Anda di halaman 1dari 26

MAKALAH LISTRIK MAGNET I

BAHAN DIELEKTRIK
Kelompok 3

Faizal Abid ( 140310120006 )
Febrian Alfandi ( 140310120016 )
Anggia Erdienzy ( 140310120026 )
Fajar Muhammad ( 140310120038 )
Irma Chaerunnisa ( 140310120054 )








PROGRAM STUDI FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2013

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kemudahan
kepada kami dalam menyelesaikan makalah ini, sehingga makalah dapat terselesaikan
dengan baik. Makalah ini memuat tentang Bahan Dielektrik yang didalamnya
terdapat konsep polarisasi, hukum gauss dalam dielektrik, suseptibilitas, permitivitas,
dan konstanta dielektrik energi dalam sistem bahan dielektrik, dan

polarisabilitas.
Makalah ini merupakan tugas mata kuliah Listrik Magnet I. Semoga makalah ini
dapat memberikan wawasan yang luas kepada pembaca dan tentunya kepada
penyusun, walaupun makalah ini tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan.
Penyusun mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi
pembaca. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.








DAFTAR ISI


BAB I :PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
1.2. TUJUAN
1.3. RUANG LINGKUP MATERI

BAB II : DASAR TEORI/LANDASAN TEORI

BAB III : KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN












BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Suatu bahan dielektrik ideal tidak memiliki muatan-muatan bebas. Semua
bahan pada dasarnya terdiri dari molekul-molekul (inti atom dan elektron-elektron).
Molekul-molekul dalam bahan dielektrik dipengaruhi oleh kehadiran medan listrik.
Medan listrik akan menimbulkan gaya yang bekerja pada partikel-partikel bermuatan.
Muatan positif bergerak searah medan listrik dan muatan negatif berlawanan arah
dengan medan listrik sehingga terjadi pengkutuban (polarisasi). Dielektrik yang
terpolarisasi, walaupun netral secara rata-rata akan menghasilkan medan listrik di
dalam dan diluar bahan dielektrik. makalah ini menjelaskan polarisasi dalam
dielektrik, hukum gauss dalam bahan dielektrik ,suseptibilitas, permitivitas, dan
konstanta dielektrik energi dalam sistem bahan dielektrik, dan

polarisabilitas.
Polarisasi bergantung pada medan listrik total di dalam bahan dan medan listrik yang
dihasilkan oleh dielektrik itu sendiri. Medan listrik dari dielektrik akan merubah
distribusi muatan sehingga akan merubah pula medan listrik di dalam bahan
dielektrik.

1.2. TUJUAN

1. Memahami konsep polarisasi pada bahan dielektrik.
2. Mengetahui hukum gauss dalam bahan dielektrik
3. Memahami konsep suseptibilitas, permitivitas, dan konstanta dielektrik
4. Mengetahui energi dalam sistem bahan dielektrik


5. Memahami konsep polarisabilitas dan suseptibilitas



1.3. RUANG LINGKUP MATERI
a. Polarisasi
b. Hukum Gauss dalam Bahan Dielektrik
c. Suseptibilitas, Permitivitas, dan Konstanta Dielektrik
d. Energi Dalam Sistem Bahan Dielektrik
e. Polarisabilitas dan Suseptibilitas




















BAB II
DASAR TEORI/LANDASAN TEORI

A. Polarisasi

Polarisasi ( P ) merupakan jumlah momen dipole listrik per satuan volume.
Peristiwa polarisasi terjadi ketika adanya pergerakan elektron, ion, dan molekul-
molekul polar di dalam dielektrik yang diakibatkan oleh adanya medan
listrik.Peristiwa polarisasi menyebabkan dielektrik menjadi terpolarisasi yaitu
suatu keadaan dimana dua sisi yang berlawanan dari bahan dielektrik
mengandung muatan yang berlawanan. Perhatikan gambar 1 :

Gambar 1

Pada gambar 1 , muatan positif bergerak searah medan listrik dan muatan negatif
berlawanan arah dengan medan listrik sehingga terjadi pengkutuban ( polarisasi ).
Pada gambar 2, suatu elemen volume kecil v ( q total = netral ) pada bahan
dielektrik. Jika bahan dielektrik dipolarisasi, maka terjadi pemisahan muatan-
muatan positif dan negatif) yang mengakibatkan terbentuk suatu dipol di dalam
elemen volume dengan momen dipol .


Gambar 2
Momen dipol p = Q d
Dimana :

adalah momen dipol di v
Polarisasi dari suatu bahan :

Misalkan v diasumsikan sangat kecil secara makroskopik, maka v mengandung
banyak molekul. Momen dipol molekul tiap molekul :




} }
A A
= = A
v v
dq r dv r p

A
] / [
2
m C
v
p
P
A
A
=

}
A
=

= A
=
m
m
m
molekul
m
p
v
P
p p
dq r p



1
Perhatikan Gambar 3:


Pada gambar 3, terjadi polarisasi dalam bahan dielektrik, dimana masing-masing
elemen volume membentuk momen dipol .
Macam macam Polarisasi
a. Polarisasi Elektronik
Tak ada medan Ada medan


Polarisasi elektronik dapat teramati pada semua dielektrik. Polarisasi elektronik
terjadi karena pergeseran awan elektron pada tiap atom terhadap intinya. Teori
atom menyatakan bahwa suatu atom tersusun atas inti atom bermuatan positif dan
elektron yang mengitari inti bermuatan negative. Muatan neto dalam atom adalah
netral. Dalam keadaan tidak ada pengaruh medan luar maka pusat muatan positif
inti atom berimpit dengan pusat muatan negative eketron. Dengan demikian tidak
ada momen dipol dalam atom. Namun bila atom berada pada daerah dengan
medan listrik maka muatan akan berinteraksi dengan medan dan terjadilah
pergeseran pusat muatan baik positif maupun negatif.
E

b. Polarisasi Ionik
Tak ada medan Ada medan

Polarisasi ionic yaitu polarisasi pada molekul/ion yang disusun beberapa atom dengan
kehadiran medan listrik. Kristal ionic seperti NaCl,KCl dan sebagainya mempunyai
susunan rantai ion positif dan negative. Sebagai contoh kita lihat untuk NaCl. Pada
saat tidak ada medan luar maka NaCl tidak terjadi polarisasi karena rantai tersusun
oleh momen dipol yang sama besar dan berlawanan arah.Polarisasi ionik terjadi
karena pergeseran ion-ion yang berdekatan dan berlawanan muatan yang hanya
ditemui pada material ionik
c. Polarisasi Orientasi
Tak ada medan Ada medan

Polarisasi Orienstasi yaitu polarisasi akibat dipol-dipol di dalam bahan dielektrik
mengalami perubahan orientasi akibat medan listrik polarisasi ini terjadi di dalam
material dielektrik yang mempunyai dipol permanen (dipolar) seperti HCl. Pada saat
tidak ada medan luar maka dipol-dipol terorientasi secara acak dan tidak ada
polarisasi netto. Gambar a dan b menunjukkan momen dipol permanen HCl dan
orientasi random dari dipol pada saat tidak ada medanTerjadi pada material padat dan
cair yang memiliki molekul asimetris yang momen dipole permanennya dapat
diarahkan oleh medan listrik.
d. Polarisasi muatan ruang
Tak ada medan Ada medan

Polarisasi muatan ruang terjadi karena pemisahan muatan-muatan ruang, yang
merupakan muatan-muatan bebas dalam ruang dielektrik. Dengan proses ini terjadi
pengumpulan muatan sejenis di dua sisi dielektrik. Polarisasi ini berlangsung lebih
lambat lagi dan pada waktu medan listrik dihilangkan muatan ruang dapat menempati
posisi yang baru, tidak seluruhnya kembali pada posisi awal. Polarisasi muatan ruang
terjadi pengumpulan muatan di perbatasan dielektrik.
B. Medan Listrik Di Luar Bahan Dielektrik
Pandang suatu bahan dielektrik yang terpolarisasi, yang dicirikan oleh polarisasi di
setiap titik . Kita akan menghitung medan listrik di titik di luar bahan
dielektrik tersebut.

( ) ' ,
'
r P r

Potensial akibat momen dipol di elemen v:





Potensial pada titik merupakan jumlah dari potensial akibat elemen volume:





Dimana : V
0
= volume bahan dielektrik
Maka:


Dari sifat operator Nabla:

Sehingga diperoleh :






( )
( )
' ; '
' 4
'
' 4
'
3
0
3
0
v P p v
r r
r r P
r r
r r p
A = A A

A
= A



tc
tc
|
r

( )
( )( )
'
'
1
'
4
1
'
'
' '
4
1
0
0
0
3
0
dV
r r
P
dV
r r
r r r P
r
V
V
}
}

V - =

tc
tc
|
'
1
'
'
1
'
'
3
r r r r
r r
r r

V =

V =

o o o V - + - V = - V

F F F '
P
r r r r
P
r r
P
r r
P P
r r r r
P

- V

- V =

V -

V - + - V

- V
'
'
1
'
'
'
1
'
'
1
' '
'
1
'
'


Berdasarkan teorema divergensi:



Maka :



Dengan mendefinisikan :

= rapat muatan volume polarisasi

= rapat muatan permukaan polarisasi

Maka potensial listrik di luar bahan dielektrik:





Medan listrik di luar bahan dielektrik:






( ) ' '
'
1
4
1
'
'
'
4
1
0 0
0 0
dv P
r r
dv
r r
P
r
V V

- V

- V =
} }
tc tc
|
} }
- V = -
S V
dv F da n F

( )
( )
(
(

- V
+

-
=
} }
'
'
'
'
' 4
1
0 0
0
dv
r r
P
da
r r
n P
r
V S


tc
|
n P
p

- = o
P
p

- V =
( )
}
} }

=
(
(

=
'
'
4
1
'
'
'
' 4
1
0
0
0 0
r r
dq
dv
r r
da
r r
r
p
p
V
p
S

tc
o
tc
|
( )
( ) ( )
(
(


=
} }
'
'
'
'
'
'
4
1
3 3
0
0 0
dv
r r
r r
da
r r
r r
r E
p
V
p
S



o
tc
Muatan total polarisasi dari bahan dielektrik:



C. Medan Listrik Dalam Bahan Dielektrik
Medan listrik makroskopik adalah medan listrik rata-rata didalam daerah kecil
dalam bahan dielektrik yang mengandung sejumlah molekul. Medan listrik di dalam
bahan dielektrik pada dasarnya memiliki sifat yang sama dengan medan listrik di
ruangan hampa, khususnya bahwa medan listrik bersifat konservatif.


Pandang suatu rongga vakum berbentuk silinder kecil yang diletakkan dalam bahan
dielektrik

AB terletak di dalam rongga dan CD terletak di dalam bahan dielektrik. Karena AD
dan BC dapat dibuat sekecil mungkin, maka berdasarkan sifat konservatif diatas:


dengan v untuk vakum dan d untuk bahan dielektrik dan t adalah komponen
tangensial.


( )
} }
- + - V =
0 0
' ' '
S V
p
da n P dv P Q


}
= - = V 0

d E E
dt vt
d v
E E
E E
=
= - - 0


D. Hukum Gauss Dalam Dielektrik
Dielektrik didefinisikan sebagai sebuah bahan atau materi dimana semua
muatannya terikat pada atom atau molekul dan hanya mengalami pergeseran dalam
skala mikroskopik, sehingga bergerak sedikit dalam molekul. Dielektrik memiliki
elektron bebas untuk menghasilkan arus jika dikenai medan listrik. Sifat dielektrik
muncul pada isolator listrik yang tidak dapat melalukan muatan listrik akan tetapi ia
peka terhadap suatu medan. Hukum Gauss menyatakan bahwa fluk listrik yang
melewati suatu permukaan tertutup sembarang sebanding dengan muatan total yang
dilingkupi permukaan tersebut



Gambar 4

Pada gambar 4, bola dielektrik B yang tidak bermuatan di dalam medan radial
muatan positif A.Muatan positif yang terinduksi pada B mengalami gaya ke
kanan, sedangkan gaya terhadap muatan negative mengarah ke kiri. Karena
muatan negative lebih dekat ke A dan oleh sebab itu berada dalam medan yang
lebih kuat daripada medan tempat muatan nettonya sama dengan nol, mengalami
}

}
= = -
V
i
S
dv q da n E
c c
0 0
1 1

gaya resultan ke A. Tanda muatan A tidak mempengaruhi kesimpulan diatas,


seperti jelas diperlihatkan oleh gambar. Selain itu, efek itu tidak terbatas pada
dielektrik saja, tetapi bola yang menghatar pun akan tertarik seperti itu pula.
Gambar 4 dapat dianggap sebagai satu dipol besar, yang dipisahkan oleh tebal
dielektrik , l .
Maka momen dipol persatuan volum atau polarisasi P adalah :
( 1 )
Dimana : = rapat permukaan muatan yang terikat. Maka PS = Qb

Gambar 5
E

Gambar disamping melukiskan selembar dielektrik terpolarisasi dalam medan


listrik yang ditimbulkan pelat-pelat konduktor yang muatannya berlawanan. Garis
putus-putus merupakan garis batas sebuah permukaan Gauss tertutup berbentuk
silinder yang luas penampang lintang S. Polarisasinya merata diseluruh dielektrik
itu dan digambarkan dengan vector tunggal P. Polarisasi itu nol pada muka
sebelah kiri silinder dan integral permukaan P atas seluruh permukaan tertutup itu
menjadi perkalian PS. Tetapi karena berdasarkan persamaan PS=Qb, maka
integral permukaan sama dengan muatan di dalam silinder. Dalam kejadian
umum, kita peroleh :

Disini tanda negative harus dicantumkan karena pada diagram fluks P mengarah
kelur ( dan karena itu positif),sedang muatan terikat didalam permukaan tertutup
itu negative. Persamaan diatas merupakan hukum Gauss untuk vektor polarisasi P
. Resultan Intensitas listrik E disembarang titik , bila ada muatan terikat,
ditimbulkan baik oleh muatan bebas, maupun oleh muatan terikat bentuk umum
hokum Gauss untuk E karena itu adalah :


Dimana :
(3)
Maka, menurut Teorema Divergensi :


Persamaan (3 ) menjadi :
b
Q da n P = -
}

( )
b
S
Q Q da n E + = -
}
0
1
c

( )
} }
- + - V =
Smolekul V
b
da n P dv P Q


} }
- V = -
Smolekul V
dv P da n P



Sehingga diperoleh :



Fluks dari vektor (c
0
E + P) melalui permukaan tertutup S sebanding dengan
muatan Q yang diletakkan dalam volume yang dilingkupi oleh permukaan S.
Maka dapat dirumuskan besaran D ( perpindahan/diplacement) sebagai
penjumlahan vektor :
(4)
Persamaan (4) dapat disederhanakan :


Yang merupakan Hukum Gauss untuk vektor perpindahan .
Berdasarkan teorema divergensi :


Sehingga diperoleh :

} } }
- = - + - =
+ Smolekul S Smolekul S
b
da n P da n P da n P Q

( )
( ) Q da n P E
da n P Q Q Q da n E
S
S
b
S
= - +
|
|
.
|

\
|
- = + = -
}
} }

0
0 0
1 1
c
c c
] / [
2
0
m C P E D

+ =c
}
= -
S
Q da n D

} }
- V = -
S V
dv D da n D

} }
= = - V
V V
dv Q dv D

Bentuk diferensial persamaan Gauss dalam bahan dielektrik :


Hukum Gauss untuk vektor perpindahan adalah integral permukaan D atas
seluruh sembarang permukaan tertutup ( Fluks D) hanya sama dengan muatan bebas
di dalam permukaan tersebut.
Untuk setiap permukaan tertutup, fluks E sama dengan total muatan
terkurung, fluks P sama dengan harga negatif muatan terikat, dan fluks D sama
dengan muatan bebas. Medan perpindahan dapat dilukiskan dengan garis yang
disebut garis perpindahan. Dalam ruang bebas, bentuknya sama seperti garis E.
Dalam dielektrik,


Dalam ruang bebas dimana P = O ,


E. Suseptibilitas, Permitivitas, dan Konstanta Dielektrik

Suseptibilitas X
e
pada bahan dielektrik adalah ukuran seberapa mudah bahan ini
dikutubkan dalam medan listrik, yang pada akhirnya menentukan permitivitas listrik.
Nilai suseptibilitas ini didefinisikan melalui sebuah konstanta perbandingan antara
medan listrik E dan pengkutuban bahan dielektrik (polarization) P sehingga:


= - V D

] / [
2
0
m C P E D

+ =c
E D

0
c =
Dimana :
= Permitivitas ruang hampa (8,85 x 10
-12
C
2
/Nm
2
)


E = medan listrik di dalam dielektrik
Suseptibilitas sebuah bahan dielektrik memiliki hubungan dengan permitivita
relatifnya yaitu:


Perpindahan medan listrik D berhubungan dengan kerapatan pengkutuban P melalui:





Jadi permitivitas bahan dielektrik :

Konstanta dielektrik biasa dituliskan atau K


Atau
0
c

F. Energi Di Dalam Sistem Bahan Dielektrik

Kerja yang dilakukan untuk memuati sebuah kapasitor hingga potensialnya sebesar V

Bila kapasitor diisi dengan dielektrik linear, kapasitansi kapasitor menjadi:
C = K.Cvak
Energi yang tersimpan dalam sistem elektrostatik adalah
:
Pada kapasitor yang berisi dielektrik linear, energinya menjadi :



f = pertambahan muatan bebas posisi bahan dielektrik di dalam kapasitor tetap
polarisasi dari muatan terikatnya akan berubah, sehingga :

Karena :

Maka :

Sehingga :

Dengan menggunakan aturan :

Maka :

Sehingga :

Kerja yang dilakukan untuk mengisi muatan bebas sebesar f adalah :

Bila bahan pengisi kapasitor berupa dielektrik linier yang berlaku : D = E

Sehingga :

Kerja total yang dihasilkan untuk mengisi muatan bebas dari keadaan nol hingga
keadaan terakhir adalah:

E. Polarisabilitas
Polarisabilitas adalah kecenderungan relatif dari distribusi muatan, seperti awan
elektron dari atom atau molekul, yang akan terdistorsi dari bentuk normal oleh medan
listrik eksternal, yang diterapkan biasanya dengan memasukkan molekul bermuatan
dalam kapasitor pelat sejajar, tetapi juga bisa disebabkan oleh adanya ion atau dipol
terdekat. Polarisabilitas() didefinisikan sebagai rasio dari induksi momen dipol suatu
atom dengan medan listrik .

Nilai polarisabilitas suatu bahan tergantung pada struktur rinci dari atom yang
bersangkutan. Berikut daftar beberapa nilai polarisabilitas :



H He Li Be C Ne Na Ar K Cs
0,667 0,205 24,3 5,60 1,76 0,396 24,1 1,64 43,4 59,6
BAB III
KESIMPULAN

- Polarisasi ( P ) merupakan jumlah momen dipole listrik per satuan
volume.
- Peristiwa polarisasi menyebabkan dielektrik menjadi terpolarisasi yaitu
suatu keadaan dimana dua sisi yang berlawanan dari bahan dielektrik
mengandung muatan yang berlawanan.
- Macam macam Polarisasi
a. Polarisasi Elektronik
b. Polarisasi ionik
c. Polarisasi Orientasi
d. Polarisasi Muatan Ruang
- Muatan total polarisasi dari bahan dielektrik:



- Medan listrik makroskopik adalah medan listrik rata-rata didalam daerah
kecil dalam bahan dielektrik yang mengandung sejumlah molekul.
- Dielektrik didefinisikan sebagai sebuah bahan atau materi dimana semua
muatannya terikat pada atom atau molekul dan hanya mengalami
pergeseran dalam skala mikroskopik, sehingga bergerak sedikit dalam
molekul.
- Hukum Gauss menyatakan bahwa fluk listrik yang melewati suatu
permukaan tertutup sembarang sebanding dengan muatan total yang
dilingkupi permukaan tersebut
( )
} }
- + - V =
0 0
' ' '
S V
p
da n P dv P Q


- Suseptibilitas X
e
pada bahan dielektrik adalah ukuran seberapa mudah
bahan ini dikutubkan dalam medan listrik, yang pada akhirnya
menentukan permitivitas listrik.
- Permitivitas bahan dielektrik :


- Energi yang tersimpan dalam sistem elektrostatik adalah

- Polarisabilitas adalah kecenderungan relatif dari distribusi muatan,
- .Polarisabilitas() didefinisikan sebagai rasio dari induksi momen dipol
suatu atom dengan medan listrik .
P = E













DAFTAR PUSTAKA

Zemansky .Sears . Fisika Universitas 2 Listrik Magnet . 1992. Bandung:
Binacipta Bandung
http://physicsacademy.weebly.com/2/post/2011/05/susceptibility-permittivity-
dielectric-constant.html
Diakses pada tanggal 10/12/2013
Griffiths, D.J. Introduction to Electrodynamics 3nd Edition. 1995. New
Delhi: Prantice Hall
R.John. Dasar Teori Listrik Magnet.1993.Bandung:ITB














LAMPIRAN
1. Tambahkan penjelasan mengenai Fluks serta gambarnya ( sudah terdapat pada
BAB II, Teori)
2. Jelaskan apa itu D (perpindahan/displacement) ( sudah terdapat pada BAB II,
Teori)