahulu kepada sampel yang memiliki karakteristik sama dengan sampel dalam populasi penelitian yang sebenarnya. Instrumen yang akan diujikan haruslah memenuhi dua syarat yaitu validitas dan reliabilitas. 3.4.1 Validitas

Agar memperoleh data yang akurat dalam penelitian, alat ukur yang akan dipergunakan harus valid. Maksudnya agar alat ukur tersebut sesuai dengan apa yang hendak diukur secara tepat.

Instrumen pemahaman kosakata dan kemampuan membaca pemahaman yang akan diujikan kepada responden atau sampel telah penulis uji cobakan kepada siswa kelas X SMA Negeri 7 Bandarlampung yang memiliki karakteristik sama dengan kelas X SMA Negeri 16 Bandarlampung. Data pemahaman kosakata pada indikator dalam uji coba instrumen tersebut penulis analisis validitasnya dengan menggunakan rumus Korelasi Product Moment dari Pearson. Adapun teknis penghitungannya penulis lakukan dengan menggunakan program komputer Anates v4.0.9.software. Rumus korelasi product moment dengan angka kasar adalah sebagai berikut (Arikunto, 2006 : 275). rxy =

Keterangan: r xy N X Y X Y X 2 Y 2 = Koefisien korelasi = Jumlah sampel = Skor variabel X = Skor variabel Y = Jumlah skor variabel X = Jumlah skor variabel Y = Jumlah kuadrat skor variabel X = Jumlah kuadrat skor variabel Y

(A. Effendi Sanusi, 1998: 97)

Adapun kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut. Pada taraf nyata 0,05 jika r hitung lebih besar (>) dari r tabel, instrumen atau soal dinyatakan valid Pada taraf nyata 0,05 jika r hitung lebih kecil (<) dari r tabel, instrumen atau soal dinyatakan tidak valid 3.4.1.1 Data Hasil Analisis Butir Soal Pemahaman Kosakata Rata-rata Simpang baku Korelasi XY Reliabilitas tes Butir soal Jumlah subjek : 20,89 : 9,41 : 0,83 :0,90 : 40 : 40

Tabel 3.5 Data Hasil Analisis Butir Soal Pemahaman Kosakata Butir soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Daya pembeda 0,00 27,27 63,64 18,18 18,18 54,55 81,82 27,27 63,64 72,73 63,64 72,73 81,82 81,82 72,73 -9,09 72,73 81,82 27,27 45,45 90,91 72,73 54,55 Tingkat kesukaran Sukar Sedang Sedang Sukar Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Korelasi -0,565 0,196 0,409 0,207 0,003 0,459 0,689 0,321 0,568 0,541 0,584 0,684 0,719 0,697 0,565 0,019 0,481 0,690 0,192 0,397 0,767 0,654 0,511 Sign. Korelasi Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan

24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

63,64 36,36 54,55 72,73 81,82 63,64 81,82 54,55 63,64 63,64 63,64 81,82 72,73 45,45 81,82 9,09 54,55

Sedang Mudah Sedang Sedang Sedang Sedang Sukar Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang

0,563 0,234 0,428 0,667 0,675 0,630 0,734 0,595 0,639 0,473 0,651 0,648 0,557 0,335 0,574 0,027 0,369

Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Signifikan Sangat signifikan Signifikan

3.4.1.2 Data Hasil Analisis Butir Soal Kemampuan Membaca Pemahaman Rata-rata Simpang baku Korelasi XY Reliabilitas tes Butir soal Jumlah subjek : 20,30 : 10,28 : 0,93 : 0,96 : 40 : 40

Tabel 3.6 Data Hasil Analisis Butir Soal Kemampuan Membaca Pemahaman Butir soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Daya pembeda 9,09 0.00 90,91 90,91 81,82 63,64 72,73 81,82 45,45 81,82 63,64 72,73 81,82 54,55 Tingkat kesukaran Mudah Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sukar Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Korelasi 0,045 -0,018 0,571 0,690 0,498 0,695 0,524 0,628 0,488 0,657 0,608 0,564 0,491 0,621 Sign. Korelasi Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan

15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

81,82 36,36 72,73 90,91 72,73 63,64 81,82 72,73 63,64 81,82 72,73 54,55 81,82 54,55 90,91 63,64 36,36 63,64 81,82 0,00 36,36 -9,09 54,55 45,45 63,64 72,73

Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Mudah Sedang Sedang Sedang Sedang Sukar Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sukar Sedang Sedang Sedang

0,444 0,616 0,478 0,871 0,506 0,612 0,729 0,581 0,452 0,664 0,528 0,780 0,647 0,507 0,764 0,593 0,385 0,502 0,642 0,068 0,293 0,037 0,513 0,374 0,567 0,467

Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan Signifikan Sangat signifikan Sangat signifikan

Dari hasil analisis validitas yang terdapat dalam lampiran 2 (halaman 94), untuk instrument pemahaman kosakata dapat disimpulkan bahwa butir soal nomor 3, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 17, 18, 20, 21, 22, 23, 24, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, dan 40 valid, sementara butir soal nomor 1, 2, 4, 5, 16, 19, 25, 39 tidak valid, sedangkan untuk instrumen kemampuan membaca pemahaman dapat disimpulkan bahwa butir soal nomor 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, dan 40 valid, sementara butir soal nomor 1, 2, 25, dan 39 tidak valid. Butir soal yang tidak valid tersebut selanjutnya tidak pergunakan kembali oleh penulis.

3.4.2

Reliabilitas

Reliabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan sesuatu, artinya dapat dipercaya dan dapat diandalkan. Instrumen harus reliabel mengandung arti bahwa instrumen tersebut cukup baik sehingga mampu mengungkap data yang bisa dipercaya (Arikunto, 2006 : 155). Untuk mengetahui tingkat reliabilitas instrumen dalam penelitian ini penulis menggunakan rumus K-R 21 sebagai berikut. r11 = ( k ) x (1- m(k-m) ) k-1 Keterangan : r11 k m Vt = reliabilitas instrumen = banyaknya butir soal = skor rata-rata = varians total k.vt

(Arikunto, 2006 : 189). Dimana : (X)2 Vt = X - n n


2

Keterangan : Vt X X2 N = = = = varians total jumlah skor total jumlah kuadrat skor total banyaknya responden atau subjek

(Arikunto, 2006 : 184)

Adapun kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut. Pada taraf nyata 0,05 jika r hitung lebih besar (>) dari r tabel, instrumen atau soal dinyatakan reliabel Pada taraf nyata 0,05 jika r hitung lebih kecil (<) dari r tabel, instrumen atau soal tidak reliabel Dari hasil analisis reliabilitas instrumen yang terdapat dalam lampiran 2 (halaman 98), untuk instrumen pemahaman kosakata diperoleh harga r11 = 0,907 harga tersebut kemudian dikonsultasikan terhadap r
tabel.

Pada taraf nyata 0,05 atau

taraf siginifikan 5% dengan n=40, harga rtabel adalah 0,312. Hal ini berarti rhitung lebih besar dari rtabel yakni 0,907 (>) 0,312, sedangkan untuk instrumen kemampuan membaca pemahaman diperoleh harga r11 = 0,956, harga tersebut kemudian dikonsultasikan terhadap r
tabel.

Pada taraf nyata 0,05 atau taraf

siginifikan 5% dengan n=40, harga rtabel adalah 0,312. Hal ini berarti rhitung lebih besar dari rtabel yakni 0,956 (>) 0,312. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa instrumen yang telah diujicobakan adalah reliabel sehingga layak dipergunakan. 3.5 Teknik Analisis Data

Data dalam penelitian ini dianalisis dengan urutan sebagai berikut. 1. Memberikan kuesioner angket dan mengoreksi jawaban sampel angket pemahaman kosakata dan memberi skor. 2. Memberikan tes kemampuan membaca pemahaman dan mengoreksi hasil tes lalu memberi skor. 3. Menguji validitas dan reliabilitas data pemahaman kosakata dan kemampuan membaca pemahaman.

4. Menguji normalitas sampel data pemahaman kosakata dan kemampuan membaca pemahaman. 5. Menguji homogenitas data pemahaman kosakata dan kemampuan kemampuan membaca pemahaman. 6. Menguji kelinieran. 7. Menguji regresi linier kedua variabel. 8. Menguji hipotesis hubungan antara pemahaman kosakata dengan kemampuan membaca pemahaman. 9. Melaporkan hasil penelitian. 3.7 Tolok Ukur Penilaian Nilai pemahaman kosakata dan kemampuan membaca pemahaman diukur berdasarkan tabel tolok ukur berikut. Tabel 3.9 Tolok Ukur Penilaian Persentase Penguasaan 85% - 100% 75% - 84% 60% - 74% 40% - 59% 0 - 39% (Nurgiantoro, 1995: 393) 3.7 Pengujian Persyaratan Analisis Data Kategori Nilai Baik Sekali Baik Cukup Kurang Gagal

Pengujian persyaratan analisis data meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. Persyaratan penghitungan analisis data ini menggunakan analisis perangkat lunak program SPSS 12.0 for Windows.

3.7.1

Pengujian Distribusi Normalitas

Bagian ini akan menguji normal atau tidaknya sebuah distribusi data dengan rumusan sebagai berikut. Ho Ha : Data berasal dari populasi berdistribusi normal : Data berasal dari populasi yang tidak berdistribusi normal

Uji normalitas dilakukan dengan uji Kolmogorov Smirnov. Dalam uji Kolmogorov Smirnov diasumsikan bahwa distribusi variabel yang sedang diuji memunyai sebaran kontinyu. Statistik uji yang digunakan: D = max | F0 (Xi) Sn (Xi) | ; i = 1, 2, 3.... Dimana: F0 (Xi) : Fungsi distribusi frekuensi kumulatif dari distribusi teoritis dalam kondisi H0 SN (Xi) : Distribusi frekuensi kumulatif dari pengamatan sebanyak n Dengan cara membandingkan nilai D terhadap nilai D pada tabel Kolmogorov Smirnov dengan taraf nyata maka aturan pengambilan keputusan dalam uji ini adalah: jika D < D tabel maka tolak Ho dan jika D > D tabel maka terima Ho. Keputusan juga dapat diambil dengan berdasarkan nilai signifikasi (Asymp. Significance). Jika nilai signifikasinya lebih kecil dari maka Ho ditolak demikian juga sebaliknya. Tolak Ho apabila nilai Signifikasi (Sig.) kurang dari (<) 0,05 berarti distribusi sampel tidak normal.

Terima Ho apabila nilai Signifikasi (Sig.) lebih dari (>) 0,05 berarti distribusi sampel adalah normalitas. (Rusman, 2006 : 43).

3.7.2

Pengujian Homogenitas

Tujuan uji homogenitas sampel adalah untuk mengetahui apakah data sampel yang diambil dari populasi itu bervariasi homogen atau tidak. Adapun rumusan hipotesis dalam penghitungan ini adalah sebagai berikut. Ho Ha : Varians populasi adalah homogen : Varians populasi adalah tidak homogen

Sedangkan kriteria pengambilan keputusannya adalah: jika probabilitas (Sig.) lebih dari (>) 0,05, Ho diterima; jika probabilitas (Sig.) kurang dari (<) 0,05, Ho ditolak.

(Rusman, 2006 : 46). Untuk pengujian homogenitas digunakan uji ANOVA, dengan rumus statistik sebagai berikut. Zit = |yit i |

Keterangan: yit = nilai sampel tiap variabel i = rata-rata sampel

F=

dengan nilai kritis F(, k-1, n-k). 3.8 Pengujian Kelinearan

Untuk menguji kelinieran diperlukan hipotesis sebagai berikut. Ho Ha : Model regresi berbentuk linier. : Model regresi berbentuk tidak linier.

Adapun pengambilan keputusannya adalah dengan menggunakan koefisien Signifikasi (Sig.) dengan cara membandingkan nilai Sig. dari Deviation from Linearity pada tabel ANOVA dengan taraf nyata yang dipilih (misal 5% atau 1%). Kriterianya: apabila nilai Sig. pada Deviation from Linearity lebih dari (>) taraf nyata , Ho diterima; jika sebaliknya tidak diterima (Rusman, 2006 : 54). 3.9 Pengujian Regresi Linier

Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel X (pemahaman kosakata) terhadap variabel Y (kemampuan membaca pemahaman), diperlukan analisis regresi dengan persamaan = a+bx. Persamaan regresi antara variabel X (pemahaman kosakata) terhadap variabel Y (kemampuan membaca pemahaman) dilakukan uji t. Uji t dilakukan untuk menguji signifikasi konstanta dan variabel independen. Hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut. Ho : Koefisien regresi tidak signifikan

H1

: Koefisien regresi signifikan

Adapun kriteria pengambilan keputusannya adalah: apabila t hitung lebih besar (>) t tabel dengan dk = n-2 pada taraf nyata = 0,05, Ho ditolak dan H1 diterima, atau apabila probabilitas (Sig.) < 0,05, Ho ditolak dan H1 diterima.

3.10 Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan untuk menyimpulkan apakah hipotesis yang dirumuskan berdasar teori didukung oleh data yang ada di lapangan. Selain itu, pengujian hipotesis ini berguna untuk menguji kekuatan hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Hipotesis yang akan diuji adalah ada hubungan positif dan signifikan antara pemahaman kosakata dengan kemampuan membaca pemahaman. Untuk menguji hipotesis, penulis menggunakan teknik Korelasi Product Moment dari Pearson dengan angka kasar. Rumus korelasi product moment dengan angka kasar adalah sebagai berikut (Arikunto, 2006 : 275). rxy = Keterangan: r xy N X Y X Y X 2 Y 2 = Koefisien korelasi = Jumlah sampel = Skor variabel X = Skor variabel Y = Jumlah skor variabel X = Jumlah skor variabel Y = Jumlah kuadrat skor variabel X = Jumlah kuadrat skor variabel Y

Hipotesis statistiknya sebagai berikut.

Ha

: Ada hubungan yang positif dan signifikan antara pemahaman kosakata (X) dengan kemampuan membaca pemahaman (Y)

Ho

: Tidak ada hubungan yang positif dan signifikan antara pemahaman kosakata (X) dengan kemampuan membaca pemahaman (Y)

Kriteria Pengambilan Keputusan: Jika t hitung > t tabel Ho ditolak dan Ha diterima; Jika t hitung < t tabel Ho diterima dan Ha ditolak. Atau jika probabilitas sig. (2-tailed) kurang dari (<) 0,05, Ho ditolak; jika probabilitas sig. (2-tailed) lebih dari (>) 0,05, Ho diterima (Rusman dalam Apriliya, 2008: 45). Untuk menentukan keeratan hubungan kedua variabel penelitian digunakan kriteria penafsiran pada tabel interpretasi nilai r pada halaman berikut. Tabel 3.8 Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien 0,00 0,199 0,20 0,399 0,40 0,599 0,60 0,799 0,80 1,000 (Sugiyono, 2008 : 257) Setelah pengujian hipotesis, analisis korelasi dilanjutkan dengan menghitung koefisien determinasi melalui cara mengkuadratkan koefisien yang ditemukan/rxy (Sugiyono, 2008 : 259). Dengan mencari koefisien determinasi ini, dapat diketahui berapa persentase pengaruh pemahaman kosakata (variabel X) terhadap kemampuan membaca pemahaman (variabel Y). Tingkat Hubungan Sangat rendah (tidak berkorelasi) Rendah Sedang Kuat Sangat kuat

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1

Hasil

Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 16 Bandar Lampung tahun pelajaran 2010/2011. Penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu variabel pemahaman kosakata sebagai variabel bebas (X) dan kemampuan membaca pemahaman sebagai variabel terikat (Y). Oleh karena itu, data yang diperlukan penelitian ini ada dua macam, yaitu data tentang pemahaman kosakata dan data tentang kemampuan membaca pemahaman. 4.2 Deskripsi Data

Data yang dideskripsikan dari penelitian ini terdiri atas dua variabel, yaitu pemahaman kosakata (X) dan kemampuan membaca pemahaman (Y). Data didapat dengan cara memberikan tes kepada siswa kelas X SMA Negeri 16 Bandarlampung. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif. Analisis deskriptif menampilkan jumlah responden, skor rata-rata, median, modus, standar deviasi, varians, rentan skor, distribusi frekuensi, skor tertinggi, skor terendah, dan skor total. Penghitungan pada jumlah responden, skor rata-rata, median, modus, standar deviasi, varians, rentang skor, skor tertinggi, skor terendah, dan skor total digunakan program SPSS 12.0 for Windows, sedangkan pembuatan grafik dalam bentuk diagram menggunakan program Microsoft Exel. Untuk menentukan distribusi frekuensi, dilakukan cara manual.

4.2.1

Data Variabel Pemahaman Kosakata (X)

Data tentang pemahaman kosakata dalam penelitian ini diketahui dengan menggunakan tes bentuk objektif pilihan ganda. Setelah diadakan tes pemahaman kosakata yang dilakukan terhadap 40 siswa diperoleh jumlah skor 2442 dengan skor tertinggi 91, skor terendah 34, skor rata-rata terbesar 61,05, rentang skor (R) 57, banyak kelas (K) 6, dan panjang kelas (P) 10. Melalui tes tersebut, diperoleh data tentang variabel pamahaman kosakata seperti yang terlihat pada tabel berikut. Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Hasil Tes Pemahaman Kosakata kelas X SMA Negeri 16 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2010/2011.

No. 1 2 3 4 5 6

Kelas Interval 84 - 93 74 83 64 73 54 63 44 53 34 43

Batas Bawah 84,5 73,5 63,5 53,5 43,5 33,5 Jumlah

Batas Atas 93,5 83,5 73,5 63,5 53,5 43,5

Mean Tengah 88,5 78,5 68,5 58,5 48,5 38,5

F. Abs.l 7 6 3 9 10 5 40

F. Rel. (%) 17,5 15 7,5 22,5 25 12,5 100

F.Kum. (%) 17,5 32,5 40 62,5 87,5 100

Berdasarkan penghitungan di atas, dapat diketahui kelas interval 8493 memiliki frekuensi absolut 7 orang dan frekuensi relatif 17,5%. Kelas interval 7483 memiliki frekuensi absolut 6 orang dan frekuensi relatif 15%. Kelas interval 64 73 memiliki frekuensi absolut 3 orang dan frekuensi relatif 7,5%. Kelas interval 5463 memiliki frekuensi absolut 9 orang dan frekuensi relatif 22,5%. Kelas

interval 4453 memiliki frekuensi absolut 10 dan frekuensi relatif 25%. Kelas interval 3443 memiliki frekuensi absolut 5 dan frekuensi relatif 12,5%. Frekuensi terbanyak terdapat pada kelas interval 4453 memiliki frekuensi absolut 10 orang dan frekuensi relatif 25%. Frekuensi pemahaman kosakata siswa kelas X SMA Negeri 16 Bandar Lampung juga dapat digambarkan dalam bentuk diagram berikut.

kelas interval
25.00% 20.00% 15.00% F. Rel. (%) 10.00% 5.00% 0.00% 84 - 93 74 83 64 73 54 63 44 53

Gambar 4.1 Diagram Distribusi Frekuensi Pemahaman Kosakata 4.2.2 Data Variabel Kemampuan Membaca Pemahaman

Data tentang kemampuan membaca pemahaman dalam penelitian ini diketahui dengan menggunakan tes bentuk objektif pilihan ganda. Setelah diadakan tes kemampuan membaca pemahaman yang dilakukan terhadap 40 siswa diperoleh jumlah skor 2497 dengan skor tertinggi 94, skor terendah 33, skor rata-rata terbesar 62,425, rentang skor (R) 61, banyak kelas (K) 6, dan panjang kelas (P) 11.

Melalui tes tersebut, diperoleh data tentang variabel membaca pemahaman seperti yang terlihat pada tabel berikut. Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Hasil Tes Kemampuan Membaca Pemahaman kelas X SMA Negeri 16 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2010/2011.

No. 1 2 3 4 5 6

Kelas Interval 83 94 73 82 63 72 53 62 43 52 33 42

Batas Bawah 82,5 72,5 62,5 52,5 42,5 32,5 Jumlah

Batas Atas 94,5 82,5 72,5 62,5 52,5 42,5

Mean Tengah 88,5 78,5 68,5 58,5 48,5 38,5

F. Abs.l 6 7 9 5 8 5 40

F. Rel. (%) 15 17,5 22,5 12,5 20 12,5 100

F.Kum. (%) 15 32,5 55 67,5 87,5 100

Berdasarkan penghitungan di atas, dapat diketahui kelas interval 8394 memiliki frekuensi absolut 6 orang dan frekuensi relatif 15%. Kelas interval 7382 memiliki frekuensi absolut 7 orang dan frekuensi relatif 17,5%. Kelas interval 63 72 memiliki frekuensi absolut 9 orang dan frekuensi relatif 22,5%. Kelas interval 5362 memiliki frekuensi absolut 5 orang dan frekuensi relatif 12,5%. Kelas interval 4352 memiliki frekuensi absolut 8 dan frekuensi relatif 20%. Kelas interval 3342 memiliki frekuensi absolut 5 dan frekuensi relatif 12,5%. Frekuensi terbanyak terdapat pada kelas interval 6372 memiliki frekuensi absolut 9 orang dan frekuensi relatif 22,5%.

Frekuensi kemampuan membaca pemahaman siswa kelas X SMA Negeri 16 Bandar Lampung juga dapat digambarkan dalam bentuk diagram berikut.

kelas interval
25% 20% 15% F. Rel. (%) 10% 5% 0% 83 94 73 82 63 72 53 62 43 52 33 42

Gambar 4.2 Diagram Distribusi Frekuensi Kemampuan Membaca Pemahaman 4.3 Pengujian Persyaratan Analisis Data Pengujian persyaratan analisis data ini meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. Persyaratan penghitungan analisis data pada penelitian ini menggunakan perangkat lunak program SPSS 12.0 for Windows. 4.3.1 Pengujian Distribusi Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah sampel yang diambil berdistribusi normal atau tidak. Untuk menguji normal atau tidaknya sebuah distribusi data dengan rumusan sebagai berikut. Ho : Data berasal dari populasi berdistribusi normal Ha : Data berasal dari populasi yang tidak berdistribusi normal Sedangkan kriteria pengambilan keputusannya sebagai berikut.

tolak Ho apabila nilai Signifikasi (Sig.) kurang dari (<) 0,05 berarti distribusi sampel tidak normal;

terima Ho apabila nilai Signifikasi (Sig.) lebih dari (>) 0,05 berarti distribusi sampel adalah normal.

Berdasarkan keluaran hasil program SPSS 12.0 for Windows diperoleh hasil sebagai berikut. Tabel 4.3 Hasil Uji Normalitas Data Pemahaman Kosakata (X) dan Kemampuan Membaca Pemahaman Variabel Nilai KolmogorfSmirnov Sig. 0,490 0,463 Ketentuan Sig. > Sig. > Taraf Nyata 0,05 0,05 Keputusan

Pemahaman Kosakata (X) Kemampuan Membaca Pemahaman (Y)

Normal Normal

Berdasarkan tabel 13, dapat diketahui uji normalitas pemahaman kosakata diperoleh nilai Asymp. Sig 0,490 yang ternyata lebih dari (>) 0,05, sedangkan untuk tes kemampuan membaca pemahaman diperoleh nilai Asymp. Sig. 0,463 (>) 0,05. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa sampel pada tes pemahaman kosakata dan kemampuan membaca pemahaman berdistribusi normal. Distribusi hasil variabel X (Pemahaman Kosakata) juga dapat dilihat dari keluaran pada normal Q-Q Plot dalam bentuk grafik berikut.

Normal Q-Q Plot of x


35

30

Expected Normal Value

25

20

15

10

5 5 10 15 20 25 30 35

Observed Value

Gambar 4.3 Distribusi Skor Pemahaman Kosa Kata (X) Data dapat dikatakan berdistribusi normal apabila tersebar di sekeliling garis (Rusman, 2006 : 44). Pada Gambar di atas terlihat bawah hampir semua data tersebar pada garis lurus walaupun ada dua data yang jauh dari garis. Hal ini dapat disimpulkan bahwa data pemahaman kosakata adalah normal. Distribusi hasil variabel Y (Kemampuan Membaca Pemahaman) juga dapat dilihat dari keluaran pada normal Q-Q Plot dalam bentuk grafik berikut.

Normal Q-Q Plot of y


36

33

30

Expected Normal Value

27

24

21

18

15

12

9 9 12 15 18 21 24 27 30 33 36

Observed Value

Gambar 4.4 Distribusi Skor Kemampuan Membaca Pemahaman (Y) Data dapat dikatakan berdistribusi normal apabila tersebar di sekeliling garis (Rusman, 2006 : 44). Pada Gambar di atas terlihat bawah hampir semua data tersebar pada garis lurus walaupun ada tiga data yang jauh dari garis. Hal ini dapat disimpulkan bahwa data kemampuan membaca pemahaman adalah normal. 4.3.2 Pengujian Homogenitas Uji homogenitas sampel dilakukan untuk mengetahui apakah data sampel yang diambil dari populasi itu homogen atau tidak. Adapun rumusan hipotesis dalam penghitungan ini adalah sebagai berikut. Ho Ha : Varians populasi adalah homogen : Varians populasi adalah tidak homogen

Sedangkan kriteria pengambilan keputusannya adalah: jika probabilitas (Sig.) lebih dari (>) 0,05, Ho diterima; jika probabilitas (Sig.) kurang dari (<) 0,05, Ho ditolak.

Dari hasil keluaran uji homogenitas varians Y (kemampuan membaca pemahaman) yang menggunakan uji One-way pada program SPSS 12.0 for Windows, ditunjukkan bahwa taraf signifikasi 0,222 adalah lebih besar dari (>) 0,05. Berdasarkan kriteria uji, dapat disimpulkan bahwa varians setiap sampel adalah sama atau tidak jauh berbeda (homogen). Hasil uji homogenitas dapat dilihat dari tabel di bawah ini. Tabel 4.4 Hasil Uji Homogenitas antara Data Pemahaman Kosakata dengan Data Kemampuan Membaca Pemahaman Signifikansi 0,222 Taraf Nyata 0,05 Ketentuan Keputusan Sig.> Data Homogen

Variabel Pemahaman KosaKata (X)

4.4

Pengujian Kelinieran

Untuk menguji kelinieran, diperlukan hipotesis sebagai berikut. Ho Ha : Model regresi berbentuk linier : Model regresi berbentuk tidak linier

adapun pengambilan keputusannya dengan menggunakan koefisien Signifikasi (Sig.) dengan cara membandingkan nilai Sig. dari Deviation from Linearity pada tabel ANOVA dengan taraf nyata yang dipilih (misal 5% atau 1%). Kriterianya: apabila nilai Sig. pada Deviation from Linearity lebih dari (>) taraf nyata , Ho diterima; jika sebaliknya tidak diterima. Dari hasil pengolahan pada tabel ANOVA, ternyata nilai Sig. pada Deviation from Linearity lebih dari (>) taraf nyata yaitu 0,313 > 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Ho diterima yang menyatakan regresi berbentuk linier.

4.4.1

Pengujian Regresi Linier Sederhana

Untuk mengetahui apakah persamaan regresi tersebut signifikan atau tidak, dilakukan uji regresi dengan persamaan = a+bx. Dari persamaan tersebut diperoleh penghitungan sebagai berikut. Tabel 4.5 Hasil Uji Regresi antara Pemahaman Kosakata dan Kemampuan Membaca Pemahaman Model Konstan Pemahaman KosaKata (X) Koefisien B 4,250 0,924 Standar Error 2,284 0,110 Beta t 1,861 0,806 8,407 Sig. 0,070 0,000

Berdasarkan tabel di atas, analisis regresi Y (Kemampuan Membaca Pemahaman) atas X (Pemahaman Kosakata) menghasilkan koefisien regresi (B) sebesar 0,924 dengan konstanta 4,250. Dengan demikian bentuk hubungan antara pemahaman kosakata dengan kemampuan membaca pemahaman ditunjukkan dengan persamaan = 4,250+0,924x. Persaman regresi antara Y (Kemampuan Membaca Pemahaman) dengan X (Pemahaman Kosakata) dianalisis dengan uji t. Hasil pengolahan data diperoleh thitung 8,407 lebih besar dari (>) t
tabel

2,,074 probabilitas (sig.) sebesar 0.000

kurang dari (<) 0,05. Berdasarkan kriteria penerimaan/penolakan hipotesis, dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat dinyatakan regresi = 4,250+0,924x adalah signifikan. Persamaan regresi tersebut menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu satuan (satu unit X) pemahaman kosakata menyebabkan kenaikan 0,924 skor nilai kemampuan membaca pemahaman (Y) dengan konstanta 4,250.

4.5

Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dilakukan untuk menyimpulkan apakah hipotesis yang telah dirumuskan berdasar teori didukung oleh data yang ada di lapangan. Selain itu, pengujian hipotesis, juga digunakan untuk menguji kekuatan hubungan antara varibel bebas dengan variabel terikat. Rumusan hipotesis: Ha : Ada hubungan yang positif dan signifikan antara pemahaman kosakata (X) dengan kemampuan membaca pemahaman (Y) Ho : Tidak ada hubungan yang positif dan signifikan antara pemahaman kosakata (X) dengan kemampuan membaca pemahaman (Y)

Kriteria pengambilan keputusan: Jika t hitung > t tabel Ho ditolak dan Ha diterima; dan Jika t hitung < t tabel Ho diterima dan Ha ditolak. Atau jika probabilitas sig.(2-tailed) kurang dari (<) 0,05, Ho ditolak; jika probabilitas sig.(2-tailed) lebih dari (>) 0,05, Ho diterima;

Untuk menguji hipotesis, penulis menggunakan uji korelasi product moment dari Pearson. Penghitungan uji Product Moment ini menggunakan program komputer SPSS 12.0 for Windows yang dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.6

Uji Korelasi antara Pemahaman Kosakata dengan Kemampuan Membaca Pemahaman taraf nyata Keputusan

Korelasi

r hitung

r tabel

Ketentuan

Pemahaman Kosakata dengan Kemampuan 0,806 membaca pemahaman

0,312

r hitung > r tabel

0,05

Teruji

Hasil penghitungan tabel Correlations pada program SPSS 12.0 for Windows menunjukkan bahwa korelasi antara pemahaman kosakata dengan kemampuan membaca pemahaman. Hal ini terlihat dari rhitung lebih besar (>) dari r
tabel,

yaitu

0,806 > 0,312 ( hasil dari intervolasi pada taraf nyata =0,05 dan n=40). Dengan demikian, Ha diterima dan Ho ditolak, atau dapat juga dilihat dari probabilitas (sig. 2- tailed) yaitu 0,000 kurang dari (<) 0,05. Berdasarkan hasil penghitungan ini dapat disimpulkan ada hubungan positif dan signifikan antara pemahaman kosakata dengan kemampuan membaca pemahaman. Besarnya nilai r = 0,806 dan setelah dikonsultasikan dengan tabel interpretasi, maka hubungan antara pemahaman kosakata dengan kemampuan membaca pemahaman adalah termasuk dalam kategori tinggi atau kuat. 4.6 Pembahasan Pembahasan dari hasil penelitian yang telah terurai di atas adalah sebagai berikut. 4.6.1 Pemahaman Kosakata (Variabel X)

Berdasarkan tes pemahaman kosakata yang telah dilakukan, diperoleh data yang kemudian dikonsultasikan dengan tolok ukur penilaian dalam bab III yang tertera dalam tabel berikut.

Tabel 4.7 Tingkat Pemahaman Kosakata Siswa Kelas X SMA Negeri 16 Bandarlampung Tahun Pelajaran 2010/2011 Interval 85-100 75-84 60-74 40-59 0-39 Jumlah f 5 8 5 18 4 40 Persentase 12,5% 20% 12,5% 45% 10% 100% Tingkat kemampuan Baik Sekali Baik Cukup Kurang Gagal

Berdasarkan tabel 17 di atas, dapat diketahui bahwa siswa yang mencapai kategori baik sekali berjumlah 12,5%, siswa yang mencapai kategori baik berjumlah 20%, siswa yang mencapai ketegori cukup ada 12,5%, siswa yang mencapai kategori kurang ada 45%, dan siswa dengan kategori gagal ada 10%. Data pemahaman kosakata siswa memperoleh kategori cukup dengan persentase 61,05%. Data tersebut dapat dilihat pada lampiran 4. Persentase tingkat pemahaman kosakata siswa dapat dilihat pada diagram berikut

kelas interval
45% 40% 35% 30% 25% 20% 15% 10% 5% 0% 85-100 75-84 60-74 40-59 0-39

Persentase

Gambar 4.5 Diagram Persentase Pemahaman Kosakata

4.6.2

Kemampuan Membaca Pemahaman (Variabel Y)

Berdasarkan tes kemampuan membaca pemahaman yang telah dilakukan, diperoleh data yang kemudian dikonsultasikan dengan tolok ukur penilaian dalam bab III yang tertera dalam tabel berikut. Tabel 4.8 Tingkat Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas X SMA Negeri 16 Bandarlampung Tahun Pelajaran 2010/2011 Interval 85-100 75-84 60-74 40-59 0-39 Jumlah f 6 7 11 13 5 40 Persentase 15% 17,5% 27,5% 32,5% 12,5% 100% Tingkat kemampuan Baik Sekali Baik Cukup Kurang Gagal

Berdasarkan tabel 19 di atas, dapat diketahui bahwa siswa yang mencapai kategori baik sekali berjumlah 15%, siswa yang mencapai kategori baik berjumlah 17,5%, siswa yang mencapai ketegori cukup ada 27,5%, siswa yang mencapai kategori kurang ada 32,5%, dan siswa dengan kategori gagal ada 7,5%. Data kemampuan membaca pemahaman memperoleh kategori cukup dengan persentase 62,4%. Data tersebut dapat dilihat pada lampiran 4. Persentase tingkat kemampuan membaca pemahaman siswa dapat dilihat pada diagram berikut.

kelas interval
40% 30% 20% 10% 0% 85-100 75-84 60-74 40-59 0-39 Persentase

Gambar 4.6 Diagram Persentase Kemampuan Membaca Pemahaman

4.6.3

Hubungan antara Pemahaman Kosakata dengan Kemampuan Membaca Pemahaman

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang positif dan signifikan antara pemahaman kosakata dengan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas X SMA Negeri 16 Bandarlampung tahun pelajaran 2010/2011. Masalah yang terdapat dalam penelitian ini adalah ada atau tidaknya hubungan antara pemahaman kosakata dengan kemampuan membaca

pemahaman. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan penulis, didapatkan bahwa sampel berdistribusi normal (variabel X dan Y) dan homogen (variabel Y). Persamaan regresi antara Y (kemampuan membaca pemahaman) terhadap X (pemahaman kosakata) dilakukan melalui uji t. Dari hasil pengolahan data diperoleh koefsien determinasinya/r2 adalah 0,8062 = 0,649. Hasil ini menggambarkan bahwa sebesar 64,9% aspek kemampuan membaca pemahaman (Y) ditentukan oleh pemahaman kosa kata (X) sedangkan 35,1% ditentukan oleh aspek lainnya. Semi (1993 : 41) menyatakan bahwa di dalam menguji kemampuan membaca pemahaman, harus diperhatikan tiga aspek pokok, yang meliputi kemampuan memahami kata-kata dan istilah, kemampuan memahami pola-pola kalimat dan bentuk-bentuk kata, serta kemampuan menafsirkan dengan tepat lambang-lambang atau tanda-tanda yang dipakai dalam bahasa tertulis. Oleh sebab itu, 35,1% dari aspek lain yang dapat mempengaruhi membaca pemahaman dapat berupa penguasaan tanda baca dan kemampuan memahami pola-pola kalimat. Persentase kontribusi pemahaman kosakata dan faktor lain terhadap kemampuan membaca pemahaman dapat dilihat pada gambar berikut ini.

faktor lain 35,1% pemahaman kosakata 64,9%

Gambar 4.7 Persentase Konstribusi Pemahaman Kosakata terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Mengacu pada kriteria penerimaan/ penolakan hipotesis di atas, Ha diterima dan Ho ditolak sehingga menunjukkan adanya hubungan yang positif, erat, dan signifikan antara pemahaman kosakata (X) dengan kemampuan membaca pemahaman (Y). Hal tersebut berarti bahwa hasil penelitian ini mendukung dan memperkuat teori yang telah dikemukakan pada bab II yakni semakin tinggi pemahaman kosakata, semakin tinggi pula kemampuan membaca pemahaman seseorang. Hasil ini memaparkan kemampuan siswa ketika penelitian berlangsung. Hal ini didasari oleh kerjasama dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan instrumen yang diberikan kepada siswa sudah cukup memenuhi materi yang sesuai dengan pembelajaran siswa di sekolah. Sehingga siswa tidak begitu mengalami kesulitan dan hasil yang diperoleh tergolong cukup.

V. SIMPULAN DAN SARAN

5.1

Simpulan

Dari analisis data yang penulis lakukan terhadap siswa kelas X SMA Negeri 16 Bandar Lampung tahun pelajaran 2010/2011, dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca pemahaman dapat ditingkatkan melalui peningkatan pemahaman kosakata. Simpulan tersebut berdasar pada temuan dalam penelitian ini, yaitu terdapat hubungan antara pemahaman kosakata dengan kemampuan membaca pemahaman dengan koefisien korelasi sebesar 0,806 dan koefisien 0,649. Apabila dihubungkan dengan tolok ukur keeratan pada tabel interpretasi r, dinyatakan keeratan hubungan antara pemahaman kosakata (X) dengan kemampuan membaca pemahaman (Y) berada pada tingkat hubungan tinggi dengan memberikan kontribusi 64,9%, sedangkan 35,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Data pemahaman kosakata siswa memperoleh kategori cukup dengan persentase sebesar 62, 4%, sedangkan data kemampuan membaca pemahaman siswa tergolong cukup dengan persentase sebesar 61%. Dari hasil pengolahan data diperoleh, thitung 8,407 lebih besar dari (>) t
tabel

2,021

probabilitas (sig.) sebesar 0.000 kurang dari (<) 0,05. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa persamaan regresi = 4,250+0,924x adalah signifikan. Persamaan regresi tersebut menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu satuan (satu

unit X) pemahaman kosakata menyebabkan kenaikan 0,924 skor nilai kemampuan membaca pemahaman (Y) dengan konstanta 4,250. Hasil penghitungan menunjukkan bahwa rhitung lebih besar (>) dari r tabel pada taraf kebermaknaan, yaitu 0,806 > 0,312 ( hasil dari intervolasi pada taraf nyata =0,05 dan n=40). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara pemahaman kosakata dengan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas X SMA Negeri 16 Bandar Lampung tahun pelajaran 2010/2011. 5.2 Implikasi Peningkatan Pemahaman Kosakata (X) dalam rangka

Upaya

Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman (Y) Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman kosakata, memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap kemampuan membaca pemahaman yaitu 64,9%. Semakin tinggi pemahaman kosakata seseorang, semakin tinggi pula kemampuan membaca pemahamannya. Skor kemampuan membaca pemahaman dapat ditingkatkan melalui peningkatan pemahaman kosakata. Menurut Keraf (1987 : 67) ada dua cara yang dapat dilakukan untuk memiliki kosakata secara efektif yaitu melalui pengalaman dan bacaan. 1. Pengalaman Dengan pengalaman yang dimiliki oleh seseorang akan memudahkannya dalam menuangkan suatu tulisan. Pengalaman yang dialami oleh seseorang dapat dituangkan dalam bentuk tulisan atau cerita. 2. Bacaan

Membaca adalah cara yang paling mudah untuk meningkatkan pembelajaran dan perkembangan kognitif anak-anak dari segala usia. 5.3 Saran Berdasarkan simpulan pada penelitian ini, penulis menyarankan sebagai berikut. 1. Saran kepada guru mata pelajaran bahasa Indonesia: a. Lebih disiplin dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kegiatan belajar mengajar; b. Memotivasi siswa untuk meningkatkan pemahaman kosakata dalam upaya meningkatan kemampuan membaca pemahaman; 4. Kepada siswa, penulis menyarankan agar siswa memperbanyak membaca buku untuk menambah wawasan dan pengetahuan. 5. Bagi mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah yang hendak menulis skripsi, penulis merekomendasikan agar meneliti kemampuan membaca pemahaman dihubungkan dengan faktor lainnya yang memengaruhi kemampuan membaca pemahaman. Selain itu, penulis juga menyarankan khususnya kepada mahasiswa sebagai pengguna sekaligus pemerhati penggunaan bahasa Indonesia untuk lebih disiplin dan kritis dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar terutama dalam hal karya tulis yang bersifat ilmiah.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi VI. Jakarta: Rineka Cipta. Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Angkasa. Atar, Semi. M. 1993. Rancangan Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Bandung: Angkasa Burhan, Yasir. 1981. Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia. Bandung: Tarsito. Chaer, Abdul. 2002. Psikolinguistik Kajian Teoritik. Jakarta: Rineka Cipta. Chaer, Abdul. 2006. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta. Dajan, Anto. 1993. Pengantar Metode Statistik Jilid I dan II. Jakarta: LP3ES. Debdikbud. 1993. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai pustaka. Debdikbud. 1993. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai pustaka. Depdikbud. 1986. Kemampuan Berbahasa Indonesia Murid Kelas III Sekolah Menengah Atas (SMA) Jawa Timur. Jakarta: Depdikbud. Depdikbud. 2006. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS). Jakarta: Fokusmedia. Fatimah. 1993. Semantik 1. Bandung: Refika Aditama Fuad, M. 2009. Penggunaan Bahasa Indonesia Laras Ilmiah. Bandar Lampung: Ardana Media. Keraf, Gorys. 1980. Komposisi. Ende; Nusa Indah. Lampung, Universitas. 2007. Format Penulisan Karya Ilmiah. Bandarlampung: Universitas Lampung. Margono. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Semarang: Rineka Cipta. Maryani. 2010. Hubungan Kebiasaan Membaca dengan Kemampuan Memahami Cerita Pendek Siswa Kelas X SMA. Bandar Lampung: Universitas Lampung.

Muslich, M. 2008. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Dasar Pemahaman dan Pengembangan. Malang: Bumi Angkasa. Nurgiantoro, Burhan. 1995. Penelitian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta: BPFE. Nurhadi. 1987. Membaca Cepat dan Efektif. Malang: Sinar Baru. Nurlaila. 2004. Hubungan Membaca Pemahaman dengan Kemampuan Menyelesaikan Soal Matematika Berbentuk Cerita pada Siswa Kelas V SD. Bandar Lampung: Universitas Lampung. Rusman, Teddy. 2006. Statistika Penilaian dengan SPSS. Bandar Lampung. Rusminto, Nurlaksana Eko dan Sumarti. 2006. Analisis Wacana Bahasa Indonesia. Bandarlampung: Depdiknas FKIP Universitas Lampung Santosa, P.B. 2005. Analisis Statistik dengan Microsoft Excel dan SPSS. Semarang: ANDI Yogyakarta. Sanusi, A.E. 1996. Penilaian Pengajaran Bahasa dan Sastra. Bandar Lampung: Universitas Lampung. Semi, M. Atar. 1993. Rancangan Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Bandung: Angkasa. Sudirman. 2007. Semantik Bahasa Indonesia. Bandarlampung: Angkasa. Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabet. Sukarti. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Yogyakarta: Bumi Angkasa. Tampubolon, D.P. 1990. Kemampuan Membaca Teknik Membaca Efektif dan Efisien. Bandung: Angkasa. Tarigan, Henry Guntur. 1986. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Tarigan, H.G. 1990. Membaca dalam Kehidupan. Bandung: Angkasa. Tarigan, H.G. 1987. Pengajaran Kosakata. Bandung: Angkasa. Widodo, M. 1998. Mengenal penelitian Kualitatif dan Kuantitatif dalam Pengajaran Bahasa. Bandar Lampung: Universitas Lampung.

LAMPIRAN 1 INSTRUMEN PENELITIAN

INSTRUMEN TES KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN Petunjuk Pelaksanaan Tes 1. Tulislah nama dan kelas Anda di sebelah kiri atas pada lembar jawaban! 2. Periksa kembali jawaban Anda sebelum dikumpulkan! 3. Jumlah soal 36 butir dengan waktu mengerjakan 60 menit. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memberikan tanda silang (X) pada salah satu alternatif jawaban A, B, C, atau D yang Anda anggap paling benar! Wacana 1 di bawah ini dipergunakan untuk menjawab soal No. 1 s.d 7 CANDI BOROBUDUR Borobudur merupakan salah satu peninggalan sejarah terindah dan terbaik di dunia yang tercatat dalam Daftar Peninggalan sejarah Dunia. Candi Borobudur adalah bangunan agama Budha terbesar di dunia dan telah diakui sebagai peninggalan sejarah terbesar yang pernah dibuat oleh manusia. Hingga kini candi Borobudur selalu dikunjungi oleh jutaan turis domestik dan mancanegara. Borobudur mempunyai bentuk bangunan yang tidak ada duanya di dunia. Bentuk arsitektur tersebut terinspirasi dari filsafat micro cosmos yang akan menimbulkan berbagai pertanyaan seperti kapan, bagaimana caranya, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membangun dan oleh siapa. Jawaban pasti akan hal tersebut masih merupakan misteri hingga saat ini karena tidak adanya satu dokumen pun yang bisa ditemukan. Berdasarkan tulisan singkat yang ada pada prasasti yang ditemukan, maka banyak ahli menyatakan bahwa Borobudur dibangun pada sekitar abad ke 8 ketika Raja Samaratunga dari dinasti Syailendra memerintah kerajaannya di Jawa Tengah. Borobudur mempunyai arti yang samar-samar, tetapi sebenarnya kata tersebut merupakan sebuah gabungan kata Bara dan Budur. Bara berasal dari bahasa sansakerta yang berarti komplek candi atau biara, sementara Budur mengingatkan akan kata dari bahasa Bali yang berarti di atas. Dengan demikian, Borobudur berarti biara yang terletak di atas bukit. Borobudur adalah bangunan yang penuh dengan ornamen yang mengandung filosofi, dimana ornamen-ornamen tersebut mempunyai simbol kesatuan dalam perbedaan yang dapat diikuti oleh semua orang untuk dapat mencapai tujuan hidup yang paling mulia. Relief-relief yang terpahat pada tembok-tembok candi menceritakan akan ajaran hidup manusia yang sangat indah. Dengan kata lain, Borobudur adalah jiwa dari seni, budaya dan filsafat. (yogyes.com 22 januari 2011) 1. Pernyataan-pernyataan berikut sesuai dengan yang dikemukakan dalam wacana 1, kecuali .... A. Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa tengah, sekitar 40km dari Yogyakarta B. Candi Borobudur adalah bangunan agama Budha terbesar di dunia C. Borobudur dibangun pada sekitar abad ke 8 D. Borobudur adalah bangunan yang penuh dengan ornamen yang mengandung filosofi

2.

Opini yang terdapat dalam wacana 1 adalah . A. relief-relief yang terpahat pada tembok-tembok candi menceritakan akan ajaran hidup manusia yang sangat indah B. Candi Borobudur adalah bangunan agama Budha terbesar di dunia dan telah diakui sebagai peninggalan sejarah terbesar yang pernah dibuat oleh manusia C. berdasarkan tulisan singkat yang ada pada prasasti yang ditemukan, maka banyak ahli menyatakan bahwa Borobudur dibangun pada sekitar abad ke 8 ketika Raja Samaratunga dari dinasti Syailendra memerintah kerajaannya di Jawa Tengah D. Borobudur merupakan salah satu peninggalan sejarah terindah dan terbaik di dunia yang tercatat dalam Daftar Peninggalan sejarah Dunia Bara berasal dari bahasa Sansakerta yang berarti komplek candi atau biara, sementara Budur mengingatkan akan kata dari Bahasa Bali yang berarti di atas. Kata berarti pada kalimat tersebut berguna untuk . A. menyatakan hubungan pertentangan B. menyatakan hubungan sepakat C. menyatakan hubungan perbandingan D. menyatakan hubungan pernyataan Kalimat simpulan yang tepat untuk wacana 1 adalah . A. Candi Borobudur memiliki ornamen-ornamen bangunan yang indah B. Candi Borobudur merupakan prasasti peninggalan raja Samaratunga dari Dinasti Syailendra C. Candi Borobudur merupakan candi peninggalan sejarah yang terindah dan terbaik di dunia D. Candi Borobudur merupakan pusat peradaban dunia Kalimat pertanyaan yang tepat dengan wacana 1 adalah A. bagaimanakah awal mula berdirinya Candi Borobudur? B. siapakah yang membangun Candi Borobudur? C. apakah arti dari kata Borobudur itu sendiri? D. mengapa hingga saat ini, candi Borobudur masih saja selalu dikunjungi oleh wisatawan baik asing maupun wisatawan domestik?

3.

4.

5.

Wacana 2 di bawah ini dipergunakan untuk menjawab soal No. 8 s.d 13 Media Cangkok Tanaman Buah Mencangkok merupakan cara termudah untuk memperbanyak tanaman buah karena tidak diperlukan keahlian khusus untuk melakukannya. Banyak pecinta tanaman memilih cara ini dibandingkan dengan okulasi, sambung pucuk, atau setek. Apalagi dengan mencangkok semua sifat induk akan diturunkan sama persis ke bibitnya. Meskipun mudah dilakukan, media yang terbaik untuk mencangkok selalu menjadi pertanyaan. Untuk itu, kebun pembibitan Trubus telah mencoba mencangkok tanaman buah menggunakan spaghnum moss, akar kadaka, sabut kelapa, dan tanah. Beberapa jenis tanaman yang dicangkok adalah rambutan binjai, jambu air, dan mangga arum manis. Masing-masing tanaman dicangkok dengan menggunakan empat jenis media dan setiap jenis sebanyak lima cangkokan. Hasil akhir masing-masing tanaman tampak pada tabel berikut ini.

Tanaman Rambutan binjai Jambu air Mangga

Akar kadaka + /2bulan + /3bulan + /3bulan

Spaghnum moss + /2bulan + /3bulan + /3bulan

sabut + /2bulan + /3bulan + /3bulan

Tanah + /3 bulan -

Keterangan : + : akar tumbuh dengan baik : akar tumbuh jelek atau tidak tumbuh 2/3 bulan : waktu cangkok siap dipotong (Keterampilan Dasar Menulis Edisi 2, 2006:5.30) 6. Fakta yang terdapat dalam wacana 2 terdapat pada kalimat . A. mencangkok merupakan cara termudah untuk memperbanyak tanaman buah karena tidak diperlukan keahlian khusus untuk melakukannya B. meskipun menccangkok mudah dilakukan, namun hingga kini belum ditemukan media tepat untuk melakukannya C. untuk itu, kebun pembibitan Trubus telah mencoba mencangkok tanaman buah menggunakan spaghnum moss, akar kadaka, sabut kelapa, dan tanah D. apalagi dengan mencangkok semua sifat induk akan diturunkan sama persis ke bibitnya 7. Pernyataan berikut tentang tabel pada wacana 2 benar, kecuali . A. akar tanaman mangga dapat tumbuh dengan baik jika dicangkok dengan menggunakan media spaghnum moss B. cangkok rambutan binjai tidak dapat tumbuh jika menggunakan media tanah C. cangkok tanaman mangga siap potong dalam waktu 3 bulan D. cangkok jambu air dapat tumbuh dengan menggunakan keempat media 8. Simpulan yang sesuai dengan wacana 2 adalah . A. tanaman mangga siap panen dalam waktu 3 bulan B. kekurangan menggunakan cara mencangkok adalah tanaman dapat panen sekali dalam setahun C. mencangkok adalah cara terbaik dalam hal menanam tanaman D. dengan mencangkok semua sifat induk akan turun sama persis ke bibitnya 9. Mencangkok merupakan cara termudah untuk memperbanyak tanaman buah karena tidak diperlukan keahlian khusus untuk melakukannya. Kata mencangkok dalam kalimat tersebut memiliki makna . A. ranting yang sudah tidak berdaun lagi B. menggali tanah dengan cangkul C. menanam dengan menggunakan biji tanaman D. membuat cabang menjadi berakar untuk ditanam 10. Gagasan utama paragraf pertama adalah . A. banyak pecinta tanaman memilih cara ini dibandingkan dengan okulasi, sambung pucuk, atau setek B. dengan mencangkok semua sifat induk akan diturunkan sama persis ke bibitnya C. mencangkok merupakan cara termudah untuk memperbanyak tanaman buah D. mencangkok tidak diperlukan keahlian khusus

11. Kalimat pertanyaan yang sesuai dengan wacana 2 adalah A. apa sajakah alat yang digunakan untuk mencangkok? B. siapakah yang pertama kali menggunakan media cangkok pada tanaman? C. mengapa para pecinta tanaman lebih memilih cara mencangkok dibandingkan dengan okulasi, sambung pucuk, atau setek? D. Berapa besar biaya yang diperlukan untuk mencangkok tanaman jambu? Wacana 3 di bawah ini dipergunakan untuk menjawab soal No. 14 s.d 19 65% Hutan Tanggamus dalam Kondisi Kritis Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanggamus F.B. Karjiono Wahana mengakui dari hutan seluas 147.669,11 hektare diperkirakan 65% dalam kondisi rusak dan kritis. Tidak bisa dimungkiri jika kini kondisi hutan di Tanggamus, 65% atau 87 ribu hektare dalam kondisi rusak. Jadi diperkirakan tinggal sekitar 35% sisanya yang masih hutan, kata Karjiono, saat dialog Hutan Kemasyarakatan (HKm), di aula Islamic Center Kotaagung, Rabu (5/2) Hadir dalam dialog itu, Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan, Forum HKm Provinsi Bengkulu, Walhi, Unila, LSM, Pers, dan Petani HKm. Menurut Karjiono, berbagai upaya telah dilakukan untuk memulihkan fungsi hutan di Tanggamus yang merupakan hulu Daerah Aliran Sungai (das), diantaranya DAS Way Sekampung. Selain itu, daerah tangkapan air (chactum area) waduk Batutegi yang menjadi sumber pemasok air baku 6 kabupaten/kota di Provinsi Lampung. kegiatan GNHRL ini memang belum menghasilkan, kata dia. Tingginya laju kerusakan hutan di Tanggamus, menurut Karjiono, disebabkan miminya pengelola di bidang kehutanan. Di mana, di Tanggamus kini hanya ada 13 anggota Polisi Kehutanan (Polhut), ditambah 52 petugas kehutanan di tingkat kabupaten, dan 14 petugas di kecamatan. untuk itu, pada tahun 2011 ini, kami akan mengajukan usulan rekruten CPNSD. (Lampung Post, 6 februari 2011) 12. Kalimat topik paragraf pertama terletak pada . A. awal paragraf B. akhir paragraf C. tengah paragraf D. awal dan akhir paragraf 13. Berdasarkan wacana 3, dari hutan seluas 147.669,11 hektare, hutan yang rusak diperkirakan seluas . A. 65 ribu hektare B. 47 ribu hektare C. 35 ribu hektare D. 87 ribu hectare 14. Pertanyaan yang sesuai dengan isi wacana 3 adalah . A. siapa sajakah yang harus bertanggungjawab atas kerusakan hutan Tanggamus? B. sejak kapan hutan Tanggamus mengalami kerusakan? C. apa sajakah kerugian yang disebabkan rusaknya hutan di Tanggamus? D. apakah sebab tingginya laju kerusakan hutan di Tanggamus?

15. Tingginya laju kerusakan hutan di Tanggamus, menurut Karjono, disebabkan minimnya pengelola di bidang kehutanan. Antonim dari katadisebabkan pada kalimat di atas adalah . A. dikarenakan B. diakibatkan C. diawalkan D. diadakan 16. Simpulan yang tepat untuk wacana 3 adalah . A. upaya yang harus dilakukan untuk megatasi kerusakan hutan di Tanggamus adalah dengan menambah pengelola di bidang kehutanan B. hutan di Tanggamus berfungsi sebagai hulu Daerah Aliran Sungai (das) C. hutan Tanggamus 65% mengalami kerusakan dan dalam kondisi kritis D. hutan di Tanggamus seluas 147.669,11 hektare 17. Kalimat yang merupakan fakta pada wacana 3 adalah . A. menurut Karjiono, Tingginya laju kerusakan hutan di Tanggamusdisebabkan miminya pengelola di bidang kehutanan B. Menurut Karjiono, berbagai upaya telah dilakukan untuk memulihkan fungsi hutan di Tanggamus C. kegiatan GNHRL ini memang belum menghasilkan, kata Karjiono D. hutan di Tanggamus seluas 147.669,11 hektare Wacana 4 di bawah ini dipergunakan untuk menjawab soal No. 20 s.d 25 Amblasnya Tol Cipularang Tol Cipularang yang belum lama diresmikan, amblas di Km 91.600. Tidak ada korban jiwa karena jalan tol dari Jakarta ke Cileunyi itu amblas di saat lalu lintas sedang sepi, yakni kira-kira pukul 02.00WIB. Selain itu, keretakan dan tanda-tanda akan terjadinya amblas jalan tol di Kampung Pasirhonje, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta ini, sudah diketahui petugas Jasa Marga beberapa jam sebelumnya sehingga petugas bisa mengantisipasinya. Sehari setelah itu terjadi lagi longsor susulan yang membuat sisi ruas tol di jalur A (Jakarta-Bandung) ambrol. Bahu ruas jalan yang ambrol itu, terletak di Km 91,925. Bahkan, kamis malam terjadi lagi longsor susulan di Km 70,6. Akan tetapi, kejadian yang ketiga ini terbilang lebih relatif kecil dibandingkan kejadian pertama dan kedua. Tol di Km 70,6 itu anjlok sepanjang 25 meter dengan kedalaman kurang lebih 4 meter. Anjloknya tol terakhir ini, juga sudah terlihat sejak dua hari sebelumnya sehingga tidak sampai mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Tidak menutup kemungkinan longsor susulan masih akan terjadi. Hal ini dikarenakan di kawasan Pasirhonje memang dikenal sebagai daerah rawan longsor. Bahkan, Kepala Subdirektorat Mitigasi Bencana Geologi, Dr. Ir. Surono sudah memperkirakan sebelumnya bahwa di kawasan itu akan terjadi longsor. Menurut Surono, daerah tersebut merupkakan zona merah atau rawan longsor dan sudah berkali-kali terjadi pergerakan tanah. Itu sebabnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto menginstruksikan kepada pihak operator jalan Tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi) untuk sementara memasang rambu-rambu di kawasan rawan ambles itu. Ini penting, agar pengendara memperlambat lajunya saat memasuki jalan yang rawan tersebut sehingga tidak terjadi

kecelakaan yang bisa mengakibatkan korban jiwa. Walaupun Dirut Jasa marga sudah menjamin jalan tol itu sudah aman, tetapi masyarakat pengguna jalan Tol Purbaleunyi masih harus ekstra hati-hati. Terutama saat melewati daerah sekitar Sukatani Purwakarta. Dilanjutkan oleh Joko,hal yang lebih penting adalah segera perbaiki jalan tol itu secara tuntas sekaligus meneliti mengapa sampai terjadi longsor dan kemungkinan adanya kegagalan konstruksi. Terjadinya kegagalan kontruksi di ruas tol itu menunjukkan persoalan mendasar dalam bidang konstruksi di Indonesia. Persoalan tersebut di antaranya diduga terkait proses tender yang tidak transparan, realisasi biaya yang tidak sesuai dengan anggaran, pengerjaan yang kurang berkualitas serta perencanaan yang asalasalan. Pihak yang bersalah harus bertanggung jawab dan harus segera ditndak jika terbukti. (Lampung Post, 23 maret 2011) 18. Kalimat utama paragraf pertama pada wacana 4 adalah . A. longsor terjadi sebanyak tiga kali berturut-turut B. terjadinya kegagalan kontruksi di ruas tol itu menunjukkan persoalan mendasar dalam bidang konstruksi di Indonesia C. tidak ada korban jiwa karena jalan tol dari Jakarta ke Cileunyi itu amblas di saat lalu lintas sedang sepi, yakni kira-kira pukul 02.00WIB D. tol Cipularang amblas di Km 91.600 19. Berdasarkan wacana 4, kalimat yang merupakan fakta adalah . A. tol Cipularang terletak di Kampung Pasirhonje, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta B. Dr. Ir. Surono sudah memperkirakan sebelumnya bahwa di kawasan itu akan terjadi longsor C. persoalan amblasnya tol ini di antaranya diduga terkait proses tender yang tidak transparan, realisasi biaya yang tidak sesuai dengan anggaran, pengerjaan yang kurang berkualitas serta perencanaan yang asal-asalan D. Dirut Jasa marga sudah menjamin jalan sudah aman, tetapi masyarakat pengguna jalan Tol Purbaleunyi masih harus ekstra hati-hati 20. Pernyataan di bawah ini benar dan sesuai dengan wacana 4, kecuali . A. longsor terjadi sebanyak dua kali berturut-turut B. tol Cipularang amblas di Km 91.600 C. tol amblas diperkirakan pada pukul 02.00 WIB D. pihak yang bersalah harus bertanggung jawab dan harus segera ditndak jika terbukti 21. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto menginstruksikan kepada pihak operator jalan Tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi) untuk sementara memasang rambu-rambu di kawasan rawan ambles. Kata menginstruksikan dalam kalimat tersebut dapat diganti dengan kata . A. menggantikan B. memerintahkan C. melaporkan D. mempertimbangkan 22. Pertanyaan yang tidak sesuai dengan isi wacana 4 adalah A. siapa sajakah yang harus bertanggungjawab atas amblasnya Tol Cipularang? B. berapa jumlah korban jiwa dalam musibah amblasnya Tol Cipularang?

C. apa sajakah kerugian yang disebabkan amblasnya Tol Cipularang? D. apakah penyebab amblasnya Tol Cipularang? 23. Simpulan yang tepat untuk wacana 4 adalah . A. amblasnya Tol Cipularang cukup membawa dampak buruk bagi jalur lalu lintas di sekitarnya B. Tol Cipularang yang belum lama diresmikan, amblas di Km 91.600 C. tol Cipularang terletak di Kampung Pasirhonje, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta D. diduga penyebab terjadinya amblasnya Tol Cipulang adalah proses tender yang tidak transparan, realisasi biaya yang tidak sesuai dengan anggaran, pengerjaan yang kurang berkualitas serta perencanaan yang asal-asalan Wacana 5 di bawah ini dipergunakan untuk menjawab soal No. 27 s.d 32 Manfaat air putih bagi kesehatan Mengapa kita harus banyak mengkonsumsi air putih?, jika itu pertanyaan yang selama ini di benak anda, jawabnya cukup mengerikan namun anda tak perlu bersembunyi, yang perlu anda lakukan hanyalah mengisi gelas dengan air putih dan minum sebanyakbanyaknya. Sejak pertama kali mempelajari biologi, anda pasti mengatahui bahwa 80% tubuh manusia terdiri dari air. Bahkan ada dua bagian tubuh manusia yang memiliki kadar air di atas 80% dimana keduanya memiliki peran penting bagi kehidupan manusia, yaitu Otak dan Darah. Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki komponen air 95%. Untuk menjaga kesehatannya, manusia normal wajib mengkonsumsi air putih minimal 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Namun ukuran ini tidak berlaku pada anda yang hobi merokok, sebaliknya anda harus mengkonsumsi air putih lebih dari 2 liter perhari. Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh, misalnya air seni, keringat, pernapasan dan sekresi. Setelah anda mengetahui berapa banyak air yang wajib kita konsumsi perharinya, marilah kita bayangkan apa jadinya bila anda melanggar aturan tersebut atau dalam bahasa sederhananya, anda minum kurang dari 2 liter air putih perhari. Jawabnya yaitu, tubuh akan menyeimbangkan diri. Tubuh akan menyedot air dari komponen tubuh sendiri. Dimulai dari komponen yang paling dekat, darah. Lantaran air dalam darah disedot untuk keperluan tubuh, maka darah akan menjadi kental sehingga perjalanannya ke seluruh tubuh menjadi kurang lancar. Pada proses ini, ginjal akan sangat menderita. Dalam menjalankan tugasnya menyaring racun dari darah, ia akan mengalami kesulitan saat harus menyaring darah yang kental. Tak jarang darah ini akan menyebabkan perobekan pada glomerulus ginjal. Berbahaya? Tergantung , tapi yang jelas air seni anda akan berwarna kemerahan, sebagai pertanda mulai bocornya saringan ginjal. Jika anda tetap cuek dan tidak melakukan sesuatu untuk menghentikan kebocoran ini, maka anda harus menyiapkan Rp400.000 rupiah seminggu. Untuk apa? tentu saja untuk cuci darah. Sekarang anda bisa menyimpulkan apakah kebocoran saringan ginjal termasuk hal berbahaya atau tidak? saat darah mengalir lewat otak, perjalanannya pun juga tak lancar sama halnya saat ia melewati ginjal. Akibatnya otak tidak lagi encer . Sel-sel otak adalah organ yang paling boros mengkonsumsi makanan dan oksigen. Terhalangnya aliran darah ini bisa menyebabkan sel-sel otak cepat mati atau tidak berfungsi

sebagaimana mestinya. Bila anda juga mengidap penyakit jantung, maka sempurnalah penderitaan tubuh kita dengan adanya serangan stroke . (yogyes.com 22 maret 2011)

24. Fakta yang tepat yang terdapat dalam wacana 5 adalah .... A. bagi anda yang hobi merokok, harus mengkonsumsi air putih lebih dari 2 liter perhari B. Untuk menjaga kesehatannya, manusia normal wajib mengkonsumsi air putih minimal 2 liter sehari atau 8 gelas sehari C. ada dua bagian tubuh manusia yang memiliki kadar air di atas 80%, yaitu otak dan darah D. Jika anda tetap cuek dan tidak melakukan perubahan pola hidup ini, maka anda harus menyiapkan Rp400.000 rupiah seminggu untuk cuci darah 25. Simpulan yang tepat untuk wacana 5 adalah .... A. kita harus minum 8 gelas air setiap hari B. air putih sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia C. banyaknya penyakit yang disebabkan kebocoran ginjal D. kesehatan sangat mahal harganya 26. Gagasan utama paragraf kedua pada wacana 4 adalah . A. 80% tubuh manusia terdiri dari air B. bahkan ada dua bagian tubuh manusia yang memiliki kadar air di atas 80% dimana keduanya memiliki peran penting bagi kehidupan manusia, yaitu Otak dan Darah. C. otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki komponen air 95% D. untuk menjaga kesehatannya, manusia normal wajib mengkonsumsi air putih minimal 2 liter sehari atau 8 gelas sehari 27. Berdasarkan wacana 5, ada dua bagian tubuh manusia yang memiliki kadar air di atas 80% dimana keduanya memiliki peran penting bagi kehidupan manusia, yaitu . A. otak dan darah B. ginjal dan darah C. otak dan paru-paru D. ginjal dan hati 28. Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki komponen air 95%. Kata komponen dalam kalimat tersebut dapat diganti dengan kata . A. ruangan B. bagian C. tempat D. lokasi 29. Pertanyaan yang sesuai dengan isi wacana 5 adalah A. berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk mengobati stroke? B. kapan tubuh kita sangat membutuhkan air? C. bagaimanakah proses metabolism dalam tubuh kita? D. mengapa kita harus banyak mengkonsumsi air putih? Wacana 6 di bawah ini dipergunakan untuk menjawab soal No. 32 s.d 40.

Integrasi teknologi komunikasi dalam pembelajaran Pada era globalisasi saat ini, masyarakat Indonesia di tuntut untuk mampu menggunakan teknologi agar mampu bersaing dengan Negara lain. Saat ini, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mampu menggunakan Teknologi dengan baik, contohnya saja dalam hal pengoperasian komputer, masih banyak yang belum menguasai Microsoft Office, sehingga Sumber Daya Manusia yang ada belum mencapai tingkat yang sesuai dalam menghadapi era globalisasi saat ini. Pihak sekolah, menjadikan TIK (Teknologi Komunikasi dan Informasi) sebagai mata pelajaran yang harus dipelajari siswa. Dan belum semua guru mampu mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran, sehingga membuat proses pembelajaran menjadi monoton dan membosankan. Namun saat ini, di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dsb, sudah mampu mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran mereka. Contohnya saja, sudah adanya Sekolah yang menerapkan E-learning dalam proses pembelajaran mereka. Adanya sekolah yang menerapkan pendidikan jarak jauh yang membantu daerah-daerah terpencil agar mampu meraih pendidikan yang sebanding dengan mereka yang ada di kota-kota besar. Masalah besar yang masih ada saat ini diantaranya adalah fasilitas dan kemampuan sumber daya manusia. Fasilitas untuk mendukung adanya pendidikan jarak jauh masih jauh melampaui biaya yang dimiliki pihak sekolah. Tidak semua sekolah mampu menyediakan fasilitas tersebut dengan biaya yang sedikit. Sumber daya guru yang masih sedikit dalam memiliki kemampuan mengoperasikan komputer dan program-program ELearning. Adanya rasa gengsi guru untuk merubah pola mengajar mereka yang tradisional menjadi pembelajaran berbasis aneka sumber termasuk media pembelajaran juga merupakan salah satu kendala dalam pengintegrasian TIK. Alasan yang selalu ada yaitu kurangnya mereka menguasai media, dan ketidakmampuan itu terkadang tidak mau mereka hilangkan dan tidak mau mempelajari bagaimana media tersebut bekerja membantu proses pembelajaran. Masalah-masalah ini yang selalu menjadi kendala dalam mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran. Berbeda jauh dengan integrasi teknologi komunikasi dan informasi di kota-kota besar. Adanya pelatihan-pelatihan dan rasa keingintahuan guru untuk menguasai komputer membantu mereka untuk mengintegrasikan TIK dalam proses pembelajaran. Sehingga proses pembelajaran yang ada tidak lagi monoton, seperti penggunaan Power Point dalam pelajaran sejarah; adanya CD pembelajaran dalam pembelajaran Matematika, Biologi, Bahasa Inggris, dsb; adanya penggunaan audio dalam proses pembelajaran Listening pada pelajaran Bahasa Inggris dengan disediakannya Lab Bahasa pada beberapa sekolah; penggunaan Website (baik yang berbayar maupun tidak, misalnya Blog, dsb) pada beberapa sekolah yang mengerti manfaat website tersebut bagi siswa dan sekolah; juga dengan adanya pendidikan jarak jauh tentunya dengan didirikannya Universitas Terbuka dan SMP Terbuka. E-Learning saat ini menjadi satu kebutuhan penting dalam proses pembelajaran agar mampu meratakan pendidikan di Indonesia. Tinggal bagaimana pemerintah mengalokasikan dana pendidikan secara tepat dan merata agar terpenuhinya pemerataan pendidikan dan mengurangi kesenjangan pendidikan yang ada di kota besar dan daerah terpencil. (Lampung Post, 2 Mei 2010) 30. Kalimat yang merupakan opini yang terdapat dalam wacana 6 adalah .

A. adanya rasa gengsi guru untuk merubah pola mengajar mereka yang tradisional menjadi pembelajaran berbasis aneka sumber termasuk media pembelajaran juga merupakan salah satu kendala dalam pengintegrasian TIK B. di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dsb, sudah mampu mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran C. E-Learning saat ini menjadi satu kebutuhan penting dalam proses pembelajaran agar mampu meratakan pendidikan di Indonesia D. kesenjangan terjadi antara pendidikan di kota dengan pendidikan daerah terpencil 31. Ide pokok paragraf pertama wacana 6 adalah . A. masyarakat banyak yang belum menguasai teknologi B. pada era globalisasi, masyarakat Indonesia dituntut menguasai teknologi agar mampu bersaing dengan Negara lain C. SDM di Indonesia masih sangat rendah D. Kemajuan teknologi belum dirasakan oleh masyarakat Indonesia 32. Simpulan yang tepat untuk wacana 6 adalah . A. TIK merupakan mata pelajaran wajib di sekolah B. kota-kota besar sudah menggunakan program E-Learning dan penggunaan website di sekolah-sekolahnya C. masyarakat Indonesia masih tertinggal dalam hal teknologi dari Negara-negara lain D. TIK bukan hanya sebagai mata pelajaran yang monoton, tetapi integrasinya dalam pelajaran harus lebih ditingkatkan menjadi media yang menunjang kemajuan pendidkan. 33. Pernyataan berikut yang sesuai dengan wacana 6 adalah . A. E-Learning merupakan satu syarat dalam proses pembelajaran B. adanya kesenjangan antara pendidkan di kota-kota besar dengan pendidikan di daerah terpencil C. Fasilitas untuk mendukung adanya pendidikan jarak jauh sudah terpenuhi oleh pihak-pihak sekolah D. guru harus menguasai TIK dalam proses pembelajaran 34. Kalimat pertanyaan berikut ini yang sesuai dan tepat dengan wacana 6, kecuali A. bagaimana cara pengintegrasian TIK ke dalam pembelajaran? B. apakah kendala terbesar dalam pengintegrasian TIK ke dalam pembelajaran? C. kapan pengintegrasian TIK akan segera dilakukan oleh pihak sekolah? D. Mengapa terjadi kesenjangan pendidikan antara di kota-kota besar dengan di daerah terpencil? 35. Berbeda jauh dengan integrasi teknologi komunikasi dan informasi di kota-kota besar. Kata integrasi dalam kalimat tersebut bermakna . A. pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh B. perpindahan ke arah lebih baik lagi C. perombakan dalam suatu susunan D. proses kembalinya menjadi seperti semula 36. Berdasarkan wacana 6, apa yang menjadi kendala dalam proses pengitegrasian TIK ke dalam pembelajaran di sekolah? A. Kurangnya tenaga pengajar di sekolah-sekolah. B. Lemahnya kontrol dari kepala sekolah.

C. Kurangnya fasilitas dan sumber daya manusia. D. Banyaknya program TIK yang harus dijalankan.

LEMBAR JAWABAN

Nama : .. Kelas : X .

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

A B C D A B C D A B C D A B C D A B C D A B C D A B C D A B C D A B C D

21. A B C D 22. A B C D 23. A B C D 24. A B C D 25. A B C D 26. A B C D 27. A B C D 28. A B C D 29. A B C D 30. A B C D 31. A B C D 32. A B C D 33. A B C D 34. A B C D 35. A B C D 36. A B C D

10. A B C D 11. A B C D 12. A B C D 13. A B C D 14. A B C D 15. A B C D 16. A B C D 17. A B C D 18. A B C D 19. A B C D 20. A B C D

KUNCI JAWABAN TES KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN

1. A 2. C 3. B 4. C 5. C 6. A 7. A 8. C 9. D 10. C 11. A 12. A 13. D 14. D 15. B 16. C 17. D 18. D 19. A 20. A

21. B 22. D 23. A 24. C 25. B 26. A 27. A 28. B 29. D 30. A 31. B 32. D 33. B 34. C 35. A 36. D

INSTRUMEN TES PEMAHAMAN KOSAKATA Petunjuk Pelaksanaan Tes 1. Tulislah nama dan kelas Anda di sebelah kiri atas pada lembar jawaban! 2. Periksa kembali jawaban Anda sebelum dikumpulkan! 3. Jumlah soal 32 butir dengan waktu mengerjakan 60 menit. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memberikan tanda silang (X) pada salah satu alternatif jawaban A, B, C, atau D yang Anda anggap paling benar! 1. Pasangan kalimat yang menggunakan kata berhomograf (kata yang sama ejaannya, tetapi ucapan dan artinya berbeda) adalah A. Pemimpin yang baik harus mempunyai mental yang baik pula. Pengendara yang mengalami kecelakaan itu mental dari sepeda motornya. B. Buku jari tangan adikku terluka saat mengupas mangga. Buku bacaan untuk anak-anak sebaiknya mempunyai unsur didik. C. Kopi surat kenaikan pangkat itu dibuat rangkap dua. Kopi kiriman ibu dari Medan sudah dibagi-bagikan kepada tetangga. D. Kaca jendela rumah itu sudah buram karena jarang dibersihkan. Andi mengerjakan tugasnya di kertas buram. 2. Kalimat di bawah ini yang menggunakan kata berhiponim (kata yang tingkatannya di bawah superordinat/kata khusus) adalah A. Pemerintah menaikkan bahan bakar minyak diantaranya bensin, minyak tanah, dan solar. B. Kita tahu bahwa tahu adalah makanan bergizi. C. Bisa ular bisa mematikan seseorang. D. Pukul berapa ia kena pukul? 3. Kita nanti makan angin saja. Makna ungkapan makan angin di atas adalah . A. berjalan-jalan untuk mencari angin segar B. duduk-duduk sekedar menghabiskan waktu C. diam tenang tidak mengganggu orang lain D. bergembira sambil menghirup udara bersih 4. Kata yang bersinonim (persamaan kata) terdapat dalam kalimat A. Baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, turut memeriahkan perayaan hari kemerdekaan RI. B. Kepala stasiun itu menyandarkan kepalanya di sandaran kursi malasnya. C. Mereka tidak tahu di mana tempat orang membuat tahu. D. Ia tidak melewati jalan besar itu melainkan menyusuri lorong di kampung itu. 5. Hal itulah yang memilukan perasaanku. Kalimat di bawah ini yang menggunakan kata bersinonim (persamaan kata) memilukan dalam kalimat di atas adalah A. Persoalan serumit itu cukup memusingkanku. B. Perbuatannya cukup menjengkelkan hati banyak orang. C. Tingkah laku anak itu menyedihkan hati kedua orang tuanya. D. Keputusan itu sangat membingungkan.

6. Kalimat di bawah ini yang menggunakan kata berantonim (lawan kata) adalah A. Ruangan itu sunyi sepi setelah para karyawannya dirumahkan. B. Pikirannya timbul tenggelam terbawa emosinya sendiri. C. Karena ketakutan mereka lari tunggang-langgang. D. Dari tadi mereka kelihatan mondar-mandir saja. 7. Kalimat yang mengandung kata berpolisemi (satu kata yang memiliki makna banyak) adalah A. Bank Mandiri mempunyai cabang di kota-kota besar seperti pohon yang bercabang. B. Para penonton memuji dan menyanjung pemain teater itu dengan sangat berlebihan. C. Ketika seri nomor undian diumumkan, wajah Mimin langsung berseri-seri. D. Walaupun tidak kaya, keluarga Pak Harjo bahagia dan sejahtera. 8. Manakah kalimat di bawah ini yang menggunakan kata berhomograf (kata yang sama ejaannya, tetapi ucapan dan artinya berbeda) dengan tepat A. Sewaktu saya beristirahat di halaman sekolah, saya membaca buku dari halaman satu sampai halaman sepuluh. B. Dari tadi terdengar suara sedu sedan dari dalam sedan yang sedang parkir di pinggir jalan yang sepi itu. C. Malam itu tidak seorangpun yang mengetahui adiknya dilanggar mobil ketika pulang dari langgar. D. Ia tidak sabar menanti kedatangan ayahnya, padahal ia baru menunggu sepuluh menit. 9. Kalimat di bawah ini yang menggunakan kata berhipernim (kelas kata/kata umum) dengan tepat adalah A. Bunga itu layu karena tidak pernah disiram. B. Ayu adalah bunga desa di kampungnya. C. Bunga bank membuat Andi terlilit hutang. D. Bunga mawar harum wanginya. 10. Orang itu terlalu besar hati untuk memenangkan perlombaan pidato itu. Ungkapan yang semakna dengan ungkapan di atas adalah A. Janganlah kecil hati dalam menghadapi segala masalah. B. Janganlah tinggi hati walaupun kita pintar dan kaya. C. Janganlah berat hati dalam melakukan suatu pekerjaan. D. Berlapang hatilah dalam menghadapi semua cobaan. 11. Manakah kata di bawah ini yang memiliki hubungan makna homofon (kata yang ucapannya sama, tetapi ejaan dan artinya berbeda) adalah . A. bank bang c. bagus jelek B. teras teras d. cantik indah 12. Kalimat yang menggunakan kata berhomonim (dua kata atau lebih yang lafal dan ejaannya sama, tetapi maknanya berbeda) yang tepat adalah A. Penulisan surat lamaran menggunakan bahasa baku. Terjadi baku hantam antarpenonton di stadion tambak sari Surabaya. B. Saya masih sangsi akan kesetiaannya padaku. Karena melakukan pelanggaran Anton diberi sanksi oleh bapak kepala sekolah. C. Anita membeli buku di toko ramai. Berilah aku tebu sebuku saja.

D. Gigi seri adik sudah tumbuh. Pertandingan kedua kesebelasan berakhir seri. 13. Deretan kata khusus yang benar adalah . A. kendaraan, alat tulis c. pasta gigi, sabun B. bunga, pohon d. mobil, motor 14. Roy membawa (1) novel lupus. Dia mengamati (2) sampul depan buku itu. Dia seorang pustakawan yang rajin membaca (3). Selama tiga tahun, ia memikul (4) tanggung jawab itu. Profesi yang dimiliki ditekuninya. Kata bersinonim (persamaan kata) pada paragraf tersebut ditandai dengan nomor . A. 1 dan 2 b. 1 dan 4 c. 3 dan 4 d. 2 dan 3 15. Manakah pasangan kata yang berantonim (lawan kata) di antara kata ini . A. kolusi solusi c. konstruktif destruktif B. ekslusif spesial d. defile parade 16. Di bawah ini merupakan kata umum yaitu . A. sedan, truk c. spidol, bolpoin B. sapu, serbet d. kendaraan, alat tulis 17. Mawar, melati, anggrek merupakan kata . A. hiponim c. sinonim B. hipernim d. antonim 18. Manakah kalimat di bawah ini yang menggunakan kata berhomograf (kata yang sama ejaannya, tetapi ucapan dan artinya berbeda) A. Ayu bisa bertahan hidup, walaupun bisa ular itu mematikan. B. Bang Adi bekerja di Bank BCA. C. Ibu menanam banyak bunga di halaman rumah. D. Pejabat teras itu sedang duduk di teras. 19. Kalimat yang menggunakan kata berhomofon (kata yang ucapannya sama, tetapi ejaan dan artinya berbeda) terdapat pada A. Bang Budi menabung di Bank BCA. B. Bisa ular itu sangat beracun dan bisa mematikan. C. Bayu memancing ikan di sungai. D. Sebelum pergi apel, kakak makan apel. 20. Belajar agama jangan hanya kulitnya, tetapi isinya juga. Makna kata kulit pada kalimat di atas adalah . A. pemalut paling luar B. lampiran yang ada di luar C. bagian yang sebelah luar D. sesuatu yang tampak di luar 21. Dia mendapat nomor undian paling akhir. Antonim (lawan kata) dari kata yang bercetak miring adalah . A. Pertama c. awal B. Perdana d. mula-mula 22. Di bawah ini yang termasuk kalimat berhipernim (kelas kata/kata umum) adalah A. Andri memberikan mawar kepada Isti.

B. Pak Budi membeli 5 ekor gurame di pasar. C. Ibu menanam pohon mangga di halaman. D. Pohon itu tumbang karena terkena petir. 23. Di bawah ini merupakan kalimat berhomonim (dua kata atau lebih yang lafal dan ejaannya sama, tetapi maknanya berbeda), kecuali A. Penulisan surat lamaran menggunakan bahasa baku. Terjadi baku hantam antarpenonton di stadion tambak sari Surabaya. B. Saya masih sangsi akan kesetiaannya padaku. Karena melakukan pelanggaran Anton diberi sanksi oleh bapak kepala sekolah. C. Anita membeli buku di toko ramai. Berilah aku tebu sebuku saja. D. Ular kobra memiliki bisa yang mematikan. Adik bisa menyelesaikan tugas tepat waktu. 24. Di bawah ini merupakan kalimat berhiponim (kata yang tingkatannya di bawah superordinat/kata khusus), kecuali A. Ibu menanam bunga anggrek, mawar, dan melati di halaman rumah. B. Pohon mangga dan pohon rambutan itu ditebang karena menghadang jalan. C. Kendaraan roda dua dilarang untuk melintas di jalan ini. D. Bibi membeli kue apem dan kue cucur di pasar. 25. Dia berangkat bekerja ketika matahari belum terbit dari ufuk timur dan pulang bekerja setelah matahari terbenam di ufuk A. Barat B. selatan C. utara D. tenggara 26. Mobil kami melewati jalan yang sempit dan berbelok-belok. Makna kata jalan pada kalimat di atas adalah . A. perlintasan dari suatu tempat ke tempat lain B. melangkah maju atau mundur C. lalu lintas orang atau kendaraan D. yang dilalui untuk keluar masuk 27. Kalimat yang menggunakan kata yang berhomofon (kata yang ucapannya sama, tetapi ejaan dan artinya berbeda) terdapat pada A. Bang Budi menabung di Bank BCA. B. Bisa ular itu sangat beracun dan bisa mematikan. C. Bayu memancing ikan di sungai. D. Sebelum pergi apel, kakak makan apel. 28. Di bawah ini adalah kalimat yang di dalamnya terdapat kata berhomograf (kata yang sama ejaannya, tetapi ucapan dan artinya berbeda), kecuali A. Pejabat teras itu sedang duduk di teras. B. Para pegawai disuruh makan apel sebelum mereka apel. C. Bisa ular itu sangat beracun dan bisa mematikan. D. Wajah Ayu berseri-seri saat makan buah seri. 29. Di bawah ini merupakan kalimat berhiponim (kata yang tingkatannya di bawah superordinat/kata khusus), kecuali A. Ibu menanam bunga anggrek, mawar, dan melati di halaman rumah. B. Pohon mangga dan pohon rambutan itu ditebang karena menghadang jalan. C. Kendaraan roda dua dilarang untuk melintas di jalan ini. D. Bibi membeli kue apem dan kue cucur di pasar.

30. Rani berusaha keras untuk menyelesaikan sekolahnya. Makna kata keras pada kalimat di atas adalah . A. gigih c. kuat B. teguh d. tegas 31. Wajah remaja sekarang tidak menggembirakan, apalagi sekarang banyak yang menggunakan narkoba. Makna kata wajah pada kalimat di atas adalah . A. muka B. gambaran C. tokoh D. sifat 32. Di bawah ini merupakan kalimat berhomonim (dua kata atau lebih yang lafal dan ejaannya sama, tetapi maknanya berbeda), kecuali A. Penulisan surat lamaran menggunakan bahasa baku. Terjadi baku hantam antarpenonton di stadion tambak sari Surabaya. B. Saya masih sangsi akan kesetiaannya padaku. Karena melakukan pelanggaran diberi sanksi oleh bapak kepala sekolah. C. Anita membeli buku di took ramai. Berilah aku tebu sebuku saja. D. Ular kobra memiliki bisa yang mematikan. Adik bisa menyelesaikan tugas tepat waktu.

LEMBAR JAWABAN

Nama : .. Kelas : X .

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

A B C D A B C D A B C D A B C D A B C D A B C D A B C D A B C D A B C D

21. A B C D 22. A B C D 23. A B C D 24. A B C D 25. A B C D 26. A B C D 27. A B C D 28. A B C D 29. A B C D 30. A B C D 31. A B C D 32. A B C D

10. A B C D 11. A B C D 12. A B C D 13. A B C D 14. A B C D 15. A B C D 16. A B C D 17. A B C D 18. A B C D 19. A B C D 20. A B C D

KUNCI JAWABAN TES PEMAHAMAN KOSAKATA

1. A 2. A 3. B 4. D 5. C 6. B 7. A 8. B 9. D 10. B 11. A 12. C 13. B 14. B 15. B 16. D 17. A 18. D 19. A 20. A

21. A 22. D 23. B 24. C 25. A 26. C 27. A 28. C 29. C 30. A 31. A 32. B

LAMPIRAN 2 PENGOLAHAN DATA HASIL UJI COBA INSTRUMEN

PENGOLAHAN DATA HASIL UJI COBA INSTRUMEN Uji coba menggunakan Instrumen berbentuk tes. Uji coba dilakukan di kelas X SMA Negeri 7 Bandar Lampung yang memiliki karakteristik sama dengan kelas X SMA Negeri 16 Bandar Lampung. Sampel pada uji coba ini adalah 40 siswa. A. Penghitungan Data Hasil Uji Coba Instrumen Pemahaman Kosakata Setelah tes pemahaman kosakata diujikan penulis, soal dianalisis guna mencari validitas dan reabilitasnya. Penghitungan validitas dan reabilitas dari hasil uji coba instrumen pemahaman kosakata tertuang pada halaman berikut ini. 1. Validitas

Validitas intrumen pada penelitian ini dihitung menggunakan program komputer Anates V.4.0.9 software dengan rumus statistik Korelasi Product Moment dari Person. Rumus korelasi product moment dengan angka kasar adalah sebagai berikut (Arikunto, 2006 : 275).

rxy =

Keterangan: r xy = Koefisien korelasi N = Jumlah sampel X = Skor variabel X Y = Skor variabel Y X = Jumlah skor variabel X Y = Jumlah skor variabel Y 2 X = Jumlah kuadrat skor variabel X 2 Y = Jumlah kuadrat skor variabel Y (A. Effendi Sanusi, 1998: 97)

Adapun kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut. Pada taraf nyata 0,05 jika r hitung lebih besar (>) dari r tabel, instrumen atau soal dinyatakan valid Pada taraf nyata 0,05 jika r hitung lebih kecil (<) dari r tabel, instrumen atau soal dinyatakan tidak valid

Tabel Hasil Penghitungan Validitas Soal Instrumen Pemahaman Kosakata Soal Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 r hitung -0,065 0,196 0,409 0,207 0,003 0,459 0,689 0,321 0,568 0,541 0,584 0,684 0,719 0,697 0,565 0,019 0,481 0,690 0,192 0,397 0,767 0,654 0,511 0,563 0,234 0,428 0,667 0,675 0,630 0,734 0,595 0,639 0,473 0,651 0,648 0,557 0,335 0,574 0,027 0,369 r tabel 0,05 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 Keputusan Tidak valid Tidak valid Valid Tidak valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak valid Valid Valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak valid Valid

Berdasarkan tabel di atas, butir-butir soal yang tidak valid selanjutnya tidak digunakan kembali oleh penulis. 2. Reliabilitas Untuk mengetahui tingkat reliabilitas instrumen dalam penelitian ini penulis menggunakan rumus K-R 21 sebagai berikut. r11 = ( k ) x (1- m(k-m) ) k-1 Keterangan : r11 k m Vt = = = = reliabilitas instrumen banyaknya butir soal skor rata-rata varians total k.vt

(Arikunto,2006:189). imana : (X)2 Vt = X2 - n n Keterangan : Vt X X2 N = = = = varians total jumlah skor total jumlah kuadrat skor total banyaknya responden atau subjek

(Arikunto,2006:184)

Adapun kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut. Pada taraf nyata 0,05 jika r hitung lebih besar (>) dari r tabel, instrumen atau soal dinyatakan reliabel Pada taraf nyata 0,05 jika r hitung lebih kecil (<) dari r tabel, instrumen atau soal dinyatakan tidak reliable

Tabel Kerja Penghitungan Reliabilitas dengan Rumus K-R-21 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama ACX MNB OPL AS WE IGM CDF IJ KL GH HBG WAN BDA DIN NDA UTI AHI PUJ IBW IAN SBH HLT PKC BDQ BKS KYA MAM HOL PIM NAN NUR LUI RON IMA EDY NSZ CXQ YAN HXE TTP Jumlah Skor Total 39 35 35 34 34 33 33 33 32 30 30 30 29 26 24 23 22 22 21 18 17 16 16 16 16 16 14 14 14 13 12 12 11 11 11 11 10 9 9 8 (X)=839 Kuadrat Skor Total 1521 1225 1225 1156 1156 1089 1089 1089 1024 900 900 900 841 676 576 529 484 484 441 324 289 256 256 256 256 256 196 196 196 169 144 144 121 121 121 121 100 81 81 64 2 (X )=21053

Penghitungan reliabilitas soal yang telah diuji coba adalah sebagai berikut. (X)2 2 Vt = X - n n (635)2 Vt = 21053 - 40 40 703921 Vt = 21053 - 40 40 Vt = 21053-17598,025 40 Vt = 3454,975 40 Vt = 86,374975 Diketahui : n = 40 k = 40 m = X = 839 = 20,975 n 40 Vt = 86,374975 r11 = ( k ) x (1- m(k-m) ) k-1 k.vt r11 = ( 40 ) x (1- 20,975(40-20,975) ) 40-1 x 40x86,374975 r11 r11 r11 r11 = ( 40 ) x (1- 20,975 x 19,025) 39 3454,975 = 1,025641 x 1- 0,1154999 = 1,025641 x 0,8845001 = 0,907

Dari penghitungan di atas, diperoleh harga r11 = 0,907, harga tersebut kemudian dikonsultasikan terhadap r tabel. Pada taraf nyata 0,05 atau taraf siginifikan 5% dengan n=40, harga rtabel adalah 0,312. Hal ini berarti rhitung lebih besar dari rtabel yakni 0,907 (>) 0,312. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa instrumen yang telah diujicobakan adalah reliabel sehingga layak dipergunakan.

DATA MENTAH Jumlah Subyek Jumlah Butir Soal Jumlah Pilihan Jawaban Nomor Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 = 40 = 40 = 4 1 A B B B A A B A D C A B A B A C B D A B A B B A A C A C C D D B D B B B B B B D C 2 A A A B A B A A D A D A D A C A C A B B B A D D C A B A D A C A A D C A D A C A D 3 B B B B A A B A B B A B C B A C A A B A A A B D C D D B A B A C B A D A A B B A C 4 D C D C D A D C A C A D D A C B A C D A D A A B D A B A D A B A D B C B A C D D A 5 C C C C C C D C A C C C A C C C C C C C C D C B B D C C B B B C D D A A C D D D D 6 B C C C B B B C B B C B B B A A B B B A B B A B C B B A B B D A B A B B A B B B A 7 A A A A B A B B D A D A D A C B A A A C A A B A A B A B A A B B A B A A C A A D A 8 B B A A B B C A B B D B B B B C B B B D B B B B B A B B B C B A B C B B B C B B B 9 B B B C C B D B A B A B C B D B B B B B C C B B C D B B B B B B B B B B D B B C B

No. Butir Baru ----> Nama Subyek | Kunci ----> ACX MNB OPL AS WE IGM CDF IJ KL GH HBG WAN BDA DIN NDA UTI AHI PUJ IBW IAN SBH HLT PKC BDQ BKS KYA MAM HOL PIM NAN NUR LUI RON IMA EDI NSZ CXQ YAN HXE TTP

Nomor Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

No. Butir Baru

---->

10 11 12 13 14 15 16 17 18 D D D D B D C B B D B D B D B D D D D A B B C D B D D D D B D D D D D D B D D B C B B C C B B A D D B D B A B A B B B B B D D B B D B B B B B B B B B B B A B B D B A C C C A A C B B A B A B A B A A A A D B B D A B B A A A A C A A A A A B A A B A C C C B C C A C A C A C D C D B C C C C A A B C A A C B C C B B C C B C D C C A A A A A A A A D B B A D A B A B D A A D C B B A A B B A D A A D D A B D B D A A A A B B B B B B C B D B C B C B C D B B B C D D B B D D B B D B B B B A B A B B B C B B B B D B D B B B B C B B B B C B B B B D B B A B A A C B A A B A D B C C B D B C B C C C C B B D C B D B D B D B B B B B D A B B B B B B B B B D B B A B B B B D D D D B B D C D A B D A D B D B D D D D A B A D D B C D A D A D B D B D D D D D B D

Nama Subyek | Kunci ----> ACX MNB OPL AS WE IGM CDF IJ KL GH HBG WAN BDA DIN NDA UTI AHI PUJ IBW IAN SBH HLT PKC BDQ BKS KYA MAM HOL PIM NAN NUR LUI RON IMA EDI NSZ CXQ YAN HXE TTP

Nomor Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

No. Butir Baru

---->

19 20 21 22 23 24 25 26 27 A A A B A B A A D A A A A A A A A A A B A B A A B A D C A B A B A D A D A D D C A D C C C D D D D B D D D B C A A C D B D B D A D B D D A C C A B D A A D A D D B D A C C C A A A A D A D A D A A B A A A D D B B A D B A B A A B D A D B A B A A D A D D D C D B D A A D D D B D B C D D D B A A D D B A B D D D D C D A D D A D D D D A D A C D D D D A A D A C C D A A A A D D B A D A B C B A A B B A D B A A A A D A A A A A A B A D B A A A B C B D A A A B A D C A A D A D A A C D A A A A B A A B A D D D D D D A D D D D D D D C D D D D D D D D D D D D D D D D B A A B A D D D A D B D D B C D D D B B D B B B C A B B B B D B D B D B B B C C D A B D D B D B B B B C B B B D D B B D C B C A C C A C C C A B A B C D A C A C A B B A B B A D C C C C

Nama Subyek | Kunci ----> ACX MNB OPL AS WE IGM CDF IJ KL GH HBG WAN BDA DIN NDA UTI AHI PUJ IBW IAN SBH HLT PKC BDQ BKS KYA MAM HOL PIM NAN NUR LUI RON IMA EDI NSZ CXQ YAN HXE TTP

Nomor Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

No. Butir Baru

---->

28 29 30 31 32 33 34 35 36 A C A C A B A C B D C A D A D A A A A B C B A A D B A B A C A D A A B A B A A B A C D D A A A A A C A B C B C B D C A C A B D B C B D C D C C B B C C B C A C C D C C C C D C B D A B C D C C C A B C C C B C B D C A B C B C C D C C A A B B C C B C A C C B C C C B D C B A B C B C C A A D B A B A B C A C C C B B A C B A D A A A A C A C A A A B A B A A C D A D B A C C B D B A C D B C B C C C D C C D B B C C B C C D D C D C C C A C A C B C B D C C A A B D A C B D C D A A B B C C B B C C C C C A C C C C C C C B C D A A C C B C A A B A B B A D B A D A A D B A B C A B A A B A A A A A A A D A D A B A B A B A A A A D A A D A C A A D A C B A A D B A D A A B A A A A B A B A A B A C A D A D B A A D C C B B D A B D D A C A B A B D A B A A D B

Nama Subyek | Kunci ----> ACX MNB OPL AS WE IGM CDF IJ KL GH HBG WAN BDA DIN NDA UTI AHI PUJ IBW IAN SBH HLT PKC BDQ BKS KYA MAM HOL PIM NAN NUR LUI RON IMA EDI NSZ CXQ YAN HXE TTP

Nomor Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

No. Butir Baru ----> Nama Subyek | Kunci ----> ACX MNB OPL AS WE IGM CDF IJ KL GH HBG WAN BDA DIN NDA UTI AHI PUJ IBW IAN SBH HLT PKC BDQ BKS KYA MAM HOL PIM NAN NUR LUI RON IMA EDI NSZ CXQ YAN HXE TTP

37 D C D D A D D D A A D D D A B D A D D B B A D D D D D A D D B D D A B B A D D B D

38 D D C D C D C D B D A D C C A D D D D A D B B D D B D D D D D B D B A D D D D A D

39 D A A D A D A A D D A D D D D D D A B D D D D D D D B D D A D D D B B D D D D B D

40 B B B D B C A B D B D B D B B D D B C C D D B B B B B B A A B D B D D B D C D D B

DAYA PEMBEDA ============ Jumlah Subyek= 40 Klp atas/bawah(n)= 11 Butir Soal= 40 No Butir Baru 1 2 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 No Butir Asli 1 2 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Kel. Atas 3 6 4 7 11 11 10 11 11 11 11 11 10 11 7 11 11 8 8 11 11 8 10 10 11 10 10 9 11 8 8 10 8 11 8 8 10 8 7 Kel. Bawah 3 3 2 5 5 2 7 4 3 4 3 2 1 3 8 3 2 5 3 1 3 2 3 6 5 2 1 2 2 2 1 3 1 2 0 3 1 7 1 Beda Indeks DP (%) 0 0,00 7 63,64 2 18,18 2 18,18 6 54,55 9 81,82 3 27,27 7 63,64 8 72,73 7 63,64 8 72,73 9 81,82 9 81,82 8 72,73 -1 -9,09 8 72,73 9 81,82 3 27,27 5 45,45 10 90,91 8 72,73 6 54,55 7 63,64 4 36,36 6 54,55 8 72,73 9 81,82 7 63,64 9 81,82 6 54,55 7 63,64 7 63,64 7 63,64 9 81,82 8 72,73 5 45,45 9 81,82 1 9,09 6 54,55

KORELASI SKOR BUTIR DENGAN SKOR TOTAL ================================= Jumlah Subyek= 40 Butir Soal= 40 No Butir Baru 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 No Butir Asli 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Korelasi -0,065 0,196 0,409 0,207 0,003 0,459 0,689 0,321 0,568 0,541 0,584 0,684 0,719 0,697 0,565 0,019 0,481 0,690 0,192 0,397 0,767 0,654 0,511 0,563 0,234 0,428 0,667 0,675 0,630 0,734 0,595 0,639 0,473 0,651 0,648 0,557 0,335 0,574 0,027 0,369 Signifikansi Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Signifikan Sangat Signifikan Signifikan

Catatan: Batas signifikansi koefisien korelasi sebagaai berikut: df (N-2) P=0,05 10 15 20 25 30 40 50 P=0,01 0,576 0,482 0,423 0,381 0,349 0,304 0,273 df (N-2) P=0,05 0,708 0,606 0,549 0,496 0,449 0,393 0,354 >150 P=0,01 60 70 80 90 100 125 0,159

0,250 0,233 0,217 0,205 0,195 0,174 0,208

0,325 0,302 0,283 0,267 0,254 0,228

Bila koefisien = 0,000 berarti tidak dapat dihitung.

RELIABILITAS TES ================ Rata2 Simpang Baku KorelasiXY Reliabilitas Tes = = = = 20,98 9,41 0,83 0,90

No.Urut No. Subyek Kode/Nama Subyek Skor Ganjil Skor Genap Skor Total 1 11 HBG 19 20 39 2 17 AHI 16 19 35 3 32 LUI 16 19 35 4 37 CXQ 17 17 34 5 38 YAN 17 17 34 6 18 PUJ 18 15 33 7 23 PKC 17 16 33 8 26 KYA 17 16 33 9 9 KL 16 16 32 10 13 BDA 16 14 30 11 16 UTI 16 14 30 12 28 HOL 14 16 30 13 40 TTP 15 14 29 14 35 EDY 11 15 26 15 4 AS 9 15 24 16 2 MNB 11 12 23 17 1 ACX 10 12 22 18 29 PIM 12 10 22 19 5 WE 14 7 21 20 22 HLT 11 7 18 21 7 CDF 11 6 17 22 6 IGM 6 10 16 23 15 NDA 10 6 16 24 24 BDQ 8 8 16 25 27 MAM 8 8 16 26 30 NAN 7 9 16 27 3 OPL 9 5 14 28 20 IAN 7 7 14 29 25 BKS 8 6 14 30 34 IMA 5 8 13 31 12 WAN 5 7 12 32 31 NUR 7 5 12 33 21 SBH 5 6 11 34 33 RON 6 5 11 35 36 NSZ 8 3 11 36 39 HXE 3 8 11 37 19 IBW 7 3 10 38 8 IJ 5 4 9 39 14 DIN 6 3 9 40 10 GH 5 3 8

TINGKAT KESUKARAN ================= Jumlah Subyek Butir Soal = 40 = 40 Tafsiran Sukar Sedang Sedang Sukar Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Mudah Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sukar Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang

No Butir Baru No Butir Asli Jml Betul Tkt. Kesukaran(%) 1 1 11 27,50 2 2 19 47,50 3 3 16 40,00 4 4 12 30,00 5 5 23 57,50 6 6 25 62,50 7 7 23 57,50 8 8 28 70,00 9 9 28 70,00 10 10 24 60,00 11 11 27 67,50 12 12 22 55,00 13 13 21 52,50 14 14 20 50,00 15 15 25 62,50 16 16 23 57,50 17 17 25 62,50 18 18 22 55,00 19 19 25 62,50 20 20 18 45,00 21 21 20 50,00 22 22 25 62,50 23 23 18 45,00 24 24 24 60,00 25 25 32 80,00 26 26 21 52,50 27 27 14 35,00 28 28 20 50,00 29 29 15 37,50 30 30 20 50,00 31 31 12 30,00 32 32 14 35,00 33 33 18 45,00 34 34 14 35,00 35 35 25 62,50 36 36 17 42,50 37 37 23 57,50 38 38 24 60,00 39 39 27 67,50 40 40 19 47,50

KUALITAS PENGECOH ================= Jumlah Subyek = 40 Butir Soal = 40 No Butir Baru No Butir Asli 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 7 7 8 8 9 9 10 10 11 11 12 12 13 13 14 14 15 15 16 16 17 17 18 18 19 19 20 20 21 21 22 22 23 23 24 24 25 25 26 26 27 27 28 28 29 29 30 30 31 31 32 32 33 33 34 34 35 35 36 36 37 37 38 38 39 39 40 40 a 11** 19** 16-14+ 4+ 9-23** 5++ 21-4++ 22** 9+ 20** 26++ 26++ 25** 8++ 20** 7+ 18** 24** 5-29++ 20** 9++ 5+ 12** 10++ 7++ 14** 25** 17** 95++ 8-3b 17-5+ 16** 6+ 4+ 25** 928** 28** 12--27** 11-7++ 10+ 25** 23** 25** 107+ 7++ 8++ 5++ 6++ 7+ 2+ 21** 12+ 9+ 9++ 10+ 11++ 10++ 8++ 10++ 6++ 11+ 7++ 6++ 5++ 19** c d * 6+ 6+ 0 6++ 10+ 0 5+ 30 8++ 12** 0 23** 90 5++ 1-0 3+ 5++ 0 5++ 20 73+ 0 3+ 24** 0 270 5++ 20 21** 30 1-9+ 0 6++ 7+ 0 6++ 5++ 0 5++ 80 222** 0 26++ 0 7++ 18** 0 39+ 0 3+ 25** 0 4+ 120 3+ 6++ 0 132** 0 4+ 13--- 0 14** 5+ 0 6++ 5+ 0 15** 7++ 0 20** 5+ 0 14+ 30 14** 6+ 0 18** 7++ 0 12+ 40 27+ 0 4+ 8++ 0 1-23** 0 5++ 24** 0 0-27** 0 4+ 14-0

Keterangan: ** : Kunci Jawaban ++ : Sangat Baik + : Baik - : Kurang Baik -- : Buruk --- : Sangat Buruk

SKOR DATA DIBOBOT ================= Jumlah Subyek = 40 Butir soal = 40 Bobot utk jwban benar = 1 Bobot utk jwban salah = 0 Keterangan: data terurut berdasarkan skor (tinggi ke rendah) No Urt No Subyek Kode/Nama 1 11 HBG 2 17 AHI 3 32 LUI 4 37 CXQ 5 38 YAN 6 18 PUJ 7 23 PKC 8 26 KYA 9 9 KL 10 13 BDA 11 16 UTI 12 28 HOL 13 40 TTP 14 35 EDY 15 4 AS 16 2 MNB 17 1 ACX 18 29 PIM 19 5 WE 20 22 HLT 21 7 CDF 22 6 IGM 23 15 NDA 24 24 BDQ 25 27 MAM 26 30 NAN 27 3 OPL 28 20 IAN 29 25 BKS 30 34 IMA 31 12 WAN 32 31 NUR 33 21 SBH 34 33 RON 35 36 NSZ 36 39 HXE 37 19 IBW 38 8 IJ 39 14 DIN 40 10 GH Benar Salah Kosong Skr Asli 39 1 0 39 35 5 0 35 35 5 0 35 34 6 0 34 34 6 0 34 33 7 0 33 33 7 0 33 33 7 0 33 32 8 0 32 30 10 0 30 30 10 0 30 30 10 0 30 29 11 0 29 26 14 0 26 24 16 0 24 23 17 0 23 22 18 0 22 22 18 0 22 21 19 0 21 18 22 0 18 17 23 0 17 16 24 0 16 16 24 0 16 16 24 0 16 16 24 0 16 16 24 0 16 14 26 0 14 14 26 0 14 14 26 0 14 13 27 0 13 12 28 0 12 12 28 0 12 11 29 0 11 11 29 0 11 11 29 0 11 11 29 0 11 10 30 0 10 9 31 0 9 9 31 0 9 8 32 0 8 Skr Bobot 39 35 35 34 34 33 33 33 32 30 30 30 29 26 24 23 22 22 21 18 17 16 16 16 16 16 14 14 14 13 12 12 11 11 11 11 10 9 9 8

KELOMPOK UNGGUL DAN ASOR Kelompok Unggul 1 1 1 1 1 3 2 2 1 1 1 1 1 1 6 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 8 4 4 1 1 1 1 4 5 5 1 1 1 1 1 1 1 7 6 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 7 7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11

No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

No Subyek Kode/Nama Subyek 11 HBG 17 AHI 32 LUI 37 CXQ 38 YAN 18 PUJ 23 PKC 26 KYA 9 KL 13 BDA 16 UTI Jml Jwb Benar

Skor 39 35 35 34 34 33 33 33 32 30 30

No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

No Subyek Kode/Nama Subyek 11 HBG 17 AHI 32 LUI 37 CXQ 38 YAN 18 PUJ 23 PKC 26 KYA 9 KL 13 BDA 16 UTI Jml Jwb Benar

Skor 39 35 35 34 34 33 33 33 32 30 30

8 8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10

9 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11

10 10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11

11 11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11

12 12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11

13 13 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11

14 14 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10

No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

No Subyek Kode/Nama Subyek 11 HBG 17 AHI 32 LUI 37 CXQ 38 YAN 18 PUJ 23 PKC 26 KYA 9 KL 13 BDA 16 UTI Jml Jwb Benar

Skor 39 35 35 34 34 33 33 33 32 30 30

15 15 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11

16 16 1 1 1 1 1 1 1 7

17 17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11

18 18 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11

19 19 1 1 1 1 1 1 1 1 8

20 20 1 1 1 1 1 1 1 1 8

21 21 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11

22 23 24 25 26 27 28

No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

No Subyek Kode/Nama Subyek 11 HBG 17 AHI 32 LUI 37 CXQ 38 YAN 18 PUJ 23 PKC 26 KYA 9 KL 13 BDA 16 UTI Jml Jwb Benar

Skor 39 35 35 34 34 33 33 33 32 30 30

22 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11

23 1 1 1 1 1 1 1 1 8

24 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10

25 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10

26 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11

27 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10

28 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10

No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

No Subyek Kode/Nama Subyek 11 HBG 17 AHI 32 LUI 37 CXQ 38 YAN 18 PUJ 23 PKC 26 KYA 9 KL 13 BDA 16 UTI Jml Jwb Benar

Skor 39 35 35 34 34 33 33 33 32 30 30

29 29 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9

30 30 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11

31 31 1 1 1 1 1 1 1 1 8

32 32 1 1 1 1 1 1 1 1 8

33 33 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10

34 34 1 1 1 1 1 1 1 1 8

35 35 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11

No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

No Subyek Kode/Nama Subyek 11 HBG 17 AHI 32 LUI 37 CXQ 38 YAN 18 PUJ 23 PKC 26 KYA 9 KL 13 BDA 16 UTI Jml Jwb Benar

Skor 39 35 35 34 34 33 33 33 32 30 30

36 36 1 1 1 1 1 1 1 1 8

37 37 1 1 1 1 1 1 1 1 8

38 38 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10

39 39 1 1 1 1 1 1 1 1 8

40 40 1 1 1 1 1 1 1 7

Kelompok Asor

No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

No Subyek Kode/Nama Subyek 34 IMA 12 WAN 31 NUR 21 SBH 33 RON 36 NSZ 39 HXE 19 IBW 8 IJ 14 DIN 10 GH Jml Jwb Benar

Skor 13 12 12 11 11 11 11 10 9 9 8

1 1 1 1 1 3

2 2 1 1 1 3

3 3 1 1

4 4 1 1 2

5 5 1 1 1 1 1 5

6 6 1 1 1 1 1 5

7 7 1 1 2

No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

No Subyek Kode/Nama Subyek Skor 34 IMA 13 12 WAN 12 31 NUR 12 21 SBH 11 33 RON 11 36 NSZ 11 39 HXE 11 19 IBW 10 8 IJ 9 14 DIN 9 10 GH 8 Jml Jwb Benar

8 8 1 1 1 1 1 1 1 7

9 9 1 1 1 1 4

10 10 1 1 1 3

11 11 1 1 1 1 4

12 12 1 1 1 3

13 13 1 1 2

14 14 1 1

No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

No Subyek Kode/Nama Subyek 34 IMA 12 WAN 31 NUR 21 SBH 33 RON 36 NSZ 39 HXE 19 IBW 8 IJ 14 DIN 10 GH Jml Jwb Benar

Skor 13 12 12 11 11 11 11 10 9 9 8

15 15 1 1 1 3

16 16 1 1 1 1 1 1 1 1 8

17 17 1 1 1 3

18 18 1 1 2

19 19 1 1 1 1 1 5

20 20 1 1 1 3

21 21 1 1

No.Urut 1

No Subyek Kode/Nama Subyek 34 IMA

Skor 13

22 23 24 25 26 27 28 22 23 24 25 26 27 28 1 - 1 - - - -

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

12 31 21 33 36 39 19 8 14 10 Jml Jwb Benar

WAN NUR SBH RON NSZ HXE IBW IJ DIN GH

12 12 11 11 11 11 10 9 9 8

1 1 3

1 1 2

1 1 3

1 1 1 1 1 1 6

1 1 1 1 1 5

1 1 2

1 1

No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

No Subyek Kode/Nama Subyek 34 IMA 12 WAN 31 NUR 21 SBH 33 RON 36 NSZ 39 HXE 19 IBW 8 IJ 14 DIN 10 GH Jml Jwb Benar

Skor 13 12 12 11 11 11 11 10 9 9 8

29 29 1 1 2

30 30 1 1 2

31 31 1 1 2

32 32 1 1

33 33 1 1 1 3

34 34 1 1

35 35 1 1 2

No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

No Subyek Kode/Nama Subyek 34 IMA 12 WAN 31 NUR 21 SBH 33 RON 36 NSZ 39 HXE 19 IBW 8 IJ 14 DIN 10 GH Jml Jwb Benar

Skor 13 12 12 11 11 11 11 10 9 9 8

36 36 0

37 37 1 1 1 3

38 38 1 1

39 39 1 1 1 1 1 1 1 7

40 40 1 1

REKAP ANALISIS BUTIR SOAL Rata2 Simpang Baku = 20,98 = 9,41

KorelasiXY Reliabilitas Tes Butir Soal Jumlah Subyek

= = = =

0,83 0,90 40 40 D.Pembeda(%) T. Kesukaran 0,00 Sukar 27,27 Sedang 63,64 Sedang 18,18 Sukar 18,18 Sedang 54,55 Sedang 81,82 Sedang 27,27 Sedang 63,64 Sedang 72,73 Sedang 63,64 Sedang 72,73 Sedang 81,82 Sedang 81,82 Sedang 72,73 Sedang -9,09 Sedang 72,73 Sedang 81,82 Sedang 27,27 Sedang 45,45 Sedang 90,91 Sedang 72,73 Sedang 54,55 Sedang 63,64 Sedang 36,36 Mudah 54,55 Sedang 72,73 Sedang 81,82 Sedang 63,64 Sedang 81,82 Sedang 54,55 Sukar 63,64 Sedang 63,64 Sedang 63,64 Sedang 81,82 Sedang 72,73 Sedang 45,45 Sedang 81,82 Sedang 9,09 Sedang 54,55 Sedang Korelasi -0,065 0,196 0,409 0,207 0,003 0,459 0,689 0,321 0,568 0,541 0,584 0,684 0,719 0,697 0,565 0,019 0,481 0,690 0,192 0,397 0,767 0,654 0,511 0,563 0,234 0,428 0,667 0,675 0,630 0,734 0,595 0,639 0,473 0,651 0,648 0,557 0,335 0,574 0,027 0,369 Sign. Korelasi SangatSignifikan SangatSignifikan SangatSignifikan Signifikan SangatSignifikan SangatSignifikan SangatSignifikan SangatSignifikan SangatSignifikan SangatSignifikan SangatSignifikan SangatSignifikan SangatSignifikan SangatSignifikan SangatSignifikan SangatSignifikan SangatSignifikan SangatSignifikan Sangatsignifikan Sangatsignifikan Sangatsignifikan SangatSignifikan SangatSignifikan SangatSignifikan Sangat signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Signifikan Sangat Signifikan Signifikan

Butir Baru Butir Asli 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 7 7 8 8 9 9 10 10 11 11 12 12 13 13 14 14 15 15 16 16 17 17 18 18 19 19 20 20 21 21 22 22 23 23 24 24 25 25 26 26 27 27 28 28 29 29 30 30 31 31 32 32 33 33 34 34 35 35 36 36 37 37 38 38 39 39 40 40

B.

Penghitungan Data Hasil Uji Coba Instrumen Kemampuan Membaca Pemahaman

Setelah tes kemampuan membaca pemahaman diujikan penulis, soal dianalisis guna mencari validitas dan reabilitasnya. Penghitungan validitas dan reabilitas dari hasil uji coba instrumen kemampuan membaca pemahaman tertuang pada halaman berikut ini. 1. Validitas

Validitas intrumen pada penelitian ini dihitung menggunakan program komputer Anates V.4.0.9 software dengan rumus statistik Korelasi Product Moment dari Person. Rumus korelasi product moment dengan angka kasar adalah sebagai berikut (Arikunto, 2006 : 275).

rxy =

Keterangan: r xy = Koefisien korelasi N = Jumlah sampel X = Skor variabel X Y = Skor variabel Y X = Jumlah skor variabel X Y = Jumlah skor variabel Y X 2 = Jumlah kuadrat skor variabel X Y 2 = Jumlah kuadrat skor variabel Y (A. Effendi Sanusi, 1998: 97)

Adapun kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut. Pada taraf nyata 0,05 jika r hitung lebih besar (>) dari r tabel, instrumen atau soal dinyatakan valid Pada taraf nyata 0,05 jika r hitung lebih kecil (<) dari r tabel, instrumen atau soal dinyatakan tidak valid

Tabel Hasil Penghitungan Validitas Soal Instrumen Kemampuan Membaca Pemahaman Soal Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 r hitung 0,045 -0,018 0,571 0,690 0,498 0,695 0,524 0,628 0,488 0,657 0,608 0,564 0,491 0,621 0,444 0,616 0,478 0,871 0,506 0,612 0,729 0,581 0,452 0,664 0,528 0,780 0,647 0,507 0,764 0,593 0,385 0,502 0,642 0,068 0,293 0,037 0,513 0,374 0,567 0,467 r tabel 0,05 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 Keputusan Tidak valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak valid Valid

Berdasarkan tabel di atas, butir-butir soal yang tidak valid selanjutnya tidak digunakan kembali oleh penulis.

2. Reliabilitas Untuk mengetahui tingkat reliabilitas instrumen dalam penelitian ini penulis menggunakan rumus K-R 21 sebagai berikut. r11 = ( k ) x (1- m(k-m) ) k-1 k.vt

Keterangan : r11 = reliabilitas instrumen k = banyaknya butir soal m = skor rata-rata Vt = varians total (Arikunto,2006:189). Dimana : (X)2 Vt = X - n n
2

Keterangan : Vt X X2 N = = = = varians total jumlah skor total jumlah kuadrat skor total banyaknya responden atau subjek

(Arikunto,2006:184) Adapun kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut. Pada taraf nyata 0,05 jika r hitung lebih besar (>) dari r tabel, instrumen atau soal dinyatakan reliabel Pada taraf nyata 0,05 jika r hitung lebih kecil (<) dari r tabel, instrumen atau soal dinyatakan tidak reliabel

Tabel Kerja Penghitungan Reliabilitas dengan Rumus K-R-21 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama ARF TSY OPK WHY UYT NNK NRU JNB DFS CVD DRE CVF DFG RHO DKU CXZ MNL YBD GZP DLP ZPL KDG QOG VZU CDB RTS VCZ CJL VCU IDM WJS MXW KDS FDW KDY PSA SAT HGF CMN BDL Jumlah Skor Total 38 38 37 36 36 36 35 33 32 30 27 27 27 25 24 24 22 22 19 15 15 14 14 14 13 13 13 13 12 11 11 11 10 10 10 10 9 9 9 8 (X)=822 Kuadrat Skor Total 1444 1444 1369 1296 1296 1296 1225 1089 1024 900 729 729 729 625 576 576 484 484 361 225 225 196 196 196 169 169 169 169 144 121 121 121 100 100 100 100 81 81 81 64 2 (X )=20604

Penghitungan reliabilitas soal yang telah diuji coba adalah sebagai berikut. (X)2 2 Vt = X - n n (822)2 Vt = 20604 - 40 40 675684 Vt = 20604 - 40 40 Vt = 20604-16892,1 40 Vt = 3711,9 40 Vt = 92,7975 Diketahui : n = 40 k = 40 m = X = 822 = 20,55 n 40 Vt = 92,7975 r11 = ( k ) x (1- m(k-m) ) k-1 k.vt r11 = ( 40 ) x (1- 20,55(40-20,55) ) 40-1 x 40x92,7975 r11 r11 r11 r11 = ( 40 ) x (1- 20,55 x 19,45) 39 3711,9 = 1,025641 x 1- 0,10768 = 1,025641 x 0,89232 = 0,956

Dari penghitungan di atas, diperoleh harga r11 = 0,956, harga tersebut kemudian dikonsultasikan terhadap r tabel. Pada taraf nyata 0,05 atau taraf siginifikan 5% dengan n=40, harga rtabel adalah 0,312. Hal ini berarti rhitung lebih besar dari rtabel

yakni 0,956 (>) 0,312. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa instrumen yang telah diujicobakan adalah reliabel sehingga layak dipergunakan.

DATA MENTAH Jumlah Subyek Jumlah Butir Soal Jumlah Pilihan Jawaban Nomor Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 No. Butir Baru No. Butir Asli Nama Subyek ARF TSY OPK WHY UYT NNK NRU JNB DFS CVD DRE CVF DFG RHO DKU CXZ MNL YDB GZP DLP ZPL KDG QOG VZU CDB RTS VCZ CJL VCU IDM WJS MXW KDS FDW KDY PSA SAD HGF CMN BDL = 40 = 40 = 4 ----> ----> Kunci ----> 1 2 1 2 A B A B A B C D A B A B A B B A A B A B A B A B A B A B A B C D C A B A A B A B A B B A A C A B B D A D A B A B A B A B A B B A A B A B D B A D A B A B A B A B A C 3 3 A A A B A A A A A A A A A D A B A B A D A D B D A C C C C C C C D C A A D D A C A 4 4 C C C A C C C C B C C C C B A D C B C B C C D B A D B B B B D D B B B C B B B B C 5 5 B B B B B B B B A B B B B A C A B D B C B A C D B A C D D D B B D D D D C C C D B 6 6 C C D D D C C C B C C C B D B B C B D B D D D B A B C B C B A A C B B C B B D B C 7 7 C C B B B C C C D B C C A B C D C A B A C A C A B D A A C A B B A A A D D D C A A 8 8 A A A C A A A A B A A A B A A B A B A A A A B A D B D B A B D D D C B C B B D B A 9 9 A A B B B A A A D A A A B B A A A B B B D A A C B A C D A D B C A D D A A A A D A

Nomor Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

No. Butir Baru No. Butir Asli Nama Subyek ARF TSY OPK WHY UYT NNK NRU JNB DFS CVD DRE CVF DFG RHO DKU CXZ MNL YDB GZP DLP ZPL KDG QOG VZU CDB RTS VCZ CJL VCU IDM WJS MXW KDS FDW KDY PSA SAD HGF CMN BDL

----> ----> Kunci

---->

10 10 C C C D C C C C B B C D B D A B C C D D C C A B C B D B C B C B C B B C B B B B C

11 11 D D D B D D D D A D D D A B D D D B B B A D C D D B B A D C B A D A A D D D D D D

12 12 C C C A C C C C C B C C D B D B C D B C B C C B C D C B C B A B B B A C B B C B C

13 13 A A A A A A A A A A A A A A C C A A A B D A D A A A B D A A B D A D B A B B D D A

14 14 A A A A A A A A B B A A C B A B A A B D A A C A D B D C A B D B B B D A A D A D A

15 15 D D B D C D D D D D D D D D D D D D B B C D B B D D B B D D C C D A B D B B B B D

16 16 D D D B D D D D B A D D D B D B D D B B B D D C B B A A D B B B B B A D D D D A D

17 17 B B B C B B B B A A B C A A D A B B D A D B C B C C B B B A A A A D B B B B D B B

18 18 C C A B C C C C B C C C D D C B C C B B B C A D D A D A C B B B C B D C D D B D C

Nomor Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

No. Butir Baru No. Butir Asli Nama Subyek ARF TSY OPK WHY UYT NNK NRU JNB DFS CVD DRE CVF DFG RHO DKU CXZ MNL YDB GZP DLP ZPL KDG QOG VZU CDB RTS VCZ CJL VCU IDM WJS MXW KDS FDW KDY PSA SAD HGF CMN BDL

----> ----> Kunci

---->

19 19 D D D D D D D D D B D D C C D D D D A D A D D B D B C B D D D D D A B D B B A B D

20 20 D D D B D A D A B D D A D B D B D D B C B D C A D D B D D B B B D B A D A A C C D

21 21 A A A B A A A A B A A A A D A C A B D B D A B B A B A A A A C C A D B B B B B A A

22 22 A A A A A B A A C A A A A B A B A B B A C A D B A C B A A B B B A C D C A A D A A

23 23 B B B B B D B B B B B B C C B D B D A B B B C D B A D B B D A A B B B B B B B B B

24 24 D D D D D C D D D D D D B B D B D B A D A D A B A A A D D A B B D D A D A A A D D

25 25 D D B B D A B D B D D D D D D A D C C B B D C A A B B D D B D D D B B B B B A D D

26 26 A A A C A A A A A A A A B B A B A B B C D A B B B D D A D C B B A A D B D D B A A

27 27 C C B B C C D C A C C C C A C B C C D B B C D A D B B C B A C C C B B A B B D C C

Nomor Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

No. Butir Baru No. Butir Asli Nama Subyek ARF TSY OPK WHY UYT NNK NRU JNB DFS CVD DRE CVF DFG RHO DKU CXZ MNL YDB GZP DLP ZPL KDG QOG VZU CDB RTS VCZ CJL VCU IDM WJS MXW KDS FDW KDY PSA SAD HGF CMN BDL

----> ----> Kunci

---->

28 28 B B D D B B B B D B B B B B B D B B B A C B A B B C C B A B B B B D C B A C B B B

29 29 A A A B A A A A B A A A D D A B A A A B B A C D A B B A B D D B A B A D B B C A A

30 30 A A A A A A A A C A A A B B A A A A B D D A B B B D A A D C A A A A B B D D B A A

31 31 B B B B B B B B B B B B A C B B B B D C B C B A D A B B B B A B B B D C B B D B B

32 32 D D D D D D D D D D D D A B D D D D B B A A D B C B D D A A D D D D B B A A B D D

33 33 A A B B A A A A B D A A B D A B A A C A B B A D B C C A B B C C A B A B B B A A A

34 34 B C A C B B B C A B B C D B C C B B B B D D B B A B B B D D B B A A B A D D B B B

35 35 D B B C D D D B B A D B B A B B D D D D D B C A B D A D B C A A B B D D B B D D D

36 36 B A D B B B B A D B B A C B A D B B B B C A D B D B B B D B B B D D B B A D B C B

Nomor Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

No. Butir Baru No. Butir Asli Nama Subyek ARF TSY OPK WHY UYT NNK NRU JNB DFS CVD DRE CVF DFG RHO DKU CXZ MNL YDB GZP DLP ZPL KDG QOG VZU CDB RTS VCZ CJL VCU IDM WJS MXW KDS FDW KDY PSA SAD HGF CMN BDL

----> ----> Kunci

---->

37 37 C C B D C C A A B D B C B D C B C C A C B B A B B A D C B A D D B B C C B B D B C

38 38 A A A B A A B A A B C B D B A A A A B B A D C C A A C A A D B B A A B B D D B D A

39 39 B B B A B B B B D A A D A C B D B A D A D C B D D B A B D B C C B D A D C C D D B

40 40 D D D D D D D D D A B D C A D C D D D D C D D A B D A D C A D B D A D B B B B A D

DAYA PEMBEDA Jumlah Subyek Klp atas/bawah(n) Butir Soal = 40 = 11 = 40

No Butir Baru No Butir Asli Kel. Atas Kel. Bawah Beda Indeks DP (%) 1 1 9 8 1 9,09 2 2 8 8 0 0,00 3 3 11 1 10 90,91 4 4 10 0 10 90,91 5 5 10 1 9 81,82 6 6 8 1 7 63,64 7 7 8 0 8 72,73 8 8 11 2 9 81,82 9 9 9 4 5 45,45 10 10 9 0 9 81,82 11 11 11 4 7 63,64 12 12 10 1 9 81,82 13 13 10 4 6 54,55 14 14 11 2 9 81,82 15 15 9 4 5 45,45 16 16 11 2 9 81,82 17 17 9 5 4 36,36 18 18 10 0 10 90,91 19 19 11 3 8 72,73 20 20 8 1 7 63,64 21 21 11 2 9 81,82 22 22 10 2 8 72,73 23 23 10 4 6 54,55 24 24 10 1 9 81,82 25 25 8 2 6 54,55 26 26 11 1 10 90,91 27 27 9 1 8 72,73 28 28 10 4 6 54,55 29 29 11 1 10 90,91 30 30 11 4 7 63,64 31 31 11 7 4 36,36 32 32 11 4 7 63,64 33 33 10 1 9 81,82 34 34 6 6 0 0,00 35 35 6 2 4 36,36 36 36 6 7 -1 -9,09 37 37 7 1 6 54,55 38 38 8 3 5 45,45 39 39 9 2 7 63,64 40 40 10 2 8 72,73

KORELASI SKOR BUTIR DG SKOR TOTAL ================================= Jumlah Subyek= 40 Butir Soal= 40 No Butir Baru No Butir Asli 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 7 7 8 8 9 9 10 10 11 11 12 12 13 13 14 14 15 15 16 16 17 17 18 18 19 19 20 20 21 21 22 22 23 23 24 24 25 25 26 26 27 27 28 28 29 29 30 30 31 31 32 32 33 33 34 34 35 35 36 36 37 37 38 38 39 39 40 40 Korelasi 0,045 -0,018 0,571 0,690 0,498 0,695 0,524 0,628 0,488 0,657 0,608 0,564 0,491 0,621 0,444 0,616 0,478 0,871 0,506 0,612 0,729 0,581 0,452 0,664 0,528 0,780 0,647 0,507 0,764 0,593 0,385 0,502 0,642 0,068 0,293 0,037 0,513 0,374 0,567 0,467 Signifikansi Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan

Catatan: Batas signifikansi koefisien korelasi sebagaai berikut: df (N-2) 10 15 20 25 30 40 50 P=0,05 0,576 0,482 0,423 0,381 0,349 0,304 0,273 P=0,01 0,708 0,606 0,549 0,496 0,449 0,393 0,354 df (N-2) 60 70 80 90 100 125 >150 P=0,05 0,250 0,233 0,217 0,205 0,195 0,174 0,159 P=0,01 0,325 0,302 0,283 0,267 0,254 0,228 0,208

Bila koefisien = 0,000 berarti tidak dapat dihitung.

RELIABILITAS TES ================ Rata2 = 20,30 Simpang Baku = 10,28 Korelasi XY = 0,93 Reliabilitas Tes = 0,96 No.Urut No. Subyek Kode/Nama Subyek Skor Ganjil Skor Genap Skor Total 1 1 ARF 19 18 37 2 2 TSY 12 15 27 3 3 OPK 6 7 13 4 4 WHY 17 19 36 5 5 UYT 18 17 35 6 6 NNK 17 19 36 7 7 NRU 17 16 33 8 8 JNB 7 7 14 9 9 DFS 13 14 27 10 10 CVD 18 18 36 11 11 DRE 17 15 32 12 12 CVF 8 6 14 13 13 DFG 4 5 9 14 14 RHO 16 14 30 15 15 DKU 5 3 8 16 16 CXZ 19 19 38 17 17 MNL 10 12 22 18 18 YDB 6 7 13 19 19 GZP 6 8 14 20 20 DLP 7 6 13 21 21 ZPL 11 14 25 22 22 KDG 7 5 12 23 23 QOG 4 6 10 24 24 VZU 9 6 15 25 25 CDB 6 5 11 26 26 RTS 4 7 11 27 27 VCZ 12 12 24 28 28 CJL 12 12 24 29 29 VCU 7 3 10 30 30 IDM 5 8 13 31 31 WJS 5 5 10 32 32 MXW 14 13 27 33 33 KDS 3 6 9 34 34 FDW 7 4 11 35 35 KDY 11 11 22 36 36 PSA 6 4 10 37 37 SAD 6 3 9 38 38 HGF 8 7 15 39 39 CMN 11 8 19 40 40 BDL 19 19 38

TINGKAT KESUKARAN Jumlah Subyek= 40 Butir Soal= 40 No Butir Baru No Butir Asli Jumlah Betul Tkt. Kesukaran(%) 1 1 31 77,50 2 2 28 70,00 3 3 20 50,00 4 4 16 40,00 5 5 18 45,00 6 6 13 32,50 7 7 12 30,00 8 8 19 47,50 9 9 20 50,00 10 10 17 42,50 11 11 23 57,50 12 12 19 47,50 13 13 25 62,50 14 14 20 50,00 15 15 23 57,50 16 16 20 50,00 17 17 20 50,00 18 18 16 40,00 19 19 25 62,50 20 20 18 45,00 21 21 21 52,50 22 22 22 55,00 23 23 27 67,50 24 24 21 52,50 25 25 18 45,00 26 26 18 45,00 27 27 18 45,00 28 28 26 65,00 29 29 20 50,00 30 30 23 57,50 31 31 28 70,00 32 32 24 60,00 33 33 18 45,00 34 34 21 52,50 35 35 16 40,00 36 36 22 55,00 37 37 12 30,00 38 38 18 45,00 39 39 14 35,00 40 40 22 55,00 Tafsiran Mudah Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sukar Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sukar Sedang Sedang Sedang

KUALITAS PENGECOH ================= Jumlah Subyek = 40 Butir Soal = 40 No Butir Baru No Butir Asli 1 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 7 7 8 8 9 9 10 10 11 11 12 12 13 13 14 14 15 15 16 16 17 17 18 18 19 19 20 20 21 21 22 22 23 23 24 24 25 25 26 26 27 27 28 28 29 29 30 30 31 31 32 32 33 33 34 34 35 35 36 36 37 37 38 38 39 39 40 40 a 31** 5++ 20** 35+ 313+ 19** 20** 27++ 325** 20** 1-5+ 10+ 44++ 7++ 21** 22** 4++ 115+ 18** 5+ 4++ 20** 23** 4++ 7+ 18** 6++ 6+ 6++ 6+ 18** 8++ 7++ b 528** 4+ 16-18** 159++ 1210+ 15-8+ 14-6++ 10+ 12--14--20** 11+ 811+ 12-1027** 7++ 14-121226** 12-928** 8+ 14-21** 15-22** 151214** 7++ c 3++ 29+ 16** 7++ 13** 12** 3317** 219** 234+ 1-5+ 16** 3+ 4+ 35++ 3+ 1-3318** 5++ 224++ 1-5+ 6++ 3312** 4+ 6+ 4+ d 15++ 7++ 5+ 10+ 9++ 6+ 6++ 7++ 6++ 23** 4+ 7+ 7++ 23** 20** 5+ 9++ 25** 18** 4+ 36+ 21** 18** 7++ 5+ 5++ 6++ 6++ 4++ 24** 37++ 16** 9+ 7+ 6++ 12+ 22** * 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Keterangan: ** : Kunci Jawaban ++ : Sangat Baik + : Baik - : Kurang Baik -- : Buruk ---: Sangat Buruk

SKOR DATA DIBOBOT Jumlah Subyek Butir soal Bobot utk jwban benar Bobot utk jwban salah = = = = 40 40 1 0

No Urt No Subyek Kode/Nama Benar Salah Kosong Skr Asli Skr Bobot 1 1 ARF 37 3 0 37 37 2 2 TSY 27 13 0 27 27 3 3 OPK 13 27 0 13 13 4 4 WHY 36 4 0 36 36 5 5 UYT 35 5 0 35 35 6 6 NNK 36 4 0 36 36 7 7 NRU 33 7 0 33 33 8 8 JNB 14 26 0 14 14 9 9 DFS 27 13 0 27 27 10 10 CVD 36 4 0 36 36 11 11 DRE 32 8 0 32 32 12 12 CVF 14 26 0 14 14 13 13 DFG 9 31 0 9 9 14 14 RHO 30 10 0 30 30 15 15 DKU 8 32 0 8 8 16 16 CXZ 38 2 0 38 38 17 17 MNL 22 18 0 22 22 18 18 YDB 13 27 0 13 13 19 19 GZP 14 26 0 14 14 20 20 DLP 13 27 0 13 13 21 21 ZPL 25 15 0 25 25 22 22 KDG 12 28 0 12 12 23 23 QOG 10 30 0 10 10 24 24 VZU 15 25 0 15 15 25 25 CDB 11 29 0 11 11 26 26 RTS 11 29 0 11 11 27 27 VCZ 24 16 0 24 24 28 28 CJL 24 16 0 24 24 29 29 VCU 10 30 0 10 10 30 30 IDM 13 27 0 13 13 31 31 WJS 10 30 0 10 10 32 32 MXW 27 13 0 27 27 33 33 KDS 9 31 0 9 9 34 34 FDW 11 29 0 11 11 35 35 KDY 22 18 0 22 22 36 36 PSA 10 30 0 10 10 37 37 SAD 9 31 0 9 9 38 38 HGF 15 25 0 15 15 39 39 CMN 19 21 0 19 19 40 40 BDL 38 2 0 38 38

KELOMPOK UNGGUL & ASOR ====================== Kelompok Unggul 1 No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 7 No Subyek Kode/Nama Subyek 6 7 16 CXZ 40 BDL 1 ARF 4 WHY 6 NNK 10 CVD 5 UYT 7 NRU 11 DRE 14 RHO 2 TSY Jml Jwb Benar 8 Skor 38 38 37 36 36 36 35 33 32 30 27 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 8 3 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 4 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 5 4 1 1 1 1 1 1 1 1 10 6 5 1 1 1 1 1 1 1 1 8

8 No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 14 No Subyek Kode/Nama Subyek 13 14 16 CXZ 38 40 BDL 38 1 ARF 37 4 WHY 36 6 NNK 36 10 CVD 36 5 UYT 35 7 NRU 33 11 DRE 32 14 RHO 30 2 TSY 27 Jml Jwb Benar 11 Skor 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11

9 8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9

10 11 12 13 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 10 11 12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10

15 16 17 18 19 20 No.Urut 1 2 3 4 5 6 21 No Subyek Kode/Nama Subyek 21 16 CXZ 38 40 BDL 38 1 ARF 37 4 WHY 36 6 NNK 36 10 CVD 36 Skor 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 16 17 18 19 20 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

7 8 9 10 11

5 UYT 7 NRU 11 DRE 14 RHO 2 TSY Jml Jwb Benar

35 33 32 30 27

1 1 1 1 -

1 1 1 1 1 9

1 1 1 11

1 1 1 1 9

1 1 1 1 1 10

- 1 - 1 - 1 1 1 1 1 11 8 11

22 23 24 25 26 27 No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 28 No Subyek Kode/Nama Subyek 27 28 16 CXZ 38 40 BDL 38 1 ARF 37 4 WHY 36 6 NNK 36 10 CVD 36 5 UYT 35 7 NRU 33 11 DRE 32 14 RHO 30 2 TSY 27 Jml Jwb Benar 10 Skor 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 22 23 24 25 26 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 1 1 1 1 1 1 1 1 10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9

29 30 31 32 33 34 35 No.Urut No Subyek Kode/Nama Subyek 34 35 1 16 CXZ 38 2 40 BDL 38 3 1 ARF 37 4 4 WHY 36 5 6 NNK 36 6 10 CVD 36 7 5 UYT 35 8 7 NRU 33 9 11 DRE 32 10 14 RHO 30 11 2 TSY 27 Jml Jwb Benar Skor 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 29 30 31 32 33 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 37 36 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 38 37 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 1 1 1 1 1 1 6 1 1 1 1 1 1 6

No.Urut 1 2 3 4 5 6 7

No Subyek Kode/Nama Subyek 16 CXZ 38 40 BDL 38 1 ARF 37 4 WHY 36 6 NNK 36 10 CVD 36 5 UYT 35

36 Skor 1 1 1 1 - 1 1 1 1 1 1 1

39 40 38 39 40 1 1 1 1 1 1

8 9 10 11

7 NRU 11 DRE 14 RHO 2 TSY Jml Jwb Benar

33 32 30 27

1 1 6

1 1 1 7

1 1 1 8

1 1 1 1 9

10

Kelompok Asor 1 No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 7 No Subyek Kode/Nama Subyek 6 7 25 CDB 11 26 RTS 11 34 FDW 11 23 QOG 10 29 VCU 10 31 WJS 10 36 PSA 10 13 DFG 9 33 KDS 9 37 SAD 9 15 DKU 8 Jml Jwb Benar 0 Skor 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 8 2 1 1 8 3 2 1 4 3 1 0 5 4 1 1 6 5 1

No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

No Subyek Kode/Nama Subyek 13 14 25 CDB 11 26 RTS 11 34 FDW 11 23 QOG 10 29 VCU 10 31 WJS 10 36 PSA 10 13 DFG 9 33 KDS 9 37 SAD 9 15 DKU 8 Jml Jwb Benar 2

8 Skor 1 1 1 1 1 1 2

9 8 4

10 11 12 13 14 9 10 11 12 1 1 1 1 0 1 4 1 1 1 1 1 1 1 4

15 16 17 18 19 20 No.Urut 1 2 3 21 No Subyek Kode/Nama Subyek 20 21 25 CDB 11 26 RTS 11 34 FDW 11 Skor 1 15 16 17 18 19 1 1 1 1 -

4 5 6 7 8 9 10 11

23 QOG 29 VCU 31 WJS 36 PSA 13 DFG 33 KDS 37 SAD 15 DKU Jml Jwb Benar 2

10 10 10 10 9 9 9 8

1 1 1

1 1 4

1 1 1 2

1 1 1 0

1 1

22 23 24 25 26 27 No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 28 No Subyek Kode/Nama Subyek 27 28 25 CDB 11 26 RTS 11 34 FDW 11 23 QOG 10 29 VCU 10 31 WJS 10 36 PSA 10 13 DFG 9 33 KDS 9 37 SAD 9 15 DKU 8 Jml Jwb Benar 4 Skor 1 1 1 1 1 1 2 22 23 24 25 26 1 4 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1

29 30 31 32 33 34 No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 35 No Subyek Kode/Nama Subyek 34 35 25 CDB 11 26 RTS 11 34 FDW 11 23 QOG 10 29 VCU 10 31 WJS 10 36 PSA 10 13 DFG 9 33 KDS 9 37 SAD 9 15 DKU 8 Jml Jwb Benar 2 Skor 1 1 1 1 1 1 29 30 31 32 33 1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 1 1 7 1 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 6

No.Urut 1

No Subyek Kode/Nama Subyek 25 CDB 11

36 37 38 39 40 Skor 36 37 38 39 40 1 - 1 1 1

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

26 RTS 34 FDW 23 QOG 29 VCU 31 WJS 36 PSA 13 DFG 33 KDS 37 SAD 15 DKU Jml Jwb Benar

11 11 10 10 10 10 9 9 9 8

1 1 1 1 1 1 -

1 7

1 1 1

1 3

1 2

TABEL NILAI-NILAI r PODUCT MOMENT

3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Taraf Signifikan 5% 1% 0,997 0,999 0,950 0,990 0,878 0,959 0,811 0,754 0,707 0,666 0,632 0,602 0,576 0,553 0,532 0,514 0,497 0,482 0,468 0,456 0,444 0,433 0,423 0,413 0,404 0,396 0,388 0,917 0,874 0,834 0,798 0,765 0,735 0,708 0,684 0,661 0,641 0,623 0,606 0,590 0,575 0,561 0,549 0,537 0,526 0,515 0,505 0,496

27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50

Taraf Signifikan 5% 1% 0,381 0,487 0,374 0,478 0,367 0,470 0,361 0,355 0,349 0,344 0,339 0,334 0,329 0,325 0,320 0,316 0,312 0,308 0,304 0,301 0,297 0,294 0,291 0,288 0,284 0,281 0,279 0,463 0,456 0,449 0,442 0,436 0,430 0,424 0,418 0,413 0,408 0,403 0,398 0,393 0,389 0,384 0,380 0,376 0,372 0,368 0,364 0,361

55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 125 150 175 200 300 400 500 600 700 800 900 1000

Taraf Signifikan 5% 1% 0,266 0,345 0,254 0,330 0,244 0,317 0,235 0,227 0,220 0,213 0,207 0,202 0,195 0,176 0,159 0,148 0,138 0,113 0,098 0,088 0,080 0,074 0,070 0,065 0,062 0,306 0,296 0,286 0,278 0,270 0,263 0,256 0,230 0,210 0,194 0,181 0,148 0,128 0,115 0,105 0,097 0,091 0,086 0,081

LAMPIRAN 3 DESKRIPSI DATA PEMAHAMAN KOSAKATA DAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN

2.Data Pemahaman Kosakata Siswa Kelas X SMA Negeri 16 Bandar Lampung T.P. 2010/2011 Nomor Nama Skor (%) Kategori 1 RR 29 91 Baik sekali 2 MP 28 88 Baik sekali 3 AS 28 88 Baik sekali 4 R 28 88 Baik sekali 5 IF 28 88 Baik sekali 6 YM 27 84 Baik 7 SL 27 84 Baik 8 AA 26 81 Baik 9 AI 25 78 Baik 10 AAS 25 78 Baik 11 HW 25 78 Baik 12 ED 24 75 Baik 13 RS 24 75 Baik 14 DY 23 72 Cukup 15 KR 23 72 Cukup 16 PS 23 72 Cukup 17 AF 20 63 Cukup 18 DK 20 63 Cukup 19 AY 19 59 Kurang 20 PR 19 59 Kurang 21 ZQ 19 59 Kurang 22 MR 19 59 Kurang 23 UA 18 56 Kurang 24 RF 18 56 Kurang 25 AR 18 56 Kurang 26 RR 17 53 Kurang 27 MP 17 53 Kurang 28 AS 17 53 Kurang 29 R 17 53 Kurang 30 IF 17 53 Kurang 31 YM 16 50 Kurang 32 SL 16 50 Kurang 33 AA 15 47 Kurang 34 AI 15 47 Kurang 35 AAS 14 44 Kurang 36 HW 13 41 Kurang 37 ED 12 38 Gagal 38 RS 12 38 Gagal 39 DY 12 38 Gagal 40 KR 11 34 Gagal Jumlah 804 2442 Rata-rata 20,1 61,05

Rumus menghitung persentase pemahaman kosakata = perolehan skor x 100 Skor maksimal (32)

4. Data Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas X SMA Negeri 16 Bandar Lampung T.P. 2010/2011 Nomor Nama Skor (%) Kategori 1 YM 34 94 Baik sekali 2 MP 33 92 Baik sekali 3 AS 32 92 Baik sekali 4 R 31 86 Baik sekali 5 IF 31 86 Baik sekali 6 RR 31 86 Baik sekali 7 SL 29 81 Baik 8 AA 29 81 Baik 9 AI 28 78 Baik 10 AAS 28 78 Baik 11 HW 27 75 Baik 12 ED 27 75 Baik 13 RS 27 75 Baik 14 DY 26 72 Cukup 15 KR 26 72 Cukup 16 PS 25 69 Cukup 17 AF 25 69 Cukup 18 DK 24 67 Cukup 19 AY 24 67 Cukup 20 PR 23 64 Cukup 21 ZQ 23 64 Cukup 22 MR 23 64 Cukup 23 UA 22 61 Cukup 24 RF 22 61 Cukup 25 AR 19 53 Kurang 26 SM 19 53 Kurang 27 S 19 53 Kurang 28 T 18 50 Kurang 29 YR 18 50 Kurang 30 SY 18 50 Kurang 31 RHN 17 47 Kurang 32 DS 17 47 Kurang 33 IDP 17 47 Kurang 34 WH 16 44 Kurang 35 RH 16 44 Kurang 36 PA 15 41 Kurang 37 RL 15 41 Kurang 38 SC 14 39 Gagal 39 FY 13 36 Gagal 40 RZ 12 33 Gagal Jumlah 913 2497 Rata-rata 22,825 62,425

Rumus menghitung persentase pemahaman kosakata = perolehan skor x 100 Skor maksimal (36)

5. Rangkuman Data Penelitian No. Nama Pemahaman Kosakata 81 1 AA 78 2 AAS 63 3 AF 78 4 AI 56 5 AR 88 6 AS 59 7 AY 63 8 DK 50 9 DS 72 10 DY 75 11 ED 38 12 FY 78 13 HW 47 14 IDP 88 15 IF 72 16 KR 88 17 MP 59 18 MR 41 19 PA 72 20 PR 59 21 PS 88 22 R 56 23 RF 44 24 RH 50 25 RHN 38 26 RL 91 27 RR 75 28 RS 34 29 RZ 53 30 S 38 31 SC 84 32 SL 53 33 SM 53 34 SY 53 35 T 56 36 UA 44 37 WH 84 38 YM 53 39 YR 59 40 ZQ 2442 Rata-rata 61,05 Maksimal 91 Minimal 34

KemampuanMembaca Pemahaman 81 78 69 78 53 92 67 67 47 72 75 36 75 47 86 72 92 64 41 69 64 86 61 44 47 41 86 75 33 53 39 81 53 50 50 61 47 94 50 64 2497 62,425 94 33

LAMPIRAN 4 DISTRIBUSI DATA PENELITIAN

1. DATA PEMAHAMAN KOSAKATA (X) Penulis menentukan distribusi frekuensi pemahaman kosakata berdasarkan langkah-langkah dari rumus Sturges. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut. Diketahui: Jumlah sampel (n) Skor tertinggi Skor rata-rata = 40 = 91 = 2442 = 61,05 40 a. Menentukan rentang (R) Rentang (R) ditentukan dengan cara data terbesar dikurangi data terkecil. R = 91 - 34 R = 57 b. Menentukan jumlah kelas interval (K) Kelas interval (K) ditentukan dengan menggunakan rumus: K = 1 + 3,3 log n K = 1 + 3,3 log 40 K = 1 + 3,3 x 1,60 K = 1 + 6,28 K = 6,28 dibulatkan = 6 c. Menentukan panjang kelas interval (p) Panjang kelas interval (p) ditentukan dengan menggunakan rumus: p= R K + 1 Jumlah skor = 2442

Skor terendah = 34

p = 57 + 1 6 p = 9,5+ 1 p = 10,5 dibulatkan menjadi 10 Dari data di atas, diperoleh data penguasaan kosakata siswa kelas X SMAN 16 Bandarlampung sebagai berikut. Tabel Distribusi Frekuensi Pemahaman Kosakata siswa kelas X SMAN 16 Bandarlampung tahun pelajaran 2010/2011 No. 1 2 3 4 5 6 Kelas Interval 84 - 93 74 83 64 73 54 63 44 53 34 43 Batas Batas Bawah Atas 84,5 93,5 73,5 83,5 63,5 73,5 53,5 63,5 43,5 53,5 33,5 43,5 Jumlah Mean Tengah 88,5 78,5 68,5 58,5 48,5 38,5 F. Abs.l 7 6 3 9 10 5 40 F. Rel. (%) 17,5 15 7,5 22,5 25 12,5 100 F.Kum. (%) 17,5 32,5 40 62,5 87,5 100

2. DATA KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN (Y) Penulis menentukan distribusi frekuensi kemampuan memabaca pemahaman berdasarkan langkah-langkah dari rumus Sturges. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut. Diketahui: Jumlah sampel (n) Skor tertinggi Skor rata-rata = 40 = 94 = 2442 = 62,425 40 d. Menentukan rentang (R) Rentang (R) ditentukan dengan cara data terbesar dikurangi data terkecil. R = 94 - 33 R = 61 e. Menentukan jumlah kelas interval (K) Kelas interval (K) ditentukan dengan menggunakan rumus: K = 1 + 3,3 log n K = 1 + 3,3 log 40 K = 1 + 3,3 x 1,60 K = 1 + 6,28 K = 6,28 dibulatkan = 6 f. Menentukan panjang kelas interval (p) Panjang kelas interval (p) ditentukan dengan menggunakan rumus: p= R K + 1 Jumlah skor = 2497

Skor terendah = 33

p = 61 + 1 6 p = 10,16 + 1 p = 10,16 dibulatkan menjadi 10 Dari data di atas, diperoleh data kemampuan membaca pemahaman siswa kelas X SMAN 16 Bandarlampung sebagai berikut. Tabel Distribusi Frekuensi Kemampuan Membaca Pemahaman siswa kelas X SMAN 16 Bandarlampung tahun pelajaran 2010/2011 No. 1 2 3 4 5 6 Kelas Interval 83 94 73 82 63 72 53 62 43 52 33 42 Batas Batas Bawah Atas 82,5 94,5 72,5 82,5 62,5 72,5 52,5 62,5 42,5 52,5 32,5 42,5 Jumlah Mean Tengah 88,5 78,5 68,5 58,5 48,5 38,5 F. Abs.l 6 7 9 5 8 5 40 F. Rel. (%) 15 17,5 22,5 12,5 20 12,5 100 F.Kum. (%) 15 32,5 55 67,5 87,5 100

Tabel 13. Hasil Analisis Data per Aspek Kemampuan Membaca Pemahaman
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Skor Maksimal Persentase Kategori Aspek Kemampuan Membaca Pemahaman 1 2 3 10 12 12 12 12 9 11 10 12 11 12 8 10 9 12 9 11 11 9 10 10 10 11 8 8 10 10 10 11 7 9 9 9 10 9 8 9 8 10 7 9 10 8 8 10 8 9 8 9 8 8 7 7 10 8 8 8 7 9 7 8 8 7 6 8 9 10 6 6 7 8 7 5 7 7 7 6 6 6 7 6 6 6 6 7 6 5 6 5 7 6 5 6 6 6 5 5 6 6 5 5 6 6 5 5 5 5 5 5 6 4 4 5 5 6 4 3 7 3 2 294 309 300 480 480 480 61,25% 64,38% 70,93% Cukup Cukup Cukup Rata-rata Jumlah 34 33 32 31 31 31 29 29 28 28 27 27 27 26 26 25 25 24 24 23 23 23 22 22 19 19 19 18 18 18 17 17 17 16 16 15 15 14 13 12 913 1440 62,5% Cukup Skor 94 92 92 86 86 86 81 81 78 78 75 75 75 72 72 69 69 67 67 64 64 64 61 61 53 53 53 50 50 50 47 47 47 44 44 41 41 39 36 33 2497

62,425

Tabel 14. Hasil Analisis Data per Aspek Pemahaman Kosakata


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Skor Maks. Persentase Kategori 1 4 5 5 5 3 3 3 3 4 3 3 4 4 2 3 2 2 3 2 2 3 3 2 3 2 3 2 2 1 4 3 2 1 3 2 2 2 1 1 2 98 160 61,25% Cukup Aspek Pemahaman Kosakata 2 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4 2 3 5 3 2 4 3 3 2 2 2 4 1 2 3 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 3 1 1 2 2 96 160 60% Cukup 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 2 3 2 1 2 3 2 1 1 2 1 1 1 105 160 65,6% Cukup 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 1 3 2 2 2 1 2 1 100 Jumlah 5 3 3 4 4 2 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 2 3 3 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 1 3 1 1 2 1 1 96 6 4 3 4 3 5 4 5 4 2 4 4 2 3 4 4 4 3 2 4 2 2 3 2 2 2 2 2 4 2 2 1 2 3 2 1 1 2 2 2 2 103 160 64,4% Cukup 7 5 4 4 3 5 2 5 4 4 4 2 4 3 3 2 2 4 1 2 4 2 2 3 2 3 2 2 2 2 2 3 2 1 2 1 2 1 2 1 1 104 160 65% Cukup 8 4 4 3 2 4 5 3 2 3 2 5 3 2 2 3 4 3 1 2 3 2 3 2 2 2 2 2 1 3 2 1 2 2 1 2 1 1 2 2 1 96 160 60% Cukup 29 28 28 28 28 27 27 26 25 25 25 24 24 23 23 23 20 20 19 19 19 19 18 18 18 17 17 17 17 17 16 16 15 15 14 13 12 12 12 11 804 1280 62,81 Cukup

Skor 91 88 88 88 88 84 84 81 78 78 78 75 75 72 72 72 63 63 59 59 59 59 56 56 56 53 53 53 53 53 50 50 47 47 44 41 38 38 38 34 2442

160 160 62,5% 60% Cukup Cukup Rata-rata

61,05

LAMPIRAN 5 PENGHITUNGAN PENGUJIAN DATA PENELITIAN

1. Pengujian Distribusi Normalitas Data Pemahaman Kosakata (X) dan Data Kemampuan Membaca Pemahaman One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a Test distribution is Normal. b Calculated from data.

N Normal Parameters(a,b)

Pemahaman kosakata 40 20.10 5.324 .132 .132 -.107 .834 .490

Kemampuan membaca pemahaman 40 22.83 6.101 .135 .135 -.078 .852 .463

Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 berarti data berdistribusi normal Dari penghitungan menggunakan SPSS 12.0 for Windows didapat bahwa angka signifikasi (sig.) untuk variabel pemahaman kosakata pada uji Kolmogorof Smirnov diperoleh 0,490 dan untuk variabel kemampuan membaca pemahaman diperoleh sig. 0,463 yang ternyata lebih besar dari 0,05, ini berarti bahwa Ho diterima karena kedua nila signifikasi (sig.) lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan distribusi sampel adalah normal.

Normal Q-Q Plot of x


35

30

Expected Normal Value

25

20

15

10

5 5 10 15 20 25 30 35

Observed Value

Normal Q-Q Plot of y


36

33

30

Expected Normal Value

27

24

21

18

15

12

9 9 12 15 18 21 24 27 30 33 36

Observed Value

10

Frequency

Mean = 20.1 Std. Dev. = 5.324 N = 40 0 10 15 20 25 30

Frequency

1 Mean = 22.83 Std. Dev. = 6.101 N = 40 0 10 15 20 25 30 35

2. Pengujian Homogenitas Dari hasil uji homogenitas varians Y (Kemampuan Membaca Pemahaman) atas X (Pemahaman Kosakata) yang penghitungannyamenggunakan program SPSS 12.0 for Windows menunjukkan bahwa taraf signifikasinya 0,222 lebih besar (>) dari 0,05. Berdasarkan criteria tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa varians setiap sampel adalah sama (homogeny). Hasil data dapat dilihat dari tabel berikut ini. Test of Homogeneity of Variances Pemahaman kosakata Levene Statistic df1 df2 Sig. 1.438(a) 11 23 .222 Jika nilai signifikasi lebih besar dari 0,05 berarti data homogeny 3. Pengujian Kelinieran Dari hasil pengolahan pada tabel ANOVA didapat nilai sig. pada Deviation From Lineraity lebih dari yaitu 0,313 (>) 0,05, maka Ho diterima yang menyatakan regresi berbentuk linear. Hasil didapat pada tabel berikut.

ANOVA Table Sum of Squares Kemampuan membaca pemahaman *pemahaman kosakata Between Groups (Combined ) 1171.0 75 944.16 7 226.90 8 280.70 0 1451.7 75 Mean Square

df

Sig.

16

73.192

5.997

.000

Linearity Deviation from Linearity Within Groups Total

1 15 23 39

944.167 15.127 12.204

77.363 1.239

.000 .313

4. Pengujian Regresi Dari persamaan tersebut diperoleh penghitungan sebagai berikut. Variables Entered/Removed(b) Mode Variables Variables l Entered Removed Method 1 x(a) . Enter a All requested variables entered. b Dependent Variable: kemampuan membaca pemahaman Model Summary(b) Std. Error Mode Adjusted of the Durbinl R R Square R Square Estimate Watson 1 .806(a) .650 .641 3.655 1.336 a Predictors: (Constant), pemahaman kosakata b Dependent Variable: kemampuan membaca pemahaman

ANOVA(b) Sum of Squares Mean Square

Regressi 944.167 1 944.167 on Residual 507.608 38 13.358 Total 1451.775 39 a Predictors: (Constant), pemahaman kosakata b Dependent Variable: kemampuan membaca pemahaman

Model 1

df

F 70.681

Sig. .000(a)

Coefficients(a) Unstandardized Coefficients Model 1 B Std. Error Standardized Coefficients Beta t 1.861 8.407 Sig. .070 .000

(Constan 4.250 2.284 t) Pemaha m-an .924 .110 .806 kosakata a Dependent Variable: kemampuan membaca pemahaman

Berdasarkan tabel, analisis regresi Y (kemampuan membaca pemahaman) atas X (pemahaman kosakata) menghasilkan arah koefisien regresi sebesar 0,924 dengan konstanta 4,250. Dengan demikian bentuk hubungan antara pemahaman kosakata dan kemampuan membaca pemahaman ditunjukkan dengan persamaan Y = 4,250+ 0,924X. Persamaan regresi tersebut menujukkan bahwa setiap kenaikan satu satuan (satu unit X) pemahaman kosakata menyebabkan kenaikan 0,924 skor kemampuan membaca pemahaman (Y) dengan konstanta 4,250. 5. Pengujian Hipotesis

Keluaran penghitungan tabel Correlations pada program SPSS 12.0 for Windows menunjukkan bahwa korelasi antara pemahaman kosakata dengan kemampuan membaca pemahaman terlihat r hitung lebih besar dari rtabel, yaitu 0,806 (>) 0,312. dengan demikian, Ha diterima dan Ho ditolak. Atau dapat juga dilihat pada probabilitas sig. (2-tailed) dengan nilai 0,00 (<) 0,05. Ini berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Setelah nilai r dikonsultasikan pada tabel interpretasi, hubungan antara pemahaman kosakata dengan kemampuan membaca pemahaman tergolong sangat kuat. Hasil dapat dilihat pada tabel berikut. Correlations Kemampuan membaca pemahaman .806(**) .000 40 1 . 40

Pemahaman kosakata Pearson Correlation 1 Sig. (1-tailed) . N 40 Kemampuan Pearson Correlation .806(**) membaca Sig. (1-tailed) .000 pemahaman N 40 ** Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed). Pemahaman kosakata

TABEL NILAI-NILAI DALAM DISTIBUSI t untuk uji dua fihak (two tail test) 0,50 0,20 0,10 0,05 0,02 0,01

untuk uji satu fihak (one tail test) dk 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 40 60 120 0,25 1,000 0,816 0,765 0,741 0,727 0,718 0,711 0,706 0,703 0,700 0,697 0,695 0,692 0,691 0,690 0,689 0,688 0,688 0,687 0,687 0,686 0,686 0,685 0,685 0,684 0,684 0,684 0,683 0,683 0,683 0,681 0,679 0,677 0,674 0,10 3,078 1,886 1,638 1,533 1,476 1,440 1,415 1,397 1,383 1,372 1,363 1,356 1,350 1,345 1,341 1,337 1,333 1,330 1,328 1,325 1,323 1,321 1,319 1,318 1,316 1,315 1,314 1,313 1,311 1,310 1,303 1,296 1,289 1,282 0,05 6,314 2,920 2,353 2,132 2,015 1,943 1,895 1,860 1,833 1,812 1,796 1,782 1,771 1,761 1,753 1,746 1,740 1,734 1,729 1,725 1,721 1,717 1,714 1,711 1,708 1,706 1,703 1,701 1,699 1,697 1,684 1,671 1,658 1,645 0,025 12,706 4,303 3,182 2,776 2,571 2,447 2,365 2,306 2,262 2,228 2,201 2,179 2,160 2,145 2,131 2,120 2,110 2,101 2,093 2,086 2,080 2,074 2,069 2,064 2,060 2,056 2,052 2,048 2,045 2,042 2,021 2,000 1,980 1,960 0,01 31,821 6,965 4,541 3,747 3,365 3,143 2,998 2,896 2,821 2,764 2,718 2,681 2,650 2,624 2,602 2,583 2,567 2,552 2,539 2,528 2,518 2,508 2,500 2,492 2,485 2,479 2,473 2,467 2,462 2,457 2,423 2,390 2,358 2,326 0,05 63,657 9,925 5,841 4,604 4,032 3,707 3,499 3,355 3,250 3,169 3,106 3,055 3,012 2,977 2,947 2,921 2,898 2,878 2,861 2,845 2,831 2,819 2,807 2,797 2,787 2,779 2,771 2,763 2,756 2,750 2,704 2,660 2,617 2,576

Sumber: Metode Penelitian Pendidikan, Sugiyono (2008)

LAMPIRAN 6 HASIL KERJA SISWA DAN SURAT KETERANGAN