Anda di halaman 1dari 4

Oleh : Habib Jindan bin Novel Jindan

Syeikh (itu) ada yang benar ada juga yang palsu, begitu juga para murid, ada mur
id yang benar benar murid ada juga murid yang palsu, maka tanyakan kepada diri k
ita,..benarkah kita seorang Thalabul Ilmi (penuntut ilmu-red),..pantas menyandan
g sebutan sebagai seorang murid?
Lihat teladan AlHabib Muhammad AlHaddar, beliau guru dari AlHabib Umar bin Hafid
h juga guru dari AlHabib Zain bin Sumaith, ketika masih menuntut ilmu di Rubath
Tarim ia selalu menghabiskan setiap malamnya bergadang menuntut ilmu, hingga jik
a kantuk datang maka beliau membasahkan dirinya dengan air hingga hilang kantukn
ya, bahkan sekali waktu beliau naik ke atap rumahnya untuk menghilangkan kantukn
ya dan berkata kepada dirinya Kalau aku jatuh maka aku mati . Beliau pun tidak mau
ada hal yang menganggunya dalam menuntut ilmu, diceritakan jika datang surat dar
i keluarganya maka beliau tidak membukanya dan disimpan terus seperti itu hingga
selesai masa belajar baru dibuka, disitu di surat diterangkan si fulan wafat, s
i fulan lahir, si fulan menikah dlsbnya, beliau berbuat seperti ini saking takdh
imnya dalam menuntut ilmu.
Simak juga bagaimana AlHabib Abdullah bin Abdurrahman bin Syaikh Abubakar bin Sa
lim ketika sampai di Tarim, hari pertama sampai di tempat menuntut ilmu langsung
sibuk belajar, zaman dahulu jika seseorang pergi belajar maka membawa kasurnya
sendiri, beliau tidak pernah sempat membuka kasurnya, beliau selalu tertidur dal
am posisi terduduk lalu bangun subuh dan lanjut lagi esok malamnya dengan keadaa
n yang sama hal ini pun dilakukan terus menerus hingga 4 tahun, hingga beliau ti
dak tahu siapa teman di sebelah kamarnya.
AlHabib Abdullah Umar Asy-Syatiri dimana beliau adalah guru dari semua ulama ter
kenal dizamannya, berkata Tidak pantas menyebut diri sebagai penuntut ilmu kalau
tidak solat tahajud , bahkan belum bisa dikatakan belajar Fiqih jika belum hafal Z
ubad dan Nahwu jika belum hafal Alfiah. Perbedaan kita dengan mereka bukan seper
ti langit dengan bumi, tetapi seperti langit dengan sumur.
Ketahuilah bahwa sebelum seorang menuntut ilmu maka harus di seleksi dulu, jika
dilihat oleh guru si murid belum bersih hatinya maka akan dibersihkan dulu hatin
ya atau pada akhlaknya atau pada kualitas ibadahnya hingga jika sudah bersih dan
layak yang akan masuk adalah hanya cahaya ilmu.
Diceritakan datang seorang ke Imam Abdurrahman Al Masyhur ingin menuntut ilmu, s
ebelum belajar sang Imam menyuruh dulu si calon murid untuk membeli ikan asin ba
sah di pasar, yang disuruh bukan orang sembarangan, seorang anak ulama besar, ti
dak pernah sekalipun pergi ke pasar, maka si anak tadi meminta wadah untuk dibaw
a, berkata sang imam masukkan ikan asin tersebut ke lengan bajumu dan bawa kemar
i ,sampai dipasar ramai orang kedatangan anak seorang ulama besar belanja dipasar,
berkata si anak Saya disuruh guru saya untuk membeli ikan asin basah dan dimasuk
kan ke lengan baju , setelah sampai dihadapan sang imam maka berkata Tadi aku mengu
jimu karena aku melihat ada kesombongan dalam hatimu dan sekarang kesombongan it
u sudah hilang .
Lihat Sayyidina Abdullah bin Abbas berkata Saat mencari ilmu agama saya terhinaka
n orang, susah, capek namun ketika saya sudah di cari orang saya di hormati oran
g walaupun tidak bertujuan mencari pujian orang.
Satu saat Sayyidina Zaid bin Tsabit datang ke pemakaman ibunya Sayyidina Abdulla
h bin Abbas, maka berdiri ia menyambut Zaid bin Tsabit, sahabat Rasulullah yang
sedang naik keledai dan menuntunnya, sementara dizaman itu perbuatan seperti ini
adalah perbuatan seorang budak, maka berkata Zaid bin Tsabit Wahai sepupu Nabi l
epaskan , berkata Abdullah bin Abbas Beginilah kita diperintahkan untuk memperlakuk
an para ulama kita , maka turunlah zaid dari keledainya dan mencium tangan Abdulla
h bin Abbas sambil berkata Beginilah kita memperlakukan Ahlulbait Nabi SAW .

Seseorang kalau gak mau susah gak bakal sampai ke tempat yang tinggi, berkata Al
Habib Abubakar Al Adni Siapa yang takut dengan tantangan tidak akan sampai ke tem
pat yang tinggi, hakikat yang mahal ada di tempat yang tinggi, buah jika berduri
akan menjadi mahal, siapa yang tidak mau menyelam ke dasar lautan tidak akan me
ndapat mutiara, tidak akan mendapat hadiah anugerah tersebut dan lemah terhadap
hal tersebut
Zaman dulu ada seorang bernama Abdul Jalil, ia bersungguh sungguh mencari syaikh
, datang ke satu kampung dan ditunjuki oleh orang orang kampung untuk pergi bert
emu seorang syaikh yang sudah terkenal di kampung tersebut, namun tanpa diketahu
i ternyata syaikh tersebut seorang penipu! syaikh palsu ini punya teman teman n wa
ktu sendiri untuk mabuk mabukan, maka datang Abdul Jalil mengetuk pintu ditanya s
iapa engkau? Aku Abdul Jalil kebetulan si syaikh palsu ini lagi nunggu temen mabokn
ya namanya sama Abdul Jalil juga, maka ketika di buka pintu kaget si syaikh pals
u kedoknya terbongkar, Abdul Jalil melihat syaikh palsu sedang mabuk dikelilingi
botol botol minuman, melihat itu ia bersungkur sujud Syaikh tolong bimbing aku k
e jalan Allah ternyata yang datang seorang polos, maka disurulah Abdul Jalil dipe
rbudak menjaga kebun, terus ia bekerja dan beribadah dengan kesungguhan tanpa ta
hu bahwa sang syaikh adalah syaikh palsu penipu, ketika itu di lain tempat sedan
g berlangsung pertemuan para wali sedang mencari kandidat, bertanya para wali Sia
pa yang akan dijadikan pengganti wali yang wafat? maka berkata seorang wali Ada se
orang yang pantas tetapi sungguh kasihan karena ia berguru kepada orang yang sal
ah..berguru kepada seorang syaikh palsu , maka diangkatlah Abdul Jalil berkat kesu
ngguhannya menjadi seorang wali .ia datang dengan kesungguhan maka ada guru lain y
ang akan peduli, maka hati hatilah jangan tertipu dengan hal semacam ini yang ak
an membuat iman kita bangkrut!.
Diceritakan seorang datang ke Imam Ahmad bin Hambal ingin menjadi murid mempelaj
ari ilmu Hadist, maka malamnya disiapkan ember oleh Imam barangkali si calon mur
id ingin shalat tahajjud, esok subuh Imam Ahmad menghampirinya dan mendapatkan c
alon murid baru bangun sementara air di ember masih penuh, Kenapa embermu masih p
enuh? engkau tidak shalat Tahajjud? calon murid berkata tidak, maka berkata Imam
Ahmad Jika belum tahajjud belum pantes belajar hadist . Harus diperbaiki dulu menta
l orang tersebut, tuntut ilmu untuk diamalkan bukan sekadar diriwayatkan.
Jangan dekat dengan orang besar tetapi gak ambil manfaat!.
Satu saat pergi Sayyidina Isa bin Maryam bersama seorang membawa bekal roti gand
um yang jumlahnya sesuai dengan lamanya perjalanan, ketika ingin dimakan maka di
dapati berkurang roti gandum 1 buah.
Sayyidina Isa bertanya siapa yang mengambil roti, orang itu berkata aku tidak ta
hu. Lanjut perjalanan diajak oleh Sayyidina Isa berjalan menyeberangi air, berja
lan di air dan berkata Ini mukjizat kamu percaya? Iya , maka ditanya Siapa yang meng
ambil roti gandumnya , orang tersebut bilang Aku tidak tahu .
Maka berjalan lagi mereka melintasi kuburan, Sayyidina Isa menghidupkan orang ma
ti dan berkata Ini mukjizat kamu percaya? Iya , maka ditanya Siapa yang mengambil ro
ti gandumnya orang tersebut bilang Aku tidak tahu .
Berjalan lagi hingga menjumpai gundukan tanah, Sayyidina Isa pun merubah tanah t
ersebut menjadi emas dan berkata Kita bagi 3 bagian, 1 untukku 1 untukmu dan 1 la
gi untuk yang mengambil roti gandum mendengar itu orang tersebut baru mengaku maka
Sayyidina Isa berkata Ambil semua termasuk bagian saya, tetapi jangan temani saya
lagi dia rela ketinggalan Sayyidina Isa dan memilih dunia!.
Dia gak mikir bagaimana memindahkan tumpukan emas sedemikian banyak. Lalu datang
lah 2 perampok, karena takut maka sepakat untuk membagi emas tersebut dengan mal
ing, lihat keadaan orang yang cinta dunia dan tidak bisa menjaga adab, dalam ses

aat Allah rubah barisannya bergabung menjadi bagian dari para penyamun.
Maka pergi salah seorang dari mereka membeli makanan dan mempunyai niat jahat da
n keserakahan, maka diracun makanan tadi, sementara 2 orang yang menunggu juga b
erpikiran sama Daripada dibagi 3, lebih baik kita bagi berdua, kita bunuh saja! . S
aat kembali dari pasar maka dibunuhlah orang tadi dan sebelum membagi emas merek
a makan makanan yang sudah di beri racun..mati semuanya tak tersisa! beberapa lama
lewatlah Sayyidina Isa dengan murid muridnya melihat gundukan emas beserta 3 ti
ga mayat dan berkata Itulah dunia akhirnya akan seperti itu! itulah yang tidak bisa
menjaga adab terhadap guru!.
Diceritakan bahwa Imam Hasan AsSyadzili kedatangan seorang yang ingin belajar il
mu kimia merubah benda menjadi emas, ilmu ini sudah lama punah, Imam mengiyakan
dengan syarat setiap batal wudhu harus melakukan shalat sunnah, setahun kemudian
ketika sedang menimba air terasa berat dan didapati air tersebut berubah menjad
i emas!.Karena sudah istiqomah untuk berwudhu shalat sunnah maka dituang lagi, d
i tarik lagi didapati emas lagi dibuang lagi terus hingga kembali menjadi air Ini yan
g saya mau! .
Murid tadi menemui Imam AsSyadzili meminta dikembalikan seperti semula, maka ber
kata sang Imam Cukuplah dirimu pun sudah mejadi emas hingga hatimu pun menjadi emas
! Berkat keberkahan dekat kepada orang mulia, bagi murid emas dan tanah adalah sama
!
Lihat Cinta Habib Munzir kepada gurunya yaitu AlHabib Umar bin Hafidh begitu besar
hingga kalau di suruh lompat terjun pun beliau akan lompat, bagi Habib Munzir k
alau Habib Umar menyuruh melakukan A ya harus A bukan a kecil tapi A besar, saya
buka sedikit ,dulu ketika Habib Munzir sering memajang fotonya dan Habib Umar di
jalan jalan, Habib Umar berkata kepada saya untuk menyampaikan jika pada kedatan
gan kita berikutnya jangan tempel foto di jalan umum, sekedar pengumuman tanpa f
oto, biarkan itu milik para orang politik, berlaku hingga sekarang ..ini penyeraha
n seratus persen terhadap gurunya, seperti mayat dihadapan gurunya.
Dulu di awal perjalanan dakwah, Habib Munzir sering keluar kota berhari hari hin
gga banyak problem berupa sakit, tumpukan hutang dll, maka datang surat dari Hab
ib Umar melarang keluar kota dan perintah rinci lainnya tidak boleh begini, haru
s begini dlsbnya, tdk boleh pinjem sama siapapun banyak perintah berat dengan ad
anya surat tersebut, saya tahu isi surat tersebut karena bacanya bareng di kamar
saya Habib Munzir syok dengan keadaan tersebut, sampai berkata Kalau ane tahu hati
Habib Umar akan seperti ini, ane gak mau jadi ulama mending jadi tukang sate! .
Sayyidina Umar bin Khattab pernah berkata Andaikata aku tidak pernah dilahirkan k
e dunia, andaikata ibuku mandul, andaikata aku dilahirkan sebagai seekor kambing
maka akan lebih ringan hanya makan minum gemuk disembelih maka selesai, tidak har
us memikul tanggung jawab besar dihadapan Allah.
Saya bilang Ya munzir mau bagaimanapun berat dan ringannya, Habib Umar guru kita, kit
a gak faham saat ini tetapi ke depan bakal faham ..ternyata betul! urusan jadi beres
, hutang selesai, dakwah hingga jadi seperti sekarang dlsbnya, klo bukan karena
surat Habib Umar gak bakal seperti ini dan semua itu pun butuh pengorbanan, mau
makan pun susah karena sudah gak boleh pinjam, terkadang ke majelis naik taksi,
kadang saya yang jemput, berkat taat dan kepatuhan lambangnya bukan banyaknya ma
ssa dlsbnya tetapi dengan ridhonya Habib Umar terhadap beliau simaklah bait bait
syairnya, beliau Habib munzir lakukan dengan penuh pengorbanan,..intinya jangan
pernah melepaskan diri dari syaikh dalam keadaan apapun.
Belasan tahun lalu, pernah satu saat, Habib Umar bercerita kepada saya ada seora
ng murid Habib Umar, seorang teman kami berdakwah di Jazirah Arab, sukses memili
ki banyak jamaah, selesai majelis ditunggu banyak mobil jamaah yang minta dinaik
inya macam macam fasilitas .tetapi ia lupa dan berkata bahwa semua ini adalah hasil

dari jerih payahnya, dari keringatnya, bukan hasil dari gurunya, menisbatkan kesuk
sesan kepada dirinya lupa kepada gurunya yaitu Habib Umar, maka ketika ia melepa
s diri dari Habib Umar maka hilanglah sudah semua hal yang dianggap miliknya..ti
dak ada lagi macam macam fasilitas yang menunggunya mobil mobil muridnya hanya ber
lalu begitu saja tidak memperdulikan hanya sekedar Oh ada ustad maka celaka orang ya
ng dekat dengan syaikh tapi tidak beradab! .semoga kita menjadi murid yang menbang
gakan guru dan juga menjadi kebanggaan guru kita Aamiin.
Allahuma soli ala sayidina muhammad nabiyil umiy wa alihi wa shobihi wa salim