Anda di halaman 1dari 12

MULTIMEDIA

TEORI WARNA

OLEH :

1. ANNISA NUR FADHILAH (1317051010)


2. QORY APRILARITA (1317051049)

JURUSAN ILMU KOMPUTER


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMPUNG
2015
A. Pengertian Warna

Warna adalah elemen terpenting dalam desain grafis. Warna menjadi indikator pembeda
antara satu objek dengan yang lain. Dari sudut pandang ilmu fisika, warna dihasilkan dari
representasi sinar putih yang dihasilkan oleh matahari atau bola lampu pada spektrum
prisma.

Di dunia komputer ada banyak sistem warna, antara lain RGB (Red-Green-Blue), CMYK
(Cyan-Magenta-Yellow-Black), LAB Color (lightness A (Green-red axis) B(blueyellow
axis)), HLS (Hue-Lightness-Saturation). Banyaknya sistem warna karena ada perbedaan
dalam aplikasi saat cetak.

Berdasarkan fungsinya, aplikasi warna di layar komputer dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. Warna Additive
Warna additive digunakan untuk desain tampilan di layar monitor, tidak untuk
kebutuhan cetak. Di antara sistem warna additive adalah RGB, LAB Color dan HLS.
Desain yang menggunakan model warna additive, misalnya game, wallpaper, web dan
video.

2. Warna Subtractive.
Warna ini merupakan perpaduan beberapa warna primer. Warna subtractive
digunakan untuk kebutuhan cetak. Sistem warna yang digunakan adalah CMYK.
Sistem warna ini berasal dari tiga warna primer dan perpaduan ketiganya
menghasilkan warna hitam.

Spektrum warna merupakan pantulan cahaya matahari yang dilewatkan pada prisma.
Terdapat dua jenis cahaya yang dipantulkan, yaitu :
1. Cahaya akromatik, bersifat tidak berwarna, hanya menggunakan intensitas yang
diukur dengan tingkat keabuan. Contohnya adalah TV hitam-putih dan citra
monokrom.

2. Cahaya kromatik, memiliki panjang gelombang 400~700 nm. Tiga satuan yang
digunakan untuk mendeskripsikan kualitas dari sumber cahaya akromatik adalah :
 Radiance : jumlah energi yang memancar dari sumber cahaya (dalam satuan
watt).
 Luminance : jumlah energi yang diterima oleh observer dari sumber cahaya
(dalam satuan lumens, lm). contoh: sinar inframerah memiliki radiansi yang
besar tapi nyaris tidak dapat dilihat oleh observer.

 Brightness : Deskriptor yang subjektif, mirip dengan pengertian intensitas


pada akromatik, walah satu faktor penentu dalam menggambarkan sensasi
warna.
Tiga karakteristik yang digunakan untuk membedakan satu warna dengan lainnya adalah :
1. Brightness : intensitas kromatik.
2. Hue : panjang gelombang dominan dalam campuran gelombang cahaya (warna
dominan yang diterima oleh observer).
3. Saturasi : kemurnian relatif (pada spektrum warna murni: merah, oranye, kuning,
hijau, biru, dan violet tersaturasi penuh, sedangkan pink saturasinya lebih rendah
4. Hue + saturasi  kromatisitas

B. Pemodelan Warna dalam Grafik Komputer

a. Warna RGB (Red – Green – Blue)


Model warna RGB adalah model warna berdasarkan konsep penambahan kuat cahaya
primer yaitu Red, Green dan Blue. Dalam suatu ruang yang sama sekali tidak ada
cahaya, maka ruangan tersebut adalah gelap total. Tidak ada signal gelombang cahaya
yang diserap oleh mata kita atau RGB (0,0,0). Apabila kita menambahkan cahaya
merah pada ruangan tersebut, maka ruangan akan berubah warna menjadi merah
misalnya RGB (255,0,0), semua benda dalam ruangan tersebut hanya dapat terlihat
berwarna merah. Apabila (Red - Blue - Green) ketiga warna tersebut dikombinasikan,
maka akan tercipta warna putih. Inilah mengapa RGB disebut ‘additive color'.

Apabila diberikan 2 macam cahaya primer dalam ruangan tersebut seperti (merah dan
hijau), atau (merah dan biru) atau (hijau dan biru),

maka ruangan akan berubah warna masing-masing menjadi kuning atau magenta atau
cyan. Warna-warna yang dibentuk oleh kombinasi dua macam cahaya tersebut disebut
warna sekunder.
Lihatlah kombinasi warna RGB di bawah ini:

Warna Tersier adalah warna yang hanya dapat terlihat apabila ada tiga cahaya primer,
jadi apabila kita non-aktifkan salah satu cahaya, maka benda tersebut berubah warna.
Contoh warna tersier seperti abu-abu, putih.

Pada perhitungan dalam program-program komputer model warna direpresentasi


dengan nilai komponennya, seperti dalam RGB (r, g, b) masing-masing nilai antara 0
hingga 255 sesuai dengan urusan masing-masing yaitu pertama Red, kedua Green dan
ketigha adalah nilai Blue dengan demikian masing-masing komponen ada 256 tingkat.
Apabila dikombinasikan maka ada 256 x 256 x 256 atau 16.777.216 kombinasi warna
RGB yang dapat dibentuk.

Dalam mendesign web warna RGB direpresentasikan dengan Hex Triplet atau
kombinasi 2 pasang bilangan hexadecimal, seperti #FF5D25 artinya Red = FF atau
15*16 + 15 = 255, Green = 5D atau 5*16 + 13 = 93 dan Blue = 25 atau 2*16 + 5 = 37.
Jadi RGB (255,93,37)
Color Hexadecimal Color Hexadecimal Color Hexadecimal Color Hexadecimal
aqua #00FFFF green #008000 navy #000080 silver #C0C0C0
black #000000 gray #808080 olive #808000 teal #008080
blue #0000FF lime #00FF00 purple #800080 white #FFFFFF
fuchsia #FF00FF maroon #800000 red #FF0000 yellow #FFFF00

Konsep Model Warna RGB dapat dijumpai pada peralatan seperti:


- Televisi
- Camera Foto
- Pemindai Warna

b. Warna CMYK
CMYK (adalah kependekan dari cyan, magenta, yellow-kuning, dan black-hitam, dan
biasanya juga sering disebut sebagai 'warna proses' atau 'empat warna'). CMYK
adalah sebuah model warna berbasis pengurangan sebagian gelombang cahaya
(substractive color model) dan yang umum dipergunakan dalam pencetakan berwarna.
Istilah CMYK juga biasanya digunakan untuk menjelaskan proses pencetakan itu
sendiri. Meskipun terdapat beberapa metode pencetakan yang diterapkan pada
percetakan, operator cetak, pembuat mesin cetak dan urutan penintaan, proses
pewarnaan umumnya berurutan sesuai dengan singkatannya, yaitu CMYK.

Secara teori sebenarnya model warna CMY (tanpa Black - Hitam) adalah kebalikan
secara langsung dari model warna RGB, dalam hal ini bisa ditarik analogi fungsi
konversi sederhana seperti:
fungsi [r,g,b] = cmy2rgb (c,m,y)
r = 1.0 - c;
g = 1.0 - m;
b = 1.0 - y;

Namun faktanya, model warna RGB yang banyak dijumpai dalam metode reproduksi
warna alat-alat optik, seperti Camera Digital, Layar Monitor atau Pemindai Warna
sangat tergantung pada komponen alat. Sedangkan model warna CMY(+K)
tergantung pada parameter proses pencetakan, baik teknologi pencetakan maupun
bahan-bahan materi cetak dan tinta yang dipergunakan. Kedua model warna tersebut
memiliki ketergantungan dalam memvisualkan warna. Oleh karena itu tidak ada
rumusan yang sederhana dalam mengkonversi warna RGB ke CMYK atau
kebalikannya. Seperti:
fungsi [r,g,b] = cmyk2rgb (c,m,y,k)
r = 1.0 - (c+k);
g = 1.0 - (m+k);
b = 1.0 - (y+k);

Membandingkan peralatan optik RGB seperti layar monitor dengan hasil cetak
CMYK sangatlah sulit, karena baik komponen peralatan maupun pigmen (zat warna)
tinta berbeda sekali. Meskipun tidak ada rumusan yang sederhana untuk
mengkonversi RGB ke dalam model warna CMYK namun banyak yang berusaha
mengimplementasikan proses konversi tersebut. Proses ini biasa disebut dengan Color
Management System. Dengan memanfaatkan profil warna (color profile) sebuah
aplikasi software menghitung dan mengkonversi kedua data model tersebut.
Teori Penyerapan Warna (Substractive Color Model) mengatakan bahwa Cyan akan
meyerap gelombang cahaya Red-Merah, Magenta akan menyerap gelombang cahaya
Green-Hijau dan Yellow akan menyerap gelombang cahaya Blue - Biru adalah utopia
semata.

Dalam penerapannya mustahil didapatkan tinta-tinta tersebut diatas yang murni dapat
menyerap seluruh gelombang cahaya yang seharusnya diserap. Oleh karena itu suka
atau tidak suka ada saja sebagian gelombang cahaya yang tidak diinginkan (Unwanted
Color) yang masih dipantulkan sehingga membuat kesalahan warna atau sering
disebut hue error.

Meskipun ketiga tinta primer (CMY) masing-masing memantulkan gelombang cahaya


warna yang tidak diinginkan, tapi porsinya berbeda, tinta Cyan memantulkan cahaya
Merah yang lebih besar dibandingkan dengan cahaya Green - Hijau yang dipantulkan
oleh tinta Magenta demikian juga cahaya Biru oleh tinta Yellow. Oleh karena itu
dalam proses pencetakan ditambahkan warna Black - Hitam sebagai warna ke-4, agar
reproduksi warna dapat menghasilkan kepekatan warna hitam yang diinginkan.

Jadi, untuk memproduksi gambar sehingga dapat dicapai hasil yang (relative)
sempurna dibutuhkan sedikitnya 4 Tinta yaitu: Cyan, Magenta, Yellow dan Black.
Keempat tinta tersebut disebut Tinta / Warna Proses. Tinta Proses adalah tinta yang
dipergunakan untuk mereproduksi warna dengan proses teknik cetak tertentu, seperti
offset lithography, rotogravure, letterpress atau sablon. Berbeda dengan Tinta yang
hanya digunakan satu lapisan (single layer), karena tinta yang digunakan dapat
ditumpuk-tumpuk, maka sifat tinta proses harus memenuhi standard tertentu, seperti
spesifikasi warna (dalam model warna CIELab) dan nilai Opaqcity/Transparency.
Kesalahan warna dalam penumpukan 2 macam tinta tersebut disebut Ink Trapping
Error (berbeda dengan Layout Trapping Error). ISO 2846-1 hingga ISO 2846-5
adalah standar yang ditetapkan oleh badan standarisasi international terhadap warna
dan nilai transparency dari tinta proses 4 warna CMYK masing-masing untuk proses
pencetakan: Sheet-fed and heat-set web offset lithographic printing, Coldset offset
lithographic printing, Publication gravure printing, Screen printing dan Flexographic
printing. Penggunaan 4 tinta proses masih dominan, tapi metode menambah warna
tinta cetak berkembang pesat. Teknologi HiFi Color dikembangkan beberapa pihak
antara lain Pantone mengembangkan Proses Hexachrome dan Opaltone. Pada teknik
Digital Inkjet Printing, perkembangan Warna Proses sedemikian pesatnya, hal ini
didorong lantaran karena masalah teknis (kecilnya nozzle dalam printing head),
maupun persaingan untuk menghadirkan reproduksi warna yang sempurna (sesuai
dengan target pasar yang dituju), ada tinta-tinta seperti: Light Magenta, Light Cyan,
Grey, Matt Black, Orange dan Green dll.

Melihat perkembangan penggunaan warna hitam - Black dalam separasi warna seperti
yang dijelaskan diatas memberikan sedikit makna pentingnya warna hitam dalam
separasi 4 warna. Karena tinta Hitam tidak mempunyai nuansa warna (undefined
hue), maka warna hitam baik dipakai untuk mencampur separasi gambar tidak
mengubah nuansa warna. Tinta Hitam hanya berfungsi untuk memperkeruh warna
atau orang awam akan melihat gambar menjadi lebih gelap.

Perbandingan RGB dan CMYK

RGB CMYK
· Cyan Magenta Yellow Black (orang awam bilang biru,
· Red Green Blue (merah, hijau, biru)
merah, kuning dan hitam )
· RGB merupakan warna-warna primer yang digunakan
· CMYK merupakan warna-warna primer yang paling
pada monitor
banyak digunakan pada printer
· Jadi RGB lebih digunakan untuk desain yang nantinya
· CMYK lebih digunakan untuk desain yang nantinya
ditampilkan ke media layar monitor
ditampilkan ke media cetak
· Jika warna RGB di campur semua, akan
· Jika warna CMY di campur semua, akan
menghasilkan warna putih
menghasilkan warna hitam
c. Warna HLS
HLS adalah suatu model warna yang diperoleh dari color space RGB dan device
dependent color space. Di dalam HLS, ketiga karakteristik pokok dari warna adalah :
1. Hue adalah warna yang dipantulkan dari atau memancarkan melalui suatu obyek.
Itu diukur sebagai lokasi pada standard color wheel, yang dinyatakan dalam
tingkat antara 00 dan 3600.

2. Lightness adalah tingkat keterangan relative atau kegelapan dari warna. Pada
umumnya diukur dalam presentase dari 0% (hitam) ke 100% (putih).

3. Saturation disebut juga chroma, adalah kemurnian atau kekuatan dari warna.
Saturation menghadirkan jumlah kelabu sebanding dengan Hue, mengukur
persentase dari 0% (Hitam)Kelabu sampai 100%( warna yang dipenuhi ). Pada
standar color wheel, saturation meningkatkan dari pusat ke tepi. Penamaan model
warna HLS bisa juga disebut model warna HSB (Hue –Saturation – Brightness).

d. LAB Color
LAB Color Model merupakan pemodelan warna berdasarkan persepsi manusia atas
warna. Model ini merupakan salah satu dari beberapa model warna yang diproduksi
oleh Commission Internationale d’Eclairage (CIE), yaitu suatu organisasi yang
dipersembahkan untuk menciptakan standar untuk semua aspek cahaya. Nilai numeric
pada model LAB menguraikan semua warna yang ditangkap seseorang dengan
pengelihatan normal. Hal ini dikarenakan LAB menguraikan bagaimana suatu warna
dilihat dibandingkan dengan beberapa banyak bahan warna tertentu yang diperlukan
untuk suatu alat (seperti monitor, desktop, printer, atau kamera digital) untuk
menghasilkan warna. LAB dianggap sebagai suatu device-independent color model.
Color Management System menggunakan LAB sebagai acuan warna untuk perubahan
yang dapat diramalkan, suatu bentuk warna dari satu color space ke color space yang
lain. LAB menguraikan warna dalam kaitannya dengan luminance atau lightness-
components (L) dan dua chromatic components, (a) komponen merah dan hijau (b)
komponen kuning dan biru.

e. Warna HIS
Warna HIS adalah model yang dikenal sebagai interpretasi dari pengelihatan manusia.
Model ini berkembang karena warna yang dipresentasikan oleh model RGB atau
CMYK dinilai tidak sesuai untuk mendeskripsikan warna berdasarkan interpretasi
manusia. HIS adalah kependekan dari Hue, Intensitas, dan Saturation.

a. Hue : berfungsi mendeskripsikan warna murni


b. Saturation : derajat banyaknya warna murni dilunakkan dengan warna putih
c. Intensitas : menggabungkan informasi warna dari H dan S

Pada gambar di bawah ini, intensitas adalah garis yang menghubungkan titik hitam
dan putih. Semua titik pada garis ini adalah abu-abu.
H (hue)  semua titik pada bidang yang dibatasi oleh titik black, white dan warna-x,
memiliki hue yang sama, yaitu warna-x.
S (saturasi)  untuk menentukan saturasi (kemurnian) dari warna-x: buat bidang dari
titik warna-x tegak lurus dengan sumbu intensitas dan memiliki hue yang sama.
Saturasi adalah jarak terdekat antara titik warna-x dengan sumbu intensitas.