Anda di halaman 1dari 2

Nilai pengukuran dari variable output, berdasarkan nilai yang diberikan oleh desain

sistem ini sama dengan yang ditunjukkan oleh hasil yang ditunjukkan di Tabel VII.
Hal ini menunjukkan kredibilitas dari sistem pengontrolan untuk pencampuran liquid
yang menggunakan sistem kontrol fuzzy.
A. Pembahasan Grafik Simulasi
Sistem ini disimulasikan pada rentang variabel input yang diberikan. Nilainya adalah
: volume = 48 erada pada daerah 3 pada rentang 40-60, viskositas= 15 berada
pada daerah 1 dari rentang 20, dan hasil seleksinya berada pada 27 di daerah 2
yang memiliki rentang 20-40. Sebanyak delapan aturan berlaku untuk simulasi
MATLAB ini berdasarkan kepada skema rentang.
Pada model desain, motor pemutar cepat, kecepatan dari motor penggiling dan
jumlah pemanasan/ pendinginan bergantung kepada nilai viskositas yang
disyaratkan.
Waktu rotasi, penggilingan, pemanasan/pendinginan bergantung kepada variabel
input produk yang terpilih. Hasil simulasi dan pengukuran berdasar kepada skema
yang terikat.
Gambar 16 (c) mendukung tampak desain dan menunjukkan bahwa kecepatan
penggilingan berbanding terbalik dengan viskositas dan tidak bergantung kepada
volume.
Gambar 16 (d) menunjukkan bahwa waktu penggilingan berbanding lurus terhadap
rentan volume dan tidak bergantung kepada viskositas.
Tampak dari desain operasional adalah nilai temperatur yang berbanding terbalik
terhadap viskositas dan tidak berdasarkan volume yang didukung (16 e).
Gambar 16 (f) menjelaskan waktu pemanasan atau pendinginan yang didasari oleh
jumlah volume dan tidak bergantung kepada nilai viskositas pada daerah tertentu.
Gambar 16 (g) menunjukkan tampak desain dimana nilai hasil yang diperoleh
berbanding lurus dengan viskositas pada daerah tertentu.
Gambar 16 (h) menunjukkan proporsi jumlah yang dibutuhkan dimana waktu
terbukanya valves berbanding lurus dengan jumlah/volume yang dan tidak
bergantung kepada viskositas untuk rentang desain ini.
VI. Kesimpulan dan Pekerjaan Masa Depan
Model desain dari pencampura n liquid dengan system fuzz, hasilnya sangat
bergantung kepada hasil pada saat simulasi. Sistem ini dapat diperluas berdasarkan
system control untuk mengatasi masalah yang ada atau untuk mengatasi performa
yang baik tanpa memperhitungkan waktu control. Sistem ini lebih baik

dibandingkan system lain dikarenakan menyediakan control manajemen waktu


yang tidak kompleks.
Pendekatan desain algoritma membuat sistem ini efisien dan dibawah control
waktu. Desain dan simulasi ini akan membuka banyak pembahasan pada bidang
simuasi dan system control desain. Model kontrol waktu Fuzzy ini membutuhkan
pengembangan menggunakan teknologi mikro-elektronik berbasis FPGA untuk
aplikasi industri yang lebih besar. Pengerjaan dalam pengembangannya perlu
dipertimbangkan dan di masa depan nanti akan membantu dalam mendesain
kondisi dari control waktu fuzzy yang akan memeiliki ciri tersendiri, dan
teerdistribusi pada lingkungan menggunakan konsep multi-agen.