Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, atas segala limpahan
Rahmat-Nya maka kami dapat menyelesaikan penyusunan Profil Laporan Program
Pengendalian Penyakit Tidak Menular UPTD Puskesmas Sukaraja Kecamatan
Sukaraja Kabupaten Sukabumi Tahun 2017
Profil Laporan Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular UPTD
Puskesmas Sukaraja Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi Tahun 2017 dibuat
sebagai bahan untuk mengetahui capaian program tahun 2017 dan untuk mengetahui
rencana intervensi dan pengembangan di UPTD Puskesmas Sukaraja Kecamatan
Sukaraja Kabupaten Sukabumi Tahun 2016.
Sejalan dengan regulasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah, bahwa
kesehatan masyarakat dianggap sebagai salah satu pilar utama untuk meningkatkan
daya saing dan kualitas hidup masyarakat, hal tersebut mengisyaratkan bahwa rakyat
yang sehat adalah kekuatan Negara dan bagian dari Ketahanan Nasional sehingga
mampu bersaing dengan Negara lain.Oleh karena itu, penyelenggaraan upaya
kesehatan yang komprehensif dalam bentuk upaya promotif, preventif, kuratif dan
rehabilitative adalah upaya strategis dalam rangka mewujudkan masyarakat yang
mandiri, mengerti dan mampu menanggulangi masalah kesehatan.
Selanjutnya kami sampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-
tingginya kepada semua pihak yang telah menyumbangkan pikiran dan tenaganya
dalam penyusunan laporan ini.
Harapan kami tidak lain adalah bahwa Profil Laporan Program Pengendalian
Penyakit Tidak Menular UPTD Puskesmas Sukaraja Kecamatan Sukaraja Kabupaten
Sukabumi Tahun 2017 dapat memberikan informasi yang penting bagi kita semua.
Amien

Sukabumi, Maret 2017


Pemegang Program PTM

Endar Setia Darmawan, AMK

1
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN VISI DAN MISI ..................................................................1

KATA PENGANTAR ..................................................................................................2

DAFTAR ISI ...............................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN...............................................................................................4

A. Latar Belakang.......................................................................................................4
B. Tujuan Pedoman....................................................................................................4
C. Sasaran Pedoman.................................................................................................4
D. Ruang Lingkup Pedoman .....................................................................................4
E. Batasan Operasional ............................................................................................5

BAB II STANDAR KETENAGAAN ............................................................................6

A. Kualifikasi Sumber Daya Manusia ........................................................................6


B. Distribusi Ketenagaan ...........................................................................................6
C. Jadwal Kegiatan ....................................................................................................6

BAB III STANDAR FASILITAS ...................................................................................7

A. Denah Ruang ........................................................................................................7


B. Standar Fasilitas ...................................................................................................7

BAB IV TATA LAKSANA PELAYANAN .....................................................................8

A. Lingkup Kegiatan ..................................................................................................8


B. Metode .................................................................................................................8
C. Langkah Kegiatan ................................................................................................8

BAB V LOGISTIK .....................................................................................................11

BAB VI KESELAMATAN SASARAN PASIEN ..........................................................12

BAB VII KESELAMATAN KERJA ............................................................................ 13

BAB VIII PENGENDALIAN MUTU ..........................................................................14

BAB IX PENUTUP ..................................................................................................15

2
BAB I
PENDAHULUAN

Puskesmas adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota


yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan di bidang kesehatan
dalam suatu wilayah kerja (Depkes RI, 2004). Sebagai unit pelaksana teknis Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota), Puskesmas berperan menyelenggarakan sebagian
dari tugas teknis operasional Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan merupakan unit
pelaksana tingkat pertama serta ujung tombak pembangunan kesehatan di
Indonesia, dengan fungsi sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan
kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat dan pusat pelayanan kesehatan
strata pertama.

Dalam rangka melaksanakan tiga fungsi Puskesmas tersebut dilakukan


upaya kegiatan pokok dan upaya kegiatan pengembangan. Upaya kegiatan pokok
terdiri dari Upaya promosi kesehatan, Upaya kesehatan lingkungan, Upaya
kesehatan ibu dan anak serta KB, Upaya perbaikan gizi masyarakat, Upaya
pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, Upaya pengobatan dan Upaya
perawatan kesehatan masyarakat. Upaya pengembangan dilakukan sesuai potensi
kemampuan sumber daya Puskesmas, dikembangkan Upaya kesehatan sekolah
dan Upaya kesehatan lansia dengan program inovatif yaitu program
penanggulangan sampah terpadu.

Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Wajib dan Pengembangan di


Puskesmas memerlukan suatu mekanisme pengaturan yang disebut dengan
Manajemen Puskesmas. Manajemen Puskesmas adalah rangkaian kegiatan yang
dilaksanakan secara sistematik untuk menghasilkan luaran yang efektif dan efesien.
(Depkes RI, 2004), 3 (Tiga) fungsi manajemen: Perencanan (P1), Pelaksanaan
dan Pengendalian (P2) dan Pengawasan dan Pengendalian (P3).

Saat ini, Indonesia menghadapi tiga beban penyakit dalam pembangunan


kesehatan, yaitu disatu pihak masih banyaknya penyakit infeksi yang harus

3
ditangani, penyakit menular baru dan penyakit menular yang sudah lama hilang
muncul kembali, sementara itu penyakit tidak menular (PTM) semakin meningkat.
PTM merupakan penyakit yang sering kali tidak terdeteksi karena tidak
bergejala dan tidak ada keluhan. Biasanya ditemukan dalam tahap lanjut sehingga
sulit disembuhkan dan berakhir dengan kecacatan atau kematian dini. Keadaan ini
menimbulkan beban pembiayaan yang besar bagi penderita, keluarga dan negara.
PTM ini dapat dicegah melalui pengendalian factor risiko, yaitu merokok,
kurang aktifitas fisik, diet yang tidak sehat, dan konsumsi alkohol. Peningkatan
kesadaran, dan kepedulian masyarakat terhadap factor risiko PTM sangat penting
dalam pengendalian PTM.
Untuk itu diperlukan pemberdayaan dan peran serta masyarakat yang
dikenal dengan pembinaan terpadu (Posbindu) PTM. Pelaksanaan Posbindu PTM
memerlukan pedoman sebagai acuan bagi para pemangku kepentingan maupun
pengelola program di berbagai tingkatan administrasi untuk memfasilitasi
terselenggaranya Posbindu PTM di masyarakat.

A. Tujuan Pedoman
1. Tujuan Umum
Penyusunan Profil Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PPTM)
ini mempunyai tujuan umum mendeskripsikan hasil kegiatan selama tahun 2017
di UPTD Puskesmas Sukaraja Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi.

2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui capaian program Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PPTM)
selama tahun 2017 di UPTD Puskesmas Sukaraja Kecamatan Sukaraja
Kabupaten Sukabumi
b. Mengetahui keberhasilan program Pengendalian Penyakit Tidak Menular
(PPTM) selama tahun 2017 di UPTD Puskesmas Sukaraja Kecamatan
Sukaraja Kabupaten Sukabumi
c. Mengetahui hubungan kausal antara masalah kesehatan dengan
determinasinya (faktor-faktor yang mempengaruhinya) di UPTD Puskesmas
Sukaraja Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi.

4
d. Mengetahui rencana intervensi program Pengendalian Penyakit Tidak Menular
(PPTM) di UPTD Puskesmas Sukaraja Kecamatan Sukaraja Kabupaten
Sukabumi tahun 2017

B. Sasaran Pedoman
Sasaran pedoman adalah petugas pemberi pelayanan Penyakit Tidak Menular
pada Usia 15 Tahun ke atas di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sukaraja.

C. Ruang Lingkup Pedoman


Ruang Lingkup pelayanan adalah input, proses dan output program Penyakit
Tidak Menular.

D. Batasan Operasional
1. Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas adalah
fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan
masyarakat dan upaya kesehatan perorangan tingkat pertama, dengan lebih
mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan
masyarakat setinggi-tingginya.
2. Program Penyakit Tidak Menular (PPTM) merupakan bagian dari program
Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P). Masyarakat yang berusia
diatas 15 Tahun adalah sasaran yang akan diperiksa di posbindu PTM.

5
BAB II
STANDAR KETENAGAAN

A. Kualifikasi Sumber Daya Manusia


Tenaga pelaksana yang melaksanakan program PTM adalah :
1. Perawat yang memiliki Surat Izin kerja di Puskesmas Sukaraja
2. Perawat yang memiliki Surat Izin Kerja di Puskesmas Sukaraja
3. Bidan yang memiliki Surat Izin Kerja di Puskesmas Sukaraja

B. Distribusi Ketenagaan
Pengaturan dan penjadwalan PTM di atur oleh penanggung jawab Program
Penyakit Tidak Menular (PTM).

C. Jadwal Kegiatan

6
BAB III
STANDAR FASILITAS

1. Ketersediaan Alat dan Bahan


a. Alat
Alat PTM KIT

b. Bahan
Masker
Handscoon

c. Ketersediaan Dokumen
1) Rencana Tahunan, Bulanan dan Harian
2) Kerangka Acuan Program
3) SOP
4) Form Pelayanan
5) Form Rujukan
6) Inform Consent

7
BAB IV
TATA LAKSANA PELAYANAN

A. Lingkup Kegiatan
Ruang lingkup Program Penyakit Tidak Menular dikembangkan yang terdiri dari:
1. Pelatihan Kader Posbindu PTM
2. Pelatihan Kader Posbindu PTM di sekolah

B. Metode
Penyelegaraan berdasarkan metoda pelaksanaan

a. Pelaksanaan mencakup perangkat kegiatan yang berupa pengumpulan data


dasar untuk keperluaan perencanaan operasional meliputi jumlah Sasaran Usia
15 Tahun Ke atas.
b. Posbindu PTM meliputi pemeriksaan Berat Bandan, Tinngi badan, Pemeriksaan
Lingka Perut, Pemeriksaan Paru- paru, pengukuran Lemak Perut dan
Pemeriksaan Lab dasar.
c. Pelatihan Kader Posbindu PTM
d. Pelatihan Kader Posbindu PTM di sekolah

C. Langkah Kegiatan
Langkah-langkah kegiatan yang dilaksanakan adalah :
1. Registrasi Pemberian Nomor kode/urut yang sama serta pencatatan ulang hasil
pengisian KMS FRPTM ke Buku Pencatatan oleh kader
2. Wawancara oleh kader
3. Pengukuran TB, BB, IMT Lingkar Perut, Analisa Lemak Tubuh
4. Pemeriksaan Gula darah, Kolesterol total danTrigliserida , APE,IVA, dan lain-
lain Tekanan darah,
5. Identifikasi faktor risiko PTM, Konseling/Edukasi, serta tindak lanjut lainnya

8
BAB V
LOGISTIK
Kebutuhan dana dan logistik untuk melaksanakan kegiatan pelayanan Posbindu
PTM direncanakan dalam loka karya mini sesuai dengan tahapan kegiatan yang
akan dilaksanakan. Kemudian setiap bulannya melaksanakan pelaporan dan
permintaan bahan-bahan medis yang digunakan dalam melaksanakan
pelayanan Posbindu PTMr, sedangkan permintaan dan pelaporan bahan
penunjang medis ke Bendahara Operasional Puskesmas.

9
BAB VI
KESELAMATAN SASARAN KEGIATAN

Keselamatan pasien puskesmas adalah suatu sistem dimana puskesmas


membuat asuhan pasien lebih aman yang meliputi asesmen resiko, identifikasi dan
pengelolaan hal yang berhubungan dengan resiko pasien, pelaporan dan analisis
insiden, belajar dari insiden dan tindak lanjut selanjutnya. Dalam upaya menjaga
keselamatan pasien Posbindu PTM, maka dilakukan Faillure Mode Effect Analisys
untuk mengidentifikasi resiko klinis yang mungkin dapat terjadi seperti Kejadian
Potensi Cedera (KPC) dan Kejadian Nyaris Cedera (KNC) yang selanjutnya dicari
kemungkinan penyebab dan ditindaklanjuti. Dan ketika resiko sudah terjadi seperti
Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) dan Kejadian Tidak Cedera (KTC) maka dilakukan
proses Root Cause Analysis untuk segera memperbaiki dan menindaklanjuti kejadian.

A. Failure Mode Effect Effcet Analysis (FMEA)


1. Identifikasi Kejadian Potensi Cedera dan Kejadian Nyaris Cedera
a. Pasien yang masuk tidak sesuai dengan identitas di rekam medis
b. Perbedaan Pemahaman pasien dengan petugas saat melakukan tindakan
Posbindu PTM
c. Pemberian obat yang malah dapat memperburuk kondisi pasien
d. Pasien mengalami infeksi nosokomial
2. Penggradingan Kejadian Potensi Cedera dan Kejadian Nyaris Cedera
3. Setelah didapat level potensi yang paling tinggi menimbulkan resiko, rencanakan
tindakan supaya Kejadian Potensi Cedera dan Kejadian Nyaris Cedera tidak
terjadi.

B. Root Cause Analysis (RCA)


1. Identifikasi pasien yang mengalami Kejadian Tidak Diharapkan dan Kejadian
Tidak Cedera
2. Cari kemungkinan penyebab masalahnya
3. Tentukan alternatif-alternatif penyelesaian masalahnya

10
4. Prioritaskan alternatif penyelesaian masalah terpilih
5. Terapkan penyelesaian masalah tersebut
6. Evaluasi penyelesaian masalah tersebut
7. Koreksi jika masih terjadi Kejadian Tidak Diharapkan dan Kejadian Tidak Cedera
yang sama
8. Evaluasi kembali koreksian tersebut

11
BAB VII
KESELAMATAN KERJA

Puskesmas selain sebagai tempat pemberi pelayanan juga merupakan


tempat kerja bagi pemberi pelayanan. Puskesmas sebagai tempat kerja
mempunyai potensi bahaya terhadap kesehatan yang dapat timbul dari
lingkungan, proses kerja, cara kerja yang dapat menimbulkan penyakit akibat
kerja. Maka perlu diupayakan identifikasi dan pengendalian resiko dengan benar
sehingga terhindar dari masalah kesehatan akibat pekerjaan.
1. Identifikasi Potensi Bahaya di Posbindu PTM
2. Pengendalian Resiko dengan upaya :
a. Promotif
- Memasang Leaflet Cuci Tangan
- Melaksanakan latihan fisik, bimbingan rohani, rekreasi
b. Preventif
- Mencuci tangan dengan sabun
- Memakai Masker dan sarung tangan ketika kerja
- Penatalaksanaan limbah dengan baik
No Jenis Limbah Asal Perlakuan
1. Limbah Domestik Bekas kegiatan Pisahkan sampah
makan, kardus, anorganik &
kertas organik,
ditampung dalam
plastik
Limbah Benda Tajam Ampul bekas, jarum Dikumpul dalam
bekas safety bok dan
tidak boleh didaur
ulang

12
c. Kuratif
- Penatalaksaan potensi resiko yang sudah terjadi, seperti tertusuk jarum
- Penatalaksanaan kecelakaan akibat kerja
- Melakukan pengobatan akibat kerja
- Melakukan rujukan kasus

13
BAB VIII
PENGENDALIAN MUTU

Dalam upaya pengendalian mutu layanan klinis dan sasaran mutu klinis
khususnya di Posbindu PTM. Sasaran mutu klinis dan indikator mutu adalah :
N Uraian IKU Target
o 2014
Baselin 2015 2016 2017 2018 2019
e
1 Prevalensi 25,8 % 25,28 24,77 24,28 23,79 23,38
tekanan darah % % % % %
tinggi
2 Mempertahanka 15,4% 15,4% 15,4% 15,4% 15,4% 15,4%
n prevalensi
obesitas
3 Prevalensi 7,2 % 6,9 % 6,4% 5,9% 5,6% 5,4%
merokok pada
penduduk usia
18 tahun

Petugas pelaksana melaksanakan kegiatan Posbindu PTM dengan acuan


pedoman ini, tiap langkah kegiatan yang dilaksanakan sesuai Standar
Operasional Prosedur (SOP) dan proses pelayanannya dimonitor, dievaluasi dan
ditindaklanjuti jika ditemukan kesenjangan.

14
BAB IX
PENUTUP

Pedoman penyelenggaran upaya pengendalian penyakit tidakmenular melalui Posbindu


PTM diharapkan dapat meningkatkanpengetahuan dan ketrampilan para petugas dan
kader khususnyadalam melaksanakan kegiatan deteksi dini, pemantauan dan
tindaklanjut faktor risiko penyakit tidak menular secara optimal sehinggadiharapan
dapatmembantu dalam menekan laju peningkatanPenyakit Tidak Menular di
masyarakat.Apabila peran masyarakat termasuk dunia usaha dan lembagapendidikan
makin luas cakupan kegiatan akan semakin besar sehinggahasil yang dicapai akan
bermakna dan berdampak secara nyata dalammenekan angka kesakitan dan kematian
akibat PTM. Upaya ini akanberhasil apabila para pengelola program mampu melakukan
advokasidengan efektif, semua pihak responsif dan melakukan aksi konkritsesuai peran
yang dapat dilakukan.

15