Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PENDAHULUAN

GASTROENTERITIS AKUT
I. PENGERTIAN
Gastroentritis ( GE ) adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus
yang memberikan gejala diare dengan atau tanpa disertai muntah
(Capernito,2003).
Gastroenteritis diartikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau
bentuk tinja yang encer dengan rek!ensi yang lebih banyak dari biasanya
("ansjoer, 200#).
Gastroenteritis adalah inlamasi pada daerah lambung dan intestinal yang
disebabkan oleh bakteri yang bermacam$macam,%irus dan parasit yang
patogen (&haley ' &ong(s,2003).
Gastroenteritis adalah kondisi dengan karakteristik adanya muntah dan diare
yang disebabkan oleh ineksi,alergi atau keracunan )at makanan ( "arlenan
"ayers,2002 ).
*ari keempat pengertian diatas penulis dapat menyimpulkan bah!a
Gstroentritis adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang
memberikan gejala diare dengan rek!ensi lebih banyak dari biasanya yang
disebabkan oleh bakteri,%irus dan parasit yang patogen.
II. ETIOLOGI
+enyebab gastroenteritis akut adalah masuknya %irus (,otra%irus,
-deno%irus enteris, .irus /or!alk), 0akteri atau toksin (Compylobacter,
1almonella, Escherihia Coli, 2ersinia dan lainnya), parasit (0iardia 3ambia,
Cryptosporidium). 0eberapa mikroorganisme patogen ini menyebabkan
ineksi pada sel$sel, memproduksi enterotoksin atau Cytotoksin dimana
merusak sel$sel, atau melekat pada dinding usus pada Gastroenteritis akut.
III. TANDA DAN GEJALA
a. *iare.
b. "untah.
c. *emam.
d. /yeri -bdomen
e. "embran mukosa mulut dan bibir kering
. 4ontanel Cekung
g. 5ehilangan berat badan
h. 6idak nasu makan
i. 3emah
IV. PATOFISIOLOGI
+enularan Gastroenteritis bias melalui ekal$oral dari satu penderita ke yang
lainnya. 0eberapa kasus ditemui penyebaran patogen dikarenakan makanan
dan minuman yang terkontaminasi.
"ekanisme dasar penyebab timbulnya diare adalah gangguan osmotic
(makanan yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotic
dalam rongga usus meningkat sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit
kedalam rongga usus,isi rongga usus berlebihan sehingga timbul diare ).
1elain itu menimbulkan gangguan sekresi akibat toksin di dinding usus,
sehingga sekresi air dan elektrolit meningkat kemudian terjadi diare.
Gangguan multilitas usus yang mengakibatkan hiperperistaltik dan
hipoperistaltik. -kibat dari diare itu sendiri adalah kehilangan air dan
elektrolit (*ehidrasi) yang mengakibatkan gangguan asam basa (-sidosis
"etabolik dan 7ipokalemia), gangguan gi)i (intake kurang, output
berlebih), hipoglikemia dan gangguan sirkulasi darah.
G. PATHWAY
0akteri 8 mikroorganisme masuk sel intestinal
Eksotosin "alabsorsi8)at yang
tidak dapat dicerna
+eningkatan "erusak sel tekanan rongga usus meningkat
"okus mukosa intestinal
+eningkatan menganggu pergeseran air dan
"ortalitas usus absorsi usus elektrolit kedalam rongga usus

7iperperistaltik sekresi berlebihan
cairan dan elektrolit
"erangsang +enyerapan 5olon b(9
/..agus eses banyak
mengandung cairan
"ual ' "untah
peningkatan isi usus
/asu makan b(9
:sus terangsang untuk mengeluarkan isinya
GE- 4rekunsi 0-0 meningkat
+erlu pera!atan *ehidrasi ;utput cairan ' elektrolit keadaan kulit daerah
*i ,s 1yok hipopolemik berlebihan rectal menjadi lembab
7ospitalisasi 5ematian
*eicit .ol
cairan
Cemas
5etidakseimbangan /utrisi
kurang dari kebuthan tubuh
,esiko kerusakan
integritas kulit
V. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
#. +emeriksaan laboratorium.
a. +emeriksaan tinja.
b. +emeriksaan gangguan keseimbangan asam basa dalam darah
astrup,bila memungkinkan dengan menentukan +7 keseimbangan
analisa gas darah atau astrup,bila memungkinkan.
c. +emeriksaan kadar ureum dan creatinin untuk mengetahui pungsi
ginjal.
2. +emeriksaan elektrolit intubasi duodenum untuk mengetahui jasad renik
atau parasit secara kuantitati,terutama dilakukan pada penderita diare
kronik.
VI. TERAPI MEDIS
a. +emberian cairan.
b. *iatetik < pemberian makanan dan minuman khusus pada penderita
dengan tujuan penyembuhan dan menjaga kesehatan adapun hal yang
perlu diperhatikan <
"emberikan bahan makanan yang mengandung kalori, protein, %itamin,
mineral dan makanan yang bersih.
c. ;bat$obatan < ;bat anti sekresi, obat anti spasmolitik, obat antibiotik.
VII. BASIC PROMOTING PHYSIOLOGI OF HEALTHY
1. Cairan, elektrolit dan asam basa
a. *einisi
Cairan adalah larutan yang terdiri dari air (pelarut) dan )at$)at
tertentu ()at terlarut). Elektrolit adalah )at kimia yang menghasilkan
partikel$partikel yang bermuatan listrik yang disebut ion jika berada
dalam larutan.
/anda /ic$/oc. 20#2. -plikasi pembelajaran.
5eseimbangan cairan dan elektrolit saling bergantung satu dengan
yang lainnya, jika salah satu terganggu maka akan berpengaruh pada
yang lain.
b. /ilai$nilai normal
"asukan =umlah 5eluaran =umlah
Cairan #200 ml 5ehilangan tak kasat
mata (kulit'paru)
>00 ml
"akanan padat #000 ml eses #00 ml
-ir dari oksidasi 300 ml urine #?00 ml
=umlah 2?00 ml 2?00 ml
- 0ayi (baru lahir) < @? A
- *e!asa +ria (20 B C0 thn) < D0 A
*e!asa !anita (20 B C0 thn) < D0 A
- 3ansia < C? B ?0 A
c. +engkajian
- kaji ri!ayat kesehatan dan kepera!atan untuk identiikasi
penyebab gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit.
- 5aji maniestasi klinis melalui < timbang 00 klien setiap hari,
monitor 66., kaji intake output.
- 5aji pemeriksaan isik
- ,e%ie! nilai pemeriksaan laboratorium
d. +emenuhan kebutuhan dasar
+emenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit terganggu karena
mengalami dehidrasi sehingga 00 menurun.
e. Enter%ensi kepera!atan
$ obser%asi 66.
$ obser%asi tanda$tanda dehidrasi
$ ukur input dan output cairan (balance cairan)
$ berikan dan anjurkan keluarga untuk memberikan minum yang
banyak kurang lebih 2000$2?00 cc per hari
$ 5olaborasi dengan dokter dalam pemberian therai cairan,
pemeriksaan lab elektrolit
2. /utrisi
a. *einisi
/utrisi kurang dari kebutuhan tubuh adalah suatu keadaan dimana
indi%idu yang tidak puasa mengalami atau yang beresiko mengalami
penurunan berat badan yang berhubungan dengan masukan yang tak
adekuat atau metabolisme nutrien yang tidak adekuat untuk
kebutuhan metabolik (Carpenito, 2003).
b. nilai$nilai normal
BMI Kategor
9 20 5urus
20 B 2C 0erat ideal
2? B 2> Gemuk
F 30 obesitas
c. +engkajian
- -namnesis
- +emeriksaan isik
- ;bser%asi < pola diet, kebiasaan makan, makanan kesukaan,
akti%itas isik, problem diet dan ri!ayat kesehatan.
d. +emenuhan kebutuhan dasar
+ola nutrisi dia!ali mual, muntah, anoreksi menyebabkan penurunan
00. 0erikan makanan sedikit tapi sering.
e. Enter%ensi
5aji ri!ayat nutrisi.
;bser%asi dan catat intake makanan.
0erikan makanan sedikit dengan rek!ensi sering.
-jarkan keorangtua tentang asupan nutrisi yang adekuat.
;bser%asi dan catat kejadian mual dan muntah.
0erikan dan bantu hygiene mulut dengan baik.
+antau pemeriksaan laboratorium.
6imbang 00 setiap hari.
5aji kulit, !ajah area tergantung untuk edema, e%aluasi derajat
edema.
-uskultasi paru dan jantung.
5olaborasi untuk pemberian obat antidiuretik.
0erikan obat sesuai indikasi.
5onsul pada ahli gi)i.
VIII. DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNGKIN MUNCUL
#. *eisit %olume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan output cairan yang berlebihan.
2. Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan mual dan muntah.
3. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan iritasi,rek!ensi 0-0
yang berlebihan.
C. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan distensi abdomen.
?. 5urang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya inormasi tentang
penyakit,prognosis dan pengobatan.
IX. RENCANA KEPERAWATAN
DIAGNOSA !.
*eisit %olume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan output cairan yang berlebihan.
T"#"a$ .
*e%isit cairan dan elektrolit teratasi
Krtera %a&'
6anda$tanda dehidrasi tidak ada, mukosa mulut dan bibir lembab, balan
cairan seimbang
I$ter(e$&
5aji perubahan tanda %ital, misal suhu atau demam.
,asional< peningkatan suhu, demam meningkatkan laju metabolik dan
kehilangan cairan melalui e%aporasi.
5aji turgor kulit, kelembaban membran mukosa (bibir, lidah)
,asional< indikator langsung keadekuatan %olume cairan, meskipun
membran mukosa mulut kering karena napas mulut dan ;
2
tambahan.
5aji adanya mual atau muntah.
,asional< adanya gejala ini menurunkan masukan oral.
+antau masukan dan haluaran, catat !arna, karakter urine. 7itung
keseimbangan cairan. &aspadai kehilangan cairan yang tidak
tampak.:kur berat badan sesuai indikasi.
,asional< memberikan inormasi tentang keadekuatan %olume cairan dan
kebutuhan penggantian.
6ekankan pemberian cairan sedikitnya 2?00 ml8hari atau sesuai kondisi
indi%idu.
,asional< pemenuhan kebutuhan dasar cairan, menurunkan resiko
dehidrasi.
-!asi tanda$tanda %ital.
,asional< kekurangan atau perpindahan cairan meningkatkan rekuensi
jantung, meningkatkan tekanan darah dan mengurangi %olume nadi.
Catat perubahan mental, turgor kulit, hidrasi, membran mukosa dan
karakter sputum.
,asional< penurunan curah jantung mempengaruhiperusi cerebral,
kekurangan cairan juga dapat diidentiikasi dengan penurunan turgor kulit,
membran mukosa kering, %iskositas sekret kental
DIAGNOSA ).
Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubuingan
dengan mual dan muntah.
T"#"a$
Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi teratasi
Krtera %a&'
Entake nutrisi klien meningkat, diet habis # porsi yang disediakan,
mual,muntah tidak ada.
I$ter(e$&
o 5aji pola nutrisi klien dan perubahan yang terjadi.
o 6imbang berat badan klien.
o 5aji aktor penyebab gangguan pemenuhan nutrisi.
o 3akukan pemerikasaan isik abdomen (palpasi,perkusi,dan auskultasi).
o 0erikan diet dalam kondisi hangat dan porsi kecil tapi sering.
o 5olaborasi dengan tim gi)i dalam penentuan diet klien.
Ra&o$a'
"engidentiikasi deisiensi, menduga kemungkinan inter%ensi.
"eningkatkan nasu makan dan pemasukan oral.
"eminimalkan anoreksia dan mual
+erubahan kelebihan 0,? kg dapat menunjukkan perpindahan
keseimbangan cairan.
+enimbangan 00 harian adalah penga!asan status cairan terbaik.
"akanan sedikit dapat menurunkan kelemahan dan meningkatkan
pemasukan juga mencegah distensi gaster.
DIAGNOSA *.
Gangguan integritas kulit berhubungan dengan iritasi,rek!ensi 0-0 yang
berlebihan.
T"#"a$
Gangguan integritas kulit teratasi
Krtera %a&'
Entegritas kulit kembali normal, iritasi tidak ada, tanda$tanda ineksi tidak
ada
I$ter(e$&
Enspeksi seluruh area kulit, catat pengisian kapiler, adanya kemerahan,
pembengkakan.
,asional < kulit biasanya cenderung rusak karena perubahan sirkulasi
perier, ketidak mampuan untuk merasakan tekanan, imobilisasi, gangguan
pengaturan suhu
:bah posisi sering ditempat tidur, bantu latihan rentang gerak pasi atau
akti
,asional < memperbaiki sirkulasi atau menurunkan !aktu satu area yang
mengganggu aliran darah.
0erikan pera!atan kulit sering, meminimalkan dengan kelembaban atau
ekskresi
,asional < terlalu kering atau lembab merusak kulit dan mempercepat
kerusakan.
=agalah alat tenun tetap kering dan bebas dari lipatan dan kotoran
,asional < mengurangi atau mencegah iritasi pada kulit
-njurkan pasien untuk terus melakukan program latihan
,asional < menstimulasi sirkulasi, meningkatkan sirkulasi sel atau
oksigenasi sel dan untuk meningkatkan kesehatan jaringan.
DIAGNOSA +.
Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan distensi abdomen.
T"#"a$
/yeri dapat teratasi
Krtera %a&'
/yeri dapat berkurang 8 hiilang, ekspresi !ajah tenang
I$ter(e$&
5aji nyeri meliputi < lokasi, karakteristik, durasi, rekuensi, kualitas,
intensitas dan aktor presipitasi
,asional < membantu dalam e%aluasi gejala nyeri. +enggunaan skala
rentang nyeri dan memberikan alat untuk e%aluasi keeektian analgesik,
meningkatkan kontrol nyeri.
0erikan posisi yang nyaman
,asional < dapat mengurangi rasa nyeri.
-jarkan tehnik non armakologi (eG< relaksasi, guided imagery, terapi
musik dll)
,asional < meningkatkan relaksasi dan pengalihan perhatian.
"enghilangkan ketidaknyamanan dan meningkatkan eek terapeutik
analgesik.
6ingkatkan tidur dan istirahat yang cukup
,asional < penurunan kelemahan dan menghemat energi. "eningkatkan
kemampuan koping.
0erikan analgetik sesuai anjuran
,asional < mempertahankan kadar obat lebih konstan. "enghindari
puncak periode nyeri.
DIAGNOSA ,.
5urang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya inormasi tentang
penyakit,prognosis dan pengobatan.
T"#"a$
+engetahuan keluarga meningkat
Krtera %a&'
5eluarga klien mengeri dengan proses penyakit klien, ekspresi !ajah
tenang, keluarga tidak banyak bertanya lagi tentang proses penyakit klien.
I$ter(e$&
1adari dan hadapi ansietas pasien dan keluarga
,asional < ansietas dapat mempengaruhi kemampuan mendengar dan
mengasimilasi inormasi
6injau ulang dengan pasien atau orang terdekat terhadap diagnosa,
alternati pengobatan dan siat harapan
,asional < mem%alidasi tingkat pemahaman saat ini, mengidentiikasi
kebutuhan belajar, dan memberikan dasar pengetahuan dimana pasien
membuat keputusan berdasarkan inormasi
0eri peran akti untuk pasien atau keluarga dalam proses belajar
,asional < belajar ditingkatkan bila indi%idu secara akti terlibat
0erikan inormasi tertulis dan %erbal sesuai indikasi
,asional < membentu pasien dan keluarga untuk membuat pillihan
berdasarkan inormasi
5aji pengetahuan pasien tentang situasi sendiri, misal < penyakit
komplikasi
,asional < membantu dalam merencanakan perubahan jangka panjang
yang perlu untuk mempertahankan pantangan atau bebas obat
DAFTAR PUSTAKA
"ansjoer -ri. 2002. 5apita 1elekta 5edokteran. =akarta < 45:E.
Capernito. 2003. *iagnosa 5epera!atan edisi H. =akarta < EGC.
+rasetyo. 200H. -skep pada gastroenteritis. http<88smartnet$
I.blogspot.com8200H80>8asuhan$kepera!atan$pada$an
ak$denganJH#H#.html.