Anda di halaman 1dari 4

4.

12 Distribusi Status Gizi Balita Menurut Indeks BB/U Berdasarkan Pola


asuh di Desa Kayu Abang Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten
Tanah Laut Tahun 2017
Status Gizi Balita (BB/U) Koefesien
Katagori
Gizi Gizi Gizi Gizi Total Korelasi
No Pola P
buruk kurang baik Lebih
Asuh
N % N % N % N % N %
1. Kurang 1 1,7 0 0 17 28,3 0 0 18 30
2. Cukup 0 0 2 3,3 10 16,7 0 0 12 20
0,131
3. Baik 3 5 4 6,7 15 25 8 13,3 30 50

4 6,7 6 10 42 70 8 13,3 60 100

Dari tabel di atas dapat dibaca bahwa balita dengan status gizi buruk, kurang,
baik, dan lebih menurut indeks BB/U memiliki kecenderungan pola asuh yang
baik. Dari 4 orang balita dengan status gizi buruk, 1,7% balita memiliki tingkat
pola asyg yang kurang, 5% balita memiliki tingkat pola asuh baik. Dari 6 orang
balita dengan status gizi kurang, 3,3% balita memiliki tingkat pola asuh yang
kurang, 6,7% balita memiliki tingkat pola asuh baik. Dari 42 orang balita dengan
status gizi baik, 28,3% balita memiliki tingkat pola asuh yang kurang, 16,7%
balita memiliki tingkat pola asuh cukup dan 25% balita memiliki tingkat pola
asuh0 baik . Dari 8 orang hanya ada balita dengan status gizi baik 13,3%

Hasil uji sperman diperoleh hasil p = 0,131 (P (0,131) > (0,05), maka dapat
disimpulkan bahwa H0 diterima, atau tidak ada hubungan yang bermakna antara
energi balita dengan status gizi balita menurut indeks BB/U.

Tidak adanya hubungan dapat dilihat dari tabel bahwa keluarga yang rawan
pangan masih memiliki status gizi baik dan diperkuat lagi data yang kami ambil
umumnya memiliki pola asuh terhadap balita.
4.12Distribusi Status Gizi Balita Menurut Indeks TB/U Berdasarkan Pola
asuh di Desa Kayu Abang Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten
Tanah Laut Tahun 2017
Status Gizi Balita (TB/U) Koefesien
Katagori
Sangat Total Korelasi
No Pola Pendek Normal P
pendek
Asuh
N % N % N % N %
1. Kurang 1 1,7 3 5 17 18,3 18 30
2. Cukup 0 0 3 5 10 16,7 12 20
0,130
3. Baik 14 23,3 9 15 22 36,7 30 50
15 25 15 25 49 71,7 60 100

Dari tabel di atas dapat dibaca bahwa balita dengan status sangat pendek, pendek,
dan normal menurut indeks TB/U memiliki kecenderungan tingkat energi yang
baik. Dari 15 orang balita dengan status gizi sangat pendek, 1,7% balita memiliki
tingkat pola asuh yang kurang, 23,35% balita memiliki tingkat pola asuh baik.
Dari 15 orang balita dengan tingkat pola asuh pendek, 5% balita memiliki tingkat
pola asuh kurang, 5% balita memiliki tingkat pola asuh cukup dan 15% balita
memiliki tingkat pola asuh baik. Dari 49 orang balita dengan tingkat pola asuh
normal, 18,3% balita memiliki tingkat pola asuh kurang, 16,7% balita memiliki
tingkat pola asuh cukup dan 36,7% balita memiliki tingkat pola asuh baik.

Hasil uji sperman diperoleh hasil p = 0,130 (P (0,130) > (0,05), maka dapat
disimpulkan bahwa H0 diterima, atau tidak ada hubungan yang bermakna antara
energi balita dengan status gizi balita menurut indeks TB/U.

Tidak adanya hubungan dapat dilihat dari tabel bahwa keluarga yang rawan
pangan masih memiliki status gizi baik dan diperkuat lagi data yang kami ambil
umumnya memiliki pola asuh terhadap balita.
4.12Distribusi Status Gizi Balita Menurut Indeks BB/TB Berdasarkan
Pola asuh di Desa Kayu Abang Kecamatan Tambang Ulang
Kabupaten Tanah Laut Tahun 2017
Katagori Status Gizi Balita (BB/TB) Koefesien
Total
No Pola Kurus Normal Gemuk P Korelasi
Asuh N % N % N % N %
1. Kurang 2 3,3 16 26,7 0 0 18 30
2. Cukup 1 1,7 11 18,3 0 0 12 20
0,124
3. Baik 3 5 24 40 3 5 30 50
6 10 51 85 3 5 60 100

Dari tabel di atas dapat dibaca bahwa balita dengan status kurus, normal dan
gemuk menurut indeks BB/TB memiliki kecenderungan pola asuh baik. Dari 6
orang balita dengan status gizi kurus, 3,3% balita memiliki tingkat pola asuh yang
kurang, 1,7 balita memiliki tingkat pola asuh cukup dan 24% balita memiliki
tingkat pola asuh baik. Dari 51 orang balita dengan tingkat pola asuh normal,
26,7% balita memiliki tingkat pola asuh kurang, 18,3% balita memiliki tingkat
pola asuh cukup dan 40% balita memiliki tingkat pola asuh baik. Dari 3 orang
balita dengan tingkat pola asuh gemuk, hanya ada 5% balita memiliki tingkat pola
asuh baik.

Hasil uji sperman diperoleh hasil p = 0,124 (P (0,124) > (0,05), maka dapat
disimpulkan bahwa H0 diterima, atau tidak ada hubungan yang bermakna antara
energi balita dengan status gizi balita menurut indeks TB/U.

Tidak adanya hubungan dapat dilihat dari tabel bahwa keluarga yang rawan
pangan masih memiliki status gizi baik dan diperkuat lagi data yang kami ambil
umumnya memiliki pola asuh terhadap balita.

4.12Distribusi Status Gizi Balita Menurut Indeks IMT/U Berdasarkan


Pola asuh di Desa Kayu Abang Kecamatan Tambang Ulang
Kabupaten Tanah Laut Tahun 2017
Status Gizi Balita (IMT/U) Koefesien
Katagori Korelasi
Sangat Total
No Pola kurus Normal Gemuk P
kurus
Asuh
N % N % N % N % N %
1. Kurang 0 0 2 3,3 15 25 1 1,7 18 30
2. Cukup 1 1,7 1 1,7 11 18,3 0 0 12 20
0,135
3. Baik 1 1,7 2 3,3 25 41,7 2 3,3 30 50
2 3,4 5 8,3 51 75 3 5 60 100

Dari tabel di atas dapat dibaca bahwa balita dengan status sangat kurus, kurus,
normal dan gemuk menurut indeks IMT/U memiliki kecenderungan tingkat pola
asuh yang baik. Dari 2 orang balita dengan status gizi sangat kurus, 1,7% balita
memiliki tingkat pola asuh yang cukup, 1,7% balita memiliki tingkat pola asuh
baik. Dari 5 orang balita dengan tingkat pola asuh kurus, 3,3% balita memiliki
tingkat pola asuh kurang, 1,7% balita memiliki tingkat pola asuh cukup dan 3,3%
balita memiliki tingkat pola asuh baik. Dari 51 orang balita dengan tingkat pola
asuh normal, 25% balita memiliki tingkat pola asuh kurang, 18,3% balita
memiliki tingkat pola asuh cukup dan 41,7% balita memiliki tingkat pola asuh
baik. Dari 3 orang balita dengan tingkat pola asuh gemuk, 1,7% balita memiliki
tingkat pola asuh kurang dan 3,3% balita memiliki tingkat pola asuh baik.

Hasil uji sperman diperoleh hasil p = 0,135 (P (0,135) > (0,05), maka dapat
disimpulkan bahwa H0 diterima, atau tidak ada hubungan yang bermakna antara
energi balita dengan status gizi balita menurut indeks IMT/U.

Tidak adanya hubungan dapat dilihat dari tabel bahwa keluarga yang rawan
pangan masih memiliki status gizi baik dan diperkuat lagi data yang kami ambil
umumnya memiliki pola asuh terhadap balita.