Anda di halaman 1dari 4

1.

Dalam konsep dasar analisis risiko kualitas lingkungan, Secara umum bahaya lingkungan
dapat dikelompokkan menjadi 3 kriteria yaitu :
a. Bahaya (Co), bahaya (Co2), bahaya (Zn)
b. Bahaya kerusakan alam, bahaya limbah cair, bahaya polutan udara
c. Bahaya fisik, bahaya kimia, bahaya biologi
d. Bahaya pencemaran, bahaya hujan asam, bahaya efek rumah kaca
e. Bahaya kerusakan lapizan ozon, bahaya pencemaran tanah, bahaya gas (CFC)

2. Tujuan dari di lakukannya Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) agar:


a. Mempermudah dalam melakukan observasi lapangan
b. Dapat mengetahui proses pencernaan yang terjadi di dalam tubuh
c. Dapat mendeteksi dini suatu penyakit baru
d. Mengetahui bagaimana proses kerusakan alam terjadi
e. Dapat mengidentifikasi masalah-masalah kesehatan lingkungan yang diakibatkan
oleh pembangunan serta kegiatan lain yang dapat mencemari lingkungan

3. Apakah yang dimaksud analisis pajanan dalam Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan
(ARKL):
a. Evaluasi pajanan agen dan turunannya pada organisme, sistim, atau
sub/populasi. Analisis pajanan merupakan langkah yang keempat dalam ARKL.
b. Analisis hubungan antara jumlah total suatu agen yang diberikan, diterima, atau
diserap oleh suatu organisme, sistim, atau sub/populasi dengan perubahan yang
terjadi pada suatu organisme, sistem, atau sub/populasi.
c. Zat, materi,atau makhluk dalam bentuk fisik, kimiawi,atau biologi yang kontak
atau mengenai sasaran.
d. Perubahan keadaan atau dinamika suatu organisme, sistim,
e. Dosis tertinggi suatu zat pada studi toksisitas kronik atau subkronik yang secara
statistik atau biologis tidakmemperlihatkan

4. Definisi dari sistem dan keamanan pangan ialah:


a. segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian perkebunan
perhutanan perikanan peternakan perairan dan air
b. segala sesuatu yang berhubungan dengan pengaturan, pembinaan, dan atau
pengawasan terhadap kegiatan atau proses produksi pangan dan peredaran
pangan sampai dengan siap dikonsumsi manusia
c. segala sesuatu bahan layak konsumsi yang berasal dari alam maupun hasil
produksi
d. proses dalam melakukan suatu kegiatan dalam hal konsumsi makanan dan
minuman
e. upaya dalam memproduksi makanan siap saji
5. Berikut ini adalah salah satu alat dalam melakukan analisis kualitas makan dan
minuman yaitu:
a. Isolasi
b. Isolator
c. Termometer
d. IPAL
e. Soxhlet extraction fat analyzer

6. Parameter kimia dalam analisis kualitas makan dan minuman diantaranya:


a. Aflatoksin, arsen, kadmium, merkuri, timbal, tembaga
b. E-coli, salmonella sp, staphylococcus aureus, bacillus cereus
c. Kandungan bahan radioaktif
d. Kandungan gas (CFC)
e. Kandungan (Zn)

7. Berikut ini adalah metode dan tehnik sampling, penanaman dan inkubasi sampel
KECUALI:
a. Tehnik sampling
b. Metode sampel
c. Penanaman sampel
d. Tahap literatur sampel
e. Inkubasi sampel

8. Yang dimaksud dengan inkubasi sampel ialah:


a. Tahap dalam melakukan pengukuran sampel
b. Tahap dalam melakukan pengujian sampel
c. teknik perlakuan bagi mikroorganisme yang telah diinokulasikan pada media (padat
atau cair), kemudian di simpan pada suhu tertentu untuk dapat melihat
pertumbuhannya.
d. penetapan nitrogen total pada asam amino, protein dan senyawa yang mengandung
nitrogen.
e. pengurangan massa dan ukran dari gross sampel sampai pada massa dan ukuran
yang cocok untuk analisa di laboratorium

9. yang dimaksud colorimetry dalam analisis kualitas makan dan minuman ialah:
a. teknik pengukuran warna dengan menggunakan tiga komponen warna primer yang
terlihat oleh mata manusia, yaitu merah, hijau dan biru (juga dikenal dengan
sebutan RGB).
b. teknik perlakuan bagi mikroorganisme yang telah diinokulasikan pada media (padat
atau cair), kemudian di simpan pada suhu tertentu untuk dapat melihat
pertumbuhannya.
c. pengurangan massa dan ukran dari gross sampel sampai pada massa dan ukuran
yang cocok untuk analisa di laboratorium
d. penetapan nitrogen total pada asam amino, protein dan senyawa yang mengandung
nitrogen.
e. Penanaman bakteri atau biasa disebut juga inokulasi adalah pekerjaan
memindahkan bakteri dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tingkat
ketelitian yang sangat tinggi.

10. Fungsi dari passive sampler ialah:


a. Untuk mengambil sampel SO2 dan NO2 dari udara ambient
b. Untuk mengambil sampel aerosol
c. Untuk Mengukur Konsentrasi Ozone Permukaan dengan metode pengukuran UV
Photometry
d. Untuk Mengambil sampel air hujan yang akan diukur konsentrasi kimia Air Hujan
e. Untuk mengambil sampel Suspended Particulate Monitor ( SPM )

11. Fungsi dari aerosol sampler ialah:


a. Untuk mengambil sampel SO2 dan NO2 dari udara ambient
b. Untuk mengambil sampel aerosol
c. Untuk Mengukur Konsentrasi Ozone Permukaan dengan metode pengukuran UV
Photometry
d. Untuk Mengambil sampel air hujan yang akan diukur konsentrasi kimia Air Hujan
e. Untuk mengambil sampel Suspended Particulate Monitor ( SPM )

12. Fungsi dari high volume sampler ialah:


a. Untuk mengambil sampel SO2 dan NO2 dari udara ambient
b. Untuk mengambil sampel aerosol
c. Untuk Mengukur Konsentrasi Ozone Permukaan dengan metode pengukuran UV
Photometry
d. Untuk Mengambil sampel air hujan yang akan diukur konsentrasi kimia Air Hujan
e. Untuk mengambil sampel Suspended Particulate Monitor ( SPM )

13. Fungsi dari automatic rain sampler ialah:


a. Untuk mengambil sampel SO2 dan NO2 dari udara ambient
b. Untuk mengambil sampel aerosol
c. Untuk Mengukur Konsentrasi Ozone Permukaan dengan metode pengukuran UV
Photometry
d. Untuk Mengambil sampel air hujan yang akan diukur konsentrasi kimia Air Hujan
e. Untuk mengambil sampel Suspended Particulate Monitor ( SPM )

14. Fungsi dari ozone analyzer ialah:


a. Untuk mengambil sampel SO2 dan NO2 dari udara ambient
b. Untuk mengambil sampel aerosol
c. Untuk Mengukur Konsentrasi Ozone Permukaan dengan metode pengukuran UV
Photometry
d. Untuk Mengambil sampel air hujan yang akan diukur konsentrasi kimia Air Hujan
e. Untuk mengambil sampel Suspended Particulate Monitor ( SPM )

15. Fungsi dari nephelo meter ialah:


a. Untuk mengambil sampel SO2 dan NO2 dari udara ambient
b. Untuk mengambil sampel aerosol
c. Untuk Mengukur Konsentrasi Ozone Permukaan dengan metode pengukuran UV
Photometry
d. Untuk mengukur Partikel Debu ukuran PM 2.5 dengan metode pengukuran Light
Scattering
e. Untuk mengambil sampel Suspended Particulate Monitor ( SPM )