Anda di halaman 1dari 10

METAFISIKA ISLAM

A. Pengertian Metafisika Islam :

Adalah suatu ilmu yang membahas dan mempelajari hal-hal metafisika yg bersifat abstrak dan gaib dan
trensendent melalui metode atau cara-cara yang dibenarkan dalam Agama Islam.

B.Ruang Lingkup Pembahasan

Masalah Tuhan (ketuhanan) :Siapakah Tuhan ? Pengertian ke Esaan Tuhan, Bagaimana mengenal
Tuhan ?

Untuk menjawab hal di atas dipergunakan 2 pendekatan : Pendekatan Filsafat ,maksudnya adalah
dengan menggunakan kekuatan fikiran yang mendalam, termasuk menganalisa pendapat para ahli
filsafat tentang hal serupa. Namun akhirnya penemuan filsafat tentang Tuhan baru pada tingkat
eksistensi (keberadaan tuhan) saja.

Seorang ahli filsafat Yunani, Aristoteles (384-322 SM) mengakui dan menyebut adanya kodrat maha
tunggal atau “logos”(akal mutlak), merupakan sebab pertama bagi segala kejadian dan juga penggerak
pertama bagi segalanya. Berarti dalam pandangan Aristoteles Tuhan itu ialah zat yg maha tunggal yang
sekaligus sebagai sebab pertama dan penggerak pertama, Causa Prima.

Seorang filosof Islam Abu Nasar Al Farabi berkata ; ada pertama itu murni dari segala kekurangan,
maka ada pertama itupun murni dari sekutu hingga ada pertama itupun Maha Esa.

Pendekatan Theologi (agama) khususnya Theosofi (Tasawuf).

Dalam pandangan Theosofi (tasawuf) yang Maha ada itu ghaib dan tanpa bentuk, Maha Tersembunyi,

“ Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin ; dan Dia Maha Mengetahui segala
sesuatu”(QS 57:3)

“ Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku
adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku,
Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-
Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. (QS 2:186)

Untuk menjelaskan “dekat” tsb dapat dijelaskan dengan gelombang radio (kisah pertemuan Bung
Karno dengan pendiri UNPAB)

Kisahnya adalah sebagai berikut (dikutip dari Capita Selecta Jilid I) :


Pada sekitar bulan Juli 1965 kami sebagai Anggota Dewan Curator seksi ilmiah USU (tahun 1965 -1970)
diminta oleh Rektor USU, Drg. Nazir, atas nama USU menghadap Presiden di Jakarta untuk berbagai-
bagai urusan.

Selama ini Anggota-Anggota teras USU belum pernah dan kurang berani menghadap sendiri pada PBR
yang merupakan seorang Tokoh Besar yang paling hebat dan ditakuti/disegani pada zaman itu,
berhubung banyak di antara Pimpinan USU bekas N.S.T., tetapi sejak Drg. Nazir sebagai Rektor
(seorang dari Angkatan 45) mulailah dirintis hubungan langsung dengan PBR dimana kami (juga dari
Angkatan 45) diutus ke Jakarta pada waktu itu (insya ALLAH semua urusan berhasil baik). Yah, kami
merasa tak perlu takut-takut/enggan, karena kami merasa tak pernah bersalah, walaupun politis
maupun sosial, culturil ,criminil atau lain-lain.

Pada saat itu kami diterima di beranda Istana Merdeka bersama-sama dengan Prof. Ir. Brojonegoro
(alm), Prof. Dr. Syarif Thayib, Bapak Suprayogi,Admiral John Lie., Pak Sucipto Besar, Kapolri, Duta Besar
Belanda, dan lain-lain semua beserta Staf, ada sekitar 20 orang semua.

Dan kami beserta rombongan (Drs. Iskandar, sekarang Koordinator Teknis Inspeksi Pajak Jakarta Pusat
dan isterinya yang khabarnya masih keturunan dari Kadilangu jadi masih ada hubungan dengan Bung
Karno, dan Bapak Drs.Yahya Senawat sekarang Pegawai Tinggi pada Departemen Pertanian R.I.)

Begitu berkumpul, Bung Karno berucap ; Wah pagi-pagi begini: saya sudah dikepung oleh 3 (tiga)
Professor-Professor, dan kemudian saya dipersilahkan langsung duduk dekat Beliau, dan Beliau
berucap ; Professor, ik hoorde van jou al sinds 4 jaar, maar nu pas ontmoet ik jou (Saya dengar tentang
engkau sudah 4 (empat) tahun, tetapi baru sekarang aku ketemu engkau) lk wou je eigenlijk iets vragen
(Sebenarnya ada sesuatu yang akan kutanyakan padamu) tentang sesuatu hal yang kira-kira 10
(sepuluh) tahun, saya cari-cari jawabnya, tetapi belum ketemu jawaban yang memuaskan.

Saya bertanya-tanya pada semua Ulama-UIama dan para Intelektuil yang saya anggap tahu, tetapi
semua jawaban tidak memuaskan saya, en jij bent U1ama tegelijk intellectueel van de Exacta en
Methaphysica-man.

Kami menjawab : apakah soalnya itu Bapak Presiden ?

Beliau menjawab, saya bertanya lebih dahulu tentang yang lain, sebelum saya memajukan pertanyaan
yang sebenarnya.

Manakah yang lebih tinggi, Presidentschap atau Generaalschap atau Professorschap dibanding dengan
Surga-schap ?

Kami menjawab; Syorga-schap, Accoord, kata bung Karno. Manakah lebih banyak dan lebih lama
pengorbanannya antara Pangkat-Pangkat Dunia yang tadi, dibanding dengan Pangkat Surga?
Kami jawab untuk Presidentschap atau Generalschap atau Professorschap, harus berpuluh-puluh tahun
berkorban dan ber-abdi pada Negara, Nusa dan Bangsa atau pada ilmu Pengetahuan, sedangkan untuk
mendapat Surga harus berkorban untuk Allah segala-galanya berpuluh-puluh tahun terus menerus
bahkan menurut Agama Hindu atau Budha harus beribu-ribu kali hidup dan berabdi, baru barangkali
dapat masuk Nirwana. Accoord kata Bung Karno.

Nu heb ik je pakken Professor (Sekarang baru dapat kutangkap engkau, Professor).Tetapi sebelum saya
majukan pertanyaan pokok itu, saya cerita sedikit:

Saya telah banyak melihat teman-teman saya meninggal dunia lebih dahulu dari saya dan hampir
semuanya matinya jelek karena banyak dosa rupanya, saya pun banyak dosa dan saya takut mati jelek.
Maka saya selidiki Al Quran dan Hadits bagaimana caranya supaya dengan mudah hapus dosa saya dan
dapat ampunan dan mati senyum, dan saya ketemu satu Hadits yang bagi saya sangat berharga.

Bunyinya kira-kira sebagai berikut : Rasulullah kira-kira bersabda , Seorang Wanita penuh dosa berjalan
di Padang Pasir, bertemu dengan seekor anjing yang kehausan, Wanita tadi mengambil gayung dan air
dan memberi Anjing kehausan itu minum, Rasul lewat dan ia berkata : Hai Para sahabatku, lihatlah,
dengan memberi minum Anjing itu, hapus dosa Wanita itu Dunia dan Akhirat dan ia Ahli Surga.

Professor, tadi engkau katakan bahwa untuk mendapat Surga harus berkorban segala-galanya,
berpuluh-puluh tahun untuk Allah baru dapat masuk Syorga, itu pun barangkali.

Sekarang seorang Wanita yang berdosa dengan sedikit saja jasa, itu pun pada seekor Anjing pula,
dihapuskan Tuhan dosanya dan ia Ahli Surga.

How do you explain it Professor '? Waar zit’t Geheim (Mana rahasianya itu?).

Saya hening sejenak lalu berdiri meminta kertas, sambil berkata :

Presiden, U zeit, dat U in 10 jaren‘t antwoord niet hebt kunnen vinden, laten we zien (Presiden, tadi
Bapak katakan dalam 10 tahun tak ketemu jawabnya, coba kita lihat), mudah-mudahan dengan
bantuan Allah dalam 2 (dua) menit saja saya coba memberikan jawaban yang memuaskan.

Bung Karno adalah seorang insinyur dan saya adalah Ahli Kimia/Physika, jadi Bahasa kami sama , yaitu
Exakta.

Saya tulis di atas kertas


10
= 1 ya kata Beliau.
10

10
= 0.01 ya kata Beliau.
100
10
= 0.001 ya kata Beliau.
10000

10
=0 ya kata Beliau. ∞ = tidak terhingga

1.000.000
=0 ya kata Beliau

Berapa saja+Apa saja


=0 ya kata Beliau

Dosa
=0 ya kata Beliau

Nah,

1x∞=∞ ya kata Beliau.

0.5 x ∞ = ∞ ya kata Beliau.

1 zarah x ∞ = ∞ ya kata Beliau.

Nah, sang Wanita walaupun hanya sezarah jasanya, bahkan terhadap seekor Anjing sekalipun,
mengkaitkan, menggandengkan gerakannya dengan Yang Maha Akbar, mengikut sertakan Yang Maha
Besar dalam gerakan-gerakannya, maka hasil dari gerakannya itu menghasilkan IBADAT yang begitu
besar, yang langsung dihadapkan pada dosa-dosanya, yang pada saat itu juga hancur barkeping-keping,
ditorpedo oleh PAHALA yang MAHA BESAR itu :

1 zarah x ∞ = ∞
𝐷𝑜𝑠𝑎
=0

Ziedaar het Antwoord, Presiden ( Itulah dia jawabnya Presiden) Bung Karno diam sejenak dan
kemudian berucap : Geweldig (Hebat).

Belum habis 2 (dua) menit jawabannya sudah dapat, didukung pula oleh ilmu Mathematika.

Ia diam sejenak, kemudian dengan tajam ia bertanya lagi.Bagaimana ia dapat hubungan dengan Sang
Tuhan '?

Jawab : Dengan mendapatkan frequentie-Nya. Tanpa mendapatkan frequentie-Nya tak mungkin ada
contact dengan Tuhan.

Lihat saja, walaupun 1 mm jaraknya dari sebuah Zender radio, kita letakkan radio kita dengan
frequentie yang tidak sama, radio kita itu tidak akan mengeluarkan suara dari Zender tersebut. Begitu
juga, walupun Tuhan itu dikhabarkan berada lebih hampir dari kedua urat leher kita tak mungkin ada
contact jika frequentie-Nya tak kita dapati.

Tanya :Bagaimana mungkin kita dapat frequentie dari Yang Maha Akbar sedang kita manusia kecil,
sibaharu yang sedang berkekurangan ?

Jawab ; Melalui isi Dada Rasulullah ,Haditsh Qudsi berbunyi:

“Inna hadzal qur aana tharafuhu biyadillah wa tharafuhu bi aydiikum, fatamassakuu Bihi”. (Abi
Syuraihil Khuza’ayya ra).

Artinya : “Bahwasanya Al Qur`an ini satu ujungnya di tangan Allah dan satu lagi di tangan kamu, maka
peganglah kuat-kuat akan dia.

Quran adalah salah satu tali hubungan antara RASUL dengan ALLAH dan Firman Allah :

Fa idzaa sawwaytuhuu wa nafakhtu fiihi min ruuhii faqa‘uu lahuu saajidiin.

Artinya : Maka setelah Aku sempurnakan dia dan Aku tiupkan di dalamnya sebagian RohKu,
rebahkanlah dirimu bersujud kepadaNya (Al Hijr :29 )

Nur ilahi yang terbit dari Allah sendiri adalah tali yang nyata antara Allah dengan Rasulullah.Ujung Nur
ilahi itu ada dalam dada Rasulullah. Ujungnya itulah yang kita hubungi pula, sudah jelas kita akan
mendapat frequentie daripada Allah SWT.

Lihat saja Sunatullah : Hanya cahaya Matahari saja yang satu-satunya sampai pada Matahari, Tak ada
yang sampai pada Matahari, melainkan cahayanya sendiri. Juga gas-gas yang seringan-ringannya tak
ada yang sampai pada Matahari, walaupun “edelgassen” seperti : Xenon, Crypton, Argon, Helium,
Hydrogen dan lain-lain tidak sampai, semua vacuum .

Yang sampai pada Matahari hanya cahayanya karena ia terbit dari padanya dan tak bercerai siang dan
malam dengannya.

Kalaulah matahari umurnya 1 (satu) juta tahun maka cahayanya pun akan berumur sejuta tahun pula.
Kalau Matahari hilang, maka cahayanya pun hilang. Matahari hanya dapat dilihat melalui cahayanya,
tanpa cahaya, Matahari pun tak dapat dilihat. Namun cahaya Matahari, bukanlah Matahari-cahaya
Matahari adalah getaran transversaal dan Longitudinaal dari Matahari sendiri.(Huygens)

Begitu pula Nur lllahi adalah terblt darl Fi’il - Sifat - Zat Allah - Ta‘ala (Tasauf: AlHikam - Tanwilur Qulub
– Hidayatus Salikin dan lain-lain). Dan Rasulullah adalah satu-satunya manusia di akhir zaman yang
mendapat Nur ilahi dalam Dadanya Muthlak jika hendak mendapat frequentie Allah, ujung dari Nur itu
yang berada dalam Dada Rasul muthlak perlu kita hubungi!
Tanyanya lagi ; Bagaimana pula kita dapat menghubungi ujung tali Allah itu, yang berada dalam Dada
Rasulullah.

Sedangkan Beliau itu sudah sekian lama wafat ? Dan dimana pula Roh Beliau itu sekarang? Semuanya
tetap masih misteri ?

Memang tajam Bung Karno itu.

Jawab : Dengan khidmat dan tadarruk memperbanyak SHALAWAT ATAS NABI, kita berhubung dengan
Roh Beliau, berarti kita dapat frequentie Beliau dan dengan langsung pula dapat frequentie Allah SWT
karena Rasul tidak terdinding dari Allah SWT.

Hadits Qudsi :

Artinya :”Tidak Ku kabulkan doa seseorang, tanpa shalawat atas RasulKu. Doanya tergantung di awang-
awang” (HR. Abu Daud dan An Nasai).

Terjemahan Akademis : “Tidak engkau mendapat frequentie-Ku tanpa lebih dahulu mendapat
frequentie Rasul-Ku.”

Ternyata Rasulullah is the Big Conductor kita kepada Allah SWT.

Bung Karno berdiri dan berucap ; Professor, you are marvelous, you are wonderful, enormous,
kemudian dengan merangkul kedua tangan saya, ia berkata Professor doakan saya supaya dapat mati
senyum nanti di belakang hari.

Saudara-saudara Pembaca yang Budiman,

Saudara-saudara tentu saja dapat menerka, bahwa semua urusan berjalan lancar dan berhasil, Bung
Karno sejak itu tak bertemu lagi dengan kami.

Beberapa tahun kemudian. Beliau diberitakan wafat. Dari resensi-resensi lbu Kota, harian-harian,
majalah-majalah yang mengcover kepergian Beliau selalu memberitakan bahwa Beliau dalam keadaan
senyum menutup matanya untuk selama-lamanya.

Ada seorang Wartawan bernama Mahmud Fatha yang memberitakan dalam Majalah-nya
(Selecta/lndah), bahwa beberapa tahun sebelum Wafatnya Bung Karno bertemu dengan seorang
ulama lntellectueel, dimana ia mohon didoakan pada Allah agar ia dapat mati senyum kelak; rupanya
ternyata doa tersebut dikabulkan Allah SWT.
TIGA PILAR UTAMA AGAMA ISLAM

Dalam Hadis Nabi SAW yang diriwayatkan Bukhari-Muslim dijelaskan :

I.Rukun Islam : 1. Mengucapkan Dua Kalimah Syahadah 2. Mendirikan Shalat 3. Puasa di bulan Ramadhan 4.
Mengeluarkan Zakat 5. Melaksanakan Haji

II. Rukun Iman : 1.Beriman kepada Allah 2.Beriman kepada MalaikatNya 3.Beriman kepada Kitab-KitabNya
4.Beriman kepada Rasul-RasulNya 5.Beriman kepada hari Akhirat 6.Beriman dengan Takdir baik dan buruk

III.Ihsan : Engkau Menyembah Allah seolah- engkau melihatnya. Apabila engkau tidak dapat melihatNya maka
sesungguhNya Ia melihat engkau.

Untuk mempelajarinya :

1.Rukun Islam  Ilmu Syariah/Hukum /Ilmu Fiqih 2.Rukun Iman  Ilmu Ushuluddin/Kalam/Tauhid

Ihsan  Ilmu Tasawuf

Ketiga pilar tersebut akan kita bahas dalam kajian Metafisika/Tasawuf

NILAI-NILAI DALAM RUKUN ISLAM

Rukun Islam merupakan upaya untuk mewujudkan PERSONAL STRENGTH (KETANGGUHAN PRIBADI) dengan
langkah-langkah sbb :

1.Dua Kalimah Syahadah :Vission & Mission Statement (Penetapan Visi dan Misi)

ٰ َ‫أ َ ْش َهد أ َ ْن َل إِ ٰلهَ إِ ّل‬


Visi : Asyhadu allaa ilaaha illallaah = ‫اّلل‬

Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan (ilah) selain Allah.

Siapakah yang diamaksud dengan ilah (Tuhan)

Definisi Tuhan :

Tuhan (ilah) adalah sesuatu yang dipentingkan (dianggap penting) oleh manusia sedemikian rupa sehingga
manusia merelakan dirinya dikuasai (didominasi) olehnya.

Dari definisi terlihat jelas bahwa tidak ada manusia di dunia ini yang tidak berTuhan, walaupun menganggap
dirinya komunis sekalipun karena pasti ada yang dipentingkannya.

Bagaimana mengEsakan Tuhan (ilah) ?

Di dalam Islam dikenal istilah kalimah Tauhid “Laa ilaaha illallaah” Tidak ada Tuhan selain Allah

‫لَ ِإ ٰلهَ ِإلا للا‬

Pada Era digital semenjak dikenal bilangan biner, yaitu angka 0 dan 1.
Dan bila kita ilustrasikan menjadi :

Tidak ada Tuhan =0 selain Allah= 1


1
Maka akan kita peroleh suatu rumusan: 0
= ∞

Apabila kita hanya menuhankan Allah yang satu (tidak menuhankan selain Allah) maka kita akan memperoleh
suatu power yang luar biasa ∞ (bantuan Allah)

Bagaimana kalau tidak bertuhan kepada selain Allah ?

Bila bertuhan kepada selain Allah misalnya kepada Triple Ta (Wanita,Harta dan Tahta) dan bila tidak tercapai
akan mengakibatkan : kecewa, putus asa, frustasi. Hal lain juga dapat mengakibatkan inferior, rasa rendah diri
yang berlebihan dan sebaliknya dapat pula menjadikan diri superior/sombong/egois.

Atau dengan kata lain dengan Visi ini dapat mewujudkan kemerdekaan bagi diri kita.

‫أ َ ْش َهد أ َ ان م َح امد ا‬
Misi : Asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. ِ‫ًارس ْول للا‬

Aku bersaksi bahwa Muhammad Utusan Allah

Muhammad diutus Allah adalah sebagai Rahmatan lil’alamin =menjadi rahmat bagi sekalian alam. Ini
mengisyaratkan bahwa kita yang mengikutnya harus menyadari bahwa kehadiran kita harus memberi manfaat
bagi sekeliling kita.

Dua Kalimah syahadah ini minimal harus diucapkan minimal 9x sehari semalam dalam shalat, atau 270 x
sebulan. (Repetitive Magic Power).

2.Shalat adalah upaya Character Building = Pembangunan Karakter.

Ini dilakukan terlebih dahulu dengan Wudhu’. Membasuh wajah (mata=penglihatan, Hidung=penciuman,
mulut=perkataan) melambangkan refresh atas hal yang terlihat, tercium, terkatakan yang dapat mengganggu
kepribadian kita.

Membasuh tangan melambangkan penyucian segala kegiatan. Membasuh kepala melambangkan pikiran yang
suci dan membasuh kaki adalah melambangkan langkah lurus nan bersih.

Pengucapan kata Allahu Akbar=Allah Maha Besar di awal shalat, dan perpindahan gerakan melatih diri kita agar
selalu meraih kebesaran dan kemenangan dengan hati yang bersih dan suci yang akhirnya akan mendidik kita
menjadi bermental juara.

Ucapan ini minimal 5x 17 =85

Ucapan Inna Shalaati Wa Nusukii Wa Mahyaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiin = Sesungguhnya Shalatku,
Ibadahku, Hidup dan Matiku hanya untuk Allah Tuhan Semesta alam.

Bermakna suatu komitmen jiwa agar terarah dan tidak goyah dalam menghadapi kehidupan.
Ucapan Bismillaahirrahmaanirrahiim = Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang,
mengajarkan kepada kita bahwa bila aktivitas kita bertitik tolak dari Allah maka akan menghasilkan manfaat bagi
diri, masyarakat, dan lingkungan. Karena aktivitas tersebut akan mengandung nilai kasih sayang.

Ucapan Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin = Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam, mengajarkan agar kita tetap
merasakan anugerah yang telah begitu banyak diberikannya.

Ucapan Arrahmaanirrahiim = Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, mengajarkan kepada kita bahwa kasih
sayangNya paling dominan dari sifat-sifatNya yang lain.

Ucapan Maaliki yaumiddiin = Pemilik (Raja) hari Pembalasan, mengajarkan agar kita menyadari bahwa apa yang
kita lakukan pasti akan mendapat balasan dariNya.

Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin = Hanya kepadaMu kami* menyembah dan hanya kepadaMu kami* mohon
pertolongan, mengajarkan menyembahlah (mengabdi) terlebih dahulu baru meminta pertolongan.

kami *= bermakna bukan sendiri tetapi harus berjemaah

Ihdinash shiraathal mustaqiim = Tunjukilah (berilah hidayah)* kami jalan yang lurus, mengajarkan agar kita
waspada dalam menghadapi kehidupan ini karena banyak jalan yang akan menghancurkan diri kita.

*hidayah= petunjuk Allah (naluripanca inderaAkal (logika)Agama

Shirathal ladziina an’amta ‘alaihim = yaitu jalan yang telah engkau berikan kenikmatan kepada mereka.

(para nabi, shiiddiqiin, syuhada’, orang-orang saleh)

Dan Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang
dianugerahi nikmat oleh Allah, Yaitu: Nabi-nabi, Para shiddiiqiin, Para Syuhada’, dan orang-orang saleh. dan
mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya. [QS.An-Nisa’(4):69]

Ghairil Maghdhuubi ‘alaihim wa ladhdhaalliin = Bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan jalan mereka
yang sesat.

Di dalam ruku’ dan sujud diucapkan pujian, Subhaana Rabbiyal ‘Azhiimi Wabihamdih =Maha Suci Tuhanku Yang
Maha Agung – Subhaana Rabbiyal A’laa Wabihamdih = Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi.

Memuji artinya menjunjung, dan orang yang menjunjung akan menempatkan suatu hal pada tempat yang tinggi,
menjunjung tinggi kesucian jiwa dan raga.

Ketika duduk antara dua sujud diucapkan do’a

Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu annii = Wahai Tuhanku
ampunilah kesalahanku, kasihilah aku, tutupilah kelemahanku, angkatlah derjatku, berilah aku rezki, tunjukilah
aku, sehatkanlah aku, dan ma’afkanlah aku”

Seluruh harapan sudah terangkum dalam do’a tersebut.


Ketika duduk tahiyat akhir, kita dibentuk untuk selalu memikirkan dan mendo’akan orang-orang sekeliling kita,
menghormati dan menghargai orang yang saleh,Nabi dan RasulNya.

Juga dalam tahiyat itu diingatkan kembali visi dan misi hidupnya.Dan akhirnya shalatnya akan memberikan
keselamatan/kedamaian rahmat dan berkah bagi sekelilingnya (Ucapan salam).

Iman tidak cukup hanya diucapkan namun harus diwujudkan dengan langkah nyata yang dilambangkan dengan
do’a dan gerakan berdiri, ruku’, sujud, duduk.

Suatu kegiatan fisik akan lebih mudah diingat, dibanding dengan kegiatan pikiran, apalagi kegiatan fisik itu
dilakukan secara berulang-ulang, maka hal tersebut akan menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.

Kegiatan yang dilakukan berulang-ulang akan menciptakan kebiasaan (habit) yang tentu saja berujung pada
pembentukan nilai (value).

Di dalam Shalat akan diperoleh upaya untuk menyeimbangkan dan menyelaraskan hati, pikiran dan
pelaksanaan.

Shalat 5 waktu secara disiplin tanpa diawasi orang lain adalah sebuah pelatihan integritas yang sesungguhnya.

Dengan demikian shalat bukan hanya membangun Karakter, namun juga akan diperoleh suatu relaksasi ,
kesehatan jiwa serta kesehatan fisik.