Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

Metode Penirisan Air Tanah


Untuk Berbagai Tipe Sistem Penambangan
(Penyaliran Tambang)

Dosen Pengampuh : Rizal Fahmi, S.T

Disusun Oleh :
Mohd Prieska H. A. (1204108010044)

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
BANDA ACEH
2015

Air merupakan masalah dalam pekerjaan tambang terbuka maupun


tambang bawah tanah, baik secara langsung maupun tidak langsung
berpengaruh terhadap produktivitas. Secara langsung air dapat menghentikan
seluruh aktifitas tambang terbuka. Misalnya pada saat hujan turun sangat deras,
secara tidak langsung air berpengaruh terhadap kondisi tempat kerja,
berpengaruh terhadap material bahan galian. dan juga berpengaruh terhadap
kemantapan lereng tambang.
Aliran air permukaan ke arah penggalian pada tambang terbuka dapat
menimbulkan bermacam masalah operasional dan maupun logistik pada
penambangan, seperti :
Air yang telah masuk ke daerah tambang harus dipompa keluar
"Pit slope'" jalan angkut dan drainase untuk mencegah erosi
Jalan angkut yang lunak dan es yang muncul pada musim dingin
Pengendapan reruntuhan erosi
Tekanan air pada kekar, menyebabkan ketidakstabilan lereng
Pembentukan glacial di musim dingin
Air bawah tanah pada tambang terbuka dapat menimbulkan masalahmasalah :
Masalah kestabilan memerlukan "slope" yang lebih landai
Pengurangan kuat geser tanah
Kejenuhan dari lereng tambang menyebabkan kelongsoran

Aliran air tanah kearah pengga1ian mengakibatkan keseimbangan gaya


rembesan
Penigkatan tekanan air pada pemotongan saluran air yang dangkal
Masalah operasional. misalnya ; penanganan material dalam pengupasan
dan pengangkutan, masalah peledakan, masalah polusi dan juga masalah
"resources recovery".
Sistem penyaliran tambang adalah suatu usaha yang diterapkan pada
daerah penambangan untuk mencegah, mengeringkan, atau mengeluarkan air
yang masuk ke daerah penambangan. Upaya ini dimaksudkan untuk mencegah
terganggunya aktivitas penambangan akibat adanya air dalam jumlah yang
berlebihan, terutama pada musim hujan. Selain itu, sistem penyaliran tambang
ini

juga

dimaksudkan

untuk

memperlambat

kerusakan

alat

serta

mempertahankan kondisi kerja yang aman, sehingga alat-alat mekanis yang


digunakan pada daerah tersebut mempunyai umur yang lama.

1. Galeri Penirisan Tambang


Galeri Penirisan merupakan salah satu metode penyaliran tambang yang
berupaya untuk mencegah mengalirnya air tanah ke dalam tambang dengan cara
membuat sumur-sumur penirisan yang berfungsi sebagai dinding penahan.
Galeri penirisan

merupakan metode penyaliran tambang yang bersifat

horizontal yang efektif untuk dipakai saat air tanah di tambang secara rata-rata
memiliki aliran vertikal. Karena arah aliran dan developmen tambang berubah
terhadap waktu, maka metode yang digunakan dapat diadaptasi dan disesuaikan
dengan kondisi tambang. Galeri penirisan merupakan terowongan yang dibuat
sepanjang area yang membutuhkan penyaliran yang sangat dalam, dimana
topografinya memungkinkan drainase gravitasi dari galleries menuju sistem

drainase

permukaan

(surface

drainage

system).

Beberapa

hal

yang

menguntungkan pada sistem ini, yaitu:


a. Sumur dapat dibuat atau di bor tanpa terganggu oleh segala aktifitas di
dasar front tambang, termasuk peledakan.
b. Sumur tidak terpengaruh oleh getaran peledakan dan aktifitas pengangkut
bijih.
c. Pemompaan air dapat berlangsung terus tanpa terganggu oleh aktifitas
peledakan dan pemuatan.
d. Areal tambang terbebas dari konstruksi pompa, pipa-pipa dan genset.
e. Walaupun sumur dan pompa tersebar di luar areal pit, tetapi akan
memudahkan perawatannya.
f. Dasar tambang bebas dari sump, sehingga areal kerja tidak terganggu oleh
lumpur dan kantong-kantong sump.
g. Permukaan air tanah dapat diturunkan segera setelah pompa dijalankan,
sehingga lokasi tambang terhindar dari air atau banjir.
h. Batuan dekat toe, kantong-kantong air di dasar tambang dan penggalian
baru dapat langsung terbebas dari air.
i. Dinding pit dijamin lebih stabil.
j. Jalan tambang di dalam tambang lebih terawat.
k. Laju pemompaan lebih konstan dibanding sistem sump dan pompa
l. Air hasil pemompaan lebih bersih, mungkin juga bersih dari komposisi
larutan kimiawi dibanding sistem sump dan pompa.

Keuntungan lainnya :

Potensi penirisan besar


Lebih terpercaya untuk suatu jangka panjang
Dapat mengambil informasi tentang karakteristik batuan
Kerugian adalah biaya pembuatan instalasi yang cukup mahal dan sistem

ini biasanya digunakan dalam tambang open pit.


2. Sistem Lubang Bukaan Horizontal (adit)
Metode ini biasanya digunakan untuk pembuangan air pada tambang
terbuka yang mempunyai banyak jenjang. Saluran horizontal yang dibuat dari
tempat kerja menembus ke shaft yang dibuat di sisi bukit untuk pembuangan air
yang masuk ke dalam tempat kerja. Pembuangan dengan sistem ini biasanya
mahal, disebabkan oleh biaya pembuatan saluran horizontal tersebut dan shaft.

Metode penyaliran ini, biasanya diterapkan pada Open Pit Mining yang
dalam yang biasanya dibuat sebuah sumur karena terdapat lembah yang dalam.
Sumur tersebut dimanfaatkan untuk keluarnya aliran-aliran air melalui beberapa
adit dari dalam tambang. Aliran air akhirnya keluar melalui Lembah tersebut.
Pada tambang open pit penggunaan pompa menjadi sangat vital untuk
menaikkan air dari dasar tambang ke permukaan dan kerja pompa pun cukup
berat. Kadang-kadang tidak cukup digunakan hanya 1 unit pompa, tetapi harus

beberapa pompa yang dihubungkan seri untuk membantu daya dorong dari
dasar sampai permukaan. Artinya unsur biaya pemompaan harus mendapat
perhatian. Sedangkan sistem adit lebih ideal diterapkan pada tambang terbuka
open pit dengan syarat lokasi penambangan harus mempunyai lembah tempat
membuat sumuran dan adit agar air dapat keluar.
Keuntungan cara ini :
1. Relative dapat dengan cepat dibuat
2. Penirisan berdasarkan gravitasi sehingga tidak memerlukan pompa
3. Fleksibel terhadap perubahan struktur geologi
Kerugian adalah pengaruhnya sangat terbatas dan tidak dapat dibuat pada
saat pengerjaan penggalian.

3. Darinage Trench
Pembuatan paritan (drainage trench) merupakan metode penyaliran dengan
cara yang paling mudah, yaitu dengan pembuatan paritan (saluran) pada lokasi
penambangan. Pembuatan parit ini bertujuan untuk menampung air limpasan
yang menuju lokasi penambangan. Air limpasan akan masuk ke saluransaluran yang kemudian di alirkan ke suatu kolam penampung atau dibuang
langsung

ke

tempat

pembuangan

dengan

memanfaatkan

gaya

gravitasi. Paritan biasanya ideal diterapkan pada tambang Open Cast atau
Quary. Paritan kadang-kadang juga dapat diterapkan pada tambang terbuka
Open Pit apabila situasinya memungkinkan. Sasaran akhir parit adalah kolam
atau sump yang akan menampung air sementara sebelum dipompakan ke
permukaan atau diaiirkan ke sistem adit. Pada dasamya pembuatan parit ini
cukup mudah dan murah.
Paritan drainage dapat dibedakan dalam :
1. Slope Trench

2. Horizontal Trench
Parit dibuat berawal dari sumber mata air atau air limpasan menuju suatu
kolam penampung atau langsung ke sungai alam yang sudah ada atau
diarahkan ke selokan (riool) jalan tambang utama. Jumlah parit itu
disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga mungkin bisa lebih dari satu. Apabila
parit terpaksa harus dibuat melalui lalulintas atau jalan tambang, maka dapat
dipasang gorong-gorong (culvert) yang terbuat dari beton atau galvanis.
Dimensi parit diukur berdasarkan volume maksimum pada saat musim
penghujan deras dengan memperhitungkan kemiringan lereng. Bentuk standar
penampang melintang parit umumnya trapesium

dengan kemiringan

dindingnya 1 : 1 atau 450.

Gambar: Metode Paritan

Disamping cara paritan, ada pula suatu cara untuk menampung air
tambang, yaitu dengan membuat sumur gali yang diperkuat oleh adukan semen.

4. Pit Vertikal
Drainase Vertikal mampu menjawab 2 masalah:
1. Drainase

Vertikal

mampu

menampung

air

hujan.

Dan

tidak

melimpaskannya ke arah laut.


2. Drainase Vertikal mampu menyerap air hujan sehingga bisa terserap oleh
tanah secara cepat.

Drainase Vertikal mampu berfungsi :


Menampung air hujan
Memperpendek aliran air permukaan dengan cara infiltrasi (resapan)
Mencegah musibah banjir dan kekeringan
Menambah cadangan air tanah secara cepat (Ground Water Recharge)
Mencegah erosi dan kerusakan infrastruktur
Mencegah penurunan permukaan tanah

Keuntungan metode ini :

Instalasi tidak mengganggu kegiatan produksi


Pre-mining drainage akan mengurangi biaya peledakan dan pengangkutan
Dapat dibuat sebelum penggalian dimulai
Air yang dipompa dapat dimanfaatkan
Kerugian metode ini:

Modal awal untuk peralatan dan jika terjadi kemacetan akan meningkatkan
tekanan air tanah.
Dari penjelasan diatas, maka penulis dapat membuat kesimpulan dengan
tabel.
Tipe Tambang
Metode Penirisan
Galeri Penirisan

Open
Pit

Open
Cast

Strip
Mine

Quarr
y

Lubang Penirisan Horizontal

Drainage Trench

Pit Vertikal