Anda di halaman 1dari 1

Peningkatan status gizi anak balita merupakan program unggulan kedua dalam pembangunan

Indonesia Sehat 2025. Gizi individu merupakan faktor yang amat penting karena merupakan zat

yang esensial bagi pertumbuhan dan perkembangan manusia sepanjang hidupnya. Periode

yang paling menentukan kualitas SDM adalah dari seribu hari pertama kehidupan sampai

dengan usia lima tahun.

Selain faktor gizi, pertumbuhan dan perkembangan juga tergantung pada proses sosial yang

dilakukan orang dewasa terhadap anak. Model UNICEF dalam Soekirman (2001) menyebutkan

bahwa pola asuh anak dapat mempengaruhi variabel yang langsung berhubungan dengan

status gizi yaitu konsumsi makanan dan penyakit infeksi. Dengan demikian dapat dijadikan

acuan bahwa jika terjadi kekeliruan dalam kegiatan pola asuh anak balita jelas akan

menurunkan kualitas makanan yang dikonsumsi dan memperbesar peluang untuk mengalami

penyakit infeksi. Kualitas dan kuantitas makanan yang rendah dan penyakit infeksi dapat

menurunkan status gizi anak balita.