Anda di halaman 1dari 1

Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium

Pada pasien dengan trauma kepala sebenarnya tidak membutuhkan pemeriksaan darah tambahan selain
pemeriksaan darah rutin seperti Hb, Ht, leukosit, trombosit. Namun pada beberapa kasus perlu
diperhatikan kadar natrium pasien, terutama pada kasus trauma kepala dengan penurunan kesadaran.
Hiponatremia mungkin terjadi karena Syndrome of inappropriate antidiuretic hormone (SIADH). Pada
kasus tersebut terjadi penurunan kadar natrium pada darah dan peningkatan kadar natrium pada urin.

Kadar alcohol dalam darah juga mungkin perlu di cek pada beberapa kasus penurunan kesadaran yang
tidak normal terjadi.

Rontgen Kepala

Pencitraan adalah pemeriksaan penunjang paling penting pada kasus trauma kepala, namun foto rontgen
kepala sudah digantikan oleh CT-scan, kecuali pada kasus dengan luka terbuka. Posisi foto yang
dilakukan adalah AP, Lateral, dan Towne.

CT SCAN

CT scan telah menjadi pemeriksaan diagnostik untuk kasus trauma kepala karena cepat, tersedia secara
luas, dan mudah diinterpretasikan.

CT scan yang standar untuk evaluasi kasus trauma kepala adalah scan non-contrast dari dasar occiput
sampai vertex dengan ketebalan 5 mm. Pada hasil CT scan akan didapatkan bone window, tissue window
dan subdural window. Dimana dengan hasil tersebut dapat dievaluasi hingga ke jaringan otak meskipun
trauma tertutup.

MRI

Peran MRI pada kasus trauma kepala sangat terbatas. Meskipun MRI memberikan gambaran anatomi
yang lebih detail, MRI tidak umum digunakan untuk mengevaluasi kasus trauma kepala karena
membutuhkan waktu yang lebih lama dan sulit dilakukan pada orang yang kritis. MRI dapat dilakukan
pada kasus subakut dan deficit neurologis yang sulit diketahui melalui CT scan.

Ainsworth CR.Head Trauma. Medicine Reference. January 09, 2015. Available from :
http://emedicine.medscape.com/article/433855-overview