Anda di halaman 1dari 1

B.

Pembekuan Darah

Pada percobaan pembekuaan darah ini tabung A, B, C diberi 2 ml darah oxalat. Pada
tabung A ditambah lagi dengan 2 tetes serum. Serum adalah komponen yang bukan berupa
sel darah dan bukan faktor koagulasi. Serum adalah darah tanpa fibrinogen, fibrinogen
menempati 4% alokasi protein dalam plasma dan merupakan faktor penting dalam proses
pembekuan darah. Serum mengandung trombin yang dapat mengubah fibrinogen menjadi
benang fibrin. Terdapat sisa-sisa Ca2+ dalam serum karena tidak semua kalsium habis
digunakan untuk membuat serum. Oleh karena itu, seharusnya akan terjadi pembekuan
darah pada tabung A. Namun, hasil yang didapatkan adalah darah pada tabng A mengental
dan tidak terjadi pembekuan darah. Hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh jumlah
oxalat yang berlebih. Oxalat disini berfunsi sebagai koagulan, apabila zat antikoagulan
melebihi plasma darah maka zat antikoagulan akan mengikat ion Ca2+ yang ada dalam darah
sehingga menyebabkan darah tidak bisa membeku walaupun sudah diberi serum. Faktor lain
yang kemungkinan dapat menyebabkan darah tidak dapat membeku adalah Ca2+ dalam
serum yang jumlahnya terbatas akibat digunakan untuk membentuk serum itu sendiri
sehingga proses pembekuan darah tersebut terhambat.

Tabung B ditambahkan 2 tetes larutan CaCl2 2% dan didapatkan hasil bahwa darah
pada tabung B mengalami pembekuan darah. Hal tersebut sesuai dengan teori karena ion-
ion Ca2+ dalam CaCl2 memungkinkan pembentukan trombin dari protrombin yang
meuyebabkan koagulasi darah.

Yang terkahir adalah tabung C. Darah pada tabung C tidak diberi perlakukan apapun
dan didapatkan hasil yaitu darah yang tidak membeku (tetap cair). Hal tersebut disebabkan
karena ion Ca2+ diikat oleh oxalat sehingga proses pembukaan darah terhambat.