Anda di halaman 1dari 3

Nama : Siti Mutoharoh

Kelas : PBSI(B)

Sssst.!!!
Karya ikranegara | Sutradara Fahmi Reza

Sinopsis :
Cupak, seorang pemimpin yang sombong, kasar, serakah, dan
suka marah-marah. Memiliki dua ajudan setia. Yang satu
bernama Togog, kepala keamanan yang bodoh dan mudah
dikendalikan Cupak dengan bebas. Yang satu lagi Intel, bertugas
menjadi mata-mata dan mencari informasi ke segala arah yang
dicurigai akan muncul benih pemberontakan.
Ketiganya bahu membahu menetupi kejahatan. Segalanya telah
mereka miliki. Uang, senjata, media, dan kuasa untuk
membungkam siapa saja yang tidak sependapat dengan Cupak.
Hingga suatu ketika, muncul lah seorang wartawan yang sangat
berani. Ia memberikan segala bobrok dan borok kepemimpinan
Cupak untuk membangkitkan semangat berontak pada tirani dan
ketidakadilan. Cupak dan koleganya marah, sebal bukan
kepalang. Mereka bertiga harus melakukan sesuatu agar
kekuasaannya tidak goyah.
Mereka harus melakukan sebuah rahasia umum, rahasia yang
semua orang sudah mafhum, tetapi tetap tak bisa berbuat apa-
apa.
Menurut saya :

Sssst..!!! Merupakan naskah karya Ikranegara yang ditulis


pada era pemerintahan kapitalisme militeristik orde baru, naskah
ini sarat akan kritik terhadap penguasa otoriter yang berkuasa
kala itu, dalam naskah ini tokoh Cupak adalah pengandaian dari
tokoh nyata Smilling general ciptaan Ikranegara.
Naskah ini menceritakan tentang cupak dan ajudan-ajudannya
yang berusaha untuk menetupi kejahatan. Segalanya telah
mereka miliki, uang, senjata, media, dan kuasa untuk
membungkam siapa saja yang tidak sependapat dengan Cupak.
Cupak sendiri, bagi saya ialah sebuah gambaran dari akumulasi
sifat yang sombong, kasar, serakah, licik, jahat dan suka marah-
marah. Cupak dalam naskah ini menjadi bentuk ketidakadilan dan
penindasan bagi rakyatnya yang pada akhirnya menjadi sama
sekali takut untuk bersuara.
PROFIL TEATER LEUWILIANG

Terbentuk pada 08 Juni 2014, teater leuwiliang merupakan


sebuah kelompok pemuda asli daerah dari berbagai aliansi
kesenian, yang memiliki rasa kasih terhadap budaya lokal yang
kian hari kian menghilang. Dibentuk atas dasar keikhlasan,
nurani, dan tanggung jawab pendidikan.
Teater Leuwiliang memiliki visi untuk memperjuangkan
kembali sikap, karakter, moral bangsa, yang semakin hilang, dan
paling utamanya adalah mengembalikan manusia pada
hakikatnya melalui seni pertunjukan, sastra, dan musik yang
dipertunjukan.
Agar manusia menjadi senantiasa berpikir dan mampu
meresapi makna-makna kehidupan ini, terbiasa menolak sesuatu
hal yang menjadikan dirinya manusia pasif, tidak kreatif, dan tidak
produktif.
Ketiga hal itulah yang akan membantu manusia terbebas
dari kejamnya suatu kendali sebuah sistem modernitas yang
mengikat manusia tanpa batas, sehingga anggapan filsuf
mengenai manusia di zaman modern yang menganggap hanya
mampu menciptakan manusia tetapi tidak mampu membentuk
manusia itu menjadi keliru.