Anda di halaman 1dari 29

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, karunia serta hidayah
yang diberikan-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
Antenatal Care (ANC). Makalah ini sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan
kepaniteraan klinik di bagian Obstetri dan Ginekologi di RSUP DR M Djamil
Padang.
Rasa terima kasih yang besar kami sampaikan kepada pihak-pihak yang telah
membantu dalam proses pembuatan case ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini
masih banyak kekurangan, oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran
dari semua pihak yang membaca demi kesempurnaan makalah ini. Penulis juga
berharap makalah ini dapat memberikan pengetahuan serta pemahaman tentang
Antenatal Care (ANC) terutama bagi penulis sendiri dan bagi rekan-rekan sejawat
lainnya.
Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini dapat menambah wawasan,
pengetahuan, serta pemahaman semua pihak tentang KaAntenatal Care pada ibu
hamil.

Padang,
Oktober 2014

Penulis

24

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Kehamilan adalah peristiwa alamiah, yang akan dialami oleh seluruh ibu yang
mengharapkan anak. Namun demikian setiap kehamilan perlu perhatian khusus,
untuk mencegah dan mengetahui penyakit-penyakit yang dijumpai pada persalinan,
baik penyakit komplikasi dan lain-lain.
Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan
kehamilan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu pelayanan antenatal care
merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil dan
mendeteksi adanya kehamilan resiko tinggi. Dengan adanya antenatal care sebagai
deteksi dini adanya kehamilan yang beresiko tinngi sebagai salah satu penyebab
kematian ibu hamil, sehingga antenatal care diharapkan dapat mengurangi angka
kematian ibu.
Ibu hamil tersebut harus sering dikunjungi jika terdapat masalah dan
hendaknya disarankan untuk menemui petugas kesehatan bila merasakan tanda-tanda
kehamilan. Untuk itu ibu hamil terutama trimester ini untuk lebih sering
memeriksakan diri sejak dini dengan tujuan untuk mengurangi penyulit saat inpartu.
Untuk itulah tenaga kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan obstetrik
dan neonatal, khususnya bidan harus mampu dan teerampil memeberikan pelayanan
sesuai dengan standart yang diterapkan.

1.2. BATASAN MASALAH


Makalah ini membahas mengenai pemeriksaan Antenatal Care pada ibu hamil.

1.3. TUJUAN PENULISAN


1.3.1. Tujuan Umum
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah dapat memberikan asuhan
kebidanan langsung kepada pasien secara optimal serta mempersiapkan mental ibu

selama dalam kehamilan, persalinan, sehingga ibu dapat melahirkan selamat dan anak
lahir sehat sehingga dapat menurunkan resiko saat kehamilan yang dapat berdampak
kepada kematian ibu dan anak.
1.4. MANFAAT PENELITIAN
Makalah ini diharapkan bermanfaat dalam memberikan informasi dan
pengetahuan tentang pemeriksaan Antenatal care pada ibu hamil.

1.5. METODE PENULISAN


Metode yang digunakan dalam penulisan referat ini adalah melalui studi
kepustakaan serta jurnal.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian
Secara umum pengertian antenatal care adalah pengawasan sebelum
persalinan, terutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam
rahim, untuk mengetahui kesehatan umum ibu, menegakkan secara dini penyakit
yang menyertai kehamilan, menegakkan secara dini komplikasi kehamilan, dan
menetapkan risiko kehamilan.4,5 Secara khusus, pengertian antenatal care dapat
dibedakan menjadi antenatal care dalam arti luas dan antenatal dalam arti sempit.6
Antenatal dalam arti yang sempit meliputi:6

Pengawasan ibu hamil.

Pertolongan persalinan adekuat.

Mempersiapkan pemeliharaan bayi.

Mempersiapkan pemberian laktasi.

Antenatal dalam arti yang luas meliputi:5,6

Mempersiapkan remaja untuk menjadi calon orang tua yang efektif.

Meningkatkan pengertian bahwa keluarga sebagai masyarakat.

Meningkatkan pengertian hubungan seksual yang sehat.

Meningkatkan pengertian merencanakan keluarga dan keluarga berencana


untuk meningkatkan kesejahteraan umum keluarga.

Menghindari PID dari infertilitas.

Menegakkan secara dini berbagai penyulit hamil atau penyakit yang


menyertai kehamilan.

Menetapkan kehamilan dengan risiko rendah, meragukan atau kehamilan


dengan risiko tinggi.

Menghilangkan

faktor-faktor

sosial

mempengaruhi kesehatan reproduksi.

dari

masyarakat

yang

dapat

2.2. Tujuan Antenatal Care


Antenatal care berperan penting dalam upaya menurunkan angka kematian
ibu dan perinatal. Tujuan antenatal care ini adalah untuk mengetahui data kesehatan
ibu hamil dan perkembangan bayi intrauterin sehingga kesehatan yang optimal dapat
dicapai dalam menghadapi persalinan, puerperium, dan laktasi, serta mempunyai
pengetahuan yang cukup untuk pemeliharaan bayinya. Evaluasi keadaan dan
kemajuan dalam inpartu menggunakan evaluasi menurut Friedmann dan / atau
Partogram menurut WHO sehingga pada saat mencapai garis waspada, penderita
sudah dapat direferal ke rumah sakit yang mempunyai fasilitas yang cukup untuk
melakukan pertolongan sehingga Well Born Baby (WBB) dan Well Health Mother
(WHM) dapat tercapai.7
Mufdlilah (2009b) menyatakan bahwa tujuan pelayanan antenatal antara lain
:

1. Mempromosikan dan menjaga kesehatan fisik dan mental ibu dan bayi dengan
memberikan pendidikan gizi, kebersihan diri dan proses kelahiran bayi.
2. Mendeteksi dan menatalaksana komplikasi medis, bedah ataupun obstetri selama
kehamilan
3. Mengembangkan persiapan persalinan serta rencana kesiagaan menghadapi
komplikasi
4. Membantu menyiapkan ibu untuk menyusui dengan sukses, menjalankan
puerperium normal, dan merawat anak secara fisik, psikologis dan sosial

2.3. Kesehatan Umum Kehamilan


2.3.1. Diet Saat Hamil dan Laktasi5
Tujuan penataan diet ibu hamil dan laktasi:
a. Meningkatkan tumbuh-kembang janin dalam rahim.
b. Mempertahankan dan meningkatkan kesehatan menjelang persalinan.
c. Meningkatkan kemampuan penyembuhan trauma persalinan.
d. Persiapan memberi laktasi.
Konsep diet empat sehat lima sempurna untuk menambah protein dan
mineral. Suplemen diet yang diberikan adalah vitamin khusus.

2.3.2. Perawatan Jasmani Ibu Hamil5


a. Perawatan ibu hamil sangat diperlukan untuk meningkatkan kesehatan umum
dan terhindar dari infeksi atau sumber infeksi.
b. Kesehatan gigi. Hyperemesis gravidarum menyebabkan gangguan gigi dalam
bentuk gingivitis dan pembengkakan gusi (evulis).
c. Kesehatan organ perkemihan. Banyak minum (1,5-2 liter per hari) dan tidak
menahan berkemih.
d. Persiapan dan kesehatan puting susu. Pemelihaaan puting susu sejak dini
dengan menariknya keluar sehingga lebih menonjol dan melemaskan puting
susu dengan minyak.
e. Pakaian ibu hamil. Pakaian tidak boleh yang ketat sehingga mengganggu
peredaran darah. Pakaian harus longgar dan terbuat dari katun sehingga
menyerap keringat. Ibu juga harus sering mengganti pakaian, terutama
pakaian dalam.
f. Istirahat. Istirahat terutama dilakukan pada satu bulan sebelum dan dua bulan
setelah persalinan. Saat hamil tua, lebih baik istirahat tirah baring sehingga
gangguan aliran darah tidak terlalu banyak.
g. Hubungan seksual. Masih dipernolehkan sampai satu bulan sebelum
persalinan. Bla dijumpai riwayat obstetri yang kurang baik, hubungan seksual
harus dikurangi terutama trimester pertama. Perhatikan teknik hubungan
seksual untuk menyesuaikan kondisi saat hamil besar.
h. Defekasi. Sebaiknya teratur sehingga tidak menimbulkan gangguan. Bila
defekasi sulit, perlu diperhatikan makanan yang lebih banyak mengandung
serat, seperti buah dan sayur.
i. Imunisasi. Dianjurkan vaksin toksoid tetanus dua kali selama hamil.

2.3.3. Masalah Psikosomatik dan Psikoprofilaksis dalam Obstetri5


Beberapa faktor yang dapat menyebabkan hal tersebut antara lain hubungan
kejiwaan, kehamilan yang diinginkan atau tidak diinginkan, atau perasaan takut
menghadapi kehamilan dan persalinan.

Dalam mengatasi rasa takut terhadap kehamilan dan persalinan, dapat


dilakukan:
a. Pendekatan yang manis dan harmonis dari dokter, bidan dan tenaga lain.
b. Memperlihatkan tempat bersalin sehingga mulai beradaptasi.
c. Melakukan latihan (senam kesegaran hamil dan latihan pernapasan untuk
mengejan).
d. Memperbaiki cerita yang salah tentang hamil serta bersalin, dan bila
menghadapi masalah, mengemukakannya kepada dokter.

2.3.4. Pemeriksaan Fisik Kehamilan5


Pemeriksaan fisik kehamilan meliputi anamnesis dan pemeriksaan fisik ibu
hamil.
a. Anamnesis kehamilan, untuk mendapatkan gambaran khusus tentang datadata pasien sehingga dapat diperoleh kesimpulan tentang risikonya.
b. Pemeriksaan fisik ibu hamil yang meliputi:

Pengukuran tinggi ibu hamil. Apabila tinggi badan <150 cm,


kemungkinan panggulnya sempit.

Pemeriksaan khusus kehamilan:


Inspeksi (perubahan jasmani)
Palpasi (Leopold, Buddin, Knalbe, Ahfeld)
Auskultasi denyut jantung janin (Laeneck atau Doppler)

c. Pemeriksaan USG:

Trimester I:
Kehamilan muda (gestational sac, fetal plate belum tampak)
Hamil 6-8 minggu (fetal plate, denyut jantung janin)

Trimester II:
Embrio seluruhnya
Kelainan kongenital

Usia kehamilan (crown-rump length, biparietal, lingkar abdomen,


panjang tulang femur)
Aktivitas janin
Air ketuban

Trimester III:
Bentuk seluruhnya
Air ketuban
Mungkin jenis kelamin janin
Well being intrauterine
Plasenta berkaitan dengan rencana persalinan

d. Pemeriksaan USG tambahan: postdate, preeclampsia-eklampsia, air ketuban


(jumlah, kekeruhan), kalsifikasi plasenta, dll.

2.3.5. Jadwal Antenatal Care7


Jadwal antenatal care disesuaikan dengan trimester kehamilan. Dalam
praktiknya, antenatal care dianjurkan dilakukan secara teratur pada setiap kehamilan,
sesuai dengan jadwal yang lazim berlaku. Jadwal antenatal care adalah sebagai
berikut:7
2.3.5.1. Trimester I dan II
a. Sebulan sekali.
b. Pengambilan data hasil pemeriksaan laboratorium.
c. Pemeriksaan ultrasonografi.
d. Nasihat diet:

Empat sehat lima sempurna

Protein 0,5/kgBB, ditambah satu telur/hari

e. Observasi:

Penyakit yang dapat mempengaruhi kehamilan

Komplikasi kehamilan

f. Rencana:

Mengobati penyakit

Menghindari terjadinya komplikasi kehamilan I/II

Imunisasi tetanus I

2.3.5.2. Trimester III


a. Setiap dua minggu, kemudian seminggu sampai tanda kelahiran tiba.
b. Evaluasi data laboratorium untuk melihat hasil pengobatan.
c. Diet empat sehat lima sempurna.
d. Pemeriksaan ultrasonografi.
e. Imunisasi tetanus II.
f. Observasi:

Penyakit yang menyertai kehamilan.

Komplikasi hamil trimester III.

Berbagai kelainan kehamilan trimester III.

g. Rencana pengobatan.
h. Nasihat dan petunjuk tentang:

Tanda inpartu

Kemana harus datang untuk melahirkan.

Di negara maju, antenatal care dilakukan sebanyak 12-13 kali selama hamil,
tetapi di negara berkembang cukup dilakukan empat kali sebagai kasus tercatat.7

2.3.6. Program Pelayanan Kehamilan, Persalinan, dan Pascapartus


Berdasarkan buku pedoman pelayanan antenatal di tingkat pelayanan dasar,
pemeriksaan antenatal (ante = sebelum; natal = lahir), hendaknya memenuhi tiga
aspek pokok, yaitu:9
2.3.6.1.Pemeriksaan Medis9
-

Diagnostik kehamilan

Penemuan kelainan secara dini

Pemberian terapi sesuai dengan diagnosis

2.3.6.2.Penyuluhan, komunikasi dan motivasi ibu hamil antara lain mengenai:9


-

Penjagaan kesehatan dirinya dan janinnya

Pengenalan tanda-tanda bahaya dan faktor resiko yang dimilikinya

Pencarian pertolongan yang memadai secara tepat waktu

2.3.6.3.Rujukan9
Ibu hamil dengan resiko tinggi harus dirujuk ke tempat pelayanan yang
mempunyai fasilitas lebih lengkap.

2.3.6.1. Pemeriksaan Medis9


A. Anamnesis
Anamnesis adalah pertanyaan terarah yang ditujukan kepada ibu hamil untuk
mengetahui keadaan ibu dan faktor resiko yang dimilikinya. Pelaksana pelayanan
antenatal perlu mengetahui makna dan tujuan dari setiap pertanyaan yang diajukan.
a. Keluhan Utama
Keluhan utama adalah hal yang berkaitan dengan kehamilan yang dirasakan
dan dikemukakan ibu kepada pemeriksa.
b. Identitas Ibu
Identitas yang perlu ditanyakan adalah:
-

Nama ibu

Nama suami

Alamat lengkap

c. Hal-hal yang berkaitan dengan fungsi reproduktif

Pertanyaan meliputi hal-hal yang mungkin berkaitan dengan faktor resiko,


yaitu:
Umur ibu

Paritas

Hari pertama haid terakhir (HPHT)

Lama haid

Siklus haid

Jenis kontrasepsi yang digunakan (sebelum kehamilan ini)

d. Hal-hal yang berkaitan dengan kehamilan sekarang


Pertanyaan yang berkaitan dengan kehamilan sekarang meliputi gerakan janin,
hal-hal yang dirasakan akibat perkembangan kehamilan dan penyimpangan dari
normal (keadaan patologis).
1) Gerakan Janin
Hal- hal yang ditanyakan sehubungan dengan gerak janin adalah:
- Kapan janin mulai bergerak
-

Janin masih bergerak atau tidak

2) Keluhan yang berkaitan dengan perkembangan kehamilan


Pertanyaan pada kehamilan muda berbeda dengan kehamilan yang lebih lanjut.
a) Pada kehamilan muda (sampai umur kehamilan 3 bulan)
-

Sakit kepala, mual dan muntah

Rasa sakit/rasa tidak enak pada perut bagian bawah

Sering buang air kecil

b) Pada kehamilan 4-6 bulan


-

Sulit tidur

Agak sulit bernafas, terutama pada primigravida

Pegal pada daerah panggul atau bokong

Rasa tegang yang timbul sewaktu-waktu di perut bawah

Bengkak di kaki yang menghilang pada pagi hari setelah bangun tidur

c) Pada kehamilan 7 bulan ke atas


-

Pegal dipanggul atau bokong masih terasa

Lebih sering buang air kecil

Mulas-mulas yang timbul tidak beraturan

Bila hal-hal tersebut ditemukan, perlu dijelaskan bahwa itu merupakan


keadaan yang biasa dan normal ditemukan pada ibu hamil.
3) Keadaan patologis
Pertanyaan yang harus diajukan adalah gejala komplikasi obstetrik langsung,
yaitu perdarahan melalui jalan lahir, preeklamsia/eklampsia dan keluarnya cairan

ketuban sebelum waktunya. Keadaan tersebut merupakan ancaman utama untuk


kematian ibu karena merupakan komplikasi tersering dan terberat.
a) Perdarahan melalui jalan lahir
-

Kapan permulaan terjadinya perdarahan dan umur kehamilan berapa

Berapa kali terjadi pendarahan dan jumlah darah yang keluar (dapat
dibandingkan dengan darah haid)

Keluhan lain yang menyertai pendarahan

Perdarahan merupakan tanda bahaya walaupun jumlahnya hanya sedikit.


Perdarahan pada kehamilan muda dapat disebabkan oleh abortus, mola hidatidosa
dan kehamilan ektopik terganggu sedangkan perdarahan pada kehamilan tua
bersifat lebih berbahaya karena seringkali berkaitan dengan kelainan letak
plasenta.
b) Preeklampsia dan eklampsia
-

Gejala yang ditimbulkan antara lain:


Mula-mula timbul bengkak pada kaki yang menetap atau tidak hilang setelah
bangun tidur

Pada keadaan berat, bengkak semakin bertambah disertai sakit kepala, mual,
nyeri ulu hati hingga muntah. Bila semakin berat, penglihatan menjadi kabur,
kesadaran menurun dan kemudian kejang-kejang.

c) Keluar cairan ketuban


-

Hal- hal yang perlu ditanyakan adalah:


Kapan pertama kali keluar cairan ketuban dan berwarna apa

Apakah disertai dengan tanda-tanda persalinan

Warna cairan ketuban normal adalah jernih keputihan. Warna ketuban yang
hijau berarti cairan ketuban tercampur oleh mekonium. Hal ini menandakan
janin dalam keadaan asfiksia.

d) Penyakit lain
-

Gejala-gejala penyakit lain yang perlu ditanyakan adalah:


Sesak nafas dalam melakukan pekerjaan sehari-hari.

Pertanyaan ini mengarah pada kemungkinan penyakit jantung dan diabetes

Penyakit kuning

Riwayat penyakit kronis (malaria, tbc dan lain-lain)

Riwayat penyakit gula dalam keadaan sulit dikontrol dan menyebabkan


penyulit pada persalinan

Penyakit jantung yang berbahaya bagi kehamilan dan persalinan

4) Keadaan non obstetrik yang mempengaruhi kehamilan


Pertanyaan yang diajukan adalah:
-

Kecelakaan yang dialami selama hamil: jatuh, terbakar, dan lain-lain.

Cedera berat yang pernah dialami saat hamil

e. Riwayat obstetrik
Hal-hal yang perlu ditanyakan adalah:
- Berapa kali hamil dan uraian riwayat setiap kehamilan
-

Berapa kali melahirkan, jarak kelahiran dan uraian riwayat setiap persalinan
(penolong, tempat pelayanan dan cara persalinan normal atau tidak)

Berapa kali abortus; kapan, umur kehamilan berapa dan tindakan

Hasil kehamilan : kurang atau lebih bulan, BBLR, lahir mati, bayi lahir tidak
langsung menangis, dan lain-lain

Riwayat kelahiran kembar

Riwayat obstetrik dikatakan buruk jika:


- Gravida > 4
-

Pernah abortus

Pernah mengalami persalinan dengan tindakan (forseps, vakum ekstraksi dan


bedah sesar)

Status bayi yang dilahirkan : lahir mati, bayi besar, BBLR dan

prematur

Riwayat kehamilan ganda

Keadaan- keadaan tersebut diatas merupakan faktor resiko untuk kehamilan


sekarang.

B. Pemeriksaan9
Pemeriksaan meliputi pemeriksaan fisik diagnostik, obstetrik dan diagnostic
penunjang. Pemeriksaan ini merupakan kelanjutan dari anamnesis.

a. Pemeriksaan Fisik Diagnostik


Hal-hal yang diperiksa adalah:
- Barat badan, lingkar lengan atas (LLA) dan tinggi badan
-

Tekanan darah, nadi, frekuensi pernafasan dan suhu tubuh

Adanya cacat tubuh

b. Pemeriksaan Obstetrik
Pemeriksaan obstetrik meliputi pemeriksaan luar dan pemeriksaan panggul
dalam (pelvimetri)
1. Pemeriksaan luar
Pemeriksaan luar dilakukan dengan perabaan perut (cara Leopold I sampai
IV) yang bertujuan untuk memperkirakan:
-

Umur kehamilan

Taksiran berat janin terhadap umur kehamilan

Letak janin

Turunnya bagian terendah janin

Detak jantung janin

2. Pemeriksaan panggul dalam (pelvimetri)


Biasanya dilakukan sekali dalam kehamilan untuk mengetahui panggul
sempit, pintu atas panggul, pintu bawah panggul dan kelainan bentuk panggul.
Biasanya dilakukan pada kehamilan 8 bulan atau lebih.
c. Pemeriksaan Diagnostik Penunjang
-

Pemeriksaan Diagnostik yang penting adalah:


Pemeriksaan Hb : untuk menentukan kadar hemoglobin dan derajat anemia
(bila ada)

Pemeriksaan urin : untuk mengetahui adanya protein dan gula dalam urine

Lain-lain bila diperlukan

C. Diagnosis9
Diagnosis dibuat berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik diagnostik,
obstetrik dan diagnostik penunjang seperti diuraikan diatas. Diagnosis dituliskan
secara singkat.

2.3.6.2. Intervensi dalam Pelayanan Antenatal9


Intervensi dalam pelayanan antenatal adalah perlakuan yang diberikan kepada
ibu hamil setelah dibuat diagnosis kehamilan.
A. Intervensi Dasar9
Intervensi dasar adalah perlakuan yang diberikan kepada semua ibu hamil
yang mendapat pemeriksaan kehamilan, yaitu meliputi pemberian tetanus toksoid,
tablet zat besi, vitamin dan mineral, serta penyuluhan terarah.

B. Intervensi Khusus9
Intervensi khusus adalah perlakuan khusus yang diberikan kepada ibu hamil
sesuai dengan faktor resiko dan kelainan yang ditemukan. Perlakuan tersebut meliputi
tindakan pemantauan ketat atau intensif, pemberian obat, bila perlu dirujuk ke tingkat
pelayanan yang lebih lengkap.

1) Faktor resiko
Faktor resiko adalah keadaan yang tidak secara langsung mengancam jiwa
akan tetapi memperburuk keadaan kesehatan ibu. Faktor resiko pada ibu hamil
meliputi:
-

Umur : terlalu muda yaitu < 20 tahun dan terlalu tua yaitu > 35 tahun

Paritas : paritas 0 dan paritas > 4

Interval : jarak persalinan terakhir dengan awal kehamilan sekurangkurangnya 2 tahun

Tinggi badan : < 145 cm

Lingkar lengan atas: < 23,5 cm

Kelainan bentuk tubuh : kelainan tulang belakang dan kelainan pada panggul

2) Komplikasi Kehamilan
a) Komplikasi obstetrik langsung
- Pendarahan
-

Preeklampsia/eklampsia

Kelainan letak janin

Anak besar, hidramnion dan kehamilan kembar

Ketuban pecah dini

b) Komplikasi obstetrik tidak langsung


-

Penyakit jantung

Hepatitis

Tuberkulosa

Anemia

Malaria

Diabetes Mellitus

3) Komplikasi yang tidak berhubungan dengan obstetrik


Cedera akibat kecelakaan (kendaraan, keracunan, kebakaran dan lain-lain)

C. Penyuluhan Bagi Ibu Hamil9


Penyuluhan bagi ibu hamil sangat diperlukan untuk memberikan pengetahuan
mengenai kehamilan, perubahan yang berkaitan dengan kehamilan, pertumbuhan dan
perkembangan janin dalam rahim, perawatan diri selama kehamilan serta tanda
bahaya yang perlu diawasi.

Tabel 1. Pemeriksaan Antenatal10

2.4. Pemeriksaan Kebidanan pada Antenatal Care11


2.4.1. Inspeksi11
Dilakukan untuk menilai keadaan ada tidaknya Cloasma gravidarum pada muka /
wajah, pucat atau tidak pada selaput mata, dan ada tidaknya edema. Pemeriksaan
selanjutnya adalah pemeriksaan pada leher untuk menilai ada tidaknya pembesaran
kelenjar gondok atau kelenjar limfe. Pemeriksaan dada untuk menilai bentuk buah
dada dan dan pigmentasi puting susu. Pemeriksaan perut untuk menilai apakah perut
membesar ke depan atau kesamping, keadaan pusat, pigmentasi linea alba, serta ada
tidaknya strie gravidarum. Pemeriksaan vulva untuk menilai keadaan perineum, ada
tidaknya tanda chadwick dan adanya flour. Kemudian pemeriksaan ekstremitas untuk
menilai ada tidaknya varises.11
2.4.2. Palpasi11
Dilakukan untuk menentukan besarnya rahim dengan menentukan usia
kehamilan serta menentukan letak anak dalam rahim. Pemeriksaan secara palpasi
dilakukan dengan menggunakan metode leopold, yakni :
a. Leopold I
Leopold I digunakan untuk menentukan usia kehamilan dan bagian apa yang
ada di fundus, dengan cara pemeriksa berdiri sebelah kanan dan ,menghadap kemuka
ibu, kemudian kaki ibu dibengkokkan pada lutut dan lipat paha, lengkukan jari-jari
kedua tangan untuk mengelilingi bagian atas fundus, lalu tentukan apa yang ada
didalam fundus/ bila kepala sifatnya keras, bundar dan melenting.

Gambar 1. Leopold I

b. Leopold II
Leopold II digunakan untuk menentukan letak punggung anak dan letak
bagian kecil pada anak.

Caranya: Letakkan kedua tangan pada sisi uterus, dan tentukan dimanakan
bagian terkecil bayi

Gambar 2. Leopold II

c. Leopold III
Leopold III digunakan untuk menentukan bagian apa yang terdapat dibagian
bawah dan apakah bagian bawah anak sudah atau belum terpegang oleh pintu atas
panggul.
Caranya: Tekan dengan ibu jari dan jari tengah pada salah satu tangan secara
lembut dan masuk kedalam abdomen pasien diatas simpisis pubis.
Kemudian peganglah begian presentasi bayi, lalu bagian apakah yang menjadi
presentasi tersebut.

Gambar 3. Leopold III

d. Leopold IV
Leopold IV digunakan untuk menentukan apa yang menjadi bagian bawah dan
seberapa masuknya bagian bawah tersebut kedalam rongga panggul.

Caranya: Letakkan kedua tangan disis bawah uterus lalu tekan kedalam dan
gerakkan jari-jari kearah rongga panggul, dimanakah tonjolan sefalik dan apakah
bagian presentasi telah masuk .

Gambar 4. Leopold IV

Pemeriksaan ini dilakukan bila kepala masih tinggi, pemeriksaan leopold


lengkap dapat dilakukan bila janin cukup besar, kira-kira bulan ke VI le atas.
2.4.3. Auskultasi11
Dilakukan umumnya dengan stetoskop manoaural untuk mendengarkan bunyi
jantung anak, bising tali pusat, gerakan anak, bisisng rahim, bunyi aorta, serta bising
usus. Bunyi jantung anak dapat didengar pada akhir bulan ke -5, walaupun dengan
ultrasonografi dapat diketahui pada akhir bulan ke 3. bunyi jantung anak dapat
terdengar dikiri dan kanan dibawah tali pusat bila presentasi kepala. Bila terdengar
pada pihak berlawanan dengan bagian kecil, maka anak fleksi dan bila sepihak maka
defleksi.
Dalam keadaan sehat, bunyi jantung antara 120-160 kali permenit. Bunyi
jantung dihitung dengan mendengarkannya selama 1 menit penuh. Bila kurang dari
120 kali per menit atau lebih dari 160 kali per menit. Kemungkinan janin dalam
keadaan gawat janin . selain bunyi jantung anak, dapat didengarkan bising tali pusat
seperti meniup. Kemudian bising rahim seperti bising yang frekuensinya sama seperti
denyut nadi dan bising usus yang sifatnya tidak teratur.

BAB 3
LAPORAN KASUS

1.

Identitas Pasien
Nama
: Ny. Nurmawati
Umur

: 37 tahun

Pekerjaan : Ibu rumah tangga

1.

Alamat

: Padang

M.R.

: 88.36.35

Anamnesis
Keluhan utama :
Seorang pasien wanita umur 37 tahun datang ke poliklinik RSUP Dr. M.
Djamil, Padang tanggal 23 Oktober 2014 jam 12:00 WIB dengan diagnosa
G1P0A0H0 gravid aterm
Riwayat penyakit sekarang :
Nyeri pinggang menjalar keari-ari tidak ada.
Keluar lendir campur darah dari kemaluan tidak ada.
Keluar air-air yang banyak dari kemaluan tidak ada.
Keluar darah yang banyak dari kemaluan tidak ada.
Tidak haid sejak lebih kurang 9 bulan yang lalu.
HPHT : 05-02-2014

TP : 12-11-2014

Gerak anak dirasakan sejak 4 bulan yang lalu


Riwayat hamil muda : mual (-), muntah (-), perdarahan (-)
Antenatal Care : kontrol ke dokter spesialis 2 kali mulai usia kehamilan 3
bulan dan kehamilan 6 bulan. Sebelumnya tidak pernah didapatkan tekanan
darah tinggi.

Riwayat hamil tua : mual (-), muntah(-), perdarahan (-).


Riwayat Menstruasi: menarche: 13 tahun, siklus haid teratur setiap 28 hari,
lamanya 5-7 hari, banyaknya 2- 3 x ganti duk/hari, nyeri (-).
Riwayat penyakit dahulu :
Tidak pernah menderita penyakit jantung, penyakit paru, penyakit ginjal,
penyakit hepar, penyakit diabetes melitus dan alergi.
Tidak ada riwayat tekanan darah tinggi pada kehamilan sebelumnya
Riwayat penyakit keluarga :
Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit keturunan, penyakit
menular dan penyakit kejiwaan.

Riwayat perkawinan

: 1 x tahun 2007

Riwayat kehamilan / abortus / persalinan : 1/0/0


1. Sekarang
Riwayat pemakaian kontrasepsi

: (-)

Riwayat imunisasi

: (-)

Riwayat pendidikan

: SMU

Riwayat pekerjaan

: Ibu rumah tangga

Riwayat kebiasaan

: Merokok (-), Alkohol (-), Narkoba (-)

1.

Pemeriksaan fisik
Keadaan umum

: sedang

Kesadaran

: CMC

Tekanan darah

: 110/70 mmHg

Frekuensi nadi

: 85 x / menit

Frekuensi nafas

: 20 x / menit

Suhu

: 37,20 C

Pemeriksaan sistemik
Mata

: konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik

Telinga

: tidak ditemukan kelainan

Hidung

: tidak ditemukan kelainan

Tenggorokan

: tidak ditemukan kelainan

Leher

: JVP 5 - 2 cmH2O, Kelenjer tiroid tidak membesar

Thorak

: Jantung
Inspeksi

: iktus tidak terlihat

Palpasi

: iktus tampak 2 jari medial LMCS RIC V

Perkusi

: batas jantung dalam batas normal

Auskultasi

: Irama teratur, bising (-)

Paru

Abdomen

Inspeksi

: simetris kiri= kanan

Palpasi

: fremitus kiri=kanan

Perkusi

: sonor

Auskultasi

: vesikuler, rhonki-/-, wheezing -/-

: Status Obstetri

Genitalia

: Status Obstetri

Ekstremitas

: edema -/- , reflek fisiologis +/+ (refleks Patella +/+ normal) ,


reflek patologis -/-, akral hangat

Status obstetri
Abdomen
Inspeksi

: tampak membuncit sesuai usia kehamilan aterm, Linea


mediana hiperpigmentasi, striae gravidarum (+), sikatrik (-).

Palpasi

:
L I : teraba FUT 3 jari BPX, teraba massa besar lunak noduler
L II : teraba tahanan terbesar di sebelah kiri, teraba bagian-bagian
kecil di sebelah kanan
L III : Teraba massa bulat, keras, tidak terfiksir
L IV : Tidak dilakukan
TFU : 35 cm

TBA = 3410 gr

His : ( - )
Perkusi

: Timpani

Auskultasi

: BU (+)/N
BJA 136 -143 kali/menit

Genitalia
Inspeksi

: V/U tenang, PPV (-)

Laboratorium
Lab

: Jumlah urin 200cc (sewaktu)


Parameter

30/9/14

Satuan

Rujukan

Hemoglobin

9,5

Gr%

9,5-15

Leukosit

10.500

/mm3

5.000-10.000

Hematokrit

40

Trombosit

194.000

/mm3

Eritrosit

4,9.106

Jt/mm3

37-43
150.000-400.000
4jt-5jt

Diagnosis
G1P0A0H0 gravid aterm + anemia ringan + primigravida tua + riwayat
infertilitas

BAB 4
DISKUSI

Telah dilaporkan seorang pasien nama Ny. N, usia 37 tahun dengan diagnosis
G1P0A0H0 gravid aterm + anemia ringan + primigravida tua + riwayat infertilitas.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang. Dari anamnesis diketahui pasien datang sendiri untuk kontrol kehamilan.
Sebelumnya pasien rutin kontrol ke dokter spesialis, namun karena dokter spesialis
yang biasa dikunjungi tidak ada di tempat, maka pasien datang ke RSUP M. Djamil
untuk kontorl kehamilan. Dari kontrol kehamilan sebelumnya dengan dokter
spesialis, didapatkan keterangan pasien anemia dengan Hb = 9 gr/dL. Kemudian
pasien mendapatkan tablet Fe dari dokter spesialis untuk menangani anemia. Dari
hasil Lab per tanggal 23 Oktober 2014, didapatkan Hb pasien 9,5 gr/dl, telah
didapatkan peningkatan namun masih anemia ringan.
Dari anamnesis didapatkan ini merupakan kehamilan pertama, dimana pasien
sudah menikah 7 tahun dengan usia 37 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa kehamilan
Ny. N termasuk kehamilan berisiko tinggi dikarenakan usia tua, riwayat infertilitas,
dan juga disertai dengan anemia.
Dari hasil pemeriksaan didapatkan bahwa TFU berada 3 jari bawah procesus
xyphoideus. Hal ini sesuai dengan usia kehamilan ibu yaitu 37-38 minggu. Gerak
anak aktif dirasakan ibu dan denyut jantung janin = 136-143 x/menit. Hal ini
menunjukkan bahwa kondisi janin baik.
Tatalaksana pada pasien ini adalah dengan memperbaiki keadaan umum ibu
agar anemianya teratasi dan juga dilakukan eksplorasi terjadinya penyebab anemia
pada ibu. Penatalaksanaan anemia pada pasien ini dilakukan setelah penyebab anemia
diketahui. Selain itu, diberikan edukasi kepada pasien untuk lebih banyak
mengkonsumsi banyak daging, kacang-kacangan, telur, dan makanan lain yang

banyak mengandung zat besi. Kemudian pasien juga diedukasi mengenai tanda-tanda
awal persalinan, seperti nyeri yang menjalar ke ari-ari, keluar lendir bercampur darah,
air-air yang banyak, dan juga keluar darah yang banyak dar kemaluan. Jika terdapat
tanda-tanda seperti itu, edukasi pasien agar segera datang ke tempat pelayanan
kesehata terdekat.

DAFTAR PUSTAKA

4. Manuaba IBG. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan & Keluarga


Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC.
5. Manuaba IAC, dkk. 2009. Buku Ajar Patologi Obstetri untuk Mahasiswa
Kebidanan. Jakarta: EGC.
6. Manuaba IBG. 1995. Penuntun Diskusi Obstetri dan Ginekologi. Jakarta: EGC.
7. Manuaba IBG. 2004. Penuntun Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi
Edisi 2. Jakarta: EGC.
8. Mufdlilah. 2009b. Panduan Asuhan Kebidanan Ibu Hamil. Jogjakarta :
Nuha Medika
9. Anonim. 2010. Tinjauan Pustaka Pelayanan Dasar Antenatal Care.
Universitas Pembangunan Nasional.
Diunduh
dari
http://www.library.upnvj.ac.id/pdf/4s1kedokteran/207311021/BAB%20II.pdf,
pada tanggal 11 Oktober 2012.
10. Prawirohardjo, Sarwono. 2009. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonatal. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirihardjo.
11. Hidayat, A.Aziz Alimul. 2008. Keterampilan Dasar Praktik Klinik untuk
Kebidanan Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika.