Anda di halaman 1dari 2

Nama : Mohammad Rakha Rajasa Putra

NIM : 03021181419063

Persamaan dan Perbedaan antara Permen ESDM No. 18 Tahun 2008 dan

Permen ESDM No. 7 Tahun 2014

Permen ESDM No.18 Tahun 2008 merupakan peraturan menteri enerrgi dan sumber daya
mineral mengenai Reklamasi dan Penutupan Tambang. Sedangkan, Permen ESDM No.7 Tahun
2014 merupakan peraturan menteri energi dan sumber daya mineral mengenai Pelaksanaan
Reklamasi dan Pascatambang pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.
Permen ESDM No.7 Tahun 2014 merupakan revisi dari Permen ESDM No.18 Tahun 2008.
Terdapat beberapa persamaan dan perbedaan dari kedua Permen tersebut.

Persamaan dari kedua Peraturan Menteri tersebut adalah membahas mengenai kegiatan
reklamasi lahan bekas industri pertambangan. Pada Permen ESDM No.18 Tahun 2008 dan
Permen ESDM No.7 Tahun 2014 reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan memperbaiki atau
menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat dari kegiatan usaha pertambangan agar
dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukannya.

Perbedaan dari kedua Peraturan Menteri tersebut adalah Permen ESDM No.18 Tahun
2008 dibuat berdasarkan Undang Undang No.11 Tahun 1967, sedangkan Permen ESDM No.7
Tahun 2014 dibuat berdasarkan Undang Undang No.4 Tahun 2009. Perbedaan dasar undang
undang ini, membuat kegiatan pertambangan pada Permen ESDM No.7 Tahun 2014 lebih
berpusat terhadap pertambangan mineral dan batubara. Sebagai revisi dari Permen ESDM No.18
Tahub 2008, Permen ESDM No.7 Tahun 2014 dibuat lebih mendetail pada peraturan
peraturannya.

Pada bagian rencana reklamasi, pada Permen ESDM No.7 Tahun 2014, rencana
reklamasi terbagi menjadi dua yaitu rencana reklamasi eksplorasi dan rencana reklamasi operasi
produksi.

1. Rencana Reklamasi Tahap Eksplorasi


Rencana reklamasi tahap eksplorasi meliputi tata guna lahan sebelum dan sesudah
eksplorasi. Rencana pembukaan lahan eksplorasi yang menyebabkan lahan terganggu.
Criteria keberhasilannya adalah keberhasilan penatagunaan lahan, revegetasi, dan
penyelesaian akhir
2. Rencana Reklamasi Tahap Operasi Produksi
Rencama reklamasi tahap operasi produksi meliputi tata guna lahan sebelum dan sesudah
kegiatan operasi produksi. Rencana pembukaan lahan untuk kegiatan tahap operasi
produksi yang menyebabkan lahan terganggu. Kriteria keberhasilannya meliputi
keberhasilan penatagunaan lahan, revegetasi, pekerjaan sipil dan penyelesaian akhir.

Pada Permen No.18 Tahun 2008, dilakukan kegiatan penutupan tambang. Sedangkan,
pada Permen No.7 Tahun 2014, dilakukan kegiatan pascatambang. Program pascatambang yang
dimaksud pada Permen No.7 Tahun 2014 meliputi :

1. Reklamasi pada lahan bekas tambang dan lahan di luar bekas tambang
2. Pengembangan sosial, budaya, dan ekonomi
3. Pemeliharaan hasil reklamasi
4. Pemantauan.

Kriteria keberhasilan Pascatambang menurut Permen ESDM No.7 Tahun 2014 meliputi standar
keberhasilan pada tapak bekas tambang, fasilitas pengolahan dan pemurnian, fasilitas penunjang,
dan pemantauan.

Permen ESDM No.18 Tahun 2008 disusun oleh Menteri ESDM pada Tahun 2008,
Purnomo Yusgiantoro dan direvisi oleh Jero Wacik sebagai Menteri ESDM Tahun 2014
berdasarkan UU Minerba yang terbaru (UU No.4 Tahun 2009) Perubahan ini dimaksudkan agar
kegiatan kegiatan reklamasi dan pasca tambang dapat lebih teratur.

Demikian persamaan dan perbedaan antara Permen ESDM No.18 Tahun 2008 dan
Permen ESDM No.7 Tahun 2014 menurut pendapat saya, dan diharapkan dapat mewakili dan
membantu dalam kegiatan akademis.