Anda di halaman 1dari 7

TINJAUAN PUSTAKA

Toxoplasma gondii: Aspek Biologi, Epidemiologi, Diagnosis, dan


Penatalaksanaannya
GALATIA CHANDRA
Aventis Pharma Indonesia
Pendahlan
Akhir-akhir ini, banyak tenaga medis, veterinarian, ilmuwan peneliti, dan kalangan ekonomi mulai
memperhatikan kehadiran Toxoplasma gondii yang merupakan patogen yang berperan penting dalam
kehidupan kita. Toksoplasmosis pada hewan-hewan domestik mempunyai arti ekonomis yang sangat
penting di negara-negara seperti Inggris dan Selandia Baru, dimana parasit tersebut mengakibatkan
banyak kasus aborsi pada domba1. Suatu penelitian di Norwegia yang melibatkan !."#$ wanita hamil
selama 1""% hingga 1""#, memberikan gambaran sebagai berikut& 1$,"' wanita terin(eksi sebelum
kehamilan dan $,1)' ter*angkit in(eksi selama kehamilan. Ini berarti, 1 dari 1$ ibu hamil berisiko
mengidap in(eksi Toxoplasma gondii%.
Toxoplasma gondii adalah suatu parasit+proto,oa berbentuk kokus yang berkaitan dengan -lasmodium,
Isospora, dan anggota lainnya dari phylum Api.omple/a. -en*amu 0host1 de(initi( yang berkaitan erat
dengan parasit ini adalah dari keluarga ku.ing+(elidae. Selain itu, banyak hewan mamalia dan burung
yang merupakan pen*amu menengah 0intermediate host1,#.
2ani(estasi klinis toksoplasmosis sangat beragam, mulai dari asimtomatik, demam, lim(adenopati, nyeri
otot, sakit kepala, hingga .a.at kongenital yang bersi(at permanen seperti retardasi mental, hidrose(alus,
hingga kematian, khususnya pada penderita AI3S#.
!t"kt", #ltiplikasi, dan !ikls $ehidpan
Toxoplasma gondii mempunyai beberapa bentuk kehidupan.
1. Tachyzoite yang berbentuk sabit atau oval dengan satu sisi run.ing dan yang lain bundar.
A. 4kstraselular 0anak panah1 terlepas dari sel-sel pen*amu. Bandingkan dengan ukuruan
dari sel-sel darah merah dan lim(osit. Impression smear, pewarnaan 5iemsa. -an*ang
garis 6 %$ 7m.
B. Intraselular dalam kultur sel. Terlihat suatu kelompok berbentuk seperti bunga mawar
0anak panah1 dan berada di dalam vakuola 0kepala anak panah1. -ewarnaan
imunohistokimia dengan sebuah tachyzoite-specific monoclonal antibody. -an*ang garis
6 %$ 7m.
8. Transmisi mikroskop elektron dari suatu tachyzoite intraselular. Terlihat suatu vakuole
parasito(orus 0-91 seputar tachyzoite. :rganel-organel terlihat di dalam gambar ini
adalah .onoid 0.1, mi.ronemes 0m1, granula-granula terdensasi, nukleus 0n1, dan roptries
0r1. -an*ang garis 6 $.; 7m.
%. <aringan =ista dari Toxoplasma gondii.
A. <aringan kista ini diambil dari otak tikus. Anak panah memperlihatkan dinding kista yang
berisi ratusan bradyzoite. Tidak diwarnai. -an*ang garis 6 %$ 7m.
B. % buah *aringan kista 0anak panah1 pada bagian otak. >emato/ylin dan pewarnaan eosin.
-an*ang garis 6 %$ 7m.
8. Transmisi mikroskop elektron dari sebuah *aringan kista ke.il pada kultur sel. ?ihat
dinding kista yang tipis 0anak panah1 berisi @ bradyzoite 0kepala anak panah1. -an*ang
garis 6 1.$ 7m.
. Bentuk seksual dari Toxoplasma gondii.
A. Ski,on 0kepala anak panah ganda1, gamon-gamon betina 0anak panah1, dan gamon-
gamon *antan 0kepala anak panah1 pada bagian super(isial sel-sel epitel dari usus halus
ku.ing. -ewarnaan hematoxylin dan eosin. -an*ang garis 6 1! 7m.
B. Tiga gamet *antan dengan masing-masing % (lagela 0kepala anak panah1 dibandingkan
dengan sebuah mero,oit 0anak panah1. 5ambar diambil dari sel epitel usus seekor
ku.ing. -ewarnaan 5iemsa. 5aris 6 1$ 7m.
8. :okista tidak berspora 0kepala anak panah1 pada (eses seekor ku.ing. Terlihat % :okista
dari *enis parasit coccidium lain, yaitu Isospora felis 0anak panah1. Isospora felis berspora
lebih .epat dibandingkan dengan T. gondii. :okista yang paling atas dari gambar sudah
berisi % sporokista, sedangkan pada seluruh ookista T. gondii masih belum berspora.
Tidak diwarnai. -an*ang garis @! 7m.
3. Transmisi mikroskop elektron dari suatu ookista berspora. Terlihat dinding ookista yang
tipis 0anak panah1, % sporokista 0kepala anak panah1, dan # sporozoite 0kepala anak
panah ganda1 pada sporokista. -an*ang garis 6 %.%! 7m.
Akuruan ookista kurang lebih 1$ hingga 1% 7m. Spora mun.ul di luar dari tubuh dan
ookista men*adi in(eksius dalam 1 hingga ! hari setelah diekskresikan. Semula, ookista
berbentuk s(erikal, tetapi setelah ter*adi spora maka mereka akan berubah men*adi agak
oval1,#.
Siklus kehidupan dari T. gondii pertama kali dideskripsikan pada 1")$, ketika
ditemukannya pen*amu de(initi(, yaitu keluarga (elidae, termasuk ku.ing-ku.ing
peliharaan. Beberapa ma.am hewan berdarah hangat *uga berperanan sebagai pen*amu
menengah. T. gondii diketahui ditularkan melalui beberapa .ara seperti yang terlihat
pada gambar #. 3i antaranya&
1. 2asuknya ookista dari kotoran 0(ae.es1 hewan yang menempel pada bulu ku.ing
dan hinggap di makanan.
%. 2asuknya kista yang berasal dari daging hewan yang dimasak tidak
sempurna+setengah matang.
. 2asuknya tachyzoite/trofozoit dari ibu yang terin(eksi melalui plasenta lalu
menu*u *anin.
Patogenesis
Banyak kasus toksoplasmosis pada manusia didapat dari masuknya *aringan kista pada daging yang
terin(eksi atau ookista pada makanan yang ter.emar kotoran ku.ing. Brady,oite dari *aringan kista atau
sporo,oite yang terlepas dari ookista masuk ke sel-sel epitel di usus dan bermultiplikasi di usus.
Toxoplasma gondii dapat menyebar, baik se.ara lokal ke nodus lim(e mesentrik maupun ke organ-organ
yang .ukup *auh dengan menyerang kelen*ar-kelen*ar lim(e dan darah. Nekrosis pada usus dan nodus
lim(e mesentrik dapat mun.ul sebelum organ-organ lain men*adi rusak parah. 5ambaran klinis akan
tampak setelah beberapa waktu dari rusaknya *aringan dari beberapa organ yang terin(eksi, khususnya
yang vital dan penting seperti mata, *antung, dan kelen*ar adrenal. Toxoplasma gondii tidak memproduksi
toksin. Nekrosis pada *aringan biasanya disebabkan oleh multiplikasi intraselular dari tachyzoite.
Toksoplasmosis oportunistik pada pasien AI3S biasanya ter*adi karena reaktivasi dari in(eksi kronik. ?esi
predominan dari toksoplasmosis - ense(alitis pada pasien-pasien ini adalah nekrosis yang terkadang
menghasilkan abses multiganda. Beberapa di antaranya dapat berbentuk sebesar bola tenis.
Daya Tahan T%h
In(eksi T. gondii pada pen*amu 0host1 dapat berakhir dengan kematian, tetapi lebih sering ditemukan
kasus yang mengalami perbaikan dan mendapat kekebalan tubuh. In(lamasi biasanya menyertai
nekrosis. =urang lebih tiga minggu setelah in(eksi, tachyzoite Toxoplasma gondii mulai menghilang dari
*aringan viseral dan mulai terlokalisir men*adi *aringan kista di sistem sara( dan *aringan otot. Tachyzoite
toksoplasma dapat bertahan lebih lama di sumsum tulang belakang dan otak karena respons imun pada
umumnya kurang e(ekti( pada organ tersebut. In(eksi kronis dapat teraktivasi berulang se.ara lokal
0misalnya pada mata1. Aktivasi berulang ter*adi akibat ruptur dari *aringan kista. =emungkinan ruptur
*aringan kista dapat ter*adi selama hidup pen*amu. Bradyzoite yang terlepas se.ara normal akan
dihan.urkan oleh respons imun dari si pen*amu. Beaksi ini dapat mengakibatkan nekrosis lokal yang
disebabkan oleh proses in(lamasi. >ipersensitivitas dikatakan *uga mempunyai peranan yang penting
pada reaksi tersebut. Tetapi, pada pen*amu imunokompeten umumnya in(eksi dapat reda sendiri, dengan
tanpa ter*adinya multiplikasi toksoplasma. -ada pasien imunosupresi(, ruptur dari *aringan kista dapat
ter*adi pada saat ter*adinya multiplikasi dari bradyzoite men*adi tachyzoite. -en*amu dapat meninggal
oleh toksoplasmosis. -enyebab dari ruptur kista tersebut tidak diketahui. Bahaya laten T. gondii yang
kronik se.ara eksperimen dapat diaktivasi oleh dosis eksesi( dari kortikosteroid, serum anti-lim(osit, dan
berbagai terapi lain immunosupresan#.
In&eksi Toksoplasma $ongenital
Se.ara umum telah disetu*ui se*ak dulu bahwa transmisi toksoplasmosis kongenital mun.ul hanya ketika
in(eksi Toxoplasma gondii didapat selama masa gestasi. =onklusi ini diambil berdasarkan data riset klinis
dan epidemiologi1. Bukti yang mendukung konsep tersebut di antaranya observasi yang dilakukan oleh
Celdman dan 2iller 0%$# kasus1!. Sabin dkk. 0%1@ ibu melalui ;$ kehamilan1@ dan 3esmonts 0Studi
prospekti( terhadap #$$ kasus11. 3esmonts mengumpulkan data dari observasi-observasi ini dan
menganalisa kehamilan pada lebih dari ;$$ wanita yang melahirkan anak yang terin(eksi se.ara
kongenital.
Ada suatu korelasi positi( yang sangat bermakna antara isolasi toksoplasma dari *aringan plasenta dan
in(eksi pada neonatus. Sebagai suatu standar, isolasi positi( menandakan adanya in(eksi dan isolasi
negati( menandakan tidak adanya in(eksi pada neonatus. =orelasi ini merupakan hasil penelitian dari
otopsi neonatus dengan toksoplasmosis kongenital dan mengindikasikan bahwa in(eksi tersebut didapat
oleh (etus melalui uterus via pembuluh darah. >al ini membentuk konsep bahwa plasenta adalah suatu
organ yang sangat penting dalam menghubungkan in(eksi maternal dan (etus dimana organisme tersebut
men.apai plasenta selama periode parasitemia pada ibu yang terin(eksi1.
Crekuensi dari in(eksi toksoplasmosis kongenital diteliti oleh 3esmonts dan 8ouvreur. Sebanyak !#%
wanita yang ter*angkit in(eksi toksoplasma selama kehamilan diperlihatkan pada tabel 1. Anak-anak yang
terlahir dari ibu yang ter*angkit in(eksi ini diklasi(ikasikan men*adi ! kelompok&
1. Tidak ada in(eksi kongenital 0*ika tes pada bayi menun*ukkan titer negati(1.
%. In(eksi kongenital subklinis 0*ika titer positi(, tetapi asimtomatis1.
. In(eksi toksoplasmosis kongenital ringan 0*ika bayi tampaknya normal dan berkembang se.ara
normal *uga pada penelitian selan*utnya tidak di*umpai adanya retardasi mental maupun
kerusakan neurologik, akan tetapi pada pemeriksaan selan*utnya di*umpai adanya luka parut
pada retina+pemeriksaan pada (undus1. Atau, dalam satu kasus di*umpai adanya kalsi(ikasi
intrakranial pada pemeriksaan D-ray.
#. In(eksi toksoplasmosis kongenital berat, tetapi masih lahir 0*ika didapatkan korioretinitis dan
kalsi(ikasi intrakranial pada bayi1.
!. 2eninggal segera setelah dilahirkan.
Bisiko in(eksi toksoplasma terhadap (etus sangat berhubungan dengan waktu+kapan in(eksi maternalnya
mun.ul. <ika in(eksi toksoplasma ter*adi pada bulan-bulan terakhir dari kehamilan, umumnya parasit
tersebut akan ditularkan ke (etus, tetapi in(eksi yang ter*adi umumnya subklinis pada saat kelahiran. <ika
ibu hamil ter*angkit lebih awal, sebagai .ontoh, pada bulan ketiga kehamilan, transmisi ke (etus umumnya
lebih *arang. 3i lain pihak, bila ter*adi umumnya menghasilkan penyakit yang berat. Antuk lebih *elasnya
dapat dilihat di tabel %.
Epidemiologi
>ingga saat ini, studi epidemiologi pada penderita AI3S yang ter*angkit in(eksi Toxoplasma gondii boleh
dikatakan tidak ada. >anya ada beberapa laporan kasus yang dipublikasi. :leh sebab itu, studi
epidemiologi yang ada umumnya mengenai toksoplasmosis kongenital. Studi yang berskala sangat besar
yang dipublikasi pada 1""; adalah studi <enum dkk. yang melihat insidensi in(eksi Toxoplasma gondii
pada !."#$ wanita hamil di Norwegia se*ak 1""% hingga 1""#. 3ari %.$ wanita hamil yang
sebelumnya tidak terin(eksi, didapatkan $ wanita 0$,$"#'1 ter*angkit pada trimester pertama, ) wanita
0$,$%%'1 ter*angkit pada trimester kedua, dan 1$ wanita 0$,$1'1 ter*angkit pada trimester ketiga.
Sebanyak ."$) wanita hamil 01$,;)'1 dinyatakan seropositi( terhadap in(eksi toksoplasmosis pada
pemeriksaan pertama%.
3ata epidemiologi dari negara-negara lain sangatlah bervariasi antara satu dengan lainnya, seperti
digambarkan pada tabel dan gra(ik 1.
SidiE, pada 1""), melakukan penelitian serologi toksoplasma pada ternak babi di rumah potong hewan
=otamadya 2alang. -ada penelitian tersebut, didapati bahwa % dari @$ sub*ek yang diteliti 0;,'1
positi( terin(eksi toksoplasmosis11. 3i Indonesia, parasit T. gondii tersebar luas dengan angka prevalensi
,at anti T gondii pada manusia %--@', ku.ing !--)', an*ing )!', babi 11--@', kambing 11--@1',
dan sapi+kerbau kurang dari 1$'1%.
-revalensi ,at anti T. gondii pada wanita hamil di BS 3r. 8ipto 2angunkusumo <akarta adalah 1#,1
dan pada !$ kasus abortus @),;'1#. -ada wanita dengan riwayat abortus atau lahir mati, prevalensi ini
sebesar %1,!' dan %%,;'1!. -ada orang dewasa dan anak-anak dengan retinokoroiditis, prevalensi
antibodi @$', sedangkan pada pasien dengan penyakit mata lain prevalensinya 1)'1@.
-enelitian >artono terhadap kasus keguguran spontan yang dilakukan di BS 3r. 8ipto 2angunkusumo
<akarta dan BS >asan Sadikin Bandung menemukan ;1 dari 1$1 0;$,%'1 sampel plasenta yang
diinokulasi pada men.it menun*ukkan hasil positi( mengandung kista toksoplasma. Sedangkan hasil tes
4?ISA dari seluruh sampel sebanyak 1); memperlihatkan !%,%!' positi(. 3ari hasil penelitian ini
disimpulkan bahwa penyebab keguguran spontan terbesar adalah in(eksi Toxoplasma gondii1).
Diagnosis dan Penatalaksanaan In&eksi Toksoplasmosis
3iagnosis dari in(eksi akut toksoplasma dapat dilakukan melalui isolasi T. gondii dari darah atau .airan-
.airan tubuh, menemukan kista pada plasenta atau *aringan (etus atau bayi yang baru lahir, mendeteksi
antigen dan+atau organisme pada bagian atau preparat *aringan dan .airan-.airan tubuh, melihat dari
antigenemia dan antigen di serum serta .airan-.airan tubuh, atau dengan tes serologi1.
Berikut adalah standar baku yang biasa dilakukan di 4ropa& Skrining awal untuk diagnosis in(eksi
maternal umumnya dilakukan tes serologi menggunakan spesimen darah untuk melihat keberadaan Ig5
dan Ig2 spesi(ik terhadap toksoplasma. <ika Ig2 spesi(ik terhadap toksoplasma terdeteksi dan+atau pada
ka*ian berikutnya di*umpai Ig5 spesi(ik terhadap toksoplasma 0hasil positi( titer F @ IA+ml1, spesimen
dianalisa dengan tes tambahan yang lebih spesi(ik. irect agglutination assay for Ig! 0To/o-S.reen 3A
Ig5 Ghasil dianggap positi( bila titer F #$H1, Immunosorbent agglutination assay for Ig" 0To/o-ISA5A Ig2,
hasil dianggap positi( bila indeks F "1, dan tes pewarnaan 0hasil positi(, F @ IA+ml1%.
3iagnosis segera dari in(eksi (etus dapat ditegakkan bila in(eksi T. gondii maternal sudah dipastikan.
-enderita tersebut biasanya di*elaskan se.ara terperin.i mengenai in(eksi toksoplasmosis dan segala
risiko yang dapat ter*adi. -emeriksaan AS5 untuk melihat (etus segera dilakukan, dan wanita tersebut
akan dian*urkan untuk melakukan amniosentesis sesegera mungkin sebelum 1% minggu masa gestasi.
8airan amnion 01$ hingga %$ ml1 akan disentri(uge, dan pelet diendapkan ulang lalu diinokulasi se.ara
intraperitoneal pada tikus untuk deteksi viabel. 8airan amnion 01,! ml1 *uga diperiksa dengan -8B
0Polymerase #hain $eaction1 untuk mendeteksi adanya 3NA 0gen B11 toksoplasma. -engobatan dengan
menggunakan antiparasit kepada wanita hamil dilakukan dengan menggunakan spiramycin 0sebelum
minggu ke-1; masa gestasi1 dan+atau pyrimethamine% sulfonamide% dan asam (olat 0setelah minggu ke-1;
masa gestasi1 sesuai dengan panduan yang telah ditentukan, yang direkomendasi untuk seluruh wanita%.
3alam menginterprestasikan hasil dari tes anti-toksoplasma Ig2 haruslah berhati-hati. 3ian*urkan oleh
C3A 0&ood and rug Administration1 di Amerika agar tidak bergantung terhadap hasil tes tunggal, karena
di*umpai pada beberapa tes dapat ter*adi hasil positi( palsu 0false-positive1. >al ini dapat menghasilkan
diagnosis yang keliru dan menghasilkan pengobatan yang sebenarnya tidak diperlukan atau bahkan
terminasi dari kehamilan. Tabel # adalah panduan dari C3A terhadap interprestasi dari tes serologi
Toxoplasma gondii".
Pengo%atan Toksoplasmosis
'ulfonamida1"
Sul(onamida diklasi(ikasikan men*adi ! kelompok berdasarkan waktu paruh dan absorbsinya sebagai
berikut&
1. Sul(onamida dengan masa ker*a pendek& Sulphaurea 0tidak ada di Indonesia1.
%. Sul(onamida dengan masa ker*a medium& Sulphadia,ine, sulphametho/a,ole.
. Sul(onamida dengan masa ker*a pan*ang& Sulphametho/ydia,ine 0tidak ada di Indonesia1.
#. Sul(onamida dengan masa ker*a sangat pan*ang& Sulphado/ine.
!. Sul(onamida yang sulit diabsorbsi& Sul(aguanidine.
2ekanisme ker*a& bakteriostatik dengan menghambat sintesa asam (olat memblokade en,im yang
membentuk asam (olat dari -ABA 0para-aminobenzoic acid1. Sebagian menginaktivasi en,im-en,im lain
bakteri seperti dehydrogenase atau carboxylase yang berperanan pada respirasi bakteri. =arena
beberapa bakteri mempunyai .ara tertentu untuk menyuplai asam (olat, biasanya mula ker*a dari
sul(onamida akan selalu lambat. 5olongan sul(onamida adalah obat antiparasit yang sangat lemah, tetapi
mempunyai e(ek antiparasit sinergistik yang .ukup baik dengan pyrimethamine.
4(ek samping yang paling sering adalah reaksi alergi, kerusakan gin*al karena deposit dari kristal
sul(onamida yang sukar larut dalam air, gangguan gastrointestinal, risiko hiperbilirubinaemia pada
kelahiran prematur, abnormalitas *umlah darah, .yanosis, dan cholestatic (aundice 0*arang1.
Pyrimethamine%$
Pyrimethamine merupakan antiparasit yang se.ara kimiawi dan (armakologi menyerupai trimetropim.
2ekanisme ker*a& pyrimethamine mengganggu metabolisme parasit seperti sul(onamida.
Antuk terapi in(eksi toksoplasma, dosis oral untuk dewasa se.ara umum !$--)! mg per oral sekali sehari,
dikombinasi dengan 1--# gram per hari sul(onamida, selama 1 hingga minggu. =emudian kurangi dosis
setiap obat setengah dosis dari yang sebelumnya dan terapi dilan*utkan selama # hingga ! minggu.
4(ek samping yang paling sering adalah kerusakan sel-sel darah, khususnya *ika diberikan dalam dosis
tinggi. =ekurangan asam (olat akan memi.u agranulocytosis. Artikaria dapat timbul selama terapi dengan
pyrimethamine dan dapat men*adi tanda awal dari e(ek samping yang lebih serius yaitu, Sindroma
Stevens-<ohnson. Pyrimethamine harus digunakan sangat hati-hati pada kehamilan 0katagori kehamilan
tipe 81. -ada hewan per.obaan, di*umpai adanya e(ek teratogenik dan mutagenik. Pyrimethamine dapat
menurunkan dera*at (ertilitas.
'piramycin )$ovamycine$*
Spiramy.in merupakan antibiotika makrolida yang paling akti( terhadap toksoplasmosis di antara
antibiotika lainnya yang mempunyai mekanisme ker*a yang serupa, seperti 8lindamy.in, 2ide.amy.in,
dan <osamy.in%1. 2ekanisme ker*a Spiramy.in menghambat pergerakan mBNA pada bakteri+parasit
dengan .ara memblokade !$s Bibosome. 3engan begitu, sintesa protein bakteri+parasit akan terhenti
dan kemudian mati. Spiramy.in merupakan antibiotika yang paling banyak digunakan untuk menangani
kasus toksoplasmosis di 4ropa karena&
1. Aktivitas intraselularnya yang sangat tinggi.
%. =onsentrasi di plasenta yang sangat tinggi 0@.% mg+?1, sehingga dapat men.egah in(eksi
maternal in(iltrasi ke *anin.
. Aman bagi (etus. Spiramy.in sedikit sekali kadarnya yang dapat masuk ke *anin. :leh sebab itu,
pada *anin yang sudah terin(eksi toksoplasma, e(ek terapi Spiramy.in tidak akan maksimal.
Spiramy.in tidak dapat men.egah kerusakan yang sudah ter*adi pada *anin sebelum terapi
Spiramy.in dimulai.
#. 3itoleransi dengan baik oleh ibu hamil.
!. Studi-studi pendukung yang sangat banyak sebagai evidence based medicine%%.
3osis Spiramy.in untuk pro(ilaksis toksoplasmosis kongenital kali sehari *uta Internasional Anit 0
2IA1 selama minggu, lalu diulang setelah interval % minggu hingga saat partus. -engobatan harus terus
dilakukan sepan*ang kehamilan untuk men.egah ter*adinya in(eksi primer Toxoplasma gondii pada
kongenital%,%#,%!,%@.
Pentp
Toxoplasma gondii merupakan .o..idian, ubiEuitous, dan mempunyai beberapa u*ud bentuk. 3i
antaranya, ookista, bentuk resisten yang berada di lingkungan luar, tro(o,oit, bentuk vegetati( dan
proli(erati(, dan kista, bentuk resisten yang berada di dalam tubuh manusia serta hewan. >ingga saat ini,
tidak ada satupun obat yang sanggup untuk mengeradikasi toksoplasma dalam bentuk kista.
Berdasarkan data epidemiologi, angka ibu yang berisiko terkena in(eksi toksoplasma ini snagat besar.
3ampak klinis dari in(eksi ini, khususnya pada *anin, sangat merugikan, baik materil maupun moril.
=arena in(eksi ini terkadang asimtomatis, pemeriksaan berkala+skrining pada ibu hamil perlu dilakukan
agar tindakan antisipasi dapat dilakukan sedini mungkin. -engobatan menggunakan pyrimethamine yang
dikombinasikan dengan Sul(a untuk mengatasi beberapa bentuk klinis toksoplasmosis .ukup e(ekti(,
tetapi penggunaan selama kehamilan sebaiknya dihindari. Ini disebabkan e(ek samping hematologikal
dan e(ek teratogenik yang kurang menyenangkan. Spiramy.in merupakan antiparasit yang .ukup e(ekti(
untuk men.egah masuknya Toxoplasma gondii ke *anin. 3osis Spiramy.in yang dian*urkan untuk
pro(ilaksis kongenital toksoplasmosis kali sehari *uta Internasional Anit 0 2IA1 selama minggu lalu
diulang setelah interval % minggu hingga saat partus. >al ini sudah dibuktikan se.ara luas dengan
menggunakan metode yang sangat beragam, termasuk studi meta-analisis.
Da&ta" Pstaka
1. Bemington, <.S., 2.leod, B., 3esmonts, 5. To/oplasmosis, in Bemington, <.S., =lein, <.:. 0eds.1&
Infectious iseases of the &etus and +e,born Infant% #th edition, -hiladelphia, I.B. Saunders
1""!&1#$-%@)
%. <enum -A, Stray-pedersen B, =*etil =, =apperud 5, et al. In.iden.e o( To/oplasma gondii
in(e.tion in !."#$ pregnant women in Norway and pregnan.y out.ome (or in(e.ted women.
-ournal of #linical "icrobiology .ct 1"";J@01$1&%"$$-@.
. 2urray B-, 3rew ?I, =obayashi 5S, Thompson <>. Blood and tissue protozoa. 2edi.al
2i.robology book 1""$J#&@"-;".
#. 3ubey <-. Toxoplasma !ondii. 2edi.al 2i.robiology #th 4dition Baron S 1"""J#&1-1%.
!. Celdman >A and 2iller ?T. 8ongenital human To/oplasmosis. Ann +. /. Acad. 'ci 1"!@J@#&1;$-
#.
@. Sabin AB, 4i.henwald >, Celdman >, <a.obs ?. -resent status o( .lini.al mani(estations o(
to/oplasmosis in man. Indi.ations and provisions (or routine serologi. diagnosis. -A"A
1"!%J1!$&1$@-".
). 5ar.ia A5-. 8ongenital To/oplasmosis in two su..essive sibs. Arch is #hild 1"@;J#&)$!-".
;. 3esmonts 5 and 8ouvreur <. To/oplasmosis in pregnan.y and its transmission to the (etus. Bull.
+/. Acad "ed 1")#J!$&1#@-!".
". Burlington 3B. 0imitations of Toxoplasma Ig" #ommercial Test 1its. C3A -ubli. >ealth Advisory
- ?etter to physi.ians %! <uly 1"")&1-.
1$. Bemington <S, 3esmonts 5. KTo/oplasmosisK. In& Bemington <S, =lein <- 4ds& Infectious
diseases of the fetus and ne,born infant. -hiladelphia. IB. Saunders 8o 1")@&1"1-%.
11. SidiE 2. Sigi serologis To/oplasmosis pada babi di rumah potong hewan kotamadya malang.
"edi2a 1"")J%0%1&1$"-1.
1%. 5andahusada S. -enanggulangan toksoplasmosis dalam meningkatkan kualitas sumber daya
manusia. "a(alah 1edo2teran Indonesia -uni 1""!J#!0!1&@!-)$.
1. Sayogo, 5andahusada S. Survei titer ,at anti T gondii pada wanita hamil trimester terakhir di
BS82. "a(alah 1edo2teran Indonesia 1";$J$&%)-#1.
1#. Samil BS. To2soplasmosis pada ibu hamil dan bayi. 'eminar sehari penya2it-penya2it manusia
yang ditular2an oleh he,an peliharaan% <akarta, 1 :ktober 1";;.
1!. 5andahusada S. 3ubungan zat anti T gondii dengan ri,ayat abortus. Seminar parasitologi
Nasional I9 Logyakarta 1";!.
1@. 5andahusada S. Toxoplasma antibodies in ocular disease in -a2arta% Indonesia. -ro.. :( the
%!th S4A24: Tropmed Seminar 1";%&1-;.
1). >artono T. -enemuan To/oplasma gondii dari wanita keguguran di rumah sakit .ipto
mangunkusumo dan rumah sakit hasan sadikin. "a(alah 1esehatan "asyara2at Indonesia
1""#J1%0%%1&)"-".
1;. 3ubey <-, and Beattie 8-. Toxoplasmosis of animals and "an. 8B8 -ress, Ba.a Baton, Clorida
1";;&!%.
1". Simon 8, Stille I, Iilkinson -<. #hemotherapeutic agents4 'ulphonamides. Antibioti. Therapy
%nd ed book 1""J1#0a1&%1!-%$.
%$. -yrimethamine. #linical Pharmacology 5666 - !old 'tandard 2ultimedia %$$1J1-1$.
%1. 5arin <-, -aillard B. 4/perimental To/oplasmosis in mi.e. 8omparative e((e.tiveness o(&
.lindamy.in, pyrimethamine-sul(ado/in and trimethoprim-sul(ametho/a,ole 0In Cren.h1. Ann.
Pediat 1";#J101$1&;#1-!.
%%. Iallon 2, ?iou 8, 5arner -, -eyron C. 8ongenital To/oplasmosis& systemi. review o( eviden.e
o( e((i.a.y o( treatment in pregnan.y. B"- <une 1"""J1;&1!11-#.
%. 8hevrel B. Traitement de la to/oplasmose par la spiramy.ine. "ed #hir ig 1";#J1&)!-@.
%#. 8ouvreur <. A.tualiti de la to/oplasmose. #oncours "ed 1");J1$$0%"1&#)%1-;.
%!. 3a((os et al. -renatal management o( )#@ pregnan.ies at risk (or .ongenital to/oplasmosis. The
+e, 7ngland -ournal of "edicine 1";;J1;0!1&%)1-%)!
%@. 2.8abe B, Bemington <S. To/oplasmosis& The time has .ome. The +e, 7ngl - of "ed
1";;J1;0!1&1-!.