Anda di halaman 1dari 3

Radiografi merupakan sarana penting untuk membantu menegakkan

diagnosa penyakit periodontal, menentukan prognosa dan


mengevaluasi hasil perawatan

Septum interdental
Evaluasi radiografik thd perubahan tulang akibat penyakit periodontal
terutama didasarkan atas gambaran tulang (septum) interdental, krn
permukaan tulang bagian fasial dan lingual tertutup oleh akar gigi
Septum interdental normal tampak sebagai bentukan radiopak pada
puncak tulang di antara 2 gigi, berbatasan dengan ligamen periodontal
Normal dalam radiografi dikelilingi oleh garis putih yg berkesinambungan
(yg sering disebut lamina dura), namun scr anatomi mempunyai
lubang2 kecil yg merupakan saluran pembuluh darah, limfe dan saraf.
Angulasi puncak septum sejajar dengan garis proyeksi yang
menghubungkan CEJ gigi yg 1 dgn yg lain (yg bersebelahan)

Kerusakan tulang pada penyakit periodontal


Radiografi tidak dapat menunjukkan kerusakan tulang yg sangat kecil, oleh
krn itu jika terlihat ada kerusakan tulang scr radiografi hal ini berarti
kerusakan yg tjd sesungguhnya melebihi keadaan tsb

Jumlah kerusakan tulang


Gambaran radiografi dapat digunakan untuk mengukur jumlah kerusakan
tulang
Gambaran tsb lebih menunjukkan jumlah tulang yang tersisa daripada
jumlah tulang yg hilang
Untuk menentukan jumlah tulang yg hilang dapat dgn cara memperkirakan
level ketinggian tulang fisiologis dibandingkan dgn ketinggian tulang yg
tersisa
Rata-rata ketinggian tulang (septum interdental) berjarak 2mm di bawah
CEJ, jarak ini semakin besar dgn bertambahnya usia

Distribusi kerusakan tulang


Adanya kerusakan tulang yg terdeteksi pada satu gigi menunjukkan
adanya faktor lokal yg destruktif pada daerah tsb
Deteksi adanya kerusakan tulang tidak selalu sama untuk seluruh gigi
dalam 1 rahang, bahkan pada 1 gigi dapat mencerminkan kerusakan
tulang yg berbeda untuk setiap permukaan

Pola kerusakan tulang


Penyakit periodontal menyebabkan kerusakan tulang interdental yang
ditandai adanya perubahan pada lamina dura, densitas tulang, ukuran
dan bentuk tulang serta ketinggian dan kontur tulang
Pola kerusakan horisontal ketinggian septum interdental berkurang dgn
puncak berbentuk horisontal dan tegak lurus sumbu panjang gigi
Pola kerusakan vertikal / anguler ketinggian berkurang dgn puncak
berbentuk anguler / cekung
Pada daerah crater radiografik tidak dapat menunjukkan pola kerusakan
pada bagian tengah dari crater, shg bisa saja tjd crater yg dalam tetapi
tidak terdeteksi secara radiografik
Untuk mengetahui pola kerusakan pada fasial, lingual maupun crater
digunakan gutta percha yg dimasukkan ke sekeliling gigi

Agung krismariono - Kuliah periodonsia 2 Pemeriksaan radiografik penyakit periodontal


Perubahan radiografik pada periodontitis
Tanda-tanda yang dapat diamati :
- lamina dura menipis bahkan hilang kontinuitasnya, diakibatkan oleh
meluasnya keradangan dari gingiva ke septum interdental,
berkurangnya jaringan yg terkalsifikasi pada tepi septum, serta
adanya pelebaran pembuluh darah
- terlihat gambaran radiolusen wedged-shaped pada septum
interdental sisi mesial dan distal sebagai akibat resorbsi tulang
septum interdental
- ketinggian septum interdental berkurang akibat perluasan
keradangan dari puncak septum ke tulang yg lebih dalam
- peningkatan resorbsi tulang sepanjang tepi endosteal sum2 tulang
akibat adanya cairan dan sel-2 inflamasi, proliferasi sel jaringan ikat
serta peningkatan aktifitas osteoklas kepadatan tulang berkurang

Radiografik interdental crater


Interdental crater tampak sebagai area yg tidak beraturan pada puncak
tulang alveolar sebagai akibat adanya kepadatan tulang yg berkurang
Dasar crater tidak berbatas jelas
Radiografik tidak dapat menentukan morfologi dan kedalaman crater
kadang tampak sebagai defek vertikal

Radiografik furcation involvement


Diagnosa pasti furcation involvement dibuat dgn pemeriksaan klinis
termasuk probing dgn probe yg didesain khusus ( Nabers probe),
dibantu dgn pembuatan foto roentgen
Teknik dan arah / sudut pengambilan foto roentgen sangat menentukan
Kriteria radiografik sebagai tanda adanya furcation involvement :
- tampak gambaran radiolusen pada daerah furkasi perlu
pemeriksaan klinis terutama bila ada tulang yg hilang pada daerah
furkasi akar
- berkurangnya kepadatan tulang daerah furkasi shg garis bony
trabeculae tampak
- bila kehilangan tulang tjd pada satu akar gigi molar, maka dapat
diasumsikan bahwa furkasinya juga tersangkut

Radiografik periodontal abses


Tampak sebagai daerah radiolusen yg terlokalisir di sepanjang aspek
lateral akar
Sering pula radiografik tidak memberi gambaran yg spesifik, ini disebabkan
oleh berbagai faktor, antar lain :
- stadium lesi, pada stadium dini abses periodontal akut memberi
keluhan yang sangat sakit, tetapi scr radiogafi belum tampak
perubahan yg spesifik
- adanya perluasan kerusakan tulang serta adanya perubahan
morfologi tulang
- lokasi abses, meliputi beberapa kriteria antara lain:
- abses pada dinding jaringan lunak poket periodontal lebih
sedikit memberi perubahan radiografik daripada abses pada
jaringan keras
- abses pada permukaan fasial dan lingual gigi akan terhalangi
oleh gambaran radiopak akar gigi
- abses pada interdental lebih mudah tampak secara radiografi

Agung krismariono - Kuliah periodonsia 2 Pemeriksaan radiografik penyakit periodontal


Perubahan radiografik pada aggressive periodontitis
Ditandai dgn kombinasi gambaran radiografik sbb :
- bone loss tjd scr dini pada insisif maupun molar 1 RA dan RB,
umumnya bilateral dgn puncak tulang alveolar berbentuk
vertikal/angular maupun cekung
- progresifitas penyakit menyebabkan tjdnya bone loss menyeluruh,
dgn kerusakan minimal pada daerah caninus dan premolar 1

Perubahan radiografik pada trauma from occlusion


Trauma from occlusion memberi gambaran perubahan scr radiografik yg
dapat dideteksi pada : lamina dura, bentuk alveolar crest, periodontal
space dan densitas tulang cancellous di sekelilingnya
Manifestasi lesi traumatik lebih tampak jelas pada aspek fasiolingual
daripada aspek mesiodistal, ini krn dari aspek mesiodistal, gigi
mempunyai kekuatan tambahan dari gigi tetangga sehingga
membantu stabilitas ( oleh krn itu sedikit saja perubahan pada
daerah interdental yg tampak scr radiografik, dapat menunjukkan
adanya kerusakan yg lebih besar pada daerah fasial / lingual)
Perubahan scr radiografik tsb perlu dikombinasikan dengan temuan klinis,
misalnya kegoyangan gigi, keausan gigi, ada / tidaknya poket, analisa
oklusi dan kebiasaan penderita
Fase injuri pada trauma from occlusion memberikan gambaran hilangnya
lamina dura pada daerah apeks, furkasi dan/atau marginal. Hilangnya
lamina dura diikuti dgn pelebaran periodontal space
Fase repair pada trauma from occlusion bertujuan menguatkan struktur
jaringan periodontal shg lebih kuat menyangga thd adanya kekuatan
yg semakin bertambah ( secara radiografi tampak sebagai
pelebaran periodontal space lokal maupun menyeluruh)
Jika jaringan periodontal berhasil mempertahankan diri dengan cara
meningkatkan kekuatan struktur periodontal, maka secara radiografik
akan tampak peningkatan ketebalan lamina dura, dan kadang
ditemukan tjd kondensasi perialveolar cancellous bone
Jika tidak berhasil, lesi traumatik akan mengakibatkan bone loss anguler yg
dalam, kondisi ini jika diperparah dgn adanya inflamasi pd marginal
gingival, maka akan cenderung menimbulkan poket infraboni
Jika semakin melanjut, lesi akan meluas sampai mengelilingi apeks gigi
shg tampak scr radiografik berupa daerah radiolusen yg luas
(cavernous lesion)
Resorbsi akar dapat pula tjd sbg akibat dari kekuatan yg berlebihan pada
periodonsium, mis : akibat tekanan alat orto meskipun demikian,
resorbsi akar yg tjd umumnya sulit dideteksi scr radiografik

Radiografik dan clinical probing


Probing pada tulang yg mengalami deformitas membantu pemeriksaan
radiografik untuk menentukan topografi tulang (probing dilakukan dgn
cermat mengelilingi gigi, kadang perlu tindakan anastesi agar
diperoleh gambaran yg akurat)
Diperlukan indikator radiopak agar dapat mendeteksi kerusakan pada
berbagai sisi gigi

Agung krismariono - Kuliah periodonsia 2 Pemeriksaan radiografik penyakit periodontal