Anda di halaman 1dari 14

24

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan selama periode Januari 2009 sampai

dengan Desember 2011 di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung departemen Patologi

Anatomi dan Departemen Obstetri dan Ginekologi didapatkan pada tahun 2009, 226

wanita menderita kanker leher rahim dan 27 diantaranya menderita kanker leher

rahim tipe adenokarsinoma, pada tahun 2010 terdapat peningkatan dimana 270 wanita

menderita kanker serviks dan 35 diantaranya menderita adenokarsinoma, sedangkan

pada tahun 2011 terdapat 263 penderita kanker serviks dan 22 diantaranya menderita

adenokarsinoma serviks uteri. Untuk mengetahui hubungan antara riwayat

penggunaan kontrasepsi oral terhadap kejadian adenokarsinoma serviks uteri diambil

46 pasien adenokarsinoma dari seluruh pasien adenokarsinoma yang telah memenuhi

kriteria inklusi, dan dari seluruh kasus kanker serviks diambil 45 pasien non-

adenokarsinoma yang telah memenuhi kriteria inklusi. Jumlah tersebut sudah

memenuhi jumlah subjek yang dibutuhkan sesuai dengan rumus besar sampel untuk

uji hipotesis 2 proporsi pada penelitian ini. Bab ini akan menjelaskan lebih terperinci

mengenai hasil dari penelitian yang telah dilakukan.


25

4.1.1 Angka Kejadian Adenokarsinoma Serviks Uteri di Rumah Sakit Hasan

Sadikin Periode Januari 2009 – Desember 2011

Pasien yang didiagnosa adenokarsinoma serviks uteri di departemen Patologi

Anatomi dan Obstetri-Ginekologi pada Rumah Sakit Hasan Sadikin Periode Januari

2009 – Desember 2011 adalah sejumlah 84 orang. Angka kejadian adenokarsinoma

serviks uteri di Rumah Sakit Hasan Sadikin Periode Januari 2009 – Desember 2011

dapat dijelaskan pada tabel berikut ini :

Tabel 4.1 Angka Kejadian Adenokarsinoma Serviks Uteri di Rumah Sakit Hasan
Sadikin Periode Januari 2009 – Desember 2011

Insidensi adenocarcinoma cervix Jumlah %


2009
Adenokarsinoma Serviks Uteri 27 11,95

Kanker Serviks Uteri 226


2010
Adenokarsinoma Serviks Uteri
35 12,96
Kanker Serviks Uteri
270
2011
Adenokarsinoma Serviks Uteri
22 8,37
Kanker Serviks Uteri
263

Berdasarkan tabel 4.1 didapatkan bahwa jumlah penderita adenokarsinoma

serviks uteri di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung pada tahun 2009, adalah sebesar

11,95% dari total 226 penderita kanker serviks, kemudian terjadi peningkatan pada

tahun 2010, menjadi 12,96% dari total 270 penderita kanker serviks, dan mengalami
26

penurunan pada tahun 2011 menjadi 8,37 % dari total 263 penderita kanker serviks

uteri.

4.1.2 Karakteristik Pasien Adenokarsinoma Serviks Uteri Berdasarkan Usia di

Rumah Sakit Hasan Sadikin Periode Januari 2009 – Desember 2011

Karakteristik subjek penelitian yang didiagnosa menderita adenokarsinoma

serviks uteri di departemen Patologi Anatomi dan Obstetri-Ginekologi Rumah Sakit

Hasan Sadikin Periode Januari 2009 – Desember 2011 berdasarkan usia dapat

dijelaskan pada tabel 4.2 berikut ini.

Tabel 4.2 Karakteristik Pasien Adenokarsinoma Serviks Uteri Berdasarkan Usia di


Rumah Sakit Hasan Sadikin Periode Januari 2009 – Desember 2011

Usia (n) (%)

31-40 tahun 9 19,57


>40 tahun 37 80,43

Total 46 100

Berdasarkan tabel 4.2 tampak bahwa karakteristik pasien adenokarsinoma

serviks uteri dari segi usia, paling sedikit terdiagnosa pada usia antara 31-40 tahun

sebesar 19,57%, dan paling tinggi terdiagnosa pada usia diatas 40 tahun sebesar

80,43%.

4.1.3 Karakteristik Pasien Adenokarsinoma Serviks Uteri Berdasarkan Riwayat

Partus di Rumah Sakit Hasan Sadikin Periode Januari 2009 – Desember 2011
27

Karakteristik subjek penelitian yang didiagnosa menderita adenokarsinoma

serviks uteri di departemen Patologi Anatomi dan Obstetri-Ginekologi Rumah Sakit

Hasan Sadikin Periode Januari 2009 – Desember 2011 berdasarkan riwayat partus

dapat dijelaskan pada tabel 4.3 berikut ini.

Tabel 4.3 Karakteristik Pasien Adenokarsinoma Serviks Uteri Berdasarkan


Riwayat Partus di Rumah Sakit Hasan Sadikin Periode Januari 2009 –
Desember 2011
Partus (n) (%)

<4 13 28,26
≥4 33 71,74

Total 46 100

Berdasarkan tabel 4.3 tampak bahwa kejadian adenokarsinoma serviks uteri

dari riwayat partus, didapatkan paling banyak pasien dengan riwayat partus lebih dari

empat kali sebesar 71,74%. Sedangkan pasien dengan riwayat partus kurang dari

empat kali adalah sebanyak 28,26%.

4.1.4 Karakteristik Pasien Adenokarsinoma Serviks Uteri Berdasarkan Riwayat

Abortus di Rumah Sakit Hasan Sadikin Periode Januari 2009 – Desember 2011

Karakteristik subjek penelitian yang didiagnosa menderita adenokarsinoma

serviks uteri di departemen Patologi Anatomi dan Obstetri-Ginekologi Rumah Sakit


28

Hasan Sadikin Periode Januari 2009 – Desember 2011 berdasarkan riwayat abortus

dapat dijelaskan pada tabel 4.4 berikut ini.

Tabel 4.4 Karakteristik Pasien Adenokarsinoma Serviks Uteri Berdasarkan Riwayat Abortus di Rumah
Sakit Hasan Sadikin Periode Januari 2009 – Desember 2011

Abortus (n) (%)

Tidak pernah 33 71,74


>1 13 28,26
Total 46 100
Berdasarkan tabel 4.4 tampak bahwa kejadian adenokarsinoma serviks uteri

dari riwayat abortus. Didapatkan paling beanyak pasien yang tidak pernah mengalami

abortus sebesar 71,74% dan pasien dengan riwayat abortus diatas satu kali lebih kecil

yaitu sebanyak 28,26%.

4.1.5 Karakteristik Pasien Adenokarsinoma Serviks Uteri Berdasarkan Grading

Histopatologi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Periode Januari 2009 – Desember

2011

Karakteristik subjek penelitian yang didiagnosa menderita adenokarsinoma

serviks uteri di departemen Patologi Anatomi dan Obstetri-Ginekologi Rumah Sakit

Hasan Sadikin Periode Januari 2009 – Desember 2011 berdasarkan grading

histopatologi nya dapat dijelaskan pada tabel 4.5 berikut ini.

Tabel 4.5 Karakteristik Pasien Adenokarsinoma Serviks Uteri Berdasarkan Grading


Histopatologi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Periode Januari 2009 – Desember 2011
29

Grading Histopatologi (n) (%)

Tidak teridentifikasi 21 45,66


Diferensiasi buruk 0 0
Diferensiasi sedang 6 13,04
Diferensiasi baik 19 41,30

Total 46 100%

Berdasarkan tabel 4.5 tampak bahwa kejadian adenokarsinoma serviks uteri

dilihat dari grading histopatologi, terdapat 13,4% pasien dengan grading histopatologi

diferensiasi sedang, dan 41,3% pasien dengan grading diferensiasi baik. Sedangkan

pasien yang tidak teridentifikasi adalah sebanyak 45,66%.

4.1.6 Karakteristik Pasien Adenokarsinoma Serviks Uteri Berdasarkan Riwayat

Penggunaan Kontrasepsi Oral di Rumah Sakit Hasan Sadikin Periode Januari

2009 – Desember 2011

Karakteristik subjek penelitian yang didiagnosa menderita adenokarsinoma

serviks uteri di departemen Patologi Anatomi dan Obstetri-Ginekologi Rumah Sakit

Hasan Sadikin Periode Januari 2009 – Desember 2011 berdasarkan riwayat

penggunaan kontrasepsi oral dapat dijelaskan pada tabel 4.6 berikut ini.

Tabel 4.6 Karakteristik Pasien Adenokarsinoma Serviks Uteri Berdasarkan Riwayat


Penggunaan Kontrasepsi Oral di Rumah Sakit Hasan Sadikin Periode Januari 2009 – Desember
2011
30

Kontrasepsi Oral (n) (%)

Ya 35 76,09
Tidak 11 23,91

Total 46 100

Berdasarkan tabel 4.6 tampak bahwa kejadian adenokarsinoma serviks uteri

dilihat dari jumlah pasien dengan riwayat penggunaan kontrasepsi oral. Sebanyak

76,09% pasien memiliki riwayat penggunaan kontrasepsi oral lebih banyak

dibandingkan pasien tanpa riwayat penggunaan kontrasepsi oral yaitu sebanyak

23,91% pasien.

4.1.7 Hubungan Riwayat Penggunaan Kontrasepsi Oral dengan

Adenokarsinoma Serviks Uteri di Rumah Sakit Hasan Sadikin Periode Januari

2009 – Desember 2011

Hubungan riwayat penggunaan kontrasepsi oral dengan pasien yang

didiagnosa secara histopatologi mengalami adenokarsinoma serviks uteri dapat

dijelaskan pada tabel 4.7 berikut ini.

Tabel 4.7 Hubungan Riwayat Penggunaan Kontrasepsi Oral dengan Adenocarcinoma


Cervix Uteri
Kontrasepsi Oral Adeno Ca Total p-value OR
Ya Tidak
n % n % n %
31

Ya 35 85,4 6 14,6 41 100 0,001 20,62


Tidak 11 22 39 78 50 100
Jumlah 46 50,5 45 49,5 91 100

Berdasarkan tabel diatas 4.7 terlihat hasil uji statistik dengan uji chi square

pada derajat kepercayaan 95% menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara

pemakaian kontrasepsi oral dengan pasien yang didiagnosa sebagai adenokarsinoma

serviks uteri dengan nilai p=0,001 (nilai p≤0,05). Secara statistik didapatkan bahwa

wanita yang memakai kontrasepsi oral mempunyai risiko menderita adenokarsinoma

serviks uteri sebesar 20,62 kali lebih besar bila dibandingkan dengan yang tidak

memakai kontrasepsi oral.

Hubungan antara riwayat penggunaan kontrasepsi oral terhadap pasien yang

didiagnosa mengalami adenokarsinoma serviks uteri dapat dijelaskan pada gambar

4.1 berikut ini.


32

Gambar 4.1 Hubungan Riwayat Penggunaan Kontrasepsi Oral dengan


Adenokarsinoma Serviks Uteri di Rumah Sakit Hasan Sadikin Periode Januari 2009 –
Desember 2011

4.2. Pembahasan

4.2.1 Karakteristik Pasien Berdasarkan Usia Terdiagnosis Adenokarsinoma

Serviks Uteri

Tabel 4.2 menunjukkan bahwa distribusi karakteristik pasien yang didiagnosa

mengalami adenokarsinoma serviks uteri menunjukkan rentang usia paling banyak

diatas 40 tahun. Pada penelitian ini didapatkan sebanyak 80,43% dari total 46 pasien

terdiagnosa adenokarsinoma serviks uteri pertama kali pada usia diatas 40 tahun. Hal

ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Parazini yang menunjukkan

distribusi usia terdiagnosis adenokarsinoma serviks uteri diatas 40 tahun sebanyak

76% dibandingkan usia dibawah 40 tahun dari total kasus 39 pasien. 29 Selain itu
33

penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Missaoul yang

menunjukkan distribusi usia rata-rata terdiagnosis adalah paling banyak pada usia

diatas 40 tahun.30

4.2.2 Karakteristik Pasien Berdasarkan Riwayat Partus pada Pasien

Terdiagnosis Adenokarsinoma Serviks Uteri

Tabel 4.3 menunjukkan bahwa distribusi karakteristik pasien yang didiagnosa

mengalami adenokarsinoma serviks uteri menunjukkan riwayat partus paling banyak

diatas 4 kali. Pada penelitian ini didapatkan sebanyak 71,74% dari total 46 pasien

terdiagnosa adenokarsinoma serviks uteri memiliki riwayat partus lebih dari 4 kali.

Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Gonzales dan Parazzini

yang menunjukkan bahwa riwayat partus lebih dari empat kali didapatkan pada

pasien adenokarsinoma serviks uteri.10,29 Namun tidak sesuai dengan penelitian oleh

Kvale yang menunjukkan distribusi terbanyak riwayat partus pada pasien

adenokarsinoma yaitu dengan riwayat partus lebih dari 5 kali.31

4.2.3 Karakteristik Pasien Berdasarkan Riwayat Abortus pada Pasien

Terdiagnosis Adenokarsinoma Serviks Uteri

Tabel 4.4 menunjukkan bahwa distribusi karakteristik pasien yang didiagnosa

mengalami adenokarsinoma serviks uteri menunjukkan riwayat abortus. Pada

penelitian ini didapatkan bahwa distribusi terbanyak pasien adenokarsinoma serviks


34

uteri tidak pernah mengalami abortus, yaitu sebanyak 71,74%. Hal ini mendukung

penelitian yang dilakukan oleh Prazzini dimana riwayat abortus lebih dari satu lebih

sedikit distribusinya dibandingkan riwayat tidak pernah mengalami abortus pada

pasien adenokarsinoma serviks uteri.29

4.2.4 Karakteristik Pasien Berdasarkan Grading Histopatologi pada Pasien

Terdiagnosis Adenokarsinoma Serviks Uteri

Tabel 4.5 menunjukkan bahwa distribusi karakteristik pasien yang didiagnosa

mengalami adenokarsinoma serviks uteri berdasarkan grading histopatologi

didapatkan bahwa kejadian adenokarsinoma serviks uteri dilihat dari grading

histopatologi, terdapat 13,4% pasien dengan grading histopatologi diferensiasi

sedang, dan 41,3% pasien dengan grading diferensiasi baik. Sedangkan pasien yang

tidak teridentifikasi adalah sebanyak 45,66%. Belum ditemukan penelitian tentang

distribusi secara grading histopatologi terhadap adenokarsinoma yang serupa, hal ini

dapat dikarenakan kurangnya informasi yang berhubungan dengan diagnosis pasien

secara grading histopatologi.

4.2.5 Hubungan Riwayat Penggunaan Kontrasepsi Oral Terhadap Pasien yang

Terdiagnosa Adenokarsinoma Serviks Uteri


35

Berdasarkan teori bahwa kanker atau neoplasia merupakan pertumbuhan

abnormal dari jaringan kanker yang melebihi pertumbuhan jaringan normal. 14 Dimana

adenokarsinoma serviks uteri merupakan kanker serviks yang diakibatkan oleh

pertumbuhan abnormal dari jaringan atau sel yang berasal dari endoseviks.16 Sel

kolumnar pada endoserviks pertumbuhannya sangat dipengaruhi oleh produksi

hormon endogen, dan stimulasi hormonal.6 Persambungan ketika epitel pada

ektoserviks dan endoserviks ini bertemu disebut dengan squamocolumnar junction

yang didalamnya terdapat zona transformasi yang posisinya berubah secara dinamis

ini disebut zona transformasi, zona tersebut merupakan area yag rapuh terhadap

terjadinya neoplasia.14

Sesuai dengan teori tersebut diatas bahwa stimulasi hormonal diantaranya

penggunaan alat kontrasepsi yang mengandung hormon akan mempengaruhi maturasi

dari sel pada endoserviks dan perpindahan zona transformasi tersebut sehingga

meningkatkan risiko terjadinya adenokarsinoma serviks uteri.

Pada penelitian ini berdasarkan uji statistik chi square test dengan derajat kep-

ercayaan 95% pada tabel 4.7 didapatkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna

antara penggunaan kontrasepsi oral dengan kejadian adenokarsinoma serviks uteri

denagn p-value 0,001 (P≤0,005). Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan

oleh James V. Lacey Jr et all yang menyebutkan bahwa riwayat penggunaan

kontrasepsi oral berhubungan dengan adenokarsinoma in situ dan adenokarsinoma

dikarenakan kontrasepsi oral dapat memperparah lesi yang sudah ada, atau

meningkatkan respon sel glandular terhadap infeksi HPV. 27 Selain itu juga sesuai

dengan penelitian British Journal of Cancer tahun 2003 yang menyatakan bahwa
36

protein yang bersifat karsinogenik dari Human Papiloma Virus sebagai etiologi utama

dari adenokarsinoma terekspresi pada pengguna kontrasepsi oral.28 Juga serupa

dengan penelitian Castellsague, dan Parazzini yang menyatakan bahwa riwayat

penggunaan kontrasepsi oral mempengaruhi pertumbuhan sel glandular atau

menstimulus progresivitas lesi pre-kanker.9,29 Walaupun hal ini sedikit berbeda dengan

penelitian oleh Gonzalles yang menyebutkan bahwa riwayat penggunaan kontrasepsi

oral pada pasien adenokarsinoma serviks uteri menunjukkan hasil yang signifikan

hanya pada pengguna kontrasepsi oral dengan durasi lebih dari 5 tahun.10 Penelitian

ini juga bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Parazini yang

menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan signifikian terhadap riwayat penggunaan

kontrasepsi oral dengan pasein terdiagnosa adenokarsinoma serviks uteri.29

4.3 Pengujian Hipotesis

Penggunaan kontrasepsi oral dapat mengakibatkan pertumbuhan sel glandular

di zona transformasi, dan menstimulus progresivitas lesi pre-kanker sehingga

meningkatkan risiko terjadinya adenokarsinoma serviks uteri.

Faktor yang menunjang :

Berdasarkan uji statistik chi square test dengan derajat kepercayaan 95% pada

tabel 4.7 didapatkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan

kontrasepsi oral dengan kejadian adenokarsinoma serviks uteri denagn p-value 0,001

atau p≤0,005.

Faktor yang tidak menunjang : tidak ada


37

Kesimpulan : hipotesis teruji dan diterima