Anda di halaman 1dari 32

MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

(MECHANIC OF FLUID REPORT)


DOSEN PENGAMPU :
FITRIANTI, S.T., M.T.
OLEH :
MUHAMMAD FADHIL
153210198
KELAS :
IIIA

PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN


(DEPARTMENT OF PETROLEUM ENGINEERING)
FAKULTAS TEKNIK
(ENGINERING FACULTY)
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
T.A. 2016/2017

KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Penulis panjatkan pula kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini meskipun jauh dari kesempurnaan.
Pembuatan makalah ini diharapkan dapat menjadi salah satu wadah pembelajaran
dalam menimbah ilmu, utamanya dalam mata kuliah Mekanika Fluida.
Selanjutnya kami banyak mengucapkan terimakasih kepada Fitrianti, S.T., M.T. sebagai
dosen pemangku mata kuliah Mekanika Fluida dan juga kepada rekan-rekan semuanya yang
telah berpartisipasi dalam penyelesaian makalah ini baik secara langsung maupun secara
tidak langsung.
Pada kesempatan ini kami menyadari bahwa makalah yang kami buat ini jauh dari
sempurna, maka kami membuka diri untuk menerima kritik dan saran yang berguna untuk
perbaikan dalam makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan dalam
proses pembelajaran Mekanika Fluida

Pekanbaru, 02 Januari 2017

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..........................................................................................i
DAFTAR ISI........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................1
A. Latar Belakang...........................................................................................1
B. Rumusan Masalah.....................................................................................1
C. Tujuan........................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN.....................................................................................2
A. Hukum Termodinamika
1. Pengertian Termodinamika..................................................................2
2. Prinsip Termodinamika........................................................................2
3. Hukum-Hukum Termodinamika..........................................................2
4. Kesetimbangan Termodinamika..........................................................5
5. Konsep Dasar Termodinamika............................................................5
1

B. Hukum Archimedes...................................................................................6
1. Bunyi Hukum Archimedes..................................................................6
2. Penerapan Hukum Archimedes...........................................................7
C. Tekanan Hidrostatis...................................................................................9
1. Pengertian Tekanan Hidrostatis...........................................................9
D. Hukum Pascal............................................................................................10
1. Pengertian Hukum Pascal....................................................................10
2. Persamaan Hukum Pascal....................................................................11
3. Simulasi Hukum..................................................................................12
4. Penerapan Hukum Pascal....................................................................14
E. Persamaan Kontinuitas..............................................................................14
1. Pengertian Persamaan Kontinuitas......................................................14
2. Kesimpulan Persamaan Kontinuitas....................................................16
F. Hukum Bernoulli.......................................................................................16
1. Pengertian Hukum Bernoulli...............................................................16
2. Prinsip Bernoulli..................................................................................16
3. Penerapan Hukum Bernoulli...............................................................18
G. Daftar Pustaka...........................................................................................29
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berbagai macam permasalahan di industri termasuk industri migas, harus bisa
diselesaikan oleh seorang engineer. Keberhasilan pemecahan permasalahan oleh seorang
engineer, tidak lepas dari perannya dulu menjadi mahasiswa, yang mahasiswa tersebut
mempelajari berbagai macam displin ilmu termasuk ilmu mekanika fluida, dengan mekanika
fluida seorang engineer mampu mempelajari masalah di industri migas yang berkaitan
dengan fluida(minyak, gas dan air) baik dibidang reservoir, pemboran, produksi maupun
digeothermal. Maka dengan ini disusunlah makalah yang berfungsi untuk memberi
pengetahuan tentang ilmu mekanika fluida bagi seorang calon engineer termasuk penulis.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah
sebagai berikut :
1. Bagaimanakah hukum termodinamika?
2. Bagaimanakah hukum archimedes?
3. Bagaimanakah tekanan hidrostatis?
4. Bagaimanakah hukum pascal?
5. Bagaimanakah persamaan kontinuitas?
6. Bagaimanakah hukum bernoulli?
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai
berikut.
3

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Menjelaskan hukum termodinamika


Menjelaskan hukum archimedes
Menjelaskan tekanan hidrostatis
Menjelaskan hukum pascal
Menjelaskan persamaan kontinuitas
Menjelaskan hukum bernoulli

BAB II
PEMBAHASAN

A.

TERMODINAMIKA

1.

PENGERTIAN TERMODINAMIKA
Termodinamika berasal dari bahasa Yunani dimana Thermos yang artinya panas

dan Dynamic yang

artinya

perubahan.

Termodinamika

merupakan

ilmu

yang

menggambarkan usaha untuk mengubah kalor (perpindahan energi yang disebabkan


perbedaan suhu) menjadi energi serta sifat-sifat pendukungnya. Termodinamika berhubungan
erat dengan fisika energi, panas, kerja, entropi dan kespontanan proses. Termodinamika juga
berhubungan dengan mekanika statik. Cabang ilmu fisika ini mempelajari pertukaran energi
dalam bentuk kalor dan kerja, sistem pembatas dan lingkungan. Aplikasi dan penerapan
termodinamika dapat terjadi pada tubuh manusia, peristiwa meniup kopi panas, perkakas
elektronik, Refrigerator, mobil, pembangkit listrik dan industri.
2.

PRINSIP TERMODINAMIKA
Prinsip termodinamika sebenarnya adalah hal alami yang terjadi dalam kehidupan

sehari-hari. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, termodinamika


direkayasa sedemikian rupa sehingga menjadi bentuk mekanisme yang dapat membantu
manusia dalam kegiatannya. Aplikasi termodinamika yang begitu luas dimungkinkan karena
perkembangan ilmu termodinamika sejak abad 17. Pengembangan ilmu termodinamika
dimulai dengan pendekatan makroskopik yaitu perilaku umum partikel zat yang menjadi
media pembawa energi.
2

3.

HUKUM HUKUM TERMODINAMIKA


Termodinamika

memiliki

hukum-hukum

pendukungnya.

Hukum-hukum

ini

menjelaskan bagaimana dan apa saja konsep yang harus diperhatikan. Seperti peristiwa
perpindahan panas dan kerja pada proses termodinamika. Sejak perumusannya, hukumhukum ini telah menjadi hukum penting dalam dunia fisika yang berhubungan dengan
termodinamika. Penerapan hukum-hukum ini juga diperlukan dalam berbagai bidang seperti
bidang ilmu lingkungan, otomotif, ilmu pangan, ilmu kimaia dan lain-lain. Berikut hukumhukum termodinamika :
Hukum I termodinamika (Kekekalan Energi dalam Sistem)
Energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. Manusia hanya dapat mengubah
bentuk energi dari bentuk energi satu ke energi lainnya. Dalam termodinamika, apabila
sesuatu diberikan kalor, maka kalor tersebut akan berguna untukusaha luar dan mengubah
energi dalam.
Bunyi Hukum I Termodinamika untuk setiap proses apabila kalor Q diberikan kepada
sistem dan sistem melakukan usaha W, maka akan terjadi perubahan energi dalam U = Q
W.
Dimana U menunjukkan sifat dari sebuah sistem, sedangkan W dan Q tidak. W dan Q
bukan fungsi Variabel keadaan, tetapi termasuk dalam proses termodinamika yang dapat
merubah keadaan. U merupakan fungsi variabel keadaan (P,V,T,n).
W bertanda positif jika sistem melakukan usaha terhadap lingkungan dan negatif jika
menerima usaha lingkungan.

HUKUM TERMODINAMIKA 1

Q bertanda positif jika sistem menerima kalor dari lingkungan dan negatif jika melepas kalor
pada lingkungan.
3

Perubahan energi dari sebuah sistem hanya tergantung pada transfer panas ke dalam sistem
dan kerja yang dilakukan oleh sistem dan tidak bergantung pada proses yang terjadi. Pada
hukum ini tidak ada petunjuk adanya arah perubahan dan batasan-batasan lain.

Hukum II termodinamika (Arah reaksi sistem dan batasan)


Hukum kedua ini membatasi perubahan energi mana yang dapat terjadi dan yang tidak.
Pembatasan ini dinyatakan dengan berbagi cara, yaitu :
Hukum II termodinamika dalam menyatakan aliran kalorKalor mengalir secara spontan dari
benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah dan tidak mengalir secara spontan dalam
arah kebalikannya.
Hukum II termodinamika dalam pernyataan tentang mesin kalor
Tidak mungkin membuat suatu mesin kalor yang bekerja dalam suatu siklus yang sematamata menyerap kalor dari sebuah reservoir dan mengubah seluruhnya menjadi usaha luar.
Hukum II termodinamika dalam pernyataan entropi (besaran termodinamika yang
menyertai perubhan setiap keadaan dari awal sampai akhir sistem dan menyatakan
ketidakteraturan suatu sistem)
Total entropi semesta tidak berubah ketika proses reversibel terjadi dan bertambah ketika
proses irreversible terjadi
Hukum III termodinamika
Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur nol absolut. Hukum ini
menyatakan bahwa pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut (temperatur
Kelvin) semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai
minimum.hukum ini jugga menyatakn bahwa entropi benda berstruktur kristal sempurna pada
temperatur nol absolut bernilai nol.
4

4.

KESETIMBANGAN TERMODINAMIKA
Sebuah benda dapat dikatakan dalam keadaan kesetimbangan termodinamika bila nilai

dari besaran keadaan makroskopiknya tidak lagi berubah dalam jangka waktu yang lama.
Termodinamika hanya akan meninjau besaran dalam keadaan sistem yang setimbang.
Termodinamika tidak meninjau bagaimana proses perubahan sistem mencapai kondisi
kesetimbangan termodinamika, karena itu tidak ada variabel waktu dalam realisasi-realisasi
termodinamika.
Tetapi, dalam keadaan nyata, kesetimbangan termodinamika adalah hal yang mustahil
terjadi. Hal ini dikarenakan sebuah benda tidak akan lepas dari interaksinya dengan
lingkungan yang mempengaruhi keadaan benda sehingga perubahan dapat terjadi begitu
cepat. Pengecualian jika kondisi benda mendekati kesetimbangan termodinamika, realisasi
termodinamika dapat ditrerapkan. Sebagai contoh hukum radiasi benda hitam dapat
diterapkan pada matahari dan bintang walau tidak benar-benar dalam keadaan setimbang.
Sehingga analisa spektrum gelombang dapat dilakukan.
a). Kesetimbangan Termal
Pencapaian kesetimbangan termal terjadi apabila dalam kondisi adanya kemungkinan
interaksi antara partikel kedua sistem, tidak ada total perpindahan energi panas antara
keduanya (tidak ada lagiperubahan makro). Relasi kesetimbangan termal adalah suatu
relasiekuivalensi sehingga dapat dikelompokkan benda-benda yang berada dalam keadaan
setimbang termal dan memiliki parameter. Fakta ini dikenal sebagai hukum ke nol
termodinamika. Benda yang mencapai kesetimbangan termal satu sama lainnya,diartikan
memiliki temperatur yang sama. Termodinamika ke nol ini menjelaskan adanya besaran
temperatur. Besaran temperatur tidak bergantung pada nilai partikel.
Walaupun sebuah benda tidak secara keseluruhan berada dalam kesetimbangan termal,
bagian-bagian dari benda tersebut mungkin berada dalam keadaan kesetimbangan termal
lokal.
b). Kesetimbangan Mekanik
Jika didalam sebuah sistem terdapat kesetimbangan sedemikian sehingga tidak terjadi
perubahan (makro) volume sistem dan lingkungan maka dapat dikatakan bahwa sistem dan
5

lingkungan berada dalam keadaan kesetimbangan mekanik. Pada kondisi ini, sistem dan
lingkungan akan memiliki nilai tekanan P yang sama.

c). Kesetimbangan Jumlah Partikel


Sebuah sistem akan dikatakan setimbang jumlah partikelnya jika partikel yang keluar
masuk sistem dalam jumlah yang sama, maka terdapat kesetimbangan jumlah partikel antara
sistem dan lingkungan. Ketika itu antara sistem dan lingkungan akan memiliki tekanan yang
sama.
5.

KONSEP DASAR TERMODINAMIKA


Pembagian dalam termodinamika mengarah kepada pembagian dunia menjadi sistem

yang dibatasi oleh kenyataan atau keidealan batasannya. Sistem yang tidak termasuk dalam
pertimbangan digolongkan sebagai lingkungan. Dan pembagian yang sistem menjadi
subsistem menjadi sistem sangat mungkin terjadi, atau bisa jadi pembentukan sistem yang
lebih besar. Biasanya sistem ini bisa diuraikan menjadi beberapa parameter. Dari prinsipprinsip dasar termodinamika secara umum bisa diturunkan hubungan antara kuantitas misal,
koefisian ekspansi, kompresibilitas, panas jenis, transformasi panas dan koefisien elektrik
terutama sifat-sifat yang dipengaruhi temperatur.

B.

HUKUM ARCHIMEDES

1.

BUNYI HUKUM ARCHIMEDES.


Hukum Archimedes adalah sebuah hukum tentang prinsip pengapungan diatas benda

cair yang ditemukan oleh Archimedes, seorang ilmuwan Yunani yang juga merupakan
penemu pompa spiral untuk menaikan air yang dikenal dengan istilah Sekrup Archimede.
Hukum Archimedes berhubungan dengan gaya berat dan gaya ke atas suatu
benda jika dimasukan kedalam air. Berikut ini adalah bunyi hukum Archimedes yang sangat
terkenal itu.
Bunyi Hukum Archimedes
Suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhya kedalam zat
cair akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat
6

zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut

Rumus Hukum Archimedes

Keterangan:
FA =

Gaya keatas yang dialami benda (N)

a=

Massa

Jenis

FA = a x

Va=

Volume

air

Va x g

g = Percepatan Gravitasi (m/det2)

zat
yang

cair

(kg/m3)

terdesak

(m3)

Berdasarkan bunyi dan rumus hukum Archimede diatas, suatu benda yang akan terapung,
tenggelam atau melayang didalam zat cair tergantung pada gaya berat dan gaya keatas. Maka
dari itu, berdasarkan hukum diatas, terciptalah 3 hukum turunan dari Hukum Archimedes
Yang Berbunyi:

1. Benda akan terapung jika massa jenis benda yang dimasukan kedalam air lebih kecil dari
massa jenis zat cairnya
2. Benda akan melayang jika massa jenis benda yang dimasukan kedalam air sama dengan
massa jenis zat cairnya
3. Benda akan tenggelam jika massa jenis benda yang dimasukan kedalam air lebih besar dari
pada massa jenis zat cairnya.
2.

PENERAPAN HUKUM ARCHIMEDES


7

a). Teknologi perkapalan seperti Kapal laut dan kapal Selam


Teknologi perkapalan merupakan contoh hasil aplikasi atau penerapan hukum
Archimedes yang paling sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kapan laut terbuat
dari besi atau kayu yang di buat berongga dibagian tengahnya. Rongga pada bagian tengah
kapal laut ini bertujuan agar volume air laut yang dipindahkan badan kapal besar. Aplikasi
ini bedasarkan bunyi hukum Archimedes dimana gaya apung suatu benda sebanding dengan
banyaknya air yang dipindahkan. Dengan menggunakan prinsip tersebut maka kapal laut bisa
terapung dan tidak tenggelam.
Berbeda dengan kapal selam yang memang di kehendaki untuk bisa tenggelam di air
dan juga mengapung di udara. Untuk itu pada bagian tertentu dari kapal selam di persiapkan
sebuah rongga yang dapat menampung sejumlah air laut yang bisa di isi dan di buang sesuai
kebutuhan. Saat ingin menyelam, rongga tersebut di isi dengan air laut sehingga berat kapal
selam bertambah. Sedangkan saat ingin mengapung, air laut dalam rongga tersebut di
keluarkan sehingga bobot kapal selam menjadi ringan dan mampu melayang di permukaan.
b). Alat pengukur massa jenis (Hidrometer)
Hidrometer adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur massa jenis zat cair.
Hidrometer merupakan contoh penerapan hukum Archimedes dalam kehidupan sehari-hari
yang paling sederhana. Cara kerja hidrometer merupakan realisasi bunyi hukum archimede,
dimana suatu benda yang dimasukan kedalam zat cair sebagian atau keseluruhan akan
mengalami gaya keatas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan.Jika
hidrometer dicelupkan ke dalam zat cair, sebagian alat tersebut akan tenggelam. Makin besar
massa jenis zat cair, Makin sedikit bagian hidrometer yang tenggelam. Seberapa banyak air
yang dipindahkan oleh hidrometer akan tertera pada skala yang terdapat pada alat hidrometer.
c). Jembatan Poton
Jembatan poton adalah sebuah jembatan yang terbuat dari kumpulan drum-drum
kosong yang melayang diatas air dan diatur sedemikian rupa sehingga menyerupai sebuah
jembatan. Jembatan poton disebut juga jembatan apung. Untuk bisa di jadikan sebagai
jembatan, drum-drum tersebut harus berada dalam kondisi kosong dan tertutup rapat sehingga
udara di dalam drum tidak dapat keluar dan air tidak dapat masuk kedalam. Dengan cara itu
berat jenis drum dapat diminimalkan sehingga bisa terapung di atas permukaan air
.
d). Teknologi Balon Udara
8

Balon udara adalah penerapan prinsip Archimedes di udara. Jadi ternyata aplikasi
hukum Archinedes tidak hanya berlaku untuk benda cair tetapi juga benda gas. Untuk dapat
terbang melayang di udara, balon udara harus diisi dengan gas yang bermassa jenis lebih
kecil dari massa jenis udara atmosfer, sehingga, balon udara dapat terbang karena mendapat
gaya keatas, misalnya diisi udara yang dipanaskan. Udara yang dipanaskan memiliki tingkat
kerenggangan lebih besar daripada udara biasa. Sehingga masa jenis udara tersebut menjadi
ringgan.

C. TEKANAN HIDROSTATIS
1. PENGERTIAN TEKANAN HIDROSTATIS
Tekanan hidrostatis adalah tekanan yang diberikan oleh gravitasi pada suatu titik
tertentu dalam cairan yang berada dalam kesetimbangan, meningkat sebanding dengan
kedalaman dari permukaan. Untuk memahami tekanan hidrostatis, kita anggap zat terdiri atas
beberapa lapisan. Setiap lapisan memberi tekanan pada lapisan di bawahnya, sehingga
lapisan bawah akan mendapatkan tekanan paling besar. Karena lapisan atas hanya mendapat
tekanan dari udara (atmosfer), maka tekanan pada permukaan zat cair sama dengan tekanan
atmosfer.
P h=

F W m. g
= =
A A
A

Karena m = . V , maka Ph = . V . g / A
Kita ketahui bahwa volume merupakan hasil perkalian luas alas (A) dengan tinggi (h). Oleh
karena itu, persamaan di atas dapat ditulis sebagai berikut.
Ph = . g . A . h / A = . g . h
Rumus Tekanan Hidrostatis :
Ph= . g .h

Keterangan :
9

: massa jenis zat cair (kg/m3)


g : percepatan gravitasi bumi (m/s2)
h : kedalaman/tinggi titik ukur dari permukaan (m)
Kita tidak boleh mengukur tekanan udara pada ketinggian tertentu menggunakan rumus ini.
Hal ini disebabkan karena kerapatan udara tidak sama di semua tempat. Makin tinggi suatu
tempat, makin kecil kerapatan udaranya. Untuk tekanan total yang dialami suatu zat cair pada
ketinggian tertentu dapat dicari dengan menjumlahkan tekanan udara luar dengan tekanan
hidrostastis.
Ptotal = Po + Ph
Keterangan:
Ph : tekanan yang dialami zat cair/tekanan hidrostastis (Pa)
Po: tekanan udara luar (Pa)
: massa jenis zat cair (kg/m3)
g : percepatan gravitasi bumi (m/s2)
h : kedalaman/tinggi titik ukur dari permukaan (m)
Contoh soal :
Seorang penyelam mampu berada pada kedalaman 40 m di bawah permukaan laut. Jika
massa jenis air laut 1,2 g/cm3 dan percepatan gravitasi 10 m/s, maka hitunglah besar tekanan
hidrostatis yang dialami penyelam!
Diketahui :
h = 40 m
= 1,2 g/cm3 = 1.200 kg/m3
g = 10 m/s
10

Ditanyakan: ph = ?
Jawab :
Ph = g h
= 1.200 10 40
= 4,8 105 Pa

D. HUKUM PASCAL
1. PENGERTIAN HUKUM PASCAL
Bila ditinjau dari zat cair yang berada dalam suatu wadah, tekanan zat cair pada dasar
wadah tentu saja lebih besar dari tekanan zat cair pada bagian di atasnya. Semakin ke bawah,
semakin besar tekanan zat cair tersebut. Sebaliknya, semakin mendekati permukaan atas
wadah,

semakin

kecil

tekanan

zat

cair

tersebut.

Besarnya

tekanan

sebanding

dengan gh (=massa jenis, g= percepatan gravitasi, h =ketinggian/ kedalaman).


Setiap titik pada kedalaman yang sama memiliki besar tekanan yang sama. Hal ini
berlaku untuk semua zat cair dalam wadah apapun dan tidak bergantung pada bentuk wadah
tersebut. Apabila ditambahkan tekanan luar misalnya dengan menekan permukaan zat cair
tersebut, pertambahan tekanan dalam zat cair adalah sama di segala arah. Jadi, jika diberikan
tekanan luar, setiap bagian zat cair mendapat jatah tekanan yang sama.
Jika seseorang memeras ujung kantong plastik berisi air yang memiliki banyak lubang
maka air akan memancar dari setiap lubang dengan sama kuat. Blaise Pascal
menyimpulkannya dalam Hukum Pascal yang berbunyi, tekanan yang diberikan pada zat
cair dalam ruang tertutup diteruskan sama besar ke segala arah.
Blaise Pascal (1623-1662) adalah fisikawan Prancis yang lahir di Clermount pada 19
Juli 1623. Pada usia 18 tahun, ia menciptakan kalkulator digital pertama di dunia. Ia
menghabiskan waktunya dengan bermain dan melakukan eksperimen terus-menerus selama
pengobatan kanker yang dideritanya. Ia menemukan teori Hukum Pascal dengan
eksperimenya bermain-main dengan air. Disinilah teori hukum itu ditemukan. Blaise Pascal
pun mengabadikan penemuanya dengan menyematkan namanya pada penemuan yang ia
dapati. Penemuan tersebut berupa kantong dari bahan plastik yang berisi air, dan plastik

11

tersebut sangat banyak memiliki lubang, maka yang terjadi adalah air memancar sama kuat
dari setiap lubang yang ada.
Keberadaan hukum pascal tidak bisa dipisahkan dengan yang namanya fluida. Fluida
tak lain dan tak bukan bisa dimaknai sebagai suatu zat yang sifatnya mampu mengalir.
Cakupan cukup luas, karena sejatinya yang dinamakan dengan fluida merangkum segala jenis
zat cair dan bahkan juga gas yang bisa mengalir di udara. Meskipun ada disekitar kita, hanya
Blaise Pascal yang mampu menemukan ada sebuah gerakan ilmiah yang terjadi pada kondisi
zat cair tersebut saat mengalami penekanan, yang kemudian kita kenal dengan hukum pascal.
2. PERSAMAAN HUKUM PASCAL
Jika suatu fluida yang dilengkapi dengan sebuah penghisap yang dapat bergerak maka
tekanan di suatu titik tertentu tidak hanya ditentukan oleh berat fluida di atas permukaan air
tetapi juga oleh gaya yang dikerahkan oleh penghisap. Berikut ini adalah gambar fluida yang
dilengkapi oleh dua penghisap dengan luas penampang berbeda. Penghisap pertama memiliki
luas penampang yang kecil (diameter kecil) dan penghisap yang kedua memiliki luas
penampang yang besar (diameter besar) (Kanginan, 2007).

Gambar 1: Fluida yang Dilengkapi Penghisap dengan Luas Permukaan Berbeda


Sesuai dengan hukum Pascal bahwa tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang
tertutup akan diteruskan sama besar ke segala arah, maka tekanan yang masuk pada
penghisap pertama sama dengan tekanan pada penghisap kedua (Kanginan, 2007).
Tekanan dalam fluida dapat dirumuskan dengan persamaan di bawah ini.
P=F:A
sehingga persamaan hukum Pascal bisa ditulis sebagai berikut.
12

P1 = P2
F1 : A1 = F2 : A2
dengan P = tekanan (pascal), F = gaya (newton), dan A = luas permukaan penampang (m2).
Ada berbagai macam satuan tekanan. Satuan SI untuk tekanan adalah newton per meter
persegi (N/m2) yang dinamakan pascal (Pa). Satu pascal sama dengan satu newton per meter
persegi. Dalam sistem satuan Amerika sehari-hari, tekanan biasanya diberikan dalam satuan
pound per inci persegi (lb/in2). Satuan tekanan lain yang biasa digunakan adalah atmosfer
(atm) yang mendekati tekanan udara pada ketinggian laut. Satu atmosfer didefisinikan
sebagai 101,325 kilopascal yang hampir sama dengan 14,70 lb/in 2. Selain itu, masih ada
beberapa satuan lain diantaranya cmHg, mmHg, dan milibar (mb).
1 mb = 0.01 bar
1 bar = 105 Pa
1 atm = 76 cm Hg = 1,01 x 105 Pa= 0,01 bar
1 atm = 101,325 kPa = 14,70 lb/in2
Untuk menghormati Torricelli, fisikawan Italia penemu barometer (alat pengukur
tekanan), ditetapkan satuan dalam torr, dimana 1 torr = 1 mmHg.
3. SIMULASI HUKUM
Pascal bekerja di bidang studi hidrodinamika dan hidrostatika berpusat pada prinsipprinsip cairan hidrolik. Penemuannya meliputi tekanan hidrolik (menggunakan tekanan
hidrolik untuk melipatgandakan kekuatan) dan jarum suntik. Ia membuktikan bahwa tekanan
hidrostatik tidak tergantung pada berat cairan tetapi pada perbedaan elevasi. Dia
menunjukkan prinsip ini dengan melampirkan tabung tipis ke tong penuh air dan mengisi
tabung dengan air sampai ke tingkat lantai tiga bangunan. Ini menyebabkan barel bocor,
dalam apa yang dikenal sebagai barel Pascal percobaan. Pada 1646, Pascal telah belajar dari
Evangelista Torricelli eksperimen dengan barometer . Setelah direplikasi percobaan yang
melibatkan sebuah tabung diisi dengan merkuri terbalik dalam mangkuk air raksa, Pascal
mempertanyakan apa kekuatan merkuri di dalam tabung dan apa yang mengisi ruang di atas
merkuri dalam tabung. Hal ini didasarkan pada gagasan Aristoteles bahwa penciptaan adalah
hal substansi, apakah terlihat atau tidak terlihat, dan bahwa zat ini adalah selamanya
bergerak. Berikut ini adalah pernyataan Aristoteles, Segala sesuatu yang bergerak harus
digerakkan oleh sesuatu.
Sebagai bukti hal itu menunjukkan:
a).

Cahaya melewati "vakum" yang disebut dengan tabung kaca.


13

b).

Aristoteles menulis bagaimana semuanya bergerak, dan harus digerakkan oleh

sesuatu.
c).

Oleh karena itu, karena harus menjadi "sesuatu" yang tak terlihat untuk memindahkan
cahaya melalui tabung gelas, tidak ada kekosongan dalam tabung. Tidak dalam tabung
kaca atau di tempat lain.
Setelah eksperimen ini, pada tahun 1647 Pascal menghasilkan Pengalaman Nouvelles

touchant le vide ("Percobaan baru dengan Vacuum"), aturan dasar yang rinci menjelaskan
untuk apa berbagai cairan yang dapat didukung oleh tekanan udara. Hal ini juga memberikan
alasan mengapa hal itu memang vakum di atas kolom cairan dalam tabung barometer.
Pada tanggal 19 September 1648, setelah berbulan-bulan, suami dari Pascal kakak
Gilberte, akhirnya bisa melaksanakan misi pencari fakta penting untuk teori Pascal, yang
berbunyi:
" Sabtu, sekitar pukul lima pagi, saya memutuskan untuk mencobanya. Orang-orang penting
di beberapa kota Clermont telah meminta saya membuat percobaan. Pertama saya
menuangkan enam belas pon raksa ke kapal, kemudian mengambil tabung kaca, panjang
masing-masing empat kaki dan tertutup rapat di satu ujung dan dibuka di ujung lainnya,
kemudian ditempatkan dalam kapal (air raksa). Saya menemukan perak di air raksa, saya
mengulangi percobaan

lebih dari dua kali,dan menghasilkan hasil yang sama. Saya

memasang salah satu tabung dan menandai ketinggian air raksa, lalu

meminta Pastor

Chastin, salah satu dari Brothers Minim untuk mengamati jika ada perubahan. Saya berjalan
ke atas Puy-de-Dme, sekitar 500 depa lebih tinggi dari biara, di mana pada saat percobaan
saya menemukan bahwa air raksa mencapai ketinggian 23 cm dan 2 baris. Saya mengulangi
percobaan sebanyak lima kali dengan hati-hati, masing-masing di berbagai titik di puncak,
dan menemukan ketinggian yang sama dari air raksa."
Pascal mereplikasi percobaan di Paris dengan membawa barometer sampai ke puncak
menara lonceng di gereja Saint-Jacques-de-la-Boucherie" Dalam rangka untuk menunjukkan
bahwa hipotesis terbukti, hal itu tidak cukup bahwa semua fenomena mengikuti hal itu,
melainkan jika mengarah ke sesuatu yang bertentangan dengan fenomena." Desakannya
tentang keberadaan vakum juga menyebabkan konflik dengan para ilmuwan terkemuka
lainnya, termasuk Descartes.
Pascal memperkenalkan suatu bentuk primitif roulette dan roda roulette pada abad ke17 dalam usahanya mencari sebuah gerakan abadi mesin.
4. PENERAPAN HUKUM PASCAL
14

Hidrolika adalah ilmu yang mempelajari berbagai gerak dan keseimbangan zat cair.
Hidrolika merupakan sebuah ilmu yang mengkaji arus zat cair melalui pipa-pipa dan
pembuluhpembuluh yang tertutup maupun yang terbuka. Kata hidrolika berasal dari bahasa
Yunani yang berarti air. Dalam teknik, hidrolika berarti pergerakan-pergerakan, pengaturanpengaturan, dan pengendalian-pengendalian berbagai gaya dan gerakan dengan bantuan
tekanan suatu zat cair.
Semua instalasi hidrolika pada sistem fluida statis (tertutup) bekerja dengan prinsip
hidrostatis. Dua hukum terpenting yang berhubungan dengan hidraustatistika adalah
a).

Dalam sebuah ruang tertutup (sebuah bejana atau reservoir), tekanan yang dikenakan
terhadap zat cair akan merambat secara merata ke semua arah

b).

Besarnya tekanan dalam zat cair (air atau minyak) adalah sama dengan gaya (F)
dibagi oleh besarnya bidang tekan (A) (Krist, 1980).
Dari Hukum Pascal diketahui bahwa dengan memberikan gaya yang kecil pada

penghisap dengan luas penampang kecil dapat menghasilkan gaya yang besar pada penghisap
dengan luas penampang yang besar. Prinsi inilah yang dimanfaatkan pada peralatan teknik
yang banyak dimanfaatkan manusia dalam kehidupan misalnya dongkrak hidrolik, pompa
hidrolik, rem hidrolik, mesin hidrolik pengangkat mobil, alat pengepres hidrolik, dll.

E. PERSAMAAN KONTINUITAS
1. PENGERTIAN PERSAMAAN KONTINUITAS
Persamaan Kontinuitas adalah pernyataan matematis sederhana dari prinsip konversasi
masa. Untuk volume control yang memiliki single inlet dan ingle outlet, prinsip konversasi
massa menyatakan bahwa untuk aliran tunak (steady), laju aliran massa yang masuk ke dalam
volume harus sama dengan laju aliran massa keluar. Persamaan kontinuitas untuk keadaan ini
dinyatakan dengan persamaan dibawah ini :

15

Untuk

volume

control

dengan dengan inlet dan outlet

lebih dari satu, prinsip konversi massa membutuhkan penjumlahan laju aliran massa yang
masuk ke dalam volume control dan penjumlahan laju aliran massa yang keluar dari volume
control. Persamaan kontinuitas untuk keadaan yang lebih umum dinyatakan dengan
persamaan dibawah ini :

Salah satu aplikasi paling sederhana dari persamaan kontinuitas adalah menentukan
perubahan kecepatan fluida karena ekpansi atau kontraksi pada diameter pipa.
Contoh soal : persamaan kontinuitas ekpansi perpipaan.
Aliran tunak terdapat pada pipa yang melalui ekpansi bertahap dari diameter 6 in ke diameter
8 in. densitas dari fluida pada pipa adalah konstan yaitu 60,8 lbm/ft 3. Jika kecepatan aliran
adalah 22,4 ft/sec pada diameter 6 in. berapa kecepatan aliran pada (section) diameter 8 in?
Solusi:
Dari persamaan kontinuitas kita tahu bahwa laju aliran massa dalam (section) diameter 6 in
harus sama dengan laju aliran massa dalam (section) 8 in.

16

Sehingga dengan menggunakan persamaan kontinuitas, kita menemukan bahwa peningkatan


dalam diameter pipa dari 6 in ke 8 in menyebabkan penurunan kecepatan aliran dari 22,4 ke
12,6 ft/sec
2. KESIMPULAN PERSAMAAN KONTINUITAS
a).

Perubahan densitas pada fluida berbanding terbalik terhadap perubahan temperatur.

b).

Bouyancy adalah kecendurungan body untuk mengapung atau muncul ketika terendam
dalam fluida.

c).

Tekanan yang didesak oleh kolom air berbanding lurus terhadap tinggi kolom dan
densitas air.

F. HUKUM BERNOULLI
1. PENGERTIAN HUKUM BERNOULLI
Hukum ini diterapkan pada zat cair yang mengalir dengan kecepatan berbeda dalam
suatu pipa.

2. PRINSIP BERNOULLI
Prinsip Bernoulli adalah sebuah istilah di dalam mekanika fluida yang menyatakan
bahwa pada suatu aliran fluida, peningkatan pada kecepatan fluida akan menimbulkan
penurunan tekanan pada aliran tersebut. Prinsip ini sebenarnya merupakan penyederhanaan
dari Persamaan Bernoulli yang menyatakan bahwa jumlah energi pada suatu titik di dalam

17

suatu aliran tertutup sama besarnya dengan jumlah energi di titik lain pada jalur aliran yang
sama. Prinsip ini diambil dari nama ilmuwan Belanda/Swiss yang bernama Daniel Bernoulli.
Dalam bentuknya yang sudah disederhanakan, secara umum terdapat dua bentuk
persamaan Bernoulli; yang pertama berlaku untuk aliran tak-termampatkan (incompressible
flow), dan yang lain adalah untuk fluida termampatkan (compressible flow).
a.) Aliran Tak-termampatkan
Aliran tak-termampatkan adalah aliran fluida yang dicirikan dengan tidak berubahnya
besaran kerapatan massa (densitas) dari fluida di sepanjang aliran tersebut. Contoh fluida taktermampatkan adalah: air, berbagai jenis minyak, emulsi, dll. Bentuk Persamaan Bernoulli
untuk aliran tak-termampatkan adalah sebagai berikut:
1
p+ pgh+ p v 2=konstan
2
di mana:
v = kecepatan fluida
g = percepatan gravitasi bumi
h = ketinggian relatif terhadapa suatu referensi
p = tekanan fluida
= densitas fluida
Persamaan di atas berlaku untuk aliran tak-termampatkan dengan asumsi-asumsi sebagai
berikut:
a).

Aliran bersifat tunak (steady state)

b).

Tidak terdapat gesekan

b).

Aliran Termampatkan
Aliran termampatkan adalah aliran fluida yang dicirikan dengan berubahnya besaran

kerapatan massa (densitas) dari fluida di sepanjang aliran tersebut. Contoh fluida
termampatkan adalah: udara, gas alam, dll. Persamaan Bernoulli untuk aliran termampatkan
adalah sebagai berikut:
2

v 2 ++w=konstan

18

Hukum Bernoulli menyatakan bahwa jumlah dari tekanan ( p ), energi kinetik per
satuan volum (1/2 PV^2 ), dan energi potensial per satuan volume (gh) memiliki nilai yang
sama pada setiap titik sepanjang suatu garis arus.
Dalam bagian ini kita hanya akan mendiskusikan bagaimana cara berfikir Bernoulli
sampai menemukan persamaannya, kemudian menuliskan persamaan ini. Akan tetapi kita
tidak akan menurunkan persamaan Bernoulli secara matematis.
Kita disini dapat melihat sebuah pipa yang pada kedua ujungnya berbeda dimana ujung pipa
1 lebih besar dari pada ujung pipa 2.
3. PENERAPAN HUKUM BERNOULLI
Penerapan hukum bernoulli dapat kita lihat pada:
a) Teorema Torriceli
Salah satu penggunaan persamaan Bernoulli adalah menghitung kecepatan zat cair yang

keluar dari dasar sebuah wadah (lihat gambar di bawah) Kita terapkan persamaan
Bernoulli pada titik 1 (permukaan wadah) dan titik 2 (permukaan lubang). Karena diameter
kran/lubang pada dasar wadah jauh lebih kecil dari diameter wadah, maka kecepatan zat cair
di permukaan wadah dianggap nol (v1 = 0). Permukaan wadah dan permukaan lubang/kran
terbuka sehingga tekanannya sama dengan tekanan atmosfir (P1 = P2). Dengan demikian,

persamaan Bernoulli untuk kasus ini adalah :


Jika kita ingin menghitung kecepatan aliran zat cair pada lubang di dasar wadah, maka
persamaan ini kita oprek lagi menjadi :

19

Berdasarkan persamaan ini, tampak bahwa laju aliran air pada lubang yang berjarak h dari
permukaan wadah sama dengan laju aliran air yang jatuh bebas sejauh h (bandingkan Gerak
jatuh Bebas)
Ini dikenal dengan Teorema Torricceli. Teorema ini ditemukan oleh Eyang Torricelli, murid
eyang butut Gallileo, satu abad sebelum Bernoulli menemukan persamaannya.
b).

Efek Venturi
Selain teorema Torricelli, persamaan Bernoulli juga bisa diterapkan pada kasus khusus

lain yakni ketika fluida mengalir dalam bagian pipa yang ketinggiannya hampir sama
(perbedaan ketinggian kecil). Untuk memahami penjelasan ini, amati gambar di bawah.

Pada gambar di atas tampak bahwa ketinggian pipa, baik bagian pipa yang
penampangnya besar maupun bagian pipa yang penampangnya kecil, hampir sama sehingga
diangap ketinggian alias h sama. Jika diterapkan pada kasus ini, maka persamaan Bernoulli

berubah menjadi :
Ketika fluida melewati bagian pipa yang penampangnya kecil (A2), maka laju fluida
bertambah (ingat persamaan kontinuitas). Menurut prinsip Bernoulli, jika kelajuan fluida
bertambah, maka tekanan fluida tersebut menjadi kecil. Jadi tekanan fluida di bagian pipa
yang sempit lebih kecil tetapi laju aliran fluida lebih besar.
20

Ini dikenal dengan julukan efek Venturi dan menujukkan secara kuantitatif bahwa jika
laju aliran fluida tinggi, maka tekanan fluida menjadi kecil. Demikian pula sebaliknya, jika
laju aliran fluida rendah maka tekanan fluida menjadi besar.
c).

Karburator
Karburator berfungsi untuk menghasilkan campuran bahan bakar dengan udara,

kemudian campuran ini dimasukkan ke dalam silinder-silinder mesin untuk tujuan


pembakaran.
d).

Venturimeter
Penerapan menarik dari efek venturi adalah Venturi Meter. Alat ini dipakai untuk

mengukur laju aliran fluida, misalnya menghitung laju aliran air atau minyak yang mengalir
melalui pipa. Terdapat 2 jenis venturi meter, yakni venturi meter tanpa manometer dan
venturi meter yang menggunakan manometer yang berisi cairan lain, seperti air raksa.
e).

Venturi meter tanpa manometer


Gambar di bawah menunjukkan sebuah venturi meter yang digunakan untuk mengukur

laju aliran zat cair dalam pipa.

Amati gambar di atas. Ketika zat cair melewati bagian pipa yang penampangnya kecil
(A2), laju cairan meningkat. Menurut prinsipnya om Bernoulli, jika laju cairan meningkat,
maka tekanan cairan menjadi kecil. Jadi tekanan zat cair pada penampang besar lebih besar
dari tekanan zat cair pada penampang kecil (P1 > P2). Sebaliknya v2 > v1
Sekarang kita oprek persamaan yang digunakan untuk menentukan laju aliran zat cair pada
pipa di atas. Kita gunakan persamaan efek venturi yang telah diturunkan sebelumnya.

21

Dalam pokok bahasan Tekanan Pada Fluida, gurumuda sudah menjelaskan bahwa
untuk menghitung tekanan fluida pada suatu kedalaman tertentu, kita bisa menggunakan
persamaan :

Jika perbedaan massa jenis fluida sangat kecil, maka kita bisa menggunakan persamaan ini
untuk menentukan perbedaan tekanan pada ketinggian yang berbeda Dengan demikian,
persamaan menjadi :

22

Persamaan ini kita gunakan untuk menentukan laju zat cair yang mengalir dalam pipa.
Dalam bidang kedokteran, telah dirancang juga venturi meter yang digunakan untuk
mengukur laju aliran darah dalam arteri.
f).

Tabung Pitot
Tabung Pitot adalah alat ukur yang kita gunakan untuk mengukur kelajuan gas / udara.

Perhatikan gambar di bawah ini :


Lubang pada titik 1 sejajar dengan aliran udara. Posisi kedua lubang ini dibuat cukup jauh
dari ujung tabung pitot, sehingga laju dan tekanan udara di luar lubang sama seperti laju dan
tekanan udara yang mengalir bebas. Dalam hal ini, v1 = laju aliran udara yang mengalir
bebas (ini yang akan kita ukur), dan tekanan pada kaki kiri manometer (pipa bagian kiri) =
tekanan udara yang mengalir bebas (P1).

23

Lubang yang menuju ke kaki kanan manometer, tegak lurus dengan aliran udara.
Karenanya, laju aliran udara yang lewat di lubang ini (bagian tengah) berkurang dan udara
berhenti ketika tiba di titik 2. Dalam hal ini, v2 = 0. Tekanan pada kaki kanan manometer
sama dengan tekanan udara di titik 2 (P2).
Ketinggian titik 1 dan titik 2 hampir sama (perbedaannya tidak terlalu besar) sehingga bisa
diabaikan. tabung pitot juga dirancang menggunakan prinsip efek venturi. Mirip seperti si
venturi meter, bedanya si tabung petot ini dipakai untuk mengukur laju gas alias udara.
Karenanya, kita tetap menggunakan persamaan efek venturi. Sekarang kita oprek
persamaannya :

24

Ini persamaan yang kita cari. Persamaan ini digunakan untuk menghitung laju aliran gas alias
udara menggunakan si tabung pitot.
g).

Penyemprot Parfum
Penyemprot Parfum adalah salah satu contoh Hukum Bernoulli. Ketika Anda menekan

tombol ke bawah, udara dipaksa keluar dari bola karet termampatkan melalui lubang sempit
diatas

tabung

silinder

yang

memanjang

ke

bawah

sehingga

memasuki

cairan

parfum.Semburan udara yang bergerak cepat menurunkan tekanan udara pada bagian atas
tabung, dan menyebabkan tekanan atmosfer pada permukaan cairan memaksa cairan naik ke
atas tabung. Semprotan udara berkelajuan tinggi meniup cairan parfum sehingga cairan
parfum dikeluarkan sebagai semburan kabut halus.
h).

Penyemprot Racun Serangga


Penyemprot Racun Serangga hampir sama prinsip kerjanya dengan penyemprot

parfum. Jika pada penyemprot parfum Anda menekan tombol, maka pada penyemprot racun
serangga Anda menekan masuk batang penghisap.

25

Ketika bola karet diremas, udara yang ada di dalam bola karet meluncur keluar melalui
pipa 1. Karenanya, udara dalam pipa 1 mempunyai laju yang lebih tinggi. Karena laju udara
tinggi, maka tekanan udara pada pipa 1 menjadi rendah. Sebaliknya, udara dalam pipa 2
mempunyai laju yang lebih rendah. Tekanan udara dalam pipa 2 lebih tinggi. Akibatnya,
cairan parfum didorong ke atas. Ketika si cairan parfum tiba di pipa 1, udara yang meluncur
dari dalam bola karet mendorongnya keluar. Biasanya lubang berukuran kecil, sehingga
parfum meluncur dengan cepat, ingat persamaan kontinuitas, kalau luas penampang kecil,
maka fluida bergerak lebih cepat. Sebaliknya, kalau luas penampang pipa besar, maka fluida
bergerak pelan.
i) Minum dengan pipet
Cairan apapun yang kita minum bisa masuk ke dalam mulut bukan karena kita nyedot.
Prinsip bernoulli berlaku juga untuk kasus ini. ketika kita mengisap alias menyedot air
menggunakan pipet, sebenarnya kita membuat udara dalam pipet bergerak lebih cepat. Dalam
hal ini, udara dalam pipet yang nempel ke mulut kita mempunyai laju lebih tinggi. Akibatnya,
tekanan udara dalam bagian pipet itu menjadi lebih kecil. Nah, udara dalam bagian pipet yang
dekat dengan minuman mempunyai laju yang lebih kecil. Karena lajunya kecil, maka
tekanannya lebih besar. Perbedaan tekanan udara ini yang membuat air atau minuman yang
kita minum mengalir masuk ke dalam mulut kita. Dalam hal ini, cairan itu bergerak dari
bagian pipet yang tekanan udara-nya tinggi menuju bagian pipet yang tekanan udara-nya
rendah.
j).

Cerbong asap
Pertama, asap hasil pembakaran memiliki suhu tinggi alias panas. Karena suhu tinggi,

maka massa jenis udara tersebut kecil. Udara yang massa jenisnya kecil mudah terapung alias

26

bergerak ke atas. Alasannya bukan cuma ini, Prinsip bernoulli juga terlibat dalam persoalan
ini.
Kedua, prinsip bernoulli mengatakan bahwa jika laju aliran udara tinggi maka tekanannya
menjadi kecil, sebaliknya jika laju aliran udara rendah, maka tekanannya besar. Ingat bahwa
bagian atas cerobong berada di luar ruangan. Ada angin yang niup di bagian atas cerobong,
sehingga tekanan udara di sekitarnya lebih kecil. Di dalam ruangan tertutup tidak ada angin
yang niup, sehingga tekanan udara lebih besar. Karenanya asap digiring ke luar lewat
cerobong. (udara bergerak dari tempat yang tekanan udaranya tinggi ke tempat yang tekanan
udaranya rendah).

k).

Lubang Tikus
Perhatikan gambar di bawah. ini gambar lubang tikus dalam tanah. Tikus tidak mau

mati karena sesak napas, karenanya tikus membuat 2 lubang pada ketinggian yang berbeda.
Akibat perbedaan ketinggian permukaan tanah, maka udara berdesak-desakan dengan
temannya (bagian kanan). Mirip seperti air yang mengalir dari pipa yang penampangnya
besar menuju pipa yang penampangnya kecil. Karena berdesak-desakan maka laju udara
meningkat (Tekanan udara menurun).

27

Karena ada perbedaan tekanan udara, maka udara dipaksa mengalir masuk melalui lubang
tikus. Udara mengalir dari tempat yang tekanan udara-nya tinggi ke tempat yang tekanan
udaranya rendah.
l).

Gaya Angkat Sayap Pesawat Terbang

Gaya Angkat Sayap Pesawat Terbang juga merupakan salah satu contoh Hukum Bernoulli.
Pada dasarnya, ada empat buah gaya yang bekerja pada sebuah pesawat terbang yang sedang
mengangkasa .
1. Berat Pesawat yang disebabkan oleh gaya gravitasi Bumi
2. Gaya angkat yang dihasilkan oleh kedua sayap pesawat
3. Gaya ke depan yang disebabkan oleh mesin pesawat
4. Gaya hambatan yang disebabkan oleh gerakan udara.

Bagian depan sayap dirancang melengkung ke atas. Udara yang akan mengalir dari bawah
berdesak-desakan dengan udara yang ada di sebelah atas. Mirip seperti air yang ngalir dari
28

pipa yang penampangnya besar ke pipa yang penampangnya sempit. Akibatnya, laju udara di
sebelah atas sayap meningkat. Karena laju udara meningkat, maka tekanan udara menjadi
kecil. Sebaliknya, laju aliran udara di sebelah bawah sayap lebih rendah, karena udara tidak
berdesak-desakan (tekanan udaranya lebih besar). Adanya perbedaan tekanan ini, membuat
sayap pesawat didorong ke atas. Karena sayapnya nempel dengan badan si pesawat, maka si
pesawat bisa terangkat.

DAFTAR ISI
29

Putra,

Tulehu.

2015.

Prinsip

Bernouli.

archive_doc=264551213&escape=

https://www.scribd.com/upload-document?

false&m

etadata=%7B%22context%22%3A

%22archive_view_restricted%22%2C%22page%22%3A%22read%22%2C%22action
%22%3A%22toolbar_download%22%2C%22logged_in%22%3Atrue%2C
%22platform%22%3A%22web%22%7D.
Hadi, Abdul. 2015. Termodinamika. http://www.softilmu.com/2015/11/Pengertian-PrinsipKonsep-Kesetimbangan-Hukum-I-II-III-Termodinamika-Adalah.html
Raven,

Kiki.

2013.

Hukum

Archimedes.

http://pengetahuan-

olandsky.blogspot.co.id/2013/04/hukum-archimedes-dan-penerapannya.html.
Tatang.

2013.

Tekanan

Hidrostatis.

http://tatangsma.com/2015/02/pengertian-tekanan-

hidrostatis-dan-contoh-soalnya.html
Ardhli,

Miftahul.

2013.

Hukum

Pascal.

http://smarterbloggerz.blogspot.co.id/2013/03/pengertian-persamaan-danpenggunaan.html
Qurrokhman,

Taufik.

2014.

Persamaan

Kontinuitas.

https://taufiqurrokhman.wordpress.com/2014/06/03/persamaan-kontinuitas/
Agiet. 2011. Hukum Bernouli. https://agiet27.wordpress.com/category/hukum-bernoulli/

30