Anda di halaman 1dari 16

TENIS MEJA

PENGERTIAN
Tenis meja, atau ping pong adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang
(untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang berlawanan. Di Republik
Rakyat Cina, nama resmi olahraga ini ialah "bola ping pong" (Tionghoa : ;
Pinyin : pngpng qi). Permainan ini menggunakan raket yang terbuat dari papan
kayu yang dilapisi karet yang biasa disebut bat, sebuah bola pingpong dan lapangan
permainan yang berbentuk meja. Induk Olahraga tenis meja di Indonesia adalah
PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) dan di dunia adalah ITTF
(International Table Tennis Federation) yang anggotanya mencapai 215 negara dan
PTMSI tercatat sebagai Anggota ITTF sejak tahun 1961.
TAKTIK DAN STRATEGI TENIS MEJA

Taktik
Taktik adalah siasat utuk menghadapi permainan lawan, dengan tujuan untuk dapat
memenangkan permainan. (Sukintak, 1979 : 16).

Strategi
Strategi adalah siasat yang bersifat umum, menyeluruh, dan menyangkut banyak segi
(Sukintak, 1979 : 16). Dalam strategi bermain banyak mencangkup unsur yaitu
pertama menganalisis kekurangan sendiri, yang kedua menganalisis kepada pihak
lawan. Permainan lawan harus dipelajari agar diketahui kelemahannya, yang perlu
diperhatikan sebelum memulai servicenya adalah sikap badan, dan bagaimana service
itu dilakukan. Unsur-unsur inilah yang nantinya dapat memberikan gambaran jenis-
jenis service yang dilakukan dan kemana arahnya bola, begitu juga sebaliknya seorang
pemain harus dapat menyembunyikan kelemahannya. Jadi seorang pemain hendaknya
dapat menguasai berbagai macam pola permainan agar pihak lawan tidak dengan cepat
menguasai permainannya.
PENGERTIAN SERVICE
Service adalah suatu pukulan yang dilakukan untuk memulai atau membuka
permainan dengan tiap bagian alat pemukul memulai bagian atas net, setelah bola
dilambungkan pada daerah service. Dapat pula ditambahkan bahwa service merupakan
tindakan pertama dalam permainan tenis meja dan juga sebagai serangan pertama kali
bagi pemain yang melakukan service yang sukar atau sulit diterima oleh pihak lawan
dapatlah dipakai suatu senjata untuk mengadakan suatu serangan. (Drs. Soetomo, 1985
: 553)

MACAM-MACAM SERVICE
Di dalam permainan tenis meja ada 2 macam service yaitu
1. Service Forehand
Service Forehand adalah service yang dilakukan dengan bagian depan bet/raket, di
sebelah kanan badan bagi seorang pemain yang memegang bet dengan tangan kanan
atau sebelah kiri badan bagi seorang pemain kidal. (Napitupulu, 1982 : 57).
2. Service Backhand
Service Backhand adalah Service yang dilakukan dengan menggunakan bagian
belakang kepala bet/raket. (Nupitupulu, 1982 : 10).
TEHNIK SERVICE FOREHAND DAN TEHNIK BACKHAND
Apabila bet/raket dengan meja membentuk sudut 900, maka posisi bet tersebut tegak
lurus. Jika sudutnya lebih kecil 900, maka kedudukan bet tersebut tertutup. Sedangkan
jika dudutnya lebih besar dari 900, maka kedudukan bet tersebut terbuka. (Sumarno
dkk, 1993 : 358)
Adapun cara melakukan service forehand dan service backhand adalah sebagai
berikut :
1. Tehnik Service Forehand
Posisi Kaki, Service forehand memiliki sikap dasar badan agak condong ke arah meja,
dengan pengertian bahwa kaki kiri berada di depan, (bagi yang tidak kidal).
Posisi Lengan, Lengan atas membentuk sudut kecil dengan tubuh lengan bahwa
mengarah ke bawah.
Posisi Bet, Saat melakukan service bet terbuka, maksud dari bet terbuka adalah waktu
perkenaan bola posisi bagian depan bet menghadap ke depan.
Gerakan service dilakukan dari bawah ke atas, dari kanan ke kiri, dari belakang ke
depan. Lengan bawah mengkhiri gerakanya di depan dahi. Jadi selama melakukan
pukulan lengan bawah membentuk sudut lebih kecil.
2. Tehnik Service Backhand
Sikap Posisi Kaki, Kedua kaki berdiri paralel dengan meja.
Sikap Lengan, Lengan mengarah ke depan, lengan bawah membentuk sudut yang lebih
besar. Tangan yang memegang bet lebih dekat dengan tubuh dari pada siku.
Posisi Bet, Selama melakukan service bet terbuka. Pada waktu melakukan service
posisi bagian depan bet menghadap ke depan.
Gerakan Service, Gerakan service dilakukan dari belakang ke depan, dari kiri ke
kanan, dan dari atas ke bawah.
Pengembalian Bola, Dalam usaha mengembalikan bola pada dasarnya adalah tidak
memberikan kesempatan pada para pemain untuk mematikan bola tersebut.
Selain dari kedua dasar dan gerakan service yang disebutkan di atas maka terdapat
beberapa hal lagi yang perlu diperhatikan dalam melakukan service forehand dan
service backhand diantaranya yaitu :
1) Pandangan
Pada pelaksanaan service kita hendaknya melihat arah bola lambung karena kita
menginginkan bola yang dipukul dapat melambung dengan baik dan akurat. Setelah
kita mengarahkan pandangan ke bola selanjutnya arah pandangan beralih ke sasaran
yang kita kehendaki/tuju. Dengan melakukan hal tersebut berarti kita juga telah
melakukan service perlu kosentrasi dengan baik.
Service merupakan serangan pertama di dalam permainan tenis meja sebab dengan
service yang baik serta pandangan dimana kita mengetahui tempat-tempat yang sulit
dikembalikan oleh pihak lawan akan menghasilkan nilai (point).
2) Melempar bola ke atas
Melempar bola ke atas dalam setiap jenis service merupakan syarat yang terpenting di
dalam peraturan tenis meja. Bola yang tidak dilambungkan akan dianggap tidak syah
atau service gagal, karena melempar bola merupakan tahapan pertama yang
selanjutnya disusun dengan memukul bola (Hitting The Ball). Gerakan melempar bola
ini sangat perlu diperhatikan karena apabila kita melakukan lemparan tidak sempurna
akan mengakibatkan hasil pukulan tidak mengenai sasaran/gagal melambung bola.
Untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak kita inginkan lemparan harus
dilakukan secara baik yaitu : bola diletakkan pada tangan (telapak) tangan kiri dengan
jari-jari tertutup kecuali ibu jari dan bola dilambungkan ke atas dengan sudut tidak
boleh lebih dari 45o dari garis vertikal baru kemudian dipukul.
3) Ayunkan tangan pada saat memukul bola
Ayunan tangan yang baik sangat diperlukan sekali di dalam menyajikan service,
karena ayunan tangan merupakan gerakan awal untuk memukul maupun untuk
menentukan sasaran yang tepat untuk mendapatkan hasil yang baik di dalam penyajian
service, ayunan tangan (bet) dan lambung bola harus tepat dan terkoordinasikan.
Cara melakukannya adalah sebagai berikut : mula-mula ambil sikap berdiri
menyamping dan badan condong ke depan, sedangkan bet dipegang tepat dibelakang
dan di bawah bola yang tidak bergerak dengan daunya terangkat ke atas. Lemparan
bola dari telapak tangan yang bebas ke atas ambil serentak mengayunkan bet ke depan
dan ke atas untuk meyikat bagian atas bola.
4) Saat perkenaan (Inpect) bola dengan bet
Bersamaan dengan turunnya bola dari ketinggian, saat itulah perkenaan bola dengan
bet. Pada saat bet menempel atau membentur bola, komponen ke depan lebih besar
dari komponen ke atas, agar bola berjalan menuju ke depan dan keras.
5) Gerakan lanjut/akhir
Setelah pekenaan bola teruskan gerakan lengan ke depan samping berhenti di depan
kiri atau di depan dahi jadi gerakan lanjut ini yang mengangkat bola untuk melewati
jaring dan selanjutnya memantul pada meja lawan.
PERLENGKAPAN

Meja berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 274 cm, lebar 152,5
cm, dan tinggi 76 cm.

Jaring (net) termasuk tali pengantungnya dengan panjang 183 cm, dan tinggi
15,25 cm.

Bola berbentuk bulat, terbuat dari bahan celluloid atau plastik, berwarna putih
atau pudar, diameternya 37,2 mm atau 38,2 mm, dengan berat 2,40 gram atau
5,50 gram.

Bet atau Raket tebuat dari kayu sama tebal, latar dan kayu, permukaan
berwarna gelap dan pudar, bila daun pemukul dilapisi dengan karet berbintik
dan menonjol keluar dan tebal seluruhnya tidak lebih dari 2 mm.
JUMLAH PEMAIN
1. Satu lawan satu (Tunggal)
2. Dua lawan dua (Ganda)

2. BADMINTON
Pengertian Taktik dan Teknik
Teknik adalah suatu proses gerakan yang dianggap efektif dan efisien serta rasional
untuk melaksanakan tugas/ aturan dengan baik dalam permainan/ pertandingan/
perlombaan.
Taktik adalah gaya seseorang atau sekelompok orang untuk melaksanakan suatu teknik
yang sifatnya individual maupun kelompok dalam suatu permainan/ pertandingan/
perlombaan. Biasanya berupa siasat untuk menjalankan teknik berdasarkan
kemampuan yang dimiliki.
Ada 2 cara pegangan raket yaitu : Forehand dan Backhand.Pegangan raket cara
forehand :
1. Cara Memegang Raket
Pegang raket dengan tangan kiri, kepala raket menyamping, pegang raket seperti
menjabat tangan ( bentuk V ) pada gagang raket. Jari tengah, jari manis, dan
kelingking menggenggam raket sedangkan jari telunjuk agak terpisah. Letakan ibu jari
diantara tiga jari dan jari telunjuk.
Pegangan raket cara backhand :
Geser V tangah kearah dalam. Letaknya disamping dalam, bantalan jempol berada
pada pegangan raket yang lebar
2. Gerakan kaki ( footwork )
Kecepatan gerak kaki untuk bisa menghasilkan pukulan yang berkualitas. Gerak
langkah ke depan, belakang, samping saat memukul kok dengan memperhatikan
keseimbangan. Gerak langkah meluncur cepat sangat efektif dalam memukul da
hindari berdiri dengan telapak kaki saat menunggu datangnya kok
3. Sikap dan Posisi
Berat badan tetap bertumpu pada kedua kaki agar seimbang. Tekuk kedua lutut dan
berdiri dengan ujung kaki sehingga posisi pinggang tetap tegak. Kedua kaki terbuka
selebar bahu dengan posisi sejajar atau salah satu didepannya. Lengan dengan siku
bengkok di samping badan sehingga lengan bagian atas yang memegang raket bebas
bergerak. Kepala raket lebih tinggi dari kepala kita.
4. Hitting Position ( posisi memukul )
Overhead ( atas ) untuk right handed adalah posisi badan menyamping dengan arah
net. Posisi kaki kanan di belakang kaki kiri. Saat memukul harus terjadi eprpindahan
berat badan dari kaki kanan ke kaki kiri. Posisi badan harus dibelakang bola yang akan
dipukul. Untuk underhead posisi kaki kanan selalu di depan dan kaki kiri dibelakang.
Lutut kanan dibengkokkan, kerendahannya sesuai dengan ketinggian bola yang akan
dipukul. Footwork maju mundur.
5. Service
Service forehand pendek : kok dipukul dengan ayunan raket yang relative pendek dan
tidak menggunakan tenaga pergelangan tangan.
Service forehand tinggi : kok dipukul dengan tenaga penuh, kedua kaki terbuka selebar
pinggul. Dilakukan dengan sempurna serta diikuti gerak peralihan titik berat badan
dari kaki belakang ke kaki depan secara continue. Biasanya digunakan pemain tunggal.
Service backhand : kai kanan di depan kaki kiri, ujung kaki kanan mengarah ke
sasaran yang diinginkan. Titik berat badan di kedua kaki. Ayunan raket relatif pendek
hanya didorong peralihan berat badan dari kai belakang ke depan.
6. Pengembalian service
Teknik pengembalian servis, sangat penting dikuasai dengan benar oleh setiap pemain
bulutangkis. Arahkan kok ke daerah sisi kanan dan kiri lapangan lawan atau ke sudut
depan atau belakang lapangan lawan.
7. Underhand
Saat memukul kok, gunakan tenaga kekuatan siku dan pergelangan tangan, hingga
gerakan lanjut dari pukulan ini berakhir di atas bahu kiri. Perhatikan, agar telapak kaki
kanan tetap kontak dengan lantai sambil menjangkau kok ada dua jenis yaitu clear
underhand dan flick underhand.
8. Overhead clear/ lob
Pegangan forehand, pegang raket pada posisinya disamping bahu. Posisi kaki kanan di
belakang kaki kiri, saat memukul terjadi perpindahan beban badan. Posisi badan
dibelakang bola. Bola dipukul seperti gerakan melempar. Saat perkenaan tangan harus
lurus. Lecutkan pergelangan saat terkena bola.
9. Smash
Yaitu pukulan overhead (atas) yang diarahkan ke bawah dan dilakukan dengan tenaga
penuh. Pukulan ini identik sebagai pukulan menyerang. Karena itu tujuan utamanya
untuk mematikan lawan
10. Dropshot ( pukulan potong )
Adalah pukulan yang dilakukan seperti smes. Perbedaannya pada posisi raket saat
perkenaan dengan kok. Bola dipukul dengan dorongan dan sentuhan yang halus.
Dropshot (pukulan potong) yang baik adalah apabila jatuhnya bola dekat dengan net
dan tidak melewati garis ganda.
11. Netting
Adalah pukulan yang dilakukan dekat net, diarahkan sedekat mungkin ke net, dipukul
dengan sentuhan tenaga halus sekali. Pukulan netting yang baik yaitu apabila bolanya
dipukul halus dan melintir tipis dekat sekali dengan net.
Cara Melatih Teknik Dasar Permainan Bulutangkis
Pegangan raket : siswa dilatih membiasakan diri memegang raket dengan benar dan
luwes tetapi bertenaga. Melakukan gerakan kea rah kanan dan kiri menggunakan
tenaga pergelangan tangan. Gerakan pergelangan tangan ke atas dan bawah, memukul
kok ke tembok.
Footwork : latih dengan gerakan kaki cepat ke kanan dan kiri, depan belakang.
Sikap dan posisi tubuh : posisikan tubuh dengan sempurna dan bergerak leluasa.
Hitting Position : dari tengah ke depan sebagai langkah dasar hanya dua langkah
dimulai dengan kaki kiri kemudian kaki kanan. Dari tengah ke belakang dan dari
depan ke belakang.
Service : menggunakan kok yang dilakukan dengan sejumlah kok secara berulang
ulang. Berlatih dengan tekun agar dapat melakukan gerakan ini sampai dapat
menguasai gerakan dan ketrampilan service dengan utuh baik dan sempurna.
Pengembalian service : biasakan latihan dengan mengarahkan kok ke sisi kanan dan
kiri lapangan lawan ke sudut depan atau belakang lapangan lawan. Psinsipnya
penempatan kok yang tepat, lawan akan bergerak untk memukul kkok sehingga ia
terpaksa meninggalkan posisi strategisnya.
Underhand : cara yang efektif untuk menguasai teknik dasar ini adalah mencitakan
suasana berlatih bersama tim dengan memukul kok yang diarahkan relative jauh dari
jangkauan, berlatihlah dengan tekun dan selalu mengevaluasi sendiri kesalahan yang
dilakukan agar tidak dulangi lagi. Untuk pemula dengan lemparan banyak bola dan
untuk koordinasi dengan langkahkan kaki kanan.
Overhead clear/ lob : untuk pemula pertama tama latihan dengan cara mengumpan
dengan lemparan bbola agar timing memukul bisa diperoleh. Untuk alat bantu guna
membiasakan gerakan dan memperoleh timing memukul yang pas, gunakan gantungan
kok yang bisa diatur ketinggiannya.
Smash : latihan fleksibilitas yang diikuti kekuatan. Denggan service atas kemudian
dismash.
Dropshot : berlatih gerak tipu.
Netting : berlatih melakukan netting dengan pukulan paling renddah mendekati limit
net.
3. SOFTBALL
Sofbol atau dikenal dengan softball adalah olahraga bola beregu yang terdiri dari dua
tim. Permainan sofbol lahir di Amerika Serikat, diciptakan oleh George Hancock di
kota Chicago pada tahun 1887. Sofbol merupakan perkembangan dari olahraga sejenis
yaitu bisbol atau hardball. Bola sofbol saat ini berdiameter 28-30,5 sentimeter; bola
tersebut dilempar oleh seorang pelempar bola (pitcher) dan menjadi sasaran pemain
lawan, yaitu pemukul bola dengan menggunakan tongkat pemukul (bat). Terdapat
sebuah regu yang berjaga (defensif) dan tim yang memukul (ofensif). Tiap tim
berlomba mengumpulkan angka (run) dengan cara memutari tiga seri marka (base)
pelari hingga menyentuh marka akhir yaitu home plate.

Peralatan
Minimal peralatan yang dibutuhkan dalam sebuah pertandingan sofbol termasuk
sebuah bola.
1. Bola : Sofbol menggunakan bola berwarna kuning dengan benang grip
berwarna merah, yang sebelumnya berwarna putih dengan grip putih.
2. Sarung tangan (glove) dikenakan oleh seluruh pemain bertahan untuk
menangkap bola, sementara first baseman dan penangkap bola mengenakan
mitt (glove mempunyai jari, sedangkan mitt tidak). Tongkat pemukul (bat) yang
digunakan dalam pertandingan resmi adalah bat khusus yang diperuntukkan
untuk sofbol. Ketentuan pemakaian dan kharakteristik bat yang boleh
digunakan tertuang dalam peraturan Federasi Sofbol Internasional.
3. Helm pemukul bola dipakai untuk melindungi kepala seorang pemukul bola
dari terjangan bola dan cedera.
4. Pakaian pelindung (protective gear) untuk seorang penangkap bola.
5. Sepatu pool (cleats).
6. Seragam. Tiap pemain menggunakan baju, celana, dan topi yang seragam atau
berwarna dasar sama. Semakin tinggi tingkat pertandingannya, semakin ketat
dalam peraturan seragamnya. Semua peralatan dan perlengkapan itu adalah
wajib bagi setiap tim dalam melaksanakan pertandingan resmi.
JUMLAH PEMAIN
Sofbol dimainkan oleh dua tim di lapangan sofbol. Setiap tim minimal memiliki 9
pemain dan selebihnya merupakan cadangan.
CARA BERMAIN SOFTBALL
Permainan terdiri dari 9 babak yang disebut inning. Di dalam satu inning, tim yang
bertanding masing-masing mempunyai kesempatan memukul (batting) untuk
mencetak angka (run). Ketika tim yang menyerang mendapat giliran memukul,
seorang pelempar bola tim bertahan melemparkan bola ke arah penangkap bola
sekencang-kencangnya agar bola tidak dapat dipukul.Tim yang mendapat giliran
memukul bergantian seorang demi seorang untuk memukul bola. Tim yang berjaga
berusaha mematikan anggota tim yang mendapat giliran memukul. Tim yang mendapat
giliran memukul mendapat kesempatan 3 kali mati (out) sebelum giliran memukul
digantikan tim yang bertahan.
Skor atau run dihasilkan dari seorang runner berlari menginjak semua marka secara
berurutan dan kembali menginjak home plate. Setiap pelari yang berhasil mengelilingi
dan menginjak home plate mendapat satu angka. Waktu permainan ditentukan oleh
inning. Setiap tim mendapat giliran memukul sampai 3 kali out dan mematikan tim
lawan 3 kali out, disebut 1 inning. Dalam tiap pertandingan sofbol durasi permainan
setidaknya 7 inning tergantung situasi, atau lama waktu 2 jam. Setelah menghabiskan
inning, tim yang mencetak angka (run) terbanyak menjadi pemenang.
Jika dalam inning yang ditentukan waktu sudah habis dan kedua belah tim dalam
keadaan seri, inning tambahan dimainkan sampai salah satu tim keluar sebagai
pemenang. Kondisi itu disebut tie break atau seri. Pada permulaan permainan, tim
yang menjadi tuan rumah (home team) mendapat giliran melempar sedangkan tim
tamu (visitor) mendapat giliran memukul.
Pelempar bola
Permainan dimulai pada saat wasit memulai pertandingan dan meneriakkan kata
Play Ball. Setelah pemain bertahan memasuki daerah jaganya masing-masing,
pertarungan antara pelempar bola di tim bertahan dan pemukul bola di tim yang
mendapat giliran memukul dapat dimulai. Seorang pelempar bola berdiri di atas plate
dan menghadap ke arah penangkap bola. Pelempar bola akan berusaha melempar bola
sekuat tenaga ke mitt penangkap bola. Posisi bola lempar mempunyai wilayah khusus
yang disebut zona strike (strike zone), dimana hasil akhir lemparan terdapat di atas
home plate dan tingginya tidak lebih dari dada dan tidak kurang dari lutut pemukul
bola. Jika bola dalam zona strike tidak terpukul oleh pemukul bola, maka wasit akan
berteriak strike. Dan apabila bola keluar dari zona strike, namun pemukul bola tidak
mencoba memukul bola maka wasit akan berteriak ball. Zona strike adalah zona
dimana bola dalam wilayah pukul pemukul bola. Pada saat melempar, pelempar bola
akan berusaha membuat bola strike dengan sekuat tenaga agar pemukul bola
kesusahan memukul bola walaupun bola berada di zona pukulnya. Sehingga tantangan
seorang pelempar bola adalah melempar dengan kecepatan tinggi dan dengan sasaran
yang tepat.

Penangkap bola
Dalam satu regu setidaknya memiliki satu orang penangkap bola. Penangkap bola
dilengkapi dengan perlengkapan pengaman dan bertugas menangkap lemparan
pelempar bola. Catcher menggunakan helm (topeng penangkap bola) untuk
melindungi kepala dan muka, pelindung tubuh untuk melindungi daerah badan dan
pelindung kaki untuk melindungi daerah lutut ke bawah. Posisi penangkap bola adalah
jongkok di belakang pemukul bola. Seorang pelempar bola dan penangkap bola
diharuskan memiliki komunikasi yang baik dengan isyarat-isyarat untuk bekerjasama
mematikan seorang pemukul bola. Seorang penangkap bola kadang adalah pengatur
strategi yang baik, karena dalam pertandingan penangkap bola dapat melihat seluruh
situasi yang terjadi di depannya.

Penjaga
Selain pelempar bola dan penangkap bola , tim bertahan memiliki 7 orang penjaga
(fielder) yang terbagi dalam 4 penjaga daerah dalam (infielder) dan 3 orang penjaga
daerah luar (outfielder). Bagian dalam yaitu penjaga marka satu (pertama), penjaga
marka dua (kedua), Penjaga antara marka dua dan tiga (shortstop), dan penjaga marka
tiga (ketiga). Sedangkan penjaga luar terdapat di sebelah kiri (penjaga kiri), tengah
(penjaga tengah), dan kanan (penjaga kanan). Semua penjaga (termasuk pelempar bola
dan penangkap bola) berusaha mematikan 3 orang tim lawan agar mendapat giliran
memukul. Karena run hanya bisa didapatkan dalam posisi menyerang.
Pemukul bola
Tiap pemukul bola mempunyai kesempatan 3 kali strike dan 4 kali ball. 3 kali
strike akan membuat pemukul bola mati Strike Out. Dan apabila 4 kali ball maka
pemukul bola diperbolehkan jalan bebas ke arah marka satu (free walk). Apabila
pemukul berhasil memukul bola, pemukul bola akan berlari sekuat tenaga mencapai
marka satu sebelum bola pukulannya dikembalikan atau di tangkap oleh penjaga
marka satu. Jika pemukul bola berhasil sampai di marka satu sebelum penjaga marka
satu menangkap bola maka pemukul bola safe'. Namun bila penjaga marka satu lebih
cepat menangkap bola, maka pemukul bola out.
Terdapat berbagai macam jenis memukul. Hit, Bunt, hit and run, Steal dan lain-lain.
Tergantung situasi yang terjadi saat itu. Berbagai macam jenis hit digunakan sesuai
strategi yang akan ditempuh tim penyerang.

4. RONDERS
Rounders adalah permainan bola kecil dengan teknik dasar yang hampir sama dengan
permainan kasti yaitu melempar, menangkap, dan memukul ditambah dengan
ketrampilan mengetik dan menghindari sentuhan bola.
Istilah Alam Permainan Rounders
Ball : Bola yang dilemparkan pelambung salah, yaitu bola tidak berada di atas tempat
untuk memukul.
Strike : Bola yang dilemparkan pelambung benar, yaitu bola yang dilemparkan
meluncur di atas tempat pemukul antara lutut dan bahu pemukul.
Out : Bola yang dipukul jatuh di luar garis batas pelari.
Base : Tempat hinggap bagi seorang pemukul atau pelari.
Pitcher : Pelambung, dari regu jaga.
Catcher : Penangkap bola/penjaga belakang dari regu jaga.
Home Base : Base tempat memukul bola.
Mengetik : Mematikan lawan dengan cara menyentuh bola.
Membakar : Mematikan lawan dengan memegang bola sebelum pemain sampai di
base.
Home Run : Pemukul dengan pukulannya sendiri dapat kembali ke ruang bebas secara
langsung.
PERLENGKAPAN
1. Bola
2. Sarung tangan (glove
3. Tongkat pemukul (bat)
4. Sepatu pool (cleats).
5. Seragam.

PEMAIN RONDERS
- Pelambung (Pitcher)
- Pitcher adalah pemain yang bertugas melempar bola kepada pemukul.
- Penangkap/penjaga (Catcher)
- Pemukul (Batter)

JUMLAH PEMAIN
Setelah sarana dan prasarana lengkap, tidak kalah penting untuk menentukan jumlah
orang yang akan bermain di dalamnya agar Permainan ini semakin menarik. Adapun
jumlah yang telah disepakati adalah :
Setiap regu terdiri dari 12 orang pemain dengan jumlah pemain minimal 8 orang
Setiap pemain diberi nomor dada dari 1 sampai dengan 12
Salah seorang bertindak sebagai kapten regu
CARA BERMAIN
1. Permainan rounders dimainkan oleh 2 regu, dimana tiap regu terdiri atas 12
pemain dengan 6 pemain cadangan.

2. Sebelum permainan dimulai, dilakukan undian. Regu yang memenangkan


undian berhak memilih menjadi regu pemukul atau regu jaga.

3. Pemukul diberi kesempatan memukul sebanyak 3 kali, jika pukulan pertama


atau kedua baik, ia harus lari menuju base.

4. Urutan memukul sesuai dengan normor yang telah ditentukan.

5. Pemukul di belakangnya tidak boleh mendahului pemukul di depannya.

6. Setiap base hanya boleh diisi oleh satu pemain saja.

7. Setiap regu pemukul berpindah base, regu jaga boleh mematikan.

8. Cara mendapatkan angka :


Setiap base yang dilewati pemain mendapat angka 1.
Jika dibakar atau terkena tik tidak mendapat nilai pada base itu.
Jika dapat kembali ke ruang tunggu dengan pukulan sendiri dan setiap base selamat
maka akan mendapat angka 6.
Ketentuan bagi pemukul (batter) adalah sebagai berikut :
1. Pemukul harus berlari jika :
a. Hasil pukulan pertama strike (baik)
b. Pukulan ketiga tidak kena tetapi wasit mengatakan strike (baik)
c. Pelari waktu lari menuju base dihalang-halangi oleh penjaga, maka pemukul bebas
menuju base yang telah ditentukan oleh wasit. Jika pitcher sudah empat kali
melambungkan bola salah dan tidak dipukul, maka pemukul dipersilahkan melakukan
free walk.
Bola baik (strike) meskipun :
a. Dipukul kena atau tidak kena oleh pemukul.
b. Tidak dipukul oleh pemukul.
c. Dipukul salah (out/keluar) oleh si pemukul.
Bola diangkap mati jika :
a. Bola hilang.
b. Bola sudah dipegang oleh pitcher dan siap dilemparkan kepada pemukul.
c. Bola out
Pada waktu bola mati, semua pelari tidak boleh meninggalkan base yang ditempati.
Pelari dianggap mati jika :
a. Pada waktu lari tidak menginjak base.
b. Melewati pelari yang ada di depannya.
c. Jika base yang dituju telah dibakar oleh penjaga.
d. Mengganggu penjaga yang sedang menangkap bola.
Cara Mematikan Lawan
Cara mengetik yaitu dengan menyentuhkan bola ke tubuh pemain pemukul sebelum
dia mencapai base. Cara membakar yaitu dengan menginjakkan kaki pada base yang
dituju pelari sambil memegang bola