Anda di halaman 1dari 6

LO 1

Fungsi Fluor Dalam Menghalang dan Mengkontrol Karies Gigi


Karies gigi adalah disebabkan oleh produk yang dihasilkan oleh
bakteri(misalnya asam) yang melarutkan permukaan keras enamel gigi dan
menyebabkangigi berlubang. Jika tidak dirawat, bakteria bisa penetrasi
enamel,menyerangdentin dan akhirnya sampai ke jaringan paling dalam
dimana terdapat serabutsaraf dan pembuluh darah. Karies gigi bisa
menyebabkan hilangnya strukturgigi,nyeri dan gigi rusak sama sekali dan bisa
berlanjut kepada infeksi sistemikyang akut.
Bakteri kariogenik yaitu bakteria yang menyebabkan karies gigi
beradadidalam plak gigi. Plak adalah matriks organik dari
bakteri,debrismakanan,mukosa sel yang mati dan komponen saliva yang
melekat pada enamelgigi. Plak ini juga turut mengandung mineral seperti
kalsium dan fosforus danjuga protein,polisakarida,karbohidrat dan lipid.
Bakteri kariogenik inimenghasilkan polisakarida yang menguatkan lagi
perlekatan antara plak kepadaenamel. Jadi pada tahap awal bagaimana karies
gigi terjadi adalah apabila bakteria
ini memetabolisa substrat dari diet seperti gula dan fermentasi karbohidrat
danasam yang dihasilkan oleh bakteri ini menyebabkan pH rendah
dandemineralisasi enamel gigi berlaku. Demineralisasi melibatkan
kehilangankalsium,fosfat dan karbonat. Mineral ini kemudiannya diambil oleh
plakdisekitarnya dan tersedia untuk reuptake oleh permukaan enamel.
Fluor bekerja mengkontrol karies gigi pada tahap awal dengan
pelbagaicara. Fluor berkonsentrasi di plak dan saliva menghambat
demineralisasi enameldan meningkatkan remineralisasi enamel yang telah
mengalamidemineralisasi. Apabila asam yangdiproduksi oleh bakteri
kariogenik menyebabkan penurunan pH pada permukaangigi-plak,fluor akan
dilepaskan dari plak. Fluor yangdilepaskan ini dan fluor yang berada didalam
saliva bersama-sama kalsium danfosfat akan diambil oleh gigi yang
mengalami demineralisasi untuk memperkuatstruktur kristal enamel. Struktur
ini lebih resisten terhadap asam dan mengandunglebih banyak fluor dan
kurang karbonat.Fluorlebih mudah diambil oleh enamel demineralisasi
berbanding soundenamel. Siklus demineralisasi dan remineralisasiberlanjut
sepanjang hayat gigi tersebut.
Fluor turut menghambat karies gigi dengan mengganggu aktivitas
bakterikariogenik. Semasa fluor berkonsentrasi di plak gigi,ia menghambat
prosesmetabolisme karbohidrat oleh bakteria dan mengganggu produksi
polisakaridaoleh bakteri.
Fluor mempunyai tiga mekanisme aksi dasar, yaitu:
1. Menghambat metabolisme bakteri
Fluor yang terionisasi (F-) tidak dapat menembus dinding dan
membran bakteri , tetapi dapat masuk ke sel bakteri kariogenik dalam
bentuk HF.Ketika pH plak turun akibat bakteri yang menghasilkan asam,
ion hydrogen akan berikatan dengan fluor dalam plak membentuk HF
yang dapat berdifusi secara cepat ke dalam sel bakteri.Di dalam sel
bakteri, HF akan terurai menjadi H+ dan F-. H+ akan membuat sel
menjadi asam dan F- akan mengganggu aktivitas enzim bakteri.Contohnya
fluor menghambat enolase (enzim yang dibutuhkan bakteri untuk
metabolisme karbohidrat).Terperangkapnya fluor di dalam sel merupakan
proses yang kumulatif.
2. Menghambat demineralisasi
Mineral di dalam gigi (email, sementum, dentin) dan tulang adalah
karbonat hidroksiapatit, dengan formula Ca10-x(Na)x(PO4)6-
y(CO3)z(OH)2-u(F)u.Pada saat perkembangan gigi, mineral pertama yang
hilang adalah karbonat (CO3) yang menyebabkan terbentuknya ruangan di
dalam kristal.Saat demineralisasi, mineral yang hilang adalah karbonat,
tetapi selama remineralisasi karbonat tidak akan terbentuk kembali
melainkan digantikan oleh mineral yang baru.Pada kristal yang mengalami
defisiensi kalsium tetapi kaya karbonat, akan lebih rentan terhadap asam
selama demineralisasi.Karbonat hidroksiapatit (CAP) lebih larut dalam
asam daripada hidroksiapatit (HAP= Ca10(PO4)6(OH)2) dan fluorapatit
(FAP= Ca10(PO4)6F2) dimana ion OH- pada hidroksiapatit digantikan
oleh F- menghasilkan FAP yang sangat resisten terhadap disolusi asam.
3. Meningkatkan remineralisasi
Ketika saliva mengenai plak dan komponen-komponennya, saliva
dapat menetralisasi asam sehingga menaikkan pH yang akan
menghentikan demineralisasi.Saliva bersama kalsium dan fosfat akan
menarik komponen yang hilang ketika demineralisasi kembali menyusun
gigi. Permukaan kristal yang terdemineralisasi yang terletak antara lesi
akan bertindak sebagai nukleatordan permukaan baru akan
terbentuk.Proses tersebut disebut remineralisasi, yaitu penggantian mineral
pada daerah-daerah yang terdemineralisasi sebagian akibat lesi karies pada
email atau dentin (termasuk bagian akar).Fluor akan meningkatkan
remineralisasi dengan mengadsorpsi pada permukaan kristal menarik ion
kalsium diikuti dengan ion fosfat untuk pembentukan mineral
baru.Mineral yang baru terbentuk disebut veneer yang tidak mengandung
karbonat dan komposisinya memiliki kemiripan antara HAP dan FAP.
FAP mengandung sekitar 30.000 ppm fluor dan memiliki kelarutan
terhadap asam yang rendah.Mineral yang baru terbentuk memiliki sifat
seperti FAP yang kelarutan dalam asam lebih rendah daripada CAP.

Beberapa sumber-sumber fluor antara lain :

a. Fluor di lithosphere
Fluorine merupakan elemen kimia yang memiliki lambang unsur F
dengan nomor atom 9 dan termasuk dalam golongan halogen (golongan
VIIA) pada tabel periodik. Fluorine bersifat paling elektronegatif karena
itu tidak pernah ditemukan di alam dalam bentuk elemen bebas.
Fluorine hanya terdapat dalam bentuk ikatan kimiawi.
Lithosphere merupakan lapisan paling atas dari kerak bumi,
kandungan fluorine sekitar 0,06 - 0,9% dari keseluruhan kulit bumi. Fluor
dalam batu dan tanah ditemukan dalam berbagai bentuk senyawa. Seperti
: fluorspar (CaF2), kriolit (Na3A1F6), apatit, mika, minum hitam (horn
black) dan sejumlah pegmatif seperti topaz dan tourmalin. Kandungan
fluor pada bukit kapur sekitar 300-7000 ppm, sedangkan pada batu kapur
lunak sekitar 4700 ppm.
b. Fluor dalam air
Semua air mengandung fluor dalam konsentrasi yang berbeda-beda
sebagian besar tersedia untuk manusia berkaitan dengan siklus hidrologis,
yang berarti bahwa air berasal dari laut. Air laut mempunyai kandungan
fluor yang besar dengan konsentrasi 0,8 1,4 mg/liter. Kadar fluor air
danau, sungai dan air sumur buatan umumnya dibawah 0,5 mg/liter. Air
yang tertahan dalam sedimen selama pengendapannya serta air panas yang
berasal dari gunung berapi dan endapan minum epitermal biasanya
mempunyai kadar fluor 3-6 mg/liter.
c. Fluor di udara
Fluor di udara berasal dari debu tanah yang mengandung fluor dari
limbah gas industri, pembakaran batu bara domestik, pertambangan,
pupuk ,pestisida, dan dari gas yang dikeluarkan dari daerah gunung berapi.
Kandungan fluor di udara dan beberapa pabrik dapat mencapai 1.4 mg
F/m3. Kandungan fluor di daerah non-industri didapatkan antara 0.05-1.90
g F/m3.
Pada tahun 1965 di Jerman diketahui kandungan fluor pada udara
tinggi yaitu sebesar 0,5 8 mg/m3 karena adanya pertambangan phospat
dan fluorospar (CaF2) sehingga merusak tanaman.
d. Fluor dalam makanan dan minuman
Berbagai evaluasi terhadap makanan pembawa fluor
memperlihatkan bahwa fluor dalam makanan menunjukkan konsentrasi
yang rendah sebelum diproses (0,1 2,5 mg/kg). Daging, sayur mayur,
buah-buahan,dan padi-padian hanya mengandung sedikit fluor. Sumber
lain yang juga tinggi kadar fluornya adalah makanan yang berasal dari
laut, terutama pada ikan dengan tulang yang kecil seperti sardin dan
salmon. Kadar fluor dalam ikan segar sekitar 1,6 ppm, sedangkan pada
sardin, salmon, dan makarel sekitar 7-12 ppm. Tanaman teh mempunyai
konsentrasi fluor berkisar antara 3,2 4,00 mg/kg, seduhannya
mengandung fluor sampai dengan 8,6 mg/liter. Pada jus anggur kandungan
fluor sebesar 1,7 ppm.
Fluor yang terkandung dalam bahan makanan diatas tidak pula
mempunyai efek dalam mengurangi insiden karies. Hal ini disebabkan
karena apabila makanan mengandungkalsium, magnesium, atau
aluminium maka akan terbentuk ion fluoride komplek dengan daya larut
rendah sehingga ion fluoride akan sukar diabsorpsi. Fluor juga dapat
ditemukan di makanan segar seperti pada table berikut ;

Konsentrasi fluore pada makanan

Makanan Kadar F dalam ppm

Sereal 0.18 2.8

Buah jeruk 0.07 0.17

Coca Cola 0.07

Kopi instan (bentuk bubuk) 0.2 1.6

Ikan tanpa tulang dan kulit 1.0

Susu 0.04 0.55

Noncitrus fruits 0.03 0.84

Sarden 8.0 40.0

Daging udang 0.4

Kulit udang 18.0 48.0

The 0.1 2.0


instan 0.2
Daun the 75 110

Sayuran dan umbi-umbian 0.02 0.9

Wine 0.0 6.3


Tabel 1. Konsentrasi fluor pada makanan dan minuman

e. Fluor pada penyulingan / instalasi penjernihan air minum rumah tangga


Penyulingan dapat menurunkan kadar fluor pada air minum.
Sejumlah alat untuk memproses air rumah tangga yang dasar kerjanya
proses osmosa balik, justru merugikan, hal ini dikarenakan penggunaan
alat tersebut dapat membersihkan fluor dari air.
f. Fluor dalam garam
Sejumlah penelitian mengemukakan hasilnya bahwa garam
berfluor mempunyai pengaruh, yang besar dalam menghambat karies,
sama dengan fluor dalam air minum bilamana digunakan pada konsentrasi
dan pemakaian yang tepat.
g. Sumber fluor menurut periode pertumbuhan gigi geligi
a. Kalsifikasi gigi : Sumber fluor pada saat proses kalsifikasi yaitu
pada penambahan beberapa bahan mineral anorganik termasuk
fluor sebagai penyusun gigi.

b. Pra erupsi: Sumber dapat berasal dari air mineral dan air susu .
c. Pasca erupsi: Sumber fluor lebih banyak didapat dari bahan
makanan ( sayur, buah, ikan, dsb), air minum, pasta gigi, obat
kumur, tablet fluor, dll.