Anda di halaman 1dari 3

xzNama

: Rahmat Febriansyah
NPM : 155300027

Universitas Respati Indonesia


LAPORAN PENDAHULUAN
KETIDAKBERDAYAAN
A. Masalah Utama : Ketidak berdayaan
B. Proses Terjadinya Masalah
1. Pengertian
Persepsi individu bahwa tindakannya sendiri tidak akan mempengaruhi hasil
secara bermakna; suatu kurang kontrol terhadap situasi tertentu atau kejadian baru
yang dirasakan (Townsend, 1998).
Kondisi ketika individu atau kelompok merasakan kurangnya kontrol personal
terhadap sejumlah kejadian atau situasi tertentu yang mempengaruhi pandangan,
tujuan dan gaya hidup (Carpenito, 2009).
Ketidakberdayaan adalah perasaan yang dialami semua orang dalam derajat
yang berbeda pada situasi yang berlainan.
Stephenson (1979) dalam Carpenito (2009) menggambarkan dua jenis ketidakberdayaan, yaitu;
a. Ketidakberdayaan situasional
Ketidakberdayaan yang muncul pada sebuah peristiwa spesifik dan mungkin
berlangsung singkat.
b. Ketidakberdayaan dasar (trait powerlessness)
Ketidakberdayaan yang bersifat menyebar, mempengaruhi pandangan, tujuan,
gaya hidup, dan hubungan.
Secara klinis, diagnosis keperawatan ketidakberdayaan mungkin lebih
bermanfaat jika digunakan untuk menggambarkan individu yang mengalami
ketidakberdayaan dasar dibandingkan ketidakberdayaan situasional.
2. Tanda dan Gejala
Batasan karakteristik (Carpenito, 2009)
a. Mayor (harus ada):
Memperlihatkan atau menutupi (marah, apatis) ekspresi ketidakpuasan atas
ketidakmampuan mengontrol situasi (mis., pekerjaan, penyakit, prognosis,
perawatan, tingkat penyembuhan) yang mengganggu pandangan, tujuan, dan
gaya hidup.
b. Minor (mungkin ada):
1) Apatis dan pasif.

2)
3)
4)
5)

Ansietas dan depresi.


Marah dan perilaku kekerasan.
Perilaku buruk dan kebergantungan yang tidak memuaskan orang lain.
Gelisahan dan cenderung menarik diri.

Tanda dan gejala (batasan karakteristik) (Townsend, 1998):


a. Ekspresi verbal dari tidak adanya kontrol atau pengaruh atau situasi, hasil atau
perawatan diri.
b. Tidak berpartisipasi dalam perawatan atau pengambilan keputusan saat
c.
d.
e.
f.

kesempatan diberikan.
Mengekspresikan keragu-raguan yang berkenaan dengan pelaksanaan peran.
Segan mengekspresikan perasaan sebenarnya, takut diasingkan dari pengasuh.
Apatis dan pasif
Ketergantungan pada orang lain yang dapat menghasilkan lekas tersinggung,
kebencian, marah, dan rasa bersalah.

3. Etiologi
a. Kemungkinan etiologi:
1) Disfungi proses berduka.
2) Kurangnya umpan balik positif.
3) Umpan balik negatif yang konsisten.

4. Pohon Masalah
Disfungi proses berduka.
Kurangnya umpan balik positif.
Umpan balik negatif yang konsisten.

Core Problem

Ketidakberdayaan

Harga Diri Rendah


5. Rencana Keperawatan
Terlampir

6. Daftar Pustaka
Carpenito, L.J. 2009. Diagnosis Keperawatan: Aplikasi Pada Praktik Klinis. Ed.9.
Jakarta: EGC.
Townsend, M.C. 1998. Buku Saku Diagnosa Keperawatan pada Keperawatan
Psikiatri. Ed.3. Jakarta: EGC.
Angreni. 2010. Askep Gangguan Alam Perasaan Depresi. Diambil dari
http://anggreniniluhputu.blogspot.com/2010/12/askep-gangguan-alam-perasaandepresi.html pada 02 Desember 2012.