Anda di halaman 1dari 6

PENANGANAN RABIES

No. : SOP/ /PKM-


Dokumen MK/2017
No. Revisi : 00
SOP
Tanggal : 2017
Terbit
Halaman : 1/2

PUSKESMAS Djeni Septyan Viktor Madoli, SKM


MEKO Nip. 19790130 200604 1 012

1. Pengertian Rabies (penyakit anjing gila) adalah penyakit infeksi akut pada susunan saraf
pusat yang disebabkan oleh virus rabies, dan ditularkan melalui gigitan hewan
penular rabies terutama anjing, kucing dan kera.Luka gigitan hewan penular
rabies adalah luka yang disebabkan oleh gigitan hewan yang dicurigai dapat
berpotensi menularkan virus rabies
2. Tujuan - Mencegah penularan virus rabies, serta mengurangi resiko infeksi virus
rabies
- Menanggulangi penularan virus rabies dari hewan ke manusia
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas no.tentang Penyelenggaraan Program
4. Referensi - Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas tahun 2007
- Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI Situasi dan Analisis
Rabies tahun 2014
5. Prosedur Alat :
1. Kran dengan air bersih yang mengalir
2. Kasa steril
3. Sarung tangan bersih
4. Needle dan spuit 1 cc
5. Kapas alkohol
6. Sabun
7. Pinset sirugik dan anatomis
8. Gunting jaringan
9. Gunting perban
10. Cairan antiseptik
11. Kom
12. Bengkok
13. Vaksin anti rabies
14. Serum anti rabies jika tersedia
15. Plaster
16. Cairan steril atau NaCl
17. Salep antibiotik atau sufratul
Perawatan luka gigitan :
6. Langkah-
1. Jelaskan prosedur pembersihan luka pada pasien dan aspek yang perlu
Langkah
dinilai dalam mempertimbangkan pemberian suntikan VAR atau SAR,
beri pengertian sejak awal mengenai perlu atau tidaknya pemberian
VAR dan SAR. Cari pemiliki hewan yang dicurigai penular rabies (jika
ada) dan amati apakah anjing meninggal atau menunjukan gejala
infeksi rabies jangka waktu 2 minggu setelah gigitan.
2. Minta persetujuan menangani luka pada pasien dan atau keluarga
3. Siapkan alat dan bahan
4. Cuci tangan dan kenakan sarung tangan bersih
5. Bebaskan area sekitar luka dari pakaian yang menghalangi
6. Cuci luka gigitan hewan tersangka rabies dengan air (sebaiknya air
yang mengalir), dengan sabun atau detergent selama 10 15 menit, bila
perlu gunakan kasa untuk membantu membersihkan.
7. Keringkan luka dengan kasa steril.
8. Ganti sarung tangan yang basah dengan sarung tangan bersih yang
baru.
9. Beri antiseptik (alkohol 70 %, betadine, obat merah dan lain-lain) pada
luka.
10. Nilai besarnya luka, usahakan membersihkan luka sebersih mungkin,
dengan menggunakan pinset, kasa dan cairan antiseptik. Luka gigitan
tidak dibenarkan untuk dijahit, kecuali jahitan situasi jika sangat
diperlukan dan hanya berupa jahitan situasonal.
11. Setelah luka sudah bersih, tutup dengan menggunakan sufratul atau
salep antibiotik, lalu tutup dengan kasa dan plaster.
12. Jika pasien membutuhkan suntikan VAR karena termasuk luka
beresiko infeksi dan anjing terbukti terinfeksi rabies maka selanjutnya
dilakukan prosedur penyuntikan VAR.
13. Jika pasien dinilai belum membutuhkan suntikan VAR/SAR maka
pasien dan hewan yang dicurigai diobservasi selama 2 minggu dari
gigitan atau dapat dikonfirmasi dengan dokter hewan setempat, jika
memungkinkan maka spesimen otak hewan dicurigai/penular rabies
dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Apabila hewan mati maka,
pasien harus mendapat suntikan VAR/SAR, sesuai dengan resiko yang
ada.
Prosedur penyuntikan VAR (dilakukan 2 orang)
1. Siapkan VAR (dalam hal ini VERORUB), kapas dan alkohol. Serta
sarung tangan bersih.
2. Jelaskan prosedur penyuntikan dan minta izin pada pasien dan atau
keluarga pasien, termasuk jelaskan jadwal suntikan kedua dan ketiga
dari VAR.
3. Petugas mencuci tangan dan mengenakan sarung tangan.
4. Bersihkan area deltoit kiri dan kanan pasien dengan kapas alkohol
secara memutar dari arah dalam ke luar.
5. Tunggu sebentar hingga alkohol kering
6. Dengan bantuan perawat kedua atau asisten suntikan VAR secara
bersamaan pada deltiot kanan dan kiri secara intra muscular. Dosis
untuk dengan 4 kali pemberian yaitu hari ke 0 (dua kali pemberian
sekaligus), hari ke 7 satu kali pemberian dan hari ke 21 satu kali
pemberian.
7. Tarik jarum suntik keluar, tekan daerah suntikan beberapa saat.
8. Tutup kembali spuit dan lepaskan needle dari spuit lalu, buang needle
dan spuit terpisah sesuai tempatnya pada sampah medis.
9. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan.
10. Tanyakan kondisi pasien dan catat tindakan.
11. Jika SAR juga tersedia dan pasien beresiko tinggi maka VAR dan SAR
dapat diberikan secara bersamaan, cara pemberiannya sama diatas.
Dosis untuk anak dan dewasa sama yaitu Dasar 0,5 ml dengan 4 kali
pemberian yaitu hari ke 0 (dua kali pemberian sekaligus), hari ke 7 satu
kali pemberian dan hari ke 21 satu kali pemberian. Ulangan 0,5 ml
pada anak dan dewasa pada hari ke 90.

12. Apabila pasien dinilai membutuhkan SAR namun tidak terdapat SAR
pasien dapat dirujuk ke pusat pelayanan kesehatan yang memiliki SAR,
setelah luka dirawat.
7. Bagan Alir Pemeriksaan fisik Minta Siapkan alat dan
Anamnesa untuk persetujuan bahan, cuci
pasien mengkonfirmasi pasien untuk tangan, kenakan
mengenai anamnesa dan membersihkan sarung tangan
luka gigitan, menilai luka serta luka dan jelaskan bersih, bebaskan
dan hewan tindakan yang prosedur luka
yang dibutuhkan pembersihan luka

Cuci luka dengan


Nilai luka Beri cairan Keringkan luka
air bersih yang
(besar dan antiseptik pada dengan kasa
mengalir dengan
luas, jumlah), luka dengan steril. Ganti
sabun 10-15
kasa, sarung tangan
menit
baru

Perlu
Lakukan
dijahit
? jahitan
situasion
(Usahak al

Jelaskan
observasi
Luka bersih, Jelaskan hewan
Apakah
berikan salep pada pasien dicurigai
hewan
antibiotik/ resiko luka penular
dapat
sufratul, tutup tinggi atau selama 2
ditangka
luka dengan rendah minggu
p/
kasa

Beri VAR/SAR Hewan


mati/
sesuai resiko
terbukti
luka tinggi
terinfek
dan rendah si

Resiko Resiko tinggi


Rawat luka sebagai
rendah luka biasa tanpa di-
beri VAR/SAR atau

Segera beri Segera beri


VAR VAR dan SAR Stop VAR jika hewan
terbukti sehat dan
luka resiko tinggi
Hewan resiko t
mati
/terbukti
ter-
Lanjutkan
infeksi
VAR
rabies?

Stop VAR
8. Unit terkait 1. Ruang Tindakan
9. Dokumen 1. Rekam Medis
terkait.
10. Rekaman No Yang di ubah Isi perubahan Tanggal mulai di
historis berlakukan
perubahan