Anda di halaman 1dari 16

PENDUGAAN DAMPAK LINGKUNGAN

OLEH :

Andi Amirudin
(A11114504)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2017
KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah subhanahu wa taala. Shalawat dan salam selalu
tercurahkan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Berkat limpahan rahmat-Nya
penyusun mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah
Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan 2.
Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi.
Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat
kerja sama kelompok kami dan berbagai literatur di media cetak maupun media massa.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang kinerja, peranan, dan
kedudukan usaha menengah terhadap perkonomian di berbagai negara. Makalah ini kami
sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi, referensi, dan berita.
Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan, baik itu yang datang dari diri
penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama
pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi
sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Universitas Hasanuddin. Saya sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan
jauh dari sempurna. Untuk itu, kritk dan saran sangat kami butuhkan untuk penyempurnaan
penulisan makalah berikutnya.

Makassar, 30 Maret 2017

Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar.............i
Daftar Isi...................ii
BAB I PENDAHULUAN.............1
1.1 Latar Belakang.....................1
1.2 Rumusan Masalah....................1
1.1 Tujuan Penulisan..........................1
i
BAB II PEMBAHASAN........................2
2.1 Pengertian Dampak Lingkungan............................2
2.2 Prinsip Dasar Pendugaan Dampak.............................................3
a. Pendugaan Keadaan Lingkungan Tanpa Proyek......................................................3
b. Pendugaan Keadaan Lingkungan dengan Proyek.....................................................5
2.3 Langkah-Langkah dalam Pendugaan Dampak...............................................................8
2.4 Hal-Hal Khusus dalam Pendugaan Dampak.................................................................9
a. Aspek Fisik dan Kimia....................................................................................9
b. Aspek Biologis...................................................................................................10
c. Aspek Sosial-Ekonomi.................................................................................10
d. Aspek Sosial-Budaya.....................................................................................11
2.5 Penyajian Dampak Lingkungan..................................................................................11
BAB III Penutup.....................................................................................................................12
Kesimpulan...................................12
DAFTAR PUSTAKA.............13

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Dalam studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Langkah prakiraan


dampak lingkungan merupakan langkah yang tersulit dari analisis mengenai dampak
lingkungan (AMDAL), karena teknik prakiraan tergantung pada kemajuan tiap ilmu yang
akan digunakan dan penguasaan dari tiap anggota tim dalam bidangnya. Oleh karena itu,
prakiraan dampak sering disebut sebagai fase kritis dan merupakan ciri khas yang
membedakan dokumen AMDAL dari dokumen hasil penelitian lainnya.
Prakiraan dampak adalah suatu proses untuk menduga atau memperkirakan respon atau
perubahan suatu parameter lingkungan tertentu akibat adanya kegiatan tertentu, pada
perspektif ruang dan waktu tertentu.
Dampak pada hakekatnya merupakan proses lebih lanjut yang terjadi setelah ada
pengaruh dari suatu kegiatan. Jadi sasaran memprakirakan atau menduga dampak adalah
mencari besar dampak terhadap setiap komponen lingkungan. Misalnya air limbah buangan
pabrik, akan mempengaruhi kulitas air dan menimbulkan dampak pada perairan dan akan
berdampak pula terhadap kondisi ekonomi masyarakat nelayan. Dampak terhadap lingkungan
tersebut berpengaruh pada kesejahteraan dan kesehatan manusia. Berdasarkan pernyataan
tersebut maka penulis mengambil judul Pendugaan Dampak Lingkungab
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian prakiraan dampak?
2. Bagaimana prinsip prakiraan dampak?
3. Bagaimana metode prakiraan dampak?
4. Apa saja hal-hal khusus dalam prakiraan dmpak?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk menjelaskan pengertian prakiraan dampak.
2. Untuk menjelaskan prinsip prakiraan dampak.
3. Untuk menjelaskaan metode prakiraan dampak.
4. Untuk menjelaskan hal-hal yang khusus dalam prakiraan dampak.

1
BAB II
PEMBAHASAN.
2.1 Pengertian Dampak Lingkungan

Dampak lingkungan dapat diartikan sebagai perubahan yang dialami oleh suatu
komponen lingkungan tertentu pada ruang dan waktu tertentu sebagai akibat adanya kegiatan
tertentu. Kegiatan ini dapat bersifat alami, seperti letusan gunung merapi, gempa bumi,
semburan gas beracun dari kawah dan lain sebagainya, yang pada dasarnya mengakibatkan
perubahan yang cukup mendasar pada lingkungan disekitarnya. Kegiatan yang menimbulkan
dampak juga dapat disebabkan oleh kegiatan manusia, seperti misalnya pembangunan
industri pupuk, pembangunan waduk, atau pembangunan pemukiman transmigrasi.

Dalam proses AMDAL dampak lingkungan yang dikaji adalah dampak lingkungan
yang akan timbul akibat adanya kegiatan yang direncanakan oleh manusia, yang dalam hal ini
sering diistilahkan sebagai (proyek) pembangunan. Di dalam analisis dampak lingkungan
dikenal dua jenis pengertian atau batasan tentang dampak lingkungan, yakni (Soemarwoto,
1988):

a. Dampak (proyek) pembangunan terhadap lingkungan adalah perbedaan antara kondisi


lingkungan sebelum ada proyek dan yang diprakirakan akan terjadi setelah ada (proyek)
pembangunan,

b. Dampak pembangunan terhadap lingkungan adalah perbedaan antara kondisi lingkungan


yang diprakirakan akan terjadi tanpa adanya (proyek) pembangunan dan yang diprakirakan
akan terjadi dengan adanya (proyek) pembangunan tersebut.

Secara umum dampak lingkungan dikategorikan atas dampak primer dan dampak
sekunder. Dampak primer umumnya timbul sebagai akibat adanya pengunaan bahan
baku/input produksi dan atau kegiatan konstruksi suatu proyek. Sedang dampak sekunder
umumnya timbul sebagai akibat adanya proses atau produk (product) dari rencana kegiatan.
Dampak primer umumnya relatif lebih mudah diukur, sedang dampak sekunder lebih sulit.
padahal umumnya dampak sekunder inilah yang sering lebih nyata (signifi cant)
dibandingkan dengan dampak primer. Sebagai contoh, dampak primer suatu kegiatan adalah
perubahan komposisi jenis vegetasi, namun dampak sekundernya jenis satwa liar.

2
2.2 Prinsip Dasar Pendugaan Dampak

Dalam pengukuran dampak lingkungan yang akan terjadi dimasa yang akan datang,
besarnya akan banyak ditentukan oteh waktu atau lamanya dampak terjadi. Perlu diperjelas untuk
waktu kapan atau jangka waktu beberapa lama dampak tersebut akan diduga. Untuk waktu yang
berbeda tentu dampaknya akan berbeda besarnya. Misatnya dampak pada waktu 5 tahun, 10
tahun, 20 tahun, 50 tahun yang akan datang atau sering digunakan istilah jangka pendek dan
jangka panjang, tentu hasilnya akan berbeda.

Disebutkan bahwa arti dari dampak lingkungan adatah selisih antara keadaan lingkungan
tanpa proyek dengan keadaan lingkungan dengan proyek. Secara sederhana pengertian tersebut
dapat digambarkan dalam grafik pada Gambar 11.1. Sehingga pendugaan sebenarnya harus
dilakukan dua kali , yaitu :

a. Pendugaan keadaan lingkungan tanpa proyek;


b. Pendugaan keadaan lingkungan dengan proyek;

a. Pendugaan Keadaan Lingkungan tanpa proyek

Pendugaan keadaan lingkungan tanpa proyek di masa yang akan datang dilakukan
berdasarkan keadaan lingkungan saat penelitian. Keadaan lingkungan saat penelitian atau studi
disebut sebagai Rona Lingkungan Awal atau Environmental baseline atau Environmental setting.

Pendugaan keadaan lingkungan di masa yang datang ini bukan pekerjaan mudah.
Disamping memerlukan keahlian yang tinggi juga banyak faktor lingkungan yang harus diketahui
karena dalam pendugaan ini harus memenuhi dinamika dari lingkungan tempat studi. Alat yang
dapat membantu mempermudah pendugaan adalah informasi mengenai sejarah atau
3
kecenderungan perkembangan lingkungan di daerah tersebut. Sehingga perlu mengumpulkan data
dan informasi keadaan lingkungan pada waktu-waktu yang lalu secara lengkap (data runtunan) di
semua aspek (fisika-kimia, biologi dan sosial-ekonomi). Kemudian dengan teknik yang lebih
sederhana dari sejarah perkembangan atau bentuk dari dinamika lingkungan ditakukan
ekstrapolasi atau mengembangkan ke masa yang akan datang. Pendugaan untuk jangka waktu
makin lama atau makin panjang akan makin sulit atau makin terbuka lebih banyak kesalahan
yang lebih besar. Makin dekat atau jangka pendek kesalahan akan makin dapat diperkecil,
sedangkan peraturan Amdal sering menuntut informasi tentang dampak jangka pendek dan jangka
panjang.

Untuk keadaan lingkungan yang belum banyak digunakan manusia dan tidak ada atau
sedikit rencana pengubahan lingkungan di masa-masa yang akan datang maka pendugaan relatif
lebih mudah. Tetapi daerah yang sudah berkembang dan untuk waktu dekat dan waktu lama
sudah banyak rencana pembangunan lain, maka makin sulit melakukan pendugaan dan makin
banyak memungkinkan membuat kesalahan. Apabila diharapkan pendugaan medetail untuk
jangka panjang akan tidak mudah, kecuati kalau pendugaannya bersifat garis besar saja.

Secara umum dan garis besar perkembangan keadaan atau kualitas lingkungan tanpa
proyek secara hipotesis dapat disajikan pada Gambar 11.2.

4
b. Pendugaan Keadaan Lingkungan dengan Proyek

Untuk mempermudah gambaran dampak suatu proyek pada lingkungan, dapat diambil
keadaan lingkungan yang relatif stabil tanpa banyak perubahan dari waktu ke waktu, sehingga secara
hipotesis akan terjadi keadaan gambar 19

5
Keadaaan lingkungan yang semakin merosot setelah dibangun proyrk pada waktu (t)

Keadaaan lingkungan yang semakin baik baik setelah dibangun proyek pada waktu (t)

Keadaan lingkungan yang relatif tidak berubah sekalipun dibangun proyek paada waktu t

6
Gambaran hipotesis tersebut tampak sederhana , sebenarnya dalam kenyataanya lebih
kompleks. Misalnya ada proyek yang pada jangka pendek memberikan dampak negatif atau hampir
tak berubah tetapi dalam jangka panjang memberikan dampak positif yang besar atau keadaan yang
sebaliknya. Kenyataan ini dapat dilihat dalam proyek rehabilitasi seperti proyek penghijauan dan
proyek rehabilitasi seperti proyek penghijauan dan proyek reboisasi, sehingga grafiknya menjadi
sebagai berikut

7
2.3 Langkah-langkah dalam pendugaan dampak

Secari garis besar langkah-langkah dalam pendugaan dampak lingkungan untuk aspek fisik-
kimia, biologis, sosia ekonomi dan sosial budaya adalah sama Tetapi detail dari tiap langkah berbeda
atau hal-hal yang khusus untuk tiap aspek karena adanya ciri-ciri khusus yang dimiliki tiap aspek.
Secara sistematis langkah-langkah tersebut dapat disajikan dalam skema gambar 25

Secara garis besar langkah-langkah dalam pendugaan dampak lingkungan adalah

a. Menetapkan komponen-komponen lingkungan yang diduga akan terkena dampak. Dalam


langkah ini banyak hal khusus yang perlu diperhatikan yang dimiliki tiap kelompok
komponen-komponen atau aspek lingkungan. Dalam identifikasi komponen-komponen apa
yang akan terkenal dampak dan aktivitas dari proyek yang mana yang akan menyebabkan
timbunya proyek dengan menggunakan berbagai metodolgi Amdal, misalnya matriks
interaksi atau skema aliran dampak, dan lain sebagainya.

b. Langkah kedua menghitung besar dari dampak yang kan terjadi, sehingga dapat disajikan
secara kuantitatif. Apabila tidak mungkin disajikan secara kuanitatif dapat pula secara secara
kualitatif. Dampak yang akan terjadi dapat disajikan secara skala kecil atau skala dalam
lingkup sempit dan skala besar atau skala dalam lingkup yang luas. Perhitungan ini dapat
dibantu dengan berbagai model matematika yang banyak diciptakan orang. Tetapi untuk
bidang biologi,sosio ekonomi dan sosio budaya sering belum dimiliki bentuk model

8
matematika, sehingga sering hanya mempercayakan keada profesional judgement dari
anggota tim yang membidanginya

c. Langkah ketiga adalah evaluasi atau analisis serta pembahasan dari dampak kelompok-
kelompok yang akan menjadikan bentuk yang mendekati pendugaan dampak lingkungan.
Dalam langkah ini anggota tim menggunakan ilmu pengetahuan yang ada dan keahlian yang
dimilikinya untu melakukan evaluasi atau dampak komponen-komponen.

d. Langkah terakhir adalah menyusun strategi-strategi yang akan diusulkan untuk


menngendalikan dampak negatif dan meningkatkan dampak positif serta rencana
pemantauanya

2.4 Hal-hal Khusus dalam Pendugaan Dampak

a. Aspek fisika dan kimia


Hal hal khusus tersebut dapat disusun sebagai berikut:

a. Dalam melakukan identifikasi bahan pencemaran, maka perlu dikrtahui sumber dan macam
pencemaran dari tiap aktifasi proyek.

b. Setiap macam bahan pencemaran yang dikeluarkan dari proyek harus dicari pada sumber-
sumber lain di luar proyek yang telah mengeluarkan bahan yang sama dan juga jumlahnya.

c. Mentukan keadaan komponen lingkungan yang akan terkena bahan pencemar tersebut

d. Mempelajari pola penyebaran dari bahan pencemar yang dikeluarkan proyek. Untuk dapat
mengetahui hal tersebut perlu diketahui data metodologi, hidrologi, dan hal-hal lain yang
menunjang penyebarannya

e. Membandingkan dan membahas hasil perhitungan dampak dengan baku mutu yang berlajku

f. Menghitung besarnya dampak dengan menggunakan berbagai model matematika . Untuk


aspek fisik dan kimia seperti air,udara, kebisiingan sudah banyak diciptakan orang.
Perhitungan dalam skala yang luas diarahkan pada keadaan ambien, misalnya berapa persen
dari proses ikut memperburuk keadaan dan memperburuknya pada komponen atau parameter.
Perlu dipertumbangkan bahwa tiap unsur atau parameter di alam mempunyai nilai akibat
yang berbeda terhadap besarnya pencemar yang diterima. Hal tersebut diantaranya tergantung
pada.

1. Parameter yang keadaannya sudah sama dengan ambang batas baku mutu

2. Parameter yang keadaannya sudah dekat dengan ambang batas baku mutu

3. Parameter yang keadaannya masih jauh dari ambang batas baku mutu. Penambahan
pencemar dari parameter yang sudah sama dan yang sudah dekat dengan amba ng batas
akan sangat berbahaya. Perhitungan dampak dalam skala yang keras ditunjukkan pada
konsenterasi dari pencemar di lingkungan dan juga penyebarannya

9
b. Aspek biologis
Hal- hal khusus yang perlu diperhatikan adalah:

a. Dampak pada spesies langka, spesies pada ikan yang punah, dan yang dilindungi oleh
undang-undang.

b. Pada lingkungan buatan perlu diketahui pola pengelolaan yang dilakukan dan apabila
mungkin pola pengolaan secara historis

c. Karena tiap kehidupan di alam selalu membentuk masyarakat maka perlu diketahui bentuk
ekosistem, tipe-tipe vegetasi dan suksesi-suksesi alam yang sedang terjadi

d. Dampak pada aspek biologis banyak terjadi melalui dampak tidak langsung dari proyek di
samping dampak langsung. Maka perlu diperhatikan timbulnya dampak tidak langsung.
Misalnya perubahan tataaguna tanah, perubahan permukiman, perubahan mata pencaharian
dan lain sebagainya

e. Penggunaan model matematika untuk beberapa halpun telah dapat dilakukan.

c. Aspek sosial-ekonomi
Hal- hal khusus yang diperlukan diperhatikan adalah:

a. Dalam masyarakat sering terdapat hal-hal yang merupakan masalah yang kritis dan sensitive
bagi masyarakat setempat, dan hal-hal tersebut akan berbeda di tempat lain.Hal-hal tersebut
harus diketahui karena dampak yang akan terjadi pada hal yang kritis dan sensitif akan selalu
berdampak besar

b. Komponen-komponen dalam aspek ini perlu dikategorikan keadaannya ke dalam keadaan


yang baik, marginal dan kritis. Perhatian dampak pada komponen yang berbeda
keadaaannnya akan berbeda

c. Dampak tidak langsung juga dapat besar pada aspek sosio-ekonomi baik yang akan datang
dari aspek fisik,biologi maupun sosial-budaya, sehingga perlu pendugaan dampak tak
langsung yang cermat

d. Dampak yang perlu diperhatikan adalah yang terjadi berurutan. Misalnya, meningkatkan
pendapatan akan menimbulkan peningkatan gizi makanan, kemudian akan meningkatkan
kesehatan dan juga meningkatkan permintaan akan barang, pendidikan dan jasa lainnya.
Dampak pada satu komponen sosial-ekonomi juga dapat menimbulkan dampak pada
hubungan antara manusia sehingga dapat menimbulkan perpindahan mata pencaharian,
perpindahan tempat pemukiman,mobilitas dan lain sebagainya

e. Pada aspek sosial-ekonomi belum banyak model matematika yang dapat digunakan untuk
Amdal. Amdal. Apabila tidak dimungkinkan menyajikan dalam kuantitatif, dapat dilakukan
dalam bentuk deskriptif

d. Aspek social- budaya


Hal hal yang perlu diperhatikan pada aspek ini adalah

1.2 Melakukan identifikasi kebudayaan yang ada.


10
2.2 Menentukan nilai- nilai budaya yang mempunyai arti penting dari sudut local, nasional dan
internasional

3.2 Nilai-nilai yang perlu dipertahankan dari sudut arkeologi, geologi, ilmu pengetahuan dan lain
sebagainya

4.2 Nilai-nilai yang unik dari sudut ekologi,geologi, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya

5.2 Ancaman pada nilai-nilai peninggalan tersebut biasanya karena dihancurkan, rusak,
kebanjiran, atau tenggelam.

6.2 Nilai-nilai budaya yang ada dalam masyarakat yang tidak terlihat sering terkena dampak
yang pertama sebelum dampak lain terjadi, dan karena sulit untuk melihat dan menduga
sering anggota tim melupakan, misalnya: adat-istiadat, kepercayaan, hubungan di dalam
keluarga atau masyarakat dan perilaku lainnya

7.2 Apabila ada saran dalam pengendalian dampak negatif pada suatu peninggalan yang
mempunyai nilai budaya sebaiknya diberikan penilaian mengenai besarnya biaya

2.5 Penyajian Dampak Lingkungan

Dampak lingkungan dalm laporan haruslah disajikan sedemikian jelas dan tersusun dengan baik
sehingga yang mengevaluasi cepat mendapat gambaran dari dampak yang akan timbul dan
bagaimana sifat dari dampak tersebut. Cara penyajian yang penting tersebut adalah sebagai berikut

1) Dampak tiap komponen lingkungan


Tiap dampak yang terjadi pada tiap komponen lingkungan dan juga dampak pada proyek
haruslah dibahas satu persatu dengan pembahasan yang cukup mendetail secara kuantitatif atau
kualitatif.Meliputi uraian mengenai dampak langsung dan tak langsung. Usaha-usaha
menghindari danm mengurangi dampak pun perlu dibahas, termasuk usaha-usaha untuk
meningkatkan dampak positif

2) Membuat pembahasan dampak lingkungan


Dibuat secara komprehensif dari dampak tiap komponen, sehingga dapat memberikan gambaran
yang lebih komprehensif., mengingat adanya dampak langsung dan tidak langsung dan hubungan
yang tak terpisahkan antara komponen-komponen lingkungan

3) Memisahkan dampak yang terjadi dalam perbedaan kurun waktu yang dapat dibagi ke dalam:

a) Dampak sementara (yang terjadi waktu fase pembangunan dan setelah fase pembangunan
selesai dan dampak tersebut berhenti)

b) Dampak yang terjadi pada periode waktu yang pendek (Short-term impact)

c) Dampak yang terjadi pada periode waktu yang panjang (long-term impact)

4) Dampak yang penting untuk dibahas khusus adalah dampak yang menyebabkan kerusakan yang
tidak dapat kembali.

11
Dampak pada komponen atau lingkungan yang tidak dapat sembuh kembali di masa yang
akan datang merupakan dampak yang sangat penting untuk dipertimbangkan dalam memberikan
izin pada proyek tersebut.

e. Sering pula disajikan khusus mengenai dampak negatif yang tidak dapat dihindari, sekalipun akan
diusahakan cara untuk mengurangi besarnya dampak.

BAB III

12
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Dampak lingkungan dapat diartikan sebagai perubahan yang dialami oleh suatu
komponen lingkungan tertentu pada ruang dan waktu tertentu sebagai akibat adanya kegiatan
tertentu. Pendugaan dampak adalah merupakan kegiatan tindak serta memberikan penilaian lanjut
dari identitas dampak lingkungan. Ada dua prinsip dalam pendugaan dampak yaitu pendugaan
dampak lingkungan tanpa proyek dan pendugaan dampak lingkungan dengan proyek.

Langkah-langkah dalam pendugaan dampak lingkungan yakni : (1) Menetapkan komponen-


komponen lingkungan yang diduga akan terkena dampak , (2) menghitung besar dari dampak yang
kan terjadi, (3) evaluasi atau analisis serta pembahasan dari dampak kelompok-kelompok yang
akan menjadikan bentuk yang mendekati pendugaan dampak lingkungan dan (4) strategi-strategi
yang akan diusulkan untuk menngendalikan dampak negatif dan meningkatkan dampak positif serta
rencana pemantauanya

DAFTAR PUSTAKA

Suratmo, F. Gunawan. 2004. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.


Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

13