Anda di halaman 1dari 2

Penurunan curah jantung, edema, hipotensi.

5. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan pertukarangas tidak


adekuat, peningkatan sekresi, keletihan otot pernapasan, sindrom
hipoventilasi.
6. Ansietas berhubungan dengan krisis situasi, pengobatan, perubahan
status kesehatan, takut mati, faktor fisiologi, (efek hipoksemia) ditandai
oleh mengekspresikan masalah yang sedang dialami, tensi meningkat,
dan merasa tidak berdaya, gelisah.
7. Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi, salah
persepsi dari informasi, salah persepsi dari informasi nyang ditandai
dengan mengajukan pertanyaan, menyatakan masalahnya.

E. Discharge Planing
1. Penyakit ini hamper semua pasien membutuhkan ventilator saat di rumah
sakit untuk mencegah hipoksia jaringan. Sehingga keluarga diharapkan
dapat memberikan dukungan kepada pasien.
2. Hindari merokok dan asap rokok, serta lakukan gaya hidup yang sehat.
3. Kenali gejala atau penyebab ARDS
4. Makan makanan yang bergizi sehingga dapat meningkatkan daya tahan
tubuh terhadap penyakit.
5. Istirahat yang cukup serta rutin berolahraga.
F. Patofisiologi

Timbul serangan

Trauma Endothelium Trauma type II


pneumocytes

Peningkatan permeabilitas Kerusakan jaringan paru Penurunan surfactan

atelektasis
Edema pulmonal

Alveoli terendam Penurunan pengembangan Abnormalitas ventilasi


paru perfusi

Kelebihan volume cairan hipoksemia Gangguan pertukaran gas

Ketidakefektifan pola Hipotensi


nafas
Ansietas Ketidakefektifan perfusi
Defisiensi pengetahuan jaringan perifer

Ketidakefektifan bersihan
Peningkatan produksi
jalan nafas
sekret