Anda di halaman 1dari 2

Gangguan stres, biasanya timbul secara lamban.

Tidak jelas kapan stres mulai


datang dan seringkali kita tidak menyadarinya. Meski demikian, para ahli
membagi stres menjadi enam tahapan.

Stres tingkat I
Tingkatan stres yang paling ringan. Biasanya disertai dengan perasaan seperti
semangat yang besar, penglihatan yang lebih tajam dari biasanya, selalu kelebihan
energi dan gugup yang berlebihan serta kemampuan menyelesaikan pekerjaan
yang lebih dari biasanya.

Pada tahap ini, biasanya penderita kelihatan menyenangkan karena itu orang lain
pun makin bertambah semangat, namun tanpa disadari bahwa sebetulnya
cadangan energinya sedang menipis.

Stres tingkat II
Tahap ini merupakan tahap stres yang "menyenangkan" mulai menghilang dan
timbul berbagai keluhan karena cadangan energi tidak lagi cukup sepanjang hari.
Dari sini mulai muncul keluhan seperti merasa letih setelah makan siang, juga
merasa lelah menjelang sore hari.

Selain itu, terkadang muncul pula gangguan pada sistem pencernaan (gangguan
usus dan perut kembung). Jantung pun terkadang berdebar-debar. Muncul
perasaan tegang pada otot pinggang dan tengkuk (belakang leher), serta perasaan
yang tidak santai.

Stres tingkat III


Keluhan keletihan makin tampak, disertai gejala-gejala makin terasanya gangguan
usus (sakit perut, mulas, sering ingin buang air besar). Otot-otot pun terasa lebih
kaku, dan perasaan tegang yang makin meningkat.

Tidur pun mulai terganggu, biasaya sukar untuk tidur, sering terbangun malam
hari dan sukar untuk tidur kembali, serta selalu bangun terlalu pagi. Selain itu,
badan pun terasa bergoyang, dan merasakan akan pingsan (kendati tidak sampai
jatuh pingsan).

Pada tahap ini, penderita stres mesti berkonsultasi pada dokter, kecuali jika beban
stres atau tuntutannya dikurangi, dan tubuh mendapat kesempatan untuk
beristirahat atau relaksasi untuk memulihkan suplai energi.

Stres tingkat IV
Pada tingkatan ini, keadaan penderita akan terlihat lebih buruk lagi dan ditandai
dengan ciri-ciri seperti sulitnya untuk bertahan sepanjang hari, juga berbagai
kegiatan yang semula menyenangkan kini makin terasa sulit. Selain itu
kemampuannya untuk menanggapi situasi mulai menghilang, dan pergaulan sosial
serta kegiatan rutin lainnya terasa berat.
Pada tahapan ini, penderita semakin sulit untuk tidur, selalu muncul mimpi-mimpi
yang menegangkan dan seringkali terbangun pada dini hari. Muncul pula
perasaan-perasaan negatif, serta kemampuan konsentrasinya makin menurun
tajam. Pada tahapan ini pula seringkali muncul perasaan takut yang tidak bisa
dijelaskan dan tidak dimengerti oleh si penderita.

Stres tingkat V
Pada tahap ini penderita akan merasakan lebih parah lagi. Ia akan merasakan
keletihan yang amat sangat, baik secara fisik maupun psikis. Ia pun semakin sulit
mengerjakan kegiatan yang amat sederhana.

Di tingkat ini pun sistem pencernaan masih tetap terganggu, terasa sakit maag atau
gangguan usus yang terasa lebih sering. Kendati sering merasa ingin buang air
besar, namun sukar saat akan dikeluarkan. Perasaan takut yang pada tahap
sebelumnya pernah muncul kini makin menjadi-jadi bahkan mirip kepanikan.

Stres tingkat VI
Merupakan tahap puncak dan dikategorikan gawat darurat. Kerapkali orang yang
telah mencapai ini harus dilarikan ke bagian gawat darurat, karena pada tahapan
ini gejalanya amat mengerikan.

Gejala pada tahap ini, debaran jantung terasa amat keras, karena zat adrenalin
yang dikeluarkan lantaran stres tadi cukup tinggi dalam peredaran darah. Selain
itu napasnya terlihat sesak dan megap-megap, badan gemetar, suhu badannya
dingin, keringat bercucuran. Ia akan merasa kekurangan tenaga untuk ke
pekerjaan yang amat ringan sekalipun. Penderita pun akan pingsan atau colaps.

Jika diperhatikan, setiap tahapan stres di atas, menunjukkan manifestasi fisik dan
psikis. Pada fisik terjadi kelelahan, sedangkan pada psikis muncul berupa
kecemasan dan depresi. Ini terjadi karena persediaan energi fisik maupun mental
yang terus mengalami defisit secara terus menerus..

Stres dalam kehidupan adalah sesuatu hal yang tidak dapat dihindari. Masalahnya
adalah bagaimana manusia hidup dengan stres tanpa harus mengalami destres.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/psychology/2106368-mengenali-
tahapan-stres/#ixzz2DV5Uu9xp