Anda di halaman 1dari 2

Drama Tari Calonarang dalam Artction#3

Agustinus Sri Pandu, Mala Nurindah Sari


Sabtu (22/10), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari Bali Universitas Gadjah Mada
mempersembahkan sebuah acara yang bernama Artction#3 yang bertempat di Taman Budaya
Yogyakarta. Pengunjung disambut dengan suasana tempat yang bernuansa Bali. Berbeda dari
Artction sebelumnya, acara tahun ini sekaligus memperingati hari ulang tahun unit tari bali
yang ke 23. Acara ini diisi tidak hanya penampilan tarian bali, tetapi mereka juga bekerja
sama dengan Swagayugama dan UKJGS Universitas Gadjah Mada.
Tujuan dari diselenggarakan acara Artction#3 ini untuk mengembangkan kesenian
budaya Bali juga meningkatkan apresiasi seni tari bali baik dikalangan mahasiswa, maupun
masyarakat sekitar Yogyakarta, dan juga berusaha untuk mengembangkan kemampuan soft
skill para anggota baik dalam bidang artistik maupun bidang keproduksian. Guna mencapai
tujuan tersebut UKM tari bali dibantu oleh beberapa pihak yaitu asrama bali, ISI Yogyakarta,
penata tari, penata musik, pembuat naskah dan lain-lain.
Acara Artction ini dimeriahkan oleh berbagai macam tari bali seperti : tari Sekar jagat,
tari Barong, tari Cilinaya, dan masih banyak lagi. Puncak acara yang ditunggu-tunggu oleh
para penonton adalah tampilan sendra tari yang mengangkat tema tentang cerita Calonarang.
Diceritakan bahwa Calonarang adalah seorang janda penguasa ilmu hitam memiliki sebuah
buku yang berisi ilmu-ilmu sihir dan sering merusak hasil panen para petani serta
menyebabkan datangnya penyakit. Ia mempunyai seorang puteri bernama Ratna Manggali,
yang meskipun cantik, tidak dapat mendapatkan seorang suami karena orang-orang takut
pada ibunya. Raja Erlangga yang mengetahui hal tersebut kemudian meminta bantuan
penasehatnya, Empu Baradah untuk mengatasi masalah ini. Empu Baradah lalu mengirimkan
seorang muridnya bernama Empu Bahula untuk dinikahkan kepada Ratna. Keduanya
menikah besar-besaran dengan pesta yang berlangsung tujuh hari tujuh malam, dan keadaan
pun kembali normal.
Acara ini sukses menggaet sekitar 300 penonton untuk menikmati pementasan
tersebut. Respon positif pun dilontarkan salah satu penonton Acara nya keren, walaupun
durasi nya lama banget tapi penarinya pada hebat bisa nari sampai selama itu terus ga
berhenti. Ceritanya juga kan kayak ada horor-horornya tapi mereka bisa berani ngambil dan
ngangkat tema ini, saya jadi salut atas kerja panitianya. Harapannya sih bisa lebih suskes dan
lebih sering sering lagi supaya kita bisa lebih mengenal tari bali kayak apa. (Tasha, Sipil

2014). Harapannya acara ini dapat mengubah cara pandang masyarakat yang memandang
budaya Bali hanya dikenal dengan hal- hal yang mistis.