Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

Profil Kesehatan puskesmas Lompentodea Tahun 2015 disusun dengan tujuan


memberikan gambaran tentang keadaan dan kondisi kesehatan masyarakat yang meliputi
kependudukan, social ekonomi, dan sumber daya di bidang kesehatan. Dan untuk membantu
menyediakan data dan informasi yang lengkap dan akurat di dalam mewujudkan Sistem
Informasi Kesehatan yang berdaya guna dan berasil guna.
Keberhasilan pembnagunan kesehatan dapat dilihat dari berbagai aspek untuk
memantau perkembangan derajat kesehatan seperti penurunan angka kematian bayi,
peningkatan umur harapan hidup serta perbaiakan status gizi masyarakat. Peningkatan dari
aspek tersebut merupakan keberhasilan program kesehatan, seperti imunisasi, perbaikan gizi,
pencegahan penyakit, perbaikan kesehatan lingkungan, peningkatan sarana dan prasarana
kesehatan lainnya.
Di dalam buku Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang ditetapkan berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 131/MENKES/SK/II/2004 disebutkan bahwa
keberhasilan manajemen kesehatan sangat ditentukan antara lain oleh tersedianya data dan
informasi kesehatan, dukungan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan,
dukungan hukum kesehatan serta administrasi kesehatan. Lebih lanjut dalam SKN disebutkan
bahwa SKN terdiri dari enam subsistem, yakni (1) Subsistem Upaya Kesehatan, (2)
Subsistem Sumber Daya Manusia Kesehatan, (3) Subsistem Pembiayaan, (4) Subsistem Obat
dan Perbekalan Kesehatan, (5) Subsistem Pemberdayaan Masyarakat, dan (6) Subsistem
Manajemen Kesehatan.
Sehubungan dengan hal tersebut, salah satu bentuk dari pengembangan system
informasi kesehatan adalah dengan penyusunan Profil Kesehatan. Profil Kesehatan
Puskesmas Lompentodea Tahun 2015 berisikan hasil analisis dan sintesis untuk memperoleh
gambaran situasi kesehatan secara menyeluruh di Wilayah Puskesmas Pangi, antara lain
sebagai berikut :
1. Gambaran umum mengenai keadaan/kondisi yang terdiri dari lingkungan fisik dan
perilaku kesehatan masyarakat;
2. Data/informasi mengenai upaya kesehatan yang terdiri dari cakupan kegiatan
program-program kesehatan;
3. Data/informasi mengenai status kesehatan masyarakat yang terdiri dari angka
kematian, angka kesakitan, dan status gizi masyarakat.
Profil Kesehatan Puskesmas Lompentodea Tahun 2015 disusun dengan harapan
dapat menjadi masukan dalam pengambilan keputusan untuk meningkatkan kemampuan
manajemen kesehatan yang berhasil guna dan berdaya guna.

BAB II
GAMBARAN UMUM
1
A. LETAK GEOGRAFIS
Luas wilayah Kerja Puskesmas Lompentodea adalah 29.62 KM2, batas wilayah Kerja
Puskesmas Lompentodea yaitu sebelah utara berbatasan dengan Desa Lebo dan desa
Bambalemo, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kayuboko, sebelah barat
berbatasan dengan desa Parigimpuu dan desa Jonokalora, serta sebelah timur berbatasan
dengan Kelurahan Masigi dan Keelurahan Kampal. Adapun luas wilayah Puskesmas
Lompentodea dapat dilihat pada Grafik berikut ini :

GAMBAR II.1 LUAS WILAYAH KERJA PUSKESMAS LOMPENTODEA


MENURUT DESA
TAHUN 2015

B. KEADAAN IKLIM
Sebagaimana dengan daerah-daerah lain di Indonesia, wilayah kerja Puskesmas
Lompentodea memiliki dua musim, yaitu musim panas dan musim hujan. Musim panas
terjadi antara bulan April sampai dengan September, sedangkan musim hujan terjadi
pada bulan Oktober sampai dengan Maret.

C. PEMERINTAHAN
Wilayah kerja Puskesmas Lompentodea adalah 29.62 KM2, yang terdiri dari 1
Kecamatan (6 desa). Adapun penyebaran jumlah desa perkecamatan dapat dilihat pada
tabel berikut ini:
Tabel : II.1
Distribusi Desa Dirinci Menurut Kecamatan Puskesmas Lompentodea tahun 2015
LUAS DAERAH
NO KECAMATAN DESA
(KM2)

1 Parigi Barat 1. Baliara 4.31 km2


2. Parigimpuu 5.38 km2
3. Jokalora 3.24 km2
4. Lobu Mandiri 6.93 km2
5. Kayuboko 3.25 km2
6. Air Panas 6.51 km2
Jumlah 6 Desa 29.62 KM2
Sumber : BPS Kab. Parigi Moutong

D. KEPENDUDUKAN
1. Laju Pertumbuhan Penduduk
Pada tahun 2015 berdasarkan data BPS Kabupaten Parigi Moutong, jumlah
penduduk di Kecamatan Parigi Barat adalah 7767 jiwa dan pada tahun 2015 adalah

2
sebesar 7922 jiwa, jika dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk pada periode
sebelumnya, maka terlihat adanya kenaikan jumlah penduduk sebesar 155 jiwa.
2. Komposisi Penduduk
Berdasarkan data BPS Kabupaten Parigi Moutong jumlah penduduk Tahun 2015
adalah sebesar 7922 jiwa. 4105 jiwa laki-laki atau 51,8% dan 3817 jiwa perempuan
atau 48,2%. Berikut adalah tabel yang dapat menjelaskan :

Tabel : II.2
Penduduk Dirinci Menurut Jenis Kelamin Dan Rasio Jenis Kelamin
Wilayah Kerja Puskesmas Lompentodea
Tahun 2015
JUMLAH PENDUDUK
JUMLAH
NO DESA
PENDUDUK LAKI-
PEREMPUAN
LAKI
1 2 3 4 5
1 Baliara 1532 778 754
2 Parigimpuu 1501 754 747
3 Jonokalora 1167 608 559
4 Lobu Mandiri 833 444 389
5 Kayuboko 1838 963 875
6 Air panas 1051 558 493
JUMLAH 7922 4105 3817
Sumber : BPS. Kab. Parigi Moutong

3. Kepadatan Penduduk
Luas wilayah kerja Puskesmas Lompentodea 29.62 KM2 dengan jumlah penduduk
7.922 jiwa. Jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 2.166 KK. Dengan demikian
kepadatan penduduk rata-rata sebesar ........../KM2. Adapun kepadatan penduduk
perdesa dapat dilihat pada tabel berikut;
Tabel : II.3
Persentase Luas Wilayah dan Kepadatan penduduk Menurut Desa
Wilayah Kerja Puskesmas Lompentodea
Tahun 2015

LUAS JUMLAH KEPADATAN


WILAYAH JUMLAH RUMAH PENDUDUK
NO DESA
PENDUDUK
(km2) TANGGA per km2
1 2 3 4 5 6
1 Baliara 4.31 KM2 1532
2 Parigimpuu 5.38 KM2 1501
3 Jonokalora 3.24 KM2 1167
4 Lobu Mandiri 6.93 KM2 833
5 Kayuboko 3.25 KM2 1838
6 Airpanas 6.51 KM2 1051
JUMLAH
29.62 KM2 7922
.

BAB III
PEMBANGUNAN KESEHATAN

Pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan selama ini telah berhasil meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat secara cukup bermakna, walaupun masih dijumpai berbagai
masalah dan hambatan. Reformasi dibidang kesehatan dimulai dengan dicanangkannya
Rencana Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat 2020.

3
A. VISI DAN MISI PEMBANGUNAN KESEHATAN
1. Visi
Terwujudya masyarakat parigi barat yang SEHAT dan MANDIRI
Menuju Parigi Moutong Sehat.
2. Misi
Untuk dapat mewujudkan visi tersebut diatas adalah, ditetapkan empat misi sebagai
berikut :
1.Memberikan pelayanan bemutu,cemat,dan sepenuh hati
2.menjadikan puskesmas sebagai pusat informasi kesehatan bagi masyarakat.
3.meningkatkan kesehatan individu,keluarga dan lingkugan.
4. Menigkatkan kualitas sumber daya manusia.
B. SASARAN DAN INDIKATOR
Sasaran pembangunan kesehatan menujun Parigi Moutong Sehat dapat dijabarkan dalam
sasaran dampak dan sasaran proses / out put.
1. Untuk sasaran proses dan out put yang diharapkan dapat terjadi sampai tahun 2015
adalah :
a. Sumber daya manusia kesehatan.
Tersedianya tenaga kesehatan yang bermutu dan terukupi, terdistribusi secara
adil dan termanfaatkan secara berhasil guna dan berdaya guna.
1) Rasio dokter dengan penduduk 30 : 100.000
2) Rasio bidan dengan penduduk 120 : 100.000
3) Rasio perawat dengan penduduk 150 : 100.000
b. Pelayanan kesehatan dasar
1) Cakupan kunjungan ibu hamil K4 95 %
2) Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 78%
3) Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki
kompetensi kebidanan 81 %
4) Cakupan pelayanan nifas 83 %
5) Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani 94%
6) Cakupan kunjungan bayi 93%
7) Cakupan desa/kelurahan UCI 100 %
8) Cakupan pelayanan anak balita 90 %
9) Cakupan pemberian MP-ASI pada anak usia 6 24 bulan keluarga miskin
100 %
10) Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 100 %

11) Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat 95 %


12) Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit 100 %
c. Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin 100 % Pelayanan
kesehatan rujukan
d. Penyelidikan epidemiologi dan penanggulangan KLB. Cakupan desa mengalami
KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam 100 %
e. Promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Cakupan desa siaga aktif
80% .
f. Lingkungan sehat
Meningkatnya secara bermakna jumlah wilayah sehat, TTU sehat, tempat
pariwisata sehat, rumah dan bangunan sehat, sarana sanitasi, sarana air minum,
serta sarana pembuangan limbah
g. Upaya kesehatan
Meningkatnya secara bermakna jumlah sarana kesehatan yang bermutu,
jangkauan dan cakupan pelayanan kesehatan, penggunaan obat seara rasional,
pemanfaatan pelayanan promotif dan prefentif, biaya kesehatan yang dikelola
secara efisien, serta ketersediaan pelayanan kesehatan yang sesuai kebutuhan.
h. Manajemen pembangunan kesehatan
Meningkatnya secara bermakna system informasi pembangunan kesehatan,
kemampuan daerah dalam pelaksanaan desentralisasi pembangunan kesehatan,
4
kepemimpinan dan manajemen kesehatan, peraturan perundang-undangan yang
mendukung pembangunan kesehatan, kerjasama lintas program dan lintas sector.
Untuk sasaran dampak yang diharapkan dapat dicapai yaitu :
a. Menurunnya angka kematian bayi menjadi 25 per 1.000 kelahiran hidup
b. Menurunnya kasus kematian ibu dibawah 8 kasus
c. Meningkatnya status gizi masyarakat yang di ukur dengan menurunnya prevalensi
kurang gizi balita menjadi 5 % .
d. Meningkatnya umur harapan hidup menjadi 68

C. PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN DAERAH


Implementasi Rencana Strategis 2014-2015 mencakup pelaksanaan 9 program dan
sejumlah kegiatan untuk mencapai sasaran strategic. Uraian lengkap program dan
kegiatan dalam Rencana Strategis 2014-2015 adalah sebagai berikut :
1. Program kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan
Adalah upaya untuk mendukung terselenggaranya fungsi-fungsi administrasi
kesehatan yang berhasil guna dan berdaya guna, didukung oleh system informasi,
iptek serta dukungan peraturan daerah dibidang kesehatan yang mengacu pada
peraturan perundang-undangan kesehatan secara nasional untuk menjamin
meningkatkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
2. Pelayanan kesehatan keluarga miskin
Adalah upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya terhadap
keluarga miskin.

3. Program lingkungan sehat


Perilaku sehat adalah upaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan dengan
menekan tingkat pencemaran lingkungan, kondisi rumah, dan kepadatan penduduk
yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit.
4. Program promosi kesehatan
Adalah upaya untuk merubah perilaku hidup sehat masyarakat. Konsep seat sakit
dan juga kepercayaan kepercayaan tentanng kesehatan yang ada di masyarakat
menggambarkan perilaku hidup bersih dan sehat, kebiasaan kebiasaan yang
berkembang di masyarakat seerta pola perilaku dalam mengkonsumsi makanan.
5. Program upaya kesehatan
Adalah upaya untuk memeperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan
dengan memperhitungkan indicator input : tenaga, dana, fasilitas, dan lain-lain, dan
indicator output : pencapaian program.
6. Program peningkatan kesehatan keluarga dan gizi
Adalah upaya untuk meningkatkan status kesehatan keluarga terutama ibu dan anak.
Selain itu, program ini juga bertujuan untuk menurunkan masalah gizi untuk
mewujudkan hidup sehat dan status gizi yang optimal. Pelaksanaan program gizi
yang dilakukan sampai saat ini masih belum mendapatkan hasil yang optimal karena
kompleksnya masalah yang perlu ditangani. Untuk itu perlu dilaksanakan beberapa
kegiatan pencegahan dan penanggualangan KEP, KEK, Anemia Gizi, dan Kurang
Vitamin A (KVA).
7. Program pengembangan sumber daya kesehatan
Adalah upaya untuk menyediakan sarana dan prasarana kesehatan serta sumber daya
tenaga yang memadai.
8. Program obat, makanan, dan bahan berbahaya
Upaya untuk menyediakan, mendistribusi, dan mengawasi bahan atau paduan bahan
yang digunakan untuk mendiagnose, mencegah, mengurangi dan menyembuhkan
penyakit, gejala luka, kelainan badan/jiwa pada manusia.

5
9. Pencegahan, pemberantasan, dan pengamatan penyakit menular
Adalah upaya untukmenekan kejadian penyakit menular dalam masyarakat serendah
mungkin sehingga tidak merupakan gangguan kesehatan bagi masyarakat tersebut.

BAB IV
PENCAPAIAN PEMBANGUNAN KESEHATAN

A. DERAJAT KESEHATAN
Data dan informasi tentang derajat kesehatan untuk tahun 2015 yang antara lain
dinyatakan dengan angka kematian bayi, angka kematian balita, dan angka kematian ibu
maternal.
1. Angka Kematian
Tingkat kematian secara umum berhubungan erat dengan tingkat kesakitan, karena
biasanya merupakan akumulasi akhir dari berbagai penyebab terjadinya kematian
baik langsung maupun tidak langsung. Salah satu alat untuk menilai keberhasilan
program pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan selama ini adalah dengan
melihat perkembangan angka kematian dari tahun ketahun.
a. Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indicator yang sangat penting untuk
mengetahui gambaran tingkat permasalahan kesehatan masyarakat. Factor-
faktor yang berkaitan dengan penyebab kematian bayi antara lain adalah tingkat
pelayanan Antenatal, status gizi ibu hamil, tingkat keberhasilan program KIA-
KB serta kondisi lingkungan dan social ekonomi. Pada tahun 2014 kematian
bayi berjumlah 0 atau 0 % dari jumlah kelahiran. Adapun jumlah kematian bayi
tahun 2015 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel IV.1
Jumlah Kematian Bayi
Menurut Desa di Wilayah Kerja Puskesmas Lompentodea
Tahun 2015

NO DESA JUMLAH
1 Balira 1
2 Parigimpuu 0
3 Jonokalora 0
4 Lobu 0
5 Kayuboko 0
6 Air panas 0

Jumlah 1

b. Angka Kematian Balita (AKABA) adalah jumlah kematian anak 0-4 tahun per
1.000 kelahiran hidup. AKABA menggambarkan tingkat permasalahan
kesehatan anak dan factor-faktor lain yang berpengaruh terhadap kesehatan
6
terhadap anak balita seperti gizi, sanitasi, dan penyakit infeksi. Pada tahun 2015
tidak ada kematian Balita.
c. Angka Kematian Ibu Maternal (AKI) adalah menggambarkan tingkat kesadaran
perilaku hidup sehat, ibu, kondisi kesehatan lingkungan, tingkat pelayanan
kesehatan terutama untuk ibu status gizi dan kesehatan hamil, pelayanan
kesehatan waktu melahirkan dan masa nifas. Dari data yang diperoleh dari
Bidang KIA tahun 2015 Jumlah Kematian Ibu Maternal tdk ada.

2. Angka Kesakitan
Angka kesakitan disajikan dalam beberapa prevalensi dan insiden dari beberapa
penyakit antara lain penyakit malaria, demam berdarah dengue, dan penyakit diare.
Berdasarkan data pada tahun 2015 tercatat kasus malaria klinis 0 kasus,demam
berdarah 0 kasus dan penyakit diare tercatat 170 kasus. Berikut ini adalah grafik
tahun 2015 :
Gambar IV.1
Kasus DBD, Diare, dan Malaria Klinis
Diwilayah Kerja Puskesmas Lompentodea Tahun 2015

Bagan 1

3. Status Gizi
a. Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR < 2500 gram) merupakan angka
yang sifatnya sangat kasar, BBLR berdasarkan data yang diperoleh pada tahun
2015 ditemukan 1 kasus BBLR.

b. Bayi yang diberi ASI Eksklusif merupakan status gizi dari bayi yang
mendapatkan ASI Eksklusif. Pada tahun 2015 tercatat sebanyak 76 jiwa yang
mendapatkan ASI Eksklusif. Adapun angka bayi yang diberi ASI Eksklusif dapat
dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel IV.5
Angka Bayi Yang Diberi ASI Eksklusif
Menurut Desa Diwilayah Kerja Puskesmas Lompentodea
Tahun 2015
NO DESA JUMLAH
1 Baliara 22
2 Parigimpuu 5
3 Jonokalora 19
4 Lobu 5
5 Kayuboko 16
6 Air panas 9

7
Jumlah 76
Sumber : Bidang Gizi PKM Lompentodea

c. Ibu hamil yang mendapatkan tablet Fe1 dan Fe3 merupakan angka pemberian
tablet Fe1 dan Fe3 pada ibu hamil. Berdasarkan data dari bidang gizi pada tahun
2015 jumlah ibu hamil yang mendapatakan tablet Fe1 164 jiwa dan tablet Fe3
177 jiwa. Adapun angka ibu hamil yang mendapatkan tablet Fe1 dan Fe3 dapat
dilihat pada tabel berikut :
Tabel IV.6
Angka Ibu Hamil yang mendapatkan Tablet Fe1 dan Fe3
Menurut Desa Diwilayah Kerja Puskesmas Lompentodea
Tahun 2015

NO DESA FE1 FE3


1 Baliara 32 36
2 Parigimpuu 25 36
3 Jonokalora 26 27
4 Lobu 22 19
5 Kayuboko 36 34
6 Air panas 23 25

Jumlah 164 177


Sumber : Bidang Gizi PKM Lompentodea

B. BERPERILAKU SEHAT
Didalam upaya merubah pola hidup sehat bagi masyarakat tidaklah mudah, karena itu
peran promosi kesehatan sangat diperlukan. Berbagai strategi telah dilakukan seperti
Advokasi, Bina suasana dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai media
penyuluhan, walaupun hasilnya belum maksimal tetapi telah memberikan dampak yang
bermakna dengan semakin meningkatnya upaya masyarakat dalam memelihara dan
melindungi kesehatannya. Ini karena adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan
serta sikap peduli yang positif.
1. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Perilaku hidup bersih dan sehat yang diterapkan oleh keluarga dapat dilihat dari
jumlah tatanan rumah tangga yang menerapkan PHBS. Berbagai upaya telah
dilakukan untuk mengubah agar masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat
antara lain advokasi untuk menghasilkan kebijakan perilaku hidup bersih dan sehat,
pemberdayaan masyarakat untuk menumbuhkan gerakan hidup bersih dan sehat, dan
lain sebagainya.
2. Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM)
Peran serta masyarakat dibidang kesehatan sangat besar, dengan munculnya dan
berkembangnya upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM), seperti
posyandu dan polindes. Pada tahun 2015 di wilayah kerja Puskesmas Lompentodea
tercatat sebanyak 9 posyandu, dan sebanyak 4 unit poskesdes

C. KESEHATAN LINGKUNGAN
1. Pengawasan Kesehatan Lingkungan Perumahan dan Pemukiman
Pada tahun 2015 tercatat jumlah rumah yang diperiksa/dikunjungi yaitu 1863 rumah
atau 100 % dari jumlah seluruh rumah adalah sebanyak 1863 rumah, dan yang
dinyatakan memenuhi syarat kesehatan 571 atau 30,5 %

8
2. Sarana Kesehatan Lingkungan
Pada tahun 2015 jumlah kepala keluarga di wilayah kerja Puskesmas Lompentodea
adalah sebanyak 2166 KK, yang mempunyai sarana kesehatan lingkungan antara
lain :
a. Jumlah KK yang diperiksa sebanyak 2.166 yang memiliki air bersih1730 KK.
b. Jumlah KK yang diperiksa sebanyak 2.166 yang memiliki jamban 739 KK,
jumlah yang sehat 739 KK.
c. Jumlah KK yang diperiksa sebanyak 2.166, yang memiliki pengelolaan air
limbah yang sehat 592 KK
Adapun angka sarana kesehatan lingkungan dapat dilihat pada grafik berikut :
Gambar IV.2
Keluarga Dengan Kepemilikan
Sarana Sanitasi Dasar Tahun 2015

D. PELAYANAN KESEHATAN
1. Pelayanan Kesehatan Dasar
a. KIA
1). Pelayanan Kesehatan
Pada tahun 2015 berdasarkan data dari bidang KIA Puskesmas
Lompentodea yang melakukan kunjungan ulang (K4) adalah sebanyak 176.
ibu hamil.
2). Pertolongan Persalinan
Cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan pada tahun 2015
adalah 202 ibu bersalin dan yang ditolong oleh tenaga kesehatan adalah
sebanyak 195 atau 81 %.
b. Keluarga Berencana
1). Pencapaian Target Peserta KB Baru
Pencapaian peserta KB Baru selama tahun 2015 adalah sebesar 156, dan
untuk mengetahui pola penggunaan alat kontrasepsi peserta KB aktif di
wilayah kerja Puskesmas Lompentodea tahun 2015 dapat dilihat pada tabel
berikut :

Tabel IV.7
Pola Penggunaan
%
Alkon
IUD 3.15
Suntik 37.89
Pil 28.9
Kondom -
Implant 2.65
9
MOP/WOW -
Metode Lain -

2). Pencapaian Target Peserta KB Aktif


Pencapaian peserta Kb Aktif selama tahun 2015 sebesar 1468 dan untuk
mengetahui pola penggunaan alat kontrasepsi peserta KB aktif di wilayah
kerja Puskesmas Lompentodea tahun 2015 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel IV.8
Pola Penggunaan
%
Alkon
IUD 3.14
Suntik 70.3
Pil 51.20
Kondom -
Implant 5,13
MOP/WOW 0.41
Metode Lain -

c. Kesehatan Gigi
1) Pemanfaatan Pelayanan Balai Pengobatan Gigi (BPG) di Puskesmas
Pada Tahun 2015 jumlah kunjungan ke BPG, tercatat sebanyak 354
kunjungan.
2) Cakupan Perawatan Gigi Pada Murid SD Kelas selektif
Cakupan pada Tahun 2015 ini jumlah perawatan adalah 231 orang yang
diperiksa dan yang mendapat perawatan 211 orang.
d. Gakin/BJPS
Pada Tahun 2015 tercatat sebanyak 4.220 Orang yang menjadi sasaran program
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dan telah mendapat pelayanan kesehatan
dasar berupa pengobatan umum dan pelayan kebidanan di Wilayah Puskesmas
Lompentodea sebanyak 3.062 Jiwa atau 72.5 %.

2. Pemberantasan Penyakit Menular


1). Imunisasi
Pada Tahun 2015 cakupan imunisasi DPTI + HBI di Wilayah Puskesmas
Lompentodea adalah 164 , campak 156,Polio 142 ada pun total angka
cakupan imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Lompentodea dapat dilihat
pada gambar berikut ini :

Gambar IV.4
Cakupan Imunisasi
Diwilayah Kerja Puskesmas Lompentodea
Tahun 2015

10
Hijau= polio
Kuning = campak
Merah= dpt1 + hb1

2) Universal Child Imunization (UCI)


Merupakan salah satu tolak ukur sampai dimana pencapaian kinerja
puskesmas didalam melaksanakan program imunisasi di desa. Pada tahun
2015 desa UCI di wilayah kerja Puskesmas Lompentodea adalah sebanyak 6
desa, yaitu desa Baliara, Parigimpuu, Jonokalora, Lobu madiri,Kayuboko,
Air panas.
3) Diare
Pada tahun 2015 di wilayah kerja Puskesmas Lompentodea tercatat sebanyak
149 kasus diare, dan yang ditangani berjumlah 149 penderita, berikut adalah
grafik yang menunjukan cakupan penyakit diare

Gambar IV.5
Cakupan Kasus Diare yang ditangani
Diwilayah Kerja Puskesmas Lompentodeea
Tahun 2015

4) Malaria
Diwilayah kerja Puskesmas Lompentodea pada Tahun 2015 tidak terdapat
penderita malaria klinis.
5) TB. Paru
11
Di wilayah kerja Puskesmas Lompentodea pada tahun 2015 telah ditemukan
penderita suspek TB sebanyak 21 penderita klinis dan BTA positif ditemukan
sebanyak 14 penderita. Cakupan penderita BTA positif yang diobati sebanyak
14 penderita dengan kesembuhan mencapai 100 %.
6) Kusta
Persentase kusta di wilayah kerja Puskesmas Lompentodea tahun 2015
sebanyak 15 penderita. Untuk menurunkan prevalensi penyakit kusta sangat
sulit mengingat masa inkubasi penyakit kusta ini sangat lama sehingga
diperlukan upaya penemuan penderita sedini mungkin dan diberi pengobatan
untuk pemutusan mata rantai penularan.
7) Dengue Haemorrhagic Fever (DHF/DBD)
Pada tahun 2015 diwilayah kerja Puskesmas Lompentodea tidak ditemukan
kasus Dengue Haemorrhagic Fever (DHF/DBD)
8) Filariasis
Pada tahun 2015 penderita filarisis tidak ditemukan kasus Filariasis.

E. SUMBER DAYA KESEHATAN


1. TENAGA KESEHATAN
a. Penyebaran Tenaga Kesehatan
Dokter gigi 1 orang, Dokter umum 1 orang, Apoteker 1, Assisten Apoteker
2 orang, Sarjana Kesehatan 7 orang, Perawat 9 orang, Bidan 16 orang,
tenaga non kesehatan 2 orang, Perawat gigi 2 orang, Analis kesehatan 1
orang.
b. Pegawai Tidak Tetap (PTT)
Penempatan pegawai tidak tetap (PTT) diwilayah kerja Puskesmas
Lompentodea tahun 2015 meliputi 5 orang, yaitu Dokter bertugas di
Puskesmas Lompentodea 1 orang, Bidan Desa yang bertugas di desa Baliara
1 orang , Desa Jonokalora 1 orang dan Desa Parigimpuu 2 orang.

2. SARANA KESEHATAN
a. Fasilitas Puskesmas
1. Jumlah Puskesmas Pembantu (Pustu) tahun 2015 sebanyak 2 unit, yaitu
Pustu Parigimpuu dan Pustu Kayuboko.
2. Puskesmas Keliling Roda 4 sebanyak 2 unit.
b. Sarana Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat
Puskesmas Lompentodea memiliki 4 unit Poskesdes dan 11 Posyandu.

BAB V
PENUTUP

Didalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat berbagai upaya telah


dilakukan melalui program-program pembangunan di bidang kesehatanyang sejalan dengan
pelaksanaan desentralisasi dibidang kesehatan. Khususnya didalam mencari data dan
informasi yang tepat dan akurat mengalami banyak kendala. Oleh akrena itu data dan
informasi yang disusun dalam Profil Kesehatan Puskesmas Lompentodea tahun 2015 masih
jauh dari kesempurnaan. Walaupun demikian diharapkan Profil Kesehatan Puskesmas

12
Lompentodea tahun 2015 tetap dapat memberikan gambaran secara garis besar tentang
derajat kesehatan masyarakat yang ada di wilayah kerja Puskesmas Lompentodea Tahun
2015.
Diharapkan dengan adanya Profil Kesehatan Puskesmas Lompentodea tahun
2015 ini dan upaya upaya penguatan sumber daya manusia kesehatan, kinerja yang akan
dicapai pada tahun-tahun mendatang lebih meningkat lagi.

13