Anda di halaman 1dari 6

Nama : Muhammad Aliza Shofy

Kelas : Joint Program B

SOAL UJIAN KLAS MATRIKULASI

1. a. Jelaskan perbedaan audit keuangan,audit kepatuhan dan audit operasional


jawab :
 Audit laporan keuangan (financial statement audit).
Audit keuangan adalah audit terhadap laporan keuangan suatu entitas (perusahaan atau
organisasi) yang akan menghasilkan pendapat (opini) pihak ketiga mengenai relevansi,
akurasi, dan kelengkapan laporan-laporan tersebut. Audit keuangan umumnya dilaksanakan
oleh kantor akuntan publik atau akuntan publik sebagai auditor independen dengan
berpedoman pada standar profesional akuntan publik. Audit laporan keuangan adalah audit
yang dilakukan oleh auditor eksternal terhadap laporan keuangan kliennya untuk
memberikan pendapat apakah laporan keuangan tersebut disajikan sesuai dengan kriteria-
kriteria yang telah ditetapkan. Hasil audit lalu dibagikan kepada pihak luar perusahaan
seperti kreditor, pemegang saham, dan kantor pelayanan pajak.
 Audit kepatuhan (compliance audit).
Audit Ketaatan adalah proses kerja yang menentukan apakah pihak yang diaudit telah
mengikuti prosedur, standar, dan aturan tertentu yang ditetapkan oleh pihak yang
berwenang. Audit ini bertujuan untuk menentukan apakah yang diperiksa sesuai dengan
kondisi, peratuan, dan undang-undang tertentu. Kriteria-kriteria yang ditetapkan dalam
audit kepatuhan berasal dari sumber-sumber yang berbeda. Contohnya ia mungkin
bersumber dari manajemen dalam bentuk prosedur-prosedur pengendalian internal. Audit
kepatuhan biasanya disebut fungsi audit internal, karena oleh pegawai perusahaan.
 Audit operasional (operational audit).
Audit operasional merupakan penelahaan secara sistematik aktivitas operasi organisasi
dalam hubungannya dengan tujuan tertentu. Dalam audit operasional, auditor diharapkan
melakukan pengamatan yang obyektif dan analisis yang komprehensif terhadap
operasional-operasional tertentu. Tujuan audit operasional adalah untuk :
1. Menilai kinerja, kinerja dibandingkan dengan kebijakan-kebijakan, standar-standar, dan
sasaran-sasaran yang ditetapkan oleh manajemen,
2. Mengidentifikasikan peluang dan,
3. Memberikan rekomendasi untuk perbaikan atau tindakan lebih lanjut. Pihak-pihak yang
mungkin meminta dilakukannya audit operasional adalah manajemen dan pihak ketiga.
Hasil audit operasional diserahkan kepada pihak yang meminta dilaksanakannya audit
tersebut
Aspek Audit Keuangan Audit Kepatuhan Audit Operasional
Tujuan Menilai apakah akun- Menilai proses kerja Menilai apakah auditee
akun benar dan auditee apakah sudah telah mencapai tujuan
disajikan secara sesuai prosedur. atau harapan yang
wajar. ditetapkan.
Fokus Sistem akuntansi dan Kondisi, peraturan, Program dan kegiatan
sistem manajemen. undang-undang organisasi.
Dasar Akuntansi. Ekonomi, Ilmu Politik, Ekonomi, Ilmu Politik,
Akademik Sosiologi, dan lain-lain Sosiologi, dan lain-lain
Metode Kurang lebih telah Bervariasi antara satu Bervariasi antara satu
terstandardisasi. proyek dan proyek proyek dan proyek
lainnya. lainnya.
Kriteria · Kurang subjektif. · Lebih subjektif. Lebih subjektif.
Penilaian · Kriteria untuk Terdapat kriteria yang Terdapat kriteria yang
semua kegiatan unik untuk masing- unik untuk masing-
audit. masing audit. masing audit.

Laporan · Bentuk laporan Struktur dan isi laporan Struktur dan isi laporan
kurang lebih bervariasi. bervariasi.
terstandardisasi. Tidak dipublikasikan. Dipublikasikan secara
· Dipublikasikan Hanya untuk kepentingan tidak tetap (ad hoc
secara berkala. internal. basis).

b. Jelaskan hubungan antara jasa audit, jasa atestasi dan serta jasa assurance, serta berikan
contohnya masing-masing.
Jawab :
Jasa Audit adalah suatu proses sistematis mendapatkan & mengevaluasi bukti2 secara
obyektif sehubungan dengan asersi atas tindakan & peristiwa ekonomi untuk memastikan
tingkat kesesuaian antara asersi2 tsb, dan menetapkan kriteria serta mengomunikasikan
hasilnya kepada pihak2 vang berkepentingan. Menurut PSA No. 02 Tujuan audit dimaksudkan
sebagai kerangka kerja bagi auditor dalam mengumpulkan bahan bukti kompeten yang cukup
yang disyaratkan dalam standar pekerjaan lapangan dan memutuskan bahan bukti yang
pantas dikumpulkan sesuai dengan penugasan. Tujuan audit tersebut dapat dibedakan
menjadi :
 Tujuan audit umum transaksi. Terdiri dari eksistensi, kelengkapan, akurasi, klasifikasi
serta posting dan perkiraan .
 Tujuan audit khusus transaksi. Menerapkan tujuan umum pada kelompok transaksi/
siklus.

Jasa Assurance adalah jasa profesional independen yang meningkatkan mutu informasi bagi
pengambil keputusan. Pengambil keputusan memerlukan informasi yang andal dan relevan
sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Oleh karena itu, mereka mencari jasa assurance
untuk meningkatkan mutu informasi yang akan dijadikan sebagai dasar keputusan yang akan
mereka lakukan. Profesional yang memberikan atau menyediakan jasa assurance harus
memiliki kompetensi dan independensi berkaitan dengan informasi yang diperiksanya. Jasa
assurance dapat dibrikan oleh profesi akuntan publik atau auditor independen atau berbagai
profesi lain. Contoh jasa assurance yang disediakan oleh profesi lain (selain yang dilakukan
oleh Kantor Akuntan Publik) adalah jasa pengujian berbagai produk oleh organisasi
konsumen, jasa pemeringkatan televisi (television rating), dan jasa pemeringkatan radio
(radio rating). Laporan yang dikeluarkan oleh perusahaan pemeringkat tersebut sangat
dipercaya oleh masyarakat atau perusahaan yang bermaksud memasang iklan di televisi dan
radio, terutama karena sifatnya yang independen. Jasa assurance bukan merupakan jasa baru
yang diperlukan oleh masyarakat. Profesi akuntan publik atau auditor independen telah lama
menyediakan jasa assurance tentang informasi laporan keuangan historis kepada
masyarakat. Jasa assurance ini lebih dikenal dengan jasa auditor. Akhir-akhir ini, profesi
akuntan publik atau auditor independen Indonesia semakin sering mendapat penugasan
untuk memberikan jasa assurance atas informasi, seperti misalnya assurance tentang
peramalan keuangan perusahaan dan assurance tentang pengawasan web site. Salah satu
jenis jasa assurance yang diberikan oleh profesi akuntan publik atau auditor independen
adalah jasa atestasi.

Jasa atestasi (attestation services) adalah suatu pernyataan pendapat atau pertimbangan
orang yang independen dan kompeten tentang apakah asersi suatu entitas sesuai, dalam hal
yang signifikan dengan kreterian yang ditetapkan. Atestasi merupakan jenis jasa penjaminan
yang dilakukan profesi akuntan publik atau auditor independen dengan menerbitkan suatu
laporan tertulis yang menyatakan kesimpulan tentang keandalan pernyataan tertulis yang
dibuat oleh pihak lain. Ada tiga bentuk jasa atestasi, yaitu :
a. Audit atas Laporan Keuangan Historis
Audit atas laporan keuangan historis adalah salah satu bentuk jasa atestasi yang
dilakukan auditor. Dalam pemberian jasa ini auditor menerbitkan laporan tertulis yang berisi
pernyataan pendapat (opinion) apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Prinsip
Akuntansi Berterima Umum (PABU). Auditing merupakan bentuk pemberian jasa penjaminan
yang paling banyak dilakukan oleh profesi akuntan publik atau auditor independen
dibandingkan dengan jasa penjaminan lainnya.
b. Penelaahan (review) atas Laporan Keuangan Historis
Penelaahan (review) atas laporan keuangan historis adalah jenis lain dari jasa atestasi
yang diberikan oleh profesi akuntan publik atau auditor independen. Banyak perusahaan
non-publik menginginkan jaminan atas laporan keuangannya dengan biaya yang lebih murah.
Audit sebagaimana diuraikan di atas menghasilkan jaminan yang tinggi, sedangkan
penelaahan (review) hanya menghasilkan jaminan yang moderat atas laporan keuangan, dan
untuk mendapatkan jaminan demikian dibutuhkan bukti yang lebih sedikit. Penelaahan
(review) untuk keperluan tertentu dipandang sudah cukup memadai dan dapat dilakukan
oleh akuntan publik atau auditor independen dengan biaya auditing yang lebih murah.
c. Jasa Atestasi Lainnya
Profesi akuntan publik atau auditor independen dapat memberikan berbagai macam
jasa atestasi. Kebanyakan dari jasa atestasi tersebut merupakan perluasan dari auditing atas
laporan keuangan, karena pemakai laporan membutuhkan jaminan independen tentang
informasi lainnya (selain informasi dalam laporan keuangan), contoh bank sering minta
kepada debiturnya (pengambil kredit) agar diperiksa oleh akuntan publik atau auditor
independen untuk mendapatkan jaminan bahwa debitur telah melaksanakan ketentuan-
ketentuan tertentu sebagaimana tercantum dalam akad kredit. Profesi akuntan publik atau
auditor independen dapat juga melakukan atestasi atas laporan keuangan prospektif
kliennya yang sering diperlukan sebagai syarat untuk memperoleh pinjaman.

2. Jika pada suatau perikatan audit, auditor memberikan opini wajar tanpa pengecualian dan
ternyata beberapa bulan kemudian sejak laporan keuangan auditan diterbitkan ternyata
perusahaan tidak bisa going concern, apakah auditor harus bertanggungjawab atas hal
tersebut?jelaskan

ISA No.570 menegaskan bahwa tanggung jawab auditor eksternal hanya melakukan
pertimbangan atas ketetapan asumsi going concern yang digunakan oleh manajemen dalam
menyusun laporan keuangan. ISA No.570 menegaskan bahwa going concern entitas yang diaudit
harus dapat dipertahankan paling tidak dua belas bulan setelah tanggal neraca. Berbeda dengan
AU seksi 341, yang secara kaku menyebutkan bahwa going concern harus dapat dipertahankan
selama periode waktu yang pantas yang tidak lebih dari dua belas bulan setelah tanggal neraca.
Standar tersebut tidak memberikan pembatasan, hal ini bertujuan agar auditor tidak
mengabaikan informasi terkait dengan peristiwa setelah tanggal neraca yang dapat diperoleh
dari catatan atas laporan keuangan. Disamping hal tersebut, ISA No.570 paragraf 10 juga
menegaskan bahwa tidak terdapatnya penjelasan mengenai adanya ketidakpastian oleh auditor
eksternal pada opininya, tidaklah menjadi jaminan bahwa kelangsungan hidup perusahaan tidak
akan bermasalah.

3. Jelaskan perbedaan antara kekeliruan dan kecurangan?


Jawab :
 Menurut Arens dan Loebbecke (1996) mengatakan bahwa kekeliruan (error) merupakan
salah saji yang tidak disengaja dan kecurangan/ketidakberesan (irregularities) merupakan
salah saji yang disengaja. Jadi faktor yang membedakan antara kekeliruan dan kecurangan
adalah “Apakah tindakan yang mendasarinya atau terletak pada penyebab terjadinya salah
satu secara material baik yang bersifat disengaja ataupun tidak disengaja untuk
menghilangkan sejumlah pengungkapan dalam pelaporan keuangan.

Apakah tanggungjawab auditor untuk menemukan masing-masing hal tersebut Jika auditor tidak
mampu menemukan atas kedua hal tersebut,apa konsekwensinya? Jelaskan.

Jawab :
 Menurut ISA 240 paragraf 6 Auditor bertanggung jawab untuk mendeteksi kesalahan dalam
penyajian material yang disebabkan oleh kecurangan atau kesalahan dengan melakukan
audit berdasarkan ISA. Tetapi audit memiliki keterbatasan sehingga resiko tidak
terdeteksinya kesalahan penyajian material yang disebabkan oleh kecurangan atau
kesalahan dalam laporan keuangan mungkin terjadi walaupun prosedur audit sudah
berdasarkan ISA. Standar auditing mensyaratkan bahwa audit dirancang sedemikian rupa
agar dapat memberikan kepastian yang layak untuk mendeteksi baik kekeliruan maupun
kecurangan yang material dalam laporan keuangan. Untuk mencapainya audit harus
direncanakan dan dilaksanakan dengan sikap skeptisisme profesional atas semua aspek
penugasan. Dan dalam paragraph 8 pada ISA 240 ini mengharuskan auditor untuk menjaga
skeptisisme profesional di seluruh audit. Rendahnya tingkat skeptisme professional dapat
menyebabkan kegagalan dalam mendeteksi kecurangan. Kegagalan ini selain merugikan
kantor akuntan publik secara ekonomis, juga berkonsekwensi atau menyebabkan hilangnya
reputasi akuntan publik (auditor) di mata masyarakat dan hilangnya kepercayaan kreditor
dan investor di pasar modal.

4. a. Jelaskan apa yang dimaksud dengan konsep materialitas dan risiko audit dalam audit atas
laporan keuangan ? Berikan contohnya

jawab :
FASB (Financial accounting standards board) mendefinisikan materialitas (materiality) sebagai:
“Besarnya suatu pengabaian atau salah saji informasi akuntansi yang diluar keadaan di
sekitarnya, memungkinkan bahwa pertimbangan seseorang yang bergantung pada informasi
tersebut akan berubah atau terpengaruh oleh pengabaian atau salah saji tersebut.” Materialitas
mengukur apa yang dianggap signifikan oleh pemakai laporan keuangan dalam membuat
keputusan ekonomis. Konsep materialitas mengakui bahwa hal – hal tertentu, terpisah atau
tergabung, penting untuk pembuat keputusan ekonomis berdasarkan laporan keuangan
tersebut. Contoh keputusan ekonomis : menanam modal dalam entitas itu, bertransaksi bisnis
dengannya meminjamkan uang kepadanya , dan lain – lain.

Menurut SA seksi 312 (PSA No. 25) yang dikutip oleh Soekrisno Agoes (2004), risiko audit adalah
risiko yang timbul karena auditor, tanpa disadari tidak memodifikasikan pendapatnya
sebagaimana mestinya, atas suatu laporan keuangan yang mengandung salah saji material.
Risiko audit tersebut ada karena adanya hal-hal sebagai berikut, Contohnya ketidakpastian
mengenai kompetensi bukti, efektivitas struktur pengendalian intern klien, serta ketidakpastian
apakah laporan keuangan memang telah disajikan secara wajar setelah audit selesai.

b. Jelaskan pula apa hubungan antara risiko audit, materialitas dan bukti audit

Jawab :
Berbagai kemungkinan hubungan antara materialitas, bukti audit, dan risiko audit digambarkan
sebagai berikut :
1. Jika auditor mempertahankan risiko audit konstan dan tingkat meterialitas dikurangi,
auditor harus menambah jumlah bukti audit yang dikumpulkan.
2. Jika auditor mempertahankan tingkat materialitas konstan dan mengurangi jumlah bukti
audit yang dikumpulkan, risiko audit menjadi meningkat.
3. Jika auditor menginginkan untuk mengurangi risiko audit, auditor dapat menempuh salah
satu dari tiga cara berikut ini :
a. Menambah tingkat materialiras, sementara itu mempertahankan jumlah bukti audit
yang dikumpulkan.
b. Menambah jumlah bukti audit yang dikumpulkan, sementara itu tingkat materialitas
tetap dipertahankan.
c. Menambah sedikit jumlah bukti audit yang dikumpulkan dan tingkat materialitas secara
bersama-sama.