Anda di halaman 1dari 1

Tik nooot bunyi hp tanda satu pesan masuk, ku buka satu pesan dari

seseorang yang sangat ku kenal Kak minggu ini aku nikah, mohon doa restu nya
ya, siang itu jantung bagai dihantam godam besar. Ya dia adalah wanita yang
selama 6 tahun pernah menemani ku dalam keadaan susah dan senang. Namanya
Sukma keturunan asli bantul jogja namun besar di samarinda, dengan wajah khas
gadis jawa namun dengan logat Kalimantan yang kental.
Perkenalan kami dimulai pada tahun 2008, saat itu aku adalah kakak
tingkatnya di salah satu perguruan tinggi swasta di kota pelajar yogyakrta.
Pertemuan pertama kami pada saat acara ospek mahaiswa baru, dari sekian
banyak peserta yang ada dia adalah satu-satunya yang mencuri perhatian ku di
acara ospek itu. Dengan lagak sebagai panitia acara aku berusaha mencari kontak
no hp nya, dan pucuk dicinta ulam pun tiba akhirnya mendapatkan kontak dan
mulai melakukan pendekatan .
Setelah lama berhubungan melalui sms aku mulai memberanikan diri untuk
mengungkapkan perasaan kepadanya, namun tidak juga mendapatkan kata
sepakat atau komitmen bahwa dia menerima cinta dari ku, ya memang aneh namun
walau tanpa kata sepakat kami menjalani hubungan kasih selama 6 tahun, cukup
lama untuk berhubungan pacaran malah ada kawan yang menyindir masa pacaran
kami sudah cukup untuk mencicil satu unit mobil. Yah cinta memang tidak bisa
ditebak setelah 6 tahun pacaran dan 2 tahun LDR karena selesai kuliah aku harus
kembali ke kampung halaman dan karena satu hal kami sepakat untuk berjalan
sendiri-sendiri.
Namun kabar dia mau menikah sangat mengejutkan ku, tidak ku sangka dia
bisa bangkit lebih cepat dari yang ku perkirakan, tapi terlepas dari itu semua aku
juga ikut bahagia atas pernikahannya dan sepakat untuk tetap terus menjaga tali
silahturahmi diantara kami.