5 Teori Atom Dalton:
1. Unsur-unsur terdiri dari partikel-partikel yang luar biasa kecil yang tidak dapat dibagi
kembali(disebut atom).Dalam reaksi kimia,mereka tidak dapat diciptakan,dihancurkan
atau diubah menjadi jenis unsur yang lain.
2. Semua atom dalam unsur yang sejenis adalah sama dan oleh karena itu memiliki sifat-
sifat yang serupa;seperti massa dan ukuran.
3. Atom dari unsur-unsur yang berbeda jenis memiliki sifat-sifat yang berbeda pula.
4. Senyawa dapat dibentuk ketika lebih dari 1 jenis unsur yang digabungkan.
5. Atom-atom dari 2 unsur atau lebih dapat direaksikan dalam perbandingan-
perbandingan yang berbeda untuk menghasilkan lebih dari 1 jenis senyawa
Teori Atom J. J. Thomson
Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh William Crookers, maka J.J.
Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan bahwa sinar katode
merupakan partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan diantara katode dan
anode. Dari hasil percobaan ini, Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan
partikel penyusun atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan selanjutnya
disebut elektron.
Atom merupakan partikel yang bersifat netral, oleh karena elektron bermuatan negatif, maka
harus ada partikel lain yang bermuatan positifuntuk menetrallkan muatan negatif elektron
tersebut. Dari penemuannya tersebut, Thomson memperbaiki kelemahan dari teori atom
dalton dan mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom Thomson. Yang
menyatakan bahwa:
Teori Atom Rutherford
Pada tahun 1903 Philipp Lenard melalui percobaannyamembuktikan bahwa teori atom
Thomson yang menyatakan bahwa elektron tersebar merata dalam muatan positif atom
adalah tidak benar. Hal ini mendorong Ernest Rutherford (1911) tertarik melanjutkan
eksperimen Lenard. Dengan bantuan kedua muridnya Hans Geiger dan Ernest Marsden,
Rutherford melakukan percobaan dengan hamburan sinar . Partikel bermuatan positif.
Berdasarkan percobaan tersebut disimpulkan bahwa:
1) Sebagian besar ruang dalam atom adalah ruang hampa;partikel diteruskan
2) Di dalam atom terdapat suatu bagian yang sangat kecil dan padat yang disebut inti
atom; partikel dipantulkan kembali oleh inti atom
3) Muatan inti atom dan partikel sejenis yaitu positif; sebagian kecil partikel
dibelokkan.
Hasil percobaan tersebut menggugurkan teori atom Thomson. Kemudian Rutherford
mengajukan teori atom sebagai berikut: atom tersusun atas inti atom yang bermuatan positif
sebagai pusat massa dan dikelilingi elektron-elektron yang bermuatan negatif.
Massa atom berpusat pada inti dan sebagian besar volume atom merupakan ruang hampa.
Atom bersifat netral, karena itu jumlah muatan positif dalam atom (proton) harus sama
dengan jumlah elektron. Diameter inti atom berkisar 1015 m, sedang diameter atom berkisar
1010 m.
Teori atom Rutherford hanya mampu menjelaskan bahwa elektron-elektron yang beredar
mengeilingi inti atom berada dalam ruang hampa, tetapi belum mampu menjelaskan distribusi
elektron-elektron secara jelas.
Diawali dari pengamatan Niels Bohr terhadap spektrum atom, adanya spectrum garis
menunjukkan bahwa elektron hanya beredar pada lintasan-lintasan dengan energy tertentu.
Dengan teori Mekanika Kuantum Planck, Bohr (1913) menyampaikan 2 postulat untuk
menjelaskan kestabilan atom.
Dua Postulat Bohr :
1) Elektron mengelilingi inti atom pada lintasan tertentu yang stasioner yang disebut
orbit/kulit. Walaupun elektron bergerak cepat tetapi elektron tidak memancarkan atau
menyerap energi sehingga energi elektron konstan. Hal ini berarti elektron yang berputar
mengelilingi inti atom mempunyai lintasan tetap sehingga elektron tidak jatuh ke inti.
2) Elektron dapat berpindah dari kulit yang satu ke kulit yang lain dengan memancarkan
atau menyerap energi. Energi yang dipancarkan atau diserap ketika elektron berpindah-
pindah kulit disebut foton.