Anda di halaman 1dari 23

Jurnal : Laporan Kuoesien Respirasi

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kuesien respirasi (KR) merupakan angka perbandingan antara volume CO2 dan
dibebaskan dengan volume O2 yang di absorbsi secara stimulan oleh jaringan dalam
periode tertentu. Pada suhu dan tekanan tertentu. KR dari glukosa adalah ! lemak "!#
dan protein adalah lebih besar dari "!# dan lebih kecil dari ($iller! %%).
Pengurangan kecepatan respirasi pada titik kompensasi pengikatan
karbondioksida untuk &otosintesis sama dengan kehilangan karena respirasi. Karena itu!
suatu pengurangan didalam respirasi akan menurunkan titik kompensasi tetapi respirasi
mempunyai suatu tujuan dan suatu pengurangan. 'ampaknya adalah untuk mendapatkan
pertumbuhan yang dapat menurunkan kemampuan bersaing dari tanaman dalam
kaitannya dengan spesies yang pertumbuhannnya lebih cepat. Pengurangan kecil pada
kecepatan respirasi kemudian merupakan respon yang umum terhadap berkurangnya
intensitas cahaya! tetapi sebagai suatu respon positi& adapti& utama. (al itu hanya akan
terjadi bagi tanaman yang mengetahui penurunan yang sangat berat ()itter
dan (ay! %%)
*el tumbuhan dan sel he+an menggunakan energi untuk membangun dan
memelihara protoplasma! membrane protoplasma! dan dinding sel. $ereka mendapatkan
energi ini seperti halnya mesin mobil dari oksidasi (Pembakaran) senya+a kimia. ,ila
kayu dibakar! pertama-tema kayu harus dibakar hingga suhu 2".-2/" 0C. Respirasi sangat
berbeda dengan pembakaran. 1isamping karena kecepatan! respirasi berbeda karena
energy yang direspirasikan diubah menjadi energy yang berguna untuk sel! bukan
dilepaskan untuk panas. 1idalam respirasi molekul gula biasanya gliukosa diubah
menjadi molekul yang lebih sederhana dengan disertai pembebasan energi. Proses ini
digambarkan dengan persamaan 2 C3(2O343O2-53O243(2O4energy (6jitrosomo!
%/")
6anaman jagung menghendaki penyinaran matahari penuh. 1i tempat- tempat
yang teduh! pertumbuhan tanaman jagung akan merana dan tidak mampu membentuk
buah ('ajiyati dan 1anarti! %%%).
6anaman kacang hijau termasuk tanaman golongan C7. 8rtinya! tanaman ini tidak
menghendaki radiasi dan suhu yang terlalu tinggi. )otosintesis tanaman kacang hijau
akan mencapai maksimum pada sekitar pukul "."". Radiasi yang terlalu terik tidak
diinginkan oleh tanaman kacang hijau. Panjang hari yang diperlukan minimum "
jam9hari (Pur+ono dan (artono! 2""/).
Kuosien Respirasi adalah Pengukuran CO2 dan O2 memungkinkan pengevaluasian
si&at proses respirasi. Perbandingan CO2 terhadap O2 dinamakan kuosien respirasi (R:).
R: berguna untuk menentukan apakah proses bersi&at aerobik atau anaerobik (Pantastico!
%/.).
Cahaya matahari pada kaitannya merupakan &aktor yang sangat berpengaruh
terhadap respirasi. ,ukan hanya itu! matahari juga merupakan &aktor yang memiliki
&ungsi lain dalam peman&aatan kehidupan. ,erbagai ragam peman&aatan cahaya matahari
adalah untuk kehidupan! manusia! he+an! dan tumbuh-tumbuhan dan pada kenyataannya
nilai kuosien respirasi ber&luktuati&. 8dapun &aktor-&aktor penyebabnya adalah 2 ) *uhu.
$empengaruhi penyerapan Oksigen (O2) dan produksi karbondioksida (CO2). 'ilai KR
akan meningkat dengan kenaikan suhu dan akan menurun juga dengan penurunan suhu.
2) 8sam Organik yang diserap oleh tanaman! digunakan pula untuk proses sintesis asam
organik disamping untuk respirasi. 7) )aktor lain. 1alam hal ini! CO2 banyak dibentuk
pada proses respirasi namun tidak diimbangi dengan tersedianya O2 dalam jumlah cukup.
Keadaan ini terjadi pada tempat anaerob. 6anaman berdaun merah meiliki nilai KR yang
lebih rendah dibandingkan dengan yang berdaun hijau (;abriel! 2"").
Tujuan Percobaan
8dapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui kuosien respirasi pada
kecambah jagung (Zea mays L) dan kecambah kacang hijau (Phaseolus radiatus L)
Kegunaan Penulisan
8dapun kegunaan dari penulisan ini adalah sebagai salah satu syarat untuk dapat
mengikuti praktikal tes di <aboratorium )isiologi tumbuhan )akultas Pertanian
=niversitas *umatera =tara serta sebagai sumber in&ormasi bagi pihak yang
membutuhkan.
T!NJAUAN PU"TAKA
Respirasi merupakan proses oksidasi bahan organik yang terjadi di dalam sel!
berlangsung secara aerobik maupun aneorobik. 1alam repirasi aerobik ini diperlukan
CO2 serta energi! sedangkan dalam proses respirasi secara aerob dimana oksigen tidak
atau kurang tersedia dan dihasilkan senya+a lebih CO2 di ketahui nilai KR untuk
karbohidrat > ! protein ? ("!/ @ "!%) lemak ? ("!#) asam organik 5 (!77) (Pandey
dan *inha !%%A).
Pada dasarnya respirasi memiliki 2 &ungsi utama ! yang pertama adalah
sebuah proses yang menghasilkan produksi senya+a reakti& atau penyusun-penyusun
khusus yang penting dalam hal konstituensi pembentukan sel. Bang kedua adalah sebuah
proses dimana energi dilepaskan dan diman&aatkan sedemikian rupa untuk menghasilkan
pembentukan struktur sel serta dalam melakukan kerja (Curtis and Clark! %A").
Proses respirasi dia+ali oleh adanya penangkapan O2 dari lingkungan. Proses-
proses transport yang dalam tumbuhan secara keseluruhan berlangsung dengan cara
di&usi! melalui ruang antar sel! dinding sel! sitoplasma! dan membrane sel. 1emikian juga
halnya dengan CO2 yang dihasilkan respirasi akan berdi&usi keluar sel dan masuk
kedalam ruang antar sel. Kemudian dinding dalam respirasi respirasi tersebut dalam
beberapa tahapan diantaranya yaitu dekarboksilase! oksidasi! siklus asam sitrat! dan
transportasi elektron ('ajiyanti dan 1anarti! %%%).
Pada respirasi! oksigen digunakan dan karbondioksida dibebaskan. Oleh karena
didalam cahaya kedua proses itu berlangsung dalam +aktu yang sama di dalam sel-sel
tumbuhan! maka akan diketahui sejauh mana pula produk tersebut diman&aatkan. ,ukti
menunjukkan bah+a karbondioksida yang dibentuk dalam respirasi dapat digunakan
dalam proses &otosintesis! sedangkan oksigen yang dibebaskan dalam &otosintesis dapat
diman&aatkan dalam respirasi. Pada intensitas cahaya yang rendah! kedua proses itu tetap
seimbang! sehingga baik oksigen maupun karbondioksida tidak ada yang masuk maupun
yang keluar dari daun. Cntensitas cahaya yang memungkinkan tercapainya keseimbangan
dinamakan titik kompensasi (6jitrosomo! %/").
Respirasi merupakan reaksi dari A" atau lebih reaksi komponen. $asing masing
dikatalis oleh komponen berbeda. Respirasi merupakan oksidasi yang berlangsung dalam
medium air! dengan p( mendekati netral. Pada saat suhu sedang dan bertahap
menyebabkan energi menjadi 86P (*alisbury dan Ross! %%A).
Perbandingan antara respirasi dan &otosintesis dapat dilihat dari beberapa
perbedaan. Respirasi terjadi pada seluruh sel yang hidup ! bahan baku utama adalah
glukosa dan oksigen! berlangsung setiap +aktu ( baik siang dan malam)! merupakan
proses pelepasan9penggunaan energi! menghasilkan karbondioksida dan air. *edangkan
&otosintesis terjadi hanya pada organisme yang memiliki kloro&il yang berisi sel-sel!
bahan baku utama adalah karbondioksida dan air! berlangsung hanya jika tersedia cahaya
matahari! merupakan proses menghasilkan energi! menghasilkan glukosa dan juga
oksigen (,rimble! %3").
Pada kebanyakan tanaman! karbohidrat dengan komposisi utama DC(2OEn secara
kuantitati&! substrat yang paling penting dalam metabolisme perna&asan. Kerusakan
aerobik yang lengkap akan karbohidrat dapat dirumuskan sebagai kebalikan dan produksi
&otosintesis glukosa ($ohr and *chop&er! %%A).
$etabolisme perna&asan dijelaskan terjadi ketika Oksigen tersedia yang disebut
dengan aerobik. Ketika Oksigen kurang (tidak tersedia) proses respirasi akan menjadi
anaerobik. 1alam proses tersebut! asam piruvat akan dirubah menjadi alkohol atau asam
laktat. Respirasi anaerob terjadi pada bagian akar adalah ketika akar kehilangan Oksigen
karena tanah tergenang air maupun banjir (Poincelot! %#%).
=ntuk tujuan yang lebih penting! tingkat respirasi dapat dinilai dan diprediksikan
sebagai konsep penggunaan pertumbuhan dan pemeliharaan respirasi. 1alam proses ini
(lebih dari proses biokimia) secara perbedaannya dapat mengetahui proporsi dalam
&otosintesis yang digunakan untuk memberikan energi dalam hal melakukan sintesis
terhadap struktur dan penyusunnya serta proporsi energi yang digunakan dalam
memperbaharui protein yang telah mengalami degradasi ($ilthorpe and $oorby! %//).
6ingkat respirasi yang rendah telah dilaporkan terdapat pada benih yang kering
meskipun diartikan sebagai relati& karena benih tersebut memiliki kadar air. Contohnya
benih9biji yang sedang dalam penyimpanan keringmempunyai kadar air "-AF (,e+ley
and ,lack! %/7).
;as CO2 langsung bereaksi dengan larutan 'aO( sedangkan C(. tidak. 1engan
berkurangmya konsentrasi CO2 sebagai akibat reaksi dengan 'aO(! maka perbandingan
konsentrasi C(. dengan CO2 menjadi lebih besar untuk konsentrasi C(.. 1alam kondisi
alkali atau basa! pembentukan bikarbonat dapat diabaikan karena bikarbonat bereaksi
dengan O(
-
membentuk CO7
2- (,hat! %%%).
)aktor-&aktor yang mempengaruhi laju respirasi terbagi dua! yaitu2 ) )aktor
internal . *emakin tinggi tingkat perkembangan organ! semakin banyak jumlah CO2 yang
dihasilkan. *usunan kimia+i jaringan mempengaruhi laju respirasi! pada buah-buahan
yang banyak mengandung karbohidrat! maka laju respirasi akan semakin cepat. Produk
yang lebih kecil ukurannya mengalami laju respirasi lebih cepat daripada buah yang
besar! karena mempunyai permukaan yang lebih luas yang bersentuhan dengan udara
sehingga lebih banyak O2 berdi&usi ke dalam jaringan. Pada produk-produk yang
memiliki lapisan kulit yang tebal! laju respirasinya rendah! dan pada jaringan muda
proses metabolisme akan lebih akti& 2) )aktor eksternal . =mumnya laju respirasi
meningkat 2-2!A kali tiap kenaikan "GC. Pemberian etilen pada tingkat pra-klimaterik!
akan meningkatkan respirasi buah klimaterik. Kandungan oksigen pada ruang
penyimpanan perlu diperhatikan karena semakin tinggi kadar oksigen! maka laju respirasi
semakin cepat. Konsentrasi CO2 yang sesuai dapat memperpanjang umur simpan buah-
buahan dan sayuran karena terjadi gangguan pada respirasinya (Pantastico! %%7).
$utu benih mencakup mutu &isik! &isiologis dan genetis! serta memenuhi
persyaratan kesehatan benih. $utu &isik benih diukur dari kebersihan benih! bentuk!
ukuran! dan +arna cerah yang homogen serta benih tidak mengalami kerusakan mekanis
atau kerusakan karena serangan hama dan penyakit. $utu &isiologis diukur dari viabilitas
benih! kadar air maupun daya simpan benih. $utu genetik dapat diukur dari tingkat
kemurniannya($ugnisyah dkk., %%.) .
Respirasi merupakan pemecahan bahan-bahan kompleks dalam sel! seperti gula
dan asam-asam organik menjadi molekul sederhana seperti karbon dioksida dan air!
bersamaan dengan terbentuknya energi dan molekul lain yang dapat digunakan sel untuk
reaksi sintesa (Hills dkk.! %/).
<aju respirasi dapat dipengaruhi oleh ketesediaan substrat. 6ersedianya substrat
pada tanaman merupakan hal yang penting dalam melakukan respirasi. 6umbuhan
dengan kandungan substrat yang rendah akan melakukan respirasi dengan laju yang
rendah pula. 1emikian sebaliknya bila substrat yang tersedia cukup banyak maka laju
respirasi akan meningkat (Pradana! 2""/).
<aju respirasi menunjukan pentunjuk yang baik untuk daya simpan buah setelah
dipanen. Cntensitas respirasi dianggap sebagai ukuran laju jalannya metabolisme dan oleh
karena itu sering dianggap sebagai petunjuk mengenai potensi daya simpan buah. ,esar
kecilnya respirasi dapat diukur dengan pengukuran perbandingan CO2 terhadap O2!
dinamakan Kuosien Respirasi(R:). <aju respirasi yang tinggi biasanya disertai dengan
umur yang pendek. (al ini merupakan petunjuk laju kemunduran mutu dan nilainya
sebagai bahan pangan (Phan dan $uchtadi , %%7).
Koe&isien respirasi (KR) merupakan perbandingan antara CO2 yang diproduksi
dan O2 yang dikonsumsi! yang menggambarkan jenis nutrien yang dipakai dan
diman&aatkan pada proses metabolisme untuk menghasilkan energi. 'ilai KR untuk
metabolisme karbohidrat adalah !"I protein "!/ dan lemak "!# (Jckert! %/%).
Respirasi terjadi pada seluruh sel yang hidup! khususnya di $itokondria. Proses
ini bertujuan untuk membangkitkan energi kimia (86P). 86P dibentuk dari
penggabungan 81P 4 Pi (&os&at anorganik) dengan bantuan pompa (4-86P-ase! dalam
rantai trans&er elektron yang terdapat pada membran mitokondria. Peristi+a aliran
elektron dan atau proton ((
4
) dalam rantai tran&er elektron pada dasarnya adalah
peristi+a Reduksi @ Oksidasi (Redoks) (*uyitno! 2""3).
Kecambah melakukan perna&asan untuk mendapatkan energi yang dilakukan
dengan melibatkan gas oksigen (O2) sebagai bahan yang diserap atau diperlukan dalam
menghasilkan karbondioksida (CO2)! air ((2O) dan sejumlah energi (Putra! 2"").
18)68R P=*68K8
,e+ley! K.1. and $.,lack.%/7.Physiology and ,iochemistry o& *eeds. *pringerLerlag
,erlin (eidelberg.'e+ Bork.
,hat!L.%%%.$ass 6rans&er +ith CompleM Chemical Reaction in ;as <iNuid system. 6+o
step Reversible Reaction +ith unit stoichiometric and Kynetic Orders.Chemical
Jnggineering.
,rimble! <.K.).%3".Cntermediate ,otany.$c.$illan and Company <imited.*6 $artinOs
Press Cnc.'e+ Bork.
Curtis!O.). and 1.;. Clark.%A".8n Cntroduction to plant Physiology.$c.;ra+ (ill ,ook
Company Cnc.'e+ Bork.
Jckert!R.!R.1avid and 8.;eorge.%/%.Physiology.$echanisme and 8daptation 6hird
edition.Prentice and (all.'e+ Bork.
)itter!8.(. dan R.K.$. (ay. %%.)isiologi <ingkungan 6anaman.;adjah mada
=niversity Press.Bogyakarta.
;abriel!K.).2"".)isika <ingkungan.(iprokates.Kakarta.
$iller! J.C.%%.Plant Physiology Hith Re&erence to 6he ;reen Plant.6ata $c
;rro+.(ill ,ook Company Cnc.'e+ Bork
$ilthorpe!).<. and K.$oorby.%%/. 8n Cntroduction crop Physiology*eed *econd
Jdition. Cambridge =niversity Press. *ydney.
$ohr!(. 8nd P. *chop&er.%%A.Plant Physiology. *pringer-Lerlag ,erlin
(eidelberg.,erlin.
$ugnisyah!H.:.!8.*etia+an!*u+arto!C.*anti+a.%%..Panduan Praktikum dan Penelitian
,idang ilmu dan teknologi ,enih. Raja ;ra&indo Persada.Kakarta.
'jiyati!*. 1an 1anarti.%%%.Pala+ija ,udidaya dan 8nalisa =saha 6ani.Penebar
s+adaya.Kakarta.
Pandey! *.' dan *inha! ,.K.%%A. Plant Physiology. Likas Publishing Pvt <td.'e+ delhi.
Pantastico! J.R.,. %%7. )isiologi Pasca Panen! Penanganan dan Peman&aatan ,uah-
,uahan dan *ayur-*ayuran 6ropika dan *ubtropika. Penerjemah Kamariyani.
=;$-Press. Bogyakarta.
Pantastico! J.R.,. %/.. )isiologi Pasca Panen! Penanganan dan Peman&aatan ,uah-
,uahan dan *ayur-*ayuran 6ropika dan *ubtropika. Penerjemah Kamariyani.
=;$-Press. Bogyakarta.
Pradana. 2""/. Respirasi. \
Phan! <. dan 1.$uchtadi.%%7.)isiologi 6anaman.;adjah mada =niversity
Press.Bogyakarta.
Poincelot!R.P.%#%.(orticulture Principles and Practical 8plication. Prentice-(all.Cnc
Jngle+ood Cli&&s.'e+ Kersey.
Pur+ono dan R.(artono.2""/.Kacang (ijau.Penebar *+adaya.Kakarta.
Putra!C.2"".Penetapan Kuosien Respirasi jaringan 6umbuhan.1iaksesmemalui
*alisbury dan C. H. Ross. %%A. )isiologi 6umbuhan. C6,. ,andung
*uyitno.2""3. Respirasi Pada 6umbuhan. 1iakses
D27 'ovember 2"7E
6jitrosomo!*.*.%/".,otani =mum.8ngkasa.,andung.
Hills! R.,.(.! 6.(. <ee! P. ;raham! H.,. $c;lasson and J.;. (all. %/. Post (arvest 2
an Cntroduction to 6he Physiology and (andling o& )ruit and Legetable. 'e+
*outh Hales =niversity-Press. 8ustralia.
Acara #
PENDAHULUAN
8. <atar ,elakang (idup memerlukan air! dan semua yang hidup memerlukan air. *ekitar
/"F berat tubuh organisme adalah air. (ampir semua reaksi kimia dalam tubuh
berlangsung dalam keadaan terlarut. $olekul air bermuatan! dengan atom oksigen yang
lebih negati& (-) dan atom hidrogen yang lebih positi& (4). 8kibat muatan yang
berla+anan tersebut! molekul air satu dengan lainnya terhubung melalui ikatan hidrogen.
Ckatan tersebut lemah dan sangat penting dalam biologi Organisme unisel tidak dapat
bertahan hidup dalam lungkungan yang berubah-ubah karena memiliki sedikit atau
hampir tidak memiliki mekanisme perlindungan terhadap lingkungannya. 'amun
organisme multisel yang kompleks! seperti manusia! dapat hidup di lingkungan yang
berubah-ubah karena mempunyai kemampuan untuk mempertahankan keadaannya.
,erdasarkan hal diatas maka dilakukannya praktikum )isiologi (e+an mengenai
(omeostasis *el untuk mengetahui keadaan larutan yang bersi&at isotonis! hipotonis! dan
hipertonis! dan dapat mengamati peristi+a osmosis pada kulit katak dan usus ayam. 1i
sekitar lingkungan kita! sejumlah besar air bergerak dengan cara di&usi yang tidak bisa
kita lihat. =ntuk menggambarkan aspek yang tidak begitu dikenal dalam dunia nyata
tersebut! dibutuhkan usaha! kita harus melihat sejumlah molekul air! yang melayang-
layang dan melenting beribu juta kali setiap detiknya dalam bentuk uap! dalam bentuk
cair! molekul tersebut saling mengait dengan ikatan hidrogen. ,erdasarkan hal diataslah
sehingga kami melakukan praktikum )isiologi 6umbuhan mengenai pengukuran
potensial air jaringan tumbuhan untuk mengetahui lebih lanjut tentang potensial air pada
tumbuhan. ,. 6ujuan Praktikum
8dapun tujuan dari dilakukannya praktikum ini adalah mengukur nilai potensial air
jaringan umbi kentang.
C. $an&aat Praktikum 8dapun man&aat diperoleh dengan melakukan praktikum ini
adalah mahasis+a akan lebih memahami tentang &isiologi tumbuhan khususnya pada
pengykuran nilai potensial air pada jaringan tumbuhan.
BAB !! T!NJAUAN PU"TAKA
Potensial kimia air atau potensial air (P8) merupakan konsep yang sangat penting dalam
&isiologi tumbuhan. Ralph O. *latyer (8ustralia) dan *terling 8 6aylor (=tah *tate
=niversity) pada tahun %3"! mengusulkan bah+a potensial air digunakan sebagai dasar
untuk si&at air dalam sistem tumbuhan-tanah-udara. Potensial air merupakan sesuatu yang
sama dengan potensial kimia air dalam suatu sistem! dibandingkan dengan potensial
kimia air murni pada tekanan atmos&ir dan suhu yang sama. $ereka menganggap bah+a
P8 air murni dinyatakan sebagai (") nol (merupakan konvensi) dengan satuan dapat
berupa tekanan (atm! bar) atau satuan energi (Csmail! 2""3). *alah satu ciri yang
membedakan antara sel he+an dan sel tumbuhan adalah adanya dinding sel. 1inding sel
terdiri atas dinsing primer dan dinding sekunder! diantara dinding primer dari suatu sel
dengan dinding primer dari sel tetangganya! terdapat lamella tengah. <amella tengah
merupakan perekat yang mengikat sel-sel secara bersama-sama untuk membentuk
jaringan dan oleh sebab itu dijumpai diantara sel-sel primer yang berdekatan (8dnan!
2""/). Karena air begitu sangat penting dan jumlahnya sangat banyak (konsentrasi sekitar
A"$)! di&usi air melintasi membran semipermeabel dinamakan osmosis. $olekul air
dapat berdi&usi secara bebas melintasi membran! dari larutan dengan gradien konsentrasi
larutan rendah ke larutan dengan gradien konsentrasi larutan tinggi (Csmail! 2""3).
6umbuhan banyak mengandung air dalam sel-selnya. (al ini menyebabkan suhu
tumbuhan relati& stabil +alaupun menerima atau kehilangan energi. Panas laten
vaporisasi dan &usi yang tinggi. Panas laten vaporisasi molekul air merupakan energi
yang dibutuhkan untuk menguapkan gram air pada suhu 2"oC! sedangkan panas laten
&usi ! merupakan energi yang dibutuhkan untuk mencairkan gr es pada suhu "oC.
besarnya energi panas laten vaporisasi air adalah A/3 cal dan untuk panas laten &usi
adalah /" cal (<akitan! 2"".). Potensial air memiliki dua komponen yaitu! potensial
tekanan dan potensial osmotik. Potensial tekanna timbul karena adanya tambahan
tekanan dan sama dengan tekanan nyata di bagian sistem tertentu. Potensial osmotik
disebut juga potensial linarut! yang terjadi karena adanya unsur terlarut. Karena potensial
tekanan merupakan tekanan nyata untuk mudahnya kita sebut tekanan (*alisbury! %%2).
$embran sel memungkinkan molekul air melintas lebih cepat daripada unsur terlarut.
1inding sel primer biasanya sangat permiabel terhadap keduanya. $embran sel
tumbuhan memungkinkan berlangsungnya osmosis! tapi dinding sel yang tegar itulah
yang meninbulkan tekanan di dalamnya! sel tersebut sering pecah! seperti yang terjadi
saat sel darah merah dimasukkan ke dalam air (*alisbury! %%2). Osmosis merupakan
proses gerak air pelarut mele+ati membran yang bersi&at permiabel selekti&! bebrapa
partikel yang terlarut (substansi dalam cairan tubuh dan cairan sel) seperti protein tidak
dapat mele+ati mebran. Pada keadaan tersebut! supaya kedua sisi membran mempunyai
tekana seimbang! air harus bergerak mele+ati membran untuk memperbaiki perbedaan
kadar yang disebabakan substansi yang tidak dapat mele+ati membran. *ebagai contoh!
bila sel mempunyai kadar partikel yang lebih tinggi dari pada cairan intertisial di
sekeliling sel! maka air dari cairan intertisial akan bergerak masuk ke dalam sel sampai
tercapai keseimbangan tekanan di kedua sisi membran. Karena adanya gerak air! maka
volume sel akan meningkat! dengan demikian tekanannya meningkat ()randson! %%3).
Osmosis adalah kasus khusus dari transpor pasi&! dimana molekul air berdi&usi mele+ati
membran yang bersi&at selekti& permeabel. 1alam sistem osmosis! dikenal larutan
hipertonik (larutan yang mempunyai konsentrasi terlarut tinggi)! larutan hipotonik
(larutan dengan konsentrasi terlarut rendah)! dan larutan isotonik (dua larutan yang
mempunyai konsentrasi terlarut sama). Kika terdapat dua larutan yang tidak sama
konsentrasinya! maka molekul air mele+ati membran sampai kedua larutan seimbang.
1alam proses osmosis! pada larutan hipertonik! sebagian besar molekul air
terikat (tertarik) ke molekul gula (terlarut)! sehingga hanya sedikit molekul air yang
bebas dan bisa mele+ati membran. *edangkan pada larutan hipotonik! memiliki lebih
banyak molekul air yang bebas (tidak terikat oleh molekul terlarut)! sehingga lebih
banyak molekul air yang mele+ati membran. Oleh sebab itu! dalam osmosis aliran netto
molekul air adalah dari larutan hipotonik ke hipertonik (8nonim! 2""%).
P$TEN"!AL A!R PADA JAR!N%AN TU&BUHAN
. ! JUDUL PRAKT!KU&
PO6J'*C8< 8CR P818 K8RC';8' 6=$,=(8'
. !! DA"AR TE$R!
1i dalam suatu sel! potensial air memiliki dua komponen! yaitu potensial tekanan dan
potensial osmosis. Potensial tekanan dapat menambah atau mengurangi potensial air!
sedangkan potensial osmosis menujukkan setatus larutan di dalam sel tersebut. 1engan
memasukkan suatu jaringan tersubut ke dalam seri larutan yang telah di ketahui potensial
airnya! maka potensial air jaringan tersebut dapat diketahui.
8ir merupakan /A @ %A F berat tumbuhan herba yang hidup di air. 1alam sel! air
diperlukan sebagai pelarut unsur hara sehingga dapat digunakan untuk mengangkutnyaI
selain itu air diperlukan juga sebagai substrat atau reaktan untuk berbagai reaksi biokimia
misalnya proses &otosintesisI dan air dapat menyebabkan terbentuknya enPim dalam tiga
dimensi sehingga dapat digunakan untuk aktivitas katalisnya. 6anaman yang kekurangan
air akan menjadi layu! dan apabila tidak diberikan air secepatnya akan terjadi layu
permanen yang dapat menyebabkan kematian
8danya potensial osmosis cairan sel air murni cenderung untuk memasuki sel!
sedangkan potensial turgor yang berada di dalam sel mengakibatkan air untuk cenderung
meninggalkan sel. Penentuan nilai osmotic cairan sel dapat pula dilakukan dengan
metode QChardakovR. Penentuan nilai osmotik ini sudah sejak lama dikenal oleh L.*
Chardakov yang berasal dari Rusia. Cara ini relative lebih mudah! akurat! dan mudah
diterapkan dilapangan. Perhitungan nilai potensial osmotic cairan sel dengan metode
Chardakov ini didasarkan pada perubahan konsentrasi larutan akibat adanya penyerapan
larutan oleh jaringan yang direndam atau adanya pengeluaran cairan dari jaringan yang
direndam di dalam larutan. 1alam metode Chardakov! gerakan partikel-partikel Pat
terlarut ked an dari dalam jaringan9larutan diabaikan.
. !!! TUJUAN PRAKT!KU&
$engukur potensial air jaringan dengan cara Chardakov.
. !' ALAT (an BAHAN
Alat:
6abung reaksi 3buah
Pengebor gabus berdiameter cm buah
Pengaduk buah
*ilet buah
Pipet tetes buah
Pinset buah
Ba)an :
Sansiviera ( lidah mertua ) .lembar
<arutan sukrosa "! $I "!2 $I "!7 $I "!. $I "!A $I dan "!3 $
. ' *ARA KERJA
a. *ediakan 3 tabung reaksi yang bersih dan kering! dan isi masing-masing tabung reaksi
dengan larutan "! $I "!2 $I "!7 $I "!. $I "!A $I dan "!3 $ sebanyak A $<.
b. kemudian potongan daun dari lidah mertua ( Sansiviera) yang akan diukur potensial
airnya dibuat dengan pengebor gabus dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi 2"
potongan jaringan
c. kemudian ditutup dan biarkan selama 3" menit.
d. *etiap 2" menit tabung reaksi digoyang perlahan@lahan untuk mempercepat terjadinya
kesetimbangan
e. *etelah 3" menit potongan daun dikeluarkan dengan mengunakan pinset lalu larutan sisa
diberi metilen blue dengan mengunakan pipet tetes dan pergerakan larutan tersebut
diamati.
&. (asil yang akan di peroleh
6etesan biru akan mengambang di permukaan! artinya larutan yang di uji telah menjadi
lebih pekat karena adanya air yang masuk kedalam sel-sel daun dari larutan sukrosa
6etesan biru tenggelam kedalam permukaan tabung! artinya larutan sukrosa yang di uji
telah menjadi lebih encer karena adanya air yang masuk kedalam sel-sel daun
6etesan biru melayang kemudian tersebar keseluruh larutan yang di uji! artinya
konsentrasi larutan cendrung tidak berubah.
. '! HA"!L
Tabung
No
Kel
Kons
+ , # - .
"! $ / // / // /
2 "!2 $ / /// // /// //
7 "!7 $
// }
/// // // /
. "!. $
// }
// // // ///
A "!A $
// }
/ // // /
3 "!3 $ /// / // /// //
Ket2 4 > mengambangI 442 melayangI 444 > tenggelam.}
Kelompok
. $enggunakan daun lidah mertua (sensiviera)
2.
7. $enggunakan daun tanduk rusa
.. $enggunakan daun lidah mertua (sensiviera)
A. $enggunakan daun Rhoeo discolor
6entukan potensial air jaringan dari daun yang diuji berdasarkan data berikut2
larutan Potensial air (atm)
"! $ -2!3
"!2 $ -A!7
"!7 $ -/!
01- & 2++1+
"! A $ .!7
. '!! PE&BAHA"AN
Pada larutan sukrosa dengan konsentrasi "! $ yang diuji menggunakan larutan
metilen blue "! $! ternyata larutan metilen blue berada di permukaan air (terapung). (al
ini menunjukkan bah+a larutan sukrosa "! $ tersebut telah menjadi pekat karena ada air
dari larutan yang masuk ke dalam daun. 1engan kata lain! potensial air larutan sukrosa
". $ lebih besar dibandingkan dengan potensial air daun lidah mertua *elanjutnya!
pada larutan sukrosa "!2 I "!A $ larutan metilen blue melayang larutan sukrosa
(melayang). (al ini menunjukan bah+a larutan sukrosa tidak berubah ini merupakan
potensial air dari jaringan daun yang di ukur. pada rumus S+ > Ss 4 Sp! potensial
tekanan turgor yang dihasilkan sama dengan nol dikarenakan tidak adanya aliran masa air
ke dalam sel yang mengakibatkan membran sel terdorong ke luar. Kadi! untuk mencari
potensial air dari jaringan! cukup dengan menggunakan persamaan umum untuk gas
sempurna (&luida) yang dikemukakan oleh K( vant (o&& (//#) (cit *alisbury! %%A)
bah+a nilai potensial air adalah
S+ > Ss > -$.i.R.6
1iketahui semakin besar konsentrasi sukrosa! perubahan berat jaringan sample akan
semakin kecil. Cni membuktikan bah+a konsentrasi Pat terlarut dan tekanan yang ada
akan menurunkan potensial air. (al ini disebabkan karena adanya larutan lain di luar
jaringan sample atau larutan eksternal yaitu larutan sukrosa. Karena larutan eksternal
memiliki potensial air yang lebih kecil (lebi) negati3)! air akan meninggalkan sel itu
dengan cara osmosis! sehingga sel itu akan mengalami plasmolisis! atau mengkerut dan
menjauh dari dindingnya. =ntuk daun jagung dan daun Rhoeo discolor yang mungkin
&otosintesis! air cenderung ditarik dari sel @ sel daun dengan menghasilkan reduksi
tekanan dalam turgor sel dan dalam potensial air sel. 1alam larutan sukrosa pekat! sel
mulanya memiliki potensial air yang lebih besar dibandingkan lingkungan sekitarnya. *el
akan kehilangan air dan mengalami plasmolisis. *etelah plasmolisis selesai! potensial air
sel di sekitarnya akan menjadi sama. Plasmolisis mematikan sebagian besar sel
tumbuhan. (al ini menyebabkan berat akhir jaringan sample berkurang setelah dilakukan
pencelupan. Pada potensial air berla+anan ini air akan mengalir mele+ati suatu membran
pada arah dari potensial air yang lebih rendah (lebih negatif).
. '!!! KE"!&PULAN
Penurunan Potensial air dari sel atau pada jaringan tumbuhan disebabkan naiknya
potensial osmosis! proses terjadinya hal tersebut disebabkan atau dipengaruhi oleh Pat-Pat
terlarut yang ada pada jaringan sel tumbuhan.
!4 DA5TAR PU"TAKA
;old+orthy! R. dan '.$. )isher! %%2. Fisiologi Tanaman Budidya Tropik. =niversitas
;adjah $ada Press. Bogyakarta
8nonimous . 2"" . isiologi tum!uhan . diakses tanggal 7" oktober 2"
http299id.shvoong.com9eMact-sciences9bioengineering-and-biotechnology92"3733A-
hubungan-penambahan-Pat-pelarut-terhadap9TiMPPcCC=,nb
Penentuan Potensial Air Jaringan Tu6bu)an
BAB !
PENDAHULUAN
A Latar Belakang
Pernahkah kita memikirkan bagaimana caranya udara dan air masuk ke dalam
tubuh tumbuhanU *emua sel tumbuhan dikelilingi oleh selaput atau membran. $embran
sel tidak dapat dilalui oleh semua Pat. $embran sel ber&ungsi seperti tirai kasa di jendela
rumahmu yang dapat dilalui udara tetapi tidak dapat dilalui benda-benda yang besar
seperti serangga atau kerikil bahkan nyamuk. ,agaimana Pat-Pat tertentu dapat melalui
membran selU *el-sel tumbuhan dapat dile+ati air! Pat-Pat makanan yang terlarut! oksigen
dan karbondioksida baik ke dalam atau ke luar sel.
*el tumbuhan memerlukan oksigen dan karbondioksida! serta bagaimana Pat-Pat
tersebut bergerak mele+ati membran selU ,agian-bagian penyusun Pat di alam ini selalu
dalam keadaan bergerak. ,agian-bagian penyusun Pat yang ukurannya sangat kecil
disebut partikel. Partikel tersebut menyebar merata ke segala arah. Vat-Pat bergerak dari
tempat yang mempunyai konsentrasi lebih tinggi ke tempat yang konsentrasinya lebih
rendah. Proses perpindahan Pat seperti tersebut disebut di&usi. Konsentrasi suatu Pat
adalah ukuran yang menunjukkan jumlah suatu Pat dalam volume tertentu. 1i&usi partikel
Pat itu akan berhenti jika konsentrasi Pat di kedua tempat tersebut sudah sama.
Proses osmosis juga terjadi pada sel hidup di alam. Perubahan bentuk sel terjadi
jika terdapat pada larutan yang berbeda. *el yang terletak pada larutan isotonik! maka
volumenya akan konstan. 1alam hal ini! sel akan mendapat dan kehilangan air yang
sama. ,anyak he+an-he+an laut! seperti bintang laut (Jchinodermata) dan kepiting
(8rthropoda) cairan selnya bersi&at isotonik dengan lingkungannya. Kika sel terdapat pada
larutan yang hipotonik! maka sel tersebut akan mendapatkan banyak air! sehingga bisa
menyebabkan lisis (pada sel he+an)! atau turgiditas tinggi (pada sel tumbuhan).
*ebaliknya! jika sel berada pada larutan hipertonik! maka sel banyak kehilangan molekul
air! sehingga sel menjadi kecil dan dapat menyebabkan kematian. Pada he+an! untuk bisa
bertahan dalam lingkungan yang hipo- atau hipertonik! maka diperlukan pengaturan
keseimbangan air! yaitu dalam proses osmoregulasi.
Pada praktikum ini kita akan melakukan pengamatan terhadap potensial kimia air
untuk mengetahui pergerakan kimia air dalam tumbuhan yang mengalami kelebihan
ataupun kekurangan cairan. Kita akan mengamati pergerakan air yang terjadi pada +ortel
dan larutan sukrosa. Caranya yaitu dengan merendam potongan jaringan dalam suatu seri
larutan yang diketahui konsentrasinya. 1ari sini kita akan mengetahui apakah +ortel
yang memiliki Potensial air tinggi ataupun larutan suksrosa. 'amun dalam percobaan ini
kita juga harus memperhatikan &aktor-&aktor yang dapat menyebabkan penyimpangan
hasil dari teori yang ada sebelumnya. ,erdasarkan hal tersebut! maka praktikum )isiologi
6umbuhan ini dilaksanakan.
B Ru6usan &asala)
. ,agaimanakah pengaruh konsentrasi larutan sukrosa terhadap perubahan panjang
potongan jaringan +ortel U
2. Pada konsentrasi larutan sukrosa berapakah yang dapat menyebabkan perubahan panjang
irisan jaringan +ortel U
7. ,erapakah nilai potensial air jaringan +ortel tersebutU
* Tujuan
. $enjelaskan pengaruh konsentrasi larutan sukrosa perubahan panjang potongan jaringan
+ortel.
2. $engidenti&ikasi konsentrasi larutan sukrosa yang menyebabkan perubahan panjang
irisan jaringan +ortel.
7. $enghitung nilai potensial air jaringan +ortel.
BAB !!
KAJ!AN PU"TAKA
*istem yang menggambarkan tingkah laku air dan pergerakan air dalam tanah
dan tubuh tumbuhan didasarkan atas suatu hubungan energy potensial. 8ir mempunyai
kapasitas untuk melakukan kerja! yaitu akan bergerak dari daerah dengan energy
potensial tinggi ke daerah dengan energy potensial rendah. Jnergy potensial dalam sistem
cairan dinyatakan dengan cara membandingkannya dengan energy potensial air murni.
Karena air dalam tumbuhan dan tanah biasanya secara kimia tidak murni! disebabkan
oleh adanya bahan terlarut dan secara &isik dibatasi oleh berbagai gaya! seperti gaya tarik-
menarik yang berla+anan! gravitasi! dan tekanan! maka energy potensialnya lebih kecil
dari pada energi potensial air murni (;ardner! %%).
Potensial kimia air atau potensial air (P8) merupakan konsep yang sangat penting
dalam &isiologi tumbuhan. Ralph O. *latyer (8ustralia) dan *terling 8 6aylor (=tah *tate
=niversity) pada tahun %3"! mengusulkan bah+a potensial air digunakan sebagai dasar
untuk si&at air dalam sistem tumbuhan-tanah-udara. Potensial air merupakan sesuatu yang
sama dengan potensial kimia air dalam suatu sistem! dibandingkan dengan potensial
kimia air murni pada tekanan atmos&ir dan suhu yang sama. $ereka menganggap bah+a
P8 air murni dinyatakan sebagai (") nol (merupakan konvensi) dengan satuan dapat
berupa tekanan (atm! bar) atau satuan energi. Karena air begitu sangat penting dan
jumlahnya sangat banyak (konsentrasi sekitar A"$)! di&usi air melintasi membran
semipermeabel dinamakan osmosis. $olekul air dapat berdi&usi secara bebas melintasi
membran! dari larutan dengan gradien konsentrasi larutan rendah ke larutan dengan
gradien konsentrasi larutan tinggi (Csmail! 2""3).
Potensial air adalah suatu pernyataan dari status energy bebas air! suatu ukuran
daya yang menyebabkan air bergerak kedalam suatu sistem! seperti jaringan tumbuhan!
seperti jaringan tumbuhan! tanah atau atmos&ir! atau suatu bagian dari suatu bagian lain
dalam suatu sistem. Potensial air mungkin merupakan parameter yang paling berman&aat
untuk diukur dalam hubungan dengan sistem tanah! tanaman dan atmos&ir (Csmail! 2""%).
Osmosis merupakan di&usi air melintasi membran semipermeabel dari daerah
dimana air lebih banyak ke daerah dengan air yang lebih sedikit . Osmosis sangat
ditentukan oleh potensial kimia air atau potensial air ! yang menggambarkan kemampuan
molekul air untuk dapat melakukan di&usi. *ejumlah besar volume air akan memiliki
kelebihan energi bebas daripada volume yang sedikit! di ba+ah kondisi yang sama.
Jnergi bebas Puatu Pat per unit jumlah! terutama per berat gram molekul (energi bebas
mol-) disebut potensial kimia. Potensial kimia Pat terlarut kurang lebih sebanding
dengan konsentrasi Pat terlarutnya. Vat terlarut yang berdi&usi cenderung untuk bergerak
dari daerah yang berpotensi kimia lebih tinggi menuju daerah yang berpotensial kimia
lebih kecil (Csmail! 2""3).
Osmosis adalah di&usi melalui membran semipermeabel. $asuknya larutan ke
dalam sel-sel endodermis merupakan contoh proses osmosis. 1alam tubuh organisme
multiseluler! air bergera dari satu sel ke sel lainnya dengan leluasa. *elain air! molekul-
molekul yang berukuran kecil seperti O2 dan CO2 juga mudah mele+ati membran sel.
$olekul-molekul tersebut akan berdi&usi dari daerah dengan konsentrasi tinggi ke
konsentrasi rendah. Proses Osmosis akan berhenti jika konsentrasi Pat di kedua sisi
membran tersebut telah mencapai keseimbangan (8nonim! 2""%).
*truktur dinding sel dan membran sel berbeda. $embran memungkinkan
molekul air melintas lebih cepat daripada unsur terlarutI dinding sel primer biasanya
sangat permeable terhadap keduanya. $emang membran sel tumbuhan memungkinkan
berlangsungnya osmosis! tapi dinding sel yang tegar itulah yang menimbulkan tekanan.
*el he+an tidak mempunyai dinding! sehingga bila timbul tekanan didalamnya! sel
tersebut sering pecah! seperti yang terjadi saat sel darah merah dimasukkan dalam air. *el
yang turgid banyak berperan dalam menegakkan tumbuhan yang tidak berkayu
(*alisbury! %%A).
$etode plasmolisis dapat ditempuh dengan cara menentukan pada konsentrasi
sukrosa berapakah yang mengakibatkan jumlah sel yang terplasmolisis mencapai A"F.
Pada kondisi tersebut dianggap konsentrasinya sama dengan konsentrasi yang dimiliki
oleh cairan sel. Kika konsentrasi larutan yang menyebabkan A"F sel terplasmolisis
diketahui! maka tekanan osmosis sel dapat ditentukan dengan menggunakan rumus
sebagai berikut2
6O sel > 22!. M $ M 6
2#7
1engan 2 6O > 6ekanan Osmotik
$ > Konsentrasi larutan yang menyebabkan A"F sel terplasmolisis
6 > 6emperatur mutlak (2#7 4 tGC)
Kika tekanan sel bernilai posit&! maka nilai potensial osmotic akan bernilai negative
sehingga2
P$ 7 2 T$
(6im )isiologi 6umbuhan! 2"").
BAB !!!
&ET$DE PENEL!T!AN
A Jenis Penelitian
Kenis penelitian yang kami gunakan adalah eksperimen karena menggunakan
beberapa variable yaitu variable kontrol! variable manipulasi dan variable respon. *elain
itu juga menggunakan pembanding dalam penelitian.
B 'ariabel Penelitian
a) Lariabel kontrol2
- Kenis umbi sama! yaitu +ortel.
- Kumlah potongan silinder +ortel yaitu . potongan.
- Panjang a+al potongan +ortel yaitu 2 cm.
- Perbesaran mikroskop "M
- Haktu perendaman potongan +ortel dalam larutan sukrosa yaitu !A jam.
b) Lariabel manipulasi2 konsentrasi larutan sukrosa.
c) Lariabel respons2
- Panjang akhir potongan +ortel.
- Pertambahan panjang potongan +ortel.
- Rata-rata pertambahan panjang potongan +ortel.
- 'ilai potensial osmosis
- 'ilai potensial air
* Alat (an Ba)an
. Hortel
2. <arutan sukrosa " $! "!2 $! "!. $! "!3 $! "!/ $ dan $.
7. ;elas kimia "" ml sebanyak 3 buah.
.. ;elas ukur A" ml buah.
A. 8lat pengebor gabus.
3. Penggaris! pisau tajam! pinset! plastik dan karet gelang9tali.
#. *top+acth
D Langka) Kerja
. $engisi gelas kimia ke- dengan larutan sukrosa " $! gelas kimia ke-2 dengan larutan
sukrosa "!2 $ dan seterusnya sampai gelas kimia ke-3! masing-masing 2A ml. ,eri label
pada masing-masing gelas kimia tersebut.
2. $emilih umbi +ortel yang cukup besar dan baik! buatlah silinder umbi dengan alat
pengebor gabus. Potong-potong silinder umbi +ortel tersebut sepanjang 2 cm.
7. $emasukkan potongan umbi +ortel tersebut ke dalam gelas kimia yang telah diisi
dengan larutan sukrosa pada berbagai konsentrasi! masing-masing . potongan. Catat
+aktu pada saat memasukkan potongan umbi +ortel ke dalam gelas kimia. ,ekerjalah
dengan cepat untuk mengurangi penguapan! dan tutup rapat gelas kimia selama
percobaan dilakukan.
.. $engamati dan mengukur *etelah !A jam! kemudian setiap potongan umbi +ortel
tersebut dan mengukur kembali panjangnya.
A. $enghitung nilai rata-rata pertambahan panjang umbi +ortel untuk setiap konsentrasi
larutan sukrosa.
BAB !'
HA"!L DAN PE&BAHA"AN
A Hasil Penga6atan
6abel Pengaruh Konsentrasi <arutan *ukrosa 6erhadap Pertambahan Panjang Keringan
Hortel
Konsentrasi
*ukrosa ($)
Panjang a+al
(cm)
Panjang akhir
(cm)
Pertambahan
panjang (cm)
Rata-rata
" 2!" 2!7 "!7 "!22A
2!" 2!2 "!2
2!" 2!2 "!2
2!" 2!2 "!2
"!2 2!" 2!2 "!2 "!#A
2!" 2!2 "!2
2!" 2! "!
2!" 2!2 "!2
"!. 2!" 2! "! "!2""
2!" 2!2 "!2
2!" 2!2 "!2
2!" 2!7 "!7
"!3 2!" 2!2 "!2 "!22A
2!" 2!2 "!2
2!" 2!2 "!2
2!" 2!7 "!7
"!/ 2!" 2! "! "!2A
2!" 2! "!
2!" 2! "!
2!" 2!2 "!2
2!" !% -"! "!"""
2!" !% -"!
2!" 2! "!
2!" 2! "!
B Analisis Data
,erdasarkan data yang telah diperoleh dapat dianalisa sebagai berikut2
- Pada konsentrasi larutan sukrosa " $! rata-rata pertambahan panjang potongan silinder
+ortel sepanjang "!22A cm.
- Pada konsentrasi larutan sukrosa "!2 $! rata-rata pertambahan panjang potongan silinder
+ortel sepanjang "!#A cm.
- Pada konsentrasi larutan sukrosa "!. $! rata-rata pertambahan panjang potongan silinder
+ortel sepanjang "!2"" cm.
- Pada konsentrasi larutan sukrosa "!3 $! rata-rata pertambahan panjang potongan silinder
+ortel sepanjang "!22A cm.
- Pada konsentrasi larutan sukrosa "!/ $! rata-rata pertambahan panjang potongan silinder
+ortel sepanjang "!2A cm.
- Pada konsentrasi larutan sukrosa $! rata-rata pertambahan panjang potongan silinder
+ortel sepanjang " cm.
8nalisis ;ra&ik 2
- Pada konsentrasi larutan sukrosa $ sel +ortel tidak mengalami pertambahan panjang
* Pe6ba)asan
*etelah diketahui bah+a pada konsentrasi $! sel +ortel tidak mengalami
pertambahan panjang. maka dapat dihitung nilai potensial osmosis yang ada pada sel
+ortel 2
P$ 7 2 T$
> - 22!. M $ M 6
2#7
> 22!. M M (2#7 42/GC)
2#7
> 2.!3% at6
'ilai potensial air pada sel +ortel 2
P8 > PO 4 P6
> PO 4 "
> 2.!3% at6
Pada konsentrasi larutan sukrosa $! rata-rata pertambahan panjangnya " (nol).
(al tersebut menandakan bah+a dalam kondisi tersebut tidak mengalami perubahan
panjang! dimana dalam kondisi tersebut nilai potential air sama dengan nilai potensial
osmosis.
;ra&ik tidak linear dan hasil percobaan tidak sesuai dengan teori dikarenakan kekurang
telitian kami dalam pengukuran panjang potongan +ortel! dan pada saat perendaman
masing-masing potongan +ortel ke dalam konsentrasi yang berbeda tidak dalam +aktu
tepat bersamaan.
D Diskusi
Perlu dicari nilai konsentrasi larutan sukrosa yang tidak penyebabkan pertambahan
panjang potongan +ortel dalam menentukan nilai potensial air karena untuk mencari nilai
potensial osmosisnya tanpa adanya potensial turgor.
'ilai potensial air +ortel yang tidak berubah panjangnya sama dengan nilai
potensial osmosis larutan sukrosa yang tidak menyebabkan pertambahan panjang
potongan +ortel karena kondisinya isotonis dan tidak ada potensial turgor.
BAB '
"!&PULAN DAN "ARAN
A Kesi6pulan
8dapun kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum adalah konsentrasi larutan
sukrosa berpengaruh terhadap perubahan panjang potongan jaringan tumbuhan yaitu
konsentrasi larutan sukrosa berbanding terbalik terhadap pertambahan panjang potongan
silinder umbi (+ortel). 'ilai potensial air sel +ortel yang tidak berubah panjangnya sama
dengan nilai potensial osmosis larutan sukrosa yang tidak menyebabkan pertambahan
panjang potongan silinder umbi (+ortel) yaitu 2.!3% atm.
B saran
. *ebaiknya +aktu praktikum lebih diperpanjang! agar kegiatan yang dilakukan tidak
terburu-buru! sehingga hasil yang didapatkan juga maksimal.
2. sebaiknya peralatan praktikum ditambah! sehingga tiap kelompok tidak perlu menunggu
dan meminjam peralatan pada kelompok lain setelah kelompok lain menggunakannya.
DA5TAR PU"TAKA
6im &isiologi tumbuhan. 2"". Penuntun Praktikum F"S"O#O$" T%&B%'(). *urabaya 2
Kurusan ,iologi )$CP8 ='J*8.
8nonim. 2""%. 8ir 1alam 6umbuhan.http299 id.kli mato logi.+ ordpres s .com9 tag9a ir- dalam-
tumbuhan.html. 1iakses Pada 6anggal 2/ *eptember 2"".
;ardner! )ranklin P.! R. ,rent Pearce! dan Roger <. $itchell. %%2.)is iologi 6anaman
,udidaya. Kakarta2 =C Press.
Csmail. 2""3. )isiologi 6anaman. $akassar2 Kurusan ,iologi )$CP8 ='$ $akassar.
Csmail dan 8bdul $uis. 2""%. Penuntun Praktikum )isiologi 6umbuhan. $akassar2 Kurusan
,iologi )$CP8 ='$ $akassar.
*alisbury! )rank ,. dan Clean H. Ross. %%A. )isiologi 6umbuhan. ,andung2 C6,.
Hibosono. 2""%.Os m os is.http299+ ibos ono%/.blogs pot. com9os mos is .ht ml. 1iakses Pada
6anggal 2# *eptember 2"".