Anda di halaman 1dari 4

JENIS-JENIS RUANG TERBUKA

1. Ruang Terbuka Hijau

Secara definitif, Ruang Terbuka Hijau (Green Openspaces ) adalah kawasan atau areal
permukaan tanah yang didominasi oleh tumbuhan yang dibina untuk fungsi perlindungan habitat
tertentu, dan atau sarana lingkungan/kota, dan atau pengamanan jaringan prasarana, dan atau
budidaya pertanian. Selain untuk meningkatkan kualitas atmosfer, menunjang kelestarian air dan
tanah,

Ruang Terbuka Hijau (Green Openspaces) di tengah-tengah ekosistem perkotaan juga berfungsi
untuk meningkatkan kualitas lansekap kota.

Ruang terbuka hijau yang ideal adalah 30 % dari luas wilayah. Hampir disemua kota besar di
Indonesia, Ruang terbuka hijau saat ini baru mencapai 10% dari luas kota. Padahal ruang terbuka
hijau diperlukan untuk kesehatan, arena bermain, olah raga dan komunikasi publik. Pembinaan
ruang terbuka hijau harus mengikuti struktur nasional atau daerah dengan standar-standar yang
ada. Sejumlah areal di perkotaan, dalam beberapa dasawarsa terakhir ini, ruang publik, telah
tersingkir akibat pembangunan gedung-gedung yang cenderung berpola kontainer (container
development) yakni bangunan yang secara sekaligus dapat menampung berbagai aktivitas sosial
ekonomi, seperti Mall, Perkantoran, Hotel, dlsbnya, yang berpeluang menciptakan kesenjangan
antar lapisan masyarakat. Hanya orang-orang kelas menengah ke atas saja yang percaya diri
untuk datang ke tempat-tempat semacam itu.

Ruang Terbuka Hijau (Green Openspaces) terdiri dari Ruang Terbuka Hijau Lindung (RTHL)
Dan Ruang Terbuka Hijau Binaan (RTH Binaan):

a) Ruang Terbuka Hijau Lindung (RTHL) adalah ruang atau kawasan yang lebih luas, baik
dalam bentuk areal memanjang/jalur atau mengelompok, dimana penggunaannya lebih
bersifat terbuka/ umum, di dominasi oleh tanaman yang tumbuh secara alami atau tanaman
budi daya. Kawasan hijau lindung terdiri dari cagar alam di daratan dan kepulauan, hutan
lindung, hutan wisata, daerah pertanian, persawahan, hutan bakau, dsbnya.

b) B. Ruang Terbuka Hijau Binaan (RTHB) adalah ruang atau kawasan yang lebih luas, baik
dalam bentuk areal memanjang/jalur atau mengelompok, dimana penggunaannya lebih
bersifat terbuka/umum, dengan permukaan tanah di dominasi oleh perkerasan buatan dan
sebagian kecil tanaman.

Kawasan/ruang hijau terbuka binaan sebagai upaya menciptakan keseimbangan antara ruang
terbangun dan ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai paru-paru kota, peresapan air,
pencegahan polusi udara dan perlindungan terhadap flora.

2. Ruang Terbuka Binaan

Ruang Terbuka Binaan atau Built Openspaces, terdiri dari Ruang Terbuka Binaan
Publik (RTBPU) Dan Ruang Terbuka Binaan Privat (RTBPV).

a) Ruang Terbuka Binaan Publik (RTBP) adalah ruang atau kawasan yang lebih luas, baik
dalam bentuk areal memanjang/jalur atau mengelompok, dimana penggunaannya lebih
bersifat terbuka/ umum, dengan permukaan tanah di dominasi keseluruhan oleh perkerasan.
Ruang Terbuka Binaan Publik makro antara lain: ruang jalan, kawasan bandar udara,
kawasan pelabuhan laut, daerah rekreasi, dan Ruang Terbuka Binaan Publik mikro seperti
mall di lingkungan terbatas, halaman mesjid, halaman gereja, plaza di antara gedung
perkantoran dan kantin.

b) Ruang Terbuka Binaan Privat (RTBPV) adalah ruang atau kawasan yang lebih luas, baik
dalam bentuk areal memanjang/jalur atau mengelompok, dimana penggunaannya lebih
bersifat terbatas/ pribadi. Ruang Terbuka Binaan Privat antara lain: halaman rumah tinggal
dengan berbagai luasan persil.
JENIS-JENIS KAWASAN

1. Kawasan Lindung

Kawasan lindung adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi
kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam, sumber daya buatan dan nilai
sejarah serta budyaa bangsa guna kepentingan pembangunan berlanjutan.

2. Kawasan Budidaya

Sementara kawasan budi daya adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk
dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan
sumber daya buatan.

3. Kawasan perdesaan
Wilayah yang mempunyai kegiatan utama pertanian, termasuk pengelolaan sumber daya
alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukimanperdesaan, pelayanan jasa,
pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.

4. Kawasan Agropolitan

Agropolitan adalah kota pertanian yang tumbuh dan berkembang, mampu melayani,
mendorong, menarik, menghela kegiatan pembangunan pertanian (agribisnis) di wilayah
sekitarnya

5. Kawasan perkotaan
Wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan
fungsi kawasan sebagai tempat permukimanperkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa
pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi
6. Kawasan Metropolitan
Kawasan metropolitan adalah kawasan perkotaan yang berdiri sendiri atau kawasan perkotaan
inti dengan kawasan di sekitarnya yang saling memiliki keterkaitan dan dihubungkan dengan
sistem jaringan prasarana wilayah yang terintegrasi dengan jumlah penduduk sekurang-kurangnya
1.000.000 jiwa.

7. Kawasan Megapolitan
Kawasan Megapolitan adalah kawasan yang terbentuk dari 2 (dua) atau lebih kawasan
metropolitan yang memiliki hubungan fungsional dan membentuk sebuah system.

8. Kawasan Strategis Nasional


Wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting
secara nasional terhadap kedaulatan negara, pertahanan dan keamanan negara, akonomi, sosial,
budaya, dan/atau lingkungan, termasuk wilayah yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia.

9. Kawasan Strategis Provinsi


Wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting
dalam lingkup provinsi terhadap ekonomi, sosial, budaya dan/atau lingkungan.

10. Kawasan Strategis Kabupaten/Kota

Wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting
dalam lingkup Kabupaten/Kota terhadap ekonomi, sosial, budaya dan/atau lingkungan.