Anda di halaman 1dari 24

ULKUS DEKUBITUS (ICD:L89)

Expected Length of Stay: 10 hari


JENIS AKTIVITAS/TINDAKAN

Assessment/ Penilaian Awal

Investigation/ Pemeriksaan

Treatment Medication

Diet
Penyuluhan
Rujuk/ Konsultasi
Outcome
Rencana Perawatan

HARI 1-2
TANGGAL:

Sindrom Delirium: CAM


Status Fungsional: ADL Barhel
Status Nutrisi: MNA
Status Kognitif: CDT atau AMT atau MMSE
Status Afektif: GDS
Status Penilaian Dekubitus: Norton
EKG, saturasi O2

Pemeriksaan laboratorium: Darah perifer lengkap, hitung jenis, urinalisis lengkap, gula, ur
kreatinin, cek elektrolit, analisa gas darah, albumin serum
Hemotasis lengkap sesuai indikasi
Kultur plus (MOR)
Foto tulang di region yang dengan ulkus decubitus dalam

Antibiotik sistemik bila terdapat decubitus grade 3 atau 4, selulitis, sepsis, atau osteomyeli
Pemilihan sesuai pola kuman setempat sesuai dengan ulkus dekubitus

Perawatan luka dengan menggunakan kassa dan NaCL 2-3 kali sehari atau dressing peraw
komersial yang tersedia sesuai dengan derajat luka decubitus
Berikan oksigen, pasang infus, dan monitor tanda-tanda vital

Antibiotik sistemik bila terdapat selulitis, sepsis, atau osteomyelitis. Klindamisin dan gent
masuk ke dalam jaringan di sekitar usus
Debridement semua jaringan nekrotik untuk membuang sumber bakteremia
Penggunaan kasur decubitus yang berisi udara serta reposisi 4 kali sehari

Perawatan luka dengan menggunakan NaCl 2-3 kali sehari disertai cairan antiseptic seperti povidone iodine a
peroksida lalu berikan antibiotic topical seperti silver sulfadiazine atau gentamisin. Zat pembersih enzimatik seper
dan fibrinolysis bias membantu jaringan nekrotik
Diet sesuai kebutuhan pasien
Edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai perawatan pasien
Rencana rujukan pasien dan keluarga mengenai perawatan pasien
Hemodinamik stabil untuk transfer ke ruang rawat inap
Monitoring kesadaran terpantau, pasien transfer ke ruang rawat inap
Ruang perawatan biasa

HARI 3
TANGGAL:

Tanda Vital

EKG

Berikan oksigen, pasang infus, dan monitor tanda-tanda vital


Antibiotik sistemik bila terdapat selulitis, sepsis, atau osteomyelitis. Klindamisin dan gentamisin dapat masuk

Debridement semua jaringan nekrotik untuk membuang sumber bakteremia


Penggunaan kasur dekubitusyang berisi udara serta reposisi 4 kali sehari

Perawatan luka dengan menggunakan kassa dan NaCl 2-3 kali sehari disertai cairan antiseptik seperti povidon
fibrinolysis bias membantu jaringan nekrotik

Diet makanan lunak atau biasa


Rencana kontrol di poliklinik setelah perawatan
Edukasi konsumsi obat pulang yang diberikan oleh dokter untuk 1 minggu
Konsultasi rehabilitasi medic
Hemodinamik dan perfusi jaringan baik
Ulkus dan luka mengalami perbaikan
Rencana tindak lanjut jelas
Ruang perawatan biasa

INTAKE SULIT (ICD:E44)


Expected Length of Stay: 3 hari
JENIS AKTIVITAS/ TINDAKAN

Assessment/ Penilaian Awal

Investigation/ Pemeriksaan

Treatment Medication

Diet
Penyuluhan
Rujuk/Konsultasi
Outcome

Rencana Perawatan

HARI 1-2

TANGGAL:

Sindrom Delirium: CAM


Status Nyeri: Pain Scale
Status Fungsional: ADL Barhel
Status Kognitif: CDT atau AMT atau MMSE
Status Afektif: GDS
Status Nutrisi: MNA
EKG, saturasiO2

Pemeriksaan laboratorium: Darah perifer lengkap, hitung jenis, urinalisis lengkap, gula darah, albumin, ureum, k
lipid dan elektrolit
Analisa Gas Darah, CRP, Prealbumin, kadar vitamin/mineral, bioelectrical impendance analysis semuanya sesua

Foto rontgen dada


Pemeriksaan evaluasi fungsi menelan sesuai indikasi
Pemeriksaan endoskopi sesuai indikasi
Berikan oksigen, pasang infus, dan monitor tanda-tanda vital
Evaluasi penyebab timbulnya faktor-faktor malnutrisi (social-ekonomi, neuropsikologi, kondisi fisik-medik)

Evaluasi status fungsional yaitu penyiapan proses makanan


Menentukan jumlah energy dan komposisi zat gizi yang diperlukan. Menghitung total energy expenditure (TEE)

Nutrisi enteral diberikan melalui pipa nasogastric, pipa nasoduadenum, pipa nasoileum, atau gastronomi dan mak
cairan
Nutrisi parenteral diberikan dalam keadaan akut atau sakit berat (critical ill) dan dalam bentu cairan parenteral

Diet parenteral atau enteral sesuai keadaan pasien


Jelaskan kepada keluarga dan pasien tentang kondisi pasien, kemungkinan terjadinya komplikasi, rencana terapi selan

THT sesuai indikasi


Gastroenterologi sesuai indikasi
Hemodinamik stabil untuk transfer ke ruang rawat inap, dan monitoring kesadaran terpantau, pasien transfer ke ruang

Ruang Perawatan Biasa

HA

TANG
Tanda vital

EKG

Evaluasi status fungsional yaitu penyiapan proses makanan


Menentukan jumlah energy dan komposisi zat gizi yang diperlukan. Menghitung total energy expenditure (TEE)

Nutrisi enteral diberikan melalui pipa nasogastric, pipa nasoduadenum, pipa nasoileum, atau gastronomi dan mak
Nutrisi parenteral diberikan dalam keadaan akut atau sakit berat (critical ill) dan dalam bentu cairan parenteral

Diet parenteral atau enteral sesuai keadaan pasien


Rencana control di poliklinik setelah perawatan
Edukasi konsumsi obat pulang yang diberikan oleh dokter untuk 1 minggu
Hemodinamik dan perfusi jaringan baik
Intake makanan baik
Rencana tindak lanjut jelas
Ruang Perawatan Biasa

INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) KOMPLIKATA ICD:N390


Expected Length of Stay: 14 hari
JENIS AKTIVITAS/
TINDAKAN

Assessment/ Penilaian
Awal

Investigation/
pemeriksaan

Treatment/ Medikasi
Diet

Penyuluhan
Rujuk/ konsultasi

Outcome

Outcome
Rencana perawatan

ALURAN KEMIH (ISK) KOMPLIKATA ICD:N390


ength of Stay: 14 hari
RAWAT JALAN
HARI 1
TANGGAL:

Status MR lengkap
Pemeriksaan fisik lengkap

Tanda vital

Keluhan mual dan muntah, dysuria, urgensi, frekuensi, nyeri pinggang, nyeri
ketok CVA, nyeri suprapubik, tanda kehamilan, adanya indwelling catheter
Pemeriksaan fisik lengkap
Darah rutin, gula darah, ureum, kreatinin

Urinalisa rutin, kultur urin, jumlah kuman/ml urin, tes resistensi kuman
Nilai adanya pyuria, hematuria
Tes kehamilan
USG ginjal
CT urografi bila ada indikasi

Memberikan O2 mulai 2-4l/menit, disesuaikan dengan kebutuhan saturasi O2

Pemasangan akses vena


Banyak minum bila fungsi ginjal masih baik
Terapi simptomatik

Antibiotika empirik untuk gram negative

Tindakan khusus mungkin dapat dilakukan sesuai dengan factor penyebab


yang mendasari
Sesuai kebutuhan

Edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai kondisi pasien, kemungkinan


terjadinya komplikasi, rencana terapi selanjutnya serta perawatan pasien
-

Demam turun

Nyeri berkurang

Hemodinamik stabil
Penyebab dasar teratasi

Rawat inap

RAWAT INAP
HARI 2
TANGGAL:

Tanda vital
Pemeriksaan fisik lengkap

Melakukan konsultasi ke departemen lain jika ada penyakit penyerta

Memberikan O2 mulai 2-4l/menit, disesuaikan dengan kebutuhan


saturasi O2
Memeriksa alat medic yang terpasang di tubuh pasien (akses intravena,
kateter urin, dll). Nilai diuresis.
Banyak minum bila fungsi ginjal masih baik
Terapi simptomatik
Antibiotika berdasarkan pola kuman maupun berdasarkan tes resistensi
kuman
Tindakan khusus mungkin dapat dilakukan sesuai dengan factor
penyebab yang mendasari
Sesuai kebutuhan
Jelaskan kepada pasien dan keluarga mengenai kondisi pasien,
kemungkinan terjadinya komplikasi, rencana terapi selanjutnya serta
perawatan pasien
Melatih mobilisasi pasif/ aktif sesuai kemampuan pasien secara
bertahap
Pasien dan keluarga memahami rencana tindakan, proses, serta
kemungkinan-kemungkinan yang mungkin terjadi selama perawatan

Pasien mengerti dan dapat bekerjasama selama proses perawatan

Pasien/ keluarga menandatangani inform consent

Rawat inap

RAWAT INAP
HARI 3-5
TANGGAL:

Tanda vital
Pemeriksaan fisik lengkap

Darah rutin, gula darah, ureum, kreatinin


Urinalisis rutin

Memberikan O2 mulai 2-4l/menit, disesuaikan dengan kebutuhan saturasi O2

Memeriksa alat medic yang terpasang di tubuh pasien (akses intravena, kateter urin,
dll). Nilai diuresis.
Banyak minum bila fungsi ginjal masih baik
Terapi simptomatik

Antibiotika berdasarkan pola kuman maupun berdasarkan tes resistensi kuman

Tindakan khusus mungkin dapat dilakukan sesuai dengan factor penyebab yang
mendasari
Sesuai kebutuhan
Jelaskan kepada pasien dan keluarga mengenai kondisi pasien, kemungkinan
terjadinya komplikasi, rencana terapi selanjutnya serta perawatan pasien
Melatih mobilisasi pasif/ aktif sesuai kemampuan pasien secara bertahap
Pasien dan keluarga memahami rencana tindakan, proses, serta kemungkinankemungkinan yang mungkin terjadi selama perawatan

Pasien mengerti dan dapat bekerjasama selama proses perawatan

Rawat inap

RAWAT INAP
HARI 6
TANGGAL:
Tanda vital
Pemeriksaan fisik lengkap

Memberikan O2 mulai 2-4l/menit, disesuaikan dengan kebutuhan


saturasi O2
Memeriksa alat medic yang terpasang di tubuh pasien (akses
intravena, kateter urin, dll). Nilai diuresis.
Banyak minum bila fungsi ginjal masih baik
Terapi simptomatik
Antibiotika berdasarkan pola kuman maupun berdasarkan tes
resistensi kuman

Sesuai kebutuhan
Rencana kepulangan

Rencana control pasien rawat inap

Hemodinamik stabil untuk rawat jalan

Rawat jalan

DENGUE FEVER
DENGUE HEMORRAGIC FEVER
Expected Length of Stay: 6 Hari
RAWAT INAP
HARI KE-1
JENIS AKTIVITAS/
TINDAKAN
TANGGAL:
Status MR lengkap
Assessment/ Penilaian Awal Tanda vital
Darah perifer lengkap, gula darah, tes fungsi hati (albumin,
SGOT, SGPT) ureum, creatinine, elektrolit, gula darah sewaktu
CRP atau Hs-CRP

Investigation/ Pemeriksaan

Tes NS1 (bila awitan demam <3 hari) atau dengue blot IgG,
IgM (bila awitan >5 hari)
Widal, IgM Salmonella, malaria ICT, bila gejala klinis
meragukan
Memberikan O2 mulai 2-4l/menit, disesuaikan dengan
kebutuhan saturasi O2 (pemberian oksigen disesuaikan indikasi
klinis medis)

Pemasangan akses vena


Antipiretik: parasetamol bila demam

Simptomatis: (Ppi, sukralfat, ondansentron, dan lainnya sesuai


indikasi)
Pemberian cairan kristaloid sesuai rumus: 1500 + {20x(BB
dalam kg 20)} atau antara 2000 cc-3000cc/24 jam

Evaluasi Hb dan Ht tiap 12-24 jam

Bila Ht meningkat 10-20% dan trombosit <100.000, jumlah


pemberian cairan tetap sesuai rumus di atas, namun pemantauan Hb
dan Ht dilakukan tiap 12 jam
Bila Ht meningkat >20% dan trombosit <100.000, maka
pemberian cairan sesuai protocol penatalaksanaan dengan
pertimbangan kombinasi koloid gelatin/500-1000cc/24 jam

Treatment/ medikasi
Diet

Penyuluhan
Rujuk/ konsultasi

Bila Ht tetap meningkat, masuk protocol DSS

Lunak
Edukasi
Pengkajian
Komplikasi:
Dengue Shock Syndrome (DDS)
Sepsis
SpPD, Konsultasi Penyakit Tropik dan Infeksi
Tegaknya diagnosis DF/DHF di antaranya memenuhi kriteria:
Demam atau riwayat demam akut, antara 2-7 hari, biasanya
bifasik.

Outcome
Rencana perawatan

Terdapat minimal satu dari manifestasi perdarahan

Trombositopenia (jumlah trombosit <100.000/ml)

Terdapat minimal satu tanda-tanda plasma leakage (kebocoran


plasma)
Rawat inap

RAWAT INAP
HARI KE-2
TANGGAL:

Tanda vital
Darah perifer lengkap, tes fungsi hati

Memberikan O2 mulai 2-4l/menit, disesuaikan dengan


kebutuhan saturasi O2 (pemberian oksigen disesuaikan indikasi
klinis medis)
Memeriksa alat medic yang terpasang di tubuh pasien (akses
intravena, kateter urin, dll) nilai diuresis.
Antipiretik: parasetamol bila demam

Simptomatis

Medikamentosa suportif lainnya dilanjutkan

Pemberian cairan kristaloid sesuai rumus: 1500 + {20x(BB


dalam kg 20)} atau antara 2000 cc-3000cc/24 jam

Evaluasi Hb dan Ht tiap 12-24 jam

Bila Ht meningkat 10-20% dan trombosit <100.000, jumlah


pemberian cairan tetap sesuai rumus di atas, namun pemantauan
Hb dan Ht dilakukan tiap 12 jam

Bila Ht meningkat >20% dan trombosit <100.000, maka


pemberian cairan sesuai protocol penatalaksanaan dengan
pertimbangan kombinasi koloid gelatin/500-1000cc/24 jam
Bila Ht tetap meningkat, masuk protocol DSS

Lunak

Edukasi
SpPD, Konsultasi Penyakit Tropik dan Infeksi

Demam turun

Hemodinamik stabil

Monitoring tanda-tanda perdarahan

Cegah komplikasi

Rawat inap

RAWAT INAP
HARI KE 3-5
TANGGAL:

Tanda vital
Darah perifer lengkap, tes fungsi hati

Tes degue blot ulang bila diperlukan

Memberikan O2 mulai 2-4l/menit, disesuaikan dengan kebutuhan


saturasi O2 (pemberian oksigen disesuaikan indikasi klinis medis)
Memeriksa alat medic yang terpasang di tubuh pasien (akses
intravena, kateter urin, dll) nilai diuresis.
Antipiretik: parasetamol bila demam

Simptomatis

Medikamentosa suportif lainnya dilanjutkan

Pemberian cairan kristaloid sesuai rumus: 1500 + {20x(BB dalam


kg 20)} atau antara 2000 cc-3000cc/24 jam

Evaluasi Hb dan Ht tiap 12-24 jam

Bila Ht meningkat 10-20% dan trombosit <100.000, jumlah


pemberian cairan tetap sesuai rumus di atas, namun pemantauan Hb
dan Ht dilakukan tiap 12 jam

Bila Ht meningkat >20% dan trombosit <100.000, maka pemberian


cairan sesuai protocol penatalaksanaan dengan pertimbangan kombinasi
koloid gelatin/500-1000cc/24 jam
Bila Ht tetap meningkat, masuk protocol DSS
Hitung hari awitan demam, klinis dan laboratorium pasien. Bila
fase kritis sudah terlewati cairan diturunkan sesuai perhitungan
kebutuhan dasar/ maintenance
Bertahap ke diet biasa

Edukasi
SpPD, Konsultasi Penyakit Tropik dan Infeksi

Demam turun

Hemodinamik stabil

Monitoring tanda-tanda perdarahan

Cegah komplikasi

Pengkajian resiko infeksi nosokomial


Rawat inap

RAWAT INAP
HARI KE 6-8
TANGGAL:

Tanda vital
Darah perifer lengkap, fungsi hati serial bila diperlukan

Memberikan O2 mulai 2-4l/menit, disesuaikan dengan kebutuhan saturasi O2


(pemberian oksigen disesuaikan indikasi klinis medis)
Memeriksa alat medic yang terpasang di tubuh pasien (akses intravena, kateter
urin, dll) nilai diuresis.
Antipiretik: parasetamol bila demam

Simptomatis

Hitung hari awitan demam, klinis dan laboratorium pasien. Bila fase kritis
sudah terlewati cairan diturunkan sesuai perhitungan kebutuhan dasar/ maintenance

Diet biasa
Rencana kepulangan
Rencana control post rawat inap

SpPD, Konsultasi Penyakit Tropik dan Infeksi

Kesadaran baik

Demam tidak ada

Intake baik

Rawat jalan