Anda di halaman 1dari 11

PENGANTAR GEMPA DAN DINAMIKA STRUKTUR

OLEH :
SARWO EDHI

MAGISTER TEKNIK SIPIL


UNIVERSITAS SYIAHKUALA BANDA ACEH
2014

PENGANTAR KEGEMPAAN
Gempa merupakan fenomena pelepasan energi akibat aktivitas di kerak bumi yang
menyebabkan gelombang seismik. Ilmu yang mempelajari gempa dan gelombang
yang dihasilkannya disebut seismologi. Bedasarkan penyebabnya, setidaknya ada
lima jenis gempa yaitu :

gempa tektonik,

gempa tumbukan,

gempa runtuhan,

gempa buatan,

gempa vulkanik

Dari lima jenis diatas, yang menjadi perhatian insinyur bangunan cukup pada
gempa jenis tektonik. Hal ini dikarenakan skala akibat yang sangat besar dalam
bangunan. Gempa jenis tektonik bisa terjadi dimana saja di bumi dimana energi
regangan cukup untuk menggerakkan patahan disepanjang lempeng tektonik
bumi. (Ohnaka, M. (2013). The Physics of Rock Failure and Earthquakes.
Cambridge University Press. p. 148. ISBN 9781107355330.)
Lempeng Tektonik
Menurut teori lempeng tektonik, permukaan bumi terpecah menjadi beberapa
lempeng tektonik besar. Lempeng tektonik adalah segmen keras kerak bumi yang
mengapung diatas astenosfer yang cair dan panas. Oleh karena itu, maka lempeng
tektonik ini bebas untuk bergerak dan saling berinteraksi satu sama lain. Daerah
perbatasan lempeng-lempeng tektonik, merupakan tempat-tempat yang memiliki
kondisi tektonik yang aktif, yang menyebabkan gempa bumi, gunung berapi dan
pembentukan dataran tinggi. Teori lempeng tektonik merupakan kombinasi dari
teori sebelumnya yaitu: Teori Pergerakan Benua (Continental Drift) dan

Pemekaran Dasar Samudra (Sea Floor Spreading).

Gbr.1 Struktur lapisan kulit bumi


Lapisan paling atas bumi, yaitu litosfir, merupakan batuan yang relatif dingin dan
bagian paling atas berada pada kondisi padat dan kaku. Di bawah lapisan ini
terdapat batuan yang jauh lebih panas yang disebut mantel. Lapisan ini
sedemikian panasnya sehingga senantiasa dalam keadaan tidak kaku, sehingga
dapat bergerak sesuai dengan proses pendistribusian panas yang kita kenal sebagai
aliran konveksi. Lempeng tektonik yang merupakan bagian dari litosfir padat dan
terapung di atas mantel ikut bergerak satu sama lainnya. Ada tiga kemungkinan
pergerakan satu lempeng tektonik relatif terhadap lempeng lainnya, yaitu apabila
kedua lempeng saling menjauhi (spreading), saling mendekati (collision) dan
saling geser (transform).
Jika dua lempeng bertemu pada suatu sesar, keduanya dapat bergerak saling
menjauhi, saling mendekati atau saling bergeser. Umumnya, gerakan ini
berlangsung lambat dan tidak dapat dirasakan oleh manusia namun terukur
sebesar 0-15 cm pertahun. Kadang-kadang, gerakan lempeng ini macet dan saling
mengunci, sehingga terjadi pengumpulan energi yang berlangsung terus sampai
pada suatu saat batuan pada lempeng tektonik tersebut tidak lagi kuat menahan
gerakan tersebut sehingga terjadi pelepasan mendadak yang kita kenal sebagai

gempa bumi.
Geologis mengetahui gerakan lempeng ketika mereka menemukan serangkaian
gunung berapi di bawah laut. Rantai gunung mati ini bergerak diatas kolom
(plume), sumber magma atau batuan yang meleleh di dalam mantel bumi. Kolom
ini tetap di suatu titik dan satu sama lain membentuk titik api diatas kolom. Titik
api ini membentuk gunung berapi di permukaan. Gunung berapi yang masih aktif
mengindikasi titik api adalah wilayah yang baru dari rangkaian gunung berapi.
Sebagaimana lempeng bergerak, gunung berapi baru terbentuk diatas titik api.
Gunung berakhir semakin tua dan mati seiring lempeng bergerak menjauh.
Ilmuwan menggunakan titik api untuk mengukut kecepatan pergerakan lempeng
relative pada suatu titik tetap. Maka itu mereka menghitung umur gunung yang
mati dan jaraknya dari titik api. Dari nilai ini dapat dihitung seberapa jauh
lem[eng sudah bergerak sejak setiap gunung berapi terbentuk. Saat ini, lempeng
bergerak dengan kecepatan diatas 18,5 cm pertahun dengan rata-rata mendekati 47 cm per tahunnya. Microsoft Encarta 2009. 1993-2008 Microsoft
Corporation. All rights reserved.

Gbr.2 Lempeng bumi

Jenis Patahan (fault)


Dalam ilmu geologi fault diartikan sebagai bidang patah atau terputus
(discontinue) dari lapisan batuan yang mana terjadi pergeseran akibat gerakan
bumi. Batas bidang patahan dinamakan sesar.
Ada 3 jenis sesar yaitu :
1. Sesar Turun
Merupakan patahan yang memunginkan satu blok lapisan batuan bergerak dengan
arah relatif turun terhadap blok lainnya. Ciri dari patahan ini adalah sudut
kemiringan besar hingga mendekati 90 derajat.

Gbr.3 Sesar Turun


2.

Reserve Fault (Sesar Naik)

Merupakan patahan dengan arah yang relatif naik. Ciri dari patahan ini adalah
sudut kemiringan yang relatif kecil yaitu kurang dari 45 derajat.

Gbr.4 Sesar Naik

3.

Strike Fault (Sesar Datar)

Merupakan patahan yang arahnya relatif mendatar ke kiri atau ke kanan. Arah
patahan mendatar ini tidak sepenuhnya seluruh lapisan batuan bergerak dengan
arah mendatar namun sebagian ada yang bergerak dengan arah vertikal. Bila
gerakan patahan ke kanan di sebut sesar geser sinistrial dan bila ke kiri dinamakan
sesar geser dekstral.

Gbr.4 Sesar Datar


Struktur faults terbentuk karena adanya gaya endogen kerak bumi berupa tekanantekanan pada dinding lapisan batuan. Gempa berskala rendah juga sering terjadi
pada zona ini. Di zona patahan ini sering ditemukan fenomena seperti gawir, air
terjun, sungai berpola rektangular dan cebakan minyak/gas.
http://geograph88.blogspot.com/2014/03/jenis-jenis-patahan-fault.html.
Fokus dan Episentrum
Sumber gempa didalam kerak bumi biasa disebut dengan fokus atau
hiposentrum.Sedangkan episentrum merupakan titik di permukaan diatas fokus.
Gelombang Gempa
Selama berlangsungnya gempa, terjadi dua gelombang
1. Gelombang Primer (P)
2. Gelombang Sekunder (S)
Gelombang P dan S merambat dari sepanjang isi bumi dari fokus ke permukaan.
Kecepatannya tergantung konstanta elastis dan kerapatan atau sifat lain dari
medium penjalarannya.
Gelombang pertama kali tiba adalah gelombang P (dalam bentukan tekanan)
dengan kecepatan tinggi dengan kecepatan 7 - 14 km per detik . Disusul

gelombang S berupa gelombang transversal bergerak maju mundur dengan


kecepatan 4 - 7 km per detik atau 60% dari P.
Gempa bumi juga mengandung gelombang permukaan yang menjalar dari
episentrum sepajang permukaan bumi. Dua tipe gelombang ini yaitu, gelombang
Rayleigh dan gelombang Love. Gelombang permukaan juga dapat menimbulkan
kerusakan struktur karena mereka menggoyang tanah dibawah fondasi bangunan
atau struktur lainnya.
Baik gelombang P dan S dapat membantu seismolog untuk menentukan lokasi
fokus dan episentrum dari gempa. Gelombang P dan S bergerak dalam bumi
terjadi pemantulan, pembiasan atau pembengkokan seperti cahaya yang dipantul
atau dibiaskan di gelas.Seismolog menguji pembelokan ini untuk menentukan
lokasi sebenarnya dari gempa.
Diatas permukaan, gelombang Rayleigh menggoyang bebatuan keatas, bawah, kiri
dan kanan dimana arah gelombang menjalar. Gelar melingkar ini seperti
gelombang lautan, menggulung hingga ke tepian pantai. Gelombang love bergerak
secara horizontal dengan tanpa pergerakan vertikal. Rayleigh dan Love selalu
lebih lamban dari P dan sering juga lebih lamban dari S.

Masukan (Input) Gempa Terhadap Struktur


Masukan gempa adalah berupa data gempa yang diperlukan untuk melakukan
desain beberapa tipe analisis tahan gempa. Da lam konteks analisis tahan gempa
dan desain struktur, beberapa data gempa diperlukan tergantung dari keadaan
struktur yang akan dihitung. Data ini disampaikan dalam dua cara berbeda, dalam
bentuk yang tetap dan probabilistik. Input seismik dalam bentuk deterministik
digunakan untuk analisis tetap dan desain struktur, sedangkan dalam bentuk
probabilistik digunakan analisis getaran acak dari struktur akibat gaya gempa,
analisis resiko gempa dan dampak kerusakan struktur untuk gempa ke depan.
Rekaman Riwayat Waktu
Cara yang lazim untuk menggambarkan gerak tanah adalah dengan rekaman
riwayat waktu. Parameternya dipakai yaitu percepatan, kecepatan atau
perpindahan atau ketiganya digabungkan. Analisis dinamik linier riwayat waktu
(time history) sangat cocok digunakan untuk analisis struktur yang tidak beraturan
terhadap pengaruh gempa rencana. Mengingat gerakan tanah akibat gempa di
suatu lokasi sulit diperkirakan dengan tepat, maka sebagai input gempa dapat
didekati dengan gerakan tanah yang disimulasikan
Frekuensi Gerakan Tanah
Respon struktur tergantung pada rasio antara frekuensi alamiah struktur dan
timbul maka diperlukan mengetahui frekuensi gerakan tanah. Jalan terbaik untuk
menghasilkan informasi ini adalah dengan sintesis Fourier riwayat waktu dari
gerakan waktu.

Diasumsikan bahwa riwayat waktu gerakan tanah berulang

sendirinya dengan periode yang sama dengan gerak tanah, hal ini mewakili
jumlah fungsi harmonik.

Peraturan Gempa
Konsekuensi kerusakan gempa tercatat dengan baik, dan dalam usaha
menguranginya akibat yang timbul benar-benar menantang. Prosedur desain
bangunan yang ramah gempa membutuhkan penelitian yang memakan waktu dan
kebanyakan negara peraturan menganut cara yang sama. Tujuan dari peraturan
bangunan untuk mengurangi baik korban jiwa maupun materil pada bangunan
yang didesain.
Peraturan bangunan mengatur standar minimum bahan konstruksi, untuk tipe dan
kepentingan struktur, tipe detail yang diinginkan pada sambungan dan juga
mengindikasikan jumlah deformasi yang diizinkan dibawah kondisi beban
tertentu. Beban alam layaknya angin, salju dan gempa diatur dengan kondisi
maksimum pada periode tertentu dan mengabaikan beban yang memiliki
probabilitas kecil. Misal beban angin yang dipilih dengan periode 100 tahun dan
diasumsikan kecepatan tersebut akan muncul pada periode yang ditentukan.
Begitupula gempa, yang mana dampak dan periodenya berbeda dari satu wilayah
dengan wilayah lain.
Sejarah Awal
Observasi pertama dari dampak kerusakan bangunan selama
gempa raya (termasuk Lisbon 1755) menuntun perlunya otoritas
regulasi bangunan untuk meninggalkan bangunan yang buruk
dan rubuh seketika. Fokus pertama adalah detail bangunan harus
dicek dengan seksama.
Secara garis besar seluruh kode bangunan berpangkal pada
model berikut :

NEHRP (2000) yang disusun oleh Building Safety Council


Amerika Serikat.

UBC (Uniform Building Code)

IBC (International Building Code)

Eurocode 8 (EN 1998 1 -6)

17551926
Pengembangan kode yang pertama kali dilakukan pada periode
ini. Sebagai contoh gempa Lisbon 1755 dilihatkan kekurangan
tipe konstruksi tertentu dan regulasi bangunan didirikan untuk
menentukan detail spesifik bangunan yang aman. Di AS,
performa buruk bangunan batu batu yang tidak diperkuat
menjadi perhatian pada gempa Hayward tahun 1868.
Bedasarkan pengalaman ini dan observasi yang sama di wilayah
California beberapa kode bangunan mulai menulis detail
bangunan yang baik untuk bangunan bata nir-perkuatan.
1927
Edisi pertama UBC diterbitkan di AS dan dianggap sebagai kode
modern pertama. Kode ini ditulis dari pelajar serangkaian gempa
dari gempa 1868 di San Fransisco. Penyebab utama dari
kerusakan didapati akibat gerak goncang lateral dan kerusakan
lebih banyak terjadi pada struktur di atas tanah deposit tanah
lunak. Kode menyatakan bahwa struktur didesain dengan gaya
lateral 10% dari total berat. Gaya lateral dihitung secara
sekaligus setiap lantai dan atap. Untuk kasus bangunan diatas
tanah keras, desain didasarkan pada gaya lateral hanya 3% dari
total berat.
1952
Teori spektrum respon pertama kali dikembangkan oleh Biot
(1943). Baru oleh Professor G.w. Housner dan rakannya di Institut
Teknologi Kalifornia yang memperjuangkan teori ini diterima
sebagai prosedur desain. Tahun 1952 sebuah komite bersama
dibentuk oleh ASCE untuk merumuskan rekomendasi untuk
prosedur dan konsep kedalam kode.

1958
Konsep spektral diadopsi oleh UBC di tahun 1958. Teori spektral menggabungkan
sifat gerak tanah dan sifat dinamis struktur.
Total gaya lateral (sebagai gaya geser dasar) diberikan dengan persamaan :
V = ZKCW
dimana
W adalah total berat struktur
Z adalah koefisien zona bergantung gaya desain tiap wilayah gempa