Anda di halaman 1dari 3

dan format yang telah ditetapkan oleh Bank Mandiri mencakup surat addendum perjanjian

kredit, kemudian kuasa untuk memblokir satu kali dana angsuran untuk memitigasi kredit

sewaktu-waktu macet maupun trasnsaksi pendebetan yang dilakukan Bank Mandiri Lhoktuan

1 Bontang setiap bulannya pembayaran angsuran nasabah tersebut. Dan mengacu pada

pemenuhan aspek legalitas yang dapat melindungi kepentingan Bank, kemudian memuat

jumlah, jangka waktu, tata cara pembayaran kembali, serta persyaratan kredit lainnya sebagai

manan keputusan persetujuan kredit yang berlaku.

Pada pelaksanaannya pada Bank Mandiri Unit Lhoktuan 1 Bontang hanya menyetujui

pencairan kredit apabila seluruh syarat yang telah ditetapkan dalam persetujuan dan pencairan

kredit telah dipenuhi oleh pemohon kredit (nasabah debitur yang menerima fasilitas kredit).

Kemudian, sebelum pencairan kredit dilakukan, Bank harus memastikan seluruh aspek yuridis

yang berkaitan dengan kredit telah dilaksanakan atau diselesaikan dan melindungi kepentingan

Bank Mandiri.

4.3.3 Pengawasan Penyaluran Kredit Usaha Mikro

Pengawasan merupakan hal yang sangat penting untuk melihat sampai sejauh mana

program yang telah direncanakan telah dilakukan. dalam menjalankan kebijakan pemberian

kredit perbankan hendaknya mengatur dan mencantumkan aspek pengawasan kredit. Pada

prinsipnya pengawasan pemberian kredit mengacu pada unsur pencegahan dini terhadap

kerugian kredit, kemudian pengawasan melekat pada setiap pelaksanaan pemberian kredit,

sampai dengan melakukan kredit intern terhadap semua aspek perkreditan.

Selain itu, Bank melakukan pengawasan kredit dengab mentukan kolektibilitas kredit

setiap bulannya. Penetuan kolektibilitas ini dengan memperhatikan waktu pembayaran

angsuran, nilai dan kondisi dan jaminan. Keuangan debitur, dan juga melihat dokumentasi

kredit. Karena pada dasarnya tujuan pengawasan kredit secara prakteknya adalah bagaimana
cara menekan kerugian sebisa mungkin sehingga tidak ada lagi kredit-kredit yang bermasalah

atau tidak terbayarkan.

Pengawasan pada kolektibilitas ini berguna untuk melihat berapa besar kredit yang

berada dalam kualitas lancar, dalam perhatian khusus, kurang lancar, diragukan dan macet.

Pengelompokan kredit ini dilakukan oleh Bank sesuai dengan surat keputusan Direksi Bank

Indonesia No. 7/2/PBI/2005 tentang penilaian Aktiva Bank Umum, kredit tersebut

dikelompokkan berdasarkan kategori dengan penilaian sebagai berikut:

a. Lancar, jika
Seperti diketahui bahwa didalam manajemen kredit terdapat beberapa fungsi, sehingga

memudahkan bank untuk menjalankan aktivitas kreditnya. Oleh karena itu, pemisahan fungsi

dalam organisasi kredit juga harus