Anda di halaman 1dari 63

Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

PEDOMAN
PROGRAM SERTIFIKASI KEAHLIAN
DAN SERTIFIKASI PENDIDIK BAGI
GURU SMK/SMA (KEAHLIAN GANDA)

i
PEDOMAN
Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik
Bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
2016
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

Pengarah:
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Tim Penyusun:
1. Sekretariat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
2. Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah
3. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bisnis dan Pariwisata
Sawangan
4. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pertanian Cianjur
5. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik
Industri Bandung
6. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Seni dan Budaya
Yogyakarta
7. Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Otomotif dan
Elektronika Malang
8. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Bangunan dan
Listrik Medan
9. Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kelautan Perikanan,
Teknologi Informasi, dan Komunikasi Gowa.

Diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan


Copyright 2016
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan Kebudayaan
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Dilarang mengcopy sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis
dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan

ii
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

KATA SAMBUTAN

Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tahun


2015-2019 menjabarkan bahwa sejalan dengan fokus pada daya saing regional, visi
Kemdikbud 2019 adalah Terbentuknya Insan serta Ekosistem Pendidikan dan Kebudayaan
yang Berkarakter dengan Berlandaskan Gotong Royong. Untuk mencapai visi tersebut,
misi Kemdikbud 2015-2019 dikemas dalam: Mewujudkan Pelaku Pendidikan dan
Kebudayaan yang Kuat (M1); Mewujudkan Akses yang Meluas, Merata, dan Berkeadilan
(M2); Mewujudkan Pembelajaran yang Bermutu (M3); Mewujudkan Pelestarian
Kebudayaan dan Pengembangan Bahasa (M4); dan Mewujudkan Penguatan Tata Kelola
serta Peningkatan Efektivitas Birokrasi dan Pelibatan Publik (M5).
Dalam rangka meningkatkan daya saing regional dan melaksanakan Instruksi Presiden
Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Direktorat
Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan berupaya meningkatkan jumlah dan kompetensi guru SMK. Untuk itu, Ditjen
GTK telah melakukan analisis kebutuhan guru produktif SMK. Salah satu upaya pemerintah,
untuk memenuhi kebutuhan guru produktif di SMK adalah dengan memberikan
pembekalan pengetahuan dan keterampilan kompetensi keahlian baru. Penambahan
pembekalan pengetahuan dan keterampilan produktif baru yang dibutuhkan SMK
diberikan kepada guru-guru normatif, adaptif, dan produktif dengan tingkat kejenuhan
sangat tinggi (jumlah lebih) melalui Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik
bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda).
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang mendukung
keterlaksanaan Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA
(Keahlian Ganda) untuk pemenuhan kebutuhan guru produktif di SMK.

Jakarta, Oktober 2016


Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Sumarna Surapranata
NIP 195908011985031002

iii
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

KATA PENGANTAR

Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)
merupakan program prioritas Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen
GTK) yang bertujuan untuk mengatasi kekurangan guru produktif di SMK. Guru adaptif,
normatif, dan produktif di SMA dan SMK yang kelebihan guru diberikan tambahan
pengetahuan dan keterampilan kompetensi keahlian baru melalui pendidikan dan
pelatihan di PPPPTK dan LPPPTK KPTK terkait sesuai bidang tugasnya.
Pedoman ini disusun sebagai acuan bagi Ditjen GTK, Unit Pelaksana Teknis (UPT), Dinas
Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota, dan sekolah. Pedoman ini juga disiapkan untuk
memberikan informasi kepada individu yang ditugaskan membantu terlaksananya program
ini, mencakup pembimbing/pendamping dan penyelenggara program. Semua instansi dan
individu yang terlibat dalam Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru
SMK/SMA (Keahlian Ganda) ini diharapkan mampu melaksanakan tugas dan perannya
dengan baik sebagaimana tertuang dalam pedoman ini. Kami sangat berharap dan
menghargai partisipasi semua pihak terkait dalam upaya peningkatan kualitas guru SMK di
Indonesia yang akan bermuara pada peningkatan kualitas proses pembelajaran di dalam
kelas.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam
penyusunan pedoman ini, termasuk UPT di bawah Ditjen GTK yang telah mengirimkan
tenaga widyaiswara dan tenaga kependidikan lainnya untuk ikut menyumbangkan tenaga,
waktu, dan pemikirannya.
Semoga pedoman ini bermanfaat demi terselenggaranya Program Sertifikasi Keahlian dan
Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda) dalam rangka pemenuhan
kebutuhan guru SMK untuk mendukung revitalisasi pendidikan vokasi.
Terima kasih.

Jakarta, Oktober 2016


Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah

Anas M. Adam
NIP 195808181984081001

iv
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

DAFTAR ISI

KATA SAMBUTAN ................................................................................................................. iii


KATA PENGANTAR ................................................................................................................ iv
DAFTAR ISI ............................................................................................................................. v
DAFTAR TABEL ......................................................................................................................vii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................................viii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................................................ 1
B. Dasar Hukum .............................................................................................................. 2
C. Tujuan ......................................................................................................................... 3
D. Sasaran........................................................................................................................ 3
E. Ruang Lingkup ............................................................................................................ 3
BAB II PROGRAM SERTIFIKASI KEAHLIAN DAN SERTIFIKASI PENDIDIK (KEAHLIAN GANDA)
BAGI GURU SMK/SMA ........................................................................................................... 4
A. Pengertian .................................................................................................................. 4
B. Dasar Pemikiran .......................................................................................................... 4
C. Tujuan ......................................................................................................................... 5
D. Manfaat ...................................................................................................................... 5
E. Prinsip ......................................................................................................................... 5
F. Sasaran........................................................................................................................ 7
G. Desain Program .......................................................................................................... 8
H. Peserta ...................................................................................................................... 11
I. Tim Pengembang, Narasumber Nasional, Instruktur, dan Guru Pendamping ......... 11
J. Hak dan Kewajiban Peserta ...................................................................................... 12
K. Pendaftaran .............................................................................................................. 13
BAB III PENYELENGGARAAN PROGRAM SERTIFIKASI KEAHLIAN DAN SERTIFIKASI PENDIDIK
(KEAHLIAN GANDA) BAGI GURU SMK/SMA ........................................................................ 14
A. Kurikulum dan Bahan Ajar ........................................................................................ 14
B. Tim Pengembang, Narasumber, Instruktur, dan Guru Pendamping ....................... 15
C. Mekanisme Pelaksanaan Program Keahlian Ganda ................................................. 16
D. Evaluasi ..................................................................................................................... 20
E. Keberhasilan Pelaksanaan Program ......................................................................... 20
F. Tempat Kegiatan....................................................................................................... 21
G. Kepanitiaan Penyelenggara ...................................................................................... 21
H. Pembiayaan .............................................................................................................. 21
BAB IV STRATEGI PENYELENGGARAAN PROGRAM SERTIFIKASI KEAHLIAN DAN SERTIFIKASI
PENDIDIK (KEAHLIAN GANDA) BAGI GURU SMK/SMA ........................................................ 22
A. Pemetaan Guru SMK ................................................................................................ 22

v
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

B. Penetapan Program Prioritas ................................................................................... 22


C. Pemetaan Wilayah Kerja LPTK, PPPPTK, dan DU/DI................................................. 23
D. Penetapan Strategi Pelaksanaan .............................................................................. 23
E. Rekrutmen ................................................................................................................ 24
F. Pembekalan .............................................................................................................. 24
G. Pelaksanaan Program ............................................................................................... 27
H. Standar Pelaksanaan ................................................................................................ 30
BAB V ORGANISASI PENYELENGGARAAN ........................................................................... 38
A. Struktur Organisasi ................................................................................................... 38
B. Tugas dan Tanggungjawab Instansi Terkait .............................................................. 38
BAB VI EVALUASI DAN SERTIFIKAT ...................................................................................... 41
A. Evaluasi ..................................................................................................................... 41
B. Sertifikat ................................................................................................................... 45
BAB VI PENUTUP.................................................................................................................. 46
Lampiran 1. Tabel Jenis Guru Peminatan (Produktif/Paket Keahlian) Pilihan Program
Keahlian Ganda .................................................................................................................... 48
Lampiran 2. Jumlah Kebutuhan Guru Produktif di SMK ...................................................... 50
Lampiran 3. Jumlah Kekurangan Guru Produktif dan Peserta Program Keahlian Ganda per
Paket Keahlian ..................................................................................................................... 51
Lampiran 4. Jumlah Kekurangan Guru Produktif dan Peserta Program Keahlian Ganda per
Provinsi ................................................................................................................................ 53

vi
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

DAFTAR TABEL

Tabel 2. 1 Daftar Paket Keahlian Sasaran Program Keahlian Ganda..................................... 7


Tabel 2. 2 Aktivitas Kegiatan pada Program Keahlian Ganda ............................................. 10
Tabel 2. 3 Jenis dan Kriteria Fasilitator ................................................................................ 12
Tabel 3. 1 Variabel dan Subvariabel Keberhasilan Pelaksanaan Program .......................... 20
Tabel 4. 1 Prioritas Pemenuhan Kebutuhan Guru Produktif SMK melalui Program Keahlian
Ganda ........................................................................................................................... 23
Tabel 4. 2 Strategi Pembekalan dalam Program Keahlian Ganda ....................................... 25
Tabel 4. 3 Struktur Program Pembekalan Narasumber ...................................................... 26
Tabel 4. 4 Struktur Program Pembekalan Guru Pendamping dan Guru Peserta Program
Keahlian Ganda ............................................................................................................ 27
Tabel 4. 5 Struktur Program Keahlian Ganda bagi guru SMK/SMA..................................... 33
Tabel 4. 6 Struktur Program Pola ON-1 IN-1 ON-2 IN-2 dalam Program Keahlian Ganda
bagi guru SMK/SMA ..................................................................................................... 34

vii
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1 Desain Program Keahlian Ganda untuk memenuhi Guru Produktif di SMK .... 9
Gambar 3. 1 Proses Pelaksanaan Program Keahlian Ganda ............................................... 17
Gambar 3. 2 Proses Rekrutmen Calon Peserta Program Keahlian Ganda .......................... 18
Gambar 4. 1 Alur Pelaksanaan Program Keahlian Ganda ................................................... 24
Gambar 5. 1 Bagan Organisasi Pengelolaan Program Keahlian Ganda ............................... 38

viii
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sejalan dengan pertumbuhan dunia usaha dan industri di Indonesia, permintaan tenaga
terampil lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi semakin meningkat. Oleh
karena itu, SMK perlu membekali peserta didiknya dengan pengetahuan dan
keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha dan industri. Ditetapkannya Peraturan
Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia makin
menegaskan bahwa SMK harus semakin lebih mendekatkan diri dengan kebutuhan
dunia kerja.
Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah dengan menyelenggarakan program
keahlian yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri agar penyelenggaraan
pendidikan di SMK menjadi efektif. Kondisi ini diikuti oleh perubahan kebutuhan tenaga
guru, khususnya guru produktif di SMK. Dari hasil analisis kebutuhan guru oleh
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan diperoleh data bahwa beberapa program keahlian di SMK
mengalami kekurangan guru produktif sementara pada program keahlian/peminatan
lainnya atau mata pelajaran lainnya jumlah guru melebihi jumlah yang dibutuhkan. Hasil
analisis perhitungan kebutuhan guru SMK menunjukkan bahwa pada tahun 2016
diperlukan 335.821 guru produktif. Saat ini guru produktif di SMK berjumlah 100.552
yang terdiri dari adalah 40.098 orang guru berstatus PNS dan 60.482 orang guru bukan
PNS, sehingga terjadi kekurangan guru produktif di SMK sejumlah 235.269. Kekurangan
ini tersebar pada semua kompetensi keahlian.
Salah satu arah kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan adalah meningkatkan
kualitas pendidikan vokasi serta pendidikan dan pelatihan keterampilan kerja. Untuk
mendukung kebijakan tersebut, Presiden telah mengeluarkan Instruksi Presiden
Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah
Kejuruan dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia
Indonesia. Melalui Inpres ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diinstruksikan
untuk meningkatkan jumlah dan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK)
di SMK.
Program Revitalisasi Pendidikan Vokasi merupakan amanah NAWACITA dan Sustainable
Development Goals (SDGs) 2030 dalam rangka pemenuhan 58 Juta Tenaga Kerja
Terampil Sampai 2030. Melalui NAWACITA tersebut bangsa Indonesia memiliki cita-cita
yang tinggi untuk menjadikan ekonomi Indonesia peringkat 7 dunia pada 2030 dan
memenangkan persaingan SDM di tingkat regional dan global.

1
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

Menindaklanjuti Inpres tersebut dan dalam rangka penataan dan pemenuhan guru
produktif di SMK, pada tahun 2016 Ditjen GTK akan melaksanakan Program Sertifikasi
Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA yang selanjutnya disebut dengan
Program Keahlian GandaGuru. Program Keahlian GandaGuru diharapkan dapat
memenuhi kekurangan guru produktif di SMK. Pedoman ini disusun agar Program
Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda) dapat
dilaksanakan secara efektif, efisien, dan sesuai dengan prosedur.

B. Dasar Hukum
Landasan penyelenggaraan Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi
Guru SMK/SMA adalah:
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2005 nomor 157, Tambahan Lembaran Negara RI No.
4586);
3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Pengganti
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (Lembaran Negara
Republik Indonesia tahun 2008 Nomor 4941);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Standar Nasional
Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2013 Nomor 71);
7. Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah
Kejuruan dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia
Indonesia;
8. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional
Indonesia;
9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar
Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru;
10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 16 Tahun 2015 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan
Tenaga Kependidikan;
11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2015 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik
dan Tenaga Kependidikan Bidang Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan
Komunikasi;
12. Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Nomor 7013/D/KP/2013
tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan.

2
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

C. Tujuan
Pedoman ini disusun sebagai acuan kerja bagi semua unit kerja/instansi yang terkait
dengan kebijakan pemenuhan guru produktif SMK melalui Program Keahlian Ganda.

D. Sasaran
Pedoman ini disusun untuk digunakan oleh instansi pembina dan/atau pelaksana
Program Keahlian Ganda, yaitu:
1. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan;
2. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan;
3. Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Kelautan dan Perikanan, Teknologi dan Komunikasi;
4. Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI)
5. Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota;
6. Satuan Pendidikan; dan
7. Guru dan/atau Tenaga Kependidikan;

E. Ruang Lingkup
Pedoman ini menyajikan informasi yang berkaitan dengan tujuan, sasaran, ruang
lingkup, materi, strategi, jenis kegiatan, dan rambu-rambu penyelenggaraan Program
Keahlian Ganda serta proses penilaiannya.

3
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

BAB II
PROGRAM SERTIFIKASI KEAHLIAN DAN SERTIFIKASI PENDIDIK
(KEAHLIAN GANDA) BAGI GURU SMK/SMA

A. Pengertian
Menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah
Menengah Kejuruan, Ditjen GTK melaksanakan Program Keahlian Ganda untuk guru
SMK/SMA. Program Keahlian Ganda yang dimaksud adalah program pemberian
tambahan kewenangan mengajar bagi guru SMK/SMA yang mengajar mata pelajaran
tertentu menjadi guru mata pelajaran produktif di SMK pada kompetensi keahlian
tertentu yang berbeda dengan kompetensi keahlian sebelumnya dan relevan dengan
latar belakang pendidikannya.
Pemberian kewenangan mengajar pada paket keahlian yang baru bagi guru SMK/SMA
dilakukan setelah guru mengikuti tahapan proses pendidikan dan pelatihan (diklat)
melalui pola ON-1 IN-1 ON-2 dan IN-2 dan diakhiri dengan sertifikasi keahlian di
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk memperoleh sertifikat keahlian dan sertifikasi
melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) di LPTK untuk memperoleh sertifikat
pendidik.

B. Dasar Pemikiran
Pentingnya Program Keahlian Ganda bagi guru SMK/SMA didasarkan pada hal-hal
berikut.
1. Hasil analisis data guru di SMK menunjukkan bahwa terdapat banyak kekurangan
guru produktif pada kompetensi keahlian tertentu, sedangkan sebagian kompetensi
keahlian yang lain menunjukkan kelebihan. Sementara itu terdapat kelebihan guru
pada mata pelajaran adaptif dan normatif di SMA dan SMK.
2. Guru profesional wajib memiliki sertifikat pendidik dan mengajar mata pelajaran
sesuai sertifikat pendidik minimal 24 jam tatap muka per minggu.
3. Program studi di LPTK yang ada sekarang ini belum dapat memenuhi kebutuhan
guru produktif yang dibutuhkan di SMK secara cepat, baik dari sisi jumlah maupun
keragaman kompetensi keahlian (9 Bidang Keahlian, 46 Program Keahlian, 128
Paket Keahlian, sesuai dengan Surat Keputusan Ditjen Pendidikan Menengah
Nomor 7013/D/KP/2013 tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah
Kejuruan).
4. Diperlukan jumlah lulusan SMK yang berkualitas memiliki keterampilan dan
keahlian untuk mengisi tenaga kerja.

4
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

C. Tujuan
1. Membekali calon guru sasaran Program Keahlian Ganda dengan kompetensi
keahlian produktif sehingga mampu menjadi guru mata pelajaran produktif di SMK.
2. Memenuhi kebutuhan guru produktif di SMK khususnya untuk bidang
maritim/kelautan, pertanian, ekonomi kreatif, pariwisata, serta teknologi dan
rekayasa.
3. Memberdayakan dan menata guru yang berlebih agar merata sesuai kebutuhan.

D. Manfaat
1. Guru memperoleh sertifikat pendidik dan sertifikat keahlian pada kompetensi
keahlian produktif.
2. Proses pembelajaran di SMK diharapkan dapat lebih optimal.
3. Lulusan SMK mempunyai kompetensi yang sesuai dengan bidang keahlian sehingga
mampu bersaing di dunia kerja terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi
Asean (MEA).

E. Prinsip
Program Keahlian Ganda bagi Guru SMK/SMA menjadi guru produktif SMK dilakukan
dengan memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini.
1. Efektif dan Efisien
Dalam jangka pendek Program Keahlian Ganda ini efektif dan efisien untuk
mengatasi kekurangan guru produktif SMK. Peningkatan kompetensi guru yang
dilakukan secara intensif dengan pola On- dan In-Service Training disertai magang
dan diakhiri dengan sertifikasi pendidik dan sertifikasi keahlian akan menghasilkan
guru yang memiliki kompetensi pada paket keahlian tertentu. Melalui strategi ini,
guru produktif tertentu yang dibutuhkan akan terpenuhi dalam waktu yang lebih
cepat.
2. Kolaboratif (Resource Sharing)
Sesuai dengan amanat Inpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah
Menengah Kejuruan dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber
Daya Manusia Indonesia, pelaksanaan Program Keahlian Ganda perlu kerja sama
antara lembaga pemerintah dan dunia usaha dan dunia industri (DU/DI).
Peningkatan kompetensi guru sasaran yang dilakukan melalui pola On- dan In-
Service Training serta magang melibatkan fasilitator yang berasal dari PPPPTK,
LP3TK KPTK, dan DU/DI (Resource Sharing). Sedangkan sertifikasi pendidik
dilaksanakan oleh LPTK dan sertifikasi keahlian dilaksanakan oleh LSP. Dengan

5
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

keterlibatan semua pihak dalam Program Keahlian Ganda ini diharapkan dapat
dihasilkan guru produktif SMK yang profesional dan memiliki kompetensi keahlian
yang dibutuhkan.
3. Pemberdayaan SDM
Program ini mengoptimalkan tugas dan fungsi guru melalui pemberdayaan guru
normatif, adaptif dan produktif di SMK, dan guru mata pelajaran tertentu di SMA
yang belum memenuhi kewajiban minimum 24 jam tatap muka per minggu. Tidak
terpenuhinya jumlah jam tatap muka minimum bagi guru-guru tersebut dapat
disebabkan hal-hal berikut.
a. Guru mata pelajaran IPA, IPS, Kewirausahaan, dan KKPI di SMK tidak memiliki
jam mengajar akibat implementasi Kurikulum 2013.
b. Guru produktif tertentu jumlahnya berlebih karena perubahan spektrum atau
penutupan paket keahlian tertentu.
c. Penempatan guru yang tidak sesuai dengan kebutuhan sekolah.
4. Berorientasi pada Kualitas
Pemberian kewenangan mengajar guru melalui Program Keahlian Ganda tetap
mempertimbangkan kualitas guru yang dihasilkan, yaitu guru yang memiliki
kompetensi sebagai guru produktif yang dibutuhkan. Guru dapat menetapkan
paket keahlian sebagai tambahan kewenangan mengajarnya dengan beberapa
alternatif pilihan sesuai latar belakang pendidikannya. Contoh pemilihan paket
keahlian produktif adalah sebagai berikut.
a. Guru mata pelajaran adaptif dan normatif SMA dan SMK menjadi guru
produktif SMK yang relevan, misalnya:
1) Guru mata pelajaran Kewirausahaan menjadi guru paket keahlian
Pemasaran pada Program Keahlian Tata Niaga.
2) Guru mata pelajaran Fisika menjadi guru pada paket keahlian Teknik Audio
Video pada program keahlian Teknik Elektronika.
b. Guru produktif menjadi guru produktif pada pada paket keahlian lain dalam
program keahlian yang berbeda tetapi dalam bidang keahlian yang sama tetapi
masih relevan. Hal ini berdasarkan Kompetensi Kejuruan yang memiliki banyak
kesamaan (berdasarkan SK-KD/SKKNI), misalnya:
1) Guru paket keahlian Teknik Otomasi Industri pada program keahlian Teknik
Ketenagalistrikan ke paket keahlian Teknik Elektronika Industri pada
program keahlian Teknik Elektronika.
2) Guru paket keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian yang berasal dari
program keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian dan Perikanan

6
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

menjadi guru paket keahlian Agribisnis Perikanan Air Tawar pada program
keahlian Agribisnis Perikanan.
5. Tidak memaksa
Guru yang teridentifikasi sebagai guru mata pelajaran dengan kategori berlebih
memiliki kebebasan untuk tidak mengikuti Program Keahlian Ganda. Oleh karena
itu, pada saat pendaftaran guru calon peserta harus mengisi kolom kesediaan
mengikuti Program Keahlian Ganda.
6. Sesuai Minat dan Bakat.
Peserta Program Keahlian Ganda diberi kebebasan untuk memilih paket keahlian
baru sesuai dengan minat dan bakatnya. Sebelum mengikuti Program Keahlian
Ganda, guru calon peserta harus mengikuti pengenalan kompetensi guru produktif
untuk memastikan bahwa calon guru tersebut berminat atau tidak. Khusus untuk
paket keahlian seni dan budaya tertentu dilakukan tes bakat.

F. Sasaran
Sasaran total jumlah guru yang akan mengikuti Program Keahlian Ganda adalah 30.000
guru yang dibagi ke dalam 2 (dua) tahapan pelaksanaan, tahun 2016 sejumlah 15.000
orang dan 2017 sejumlah 15.000 orang.
Sasaran paket keahlian yang menjadi tujuan Program Keahlian Ganda adalah 51 paket
keahlian yang dikelompokkan ke dalam bidang maritim/kelautan, pertanian, ekonomi
kreatif, dan pariwisata, serta teknologi dan rekayasa, sebagaimana tabel 2.1 berikut.
Tabel 2. 1 Daftar Paket Keahlian Sasaran Program Keahlian Ganda

No Kelompok Paket Keahlian


Keahlian
1 Maritim/kelautan 1. Agribisnis Perikanan
2. Budidaya Rumput Laut
3. Nautika Kapal Niaga
4. Nautika Kapal Penangkap Ikan
5. Teknika Kapal Niaga
6. Teknika Kapal Penangkap Ikan
2 Pertanian 7. Agribisnis Aneka Ternak
8. Agribisnis Perbenihan dan Kultur Jaringan Tanaman
9. Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura
10. Agribisnis Tanaman Perkebunan
11. Agribisnis Ternak Ruminansia
12. Agribisnis Ternak Unggas
13. Agribisnis Perikanan
14. Kehutanan

7
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

No Kelompok Paket Keahlian


Keahlian
15. Kesehatan Hewan
16. Mekanisasi Pertanian
17. Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan
18. Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian
3 Ekonomi Kreatif 19. Animasi
20. Desain dan Produksi Kriya Kayu
21. Desain dan Produksi Kriya Keramik
22. Desain dan Produksi Kriya Kulit
23. Desain dan Produksi Kriya Logam
24. Desain dan Produksi Kriya Tekstil
25. Desain Komunikasi Visual
26. Multimedia
27. Seni Karawitan
28. Seni Musik Klasik
29. Seni Musik Non Klasik
30. Seni Tari
31. Teknik Produksi & Penyiaran Program Radio &
Pertelevisian
4 Pariwisata 32. Akomodasi Perhotelan
33. Jasa Boga
34. Tata Kecantikan Kulit
35. Tata Kecantikan Rambut
36. Usaha Perjalanan Wisata
5 Teknologi dan 37. Rekayasa Perangkat Lunak
Rekayasa 38. Teknik Audio Video
39. Teknik Elektronika Industri
40. Teknik Instalasi Tenaga Listrik
41. Teknik Kendaraan Ringan
42. Teknik Komputer Jaringan
43. Teknik Mekatronika
44. Teknik Otomasi Industri
45. Teknik Ototronik
46. Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri
47. Teknik Pemesinan
48. Teknik Pendinginan dan Tata Udara
49. Teknik Pengelasan
50. Teknik Perbaikan Bodi
51. Teknik Sepeda Motor

G. Desain Program
Program Keahlian Ganda merupakan program yang dirancang untuk memenuhi
kekurangan guru produktif di SMK. Pemberian kewenangan mengajar guru yang
mengampu mata pelajaran tertentu menjadi guru produktif SMK pada paket keahlian

8
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

tertentu dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor teknis, persyaratan, dan


faktor-faktor lain yang relevan. Untuk memenuhi persyaratan profesional sebagai guru
yang mengampu suatu mata pelajaran atau kompetensi keahlian tertentu maka
sebelum menjalankan tugasnya yang baru, guru tersebut harus mengikuti tahapan
pelatihan dengan pola On-In-On-In Service Training yang sesuai dengan paket keahlian
baru yang akan diampunya, sertifikasi keahlian, dan sertifikasi pendidik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan desain Program Keahlian
Ganda adalah sebagai berikut.
1. Waktu
2. Biaya
3. Sarana dan prasana
4. Potensi sumber daya
5. Kualitas kompetensi
Dengan mempertimbangkan beberapa hal tersebut, maka desain pelaksanaan Program
Keahlian Ganda dilaksanakan selama 12 bulan melalui beberapa tahapan yaitu: 1) belajar
mandiri terbimbing yang dilaksanakan di SMK sekolah tempat guru mengajar(On-Service
Training), 2) pendidikan dan pelatihan (In-Service Training), 3) magang kerja di dunia usaha
dan dunia industri (DU/DI), dan 4) diakhiri dengan sertifikasi keahlian di LSP dan sertifikasi
guru dalam jabatan melalui PLPG . Desain Program Keahlian Ganda dengan menggunakan
sistem berlapis (sandwich system) On-In-On-In service training digambarkan sebagai
berikut:

Gambar 2. 1 Desain Program Keahlian Ganda untuk memenuhi Guru Produktif di SMK

9
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

Dari gambar di atas terdapat 4 (empat) tahapan kegiatan utama yang harus diikuti peserta
Program Keahlian Ganda dalam satu siklus diklat dengan pola berjenjang On-In-On-In
sebelum guru sasaran mengikuti magang, sertifikasi pendidik dan sertifikasi keahlian.
Secara detail setiap tahapan proses Program Keahlian Ganda dijelaskan sebagai berikut.
Tabel 2. 2 Aktivitas Kegiatan pada Program Keahlian Ganda
Durasi, JP,
Proses Aktivitas Tugas Evaluasi
modul
On-1 - 3 bulan - Dilaksanakan dengan moda - Menyusun rencana - Penilaian tugas
- 350 JP dalam jaringan (daring) pembelajaran untuk - Tes akhir modul
- 3 Modul - Belajar mandiri terbimbing di 3 modul ke-1 s.d ke-3
sekolah asal atau di sekolah - Menyusun jurnal
tempat magang - Menyelesaikan 3
- Dibimbing dan dinilai oleh guru tugas proyek (project
pendamping work)
In-1 - 2 bulan - Dilaksanakan dengan moda tatap - Menyusun - Praktik
- 476 JP muka perangkat mengajar (Peer
- 4 Modul - Mengikuti pelatihan pendalaman pembelajaran teaching)
materi produktif (teori dan - Tugas lainnya - Uji
praktik) 4 modul sebagaimana keterampilan
- Refleksi dan pendalaman 3 diminta dalam sesuai paket
modul ON-1 pembelajaran modul keahlian
- Penyusunan perangkat - Tes akhir modul
pembelajaran ke-4 s.d ke-7
- Kunjungan industri
On-2 - 3 bulan - Dilaksanakan dengan moda - Menyusun rencana - Penilaian tugas
- 350 JP daring pembelajaran untuk - Tes akhir modul
- 2 Modul - Mengajar materi produktif di 2 modul ke-8 dan 9
sekolah asal/sekolah tempat - Menyusun jurnal - Praktik
magang - Menyelesaikan 2 mengajar (real
- Praktik kerja industri tugas proyek (project teaching)
- Belajar mandiri terbimbing (teori work)
dan praktik) bersama guru
pendamping
In-2 - 1 bulan - Dilaksanakan dengan moda tatap - Membuat rencana - Uji
- 238 JP muka pembelajaran keterampilan
- 1 Modul - Mengikuti pelatihan pendalaman - Menyusun sesuai paket
materi produktif (teori dan perangkat keahlian
praktik) 1 modul pembelajaran - Tes akhir modul
- Mengikuti penjelasan - Menyusun laporan ke-10
narasumber industri/PT akhir
- Refleksi dan pendalaman 1
modul ON-2
- Penguatan kompetensi keahlian
Sertifikasi - 104 JP - Mengikuti penguatan dan - Uji sertifikasi
Keahlian sertifikasi kompetensi keahlian keahlian
Magang - 2 Bulan - magang kerja di dunia usaha dan - Menyusun jurnal - Penilaian oleh
Kerja dunia industri - Menyusun laporan Fasilitator
Sertifikasi - 10 hari - Mengikuti PLPG di perguruan - Menyusun - Peer teaching
Guru tinggi perangkat - Tes tulis
pembelajaran - UKG

10
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

H. Peserta
Persyaratan yang harus dipenuhi oleh guru yang akan mengikuti Program Keahlian
Ganda adalah sebagai berikut.
1. Memiliki kualifikasi akademik minimal S-1/D-4
2. Usia maksimal antara 45 sd 55 tahun sesuai dengan karakteristik kompetensi
keahlian (lampiran 1).
3. Guru dengan kondisi sebagai berikut:
a. guru mengampu mata pelajaran adaptif di SMK yang tidak tercantum dalam
kurikulum 2013, yaitu guru mata pelajaran IPA, IPS, Kewirausahaan, dan KKPI;
b. guru mengampu mata pelajaran normatif di SMK yang berlebih yaitu guru
Matematika, PPKn, Penjas, dan Seni Budaya;
c. guru SMA yang berlebih yaitu PPKn, Biologi, Fisika, Kimia, Geografi, Ekonomi,
Antropologi, dan TIK.
d. guru produktif SMK lebih yang berlebih (yang kekurangan jam mengajar) sesuai
dengan sertifikat yang dimilikinya.
e. guru produktif SMK yang paket/program keahlian yang diampunya tidak
diselenggarakan lagi di sekolahnya.
4. Mempunyai minat terhadap salah satu kompetensi pada program keahlian tertentu
tertentu, pada kelompok kemaritiman, pertanian, pariwisata, dan industri kreatif,
serta teknologi dan rekayasa.
5. Lulus tes bakat, khusus untuk pilihan minat pada paket keahlian seni/budaya dan
industri kreatif.

I. Tim Pengembang, Narasumber Nasional, Instruktur, dan Guru Pendamping


1. Tim pengembang adalah Pejabat Struktural PPPPTK dan LPPPTK KPTK serta
widyaiswara yang terlibat dalam penyusunan pedoman, juknis, dan bahan pelatihan
Program Keahlian Ganda.
2. Narasumber adalah widyaiswara dan atau guru yang memenuhi kriteria dan lulus
dalam program pembekalan narasumber dan dapat berperan sebagai nara sumber
pada pembekalan peserta dan guru pendamping dan sebagai instruktur pada
Kegiatan IN-1 dan IN-2 sesuai kebutuhan.
3. Instruktur adalah widyaiswara dan atau guru yang memenuhi kriteria sebagai
Instruktur dan dapat berperan sebagai Instruktur pada Diklat Keahlian Ganda pada
saat pelaksanaan IN-1 dan IN-2.
4. Guru pendamping adalah guru yang mengampu mata pelajaran produktif di SMK
yang memenuhi kriteria dan lulus dalam program pembekalan guru pendamping.

11
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

Guru pendamping berperan sebagai pendamping guru peserta Program Keahlian


Ganda sesuai dengan Kompetensi Keahliannya pada saat guru peserta Program
Keahlian Ganda melaksanakan program pengenalan kompetensi produktif dan
program penguatan pengalaman lapangan (ON-1 dan ON-2).
Tabel 2. 3 Jenis dan Kriteria Fasilitator

No Jenis Fasilitator Kriteria


1. Tim Pengembang - Pejabat Struktural PPPPTK dan LPPPTK KPTK
- Widyaiswara yang memiliki bidang keahlian relevan
- Terlibat dalam penyusunan pedoman, juknis, dan bahan
pelatihan Program Keahlian Ganda.
2. Narasumber - Widyaiswara yang memiliki bidang keahlian relevan
- Guru yang memiliki bidang keahlian relevan dengan Skor UKG
lebih besar atau sama dengan 80
- Lulus Pembekalan sebagai Narasumber
3. Instruktur - Widyaiswara yang memiliki bidang keahlian relevan
- Guru yang memiliki bidang keahlian relevan dengan Skor UKG
lebih besar atau sama dengan 80
- Lulus pelatihan sebagai Instruktur
4. Guru Pendamping - Guru yang memiliki bidang keahlian relevan
- Diutamakan guru yang memiliki skor UKG lebih besar atau
sama dengan 70
- Lulus pembekalan sebagai Guru Pendamping

J. Hak dan Kewajiban Peserta


1. Hak
a. Selama mengikuti Program Keahlian Ganda, peserta tetap berhak memperoleh
tunjangan profesi pendidik (bagi yang memiliki sertifikat pendidik).
b. Peserta berhak mengikuti diklat dan memperoleh pengalaman praktik kerja
dari instruktur yang kompeten di bidangnya.
c. Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan memenuhi standar minimal
kompetensi yang telah ditentukan, peserta berhak memperoleh STTPL,
sertifikat keahlian dan sertifikat pendidik sesuai kompetensi keahlian yang
diikuti.
2. Kewajiban
a. Peserta wajib mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Program Keahlian Ganda.
b. Peserta wajib memenuhi standar minimal kompetensi yang ditentukan pada
setiap tahapan Program Keahlian Ganda.

12
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

K. Pendaftaran
1. Guru calon peserta Program Keahlian Ganda melakukan pendaftaran melalui laman
http://keahlianganda.id.
2. Klik menu daftar pada kanan atas dari laman tersebut.
3. Masukkan kode registrasi pada kotak isian, tandai pada kotak saya bukan robot,
kemudian klik tombol daftar.
4. Pada laman registrasi, masukkan alamat email dan password, kemudian klik tombol
daftar.
5. Baca petunjuk pendaftaran pada laman registrasi, untuk melakukan langkah
berikutnya.
Informasi lebih lanjut terkait Program Keahlian Ganda dapat dilihat dalam laman:
http://keahlianganda.id. Alamat e-mail: keahlianganda@gmail.com telepon 021
57974108.

13
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

BAB III
PENYELENGGARAAN PROGRAM SERTIFIKASI KEAHLIAN DAN SERTIFIKASI PENDIDIK
(KEAHLIAN GANDA) BAGI GURU SMK/SMA

A. Kurikulum dan Bahan Ajar


Pembelajaran pada Program Keahlian Ganda ini akan dilakukan dengan 2 (dua) moda
yaitu moda tatap muka dan daring. Moda tatap muka moda daring dapat dilakukan
untuk semua jenis kompetensi, baik kognitif, afektif, maupun psikomotor, yang
pelaksanaannya disesuaikan dengan karakteristik kompetensi paket keahlian yang
dipelajari. Untuk Program Keahlian Ganda bagi guru adaptif menjadi guru produktif ini,
guru dibekali untuk menguasai keterampilan yang sesuai dengan paket keahlian. Oleh
karena itu, proses pembelajaran pada program ini lebih ditekankan pada penguasaan
keterampilan melalui praktik di bengkel. Salah satu penentu keberhasilan pembelajaran
ini adalah perencanaan dan persiapan materi pembelajaran yang akan disampaikan.
Adapun perencanaan materi dimaksud adalah tersedianya kurikulum dan bahan ajar.
1. Kurikulum
Kurikulum dalam Program Keahlian Ganda dirancang berdasarkan 10 kelompok
kompetensi yang dikembangkan dari standar kompetensi guru. Dokumen kurikulum
yang perlu dipersiapkan antara lain adalah struktur program, silabus, dan satuan
acara pembelajaran.
a. Struktur Program
Struktur program yang digunakan pada pembelajaran dirancang sesuai dengan
kurikulum Program Keahlian Ganda yang diselenggarakan.
b. Silabus
Silabus adalah garis besar, ringkasan, ikhtisar, pokok-pokok isi/materi
pembelajaran mata pelajaran tertentu yang mencakup deskripsi singkat,
kompetensi/sub kompetensi, indikator, pengalaman belajar, evaluasi, alokasi
waktu, bahan/alat, dan sumber belajar.
c. Satuan Acara Pembelajaran
Satuan acara pembelajaran merupakan panduan atau skenario pembelajaran
dalam satu satuan materi yang harus dibuat oleh widyaiswara untuk setiap
pembelajaran tatap muka. Satuan acara pembelajaran memuat langkah-langkah
atau aktivitas pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang
diharapkan.
2. Bahan Ajar
Bahan ajar yang akan digunakan untuk pembelajaran Program Keahlian Ganda

14
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

adalah modul yang sudah terdigitalisasi dalam sistem belajar mandiri melalui daring
dan modul cetak. Bahan ajar pada proses ON-1 dan ON-2 yang dilakukan dengan
moda daring menggunakan modul, lembar kerja dan lembar informasi yang disusun
dan disajikan secara digital, sedangkan bahan ajar pada proses IN-1 dan IN-2 yang
dilakukan dengan moda tatap muka menggunakan modul cetak.
Bahan ajar untuk moda daring harus dirancang secara interaktif, sebagian atau
keseluruhan, sesuai dengan karakteristik modul. Format bahan ajar digital yang
dimaksud antara lain:
a. Teks, seperti dokumen dalam format: doc, pdf, html, dll.
b. Audio, misalnya: radio, kaset, CD audio, audio streaming, dll.
c. Visual, misalnya: foto, gambar, model, chart, dll.
d. Audio Visual, misalnya: video/film, VCD/DVD, video streaming, dll.
e. Multimedia, yaitu kombinasi dari teks, audio, visual dan audio visual, seperti: CD
interaktif, film, animasi, presentasi, dll.

B. Tim Pengembang, Narasumber, Instruktur, dan Guru Pendamping


Tugas Tim Pengembang, narasumber, instruktur, dan guru pendamping adalah sebagai
berikut.
1. Tim Pengembang
a. Mengembangkan program, strategi pelaksanaan, struktur program, perangkat diklat,
dan bahan evaluasi.
b. Menyiapkan instrumen dan format-format yang digunakan dalam proses pembelajaran.
c. Menyiapkan bahan pembekalan untuk narasumber, guru pendamping, dan peserta
Program Keahlian Ganda.
d. Memberikan pembekalan kepada narasumber, guru pendamping, dan peserta Program
Keahlian Ganda.
e. Menyiapkan soal tes awal dan tes akhir untuk pembekalan narasumber, guru
pendamping, instruktur, dan peserta Program Keahlian Ganda.
f. Menyiapkan materi dan perangkat kerja untuk pembekalan instruktur sesuai paket
keahlian yang akan dilatihkan.
g. Melaksanakan pelatihan instruktur sesuai paket keahliannya.

2. Narasumber
a. Mempersiapkan dan mempelajari perangkat Program Keahlian Ganda.
b. Memfasilitasi pembelajaran pada pembekalan instruktur.
c. Memberikan pelatihan kepada instruktur Program Keahlian Ganda sesuai
dengan paket keahliannya.
d. Mengevaluasi proses dan hasil belajar peserta pembekalan guru pendamping
dan peserta Program Keahlian Ganda.

15
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

e. Menyampaikan dan melaporkan hasil evaluasi peserta pembekalan guru


pendamping, instruktur, dan peserta Program Keahlian Ganda kepada institusi
pelaksana.
3. Instruktur
a. Mempersiapkan dan mempelajari perangkat modul program keahlian ganda.
b. Membelajarkan, melatih, membimbing, dan mengevaluasi Program Keahlian
Ganda sesuai paket keahliannya.
c. Membimbing peserta dalam melaksanakan praktik kerja di bengkel sesuai
dengan paket keahliannya.
d. Mengevaluasi keterlaksanaan pembelajaran dan hasil belajar peserta Program
Keahlian Ganda.
e. Membuat laporan pelaksanaan dan hasil evaluasi dan ketercapaian belajar
peserta Program Keahlian Ganda.
4. Guru Pendamping
a. Mendampingi peserta Program Keahlian Ganda dalam mempelajari modul pada
saat proses ON-1 dan On-2.
b. Memberikan penilaian terhadap tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh guru
selama proses ON-1 dan ON-2.
c. Memberikan semangat dan mengingatkan peserta menyelesaikan tugas secara
daring.
d. Memberi umpan balik terhadap tugas yang diungah peserta.

C. Mekanisme Pelaksanaan Program Keahlian Ganda


Penyiapan pelaksanaan Program Keahlian Ganda dibagi dalam beberapa tahapan
kegiatan yang terkait satu dengan lainnya. Tahapan tersebut meliputi: 1) penyusunan
perangkat Program Keahlian Ganda, 2) rekrutmen calon peserta, 3) pembekalan kepada
narasumber, guru pendamping, instruktur, dan peserta, 4) pelaksanaan program
keahlian ganda. Mekanisme kerja pelaksanaan Program Keahlian Ganda digambar
sebagai berikut.

16
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

Gambar 3. 1 Proses Pelaksanaan Program Keahlian Ganda

1. Penyusunan Perangkat Program Keahlian Ganda


Perangkat kerja yang diperlukan untuk melaksanakan Program Keahlian Ganda
sebagai berikut.
a. Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru
SMK/SMA (Keahlian Ganda)
b. Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi guru Produktif (ON-1) dan
Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)
c. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peningkatan Kompetensi/In service Training (IN -
1) dan Peningkatan Kompetensi dan Penajaman Kompetensi Produktif serta
Uji Kompetensi Keahlian/In service Training (IN -2)
d. Kurikulum Program Keahlian Ganda per Paket Keahlian
e. Perangkat Pembelajaran per Paket Keahlian
f. Modul Pembelajaran per Paket Keahlian

2. Rekrutmen Calon Peserta


Berdasarkan hasil analisis kebutuhan guru SMA dan SMK diketahui terdapat
kelebihan guru pada beberapa mata pelajaran umum di SMA dan mata pelajaran
normatif dan adaptif di SMK. Sementara banyak kekurangan guru produktif di SMK
pada beberapa paket keahlian. Oleh karena itu, kekurangan guru produktif tersebut
dipenuhi dari guru yang berlebih melalui pelatihan penambahan kewenangan
mengajar guru adaptif ke produktif.
Rekrutmen calon peserta Program Keahlian Ganda ini dengan mengundang guru-
guru yang berlebih tersebut untuk mendaftar sebagai calon peserta Program
Keahlian Ganda. Pengumuman dan pendaftaran melalui laman yang telah
disediakan sampai batas waktu yang telah ditentukan. Kemudian tim melakukan

17
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

seleksi calon peserta dengan mempertimbangkan jumlah kekurangan guru per


paket keahlian pada masing-masing kabupaten/kota.

Gambar 3. 2 Proses Rekrutmen Calon Peserta Program Keahlian Ganda

Keterangan:
a. Penetapan calon peserta Program Keahlian Ganda
b. Pengumuman melalui sosialisasi dan laman
c. Pendaftaran oleh guru melalui laman
d. Seleksi calon peserta Program Keahlian Ganda
e. Penetapan peserta Program Keahlian Ganda

3. Pembekalan Kepada Narasumber, Guru Pendamping, Instruktur, dan Peserta


Sebelum Program Keahlian Ganda dilaksanakan, perlu diberikan pembekalan
kepada calon peserta dan calon guru pendamping yang akan dilaksanakan oleh para
nara sumber yang disiapkan. Demikian juga narasumber yang akan memberikan
pembekalan perlu disamakan persepsi dan pemahamannya tentang Program
Keahlian Ganda dan kegiatan apa saja yang harus diikuti oleh peserta dan guru
pendamping selama proses diklat Program Keahlian Gandaberlangsung.
Pembekalan kepada narasumber, calon guru pendamping, dan calon peserta
bersifat umum, bukan substantif berdasarkan paket keahlian yang dipilih. Materi
pembekalan berisi tujuan, manfaat, tatacara pelaksanaan, tugas yang harus
dikerjakan dan dilaporkan, manajemen data diklat, serta hak dan kewajiban
peserta.
Di samping itu, akan dilakukan juga pembekalan kepada calon instruktur yang akan
menjadi fasilitator di dalam proses IN-1 dan IN-2. Pembekalan instruktur bersifat
substantif, yaitu sesuai dengan paket-paket keahlian yang dipilih untuk Program
Keahlian Ganda bagi guru produktif.
Pelaksanaan pembekalan narasumber, calon guru pendamping, dan calon peserta
harus dilaksanakan sebelum kegiatan ON-1 dimulai. Sedangkan kegiatan pembekalan
instruktur harus sudah dilaksanakan sebelum dimulainya kegiatan IN-1.

18
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

4. Pelaksanaan Program Keahlian Ganda


Program Keahlian Ganda bagi guru produktif dilaksanakan dalam 4 (empat) tahap:
(1) ON-1: program pengenalan kompetensi guru produktif; (2) IN-1: program
peningkatan kompetensi; (3) ON-2: program penguatan pengalaman lapangan; dan
(4) IN-2: program peningkatan kompetensi dan penajaman kompetensi produktif
serta uji kompetensi keahlian.
Pada tahap pertama, ON-1, program dilaksanakan selama 3 bulan (12 minggu) di
sekolah tempat magang, yaitu SMK yang menyelenggarakan kelas sesuai dengan
paket keahlian yang menjadi sasaran peserta Program Keahlian Ganda yang
memenuhi kriteria SMK magang. Pada tahap ini peserta mempelajari 3 modul Guru
Pembelajar secara mandiri dengan moda daring didampingi oleh guru pendamping.
Apabila memenuhi persyaratan lulus, maka peserta dapat melanjutkan ke tahap
beikutnya.
Pada tahap kedua, IN-1, program dilaksanakan selama 2 bulan (8 minggu) di tempat
penyelenggaraan Program Keahlian Ganda, yaitu PPPPTK atau LPPPTK KPTK, atau
tempat lain yang ditentukan oleh PPPPTK atau LPPPTK KPTK. Pada tahap ini peserta
mempelajari 4 modul guru pembelajar dengan moda tatap muka. Apabila
memenuhi persyaratan lulus, maka peserta dapat melanjutkan ke tahap beikutnya.
Pada tahap ketiga, ON-2, program kembali dilaksanakan di sekolah tempat magang
selama 3 bulan (12 minggu), dengan kegiatan utama praktik mengajar dan
mempelajari 2 modul guru pembelajar. Kegiatan lainnya adalah praktik kerja di
industri yang sesuai dengan kompetensi yang dipelajari. Apabila memenuhi
persyaratan lulus, maka peserta dapat melanjutkan ke tahap beikutnya.
Pada tahap keempat, yaitu IN-2, program dilaksanakan kembali di tempat
penyelenggaraan Program Keahlian Ganda selama 1 bulan (4 minggu), yaitu PPPPTK
atau LPPPTK KPTK, atau tempat lain yang ditentukan oleh PPPPTK atau LPPPTK
KPTK. Pada tahap ini peserta mempelajari 1 modul guru pembelajar dengan moda
tatap muka dan mengikuti persiapan dan pelaksanaan uji kompetensi keahlian
untuk memperoleh setifikat keahlian dari LSP.
Setelah berakhirnya tahap keempat, peserta diwajibkan untuk kembali magang
industri selama 2 bulan dan mengikuti program pendidikan dan pelatihan profesi
guru (PLPG) yang diselenggarakan oleh LPTK untuk memperoleh sertifikat profesi
pendidik sesuai dengan kewenangan mengajar paket keahlian yang baru.

19
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

D. Evaluasi
Evaluasi dimaksudkan untuk memantau proses pelaksanaan pembelajaran dan
ketercapaian kompetensi sesuai dengan karakteristik paket keahlian. Evaluasi terhadap
proses pembelajaran meliputi evaluasi terhadap peserta, evaluasi fasilitator, dan
evaluasi penyelenggaraan keseluruhan aktifitas pada Program Keahlian Ganda. Evaluasi
terhadap ketercapaian kompetensi keahlian melalui uji keterampilan, uji kinerja
mengajar, dan tes akhir modul.

E. Keberhasilan Pelaksanaan Program


Keberhasilan pelaksanaan Program Keahlian Ganda ditentukan oleh 5 (lima) variabel,
yaitu: 1) fasilitator yaitu narasumber, instruktur, guru pendamping, 2) materi, 3)
peserta, 4) strategi, dan 5) anggaran. Kelima variabel tersebut harus dipersiapkan
dengan baik agar dapat terwujud pelaksanaan program yang diinginkan. Secara rinci
variabel dan subvariabel program sebagaimana dimuat pada tabel berikut.
Tabel 3. 1 Variabel dan Subvariabel Keberhasilan Pelaksanaan Program

No Variabel Sub Variabel


1 Fasilitator - Sesuai dengan kriteria yang ditetapkan
- Jumlah memenuhi kebutuhan (2 orang per
kelas).
- Mencapai kepuasan peserta minimal 85
2 Bahan - Ketersediaan Modul sesuai jumlah peserta
- Kesiapan modul sebelum kegiatan.
- Kelengkapan perangkat pembelajaran.
- Kemudahan memahami isi modul
3 Peserta - Kesesuaian latar belakang pendidikan dengan
kompetensi keahlian yang menjadi sasaran
Program Keahlian Ganda
- Kesesuaian waktu pemanggilan peserta.
4 Strategi Pelaksanaan - Kesesuaian penggunaan pendekatan dan
metode dengan karakteristik kompetensi
keahlian.
- Kesesuaian pengaturan jadwal.
- Kesesuaian pelaksanaan evaluasi.
- Ketersediaan laporan penyelenggaraan
5 Anggaran - Ketersediaan anggaran sesuai kebutuhan
- Kelengkapan dokumen keuangan sesuai
ketentuan

20
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

F. Tempat Kegiatan
Program Keahlian Ganda dilaksanakan dilembaga pendidikan dan pelatihan yang
memiliki alat dan bahan yang mendukung pemahaman dan penajaman kompetensi,
baik untuk pelaksanaan proses ON dan IN. Lembaga tersebut antara lain sebagai berikut.
1. PPPPTK, LPPPTK KPTK, LPMP
2. SMK
3. BLK
4. Lembaga diklat lain
Untuk kegiatan pembekalan narasumber, guru pendamping, dan peserta dapat
dilaksanakan di hotel atau tempat lain yang ditetapkan.

G. Kepanitiaan Penyelenggara
Pelaksanaan Program Keahlian Ganda melibatkan beberapa komponen kepanitiaan
yaitu: 1) Penanggungjawab Bidang Akademik (PJBA), 2)Tim Teknis, dan 3) Panitia Kelas.
1. Penanggungjawab Bidang Akademik (PJBA)
PJBA bertanggungjawab terhadap ketepatan penyampaian materi ditinjau dari
pendekatan andragogi, substansi materi, alokasi waktu, penggunaan metode,
keaktifan peserta, dan respon selama kegiatan berlangsung. Jumlah PJBA perlokasi
adalah 1(satu) orang berasal dari PPPPTK /LPPPTK KPTK.
2. Tim Teknis
Tim Teknis bertanggungjawab terhadap keterlaksanaan penyelenggaraan ditinjau
dari ketersediaan alat dan bahan, keuangan, koordinasi dengan dinas pendidikan
kabupaten, penyiapan tes. Jumlah Tim Teknis adalah 1 (satu) orang per lokasi
kegiatan yang berasal dari PPPPTK /LPPPTK KPTK.
3. Panitia Kelas
Untuk melayani administrasi peserta selama pelaksanaan kegiatan berlangsung,
ditugaskan 2 (dua) orang panitia per kelas. Panitia tersebut dapat berasal dari
Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota atau sekolah. Persyaratan utama
panitia kelas adalah mampu mengoperasikan komputer khususnya program excel
dan aplikasi sistem informasi manajemen moda tatap muka.

H. Pembiayaan
Program Program Keahlian Ganda dapat dibiayai melalui APBN, APBD, atau partisipasi
dari masyarakat/lembaga pendidikan. Penggunaan dana menganut prinsip efisiensi dan
efektivitas.

21
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

BAB IV
STRATEGI PENYELENGGARAAN PROGRAM SERTIFIKASI KEAHLIAN DAN SERTIFIKASI
PENDIDIK (KEAHLIAN GANDA) BAGI GURU SMK/SMA

A. Pemetaan Guru SMK


Kebutuhan guru produktif SMK sejatinya harus dilakukan melalui analisis kebutuhan
dengan melibatkan Pemerintah Daerah (Disdik dan BKD), BKN Regional, DU/DI, LPTK,
dan PPPPTK. Output dari analisis kebutuhan guru produktif adalah peta guru produktif
berbasis wilayah, per sekolah, per wilayah, per individu guru, jenis kelamin, per mata
pelajaran. Pada tahun 2016 analisis kebutuhan guru produktif SMK telah dilakukan oleh
Ditjen GTK berbasis data guru dalam Dapodik dengan menggunakan variabel analisis
kurikulum 2013 dan rencana pengembangan peserta didik.
Hasil analisis kebutuhan guru untuk setiap mata pelajaran di semua jenjang pendidikan
diperoleh data bahwa secara keseluruhan terjadi kelebihan guru adaptif dan normatif.
Tahapan berikutnya dilakukan identifikasi guru-guru tersebut per mata pelajaran dan
wilayah untuk dicalonkan sebagai guru produktif melalui Program Keahlian Ganda.

B. Penetapan Program Prioritas


Berdasarkan hasil analisis data guru produktif di SMK, disimpulkan bahwa kebutuhan
guru SMK produktif sangat mendesak untuk dipenuhi. Pemenuhan guru SMK produktif
ini melalui beberapa metode/cara yaitu: 1) alih tugas atau mutasi, 2) program keahlian
ganda, 3) rekrutmen baru, 4) mahasiswa magang, dan 5) Outsourcing dari industri.
Memperhatikan kebutuhan guru yang mendesak, maka program jangka pendek yang
dinilai sangat efektif dan efisien adalah Program Keahlian Ganda dengan memberikan
tambahan kewenangan mengajar bagi guru mata pelajaran adaptif, normatif, dan
produktif tertentu di SMK serta guru mata pelajaran tertentu di SMA. Guru mata
pelajaran produktif di SMK yang menjadi prioritas pemenuhan adalah maritim/kelautan,
pertanian, ekonomi kreatif, pariwisata, serta teknologi dan rekayasa. Prioritas
pemenuhan kebutuhan guru produktif melalui Program Keahlian Ganda disajikan pada
tabel berikut.

22
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

Tabel 4. 1 Prioritas Pemenuhan Kebutuhan Guru Produktif SMK melalui


Program Keahlian Ganda

Urutan Pemenuhan Kebutuhan


No Implementasi
Guru Produktif SMK
1. Dari guru normatif, dan adaptif Diklat guru melalui Program Keahlian Ganda atau
yang relevan, di kabupaten/ pemberian kewenangan mengajar guru
kota yang sama. dilaksanakan di PPPPTK lingkup kejuruan, LPPPTK
2. Dipenuhi dari guru produktif KPTK, Balai Diklat Teknis atau DU/DI yang relevan.
SMK dengan paket keahlian Dasar penetapan mata pelajaran adalah
yang serumpun (program 1) Data Hasil Analisis Kebutuhan Guru Direktorat
keahlian yang sama), di Pembinaan Guru Pendidikan Menengah Ditjen
kabupaten/kota yang sama. GTK Tahun 2016
2) Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah
Kejuruan.
3) Kewenangan mengajar dibuktikan dengan
sertifikat pendidik dari LPTK dan sertifikat
keahlian dari LSP.

C. Pemetaan Wilayah Kerja LPTK, PPPPTK, dan DU/DI


Program Keahlian Ganda dilaksanakan di lembaga diklat antara lain PPPPTK, LPTK, dan
DU/DI. Oleh karena itu, berdasarkan kebutuhan guru produktif untuk setiap jenis
keahlian, perlu dilakukan pemetaan kemampuan daya tampung, sarana, dan SDM pada
PPPPTK dan LPTK berbasis wilayah kerja, dan paket keahlian. Perlu juga dilakukan
pemetaan DU/DI yang dapat memberikan kontribusi dalam kegiatan praktik guru
peserta Program Keahlian Ganda. Selain itu diperlukan pemetaan sekolah yang sesuai
untuk tempat magang guru peserta Program Keahlian Ganda pada pelaksanaan On-2.

D. Penetapan Strategi Pelaksanaan


Program pemenuhan guru produktif SMK melalui Program Keahlian Ganda dimulai pada
tahun 2016 dan dilaksanakan dengan strategi sebagaimana ditunjukkan pada gambar di
bawah ini.

23
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

Gambar 4. 1 Alur Pelaksanaan Program Keahlian Ganda

E. Rekrutmen
Calon peserta Program Keahlian Ganda ini adalah guru yang mengajar mata pelajaran
adaptif, normatif dan produktif di SMK serta guru mata pelajaran tertentu di SMA yang
memiliki permasalahan dengan pemenuhan beban mengajar 24 jam tatap muka per
minggu. Penjaringan calon peserta Program Keahlian Ganda melalui media online. Calon
peserta yang diundang maupun yang tidak diundang dan berminat mengikuti program
ini dapat langsung mendaftar ke laman http://keahlianganda.id.
Dinas Pendidikan Provinsi melalukan verifikasi data calon peserta yang telah mendaftar
untuk kemudian ditetapkan sebagai peserta Program Keahlian Ganda. Verifikasi dan
penetapan peserta didasarkan atas:
1. Jumlah guru yang dibutuhkan di kabupaten/kota setempat.
2. Tersedianya sekolah tempat magang di kabupaten/kota setempat.
3. Tersedianya guru pendamping yang akan menjadi fasilitator dan pendampingan.

F. Pembekalan
Implementasi Program Keahlian Ganda diawali dengan pembekalan untuk narasumber,
instruktur, guru pendamping, dan peserta. Pembekalan ini bertujuan untuk
menyamakan persepsi peserta pembekalan tentang Program Keahlian Ganda. Materi
pembekalan berisi tujuan, manfaat, tatacara pelaksanaan, tugas yang harus dikerjakan
dan dilaporkan, manajemen data diklat, serta hak dan kewajiban peserta. Pembekalan
dilakukan berjenjang yaitu:
a. Pembekalan Narasumber
b. Pembekalan Guru Pendamping
c. Pembekalan Peserta Program Keahlian Ganda

24
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

Tabel 4. 2 Strategi Pembekalan dalam Program Keahlian Ganda

No. Komponen Strategi


1. Pembekalan Narasumber
Moda Tatap muka
Pola 30 JP (1 JP @45 Menit) selama 4 hari
Peserta WI yang mempunyai kompetensi keahlian yang relevan
dan guru yang memenuhi syarat sebagai narasumber.
Tempat PPPPTK, LPPPTK-KPTK, Hotel, atau tempat lain yang
ditetapkan.
Penyelenggara Ditjen GTK
Output Tersedianya NS
2. Pembekalan Guru Pendamping
Moda Tatap muka
Pola 30 JP (1 JP @45 Menit) selama 4 hari
Peserta Guru yang memenuhi syarat sebagai guru pendamping
Tempat PPPPTK, LPPPTK-KPTK, Hotel, atau tempat lain yang
ditetapkan.
Penyelenggara Ditjen GTK, PPPPTK, dan LPPPTK-KPTK
Output Tersedianya guru pendamping sesuai kriteria yang telah
siap melakukan tugas pendampingan
3. Pembekalan Peserta Alih Funbgsi
Moda Tatap muka
Pola 30 JP (1 JP @45 Menit) selama 4 hari
Peserta Guru paket keahlian tertentu yang akan menjadi peserta
Program Keahlian Ganda
Tempat PPPPTK, LPPPTK-KPTK, Hotel, atau tempat lain yang
ditetapkan.
Penyelenggara Ditjen GTK, PPPPTK, dan LPPPTK-KPTK
Output Guru memahami proses Program Sertifikasi Keahlian dan
Sertifikasi Pendidik bagi guru SMK/SMA

25
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

Struktur program untuk masing-masing tahapan pembekalan disajikan pada tabel 3.3
dan 3.4 berikut.
Tabel 4. 3 Struktur Program Pembekalan Narasumber

No Materi JP
UMUM 4
Kebijakan Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik
1. 2
Bagi Guru SMK/SMA
2. Kebijakan Program Guru Pembelajar 2
POKOK 20
3. Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik
2
Bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)
4. Petunjuk Teknis Program Keahlian Ganda
a. Juknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan
6
Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)
b. Juknis Pelaksanaan Peningkatan Kompetensi/In service
Training (IN -1) dan Peningkatan Kompetensi dan Penajaman
6
Kompetensi Produktif serta Uji Kompetensi Keahlian/In
service Training (IN -2)
5. Pendekatan Andragogi 2
6. Pengenalan Fitur Daring pada Program Keahlian Ganda 6
PENUNJANG 4
7. Penyusunan Rencana Tindak Lanjut 2
8. Tes Awal dan Tes Akhir 2
Total 30

26
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

Tabel 4. 4 Struktur Program Pembekalan Guru Pendamping dan Guru Peserta Program
Keahlian Ganda

No Materi JP
UMUM 4
Kebijakan Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik
1. 2
Bagi Guru SMK/SMA
2. Kebijakan Program Guru Pembelajar 2
POKOK 24
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian Dan Sertifikasi Pendidik
3. 2
Bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)
Juknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan
4. 4
Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)
5. Perencanaan Pembelajaran ON-1 dan ON-2 4
6. Perencanaan Project Work 4
7. Instrumen Penilaian 4
8. Pengenalan Fitur Daring pada Program Keahlian Ganda 4
9. Keselamatan dan Kesehatan Kerja 2
PENUNJANG 2
10. Tes Awal dan Tes Akhir 2
Total 30

G. Pelaksanaan Program
Berdasarkan desain program dan strategi pelaksanaan Program Keahlian Ganda, berikut
ini ruang lingkup aktivitas kegiatan dari setiap proses ON-IN-ON-IN Service Training.
1. Proses On-Service Training 1 (ON-1)
On-service training 1 (ON-1) dilakukan di sekolah dengan belajar mandiri dengan
tetap melaksanakan proses pembelajaran pada mata pelajaran yang biasa diampu
di satuan administrasi pangkal. ON-1 dilaksanakan oleh guru dengan ketentuan
sebagai berikut.
a. Lama ON-1 adalah 3 bulan (3,5 jam per hari) atau total 350 JP.
b. Jumlah modul yang dipelajari adalah 3 modul.
c. Guru mempelajari modul secara mandiri dan atau terbimbing pada paket
keahlian baik teori maupun praktik sesuai dengan kurikulum yang sudah
ditetapkan dalam Program Keahlian Ganda. Peserta juga harus mempelajari

27
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

materi pendukung sebagai pengenalan terhadap kompetensi guru produktif


sebelum atau bersamaan dengan materi dalam 3 modul guru pembelajar.
d. Selama ON-1, guru dibimbing dan dinilai oleh guru pendamping.
e. Untuk kepentingan belajar mandiri sesuai dengan sasaran Program Keahlian
Ganda, guru melaksanakan ON-1 yang dapat dilaksanakan di SMK Satminkal
(jika ada paket keahlian yang menjadi pilihan Program Keahlian Ganda) atau
SMK lain yang mempunyai/membuka paket keahlian yang menjadi sasaran
Program Keahlian Ganda.
f. Dalam proses belajar mandiri ini guru mendokumentasikan kegiatan belajar
mandiri dalam jurnal harian.
g. Guru mengerjakan 3 tugas proyek (project work) sesuai dengan modul yang
harus diselesaikan.
h. Evaluasi dalam bentuk tes dan non tes dilaksanakan secara online/offline.

2. Proses In-Service Training 1 (IN-1)


Pada tahap ini, guru mengikuti pelatihan penguatan materi produktif yang menjadi
pilihannya baik teori maupun praktik di tempat belajar dengan alternatif PPPPTK,
LPPPTK KPTK, atau pusat belajar lain yang ditetapkan. IN-1 dilaksanakan oleh guru
dengan ketentuan sebagai berikut.
a. Lama IN-1 adalah 2 bulan dengan total 476 JP.
b. Dalam IN-1, guru mempelajari 4 modul.
c. Pada proses In-1 ini dilakukan juga refleksi pembelajaran mandiri terbimbing
terhadap 3 modul yang telah diselesaikan sebelumnya.
d. Materi yang dipelajari dalam modul adalah materi untuk meningkatkan
kompetensi profesional dan pedagogik.
e. Dibimbing dan dinilai oleh widyaiswara, instruktur dari DU/DI atau guru yang
lulus sebagai instruktur Program Keahlian Ganda.
f. Salah satu program kegiatannya adalah studi banding atau kunjungan industri.
g. Evaluasi dalam bentuk tes dan non tes dilaksanakan secara online/offline.

3. Proses On-Service Training (ON-2)


Pada tahap ON-2, guru mengajar mata pelajaran produktif di di SMK Satminkal (jika
ada paket keahlian yang menjadi pilihan Program Keahlian Ganda) atau SMK lain
yang mempunyai/membuka paket keahlian Program Keahlian Ganda dengan
ketentuan sebagai berikut.
a. Lama ON-2 adalah 3 bulan (3,5 jam per hari) atau total 350 JP.

28
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

b. Guru membuat persiapan dan melaksanakan kegiatan praktik mengajar mata


pelajaran kelompok produktif sesuai dengan paket keahlian yang baru.
c. Guru mempelajari 2 modul secara mandiri dan atau terbimbing pada paket
keahliannya.
d. Dibimbing dan dinilai oleh guru pendamping.
e. Dalam proses belajar mandiri ini guru mendokumentasikan kegiatannya dalam
jurnal harian.
f. Guru mengerjakan 2 tugas proyek (project work) sesuai dengan modul yang
harus diselesaikan.
g. Evaluasi dalam bentuk tes dan non tes dilaksanakan secara online/offline.

4. Proses In-Service Training (IN-2)


Pada tahap akhir pola ini dilakukan refleksi pembelajaran mandiri terbimbing untuk
2 modul pada saat pembelajaran ON-2 yang dilaksanakan dengan alternatif tempat
di PPPPTK, LPPPTK KPTK, atau di pusat belajar yang ditetapkan. Ketentuan
pelaksanaan IN-2 adalah sebagai berikut.
a. Lama IN-2 adalah 1 bulan dengan total 238 JP.
b. Jumlah modul yang dipelajari adalah 1 modul.
c. Materi yang dipelajari adalah materi yang terdapat dalam modul pembelajar
yang terdiri dari materi profesional dan pedagogik.
d. Dibimbing dan dinilai oleh widyaiswara, instruktur dari DU/DI atau guru yang
lulus sebagai instruktur Program Keahlian Ganda.
e. Evaluasi dalam bentuk tes dan non tes dilaksanakan secara online/offline.
f. Guru mengikuti pelatihan untuk menguatkan kompetensi sebagai persiapan
uji kompetensi keahlian dan uji kompetensi oleh LSP dengan durasi 100 JP.

5. Magang Kerja
Setelah mengikuti seluruh program di atas, guru wajib mengikuti program magang
kerja di dunia usaha dan dunia industri selama 2 bulan untuk mendapatkan
pengetahuan dan pengalaman nyata dan lebih memperdalam pada bidang keahlian
yang baru dipelajarinya. Selama magang kerja guru membuat laporan berupa jurnal
harian.

6. Sertifikasi Pendidik oleh LPTK


Guru peserta Program Keahlian Ganda secara formal dinyatakan profesional dalam
mata pelajaran baru yang akan diampu jika memiliki sertifikat pendidik mata

29
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

pelajaran tersebut. Oleh karena itu, setelah mengikuti tahapan diklat pola ON-IN-
ON-IN Service Training dan sertifikasi keahlian, guru harus mengikuti PLPG untuk
memperoleh sertifikat pendidik sesuai dengan keahliannya yang baru. Mekanisme
pelaksanaan PLPG bagi guru peserta Program Keahlian Ganda dilaksanakan di LPTK
dengan mengikuti proses yang ditetapkan oleh Kemristek Dikti. Untuk menjamin
standardisasi prosedur dan mutu lulusan PLPG, maka LPTK berpedoman pada
rambu-rambu, mekanisme, materi, dan sistem ujian yang dikembangkan oleh
Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG).

H. Standar Pelaksanaan
1. Standar Peserta
Rekrutmen peserta Program Keahlian Ganda untuk guru produktif SMK dilakukan
dengan mengacu pada persyaratan peserta yang meliputi kualifikasi akademik,
pengalaman mengajar, penghargaan dalam pelaksanaan tugas, pelatihan-pelatihan
yang pernah diikuti, karya/produk yang pernah dibuat, sertifikat pendidik,
kompetensi awal guru yang meliputi pengetahuan dan praktik dengan berfokus
pada kompetensi pedagogik dan professional. Kriteria kelulusan peserta
mempertimbangkan kesediaan diangkat menjadi guru produktif sesuai dengan
penempatan, dan lulus seleksi administrasi dan tes kemampuan (kemampuan
tertulis dan praktik).
Ketentuan yang harus diikuti oleh peserta Program Keahlian Ganda adalah sebagai
berikut.
a. Mengikuti pembekalan untuk mendapatkan pemahaman Program Sertifikasi
Keahlian dan Sertifikasi Pendidik, tugas dan tanggung jawabnya.
b. Mempelajari modul 1 s.d. 10 dengan belajar mandiri atau belajar melalui diklat.
c. Mengerjakan tugas-tugas selama mengikuti program berupa:
1) Perencanaan belajar
2) Catatan pendampingan
3) Jurnal belajar
4) Tugas proyek/Project work
5) Praktik mengajar
6) Praktik kerja industri
d. Mengerjakan instrumen evaluasi
e. Mengikuti Uji Keahlian yang diselenggarakan oleh LSP
f. Melaksanakan Magang Industri
g. Membuat laporan
h. Mengikuti PLPG

30
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

2. Standar Pengelolaan/Pelaksanaan
Pengaturan kelas/rombongan belajar Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi
Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda) diatur sebagai berikut.
a. Pembekalan Narasumber
1) Jumlah peserta : 40 orang per kelas
2) Jumlah fasilitator : 2 orang per kelas
3) Jumlah Panitia : 2 orang per kelas
4) Durasi 30 JP@45 menit dalam bentuk pelatihan
5) Materi Pelatihan : - Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan
Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA
(Keahlian Ganda)
- Juknis Pengenalan Kompetensi Produktif (ON-1)
dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)
- Juknis Pelaksanaan In-Service Training 1 (IN-1)
dan In-Service Training 2 (IN-2)
- Perangkat pembekalan
- Format-format penilaian
6) Alat dan bahan - Laptop
- LCD
- Audio system

b. Pembekalan Guru Pendamping


1) Jumlah peserta : 40 orang per kelas
2) Jumlah fasilitator : 2 orang per kelas
3) Jumlah Panitia : 2 orang per kelas
4) Durasi : 30 JP@45 menit dalam bentuk pelatihan
5) Materi Pelatihan : - Panduan Program Sertifikasi Keahlian dan
Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA
(Keahlian Ganda)
- Juknis Pengenalan Kompetensi Produktif (ON-1)
dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)
- Perangkat pembekalan
- Format-format penilaian
6) Alat dan bahan : - Laptop
- LCD
- Audio system

31
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

c. Pembekalan Peserta Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik


bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)
1) Jumlah peserta : 40 orang per kelas
2) Jumlah fasilitator : 2 orang per kelas
3) Jumlah Panitia : 2 orang per kelas
4) Durasi : 30 JP@45 menit dalam bentuk pelatihan
5) Materi Pelatihan : - Panduan Program Sertifikasi Keahlian dan
Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA
(Keahlian Ganda)
- Juknis Pengenalan Kompetensi Produktif (ON-1)
dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)
- Perangkat ON-1 dan ON-2
- Modul Kelompok Kompetensi (3 modul)
- Perangkat pembekalan
6) Alat dan bahan : - Laptop
- LCD
- Audio system

d. Pelatihan Instruktur Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik


bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)
1) Jumlah peserta : 10-25 orang per kelas
2) Jumlah fasilitator : 2 orang per kelas
3) Jumlah Panitia : 2 orang per kelas
4) Durasi : 50 JP@45 menit dalam bentuk pembekalan
5) Materi Pelatihan : - Panduan Program Sertifikasi Keahlian dan
Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA
(Keahlian Ganda)
- Juknis Pelaksanaan In-Service Training 1 (IN-1)
dan In-Service Training 2 (IN-2).
- Perangkat IN-1 dan IN-2
- Format-format penilaian
- Modul Guru Pembelajar 1-10 (softcopy)
- Modul Guru Pembelajar ke 4 s.d. 7 dan modul
ke 10 (hardcopy)
- Modul Keselamatan dan Kesehatan Kerja
6) Alat dan bahan : Standar Fasilitator

32
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

3. Struktur Program
Struktur Program Pendidikan dan Pelatihan Program Keahlian Ganda untuk guru
SMK/SMA disajikan pada Tabel 3.5 dan 3.6 berikut.

Tabel 4. 5 Struktur Program Keahlian Ganda bagi guru SMK/SMA

NO MATERI JP
UMUM 8
1. Kebijakan Pembinaan dan Pengembangan Karir Guru 4
2. Program Guru Pembelajar 4
POKOK 1.375
3. Pengenalan Kompetensi Guru Produktif 68
a. Pendalaman Materi Modul ke-1 94
b. Pendalaman Materi Modul ke-2 94
c. Pendalaman Materi Modul ke-3 94
d. Pendalaman Materi Modul ke-4 94
e. Pendalaman Materi Modul ke-5 94
4.
f. Pendalaman Materi Modul ke-6 94
g. Pendalaman Materi Modul ke-7 94
h. Pendalaman Materi Modul ke-8 94
i. Pendalaman Materi Modul ke-9 94
j. Pendalaman Materi Modul ke-10 94
5. Refleksi dan Pendalaman Modul 50
6. Penyusunan Perangkat Pembelajaran 35
7. Praktik Mengajar 96
8. Praktik Kerja Industri 66
9. Penguatan Kompetensi Keahlian 90
10. Sertifikasi Kompetensi Keahlian 30
PENUNJANG 31
11. Kunjungan industri 20
12. Evaluasi 11
TOTAL 1.414

33
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

Tabel 4. 6 Struktur Program Pola ON-1 IN-1 ON-2 IN-2 dalam Program Keahlian Ganda
bagi guru SMK/SMA

NO MATERI JP
PENGENALAN KOMPETENSI GURU PRODUKTIF (ON-1) 350
1 Pengenalan Kompetensi Guru Produktif 68
2 Pendalaman Materi Modul ke-1 94
3 Pendalaman Materi Modul ke-2 94
4 Pendalaman Materi Modul ke-3 94
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN/IN-SERVICE TRAINING (IN-1) 476
1 Kebijakan Pembinaan dan Pengembangan Karir Guru 4
2 Program Guru Pembelajar 4
3 Refleksi dan pendalaman 3 modul 30
4 Pendalaman Materi Modul ke-4 94
5 Pendalaman Materi Modul ke-5 94
6 Pendalaman Materi Modul ke-6 94
7 Pendalaman Materi Modul ke-7 94
8 Penyusunan Perangkat Pembelajaran 35
9 Kunjungan Industri 20
10 Evaluasi On-1 dan In-1 7
PENGUATAN PENGALAMAN LAPANGAN (ON-2) 350
1 Pendalaman Materi Modul ke-8 94
2 Pendalaman Materi Modul ke-9 94
3 Praktik Mengajar 96
4 Praktik Kerja Industri (Orientasi) 66
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN/IN-SERVICE TRAINING (IN-2) 238
1 Pendalaman Materi Modul ke-10 94
2 Refleksi dan pendalaman 2 modul 20
3 Penguatan Kompetensi Keahlian 90
4 Sertifikasi Kompetensi Keahlian 30
5 Evaluasi On-2 dan In-2 4
TOTAL 1,414

Struktur program yang telah ditetapkan ini merupakan acuan standar pelaksanaan
Program Keahlian Ganda, tetapi jika ada penyesuaian terhadap jumlah JP pada
beberapa komponen materi masih dimungkinkan. Perubahan jumlah JP komponen
materi tersebut tetap berpedoman pada jumlah JP pada masing-masing kegiatan
ON-1, IN-1, ON-2, dan IN-2, sehingga tidak mengubah jumlah JP per kegiatan
tersebut.

34
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

4. Standar Sarana
Sarana berupa alat dan bahan yang digunakan dalam Program Sertifikasi Keahlian
dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda), baik untuk
kegiatan pembekalan Narasumber, Guru Pendamping, Pelatihan Instruktur,
dan Guru Keahlian Ganda. dapat dikemas dalam bentuk hardcopy atau softcopy
disesuaikan dengan jenis kegiatan, karakteristik modul, serta ketersediaan
anggaran.
Secara umum alat dan bahan yang diperlukan dalam Program Sertifikasi
Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda) ini,
meliputi:
a. Panduan,
b. Perangkat Pembekalan/Pelatihan,
c. Modul Keahlian Ganda.
d. Lembar Kerja,
e. Bahan Tayang,
f. Alat dan Bahan praktik (terutama untuk guru kejuruan),
g. Soal tes awal dan tes akhir,
h. Laptop atau Notebook,
i. LCD Projector,
j. Sound system sesuai kebutuhan, dan
k. Alat dan bahan lain sesuai kebutuhan materi atau modul yang disajikan.

5. Standar Prasarana
Prasarana yang diperlukan pada kegiatan pembekalan, pelatihan instruktur,
program penguatan pengalaman lapangan (ON-1 dan ON-2), dan pelatihan (IN-1
dan IN-2) adalah yang memenuhi standar:
a. ruang kelas yang mampu menampung 40 orang peserta;
b. bengkel/workshop/laboratorium/studio yang mampu menampung 15-25
orang;
c. bengkel/workshop/laboratorium/studio yang memiliki peralatan cukup
memadai untuk kegiatan praktik pada kompetensi keahlian yang relevan.

6. Standar Penilaian

Untuk menjamin kualitas pelaksanaan kegiatan, kepada semua peserta baik


pembekalan Narasumber, Guru Pendamping, Guru Peserta Program Keahlian
Ganda maupun Pelatihan Instruktur Program Keahlian Ganda akan dilakukan

35
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

penilaian. Standar penilaian meliputi jenis dan lingkup penilaian, instrumen


penilaian, penyekoran, dan penentuan batas kelulusan yang diuraikan lebih lanjut
pada petunjuk teknis.

7. Standar Soal Tes Awal dan Tes Akhir


Pembuatan soal tes awal dan tes akhir untuk pembekalan Narasumber,
pembekalan peserta, dan pembekalan guru pendamping didasarkan atas materi
yang akan diberikan pada saat pembekalan. Soal tes akhir untuk setiap modul
pelatihan Program Keahlian Ganda berupa tes objektif yang disusun berdasarkan
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) pada masing-masing modul yang dilatihkan.
Jumlah soal per modul sebanyak 30 butir soal, dengan proporsi 10 soal kompetensi
pedagogik dan 20 soal kompetensi profesional. Uji validitas soal dilakukan dengan
menggunakan validasi konstruk dan konten oleh pakar.

8. Standar Penyelenggara
Instansi penyelenggara Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi
Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda) dipersyaratkan memenuhi sumber daya meliputi
hal-hal berikut.
a. Ketersediaan Narasumber dan Instruktur Program Sertifikasi Keahlian dan
Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda).
b. Ketersediaan sarana dan prasarana sebagaimana yang diuraikan pada butir
3 dan 4.
c. Sumber Daya Manusia Penyelenggara.

9. Standar Sekolah Tempat Magang

a. Memiliki paket keahlian sasaran program penambahan kewenangan mengajar/


Program Keahlian Ganda bagi guru SMK/SMA.
b. Memiliki fasilitas ruang dan peralatan praktik/bengkel/laboratorium yang
lengkap (baik jumlah maupun kualitas) untuk guru program penambahan
kewenangan mengajar/keahlian ganda.
c. Memiliki guru tetap paket keahlian produktif sasaran Program Sertifikasi
Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)
minimal 2 orang.

36
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

10. Standar Waktu Pelaksanaan

a. Pelaksanaan Pembekalan Narasumber selama 30 JP @ 45 menit;


b. Pelaksanaan Pembekalan Guru Pendamping selama 30 JP @ 45 menit;
c. Pelaksanaan Pembekalan Guru Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi
Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda) selama 30 JP @ 45 menit;
d. Pelaksanaan Pelatihan Instruktur Program Penambahan Kewenangan
Mengajar/ Keahlian Ganda selama 50 JP @ 45 menit;
e. Pelaksanaan Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru
SMK/SMA (Keahlian Ganda) dilaksanakan untuk menyelesaikan 10 modul @ 94
JP. Pelaksanaan ON-1 selama 3 bulan peserta melakukan aktifitas pengenalan
kompetensi kejuruan dan mempelajari dan menyelesaikan 3 modul dengan
total 350 JP. Pelaksanaan IN-1 (pelatihan) selama 2 bulan untuk menyelesaikan
4 modul dan beberapa aktofitas diklat dengan toal 476 JP. Kemudian guru
peserta Program Keahlian Ganda kembali lagi melaksanakan ON-2 selama 3
bulan untuk menyelesaikan 2 modul dan melaksanakan praktik mengajar (350
JP). Selanjutnya melaksanakan IN-2 (pelatihan) untuk menyelesaikan 1 modul
dan melaksanakan penguatan kompetensi untuk selanjutnya mengikuti uji
kompetensi keahlian (238 JP).

11. Standar Sertifikat

Guru yang telah menyelesaikan tahapan ON-1 IN-1 ON-2 IN-2 dengan status lulus akan
memperoleh Sertifikat Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan (STTPL) dari
PPPPTK/LPPPTK KPTK dan berhak mengikuti tahap selanjutnya, yaitu sertifikasi
keahlian dan sertifikasi pendidik. Sertifikat keahlian akan diberikan oleh Lembaga
Sertifikasi Profesi (LPS) bagi guru yang lulus uji kompetensi keahlian. LPTK
penyelenggara PLPG akan memberikan sertifikat pendidik bagi peserta yang
dinyatakan lulus PLPG. Sertifikat pendidik dan sertifikat keahlian yang diperoleh guru
merupakan bukti formal bahwa guru tersebut telah profesional sebagai guru produktif
SMK.

37
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

BAB V
ORGANISASI PENYELENGGARAAN

A. Struktur Organisasi
Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian
Ganda) merupakan kegiatan yang dikoordinasikan oleh Ditjen GTK yang terdiri dari Tim
Pusat dan Tim Daerah. Tim Pusat melibatkan Ditjen GTK sedangkan Tim Daerah sebanyak
33 (tiga puluh tiga) tim yang dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan yang melibatkan
semua Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di daerah masing-masing.
Secara garis besar Organisasi Umum Pelaksanaan Program Keahlian Ganda sebagai
berikut.

Gambar 5. 1 Bagan Organisasi Pengelolaan Program Keahlian Ganda

B. Tugas dan Tanggungjawab Instansi Terkait


Tugas dan peran masing-masing dapat diuraikan sebagai berikut.
1. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK)
Ditjen GTK adalah unit utama penyelenggara Program Sertifikasi Keahlian dan
Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda) dengan tugas sebagai
berikut.
a. Mengembangkan kebijakan pelaksanaan Program Sertifikasi Keahlian dan
Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)
b. Menyusun Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi

38
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)


c. Menyusun rencana pelaksanaan Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi
Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda).
d. Mengkoordinasikan pelaksanaan Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi
Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda) pada semua jenjang.
e. Menetapkan Prosedur Operasional Standar Program Sertifikasi Keahlian dan
Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)
f. Menetapkan struktur program pembekalan Narasumber, pembekalan guru
pendamping dan Struktur Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik
bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)
g. Mengembangkan sistem penjaminan mutu dalam pelaksanaan Program
Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian
Ganda)
h. Menetapkan standar penetapan narasumber, guru pendamping, dan peserta
i. Menetapkan persyaratan narasumber, guru pendamping, dan peserta.
j. Menetapkan narasumber.
k. Melaksanakan pembekalan narasumber.
l. Menetapkan guru pendamping.
m. Melaksanakan pembekalan guru pendamping.
n. Mengembangkan aplikasi pendaftaran peserta.
o. Melaksanakan pendaftaran dan penetapan calon peserta.
p. Melaksanakan pemanggilan peserta.
q. Melakukan pembekalan peserta
r. Mengembangkan sistem pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Program
Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian
Ganda)
s. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi Program Sertifikasi Keahlian dan
Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda).
2. Dinas Pendidikan /Kabupaten/Kota
a. Dinas Pendidikan
1) Mengkoordinasikan Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik
bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda) di masing-masing.
2) Mensosialisasikan Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik
bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda) di masing-masing.
3) Melakukan pendataan calon peserta Program Sertifikasi Keahlian dan
Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda).
4) Melakukan verifikasi sekolah tempat magang (Pelaksanaan ON-1 dan On-
2).

39
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

5) Mengidentifikasi dan memverifikasi calon guru pendamping.


6) Menugaskan/mengijinkan guru sebagai guru pendamping atau untuk
menjadi peserta Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi
Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda).
b. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
Mensosialisasikan Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi
Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda) di kabupaten/kota masing-masing.
3. PPPPTK dan LPPPTK KPTK
PPPPTK dan LPPPTK-KPTK adalah unit kerja yang melaksanakan pelatihan Program
Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)
dengan tugas-tugas sebagai berikut.
a. Mengembangkan kurikulum dan perangkat pelatihan Program Sertifikasi
Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda).
b. Melakukan pembekalan guru pendamping.
c. Melakukan pembekalan peserta.
d. Membentuk Tim Pengendali Mutu.
e. Melaksanakan Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru
SMK/SMA (Keahlian Ganda) dengan model ON-IN-ON-IN.
f. Melakukan supervisi pelaksanaan ON di sekolah tempat magang .
4. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) adalah lembaga dengan tugas melakukan uji
kompetensi keahlian bagi guru yang telah selesai mengikuti rangkaian kegiatan
Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian
Ganda).
5. Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK)
Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) adalah perguruan tinggi dengan
tugas melaksanakan sertifikasi pendidik bagi guru yang telah selesai mengikuti
rangkaian kegiatan Program Keahlian Ganda bagi Guru SMK/SMA.

40
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

BAB VI
EVALUASI DAN SERTIFIKAT

A. Evaluasi
Kelayakan guru peserta Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru
SMK/SMA (Keahlian Ganda) sebagai guru produktif SMK akan ditentukan melalui
serangkaian evaluasi untuk mengukur ketercapaian kompetensi peserta sesuai dengan
paket keahlian yang dipelajari. Aspek yang dinilai dalam diklat mencakup pengetahuan,
sikap, dan keterampilan. Aspek pengetahuan yang mencakup kompetensi pedagogik
dan profesional dinilai dengan menggunakan instrumen tes tertulis secara
online/offline. Sedangkan untuk aspek sikap dan keterampilan dinilai dengan
menggunakan instrumen non tes melalui pengamatan selama kegiatan berlangsung
dengan menggunakan format-format penilaian yang telah disediakan.
1. Penilaian Tahap ON-1 IN-1 ON-2 IN-2
Untuk setiap tahap kegiatan pendidikan dan pelatihan melalui pola ON-1, IN-1, ON-
2, IN-2 dilakukan penilaian peserta sesuai dengan alur pelaksanaan program
sebagaimana digambarkan pada Gambar 2. 1 Desain Program Keahlian Ganda
untuk memenuhi Guru Produktif di SMK.
a. Penilaian Terhadap Peserta
Penilaian terhadap peserta bertujuan untuk mengukur kompetensi peserta
melalui ketercapaian indikator kompetensi dan keberhasilan tujuan
pembelajaran. Penilaian dilaksanakan untuk mengukur tingkat penguasaan
kompetensi sesuai dengan kelompok kompetensi yang dipelajari.
Aspek yang dinilai mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Penilaian
dilakukan melalui tes untuk aspek pengetahuan mencakup kompetensi
profesional dan pedagogik, sedangkan untuk aspek sikap dan keterampilan
menggunakan instrumen nontes melalui pengamatan selama kegiatan
berlangsung dengan menggunakan format-format penilaian yang telah
disediakan.
1) Tes Akhir
Tes akhir dilakukan untuk mengukur pengetahuan peserta secara
menyeluruh setelah mengikuti proses pembelajaran. Penilaian
menggunakan metode penilaian acuan patokan (PAP). Tes mencakup
kompetensi profesional dan pedagogik pada aspek pengetahuan
berdasarkan indikator pencapaian kompetensi dari setiap materi
sebagaimana yang tercantum dalam struktur program.

41
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

Tes akhir dilakukan secara online segera setelah peserta menyelesaikan


kegiatan pembelajaran. Tes akhir dilakukan oleh peserta secara modular
(sesuai kelompok kompetensi yang dipelajari) di Tempat Uji Kompetensi
(TUK) yang telah ditentukan oleh PPPPTK/LPPPTK KPTK sesuai dengan
mekanisme UKG. Dalam kondisi tes akhir tidak dapat dilakukan secara
online maka untuk ketuntasan program dimungkinkan pelaksanaan tes
akhir secara offline dan hasilnya diolah dengan menggunakan sistem yang
telah dibangun.
Tes dilaksanakan di TUK yang telah ditetapkan dalam situasi yang terbebas
dari hal-hal yang mengancam reliabilitas, antara lain: (1) jarak tempat
duduk; (2) penerangan lampu; (3) ketenangan suasana; (4) kesehatan
peserta; (5) kerahasiaan perangkat tes; (6) ketersediaan lembar jawaban;
(7) kejelasan petunjuk pengerjaan; (8) kecukupan alokasi waktu; (9)
pengawasan dari penguji/panitia; dan (10) hal-hal lain yang dapat
mengganggu pelaksanaan tes. Alokasi waktu selama 1 jam pelajaran atau
45 menit untuk setiap modul.
2) Non Test
Non test dilakukan untuk menilai proses selama kegiatan berlangsung.
Penilaian proses dilakukan di setiap materi pembelajaran. Penilaian proses
menggunakan instrumen dilengkapi dengan kriteria penilaian. Lingkup
penilaian proses sebagai berikut.
a) Penilaian Aspek Keterampilan
Penilaian dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan peserta dalam
mendemonstrasikan pemahaman dan penerapan pengetahuan yang
diperoleh serta keterampilan yang mendukung kompetensi dan
indikator. Aspek keterampilan menggunakan pendekatan penilaian
autentik mencakup bentuk tes dan non test. Sehubungan dengan
kompetensi yang diukur pada aspek keterampilan bersifat kontinyu,
maka diperlukan cara untuk memudahkan penilaian kepada peserta.
Kriteria penilaian disusun secara berjenjang dan kategorik, yakni:
(1) kategori kurang manakala indikator keterampilan dicapai hanya
melalui proses mengamati, mencontoh, meniru, berdiskusi,
berdialog, dan bertanya jawab;
(2) kategori cukup manakala indikator keterampilan selain indikator di
[1] juga dicapai melalui proses bereksperimen, ujicoba, dan
pembuktian;

42
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

(3) kategori baik manakala indikator keterampilan selain indikator di


[1], dan [2] juga dicapai melalui proses kegiatan perbaikan dan
koordinasi dengan beragam sumber; dan
(4) kategori baik sekali manakala indikator keterampilan selain
indikator di [1], [2], dan [3] juga dicapai melalui proses kegiatan
menyusun, membuat, dan menghasilkan produk secara natural.
Sedangkan produk yang dinilai merupakan jenis tagihan yang
dipersyaratkan esensial di setiap materi pembelajaran.
Penilaian aspek keterampilan dilakukan pada saat pembelajaran
melalui penugasan individu dan/atau kelompok oleh narasumber/
fasilitator. Komponen yang dinilai dapat berupa hasil Lembar Kerja
dan/atau hasil praktik sesuai dengan kebutuhan. Pada moda daring
penilaian keterampilan dilakukan melalui penilaian diri dengan
menggunakan format yang sudah disediakan dalam sistem.
b) Penilaian Aspek Sikap
Penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui sikap peserta dalam
berbagai aspek antara lain: sikap pada saat menerima materi; sikap
pada saat melaksanakan tugas individu dan kelompok; sikap terhadap
fasilitator; sikap terhadap teman sejawat; dan sikap pada saat
mengemukakan pendapat, bertanya, dan menjawab. Secara
sederhana, aspek sikap yang dinilai hanya mengukur kerjasama,
disiplin, tanggungjawab, dan keaktifan. Pengukuran terhadap aspek
sikap ini dapat dilakukan melalui pengamatan sikap.
Penilaian aspek sikap dilakukan mulai awal sampai akhir kegiatan
secara terus menerus yang dilakukan oleh fasilitator pada setiap
materi. Namun, untuk nilai akhir aspek sikap ditentukan di hari terakhir
atau menjelang kegiatan pembelajaran berakhir yang merupakan
kesimpulan fasilitator terhadap sikap peserta selama kegiatan
pembelajaran dari awal sampai akhir berlangsung. Pada moda daring
tidak ada penilaian untuk sikap.
3) Rekapitulasi Nilai Akhir
Untuk menjamin kualitas pelaksanaan pembelajaran, maka kepada semua
peserta Program Keahlian Ganda akan dilakukan penilaian baik tes dan non
test yang hasilnya direkap dalam bentuk nilai akhir. Nilai akhir masing-
masing proses dijelaskan secara rinci pada Petunjuk Teknis ON dan
Petunjuk Teknis IN.

43
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

b. Penilaian terhadap Fasilitator


Penilaian terhadap fasilitator adalah penilaian kepada fasilitator yang
dilakukan oleh peserta pada saat fasilitator melaksanakan tugas mengelola
pembelajaran pada setiap materi pembelajaran yang dikelola. Instrumen
penilaian yang digunakan adalah lembar pengamatan dengan skala penilaian
30-100 (sumber Lembaga Administrasi Negara). Adapun unsur-unsur yang
dinilai meliputi:
1. Penguasaan materi
2. Ketetapan waktu hadir di kelas
3. Sistematika penyajian
4. Penggunaaan metode dan alat bantu pembelajaran
5. Daya simpati, gaya, dan sikap kepada peserta
6. Penggunaan bahasa
7. Pemberian motivasi belajar kepada peserta
8. Pencapaian tujuan pembelajaran
9. Kerapian berpakaian
10. Kemampuan menyajikan materi
11. Cara menjawab pertanyaan dari peserta
12. Kerjasama antara instruktur
13. Sikap dan perilaku

c. Penilaian Penyelenggaraan Kegiatan


Penilaian terhadap penyelenggaraan kegiatan adalah pengukuran dan
penilaian kepada penyelenggara yang dilakukan oleh peserta pada saat
mengikuti kegiatan. Penilaian kinerja penyelenggara dilakukan terhadap
pencapaian sasaran mutu penyelenggara. Adapun unsur-unsur yang dinilai
meliputi:
a. Penyiapan alat dan bahan;
b. Penyiapan materi;
c. Penyiapan sarana dan prasarana;
d. Pelaksanaan pembelajaran; dan
e. Pelayanan terhadap peserta.

2. Penilaian Sertifikasi Keahlian


Setelah dinyatakan lulus dalam kegiatan On-In-On-In Service Training, peserta
mengikuti sertifikasi keahlian yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
Penilaian dalam uji kompetensi keahlian ini dilakukan dengan mengikuti

44
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

mekanisme yang sudah ditentukan di setiap LSP sesuai paket keahlian masing-
masing.
3. Penilaian PLPG
Setelah mengikuti sertifikasi keahlian, peserta mengikuti PLPG yang dilaksanakan
oleh LPTK untuk memperoleh sertifikat pendidik. Penilaian dalam PLPG dilakukan
dengan mengikuti mekanisme yang telah ditentukan dalam pedoman PLPG.
Proses, prosedur, dan format penilaian pada Program Keahlian Ganda untuk masing-
masing kegiatan ON-IN-ON-IN secara detail dijelaskan pada Petunjuk Teknis ON dan
Petunjutk Teknis IN.

B. Sertifikat
Guru yang telah menyelesaikan tahapan ON-1 IN-1 ON-2 IN-2 dengan status lulus akan
memperoleh sertifikat tanda tamat pendidikan dan latihan (STTPL) dan berhak mengikuti
tahap selanjutnya, yaitu sertifikasi keahlian dan sertifikasi melalui PLPG. Sertifikat keahlian
akan diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LPS) bagi guru yang lulus uji kompetensi
keahlian. LPTK penyelenggara PLPG akan memberikan sertifikat pendidik bagi peserta yang
dinyatakan lulus PLPG. Sertifikat keahlian dan sertifikat pendidik yang diperoleh guru
merupakan bukti formal bahwa guru tersebut telah profesional sebagai guru produktif SMK.

45
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

BAB VI
PENUTUP

Program Keahlian Ganda bagi guru SMK/SMA merupakan salah satu kebijakan yang
diluncurkan oleh pemerintah yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk
memenuhi kebutuhan guru produktif SMK. Program ini dapat dilaksanakan sesuai dengan
hasil analisis kebutuhan guru yang menunjukkan terdapat banyak kekurangan guru produktif
SMK untuk bidang keahlian tertentu. Namun di sisi lain ada kelebihan guru adaptif dan
normatif. Dengan tidak melupakan kualitas guru hasil Program Keahlian Ganda yang akan
menjadi tulang punggung dalam mendidik siswa terampil dan mampu bersaing secara
global, pemberdayaan guru adaptif dan normatif menjadi guru produktif di SMK merupakan
langkah yang tepat dalam jangka pendek.
Tahapan yang harus diikuti oleh guru yang akan mengikuti Program Keahlian Ganda meliputi
program ON-1, IN-1, ON-2, dan IN-2, sertifikasi keahlian di LSP, dan sertifikasi melalui PLPG
di LPTK. Tahapan yang cukup ketat dengan pendidikan dan pelatihan dalam bentuk teori dan
praktik sesuai dengan keahlian yang diperlukan, sertifikasi keahlian dan uji kompetensi
dalam PLPG diharapkan akan menghasilkan guru produktif SMK yang sesuai dengan
kebutuhan.
Dukungan semua pihak yang terkait, termasuk di dalamnya masyarakat, terhadap Program
Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)
merupakan harapan besar bagi terlaksananya kebijakan yang sangat penting ini.

46
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

LAMPIRAN-LAMPIRAN

47
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

Lampiran 1. Tabel Jenis Guru Peminatan (Produktif/Paket Keahlian)


Pilihan Program Keahlian Ganda

Jenis Guru Peminatan (Produktif/Paket Jenis Guru Mapel Usia


No Kebutuhan
Keahlian) Sasaran Program Keahlian Ganda Calon Peserta Maksimal
1 Akomodasi Perhotelan Semua Calon 45 1.266
2 Animasi Semua Calon 50 102
3 Desain dan Produksi Kriya Kayu Semua Calon 45 120
4 Desain dan Produksi Kriya Keramik Semua Calon 50 37
5 Desain dan Produksi Kriya Kulit Semua Calon 45 14
6 Desain dan Produksi Kriya Logam Semua Calon 45 50
7 Desain dan Produksi Kriya Tekstil Semua Calon 50 153
8 Desain Komunikasi Visual Semua Calon 50 138
9 Jasa Boga Semua Calon 50 391
10 Seni Karawitan Semua Calon 50 52
11 Seni Musik Klasik Semua Calon 50 49
12 Seni Musik Non Klasik Semua Calon 50 50
13 Seni Tari Semua Calon 50 44
14 Tata Kecantikan Kulit Semua Calon 45 62
15 Tata Kecantikan Rambut Semua Calon 45 62
Teknik Produksi dan Penyiaran Program
16 Semua Calon 50 30
Pertelevisian
17 Teknik Produksi dan Penyiaran Program Radio Semua Calon 50 30
18 Usaha Perjalanan Wisata Semua Calon 45 477
19 Agribisnis Aneka Ternak MIPA 50 69
Agribisnis Perbenihan dan Kultur Jaringan
20 MIPA 50 362
Tanaman
21 Agribisnis Perikanan MIPA 50 926
22 Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura MIPA 50 2.132
23 Agribisnis Tanaman Perkebunan MIPA 50 1.091
24 Agribisnis Ternak Ruminansia MIPA 50 524
25 Agribisnis Ternak Unggas MIPA 50 525
26 Budidaya Perikanan MIPA 50 68
27 Budidaya Rumput Laut MIPA 50 38
28 Kehutanan MIPA 50 53
29 Kesehatan Hewan MIPA 50 47
30 Mekanisasi Pertanian MIPA 50 127
31 Nautika Kapal Niaga MIPA 45 159
32 Nautika Kapal Penangkap Ikan MIPA 45 537
33 Teknik Elektronika Industri MIPA 50 506
34 Teknik Instalasi Tenaga Listrik MIPA 45 909
35 Teknik Mekatronika MIPA 50 97
36 Teknik Otomasi Industri MIPA 50 119
37 Teknik Ototronik MIPA 45 108
38 Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri MIPA 45 115

48
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

Jenis Guru Peminatan (Produktif/Paket Jenis Guru Mapel Usia


No Kebutuhan
Keahlian) Sasaran Program Keahlian Ganda Calon Peserta Maksimal
39 Teknik Pemesinan MIPA 45 700
40 Teknik Pendinginan dan Tata Udara MIPA 45 136
41 Teknik Pengelasan MIPA 45 549
42 Teknika Kapal Niaga MIPA 45 49
43 Teknika Kapal Penangkap Ikan MIPA 45 216
44 Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan MIPA 50 186
45 Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian MIPA 50 940
46 Multi Media MIPA, KKPI, TIK 55 2.492
47 Rekayasa Perangkat Lunak MIPA, KKPI, TIK 55 1.447
48 Teknik Audio Video MIPA, KKPI, TIK 50 897
49 Teknik Kendaraan Ringan MIPA, KKPI, TIK 45 3.589
50 Teknik Perbaikan Bodi MIPA, KKPI, TIK 45 150
Teknik Produksi & Penyiaran Program Radio &
51 MIPA, KKPI, TIK 50 29
Pertelevisian
52 Teknik Sepeda Motor MIPA, KKPI, TIK 45 3.342
Jumlah 26.361

49
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

Lampiran 2. Jumlah Kebutuhan Guru Produktif di SMK

No Bidang Keahlian Jumlah

1 Agrobisnis dan Agroteknologi 4,456

2 Bisnis dan Manajemen 24,021

3 Kesehatan 4,978

4 Pariwisata 4,876

5 Perikanan dan Kelautan 1,587

6 Seni Pertunjukan 151

7 Seni Rupa dan Kriya 567

8 Teknologi dan Rekayasa 30,778

9 Teknologi Informasi dan Komunikasi 20,267

Grand Total 91,681

50
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

Lampiran 3. Jumlah Kekurangan Guru Produktif dan


Peserta Program Keahlian Ganda per Paket Keahlian
No. Paket Keahlian Kekurangan Peserta (Selisih)
1 Teknik Komputer dan Jaringan 6,381 2,408 3,973
2 Multi Media 2,492 2,162 330
3 Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura 2,132 1,099 1,033
4 Teknik Kendaraan Ringan 3,589 1,031 2,558
5 Jasa Boga 784 984 -200
6 Akomodasi Perhotelan 1,266 953 313
7 Teknik Sepeda Motor 3,342 748 2,594
8 Rekayasa Perangkat Lunak 1,447 636 811
9 Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian 940 591 349
10 Agribisnis Perikanan 926 497 429
11 Usaha Perjalanan Wisata 477 436 41
12 Agribisnis Tanaman Perkebunan 1,091 417 674
13 Teknik Audio Video 897 359 538
14 Teknik Instalasi Tenaga Listrik 909 322 587
15 Agribisnis Ternak Unggas 525 228 297
16 Teknik Pemesinan 700 194 506
17 Nautika Kapal Penangkap Ikan 537 177 360
18 Agribisnis Ternak Ruminansia 524 175 349
Agribisnis Perbenihan dan Kultur Jaringan
19 Tanaman 362 168 194
20 Teknik Pengelasan 549 149 400
21 Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan 186 136 50
22 Tata Kecantikan Rambut 197 133 64
23 Tata Kecantikan Kulit 164 131 33
24 Teknik Elektronika Industri 506 130 376
25 Desain dan Produksi Kriya Tekstil 153 118 35
26 Desain Komunikasi Visual 138 115 23
Teknik Produksi & Penyiaran Program Radio &
27 Pertelevisian 88 78 10
28 Animasi 102 63 39
29 Nautika Kapal Niaga 159 58 101
30 Desain dan Produksi Kriya Kayu 120 53 67
31 Teknika Kapal Penangkap Ikan 216 52 164
32 Budidaya Perikanan 68 50 18
33 Teknik Otomasi Industri 119 47 72
34 Kehutanan 53 31 22
35 Teknik Mekatronika 97 30 67
36 Kesehatan Hewan 47 23 24
37 Teknik Ototronik 108 22 86
38 Mekanisasi Pertanian 127 21 106
39 Desain dan Produksi Kriya Kulit 14 19 -5
40 Agribisnis Aneka Ternak 69 18 51

51
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

No. Paket Keahlian Kekurangan Peserta (Selisih)


41 Desain dan Produksi Kriya Logam 50 18 32
42 Seni Tari 44 18 26
43 Desain dan Produksi Kriya Keramik 37 17 20
44 Seni Karawitan 52 15 37
45 Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri 115 12 103
46 Teknika Kapal Niaga 49 11 38
47 Seni Musik Non Klasik 49 11 38
48 Seni Musik Klasik 50 6 44
49 Budidaya Rumput Laut 38 38
50 Teknik Pendinginan dan Tata Udara 136 136
51 Teknik Perbaikan Bodi Otomotif 150 150
Total 33,371 15,170 18,201

52
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

Lampiran 4. Jumlah Kekurangan Guru Produktif dan


Peserta Program Keahlian Ganda per Provinsi
No. Propinsi Kebutuhan Peserta (Selisih)
1 Prop. D.K.I. Jakarta 296 201 95
2 Prop. Jawa Barat 4,040 906 3,134
3 Prop. Jawa Tengah 2,903 1,533 1,370
4 Prop. D.I. Yogyakarta 479 296 183
5 Prop. Jawa Timur 4,223 1,986 2,237
6 Prop. Aceh 921 680 241
7 Prop. Sumatera Utara 2,320 697 1,623
8 Prop. Sumatera Barat 1,066 480 586
9 Prop. Riau 941 405 536
10 Prop. Jambi 714 332 382
11 Prop. Lampung 692 437 255
12 Prop. Sumatera Selatan 788 405 383
13 Prop. Kalimantan Barat 716 306 410
14 Prop. Kalimantan Tengah 712 307 405
15 Prop. Kalimantan Selatan 604 323 281
16 Prop. Kalimantan Timur 554 301 253
17 Prop. Sulawesi Utara 600 319 281
18 Prop. Sulawesi Tengah 836 404 432
19 Prop. Sulawesi Selatan 1,798 759 1,039
20 Prop. Sulawesi Tenggara 847 246 601
21 Prop. Maluku 453 282 171
22 Prop. Bali 504 329 175
23 Prop. Nusa Tenggara Barat 1,175 561 614
24 Prop. Nusa Tenggara Timur 1,155 552 603
25 Prop. Papua 524 250 274
26 Prop. Bengkulu 618 441 177
27 Prop. Maluku Utara 247 168 79
28 Prop. Banten 951 314 637
29 Prop. Bangka Belitung 304 175 129
30 Prop. Gorontalo 430 323 107
31 Prop. Kepulauan Riau 211 116 95
32 Prop. Papua Barat 212 123 89
33 Prop. Sulawesi Barat 472 123 349
34 Prop. Kalimantan Utara 65 90 -25
Grand Total 33,371 15,170 18,201

53
Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)

Lampiran 5. Jumlah Peserta Program Keahlian Ganda


untuk Setiap PPPPTK dan LPPPTK KPTK
LP3TK PPPPTK PPPPTK PPPPTK PPPPTK PPPPTK PPPPTK Grand
NO. PROPINSI
KPTK BBL Bispar BMTI BOE Pertanian Senbud Total
1 Prop. D.K.I. Jakarta 3 87 87 10 14 201
2 Prop. Jawa Barat 3 163 599 114 27 906
3 Prop. Jawa Tengah 531 311 408 210 73 1,533
4 Prop. D.I. Yogyakarta 103 74 46 37 36 296
5 Prop. Jawa Timur 45 420 1,218 196 107 1,986
6 Prop. Aceh 25 328 89 230 8 680
7 Prop. Sumatera Utara 246 168 118 149 16 697
8 Prop. Sumatera Barat 23 221 138 57 41 480
9 Prop. Riau 5 200 44 152 4 405
10 Prop. Jambi 199 34 82 17 332
11 Prop. Sumatera Selatan 175 69 110 38 13 405
12 Prop. Lampung 3 32 265 115 22 437
13 Prop. Kalimantan Barat 8 131 46 111 10 306
14 Prop. Kalimantan Tengah 1 43 40 105 113 5 307
15 Prop. Kalimantan Selatan 212 51 51 9 323
16 Prop. Kalimantan Timur 11 37 166 80 7 301
17 Prop. Sulawesi Utara 9 70 190 48 2 319
18 Prop. Sulawesi Tengah 20 73 184 119 8 404
19 Prop. Sulawesi Selatan 392 76 180 99 12 759
20 Prop. Sulawesi Tenggara 22 22 130 61 11 246
21 Prop. Maluku 165 18 33 60 6 282
22 Prop. Bali 201 91 13 24 329
Prop. Nusa Tenggara
23 13 112 300 129 7 561
Barat
Prop. Nusa Tenggara
24 16 63 153 301 19 552
Timur
25 Prop. Papua 9 13 102 122 4 250
26 Prop. Bengkulu 9 223 91 99 19 441
27 Prop. Maluku Utara 5 25 76 62 168
28 Prop. Banten 12 54 197 47 4 314
29 Prop. Bangka Belitung 8 87 42 38 175
30 Prop. Gorontalo 8 36 89 180 10 323
31 Prop. Kepulauan Riau 7 55 31 21 2 116
32 Prop. Papua Barat 3 20 70 30 123
33 Prop. Sulawesi Barat 1 6 69 45 2 123
34 Prop. Kalimantan Utara 41 19 7 23 90
Grand Total 1,747 2,042 2,725 2,220 2,655 3,242 539 15,170

54