Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN KEMAJUAN II PROGRAM KERJA PERORANGAN

MAHASISWA K KN UNIB PERIODE 79


DI DESA KAYU MANIS KECAMATAN SELUPU REJANG
KABUPATEN REJANG LEBONG

OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN RUMAH


DENGAN TANAMAN PRODUKTIF

OLEH
DARA MAULINA
E1D013024

UNIVERSITAS BENGKULU
AGUSTUS 2016

LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN KEMAJUAN II PROGRAM KERJA PEORORANGAN KKN UNIB
PERIODE 79

Judul kegiatan
Bidang kegiatan
Kelompok sasaran
Lokasi kegiatan
Lembaga mitra
Pelaksana kegiatan
NPM
No hp/email
Waktu pelaksanaan
Biaya yang digunakan
Sumber biaya

: Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan Rumah


:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

dengan Tanaman Produktif


Bidang Perekonomian dan Produksi
Masyarakat Umum
Desa Kayu Manis
Pemerintah Desa
Dara Maulina
E1D013024
085267718290/maulinadara26@gmail.com
1 s.d 25 Agustus 2016
Rp 50.000,00
Dana Pribadi

Kayu Manis, Juli 2016


Menyetujui
Dosen Pembimbing Lapangan

Koordinator Pelaksana

I Nyoman Candra, M.Sc

Dara Maulina

NIP. 198307292006041001

NPM. E1D013024
Mengetahui
Kepala Desa

Mulyono

TAHAPAN KEGIATAN DAN HASIL YANG DIPEROLEH


Latar belakang program ini adalah keadaan hampir setiap rumah memiliki lahan

pekarangan yang tidak optimal penggunaannya. Dengan latar belakang profesi masyarakat
desa Kayu Manis yang

sebagian besar adalah petani tanaman tahunan

maka untuk

memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari, masyarakat harus membeli bahan makanan dari
luar desa. Sehingga kiranya tepat apabila lahan pekarangan tersebut dikelola dengan baik
melalui penanaman tanaman produktif yang mampu memberikan hasil yang bermanfaat bagi
rumah tangga dan sebagai wujud mendukung ketahanan pangan.
Pertemuan I
o

Tahapan Kegiatan
Pada pertemuan pertama, dilaksanakan sosialisasi program dengan mengumpulkan warga
Desa Kayu Manis di balai desa pada 27 Juli 2016. Sosialisasi program ini bertujuan untuk
menyatukan pemikiran warga desa terhadap program yang telah direncanakan dan mengkonsep
bersama program tersebut. Hasil yang diharapkan dari berjalannya program ini adalah

rumah tangga mampu memenuhi minimal sebagian dari kebutuhan makanan rumah
tangga tersebut dari hasil produksi tanaman yang dibudidayakan diperkarangan. Potensi
lahan pekarangan tidak terbuang sia-sia namun dapat memberikan keuntungan. Program
optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan yang dilakukan dengan penganekaragaman tanaman
telah dilaksanakan dalam beberapa tahapan awal. Tahap awal yang telah dilaksanakan adalah
melakukan sosialisasi program kepada masyarat yang bertujuan agar masyarakat mengetahui dan
membangkitkan kesadaran akan potensi lahan pekarangan, sehingga masyarakat yang
bersangkutan menerima dan bersedia untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan program.
Setelah itu, tahap selanjutnya adalah pengenalan teknik budidaya beberapa tanaman.
Tanaman yang ditanam memiliki keanekaragaman yang dikombinasikan sesuai dengan kebutuhan
rumah tangga. Penjelasan mengenai teknik budidaya tanaman antara lain adalah teknik budidaya
kangkung, bayam, sayur-sayuran lain secara umum dan tanaman toga. Melalui penjelasan
tersebut, masyarakat binaan mampu mempraktekkan teknik budidaya tanaman pekarangan dengan
lebih baik.
Untuk bibit pertanaman yang akan digunakan, telah diajukan permohonan bibit kepada
Dinas Pertanian Kabupaten Rejang Lebong dan saat ini masih menunggu konfirmasi dari pihak
tersebut. Tahap selanjutnya yang telah dilakukan adalah penyiapan media tanam berupa rak-rak
untuk tempat polybag tanaman dan tempat pembibitan.

Hasil yang diperoleh

Usaha pekarangan jika dikelola secara intensif sesuai dengan potensi pekarangan,
di samping dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga, juga dapat memberikan
sumbangan pendapatan bagi keluarga dalam artian memperkuat ketahanan pangan. Dari
hasil penelitian Bahan Ketahanan Pangan dan Penyukuhan pertanian, secara umum
pekarangan dapat memberikan sumbangan pendapatan keluarga antara7% sampai dengan
45%.

Hasilnya warga desa sangat setuju dengan program tersebut, sehingga program tersebut

dapat langsung dilanjutkan ke tahap realisasi.


Pertemuan II

o Tahapan Kegiatan
Tahapan kegiatan yang dilakukan adalah persiapan media tanam dan bibit. Salah
satu strategi untuk mendapatkan media tanam yang cocok dengan tanaman yang kita
tanam yaitu dengan memasukkan bahan organik pada media tanam. Meskipun memiliki
unsur hara yang relatif lebih rendah dibandingkan pupuk anorganik, pupuk organik
memiliki unsur hara lengkap dan kaya akan mikro organisme pengurai yang berfungsi
menguraikan unsur hara. Sedangkan bibit tanaman yang diperoleh adalah bibit siap tanam
bermacam-macam sayuran yang disumbangkan oleh warga. Bibit tersebut antara lain bibit
sawi manis, bibit sawi pahit, bibit daun bawang, bibit terong, bibit tomat, bibit buncis dan
bibit bayam.
o Hasil yang diperoleh
Hasil yang diperoleh dari pertemuan II ini adalah terciptanya media tanam yang siap
ditanami. Media tanam yang dibuat menggunakan polybag sebagai wadah tanah. Polybag diisi dengan
tanah dan dicampur pupuk kandang sebagai pupuk dasar.
Pertemuan III

o Tahapan Kegiatan
Tahapan kegiatan yang dilakukan adalah penanaman. Bibit yang tersedia antara
lain bibit sawi manis, bibit sawi pahit, bibit daun bawang, bibit terong, bibit tomat, bibit
buncis dan bibit bayam. Bibit-bibit tersebut ditanam langsung ke dalam media tanam
yang telah disiapkan sebelumnya
o Hasil yang diperoleh
Hasil yang diperoleh dari pertemuan II ini adalah bibit sudah ditanam di dalam polybag dan
disiram. Sehingga melalui hal ini, dapat menjadi percontohan bagi warga sekitar.

Pertemuan IV

o Tahapan Kegiatan
Tahapan kegiatan yang dilakukan adalah pemeliharaan tanaman dan pengenalan
pestisida nabati.

Beberapa hal yang harus dilakukan pada tahap pembesaran dan

pemeliharaan tanaman penyiraman, penyiangan gulma dan pengendalian hama


menggunakan pestisida nabati. Penggunaan pesitisida nabati bertujuan agar sayuran yang
dihasilkan aman dari cemaran bahan kimia berbahaya seperti pestisida yang dapat
mengganggu kesehatan keluarga. Terdapat 2 jenis pestisida nabati yang dikenalkan pada
pertemuan ini yaitu pestisida nabati yang terbuat dari daun pepaya dan pestisida nabati
yang terbuat dari bawang putih.
o Hasil yang diperoleh
Hasil yang diperoleh dari pertemuan III ini kelompok binaan memahami teknis sederhana
pemeliharaan tanaman dan mulai mengenal pestisida nabati. Untuk selanjutnya diharapkan dapat
diterapkan terhadap tanaman pekarangan masing-masing rumah tangga.

Pertemuan V

o Tahapan Kegiatan
Tahapan kegiatan yang dilakukan adalah pemupukan tanaman. Pupuk susulan
dapat berupa pupuk organik cair yang telah tersedia di toko-toko sarana pertanian atau
dengan cara membuat sendiri. .
o Hasil yang diperoleh
Hasil yang diperoleh dari pertemuan III ini kelompok binaan memahami teknis
sederhana pemeliharaan tanaman dan mulai mengenal pestisida nabati. Untuk selanjutnya
diharapkan dapat diterapkan terhadap tanaman pekarangan masing-masing rumah tangga.

KENDALA YANG DIHADAPI DAN PEMECAHANNYA


Kendala yang dihadapi dalam melaksanakan setiap pertemuan adalah kesulitan untuk
menemukan waktu yang tepat untuk melakukan pertemuan dengan kelompok binaan. Hal ini diatasi
dengan membuat kesepakatan bersama kelompok jauh sebelum pelaksanaan pertemuan.

LAPORAN PENGGUNAAN ANGGARAN


Penggunaan anggaran saat ini mencapai Rp15.000,00 yakni digunakan untuk konsumsi
masyarakat yang mengikuti sosialisai program dan penjelasan teknik budidaya. Sementara untuk
pengadaan peralatan dan media tanam diperoleh dari masyarakat dengan bebas.
Tabel 1. Rencana Penggunaan Dana
No
1.

Uraian
Roti
Total

Jumlah
satuan

Harga
satuan (Rp)

Total
Dana (Rp)

15 bks

Rp500,00

Rp15.000,00

Sumber Dana
Mahasiswa

Rp15.000,00

TAHAPAN RENCANA BERIKUTNYA


Tahap pelaksanaan berikutnya adalah penjelasan mengenai pemanenan. Untuk hal
pemanenan hanya dilakukan penjelasan secara lisan. Materi ini tidak dapat dilakukan dengan praktek
karena umur tanaman belum mencukupi sehingga hanya disampaikan secara lisan.

LAM PI R AN

Foto Kegiatan

Gambar 1. Sosialisasi dan penjelasan konsep optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan

Gambar 2. Persiapan media tanam

Gambar 3. Penanaman bibit

Gambar 4. Penjelasan teknik pemeliharaan tanaman dan pengenalan pestisida nabati

Gambar 5. Pemupukan tanaman