Anda di halaman 1dari 4

NT-BNP/BNP untuk mendeteksi hipertrofi vetrikel kanan pada

hipertensi, apa lagi?


Richard Isnard

Kata kunci: Hipertensi, Hipertrofi ventrikel kiri, natriuretik peptide tipe B

Strategi terapetik untuk hipertensi bergaantung pada resiko kardiovaskuler global dari pasien.
Risiko ini tidak hanya berhubungan dengan keparahan peningkatan tekanan darah, tetapi juga
adanya risiko kardiovaskularr lain dan kerusakan target orga seperti hipertrofi ventrikel kiri
(LVH). Mendeteksi dini hipertrofi ventrikel kiri adalah tujuan yang diinginkan dalam manajemen
pasien dengan hipertensi, tetapi EKG mempunyai nilai yang terbatas dan echokardiografi tidak
direkomendasikan secara rutin Karena akses rerbatas dan alasan biaya efektif. Walaupun
demikian, tetap diperlukan penanda pengganti.

Natriuretik peptide tipe B (BNP atau NT-proBNP) telah dipelajari secara luas selama
beberapa tahun terakhir sebagai penanda klinis dari kelebihan beban jantung. BNP diproduksi
sebagian besar oleh miokardium ventrikel sebagai respon terhadap meningkatnya tekanan
intrakavitas dan stress pada dinding. Pengukuran plasma BNP/NT-pro BNP telah menjadi
metode yang diterima untuk mendiagnosis gagal jantung. Selebihnya aplikasi dari penanda
biokimia untuk panduan penatalaksanaan gagal jantung krinis telah menunjukan hasil yan
menjanjikan dan kadar plasma BNP juga menyediakan informasidalam gagal jantun kronis atau
saat pemulangan setelah perawatan dekompensasi akut.

Bagaimanapun kegunaan plasma BNP untuk diagnosis disfungsi ventrikel kiri atau
hipertofi pada populasi umum atau pada pasien hipertensi telah menyediakan hasil yang lebih
kontroversial. Pada isuu jurnal ini, Mouly Bertin dkk menemukan keakuratan plasma NT-
proBNP untuk mendeteksi Hipertrofi ventrikel Kiri pada 93 pasien hipertensi, terutama pada
wanita dengan sensitivitas 88% daan spesifisitas dan nilai prediktif positif dan negative sebesar
76 dan 95%. Disamping indeks massa ventrikel kiri, mereka juga menemukan tekanan darah
sistol 24 jam rawat jalan dan jenis kelamin adalah determinan bebas dari Nt-Pro BNP. Yang
mengejutkan mereka melaporkan tidak adaa interaaksi statistic anyata umur, klirens kreatinin,
pengobatan, atau disfungsi diastole. Perlu dicatat bahwa pasien dari penelitian ini mewakili
populasi terpilih denga prevalensi hipertrofi ventrikel kiri yang sangat tinggi 44%. Selebihnya
fakta bahwa sekitar 25% pasien telah di eksklusi dari aalisis pertama Karena temuan
ekokardiografi yang mewakili keterbatasan penting untuk aplikasi hasil pada pasien hipertensi.
Akhirnya fakta-fakta ini bersama dengan jumlah pasien yang terbatas bila dibandingkan dengan
studi negative sebelumnya shearusnya dapat membuat penulis untuk lebih hati-hati terkait
kesimpulannya.

Mekanisme meningkatnya plasma BNP pada hipertensi

Beberapa studi telah menunjukan Hipertrof ventrikel kiri terkait dengan peningkatan plasma
BNP. Bagaimanapun bila dibandingkan dengan pasien gagal jantung, amplitude peningkatannya
lebig rendah dan pada pasien-pasien tua biasanya normal. Mekanisme pasti tentang
peningkatan BNP/NY proBNP pada hipertensi belum dimengerti seluruhnya. BNP dapat
menggambarkan perubahan struktur dan fungsi jantung seperti LVH atau disfungsi sistol maupun
diastole ventrikeel kiri, tetapi juga konsekuensi hemodinamik seperti peningkatan tekanan
intrakardiak. Dalam hipertensi meningkatnya plasma BNP dapat menjadi konsekuensi dari
peningkatan stress sistol dinding dan dampaknya pada atrium kiri meregang bersamaan dengan
meningkatnya massa ventrikel kiri. Kita bisa menduga bahwa untuk tekanan pengisian yang
diberikan, lebih tinggi assanya, lebih tinggi Natriuretik peptide tipe B yang dihasilkan. Dengan
kata lain, kita asumsikan mekanisme utama sekresi adalah Karena regangan miosit, semakin
tinggi ketebalan dinding juga berkontribusi terhadap kenormalan stress dinding sistol dan
diastole (Hukum Laplace). Jadi kita dapat berspekulasi bahwa pengeluaran BNP/NT-proBNP
kemungkinan adalah hasil dari keseimbangan dari mekaanisme-mekanisme yang berbeda ini,

Faktor yang memengaruhi sekresi BNP

Semua penelitian yang dilakukan pada populasi umum telaah menunjukan bahwa plasma
BNP/NTproBNP meningkat dengan usia dan lebih tinggi pada wanita dibandingkan pria pada
subjek normal. Jadi, ketika menentukan ambang batas untuk hipertrofi ventricular kiri, usia daan
jenis kelamin harus diperhitungkan.
Selebihnya, banyak factor kardiak dan nonkardiaak yang dapat memengaruhi sekresi
natriuretic pepida tipe B.Diantara factor kardiak, gagal jantung, disfungssi sitolik daan diastolic
atau sederhananya meningkatnya tekanan pengisian ventrikel kiri dengan fungsi sistol normal,
dan juga penyakit katup jantung, fibrilasi atrial. Beberapa penelitian telah menekankan interaksi
antara disfungsi diastolic sebagai penanda meningkatnya tekanan penisian dan hipertrofi
ventrikel kiri untuk menjelaskan peningkatan kadar plasma BNP/ NT-proBNP pada hipertensi.
Sebaliknya LVH sendiri dengan tekananpengisian jantung yang relative rendah tercaapai secara
spontan dengan penggunaan diuretic atau vasodilator dapat dihubungkan dengan kadar normal
BNP/NT-ProBNP sebagaimaa ditemukan pada pasien gaga jantung dengan disfungsi sistolik
ventrikel kiri. Sebaaliknya beta bloker dengan cara meningkatkan duraasi diastole pada kurva
tekanan pengisian dan volume yang curam, dapat meningkatlan kadar plasma natriuretic peptide
dengan mencapai tekanan diastolic akhir yang lebih tinggi. Hipertensi pulmonal primer maupun
sekunder (bahkan pada ketiadaan pathologi bagian kiri) juga dapat menyebabkan kenaikan
plasma BNP/NT-proBNP.Akhirnya diantara factor non kardiak, gagal ginjal adalah determinan
penting peningkatan BNP/NT-proBNP akibat menurunnya keluaran renal natriuretic peptide dan
meningkatnya volume plasma, dan factor ini harus diperhatikan pada pasien hipertensi.
Kesimpulannya kita daoat berpikir bahwa peningkayan BNP/NT-proBNP adalah penanda
nonspesifik distress kardiorenal, dimana biasanya membutuuhkan investigasi tambahan.

Dapatkah BNP/NT-proBNP menggantikan ekokardiografi dalam hipertensi?

Penulis menyimpulkan bahwa EKG dan NT-proBNP seharusnya mengganti total akokardiografi
pada wanita dan ekokardiografi harusnya terbatas pada laki-laki dengan EKG negative dan NT-
proBNP tes negative.Asumsi ini harus didiskusikan dengan hati-hati. Kenyataannya, kita berpikir
bahwa ekokardiografi berguna ketika plasma BNP/NT-proBNP meningkat, Karena penting untuk
melihat apa yang salah dengan jantung. Selain hipertrofi ventrikel kiri, ekokardigrafi dapat
mendeteksi fungsi sistolik abnormal dan pergerakan dinding abnormal yang berhubungan dengan
iskemia jantung. Ekokardiografi juga dapat menilai tipe LVH eksentrik atau kosentrik, yang
mungkin berhubungan dengan nilai prognostic. Sebaliknya pasien dengan EKG dan
BNP/NTproBNP normal yang tidak ada tanda klinis fungsional atau klinis jantung biasanya
dihubungkan dengan prognosis baik, dan biasanya dapat menghindarkan penggunaan
ekokardiografi meskipun tidak daapat menyingkirkan sepeuhnya LVH.

Kesimpulannya, meskipun kontribusi Mouly-Bertin, dkk. Menarik, kita berpikir bahwa


BNP/NT-proBNP adalah penaanda non spesifik dari disfungssi ginjal daan jantung. Pada kasus
hipertensi, sepertinya terlalu dibuat-buat untuk menggantikan ekokardiografi. Selebihnya
implikasi ekonomi pengukuran BNP/NT-proBNP pada seluruh pasien hipertensi dan dampaknya
pada pelayanan kesehatan sehaarusnya endapatkan evaaluasi yang hati-hati sebelum
direkomendasikan secara rutin.