Anda di halaman 1dari 3

ANALISIS KEPUTUSAN

PENDAHULUAN
Analisis keputusan akan bermanfaat dalam menghadapi masalah. Dengan kata lain masalah
membutuhkan analisis keputusan karena masalah memiliki sifat:
(1)Unik
(2) Tak pasti
(3) Jangka panjang
(4) Komplek
Mengkaji masalah pengambilan keputusan secara sistematik maka secara deskriftif urutannya
adalah sbb:
(1) Melihat bagaimana situasi lingkungan yang melingkupi persoalan pengambilan keputusan
yang di buat manusia.
(2) Bagaimana kemampuan manusia untuk menyelesaikan persoalan.
(3) Instuisi
(4) Penilaian keputusan
(5) Lingkungan
Pengambil keputusan selalu dihadapkan dengan lingkungan yang penuh ketidakpastian,
kompleks dan dinamis. Pada umumnya, manusia akan bereaksi menghadapai lingkungan
(ketidakpastian, dinamis dan kompleks) dalam bentuk kecemasan dan kebingungan. Reaksi
tersebut adalah wajar.
kemampuan manusia. Dalam menghadapi lingkungan dengan kecemasan dan kebingungan,
manusia memiliki alat yang dapat dimanfaatkan guna mengatasinya dengan:
(1)Kecerdasan
(2) Persepsi
(3)Falsafah
FOMALISASI ANALISIS KEPUTUSAN
Analisis keputusan bukanlah suatu prosedur yang mujarab, dalam pengertian ia dapat
mengubah keadaan lingkungan. Manusia dalam memecahkan masalah memerlukan alat
yang melekat pada dirinya, yaitu: kecerdasan, persepesi dan falsafah.
Dengan kecerdasan dan kemampuan yang dimiliknya, manusia mendapatkan beberapa
alternatif dalam mengambil suatu keputusan. Alternatif tersebut haruslah dijabarkan secara
kuantitatif bukan penjabaran secara umum.
Terkait dengan hal tersebut maka dalalm memcahkan masalah dibutuhkan informasi yang
dapat kita kategorikan dalam dua bentuk:
(1) Penetapan nilai kemungkinan dan
(2) peyusunan model Penetapan Nilai kemungkinan
Pernyataan nilai kemungkinan merupakan suatu state of mind , suatu cara untuk
menggambarkan ketidakpastian seseorang dalam menghadapi suatu kejadian atau variabelvariabel. Pada dasarnya setiap orang dapat berpikir secara probabilistik meskipun
membutuhkan seseorang yang lebih ahli untuk itu. Analisis keputusan dapat melakukan
penjajagan dan menjabarkan implikasi dari ketidakpastian secara efektif.
Penyusunan Model
Penyusunan model kepurusan merupakan suatu cara untuk menggambarkan hubunganhubungan logis yang mendasari persoalan keputusan ke dalam suatu model matematis yang
mencerminkan hubungan yang terjadi diantara faktor yang terlibat.

Analisa keputusan terdiri atas teori-teori, proses-proses, metoda analitik untuk pengambilan
keputusan yang menyebabkan ketidakpastian, dinamika, dan asepk multicriteria dari
keputusan. Metoda decision analysis antara lain:
Konsep Decision Tree
Mengubah data menjadi pohon keputusan (decision tree) dan aturan-aturan keputusan (rule)
Contoh pemakaian Decision Tree
1. Diagnosa penyakit tertentu, seperti hipertensi, kanker, stroke dan lain-lain.
2. Pemilihan produk seperti rumah, kendaraan, komputer dan lain-lain
3. Pemilihan pegawai teladan sesuai dengan kriteria tertentu
4. Deteksi gangguan pada komputer atau jaringan komputer seperti Deteksi Entrusi,
deteksi virus (Trojan dan varians)
Tipe Simpul Pada Tree
Tree mempunyai 3 tipe simpul yaitu:
1. Simpul akar dimana tidak ada masukan edge dan 0 atau lebih keluaran edge (tepi),
2. Simpul internal, masing-masing 1 masukan edge dan 2 atau lebih edge keluaran,
3. Simpul daun atau simpul akhir, masing-masing 1 masukan edge dan tidak ada edge
keluaran.
Analytic Hierarchy Process
Analytic Hierarchy Process (AHP) merupakan suatu model pendekatan yang memberikan
kesempatan bagi setiap individu atau kelompok untuk membangun gagasan-gagasan atau ideide dan mendefinisikan persoalan-persoalan yang ada dengan cara membuat asumsi-asumsi
dan selanjutnya mendapatkan pemecahan yang diinginkannya.
Di bawah ini beberapa keuntungan AHP (2) :
AHP memberikan satu model yang mudah dimengerti, luwes untuk macam-macam
persoalan yang tidak terstruktur.
AHP mencerminkan cara berpikir alami untuk memilah-milah elemen-elemen dari satu
sistem ke dalam berbagai tingkat berlainan dan mengelompokkan unsur yang serupa dalam
setiap tingkat.
AHP memberikan suatu skala pengukuran dan memberikan metoda untuk menetapkan
prioritas.
AHP memberikan penilaian terhadap konsistensi logis dari pertimbangan-pertimbangan
yang digunakan dalam menentukan prioritas.
AHP menuntun ke suatu pandangan menyeluruh terhadap alternatif-alternatif yang muncul
untuk persoalan yang dihadapi
Terdapat empat tahap digunakan untuk menyelesaikan sebuah masalah dengan metodologi
AHP (3) :
Membangun penyajian hirarki dari permasalahan. Posisi puncak dari hirarki merupakan
sasaran atau goal yang akan dicapai, sedangkan keputusan alterntif-alternatif berada di paling
bawah dari hirarki tersebut.
Menghasilkan nilai-nilai perbandingkan dari elemen-elemen yang ada di hierarki tersebut.
Tahap ini memerlukan analis (pengambil keputusan) untuk membuat perbandinganperbandingan dari elemen-elemen dari setiap level terhadap level yang lebih tingginya. Skala
yang dipergunakan AHP untuk membandingkan dua elemen, misalkan A dan B, terhadap
sebuah atribut U, yaitu:
1- A mempunyai kepentingan yang sama dengan B terhadap U
3- A mempunyai lebih kepentingan sedikit dibandingkan B terhadap U

5- A mempunyai lebih kepentingan dibandingkan B terhadap U


7- A mempunyai lebih banyak kepentingan dibandingkan B terhadap U
9- A mendominasi kepentingan daripada B terhadap U
2, 4, 6, 8 merupakan nilai yang berada di antaranya
Melakukan perhitungan melalui metoda eigenvalue (pendekatan matematika yang
digunakan AHP (4) ) untuk menentukan prioritas-prioritas relatif dari setiap elemen di setiap
level hierarki.
Menampilkan urutan-urutan prioritas dari seluruh alternatif solusi penyelesaian masalah
terhadap goal yang hendak dicapai.

Sumber :
http://rjuliando.blogspot.co.id/2011/10/analisis-keputusan.html