Anda di halaman 1dari 16

Mekanisme Pengaturan Suhu Tubuh, Taraf Metabolisme Basal, Faktor dan Tingkat

Demam.

Febriyanthy Kurniawan (10.2012.002 D.9)

Mahasiswa Fakultas KedokteranUniversitas Kristen Krida Wacana

Jl. Terusan Arjuna No.6 Jakarta Barat 11510

Telp. 021-56942061 Fax. 021-5631731

Email : febrisilitonga438@yahoo.com

Pendahuluan

Manusia adalah makhluk homeotermik, makhluk berdarah panas dimana suhu tubuhnya
relatif konstan terhadap perubahan suhu disekitarnya. Suhu tubuh manusia (suhu inti / core
temperature) dipertahankan dalam batas normal dalam suatu limit yang kecil, tidak lebih dari
0,4 C yaitu sekitar 36,7-37,1 C, bahkan dalam suatu keadaan lingkungan yang buruk oleh suatu
sistem yang disebut termoregulasi. Setiap sel memerlukan energi untuk melakukan berbagai
fungsi yang esensial guna kelangsungan hidupnya sendiri dan untuk melaksanakan kontribusi
khusus bagi pemeliharaan homeostatis. Di antara faktor-faktor yang secara homeostatis
dipertahankan adalah kesediaan nutrien kaya energi untuk sel dan suhu lingkungan internal.
Hipotalamus membantu mengatur asupan makanan dan membantu mempertahankan suhu tubuh.
Asupan makanan sangat penting untuk menjalankan aktivitas sel. Semua energi yang digunakan
oleh sel akhirnya disediakan dari makanan. Pengeluaran energi menghasilkan panas, yang
penting dalam regulasi suhu. Manusia, biasanya berada di lingkungan yang lebih dingin daripada
tubuhnya, sehingga harus secara terus-menerus menghasilkan panas untuk mempertahankan suhu
tubuhnya. Manusia juga memiliki mekanisme untuk mendinginkan tubuh jika tubuh mendapat
terlalu banyak panas. Suhu tubuh harus dipertahankan pada tingkat yang cukup konstan untuk
mencegah perubahan-perubahan tak diinginkan pada laju reaksi kimia di dalam sel dan
mencegah kerusakan pada protein-protein sel akibat panas. Melihat begitu pentingnya fungsi
homeostasis akan regulasi suhu maka pada makalah ini akan disampaikan penjelasan mengenai
metabolisme energi, pengaturan suhu tubuh baik heat production maupun heat loss, dan
mekanisme terjadinya demam.
Pembahasan
Metabolisme

Mekanisme umum perubahan zat gizi (karbohidrat, lemak dan protein) menjadi energi di
semua sel pada dasarnya sama, yaitu menggunakan oksigen sebagai salah satu zat utama untuk
membentuk energi. Energi digunakan untuk membentuk sejumlah besar Adenosine TriPosphate
(ATP). Selanjutnya, ATP tersebut digunakan sebagai sumber energi bagi banyak fungsi sel. ATP
merupakan senyawa kimia labil yang terdapat di semua sel, dan semua mekanisme fisiologis
yang memerlukan energi untuk kerjanya mendapatkan energi langsung dari ATP. ATP adalah
suatu nukleotida yang terdiri dari basa nitrogen adenin, gula pentosa ribosa dan tiga rantai
fosfat. Dua rantai fosfat yang terakhir dihubungkan dengan bagian sisa molekul oleh ikatan
fosfat berenergi tinggi yang sangat labil sehingga dapat dipecah seketika bila dibutuhkan energi
untuk meningkatkan reaksi sel.

Enzim-enzim oksidatif yang mengkatalis perubahan Adenosine Diphospate (ADP)


menjadi ATP dengan serangkaian reaksi menyebabkan energi yang dikeluarkan dari pengikatan
hidrogen dengan oksigen digunakan untuk mengaktifkan ATPase dan mengendalikan reaksi
untuk membentuk ATP dalam jumlah besar dari ADP. Bila ATP di urai secara kimia sehingga
menjadi ADP akan menghasilkan energi sebesar 8 kkal/mol, dan cukup untuk berlangsungnya
hampir semua langkah reaksi kimia dalam tubuh.

ATP bukan zat yang terbanyak disimpan sebagai ikatan phospate berenergi tinggi dalam
sel, melainkan Creatine Phospate (CP) yang mengandung ikatan phospate berenergi tinggi lebih
banyak (9,5 kkal/mol pada suhu tubuh) terutama di otot. CP dapat memindahkan energi dengan
saling bertukar dengan ATP. Karena itu, CP merupakan senyawa bufer/penyangga ATP. Efek ini
berguna untuk mempertahankan konsentrasi ATP hampir pada tingkat puncak selama CP tetap
di dalam sel.

Dalam produksi energi, terdapat dua macam metabolisme, yaitu:


1. Anaerob (tanpa oksigen), hanya untuk karbohidrat, terjadi di sitosol.
2. Aerob (dengan oksigen), karbohidrat, lemak, dan protein, terjadi di mitokondria.

Setiap mol glukosa dalam proses anaerob yang terjadi di sitoplasma/sitosol


menghasilkan 2 ATP, sedangkan pada proses aerob yang terjadi di mitokondria menghasilkan 36
ATP, sehingga total produksinya sebanyak 38 ATP (304 kkal/mol). Tiap mol glukosa dapat
memberikan energi sebesar 686 kkal, sehingga energi yang tersisa dirubah dalam bentuk panas,

2
kecuali di otot yang digunakan untuk melakukan beberapa bentuk kerja di luar tubuh. Hasil dari
proses metabolisme yang terjadi di otot, berupa kumpulan proses kimia yang mengubah bahan
makanan menjadi dua bentuk, yaitu energi mekanik dan energi panas. Proses dari pengubahan
makanan dan air menjadi bentuk energi. Sedangkan untuk setiap mol lemak menghasilkan 2340
kkal (3,5 kali dibanding glukosa) atau sebanyak 146 ATP.

Sebagian besar energi yang dirubah menjadi panas digunakan untuk :


membentuk panas inti di dalam tubuh.
menyiapkan suhu optimal untuk kerja enzim.
merenggangkan sistem arteri sehingga menyebabkan reservoar energi potensial. Pada
saat darah mengalir melalui pembuluh darah kapiler, gesekan dari lapisan darah yang mengalir
satu sama lain terhadap dinding pembuluh mengubah energi ini menjadi panas.
Simpanan energi kinetik untuk pergerakan molekul-molekul.

Berdasarkan hukum termodinamik I Jumlah energi selalu tetap, tidak dapat dibuat atau
dihilangkan, tetapi dapat dirubah bentuk. Perubahan bentuk (konversi) energi umumnya
bersifat reversibel. Berdasarkan energi panas yang dihasilkan energi dapat dikelompokkan
dalam (1) Endergonic energi panas berada di dalam tubuh; dan (2) Exergonic energi panas
dikeluarkan dari dalam tubuh.

Jalur Reaksi Metabolisme

Sebagian besar jalur reaki metabolisme terjadi secara reversibel. Berdasarkan reaksi
metabolisme ini dikelompokkan dalam 2 jenis, yaitu :
(1) Biosynthetic atau ANABOLISME sintesis molekul menjadi molekul yang lebih besar;
mem-butuhkan energi; dan merupakan reaksi endergonik
(2) Degradative atau KATABOLISME memecah molekul besar menjadi mulekul yang
lebih kecil; menghasilkan energi; merupakan reaksi eksergonik; dan respirasi aerobik.

Enzim merupakan molekul katalitik (biological catalysts); yang berfungsi mempercepat


reaksi bikimiawi; tersusun dari protein dan beberapa dari RNA. Fungsi enzim semakin
meningkat ketika lingkungan sel berada dalam temperatur, pH dan salinitas yang sesuai dengan
kerja masing-masing enzim

3
Kecepatan Metabolisme

Kecepatan metabolisme adalah jumlah energi total yang dibutuhkan per unit waktu.
Pengukuran kecepatan metabolisme menggunakan Basal metabolic rate (BMR). BMR adalah
kecepatan metabolisme dalam keadaan standar (subjek dalam keadaan fisik dan dan mental
istirahat tetapi tidak tidur dalam temperatur nyaman dan tidak makan selama 12 jam). Pada
kondisi BMR, energi sebagian besar digunakan untuk mempertahankan kondisi vegetatif tubuh
atau untuk aktivitas kelenjar, jantung, liver, ginjal dan otak.

Proses metabolisme juga dikontrol oleh hormon-hormon. Hormon yang ikut meregulasi
metabolisme adalah hormon tiroid, glukagon, epinephrine, kortisol, dan hormon pertumbuhan.
1. Hormon Tiroid, dapat meningkatkan konsumsi oksigen dan produksi panas pada
sebagian besar jaringan tubuh, yang disebut dengan efek kalorigenik, melalui
mengurangan produksi ATP
2. Epinephrine, meningkatkan BMR dengan efek kalorigenik. Epinephrine menstimulasi
katabolisme glikogen dan triasilgliserol.
3. Glukagon, merangsang pembongkaran simpanan glukosa hingga gula darh kembali
normal (glikogenolisis), dan meningkatkan penggunaan lemak (lipolisis).
4. Kortisol, menghambat metabolisme lemak dan karbohidrat, dengan menstimulasi proses
glukoneogenesis dan lipolisis, meningkatkan protein katabolisme, menurunkan
penyerapan glukose pada sel otot dan sel lemak, dan meningkatkan pemecahan
triasilgliserol.
5. Growth hormone, menstimulasi pertumbuhan dan anabolisme protein.

Suhu Tubuh dan Pengaturannya


Dalam konteks suhu tubuh terdapat konsep yang paling banyak digunakan yaitu Konsep
Core temperature yang didalamnya terdapat dua elemen suhu:
Bagian dalam inti suhu tubuh, yang benar- benar mempunyai suhu rata-rata 370 C,
yaitu diukur pada daerah (mulut, otot, membrane tympani, vagina, esophagus.(Tr)
Bagian luar adalah temperatur kulit + 1/3 massa tubuh yaitu penukaran kulit sampai +
2 cm kedalam.(Ts)
Dari dua bagian tersebut dapat disimpulkan bahwa temperature suhu tubuh rata-rata (TMB :
Temperatur Mean Body) dengan rumus TMB = 0,33 Ts + 0.67 Tr. 1

4
Pusat pengatur panas dalam tubuh adalah Hipothalamus, Hipothalamus ini dikenal
sebagai thermostat yang berada dibawah otak.

Gb.1

Hipotalamus sebagai pusat pengaturan endokrin.(termasuk suhu)


Hipotalamus sebagai pusat regulator suhu.

Hipotalamus adalah bagian yang sangat peka, yang merupakan pusat integrasi utama
untuk memelihara keseimbangan energi dan suhu tubuh. Hipotalamus berfungsi sebagai
termostat tubuh, dengan menerima informasi dari berbagai bagian tubuh di kulit. Penyesuaian
dikoordinasi dengan sangat rumit dalam mekanisme penambahan dan pengurangan suhu sesuai
dengan keperluan untuk mengorekasi setiap penyimpangan suhu inti dari nilai patokan normal.
Hipotalamus mampu berespon terhadap perubahan suhu darah sekecil 0,01C.

Hipotalamus terus-menerus mendapat informasi mengenai suhu kulit dan suhu inti
melalui reseptor khusus yang peka terhadap suhu yang disebut termoreseptor (reseptor hangat,
dingin dan nyeri di perifer). Reseptor suhu sangat aktif selama perubahan temperatur. Sensasi
suhu primer diadaptasi dengan sangat cepat. Suhu inti dipantau oleh termoreseptor sentral
yang terletak di hipotalamus serta di susunan syaraf pusat dan organ abdomen.

Di hipotalamus diketahui terdapat 2 pusat pengaturan suhu, yaitu di regio posterior dan
anteror. Regio posterior diaktifkan oleh suhu dingin dan kemudian memicu refleks yang
memperantarai produksi panas dan konservasi panas. Sedang, regio anterior yang diaktifkan
oleh rasa hangat, memicu refleks yang memperantarai pengurangan panas.2

5
Suhu tubuh manusia cenderung berfluktuasi setiap saat. Banyak faktor yang dapat
menyebabkan fluktuasi suhu tubuh. Untuk mempertahankan suhu tubuh manusia dalam
keadaan konstan, diperlukan regulasi suhu tubuh. Suhu tubuh manusia diatur dengan
mekanisme umpan balik (feed back) yang diperankan oleh pusat pengaturan suhu di
hipotalamus. Apabila pusat temperatur hipotalamus mendeteksi suhu tubuh yang terlalu panas,
tubuh akan melakukan mekanisme umpan balik. Mekanisme umpan balik ini terjadi bila suhu
inti tubuh telah melewati batas toleransi tubuh untuk mempertahankan suhu, yang disebut titik
tetap (set point). Titik tetap tubuh dipertahankan agar suhu tubuh inti konstan pada 37.3
Apabila suhu tubuh meningkat lebih dari titik tetap, hipotalamus akan merangsang
untuk melakukan serangkaian mekanisme untuk mempertahankan suhu dengan cara
menurunkan produksi panas dan meningkatkan pengeluaran panas sehingga suhu kembali pada
titik tetap.3 Perubahan suhu tubuh dideteksi oleh 2 jenis reseptor, yaitu oleh (1) termoreseptor
di kulit (peripheral thermoreceptors) dan (2) termoreseptor sentral di hipotalamus, korda
spinalis, dll. (central thermoreceptors).3 Termoreseptor sentral memiliki umpan balik negatif
esensial untuk mempertahankan suhu inti sedang termoreseptor periper berfungsi menghantar
sinyal ke pusat integrasi dingin di hipotalamus. Hipotalamus melayani seluruh refleks integrasi
suhu dan mengirimkan sinyal kembali melalui saraf simpatis autonom ke kelenjar keringat,
pembuluh darah kulit, kelenjar adrenalis, dan melalui neuron motoris pada otot skeletal.

Kontrol produksi panas

Perubahan aktivitas otot merupakan kontrol produksi panas utama dan menurunkan
suhu inti. Pada suhu panas, tubuh akan mengurangi gerakan otot, sedang pada suhu dingin,
akan terjadi stimulasi pada gerakan otot yang disebut dengan menggigil (rhythmical muscle
contractions/ shivering thermogenesis).
Produksi panas dapat meningkat dan menurun, bahkan dapat meningkat sampai 15-20
kali BMR melalui aktivitas saraf autonomik atau muskular. Sedang, temperatur tubuh dapat
meningkatkan BMR 10-15% (Ganong, 1997; dll). Produksi panas pada basal metabolic rate (rata-
rata BMR pada dewasa muda adalah 75-110W) dan kerja fisik (otot). Liver dan organ dalam
abdominal menghasilkan 50% BMR, otak dan susunan saraf pusat 15-20%, Jantung dan sistem
sirkulasi 10% dan pada otot yang istirahat 20-25%.

Efek aktivitas otot pada BMR (Basal Metabolisme Rate) pria dewasa
Istirahat : BMR 75110W

6
Peningkatan tonus otot : BMR 150200W
Menggigil : BMR 200500W
Bekerja agak keras : BMR 400W
Bekerja keras : BMR 600800W
Olahraga berat dalam waktu pendek atau mencapai: BMR > 2 000W

Produksi panas dapat dipengaruhi oleh :


1. Suhu Lingkungan,
2. Produksi suhu karena makanan Makan dan makan makanan yang kaya protein akan
menghasilkan peningkatan produksi panas.
3. Aktivitas otot aktivitas otot akan meningkatkan kontraksi otot. Selama bergerak atau
berolahraga atau menggigil, akan menstimulasi peningkatan BMR.
1. Regulasi Penyimpanan Energi total tubuh
Simpanan energi = Energi dari sumber makanan (produksi panas internal+ kerja luar)

Berat badan diregulasi oleh kalori yang masuk dengan energi yang terpakai.
1. Kontrol asupan makanan pengaturan asupan makanan dapat dipengaruhi oleh hormon
leptin yang terdapat pada jaringan lemak. Hormon ini akan merangsang hipotalamus
untuk mengurangi asupan makanan dengan menghambat pelepasan neuropeptida yang
merangsang makan. Hormon leptin penting untuk kontrol jangka panjang. Sedang
kontrol jangka pendek diatur oleh bermacam-macam sinyal seperti hormon insulin, suhu
tubuh, jumlah makanan yang berada di GIT.
2. Kelebihan berat badan dan Obesitas penurunan kalori dari asupan makanan akan
menurunkan kecepatan metabolisme sehingga dapat menurunkan kehilangan berat
badan, sebaliknya dengan berolahraga akan mengatur set poin penurunan penyimpanan
lemak.
3. Gangguan Konsumsi Makan - Anorexia nervosa adalah keadaan patologis akibat takut
berat badan bertambah sehingga mengurangi jumlah makan. Keadaan ini akan
mengakibatkan penurunan tekanan darah, turunnya suhu tubuh, dan perubahan sekresi
hormon dan dalam keadaan tertentu dapat menyebabkan kematian; dan Bulemia yaitu
keadaan patologis akibat takut berat badan bertambah dan berusaha mengurangi
asupan makanan. Namun, keadaan ini mengakibatkan orang yang bersangkutan akan
mengalami periode ingin makan banyak secara berulang-ulang sehingga mengakibatkan
banyak ingin muntah, sering BAK (buang air kecil) dan BAB (buang air besar), dan
olahraga.

Transfer Panas

7
Transfer panas terjadi melalui (1) radiasi, (2) konveksi, (3) konduksi, (4) evaporasi. 1,2 BAK dan
BAB dapat menurunkan suhu 1%. Panas inti ditransfer dari jaringan tubuh ke permukaan kulit
melalui sirkulasi darah dan penghantaran panas jaringan (tissue conductance).

Kontrol Kehilangan panas melalui radiasi dan konduksi

Kulit merupakan bagian tubuh yang efektif sebagai insulator pada kontrol fisiologis,
melalui perubahan aliran darah di kulit. Semakin banyak aliran darah ke kulit maka akan
semakin kecil perbedaan dengan suhu lingkugan. Jika, kapasitas pembuluh darah ke kulit
berkurang penghantaran panas ke perifer semakin kecil, sehingga pengeluaran panas ke
lingkungan dapat semakin kecil juga. Vasokonstriktor karena rangsangan simpatis, akan
terinervasi karena suhu dingin dan akan meningkat ketika suhu meningkat.
Sedang mekanisme perubahan perilaku, seperti tubuh melingkar ketika suhu dingin,
akan mengurangi luar permukaan yang terpapar suhu lingkungan yang dingin, dengan demikian
akan menurunkan pembebasan panas tubuh ke lingkungan (melalui reaksi radiasi dan konduksi)
dan menurunkan hantaran suhu lingkungan ke dalam tubuh. Demikian juga sebaliknya.

Kontrol kehilangan panas melalui Evaporasi


Kehilangan air melalui kulit, kelenjar keringat, dan jalan pernafasan juga dapat
bermanfaat untuk meningkatkan pembebasan panas.
Suhu lingkungan yang dapat ditoleransi oleh tubuh melalui vasokonstriksi dan
vasodilatasi di kulit saja saja disebut dengan thermoneutral zone. Di bawah atau di atas zona ini
tubuh masing-masing harus meningkatkan produksi panas atau meningkatkan pengeluaran
panas.

Aklimatisasi Suhu
Perubahan keringat, baik dalam volume dan komposisi ditentukan adaptasi terhadap
kenaikan temperatur. Sodium yang hilang keringat akan berkurang karena peningkatan
reabsorbsi akibat sekresi aldosteron.

STIMULASI DINGIN
Penurunan kehilangan panas 1. Vasokronstriksi pembuluh darah kulit,
terutama ekstri-mitas
2. Penurunan luas permukaan tubuh yang kontak
dengan suhu dingin (bersedekap,
mlungker(jw)/ a protective fetal position)
3. Pilo ereksi

8
1. Tindakan (Menghindari terpapar dingin, jaket,
berselimut, menaikkan suhu ruang, minuman
hangat, dll)
Peningkatan produksi panas 1. Peningkatan tonus otot,
2. Peningkatan tekanan darah
3. Menggigil dan meningkatkan aktivitas otot
volunter
4. Meningkatkan sekresi epinefrin,
5. Meningkatkan rasa lapar
Adaptasi Autonomik toleransi dingin 1. Adaptasi psikologis
2. Adaptasi SSP (susunan saraf pusat)
3. Aklimatisasi dingin
4. Membiasakan diri hidup di tempat dingin
STIMULASI PANAS

Peningkatan kehilangan panas 1. Vasokronstriksi pembuluh darah kulit


2. Berkeringat
3. Tindakan (menurunkan suhu ruang,
menggunakan pakaian yang minim/tipis, dll)
Penurunan produksi panas 1. Penurunan tonus otot dan aktivitas otot
volunter
2. Menurunkan sekresi epinefrin
3. Mengurangi nafsu makan.

Tabel 1. Mekanisme efektor terhadap regulasi suhu

Demam
A. Patofisiologi Demam

Demam atau dalam bahasa medis disebut dengan febris merupakan suatu keadaan
dimana terjadi peningkatan suhu tubuh, dimana suhu tersebut melebihi dari suhu tubuh
normal.Mungkin kita bertanya, mengapa suhu tubuh kita meningkat?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kita mencoba melihat kembali dan
memahami tentang sistem pengaturan suhu tubuh kita.Suhu tubuh kita diatur oleh sebuah
mesin khusus pengatur suhu yang terletak di otak tepatnya di bagian hipotalamus tepatnya

9
dibagian pre optik anterior (pre = sebelum, anterior= depan) Hipotalamus sendiri merupakan
bagian dari deinsephalon yang merupakan bagian dari otak depan kita (prosencephalon).

Hipotalamus dapat dikatakan sebagai mesin pengatur suhu (termostat tubuh) karena
disana terdapat reseptor (penangkap, perantara) yang sangat peka terhadap suhu yang lebih
dikenal dengan nama termoreseptor (termo = suhu). Dengan adanya termorespetor ini, suhu
tubuh dapat senatiasa berada dalam batas normal yakni sesuai dengan suhu inti tubuh. Suhu
inti tubuh merupakan pencerminan dari kandungan panas yang ada di dalam tubuh kita.
Kandungan panas didapatkan dari pemasukan panas yang berasal dari proses metabolisme
makanan yang masuk ke dalam tubuh. Pada umumnya suhu inti berada dalam batas 36,5-
37,5C.

Dalam berbagai aktivitas sehari-hari, tubuh kita juga akan mengelurakan panas misalnya
saat berolahraga. Bilamana terjadi pengeluraan panas yang lebih besar dibandingkan dengan
pemasukannya, atau sebaliknya maka termostat tubuh itu akan segera bekerja guna
menyeimbangkan suhu tubuh inti.Bila pemasukan panas lebih besar daripada pengeluarannya,
maka termostat ini akan memerintahkan tubuh kita untuk melepaskan panas tubuh yang
berlebih ke lingkungan luar tubuh salah satunya dengan mekanisme berkeringat.Dan bila
pengeluaran panas melebihi pemasukan panas, maka termostat ini akan berusaha
menyeimbakan suhu tersebut dengan cara memerintahkan otot-otot rangka kita untuk
berkontraksi(bergerak) guna menghasilkan panas tubuh. Kontraksi otot-otok rangka ini
merupakan mekanisme dari menggigil.Contohnya, seperti saat kita berada di lingkungan
pegunungan yang hawanya dingin, tanpa kita sadari tangan dan kaki kita bergemetar
(menggigil). Hal ini dimaksudkan agar tubuh kita tetap hangat. Karena dengan menggigil itulah,
tubuh kita akan memproduksi panas.

Hal diatas tersebut merupakan proses fisiologis (keadaan normal) yang terjadi dalam
tubuh kita manakala tubuh kita mengalamiperubahan suhu.Lain halnya bila tubuh mengalami
proses patologis (sakit). Proses perubahan suhu yang terjadi saat tubuh dalam keadaan sakit
lebih dikarenakan oleh zat toksis (racun) yang masuk kedalam tubuh.Umumnya, keadaan sakit
terjadi karena adanya proses peradangan (inflamasi) di dalam tubuh. Proses peradangan itu
sendiri sebenarnya merupakan mekanisme pertahanan dasar tubuh terhadap adanya serangan
yang mengancam keadaan fisiologis tubuh.Proses peradangan diawali dengan masuknya
racun kedalam tubuh kita. Contoh racunyang paling mudah adalah mikroorganisme
penyebab sakit.Mikroorganisme (MO) yang masuk ke dalam tubuh umumnya memiliki suatu zat
toksin/racun tertentu yang dikenal sebagai pirogen eksogen. Dengan masuknya MO tersebut,
tubuh akan berusaha melawan dan mencegahnya yakni dengan memerintahkan tentara
pertahanan tubuh antara lain berupa leukosit, makrofag, dan limfosit untuk memakannya

10
(fagositosit).Dengan adanya proses fagositosit ini, tentara-tentara tubuh itu akan mengelurkan
senjata berupa zat kimia yang dikenal sebagai pirogen endogen (khususnya interleukin 1/ IL-1)
yang berfungsi sebagai anti infeksi. Pirogen endogen yang keluar, selanjutnya akan merangsang
sel-sel endotel hipotalamus (sel penyusun hipotalamus) untuk mengeluarkan suatu substansi
yakni asam arakhidonat. Asam arakhidonat bisa keluar dengan adanya bantuan enzim
fosfolipase A2.Proses selanjutnya adalah, asam arakhidonat yang dikeluarkan oleh hipotalamus
akan pemacu pengeluaran prostaglandin (PGE2). Pengeluaran prostaglandin pun berkat
bantuan dan campur tangan dari enzim siklooksigenase (COX). Pengeluaran prostaglandin
ternyata akan mempengaruhi kerja dari termostat hipotalamus.Sebagai kompensasinya,
hipotalamus selanjutnya akan meningkatkan titik patokan suhu tubuh (di atas suhu normal).
Adanya peningkatan titik patakan ini dikarenakan mesin tersebut merasa bahwa suhu tubuh
sekarang dibawah batas normal. Akibatnya terjadilah respon dingin/ menggigil. Adanya proses
mengigil ini ditujukan utuk menghasilkan panas tubuh yang lebih banyak. Adanya perubahan
suhu tubuh di atas normal karena memang setting hipotalamus yang mengalami gangguan
oleh mekanisme di atas inilah yang disebut dengan demam atau febris. Demam yang tinggi pada
nantinya akan menimbulkan manifestasi klinik (akibat) berupa kejang (umumnya dialami oleh
bayi atau anak-anak yang disebut dengan kejang demam)Dengan memahami mekanisme
sederhana dari proses terjadinya demam diatas, maka salah satu tindakan pengobatan yang
sering kita lakukan adalah mengompres kepala dan meminum obat penurun panas misal yang
sangat familiar adalah parasetamol.4
B. Jenis dan Tingkatan Demam

Jenis demam:
1.Onset atau invasi: Serangan atau invasi dari demam adalah periode ketika suhu tubuh
meningkat dan mungkin menjadi proses yang tiba-tiba atau bertahap.
2.Fastigium: Fastigium demam adalah periode ketika suhu tubuh telah mencapai maksimum
dan tetap cukup konstan pada tingkat tinggi.
3.Defervescence atau penurunan: penurunan suhu badan sampai yg normal atau penurunan
demam adalah periode ketika suhu tinggi akan kembali ke normal.The demam dapat mereda
tiba-tiba atau bertahap.
4.Crisis: Krisis adalah kembali tiba-tiba ke temperatur normal dari suhu yang sangat tinggi dalam
beberapa jam atau hari.
5.True Krisis: Suhu jatuh tiba-tiba dalam beberapa jam dan menyentuh normal, disertai dengan
peningkatan yang nyata dalam kondisi pasien.
6.False Krisis: Sebuah tiba-tiba jatuh dalam suhu tidak disertai dengan perbaikan kondisi umum
disebut crisis.It palsu dapat menjadi sinyal bahaya dan bukan tanda perbaikan.
7.Lysis: Suhu jatuh zig-zag cara selama dua atau tiga hari atau seminggu sebelum mencapai
normal, selama waktu gejala lain juga secara bertahap menghilang.

11
8.Constant demam atau demam terus-menerus: demam Konstan atau demam terus menerus
adalah satu di mana suhu bervariasi tidak lebih dari dua derajat antara pagi dan sore dan tidak
mencapai normal untuk jangka waktu hari atau minggu.
demam
9.Remittent: demam Remittent adalah demam ditandai dengan variasi lebih dari dua derajat
antara pagi dan sore hari tetapi tidak mencapai normal.
10.Intermittent atau demam yg terjadi setiap hari: Suhu naik dari normal atau di bawah normal
untuk demam tinggi dan kembali pada interval reguler intervals.The mungkin bervariasi dari
beberapa jam sampai tiga suhu days.Usually lebih tinggi di malam hari daripada di pagi hari.
demam
11.Inverse: Dalam jenis ini kisaran temperatur tertinggi tercatat pada pagi hari dan terendah di
malam hari yang bertentangan dengan yang ditemukan dalam kegiatan normal demam.
12.Hectic atau berayun demam: Bila perbedaan antara titik tinggi dan rendah sangat besar,
demam disebut demam sibuk atau berayun.
13.Relapsing demam: demam kambuh adalah satu di mana ada periode singkat demam diikuti
oleh satu atau lebih hari suhu normal.
demam
14.Irregular: Ketika demam sepenuhnya tidak teratur dalam perjalanannya, tidak dapat
digolongkan dalam salah satu dari demam dijelaskan di atas dan disebut demam tidak teratur.

Tahapan demam:
1.Rigor: Rigor adalah serangan tiba-tiba menggigil parah di mana suhu tubuh naik cepat ke
tahap hyprepyrexia seperti terlihat pada malaria.
2.Low pireksia: Dalam pireksia demam rendah tidak naik di atas 99-100 Farthing gelar atau 37,2-
37,8 derajat Celcius.
pireksia
3.Moderate: Suhu tubuh tetap antara 100-103 derajat Fahrenheit atau 37,8-39,4 derajat Celcius.
4.High pireksia: suhu tetap antara 103-105 derajat Fahrenheit atau 39,4-40,6 derajat Celcius.
pireksia
5.Hyper: Suhu berjalan di atas 105 derajat Fahrenheit.
6.Subnormal suhu: Bila suhu badan turun di bawah normal itu disebut temperatur di bawah
normal temperature.The dapat bervariasi antara 95-98 derajat Fahrenheit atau 35 36,7 derajat
Celcius.
7.Hyperthermia: Bila suhu tubuh dinaikkan sampai 105 derajat Fahrenheit atau di atasnya
disebut hiperpireksia.
8.hypothermia: Jika suhu turun di bawah 95 derajat Fahrenheit atau 35 derajat Celcius, kondisi
ini disebut hipotermia.5
C. Gangguan Terpapar Panas

12
Heat Stroke, Heat Cramps, Heat Exhaustion

Heat Cramps (Kram Karena Panas) adalah kejang otot hebat akibat keringat berlebihan,
yang terjadi selama melakukan aktivitas pada cuaca yang sangat panas.

Heat cramps disebabkan oleh hilangnya banyak cairan dan garam (termasuk natrium,
kalium dan magnesium) akibat keringat yang berlebihan, yang sering terjadi ketika melakukan
aktivitas fisik yang berat.

Heat cramps sering terjadi pada pekerja manual, seperti pekerja di ruang mesin, pekerja
pengolah baja dan pekerja pertambangan.

Heat cramps seringkali secara tiba-tiba mulai timbul di tangan, betis atau kaki; terasa
sangat nyeri. Otot menjadi keras, tegang dan sulit untuk dikendurkan.Heat cramps bisa dicegah
atau diobati dengan meminum minuman atau memakan makanan yang mengandung garam. 6
Heat stroke adalah kondisi mengancam jiwa dimana suhu tubuh mencapai lebih dari
40C atau lebih. Heat stroke dapat disebabkan karena kenaikan suhu lingkungan, atau aktivitas
yang dapat meningkatkan suhu tubuh. Apapun penyebabnya diperlukan penanganan medis
segera untuk mencegah kerusakan otak dan organ lain, dan kematian.

TANDA DAN GEJALA


Gejala heat stroke termasuk:

Kenaikan suhu, sampai 40C atau lebih merupakan salah satu tanda utama dari heat
stroke.
Tidak berkeringat. Jika heat stroke disebabkan oleh karena suhu lingkungan yang sangat
panas, maka kulit cenderung terasa panas dan kering saat disentuh. Sedangkan jika
disebabkan oleh karena aktivitas yang berlebihan, maka kulit terasa lembab.

Kemerahan pada kulit seiring dengan suhu tubuh anda

Nafas anda menjadi cepat dan terasa berat

Denyut jantung semakin cepat

Sakit kepala seperti ditusuk-tusuk

Gejala saraf lain, misalnya kejang, tidak sadar, halusinasi, atau tidak dapat mengerti
keadaan sekitar secara sementara.

Otot bisa terasa kram, lalu selanjutnya terasa lumpuh.

13
Gb.2 Heat Stroke dan Heat Exhaustion

PENYEBAB

Heat stroke merupakan gabungan dari 2 kondisi serius yang berhubungan dengan suhu.
Jika tidak segera ditangani maka kondisi akan cepat memburuk dan menjadi heat stroke.
Kondisi pertama adalah heat cramp/ kram akibat kenaikan suhu tubuh, dimana terjadi
karena paparan suhu yang sangat tinggi. Biasanya ditandai dengan keringat berlebihan,
kelelahan, haus, kram otot, biasanya di perit tangan atau kaki. Kondisi ini umumnya
terjadi di iklim yang hangat dengan aktivitas fisik berat. Anda dapat mengatasi kram suhu
ini dengan minuman isotonik yang sekarang banyak dijual bebas, istirahat di tempat
yang teduh atau ber-ac.

Kondisi yang lain adalah heat exhaustion/ kelelahan akibat kenaikan suhu tubuh. Heat
exhaustion muncul jika anda tidak mempedulikan gejala dari heat cramp yang muncul,
sehingga kondisi anda memburuk. Tanda dan gejalanya termasuk sakit kepala, pusing,
kepala terasa ringan, mual, kulit dingin dan terasa lembab, kram otot.

Atasi heat exhaustion dengan cara yang sama dengan heat cramp, yaitu dengan minum
minuman dingin, mandi dengan air dingin, atau di ruangan yang ber-ac. Jika kondisi tidak
membaik, carilah pertolongan medis secepatnya.

Penyebab heat stroke tergantung dari aktifitas yang anda lakukan. Heat stroke dapat muncul
pada keadaan:

Kondisi lingkungan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan suhu tubuh anda pun ikut
naik. Anda dapat juga melakukan aktivitas, namun penyebab utamanya adlah suhu
lingkungan sekitar anda yang terlalu tinggi. Biasanya terjadi di lingkungan yang hangat
dan lembab.
Aktivitas yang berlebihan. Pada heatstroke yang disebakan oleh karena aktivitas,
penyebab dari naiknya suhu tubuh adalah aktivitas berlebihan itu sendiri.Anda dapat

14
terkena heat stroke yang disebabkan dari aktivitas berlebihan, walaupun anda sudah
terbiasa dengan suhu lingkungan yang panas sekalipun.

Heat stroke juga dapat terjadi jika anda memakai pakaian yang terlalu tebal sehingga
mengganggu pengeluaran keringat, meminum alkohol (yang mempengaruhi pengaturan
suhu tubuh), dan dehidrasi (kekurangan cairan)

KOMPLIKASI

Komplikasi yang mungkin erjadi pada heat stroke adalah syok, karena aliran darah yang
kurang secara tiba-tiba. Tanda-tandanya adalah tekanan darah rendah, bibir dan kuku
yang kebiruan, kulit yang terasa dingin dan licin. Syok dapat merusak oran jika tidak
ditangani segera.
Jika anda tidak bertindak cepat untuk mengatasi heat stroke, anda dapat meninggal atau
mengalami kerusakan pada otak dan organ lainnya. Organ-organ akan membengkak
sebagai respon dari kenaikan suhu yang berlebihan, dan jika tidak segera didinginkan,
kerusakan organ ini bersifat menetap.

PENCEGAHAN

Tetaplah di dalam ruangan yang sejuk jika memungkinkan


Minum air putih dalam jumlah cukup sebelum melakuakn aktivitas di luar ruangan.

Kurangi mengkonsumsi minuman seperti teh, kopi, alkohol, yang dapat memicu
dehidrasi.

Pakailah pakaian yang ringan, longgar, berwarna cerah, dan menyerap keringat

Lindungi diri anda dari matahari dengan menggunakan payung atau topi saat di luar
ruangan

Jangan berada di luar ruangan pada saat matahari sedang sangat terik (antara jam 10
pagi sampai jam 4 sore) sebisa mungkin

Jika melakukan aktivias di luar ruangan, usahakan untuk sering minum setiap 15 sampai
20 menit sekali walaupun tidak merasa haus.7

Penutup

15
Pusat pengatur panas dalam tubuh adalah Hipothalamus, Hipothalamus ini dikenal
sebagai thermostat yang berada dibawah otak.
Hipotalamus adalah bagian yang sangat peka, yang merupakan pusat integrasi utama
untuk memelihara keseimbangan energi dan suhu tubuh. Hipotalamus berfungsi sebagai
termostat tubuh, dengan menerima informasi dari berbagai bagian tubuh di kulit.
Suhu tubuh manusia cenderung berfluktuasi setiap saat. Banyak faktor yang dapat
menyebabkan fluktuasi suhu tubuh.
Perubahan aktivitas otot merupakan kontrol produksi panas utama dan menurunkan
suhu inti.
Transfer panas terjadi melalui (1) radiasi, (2) konveksi, (3) konduksi, (4) evaporasi.
Demam atau dalam bahasa medis disebut dengan febris merupakan suatu keadaan
dimana terjadi peningkatan suhu tubuh, dimana suhu tersebut melebihi dari suhu tubuh
normal.
Heat Cramps (Kram Karena Panas) adalah kejang otot hebat akibat keringat berlebihan,
yang terjadi selama melakukan aktivitas pada cuaca yang sangat panas.
Heat stroke adalah kondisi mengancam jiwa dimana suhu tubuh mencapai lebih dari
40C atau lebih.

Daftar Pustaka

1. Sherwood L. Buku ajar fisiologi kedokteran. Ed. 2. Jakarta: EGC; 2001.


2. W.F.Ganong. Buku ajar fisiologi kedokteran. Ed. 22. Jakarta: EGC;2008.
3. Regulasi Suhu Tubuh. Diunduh dari http://nursingbegin.com/regulasi-suhu-tubuh/. 30
November 2010.
4. Patofisiologi Demam. Diunduh dari http://www.scribd.com/doc/21556562/patofisiologi-
demam. 30 November 2010.
5. Fever. Diunduh dari http://www.indiastudychannel.com/resources/97369-Fever.aspx. 30
november 2010.
6. Kelainan Panas. Diunduh dari http://forum.um.ac.id/index.php?topic=9555.0. 30
November 2010.
7. Valentine, M. Heat Stroke: Panas Yang Merenggang Nyawa. 2 Agustus 2010. Diunduh dari
http://www.tanyadokteranda.com/penyakit/2010/08/heat-stroke-panas-yang-
merenggang-nyawa. 30 November 2010.

16