Anda di halaman 1dari 12

HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN TERHADAP

PERSEPSI SAKIT PADA PENGGUNAAN ALAT


ORTODONTIK LEPASAN DI RSGMP KANDEA
UNIVERSITAS HASANUDDIN

SKRIPSI

A.Pratiwi Purnama Suci


J 111 08 141

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2011
Abstrak
Tujuan : Untuk mengetahui intensitas dan kualitas rasa sakit yang timbul pada
pasien yang melakukan perawatan dengan alat ortodonti lepasan, serta melihat
hubungan usia dan jenis kelamin dalam persepsi sakit pada perawatan dengan alat
ortodontik lepasan
Metode : Sejumlah 60 orang pasien diberikan kuisioner, 45 (75%) laki-laki dan 15
(25%) perempuan dengan tiga kelompok usia ; 11-15 tahun (17%), 16-20 tahun
(37%), 21-25 tahun (43%) dan 26-30 tahun (3%). Penelitian dilakukan dengan
mengukur tingkat persepsi rasa sakit pasien menggunakan metode Visual Analog
Scale (VAS).
Hasil : Dalam pengukuran intensitas persepsi sakit berdasarkan VAS dapat
diketahui bahwa intensitas sakit yang paling tinggi adalah setelah 1 24 jam
kontrol perawatan alat ortodontik lepasan, rasa sakit tersebut kemudian berangsur-
angsur menurun setelah 36 jam dan hilang setelah 84 jam kontrol perawatan. Dari
hasil uji chi-square didapatkan nilai P>0.05 artinya tidak terdapat hubungan antara
kelompok usia atau jenis kelamin dengan intensitas sakit setelah kontrol
perawatan dengan alat ortodontik lepasan.
Simpulan : dari 60 orang pasien yang dilakukan penelitian tidak diperoleh
hubungan antara usia dan jenis kelamin terhadap persepsi sakit pada perawatan
dengan alat ortodontik lepasan di RSGMP Kandea Universitas Hasanuddin.
Kata kunci : Rasa sakit; usia; jenis kelamin; VAS (Visual Analog Scale)
Abstract
Aim: To determine the intensity and quality of pain arising in patients who did
post-treatment with ortodonti tool, and see the relationship of age and gender in
the perception of pain in post-treatment with braces

Methods: A total of 60 patients given kuisioner, 45 (75%) male and 15 (25%)


women with three age groups: 11-15 years (17%), 16-20 years (37%), 21-25 years
(43%) and 26-30 years (3%). Research done by measuring the level of the
patient's perception of pain using the Visual Analogue Scale method (VAS).

Results: In the measurement of the perception of pain intensity on VAS can be


seen that the highest intensity of pain was after 1-24 hours post-braces treatment
control, the pain and then gradually decreased after 36 hours and disappeared after
84 hours the control treatment. From the experimental results obtained value of
chi-square P> 0.05 means there is no relationship between age or gender group
with pain intensity after control treatment with brace post.

Conclusion : of the 60 people patients who do research not obtained the


relationship between age and gender on the perception of pain in post-treatment
with braces in RSGMP Kandea Hasanuddin University.

Keywords: pain; age; gender VAS (Visual Analog Scale)


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Penampilan telah menjadi salah satu faktor interaksi sosial yang sangat

penting. Dalam kehidupan manusia modern penampilan luar yang menarik dapat

memberikan kepercayaan diri pada seseorang. Orang dengan penampilan luar

yang menarik mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan

keterampilan interaksi sosial dibandingkan orang yang tidak menarik.1

Bentuk wajah dan profil adalah bagian tubuh yang paling individual karena

dapat menunjukkan identitas fisik seseorang dan mempengaruhi penampilan

seseorang. Keadaan gigi-geligi, terutama gigi anterior juga berperan dalam

mempengaruhi daya tarik atau estetik wajah. Jika posisi atau keadaan gigi-geligi

anterior kurang baik atau tidak beraturan, daya tarik wajah akan berkurang pula.1

Perawatan ortodontik adalah suatu upaya untuk memberikan bimbingan,

pengawasan serta mengadakan perbaikan terhadap kelainan struktur dentofasial,

hubungan gigi terhadap gigi maupun hubungan gigi terhadap tulang wajah.

Perubahan-perubahan tersebut dapat dicapai dengan gaya biomekanis yang

berasal dari alat ortodontik untuk merangsang dan mengarahkan pertumbuhan dan

perkembangan komplek kreniofasial.2

Perawatan ortodontik melibatkan penggunaan dan pengontrolan gaya atau

tekanan yang bekerja pada gigi-geligi serta struktur di sekitarnya. Alat ortodontik
akan bereaksi pada struktur biologi pada gigi, membran periodontal dan tulang

alveolar, yang masing-masing akan menerima pengaturan dari gaya tersebut

berdasarkan sifat-sifat karakteristik dan fisiologinya. Tulang secara selektif

bergeser di beberapa area tulang dan juga bertambah di area lain. Hal ini

menyebabkan gigi bergerak seiring dengan migrasi soket gigi.2

Rasa sakit selalu menyertai perawatan ortodontik. Semua prosedur perawatan

ortodontik seperti pemakaian separator, penempatan kawat dan aktivasinya,

penggunaan gaya ortopedik, dan pelepasan braket menyebabkan rasa sakit pasien.

Alat cekat menimbulkan rasa sakit lebih besar dibanding alat lepasan atau alat

fungsional. Berbagai pengalaman ketidaknyamanan digambarkan pasien sebagai

rasa tekanan, tarikan maupun rasa sakit pada gigi.3 Pasien tidak dapat mengelak

berbagai tingkat rasa sakit dan ketidaknyamanan selama proses perawatan dan

tidak sedikit walau dalam jumlah yang signifikan pasien tidak melanjutkan

perawatan.4 Rasa sakit merupakan faktor kunci yang mengecilkan hati pasien

dalam mencari perawatan ortodontik.5

Perawatan dengan menggunakan alat ortodontik cekat bisa meliputi kasus

yang sangat luas, dan juga memberikan hasil akhir yang lebih cepat dibandingkan

dengan alat ortodonti lepasan. Alat ortodontik cekat mempunyai kelebihan-

kelebihan, tetapi dapat memberikan efek samping, salah satunya adalah rasa sakit

yang akan timbul setelah pemasangan alat.6

Rasa sakit merupakan suatu respon subyektif. Hal ini tergantung pada faktor-

faktor antara lain usia, jenis kelamin, ambang rasa sakit individual, besar gaya

yang digunakan, keadaan emosional dan stres, perbedaan kultural dan pengalaman
sebelumnya. Respon rasa sakit dipengaruhi faktor-faktor psikologi, emosional,

minat dan pengertian yang akan memodifikasi sensasi dan mempengaruhi ambang

rasa sakit. 7

Menurut Krishnan V yang dikutip dari Bergius M, terdapat berbagai penelitian

yang menunjukkan adanya pengaruh usia dan jenis kelamin terhadap persepsi rasa

sakit dalam perawatan ortodontik, diantaranya menyatakan bahwa perempuan

lebih rapuh dan sensitif terhadap rasa sakit, sedangkan laki-laki dapat lebih

menahan dan tolerir pada rasa sakit. Namun peneliti lain menyatakan tidak

terdapat perbedaan pada perempuan maupun laki-laki dalam persepsi rasa sakit

yang dikutip dari Ingersoll BD oleh Krishnan V. 8

Pada penelitian yang serupa menurut Krishnan V yang dikutip dari Brown DF,

Moerenhout RG yang membandingkan persepsi rasa sakit pada pra-remaja,

remaja dan dewasa, diperoleh hasil usia remaja memiliki tingkat yang tertinggi

dibandingkan usia pra-remaja dan dewasa, namun berbeda dengan penelitian oleh

Ngan et al yang dikutip oleh Krishnan V sebelumnya, tidak terdapat perbedaan

yang signifikan pada persepsi rasa sakit antara remaja dan dewasa.8

Perawatan ortodontik menimbulkan rasa sakit. Banyak faktor mempengaruhi

keparah rasa sakit yang dialami sesorang dan besarnya rasa sakit yang dikatakan

oleh pasien. Pendekatan murni secara biologis, anatomi, psikologis maupun

fisiologis terhadap persepsi rasa sakit dianggap kurang memuaskan. Besarnya

trauma tidak berhubungan erat dengan besarnya ras sakit yang dialami.

Kemampuan individu dalam menoleransi trauma yang dialami berperan dalam

menentukan banyaknya ketidaknyamanan yang dialami. Sebaliknya pasien yang


cemas lebih sensitif terhadap rasa sakit. Pasien fobi memiliki ambang rasa sakit

28% di bawah pasien non fobi.9

Pengukuran terhadap persepsi rasa sakit yang banyak diteliti adalah pada awal

perawatan ortodontik yang dimulai dengan pemasangan archwire dalam

perawatan dengan alat ortodontik cekat, namun dalam penelitian kali ini peneliti

bermaksud untuk mengukur persepsi rasa sakit dalam perawatan dengan alat

ortodontik lepasan yang dihubungkan dengan variabel usia serta jenis kelamin.

Adapun variabel yang dipilih semata karena keingintahuan peneliti akan

hubungannya dengan respon sakit yang variatif pada setiap perawatan ortodontik

yang dilakukan oleh tiap pasien.

Hal-hal tersebut yang telah diterangkan menjadi latar belakang untuk

dilakukan pengumpulan berbagai kepustakaan untuk dilakukan pengumpulan

berbagai kepustaakaan dan kemudian dilakukan penelitian mengenai rasa sakit

pada perawatan ortodontik dengan alat ortodontik lepasan, agar dapat lebih

memahami langkah-langkah yang perlu dipersiapkan, dipertimbangkan serta

diperhatikan sebelum dan selama perawatan ortodontik.

1.2 RUMUSAN MASALAH

Dari penjelasan sebelumnya, maka menimbulkan pertanyaan ; apakah terdapat

hubungan antara usia dan jenis kelamin terhadap persepsi rasa sakit pada

penggunaan alat ortodontik cekat?


1.3 TUJUAN PENELITIAN

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui intensitas dan

kualitas rasa sakit yang timbul pada pasien yang melakukan perawatan dengan

alat ortodonti lepasan, serta melihat hubungan usia dan jenis kelamin dalam

persepsi sakit pada perawatan dengan alat ortodontik lepasan.

1.4 HIPOTESA PENELITIAN

Terdapat hubungan antara usia dan jenis kelamin terhadap persepsi sakit pada

perawatan dengan alat ortodontik lepasan.

1.5 KEGUNAAN PENELITIAN

Kegunaan yang dapat diperoleh dari penelitian yang dilakukan adalah sebagai

berikut:

1.5.1 Kegunaan Ilmiah

A. Memberikan informasi tentang cara mengukur persepsi sakit pada

perawatan ortodontik lepasan

B. Memberikan informasi mengenai mekanisme persepsi sakit yang

dipengaruhi oleh faktor usia dan jenis kelamin pada perawatan

ortodontik dengan alat ortodontik lepasan di bagian Ortodontik RSGMP

Kandea.
1.5.2 Kegunaan Praktis

Sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan pengembangan klinik

bagian Ortodontik RSGMP Kandea Universitas Hasanuddin.

1.6 DEFINISI ISTILAH

VAS (Visual Analog Scale)


BAB VI

PENUTUP

6.1 KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa ternyata

tidak terdapat hubungan antara usia dan jenis kelamin terhadap persepsi sakit

pada perawatan dengan alat ortodontik lepasan di RSGMP Kandea

Universitas Hasanuddin. Dimana sampel yang diperoleh adalah 15 orang laki-

laki dan 45 orang perempuan dengan usia bervariasi pula. Untuk persepsi

sakit yang dirasakan tiap-tiap sampel juga berbeda, namun berdasarkan hasil

uji statistik diperoleh ; sampel berjenis kelamin laki-laki lebih sensitif

terhadap rasa sakit dibandingkan dengan sampel berjenis kelamin perempuan.

Sedangkan untuk kelompok usia yang memiliki tingkat persepsi sakit yang

lebih tinggi adalah sampel dengan kelompok usia 21 25 tahun setelah 1 24

jam, sedangkan setelah 36 jam sampel dengan kelompok usia 11 -15 tahun

jauh lebih sensitif terhadap rasa sakit yang dialaminya.

Dari hasil yang telah diperoleh tersebut dapat diketahui bahwa ternyata

usia dan jenis kelamin tidak memiliki hubungan terhadap persepsi sakit pada

perawatan dengan alat ortodontik lepasan yang dapat dipengaruhi oleh

berbagai faktor, seperti ; sampel yang kurang bisa menganalisa intensitas


persepsi sakit yang dirasakannya atau kurang seriusnya sampel dalam mengisi

kuisioner hingga hasil yang didapatkan berbanding terbalik dengan tinjauan

kepustakaan yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya.

Meskipun demikian dapat dijadikan pelajaran dalam sebuah penelitian,

bahwa usia dan jenis kelamin tidak selamanya menjadi faktor yang benar-

benar mempengaruhi suatu tindakan perawatan terhadap gigi dan mulut. Hal

tersebut juga masih dapat ditunjang oleh faktor lain yang juga perlu

diperhatikan dalam proses terapi yang diberikan. Untuk itu penelitian lebih

lanjut dapat dilakukan terkait dengan pengembangan pengetahuan dan

keilmuan dalam bidang kesehatan gigi dan mulut secara umum dan perawatan

ortodontik secara khusus, sehingga tidak hanya keinginan bagi pasien saja

yang dapat dipenuhi namun juga keberhasilan bagi ortodontis yang

menanganinya.
Identitas Wisudawan

Nama : Andi Pratiwi Purnama Suci

NIM : J11108141

Fakultas : Kedokteran Gigi

Prodi/Bagian : Pendidikan Dokter Gigi

E-mail : Nowntia@yahoo.com